SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
1764 research outputs found
Sort by
Penerapan Project Based Learning untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Siswa Kelas VIII-B SMP Plus Hidayatul Mubtadi'in Singosari Tahun Pelajaran 2015/2016
ABSTRAK Mulyawanti, Octia. 2016. Penerapan Project Based Learning untuk Meningkat-kan Keterampilan Proses Sains Siswa Kelas VIII-B SMP Plus Hidayatul Mubtadi’in Singosari Tahun Pelajaran 2015/2016. Skripsi. Program Studi S1 Pendidikan Biologi. Jurusan Biologi. FMIPA. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Herawati Susilo, M. Sc. Ph. D., (II) Dra. Sunarmi, M. Pd. Kata Kunci: Project Based Learning, keterampilan proses sains. Belajar IPA berdasarkan lampiran Permendiknas No.22 tahun 2006 bukan hanya penguasaan konsep tetapi juga merupakan proses penemuan. Proses pem-belajaran menekankan pada pemberian pengalanman langsung melalui peng-gunaan dan pengembangan keterampilan proses. Tujuannya yaitu untuk mem-peroleh pemahaman yang lebih mendalam. Hasil belajar yang diperoleh di dalam mempelajari IPA bukan hanya pengetahuan, melainkan juga keterampilan proses. Fakta yang ditemukan di lapangan pada kegiatan observasi tanggal 9 Agustus dan 3 Oktober tahun 2015, keterampilan proses siswa kelas VIII-B SMP Plus Hidayatul Mubtadi’in masih sangat rendah. Berdasarkan pengamatan yang dilaku-kan, siswa masih belum dapat merumuskan masalah beserta hipotesis dengan benar berdasarkan fenomena yang diberikan oleh guru pada KD 1.1 dan 1.4. Siswa juga belum memahami cara melakukan analisis dan menjabarkannya dalam pembahasan berdasarkan data yang dimiliki. Kesimpulan yang dirumuskan oleh siswa masih belum sesuai dengan rumusan masalah maupun hipotesis. Solusi yang dipilih untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menerapkan Project Based Learning (PjBL). Kegiatan pembelajaran dengan PjBL berpusat pada siswa melalui kegiatan proyek yang menghasilkan produk di akhir kegiatan-nya. Tahap pembelajaran di dalam PjBL yaitu perencanaan, implementasi, dan pengolahan membutuhkan proses investigasi. Proses tersebut terdiri dari aktivitas eksplorasi, memecahkan masalah, mengambil keputusan, meneliti, menilai, meng-interpretasi dan mensintesis informasi melalui cara yang bermakna. Siswa juga di-latih untuk mengkomunikasikan dan membuat dokumentasi karya dari hasil proyeknya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian yaitu pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian yang digunakan Penelitan Tindakan Kelas (PTK). Peneliti-an Tindakan Kelas yang dilakukan dengan tiga siklus terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek dan kancah penelitian yaitu siswa kelas VIII-B SMP Plus Hidayatul Mubtadi’in Singosari. Penelitian Tindakan kelas dilaksanakan untuk meningkatkan ke-terampilan proses sains siswa kelas VIII-B pada KD 2.2, 2.3, dan 2.4 melalui penerapan Project Based Learning. Pelaksanaan penelitian dilaksanakan secara berkelanjutan dengan memperhatikan hasil refleksi pada tiap siklus sehingga di-adakan perbaikan pada siklus berikutnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwaProject Based Learning dapat meningkatkan keterampilan proses sains. Berdasarkan data yang ada, terjadi peningkatan keterampilan proses sains dari siklus I menuju II dan siklus II menuju siklus III. Persentase rerataketerampilan proses sainspada siklus I sebesar 51% naik menjadi 69% pada siklus II. Peningkatan yang terjadi sebesar 18% ini kembali mengalamipeningkatansebesar 16% pada siklus III, yaitu 85%. Hasil produk yang dihasilkan dalam proses pembelajaran berupa laporan proyek dan poster. Kedua produk yang dihasilkan dapat juga digunakan untuk mengamati keterampilan proses sains melalui indikator penilaian yang memuat beberapa keterampilan proses di dalamnya. Penilaian produk siswa menunjukkan adanya peningkatan yang siginfikan, yaitu 69% untuk laporan proyek dan 80% untuk poster. Keterampilan komunikasi siswa dalam mempresentasikan proyek juga menunjukkan adanya peningkatan sebesar 73%. Pelaksanaan Project Based Learning di dalam pembelajaran menemukan beberapa permasalahan yang perlu diperhatikan pada penelitian-penelitian lain berikutnya. Permasalahan yang dimaksud yaitu waktu yang dibutuhkan dalam proses pelaksanaan dan dokumentasi cukup banyak. Siswa yang belum terbiasa melakukan pembelajaran dengan proyek akan mengalami kesulitan dalam me-rencanakan, melaksanakan, dan menyelesaikan proyek.Peran guru diperlukan dalam membimbing dan mengarahkan siswa selama kegiatan pembelajaran. Guru perlu berkolaborasi atau mengarahkan langsung siswautamanyadalam merumus-kan masalah, menyediakan alat dan bahan, dan membuat produk, terutama jika pembelajaran dengan Project Based Learning diterapkan pada siswa SMP
Komparasi Kerapatan dan Kelimpahan Plankton pada Sistem Pertambakan Udang Intensif dengan Biofilter dan Tanpa Biofilter
ABSTRAK Kata Kunci: Plankton, Tambak Intensif, Biofilter, Kerapatan, Kemelimpahan. Sistem budidaya secara intensif menggunakan biofilter bertujuan sebagai penyaring plankton yang merugikan bagi udang. Biofilter yang digunakan dalam penelitian ini adalah ikan nila hitam (Oreochromis niloticus bleeker) dan ikan bandeng (Chanos chanos). Tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan kerapatan dan kemelimpahan plankton pada stasiun biofilter dan non biofilter. Penelitian ini bersifat deskriptif, penelitian ini dilakukan dengan tahap (1) pengambilan sampel, (2)identifikasi plankton, dan (3) menghitung kerapatan dan kemelimpahan plankton pada 4 stasiun diantaranya, stasiun 1 (aliran air payau), stasiun 2 (biofilter), stasiun 3 (non biofilter) dan stasiun 4 (petak pemeliharaan). Metode Penelitian yang dilakukan dalam penelitian antara lain, pengambilan sampel secara acak yang dilakukan pada 4 stasiun, yaitu stasiun 1 merupakan aliran Sampel air payau yang berasal dari laut, stasiun 2 merupakan Sampel air yang berada dalam biofilter yang berisi ikan bandeng dan ikan nila, stasiun 3 merupakan non bifilter dan stasiun 4 merupakan Sampel air yang berada pada petak pemeliharaan. masing-masing stasiun sebanyak 5kali titik pengambilan. Sampel plankton yang telah diberi formalin 4% dan diberi label diidentifikasi jenisnya di Laboratorium Ekologi gedung jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Setelah diidentifikasi jenisnya dihitung dengan menggunakan rumus kerapatan dan kemelimpahan plankton.Hasil kerapatan plankton pada stasiun 2 (biofilter) lebih rengang dari pada stasiun 3 (non biofilter) untuk jenis plankton yang merugikan bagi pemeliharaan udang. Faktor lingkungan/abiotik yang mempengaruhi kerapatan dan kemelimpahan adalah suhu, pH, salinitas, dan DO
Studi Komparasi Komunitas Collembola pada Lahan Terbakar dan Tidak Terbakar di CA/TWA Kawah Ijen Banyuwangi
ABSTRAK Kata Kunci: Komparasi, Collembola, Kawah Ijen Collembola merupakan infauna tanah yang memiliki peran terhadap ekosistem hutan. Collembola berperan dalam perombakan bahan organik, menyediakan nutrien bagi tumbuhan, bioindikator dan penyeimbang fauna tanah. Keberadaan Collembola dapat terganggu salah satunya karena kebakaran hutan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan komunitas Collembola pada lahan terbakar dan tidak terbakar di CA/TWA Kawah Ijen Banyuwangi dengan menggunakan metode line transect berdasarkan kemiringan lahan. Pengambilan sampel tanah dilakukan pada lahan terbakar dan tidak terbakar, dengan masing-masing lahan terdiri atas 10 transek dan ulangan 7 kali pada masing-masing transek. Collembola di ekstraksi dari sampel tanah dengan menggunakan metode isolasi basah dengan ukuran mata jaring paling kecil 90 mesh. Data yang diperoleh kemudian dihitung indeks keanekaragaman (H’), kemeratan (E) dan kekayaan (R) berdasarkan indeks Shannon-Wiener. Rerata indeks H’, E, R, dianalisis menggunakan Uji-t. Hasil penelitan menunjukkan nilai indeks Collembola pada setiap lahan dan kemiringan berbeda nyata dengan nilai p (0,000) < α (0,1). Hasil analisis INP menunjukkan spesies yang memiliki nilai INP paling tinggi di lahan kebakaran adalah Onychiurus sp, sedangkan pada lahan tidak kebakaran adalah Isotomurus sp. Berdasarkan nilai INP dapat dijadikan indikator bahwa lahan terbakar di CA/TWA Kawah Ijen masih dalam tahap pemulihan menuju komunitas semula
Pengembangan Instrumen Tes Kognitif Tipe Higher Order Thinking Skill (HOTS) Mata Pelajaran Biologi pada Materi Sistem Gerak Manusia Kelas XI IPA SMAN 2 Karangan Trenggalek
ABSTRAK Penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar siswa. Standar Penilaian harus disesuaikan dengan tuntutan kompetensi abad ke-21, sehingga perlu dikembangkan penilaian yang mampu mengukur keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS). Berdasarkan hasil wawancara dan observasi dokumen soal materi sistem gerak manusia diketahui bahwa instrumen tes yang disusun oleh guru Biologi hanya mengukur kemampuan berpikir tingkat rendah (LOTS) dan kemampuan berpikir tingkat menengah (MOTS). Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengembangkan instrumen tes kognitif tipe HOTS, RPP, dan LKS materi sistem gerak manusia, (2) menguji validitas logis instrumen tes kognitif tipe HOTS, RPP, dan LKS materi sistem gerak manusia, (3) menganalisis butir soal instrumen tes kognitif tipe HOTS materi sistem gerak manusia yang telah diujicobakan terhadap siswa kelas XI IPA SMAN 2 Karangan, (4) menguji kepraktisan instrumen tes kognitif tipe HOTS, RPP, dan LKS materi sistem gerak manusia, dan (5) menguji keefektifan instrumen tes kognitif tipe HOTS. Model pengembangan produk yang digunakan adalah ADDIE yang terdiri dari 5 langkah yaitu Analysis, Design, Develop, Implement, dan Evaluate. Produk pengembangan utama berupa instrumen tes kognitif tipe HOTS dalam bentuk soal uraian. Selain itu, dikembangkan produk pelengkap berupa RPP dan LKS. Sebelum produk diujicobakan, produk divalidasi oleh ahli asesmen, ahli materi, dan praktisi lapangan. Uji coba dilakukan terhadap 43 siswa kelas XI IPA di SMAN 2 Karangan. Dalam penelitian ini, jenis data yang diperoleh adalah data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif berupa skor yang diisi oleh validator pada lembar validasi instrumen tes kognitif tipe HOTS, RPP, dan LKS, skor yang diisi oleh guru dan siswa pada lembar respon pengguna instrumen tes kognitif tipe HOTS, RPP, dan LKS, skor hasil tes kognitif siswa dalam mengerjakan instrumen tes kognitif tipe HOTS, serta skor yang diisi oleh observer pada lembar observasi keterlaksanaan sintaks pembelajaran inkuiri terbimbing. Data kualitatif berupa komentar dan saran yang diisi oleh validator pada lembar validasi instrumen tes kognitif tipe HOTS, RPP, dan LKS, komentar dan saran yang diisi oleh guru dan siswa pada lembar respon pengguna instrumen tes kognitif tipe HOTS, RPP, dan LKS, serta komentar dan saran yang diisi oleh observer pada lembar observasi keterlaksanaan sintaks pembelajaran inkuiri terbimbing. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Instrumen tes kognitif tipe HOTS divalidasi logis oleh ahli asesmen yang meliputi validitas isi dan validitas konstruk. Berdasarkan data validitas isi, 100% butir soal sudah mengacu pada materi (sangat valid). Berdasarkan data validitas konstruk, 100% butir soal sesuai dengan indikator kompetensi dan indikator HOTS (sangat valid). Selain dilakukan validasi logis terhadap instrumen tes kognitif tipe HOTS, juga dilakukan validasi kualitas soal. Hasil validasi ahli asesmen terhadap kualitas soal instrumen tes kognitif tipe HOTS diperoleh rata-rata persentase tingkat kevalidan sebesar 95,83% (sangat valid), RPP sebesar 96,67% (sangat valid), dan LKS sebesar 100% (sangat valid). Hasil validasi ahli materi terhadap instrumen tes kognitif tipe HOTS diperoleh persentase tingkat kevalidan sebesar 100% (sangat valid), RPP sebesar 92,86% (sangat valid), dan LKS sebesar 96,43% (sangat valid). Hasil validasi praktisi lapangan terhadap instrumen tes kognitif tipe HOTS diperoleh persentase tingkat kevalidan sebesar 100% (sangat valid), RPP sebesar 95% (sangat valid), dan LKS sebesar 95,45% (sangat valid). Analisis butir soal menggunakan program Anates meliputi tingkat kesukaran, daya pembeda, dan reliabilitas. Data tingkat kesukaran menunjukkan bahwa tidak ada soal yang mudah (0%), soal sedang sejumlah 8 soal (80%), dan soal sukar sejumlah 2 soal (20%). Butir soal yang memiliki daya pembeda sedang sebanyak 7 nomor (70%). Butir soal yang memiliki daya pembeda tinggi sebanyak 3 nomor (30%). Berdasarkan hasil analisis data menggunakan Anates didapatkan hasil reliabilitas sebesar 0,76 yaitu tinggi. Analisis tingkat kepraktisan instrumen tes kognitif tipe HOTS yang diberikan kepada guru diperoleh persentase sebesar 91,67% (sangat praktis) dan siswa sebesar 84,24% (sangat praktis). Analisis tingkat kepraktisan untuk RPP yang diberikan kepada guru sebesar 97,5% (sangat praktis). Analisis tingkat kepraktisan untuk LKS yang diberikan kepada guru sebesar 97,5% (sangat praktis) dan siswa sebesar 82,75% (sangat praktis). Analisis tingkat keefektifan dilakukan dengan menghitung rata-rata hasil tes kognitif dari 43 siswa. Hasil perhitungan uji keefektifan menunjukkan rata-rata skor sebesar 25,42 dari skala 54, artinya instrumen tersebut cukup efektif dalam mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) siswa. Hasil tes kognitif siswa sangat dipengaruhi oleh proses pembelajaran. Proses pembelajaran pada penelitian ini menggunakan RPP dan LKS model inkuiri terbimbing. LKS berisi soal latihan materi sistem gerak manusia yang bermuatan Higher Order Thinking Skills (HOTS). Proses pembelajaran diketahui berdasarkan lembar observasi keterlaksanaan sintaks pembelajaran menggunakan model inkuiri terbimbing. Berdasarkan hasil observasi, tingkat keterlaksanaan sebesar 92,31% (sangat baik). Kesimpulan penelitian ini adalah instrumen tes kognitif tipe HOTS, RPP, dan LKS yang dikembangkan sangat valid, sangat praktis, dan cukup efektif untuk mengukur dan melatih keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa
Kajian Status Trofik Perairan Berdasarkan Indeks Diatom dan Hubungan Kandungan Klorofil-a Fitoplankton dengan Faktor Fisika Kimia di Telaga Ngebel Kabupaten Ponorogo
ABSTRAK Wilantika, Gizella, Ayu. 2018. Kajian Status Trofik Telaga Berdasarkan Indeks Diatom dan Hubungan Kandungan Klorofil-a Fitoplankton dengan Faktor Fisika Kimia di Telaga Ngebel Kabupaten Ponorogo. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. H. FatchurRohman, M.Si, (II) SitoresmiPrabaningtyas, M.Si. Kata Kunci: status trofik, trofikindeks diatom (TDI), klorofil-a, TelagaNgebel Telaga Ngebel terletak di Desa Gondowido Kecamatan Ngebel Kabupaten Ponorogo. Telaga Ngebel merupakan danau alami yang terbentuk akibat terjadinya peristiwa vulkanik. Telaga Ngebel telah mengalami banyak penurunan kualitas perairannya sehingga menggangu ekosistem telaga. Hal tersebut dikarenakan pemanfaatan Telaga Ngebel sebagai tujuan wisata dan tempat penangkaran ikan. Pemanfaatan Telaga Ngebel sebagai sarana pariwisata di badan air dan tempat kegiatan budidaya ikan dengan menggunakan teknik keramba jaring apung (KJA). Kegiatan budidaya ikan dan pariwisata yang berada pada Telaga Ngebel tersebut dapat menjadi gangguan terhadap kualitas perairan sehingga berpengaruh terhadap keseimbangan ekosistem perairan. Pengambilan sampel dilakukan di Telaga Ngebel pada bulan Januari 2018 dan identifikasi fitoplankton (diatom) serta perhitungan dilakukan di Laboratorium Ekologi FMIPA UM pada bulan Februari – Maret 2018. Pengambilan sampel dilakukan pada 12 titik dengan empat rona lingkungan yaitu stasiun 1 (keramba), stasiun 2 (inlet/outlet), stasiun 3 (hutan) dan stasiun 4 (pemukiman penduduk). Pengambilan sampel air menggunakan water bottle sample. Metode pengambilan sampel dilakukan secara vertical mulai dari kedalaman 0 m; 1,2 m dan 1,8 m. Sampel air yang didapatkan dimasukkan ke dalam botol bervolume 1,5 liter dan diawetkan dengan menggunakan formalin 4%. Penggolongan spesies menggunakan buku identifikasi Fresh Water Algae Identification and Use as Bioindicator. Berdasarkan kegiatan pengamatan diketahui terdapat 14 spesies diatom yang ditemukan. Nilai kepadatan tertinggi yaitu pada pada stasiun 2 (rona lingkungan) inlet/outlet. Kepadatan spesies diatom tertinggi yang ditemukan pada Telaga Ngebel yaitu pada spesies Diatoma vulgaris. Status trofik perairan berdasarkan indeks trofik diatom di Telaga Ngebel Kabupaten Ponorogo memiliki nilai TDI 84 dan termasuk dalam kualitas buruk (hipertrofik). Kualitas perairan yang buruk (hipertrofik) di Telaga Ngebel dapat dikarenakan adanya KJA (keramba jaring apung), limbah dari pemukiman penduduk dan masukan air dari daerah inlet. Berdasarkan analisis Korelasi Bivariate Pearson faktor fisika – kimia berupa pH, DO, suhu, cahaya dan kekeruhan memiliki korelasi dengan kandungan klorofil-a fitoplankton. Korelasi faktor fisika – kimia terhadap kepadatan diatom berdasarkan hasil analisis Korelasi Bivariate Pearson seluruh faktor fisika – kimia berupa pH, DO, suhu, cahaya dan kekeruhan berkorelasi dengan kepadatan diatom
PotensiEkstrakMinyak Atsiri BawangPutih Tunggal (Allium Sativum L.) Terhadap Kadar Malondialdehid (MDA) Hepar Mencit (Mus Musculus) Galur Balb-C Model Aterosklerosis
ABSTRAK Aterosklerosis adalah penyakit inflamasi kronis pada pembuluh darah arteri dengan peningkatan prevalensi penderita tiap tahun.Aterosklerosis ditandai dengan pembentukan plak pada lapisan intima pembuluh darah arteri yang dipicu oleh peningkatan kadar lemak serta radikal bebas dalam darah. Radikal bebas dapat merusak membran sel melalui proses peroksidasi lipid dan menghasilkan Malondialdehid (MDA) yang dapat memicu kerusakan DNA dan kematian sel. Ekstrak bawang putih tunggal (Allium sativum L.) lokal mengandung senyawa aktif organosulfur diantaranyaallicin, ajoene, diallyl sulfide (DAS), diallyl disulfide (DADS), dan diallyl trisulfide (DATS), 2-Propen Asam Sulfinat yang diduga memiliki aktivitas antioksidan sehingga dapat menurunkan kadar MDA. Tujuan penelitian ini untuk membuktikan efek antioksidan ekstrak bawang putih tunggal lokal terhadap penurunan kadar Malondialdehid (MDA) pada hepar Mencit Model Aterosklerosis. Mencit dibuat Aterosklerosis dengan pemberian diet tinggi lemak. Perlakuan diberikan selama 30 hari dengan kelompok perlakuan meliputi: perlakuan normal (mencit normal), kontrol negatif (mencit dengan Ateroklerosis), kontrol positif (mencit Aterosklerosis dengan pemberian simvastatin), P1 (Mencit Aterosklerosis dengan pemberian ekstrak minyak atsiri bawang tunggal 0,5%), P2 (Mencit Aterosklerosis dengan pemberian ekstrak minyak atsiri bawang tunggal 1%), P3 (Mencit Aterosklerosis dengan pemberian ekstrak minyak atsiri bawang tunggal 2%). Pada akhir perlakuan dilakukan dislokasi dan pembedahan untuk pengambilan organ hepar mencit. Hepar kemudian diuji kadar MDA dengan metode Thio Barbituric Acid (TBA), dan hasil uji dianalisa dengan spektrofotometer. Data kadar MDA pada hepar mencit dianalisis menggunakan analisis statistik varian tunggal satu arah (One Way Anova) pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak minyak atsiri bawang putih tunggal lokal tidak berpengaruh terhadap kadar MDA(P>0,05). Kelompok P2 menunjukkan kadar MDA paling mendekati normal, dengan penurunan kadar MDA dibandingkan kelompok K- yakni 58,75 ng/mL
PENGEMBANGAN ASESMEN OTENTIK DALAM MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING MATERI SISTEM EKSKRESI UNTUK MENGUKUR KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS XI MAN 3 BLITAR
ABSTRAK Fadli, Amien. 2018. Pengembangan Asesmen Otentik dalam Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Materi Sistem Ekskresi Untuk Mengukur Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas XI MAN 3 Blitar. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Murni Saptasari, M.Si., (II) Dra. Amy Tenzer, M.S Kata kunci: Asesmen otentik, inkuiri terbimbing, kemampuan berpikir kritis, Pengembangan asesmen otentik dalam model pembelajaran inkuiri terbimbing materi sistem ekskresi untuk mengukur kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI MAN 3 Blitar dilakukan karena kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI MAN 3 Blitar belum sepenuhnya berkembang dan belum tersedianya asesmen otentik dalam model inkuiri terbimbing yang mampu untuk mengukur kemampuan siswa dalam berpikir kritis. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan instrumen asesmen otentik dalam model pembelajaran inkuiri terbimbing materi sistem ekskresi untuk mengukur kemampuan berpikir kritis siswa siswa kelas XI MIPA MAN 3 Blitar yang teruji validitas, reliabilitas, kepraktisan dan keefektifannya. Model pengembangan yang digunakan adalah model 4D karya Thiagarajan yang meliputi tahap define, design, develop, dan disemination. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu menggunakan teknik observasi, angket/kuesioner , dan dokumentasi. Penelitian ini menghasilkan instrumen asesmen otentik yang dilengkapi dengan RPP dan LKS. Data yang didapat berupa data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif berupa hasil validasi oleh ahli, respon pengguna, dan hasil belajar siswa yang diukur menggunakan asesmen otentik, sedangkan data kualitatif berupa saran serta masukan dari validator dan pengguna. Hasil validasi menunjukkan bahwa instrumen penilaian keterampilan diskusi-presentasi, keterampilan praktikum dan laporan praktikum masuk dalam kualifikasi sangat valid dengan skor 97,5%. Instrumen penilaian sikap dan diri sendiri masuk dalam kualifikasi sangat valid dengan skor 95%, sedangkan soal uraian berbasis kemampuan berpikir kritis masuk dalam kualifikasi valid dengan skor 96,4%. RPP masuk dalam kualifikasi sangat valid dengan skor 95,5%,. LKS masuk dalam kualifikasi valid dengan skor 99,2%. Hasil uji coba produk menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan memiliki validitas dan reliabilitas yang teruji. Instrumen penilaian diskusi dan presentasi, keterampilan praktikum, laporan praktikum, penilaian sikap oleh guru dan teman sebaya serta soal uraian memiliki kualifikasi kepraktisan sangat praktis. Instrumen penilaian diri sendiri memiliki kualifikasi kepraktisan pada kategori praktis. Ujicoba produk juga menunjukkan RPP dan LKS memiliki kualifikasi sangat praktis. Rerata hasil belajar siswa pada ranah pengetahuan sebesar 79,2 menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam berpikir kritis masuk dalam kategori baik, sehingga soal uraian masuk dalam kategori efektif. Ketuntasan belajar klasikal pada ranah keterampilan sebesar 100% dan pada ranah sikap sebesar 99,03%, sehingga instrumen penilaian keterampilan dan sikap masuk dalam kategori efektif. Kesimpulan dari penelitian pengembangan ini adalah asesmen otentik yang dikembangkan dapat digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir kritis siswa dan teruji dalam validitas, reliabilitas, kepraktisan dan keefektifannya
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Anting-anting (Acalypha indica L.) terhadap Aeromonas hydrophila yang Menginfeksi Ikan Lele (Clarias sp.)
Aeromonas hydrophila termasuk bakteri Gram-negatif penyebab infeksi pada ikan lele, yang merupakan penyakit motile aeromonas septicaemia (MAS), hemorragic septicaemia, ulcer disease atau red-sore disease. Pengobatan infeksi bakteri menggunakan antibiotik dapat menyebabkan resistensi terhadap mikroba. Alternatif pengobatan dapat dilakukan dengan memanfaatkan tanaman yang mempunyai kandungan senyawa bioaktif. Daun anting-anting (Acalypha indicaL.)mempunyai kandungan senyawa bioaktifyang berpotensi sebagai antibakteri.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kandungan senyawa bioaktif yang terkandung dalam ekstrak etanol daunanting-anting (Acalypha indica L.), dan menemukan konsentrasi ekstrak etanol daun anting-anting (Acalypha indica L.) yang paling efektif dalam menghambat dan membunuh bakteri Aeromonas hydrophila secara in vitro. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif dan eksperimental secara in vitro. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 kontrol dan 5 perlakuan yang terdiri dari berbagai konsentrasi ekstrak etanol daun anting-anting (Acalypha indica L.), yaitu 100 μl/mL, 200 μl/mL, 300 μl/mL, 400 μl/mL, dan 500 μl/mL, diencerakn dengan pelarut Tryptic Soy Broth (TSB), dan masing-masing dilakukan 4 kali ulangan. Kontrol terdiri dari kontrol positif menggunakan tetracycline(30 μg/mL) dan kontrol negatif menggunakan pelarut TSB tanpa diberi ekstrak etanol daun anting-anting (Acalypha indica L.). Metode yang digunakan untuk mengetahui Kadar Hambat Minimum (KHM) dan Kadar Bunuh Minimum (KBM) menggunakan metode dilusi. Kekeruhan suspensi bakteri disetarakan dengan larutan Mc Farland 0,5 sebelum perlakuan. Parameter yang diamati untuk mengetahui KHM ditunjukkan pada tabung dengan konsentrasi terendah yang tidak menunjukkan kekeruhan. KBM ditentukan dengan jumlah sel bakteri yang tumbuh pada media Tryptic Soy Agar(TSA)< 0,1% dari konsentrasi suspensi pada kontrol negatif (5 x 105 CFU/mL). Data penelitian dianalisis menggunakan statistik non parametrik Krusskal Wallis dan uji lanjut dengan Mann-Whitney, selanjutnya dilakukan uji regresi linier. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa senyawa bioaktif yang terkandung dalam ekstrak etanol daun Acalypha indica (L.) diantaranya flavonoid, tanin, alkaloid, dan saponin. KHM tidak terdeteksi karena kekeruhan pada setiap konsentrasi tidak dapat diamati, disebabkan larutan medium TSB yang telah berisi ekstrak berwarna gelap. Konsentrasi ekstrak etanol daun anting-anting (Acalypha indica L.)yang paling efektif dalam menghambat dan membunuh bakteri Aeromonas hydrophila pada konsentrasi 400 μl/mL, dengan jumlah sel bakteri yang tumbuh kurang dari 0,1% konsentrasi suspensi pada kontrol negatif
MATERIAL SARANG SARANG BURUNG BAWAH TAJUK
ABSTRAK Burung bawah tajuk merupakan kelompok burung yang beraktivitas di bawah tajuk, bersembunyi di semak yang rimbun, dan sulit diidentifikasi secara visual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi material sarang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif eksploratif. Penelitian ini dilaksanakan di dua kawasan konservasi yang berbeda, yaitu HPFU Samarinda Kalimantan Timur dan Tahura R. Soerjo Jawa Timur pada bulan Desember 2017 sampai Juni 2018. Pengamatan sarang dilakukan dengan metode jelajah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa material sarang ada dua kategori, yaitu material yang digunakan oleh burung bawah tajuk di hutan HPFU Samarinda adalah jenis rerumputan, seperti Panicum repens (rumput Lempuyangan) dan Eragrotis uniloides (rumput udang), sedangkan di kawasan Tahura R. Soerjo Jawa Timur adalah jenis lumut daun Homaliodendron flabellatum sebagai material utama untuk membangun sarang. Kata kunci: material, sarang, burung bawah taju
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Inkuiri Berbasis Potensi Lokal Pada Materi Tumbuhan Untuk Mengukur Kemampuan Kerja Ilmiah dan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Kelas X MA Al Ittihad Poncokusumo Kabupaten Malang
ABSTRAK Thohir, Alfi. 2018. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Inkuiri Berbasis Potensi Lokal Pada Materi Tumbuhan untuk Mengukur Kemampuan Kerja Ilmiah dan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Kelas X MA AlIttihad Poncokusumo Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sunarmi, M. Pd, (II) Dra. Eko Sri Sulasmi, M. S. Kata Kunci: Pengembangan, perangkat pembelajaran, materi tumbuhan, kerja ilmiah, berpikir kritis Kurikulum 2013 menitikberatkan pada pembelajaran yang menggunakan keterampilan proses dengan tujuan untuk membekali siswa dengan kompetensi yang dibutuhkan pada abad ke-21. Untuk dapat menciptakan sumber daya manusia yang kompeten, kebutuhan untuk menyempurnakan pola pikir siswa melalui proses pembelajaran dirasa sangat krusial. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru Biologi di MA Al Ittihad Poncokusumo, proses pembelajaran materi tumbuhan belum memanfaatkan potensi lokal daerah sebagai sumber belajar. Hal ini sangat disayangkan karena Poncokusumo merupakan kawasan yang memiliki jenis tumbuhan yang beranekaragam yang dapat dimanfaatkan sebagai media selama proses pembelajaran. Pembelajaran yang selama ini berlangsung masih bergantung kepada buku teks sehingga belum mampu memberikan pengalaman belajar secara langsung kepada siswa. Tujuan dari penelitian dan pengembangan ini adalah untuk menghasilkan produk berupa RPP, LKS, dan asesmen kinerja berbasis potensi lokal pada materi tumbuhan untuk mengukur kemampuan kerja ilmiah dan keterampilan berpikir kritis siswa yang memenuhi kriteria valid dan praktis. Model penelitian dan pengembangan yang digunakan yaitu model pengembangan ADDIE. Adapun tahapan dari model ADDIE ada lima tahapan yaitu: Analyze (Analisis), Design (Perencanaan), Develop (Pengembangan), Implement (Penerapan), dan Evaluate (Penilaian). Data yang dikumpulkan terdiri dari data kuantitatif berupa skor validasi/uji coba dan data kualitatif berupa saran/komentar dari validator. Pada tahap develop, tingkat kevalidan produk dapat diperoleh melalui uji validasi yang dilakukan oleh validator ahli perangkat dan materi, ahli asesmen, dan praktisi lapangan. Di lain sisi, kepraktisan produk dapat diketahui melalui uji kepraktisan yang dilakukan oleh siswa MA Al Ittihad Poncokusumo Kabupaten Malang. Berdasarkan hasil analisis data perangkat pembelajaran inkuiri berbasis potensi lokal pada materi tumbuhan, hasil uji kevalidan ahli materi, ahli asesmen, dan praktisi lapangan mendapatkan kriteria sangat valid. Selain itu, uji kepraktisan dari siswa dan guru mendapatkan presentase sebesar 96,5% dengan kriteria sangat praktis. Saran pengembangan lebih lanjut adalah perlunya pengembangan perangkat pembelajaran pada materi lain sesuai dengan potensi daerah yang ada di sekitar sekolah sebagai sumber belajar