SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
    1764 research outputs found

    UJI EKSTRAK ETANOL DAUN TEMBELEKAN (Lantana camara) TERHADAP RESPON HAMA ULAT BAWANG (Spodoptera exigua)

    No full text
    Ulat bawang (Spodoptera exigua) merupakan salah satu Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) pada bawang merah. Gejala serangan ditandai adanya lubang diikuti daun yang seperti selaput berwarna putih dan layu. Seranggan ulat bawang dapat menyebabkan gagal panen hingga 100% apabila tidak segera ditangani. Upaya yang dilakukan petani diarea pertanian dengan penggunaan pestisida sintesis. Penggunaan pestisida sintesis dapat memberikan dampak pada hama sasaran, bukan sasaran hingga lingkungan. Alternatif lain yang dapat digunakan dengan penggunaan pestisida nabati. Tembelekan(Lantana camara) merupakan salah satu tanaman liar yang dapat dijadikan pestisida nabati. Tanaman tersebut memiliki beberapa bahan aktif untuk mengurangi serangan ualt bawang(Spodoptera exigua). Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaaan variasi konsentrasi dan waktu pemberian terhadap penghambatan makan(antifeedant). Mengetahui perbedaaan variasi konsentrasi dan durasiwaktudedah terhadap mortalitas. Menentukan lethal concetration 50(LC50) pada pemberian ekstrak. Jenis penelitian berupa penelitian kuantitatif ekperimental berskala laboratorium. Sampel terdiri dari 280 larva instar 3 dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 4 kali ulangan. Satu perlakuan konsentrasi terdiri dari 10 larva pada wadah berbeda. Penelitian terdiri dari 3 variabel. Variabel bebas adalah konsentrasi yaitu 0%, 5%, 6%, 7%, 8%,9% dan 10% serta durasiwaktudedah selama 24 jam, 48 jam, 72 jam dan 96 jam. Variabel terikat terdiri dari penghambatan makan (antifeedant), dan mortalitas larva ulat bawang (Spodoptera exigua) instar 3. Variabel kontrol berupa larvainstar 3Spodoptera exigua, panjang daun bawang merah ukuran 5 X 1,5 cm, dan daun tembelekan dengan bunga berwarna jingga berasal dari Pujon Malang. Metode yang digunakan saat perlakuan dengan metode celup daun. Indikator yang diamati berupa banyaknya daun yang termakan untuk data penghambatan makan dan banyaknya ulat yang mati untuk data mortalitas. Hasil yang diperoleh diolah dengan program pengolah data. Uji perbedaan penghambatan makan dan mortalitas dengan Analisis Varian Ganda (ANAVA) dilanjutkan uji lanjut Duncan. Penentuan Lethal Consentration50(LC50) menggunakan analisis probit. Pemberian ekstrak dan durasiwaktudedah memberikan efek penghambatan makan dan mortalitas. Semakin tinggi konsentrasi dan semakin lama durasiwaktudedah menunjukkan penghambatan makan dan mortalitas semakin tinggi. Konsentrasi ekstrak 10% pada durasiwaktudedah 96 jam paling efektif terhadap penghambatan makan dan mortalitas karena menurunkan luas daun yang dimakan yaitu 2,15 mm2dari 750 mm2 dan mematikan larva hingga 90%. Lethal Consentration 50 (LC50) tercapai pada 72 jam dengan konsentrasi 7% dan pada 96 jam dengan konsentrasi 5%

    Hubungan antara Keterampilan Berpikir Kritis dengan Keterampilan Berpikir Kreatif pada Beberapa Model Pembelajaran Biologi Siswa Kelas XI SMA di Malang Kreatif pada Beberapa Model Pembelajaran Biologi Siswa Kelas XI SMA di Malang

    No full text
    ABSTRAK Cahyo, Fandi Tri Fajar. 2018. Hubungan antara Keterampilan Berpikir Kritis dengan Keterampilan Berpikir Kreatif pada Beberapa Model Pembelajaran Biologi Siswa Kelas XI SMA di Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. A.D. Corebima, M.Pd., (II) Prof. Dra. Herawati Susilo, M.Sc, Ph.D. Kata Kunci: Keterampilan berpikir kritis, keterampilan berpikir kreatif, RPQSS, RQA, TPSKeterampilan berpikir kritis dan keterampilan berpikir kreatif merupakan dua aspek yang perlu dikembangkan pada siswa melalui proses pembelajaran yang berkualitas khususnya untuk mengembangkan keterampilan abad 21. Siswa yang memiliki keterampilan berpikir kritis akan mampu memecahkan masalah secara efektif, baik permasalahan dalam dunia kerja atau dalam kehidupan sehari-hari.Keterampilan berpikir kreatif dapat melatih siswa untuk mengembangkan banyak ide dan argumen, mengajukan pertanyaan, mengakui kebenaran argumen, bahkan membuat siswa mampu bersifat terbuka dan responsif terhadap perspektif yang berbeda. Keterampilan berpikir kritis dan keterampilan berpikir kreatif dapat diberdayakan dengan menerapkan model pembelajaran Biologi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: 1) mengetahui hubungan antara keterampilan berpikir kritis dengan keterampilan berpikir kreatif pada beberapa model pembelajaran Biologi siswa kelas XI SMA di Malang, 2) mengetahui perbedaan persamaan regresi keterampilan berpikir kritis dengan keterampilan berpikir kreatif pada beberapa model pembelajaran Biologi siswa kelas XI SMA di Malang.Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMA kelas XI IPA di Malang. Sampel yang digunakan adalah: 1) siswa kelas XI MIPA F4 SMAN 9 Malang yang terdiri dari 32 siswa,2) siswa kelas XI MIPA B4 SMAN 9 Malang yang terdiri dari 33 siswa,3) kelas XI MIA 1 SMAN 7 Malang yang terdiri dari 35 siswa, dan 4) siswa kelas XI MIA 2 SMAN 7 Malang yang terdiri dari 35 siswa. Data penelitian diperoleh dari tes tulis (pretest dan posttest) keterampilan berpikir kritis dan keterampilan berpikir kreatif. Analisis data penelitian ini menggunakan analisis regresi linier sederhana.Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa: 1) ada hubungan antara keterampilan berpikir kritis dengan keterampilan berpikir kreatif pada penerapan beberapa model pembelajaran Biologi. Pada kelas RPQSS menunjukkan nilai R = 0,731 (

    Pengembangan Perangkat Pembelajaran Materi Pengolahan Sampah di SMA Negeri 1 Sumberpucung Dengan Memanfaatkan TPA Talangagung Kepanjen Sebagai Sumber Belajar.

    No full text
    ABSTRAK   Arianti, Daning Nindya Fitri. 2018. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Materi Pengolahan Sampah di SMA Negeri 1 Sumberpucung Dengan Memanfaatkan TPA Talangagung Kepanjen Sebagai Sumber Belajar. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Triastono Imam Prasetyo, M.Pd. (II) Prof. Dr. Ir. Suhadi, M.Si.   Kata kunci: pengembangan, perangkat pembelajaran, TPA Talangagung, pengolahan sampah, sumber belajar Pembelajaran pada Kurikulum 2013 berbasis kompetensi dan karakter lebih menekankan pada pemberian pengalaman belajar secara langsung. Pemberian  pengalaman belajar secara langsung dapat dengan memanfaatkan lingkungan/tempat wisata sebagai sumber belajar.Pembelajaran biologi materi pengolahan sampah di SMA Negeri 1 Sumberpucung belum dikembangkan dengan perencanaan pembelajaran yang memanfaatkanTPA Talangagung sebagai sumber belajar. Media yang digunakan juga belum memberikan pengalaman belajar secara langsung pada siswa.Menurut Ibrahim & Sukmadinata (2010:118) untuk mencapaihasil yang optimal dalam kegiatan pembelajaran adalah digunakannyamedia yang bersifat langsung dalambentuk objek nyata atau realia. Tujuan penelitian dan pengembangan ini untuk menghasilkan produk berupa perangkat pembelajaran yang meliputi silabus, RPP, instrumen penilaian, LKS, hand-out, panduan kunjungan dan gambaran lokasi yang memanfaatkan TPA Talangagung sebagai sumber belajar yang memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif. Model penelitian yang digunakan merupakan penelitian pengembangan yakni model 4D oleh Thiagarajan (1974), namun penelitian ini dibatasi sampai pada tahap Develop sub tahap development testing. Validasi dilakukan oleh validator ahli perangkat pembelajaran, ahli materi dan praktisi lapangan. Tahap uji pengembangan dilakukan pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Sumberpucung untuk mengetahui kepraktisan dan keefektifan perangkat pembelajaran. Hasil uji kevalidan silabus, RPP, instrumen penilaian, LKS, hand-out, panduan kunjungan dan gambaran lokasi berturut-turut sebesar 99,64%, 94,61%, 81,59%, 91,6%, 95,74, 88,74% dan 89,58%, sehingga keseuruhan perangkat pembelajaran yang dikembangkan memenuhi kriteria valid. Kepraktisan perangkat menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran sangat praktis untuk digunakan, berdasarkan angket respons siswa terhadap ulangan harian, LKS, hand-out, gambaran lokasi dan proses pembelajaran serta keterlaksanaan pembelajaran didapat rerata skor berturut-turut sebesar 83,27%, 85,11%, 80,6%, 87,13%, 85,09% dan 95,38%. Uji keefektifan diperoleh dari penilaian hasil kompetensi pengolahan sampah (pengetahuan, sikap dan keterampilan) sebesar 84,2 dengan semua siswa tuntas. Hasil penelitian dan pengembangan menunjukkan bahwa pengembangan perangkat pembelajaran dengan memanfaatkan TPA Talangagung sebagai sumber belajar layak digunakan dalam pembelajaran biologi. Saran untuk pemanfaatan yakni perlu memperhatikan jarak dan alokasi waktu agar pembelajaran dapat berlangsung dengan baik.

    Pengembangan Instrumen Penilaian Materi Sel (KD 3.1 & 4.1) dan Bioproses dalam Sel (KD 3.2 & 4.2) Siswa Kelas XI di SMA Panjura Kota Malang

    No full text
    ABSTRAK   Penilaian pada Kurikulum 2013 bertujuan untuk mengukur pencapaian indikator pada siswa. Indikator dirumuskan dari kompetensi dasar, oleh sebab itu soal harus mengacu kepada indikator kompetensi. Hasil wawancara dengan guru biologi di SMA Panjura kota Malang, menunjukkan bahwa guru biologi di SMA tersebut jarang melakukan validasi atau analisis butir soal pada soal yang akan diujikan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menghasilkan instrumen penilaian berupa soal pilihan ganda jawaban tunggal sebanyak 30 soal dan asesmen kinerja meliputi asesmen penggunaan mikroskop dan kinerja praktikum yang telah melalui tahap validasi. Instrumen pengumpulan data kualitatif menggunakan lembar validasi, baik untuk validator ahli evaluasi, ahli materi, dan ahli praktisi lapangan, sedangkan untuk pengumpulan data kuantitatif diperoleh dari hasil analisis ITEMAN jawaban siswa dalam pengerjaan soal pilihan ganda jawaban tunggal. Penelitian pengembangan ini menggunakan model pengembangan ADDIE yang dikembangkan oleh Branch (2009) yang terdiri dari 5 tahap yaitu (1) Analyze, (2) Design, (3) Develop, (4) Implement, dan (5) Evaluate. Uji coba produk dilakukan di SMA Panjura Kota Malang sebanyak dua kali, yaitu uji coba kelompok kecil dilakukan pada 12 siswa dan uji coba kelompok besar dilakukan pada 39 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis validitas logis untuk validitas konstruk diperoleh hasil yaitu soal sesuai dengan tujuan pembelajaran. Sedangkan validitas isi diperoleh hasil soal sesuai dengan materi. Validitas empiris diperoleh hasil tingkat kesukaran soal mudah 26,67%, soal sedang 40%, dan soal sukar 33.33%. Daya beda jelek 10%, cukup 40%, baik 46,67%, baik sekali 3,33%. Reliabilitas 0,668 artinya instrumen mempunyai tingkat reliabilitas tinggi. Untuk analisis pengecoh berfungsi sebesar 100%. Saran yang diberikan yaitu kepada pengguna instrumen (guru) melakukan validasi logis, dapat dilakukan dengan sesama teman sejawat yang mengajar mata pelajaran yang sama (Biologi) atau MGMP, sedangkan untuk validasi empirik sebaiknya dilakukan setelah ujian selesai meliputi tingkat kesukaran, daya beda, reliabilitas, dan analisis pengecoh, selain itu sebaiknya responden yang digunakan lebih banyak agar diperoleh hasil validasi empiris yang baik sehingga diperoleh soal yang valid dan soal dapat digunakan untuk skala yang lebih luas

    PENGEMBANGAN DAN VALIDASI TES DIAGNOSTIK THREE TIER UNTUK MENGIDENTIFIKASI MISKONSEPSI SISWA PADA MATERI SISTEM PEREDARAN DARAH MANUSIA

    No full text
    ABSTRAK   Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan tes diagnostik three tier untuk mengidentifikasi miskonsepsi siswa pada materi sistem peredaran darah manusia yang valid dan reliabel. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yang diadaptasi dari metode pengembangan yang digunakan Treagust yang terdiri dari empat tahapan pokok: (1) mendefinisikan konten, (2) mengumpulkan informasi tentang miskonsepsi siswa, (3) menyusun dan menguji coba tes diagnostik three tier. Tes diujicobakan pada 71 siswa kelas XI SMA. Hasil uji kevalidan tes diagnostik three tier didapatkan nilai rerata setiap soal mencapai 97,7%, yang menunjukkan bahwa instrumen tes diagnostik three tier yang dihasilkan sangat valid. Hasil uji coba menunjukkan nilai rerata korelasi Pearson tes sebesar 0,441875 menunjukkan bahwa soal yang dikembangkan valid. Nilai indeks Cronbach α didapatkan sebesar 0,652 yang berarti tes yang dikembangkan memiliki reliabilitas sedang. Submateri yang digunakan dalam penyusunan instrumen tes diagnostik three tier ini lebih lengkap dari penelitian sebelumnya, yaitu terdiri dari submateri struktur dan fungsi organ penyusun sistem peredaran darah, proses peredaran darah, tranfusi darah serta hubungan sistem peredaran darah dengan kesehatan

    Isolasi Bakteri Selulolitik Potensial dari Ranu Pani, Ranu Regulo, Ranu Grati, dan Telaga Ngebel

    No full text
    ABSTRAK   Danau merupakan salah satu perairan yang banyak dijumpai di Indonesia. Danau adalah cekungan yang terdapat pada permukaan bumi dan berisi air yang terbentuk secara alami maupun buatan. Perairan danau mengandung bahan organik yang berasal dari aktivitas manusia maupun secara alami. Salah satu bahan organik tersebut adalah selulosa. Bakteri selulolitik menghasilkan enzim selulase yang berperan dalam menghidrolisis selulosa menjadi senyawa yang lebih sederhana sehingga lebih mudah dimanfaatkan oleh tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui bakteri selulolitik yang terisolasi dari Ranu Pani, Ranu Regulo, Ranu Grati, dan Telaga Ngebel, (2) mengetahui nilai  indeks hidrolisis selulosa pada setiap bakteri selulolitik yang telah diisolasi dari Ranu Pani, Ranu Regulo, Ranu Grati, dan Telaga Ngebel, dan (3) menentukan spesies bakteri selulolitik yang memiliki indeks hidrolisis selulosa tertinggi dari Ranu Pani, Ranu Regulo, Ranu Grati, dan Telaga Ngebel. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil sampel air di 5 stasiun yang telah ditentukan pada masing-masing danau. Isolasi bakteri dilakukan dengan medium Plate Count Agar (PCA) dan selanjutnya dibuat biakan murni dengan medium Nutrien Agar (NA). Seleksi bakteri selulolitik dan pengujian indeks hidrolisis selulosa dengan medium Carboxy Methyl Cellulose (CMC) dan diinkubasi selama 1 x 24 jam pada suhu 37°C. Hasil uji positif ditandai dengan terbentuknya zona bening disekitar koloni bakteri.Nilai indeks hidrolisis selulosa didapatkan dari hasil bagi antara (diameter koloni + zona bening) – diameter koloni bakteri dan diameter koloni bakteri. Penentuan potensi bakteri selulolitik tertinggi menggunakan uji ANAVA Tunggal dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat sebanyak 47 isolat bakteri bersifat selulolitik dari 89 isolat bakteri yang diisolasi dari Ranu Pani, Ranu Regulo, Ranu Grati, dan Telaga Ngebel. Masing-masing bakteri selulolitik memiliki nilai indeks hidrolisis selulosa yang berbeda yaitu berkisar antara 0,027-6,912. Bakteri dengan nilai indeks hidrolisis selulosa tertinggi 6,912 yaitu Bacillus alvei

    Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) dengan Model Think Pair Share (TPS) Materi Jaringan Hewan dalam Meningkatkan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas XI IPA 2 SMA Negeri 7 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Ramadhan, Gigih . 2017. Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) dengan Model Think Pair Share (TPS) Materi Jaringan Hewan dalam Meningkatkan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas XI IPA 2 SMA Negeri 7 Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Biologi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Murni Saptasari, M.Si, (II) Drs. Sulisetijono, M.Si.   Kata kunci: Lembar Kerja Siswa, Hasil Belajar, Kompetensi Dasar 3.4 Kelas XI, Think Pair Share Kurikulum 2013 merupakan kurikulum berbasis kompetensi, pengembangan kurikulum 2013 diarahkan pada pencapaian kompetensi yang dirumuskan dari standar kelulusan. Proses pembelajaran kurikulum 2013 terdiri dari dua proses yaitu pembelajaran yang dilaksanakan disekolah dan pembelajaran yang  dilakukan oleh siswa sendiri melalui pengalaman proses belajar langsung. Lembar Kerja Siswa merupakan salah satu bahan ajar yang dapat digunakan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. Berdasarkan observasi yang dilakukan di SMA 7 Malang, pemanfaatan Lembar Kerja Siswa (LKS) masih kurang maksimal, karena lembar kerja siswa tersebut berupa cetakan dari penerbit berupa kumpulan soal-soal. Pada penelitian ini, LKS yang dikembangkan dikombinasikan dengan  model pembelajaran Think Pair Share. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahwa pengembangan LKS dengan  model pembelajaran Think Pair Share materi jaringan hewan dapat meningkatkan hasil belajar biologi siswa kelas XI IPA 2 SMA Negeri 7 Malang Penelitian pengembangan ini menggunakan model pengembangan Borg & Gall yang terdiri dari 10 tahapan, namun pada penelitian ini hanya menggunakan 6 tahapan saja, yaitu terdiri dari: (1) pengumpulan informasi dan penelitian, (2) perencanaan, (3) pengembangan bentuk produk awal, (4) Uji coba lapangan tahap awal, (5) revisi produk uttama dan (6) Uji coba lapangan utama. Materi pelajaran yang digunakan pada penelitian ini adalah sistem jaringan hewan. Pengumpulan data diperoleh dari hasil validasi oleh ahli perangkat pembelajaran, ahli materi, dan ahli lapangan (guru). Pengembangan lembar kerja siswa berdasarakan hasil validasi perangkat pembelajaran. Validasi dilakukan dua kali jika terdapat revisi pada perangkat pembelajaran yang dikembangkan. Uji coba lapangan dilakukan pada 35 siswa kelas XI SMA 7 Kota Malang. Berdasarkan data analisis kebutuhan siswa, didapatkan respon yang positif terhadap penelitian ini sehingga penelitian ini dapat dilaksanakan dengan baik. Berdasarkan analisis validasi lembar kerja siswa dilakukan perbaikan pada cover serta penambahan soal tes. Berdasarkan uji coba lapangan yang dilakukan tidak terdapat masalah. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan berupa lembar kerja siswa mendapat skor rata-rata 3.3 yang menunjukkan bahwa lembar kerja siswa yang dikembangkan tergolong valid. Untuk uji keefektifan perangkat pembelajaran dihitung dari posttest dan pretest siswa didapatkan skor 0,47 yang menunjukkan bahwa keefektifan perangkat pembelajaran berada pada tingkat sedang. Uji kepraktisan dapat diukur dari presentase angket respon siswa terhadap lembar kerja siswa yang dikembangkan mencapai 96% dapat diartikan positif.

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENT TEAM ACHIEVMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI BAKTERI KELAS X E.1 SMAN 9 MALANG

    No full text
    RINGKASAN Anton.2012.Penerapan model pembelajaran Student Team Achievment Division (STAD) untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi bakteri kelas X E.1 SMAN 9 Malang.Program Studi Pendidikan Biologi.FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Murni Sapta Sari, M.Si dan Sitoresmi Prabanintyas, S.Si., M.Si   Kata Kunci:Hasil Belajar,Model pembelajaran STAD Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan Hasil Belajar siswa melalui Penerapan Model Pembelajaran Student Team Achievement Division (STAD)kelas X IPA E.1 SMAN 9 Malang pada materi Bakteri. PTK ini dilakukan dalam dua siklus,untuk setiap siklus,pada 1 kali pertemuan (4x 45 menit).Masing-masing siklus terdiri atas tahapan-tahapan (1)planning (perencanaan), (2) implementing(pelaksanaan tindakan), (3) observing(observasi) dan (4) reflecting (refleksi). Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif-kuantitatif.Subyek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X E.1 SMAN 9 Malang,dengan jumlah 35 siswa, tahun ajaran 2018/2019, Semester gasal. Analisis data penelitian ini pada prinsipnya menggunakan teknik analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif STAD dapat dilaksanakan di kelas X E.1 SMAN 9 Malang dengan baik.penerapan model kooperatif STAD di siklus I dan siklus II dapat meningkatkan hasil belajar kognitif, afektif dan psikomotor siswa kelas X E.1 SMAN 9 Malang. Berdasarkan hasil penelitian,disimpulkan bahwa Model Pembelajaran Student Team Achievement Division (STAD) dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X IPA E.1 SMAN 9 Malang yang dibuktikan dengan adanya peningkatan jumlah siswa yang memenuhi kriteria ketuntasan minimal.Setelah penerapan Model pembelajaran Student Team Achievement Division (STAD) pada siklus I siswa yang memenuhi KKM sebanyak 83% dan siklus II sebanyak 94%.Peningkatan hasil belajar afektif pada siklus  I sebesar 92% dan siklus II sebesar 100%.Hasil belajar psikomotor dari siklus I ke siklus II meningkat sebesar 6%

    Eksplorasi Masalah Yang Dihadapi Guru SMA Negeri Dan Swasta Di Kabupaten Tulungagung Dalam Mengimplementasikan Teknik Penilaian Non Tes Sesuai Permendikbud No. 23 Tahun 2016

    No full text
    RINGKASAN Puspa, Rena, Mayang. 2018. Eksplorasi Masalah Yang Dihadapi Guru SMA Negeri Dan Swasta Di Kabupaten Tulungagung Dalam Mengimplementasikan Teknik Penilaian Non Tes Sesuai Permendikbud No. 23 Tahun 2016. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing; (I) Dr. Hj. Sri EndahIndriawati, M.Pd.,(II) Dr. Sri Rahayu Lestari, M.Si.,   Kata Kunci : Guru,TeknikPenilaian Non Tes, Permendikbud No. 23 Tahun 2016. Penilaian non tes sebagai alat penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan dirasakan penting oleh guru, namun implementasinya masih kurang, baik dari segi kuantitas maupun kualitasnya. Kenyataannya guru di SMA Negerimaupun SMA Swasta yang adadi Kabupaten Tulungagung menghadapi permasalahan dalam hal pembuatan tentanginstrumenpenilaian non tesantara lain terkait dengan kesulitan mengembangkan variasi penilaian non tes, kesulitan membuat instrumen penilaian non tes, kurangnya motivasi guru, belum adanya penanganan atau tindak lanjut dari lembaga terkait atau sekolah lain, kesulitan mencari bahan pustaka mengenai penilaian non tes, kurangnya sosialisasi guru dan kurangnya pengadaan pelatihan/workshop/seminar mengenai penilaian non tes. Berdasarkan masalah tersebut di atas maka perlu diadakan penelitian dengan judul “ Eksplorasi Masalah yang Dihadapi Guru SMA Negeri dan Swasta Di Kabupaten Tulungagung dalam Mengimplementasikan Teknik Penilaian Non Tes Sesuai Permendikbud No. 23 Tahun 2016”. Untuk mendapatkan data, maka peneliti menggunakan angket dan telaah RPP. Angket yang digunakan ada dua macam yaitu: angket pelaksanaan teknik penilaian non tes dan angket masalah teknik penilaian non tes. Sedangkan telaah RPP dilakukan dengan cara mengadakan observasi yang bertujuan untuk mengetahui kesesuaian antara indikator dengan tujuan, antara materi dengan metode pembelajaran, materi dengan media pembelajaran dan ada tidaknya aspek penilaian non tes di dalam RPP. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi yang dilakukan menunjukkan bahwa 100% guru tidak pernah melaksanakan instrumen penilaian non tes, dan100% perangkat RPP belum dilengkapi instrumen penilaian non tes. Pelaksanaan penilaian non tes yang dilakukan guru tidak di dasarkan pada acuan yang diperoleh dari instrumen penilaian non tes, tetapi dilakukan secara tidak terencana melalui kegiatan menjawab soal-soal dalam LKS, membuat rangkuman materi, dan kinerja praktikum. Pelaksanaan penilaian non tes tidak direncanakan secara terencana tetapi hanya dilakukan secara berkala jika menurut guru diperlukan

    Analisis Ekspresi dan Mutasi Gen PALB2 (Partner and Localizer of BRCA2) pada Kanker Payudara

    No full text
    RINGKASAN Kasus baru kanker payudara diperkirakan ± 1.050.346 setiap tahun. International Agency for Research of Cancerberasumsi di negara berkembang tahun 2020 akan ada 1,15 juta kasus baru kanker payudara dengan persentase prediksi 70% kasus baru dan 55% kematian. Kanker payudara bisa diakibatkan karena adanya mutasi pada gen BRCA1, BRCA2, PALB2, atau gen-gen kerentanan kanker payudara lainnya, kepadatan jaringan payudara yang tinggi, riwayat kanker payudara, dan diabetes melitus. BRCA1, BRCA2, dan PALB2 berfungsi bersama dalam jalur respon perbaikan kerusakan DNA. PALB2 merupakan gen predisposisi baru dan penyebab kanker payudara yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekspresi gen PALB2 dan mutasi domain protein BRCA1dan BRCA2 gen PALB2 pada jaringan kanker payudara dengan stadium yang telah diketahui. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif dengan pendekatan kuantitatif untuk tingkat ekspresi gen dan analisa mutasi gen PALB2 pada jaringan kanker payudara.Usulan penelitian dengan model case study ini telah ditanyakan laik etik dengan  No:400/209/K.3/302/2018 oleh Komisi Etik Penelitian Kesehatan RSUD Dr. Saiful Anwar (RSSA) Malang, Indonesia. Sampel penelitian sebanyak 22 sampel berupa jaringan kanker payudara. Metode yang digunakan adalah qPCR (Relative Expression) dan Sanger Sequencing (Analisis Mutasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel 22 memiliki tingkat ekspresi gen relatif lebih  tinggi daripada sampel lain. Sedangkan kelompok stadium IV memiliki tingkat ekspresi gen 31 kali lipat lebih tinggi daripada kelompok  stadium IIA. Mutasi dalam penelitian ini terjadi pada domain BRCA1 yaitu sampel 17 yang berada di asam amino ke 30 dengan perubahan asam amino K (Lysine) menjadi asam amino M (Methionine) dengan tipe mutasi same sense yang tidak menimbulkan adanya perubahan urutan asam amino dari protein sehingga intruksi genetik tidak mengalami perubahan

    0

    full texts

    1,764

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇