SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
1764 research outputs found
Sort by
PENGGUNAAN LEMBAR KERJA SISWA BERBASIS INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN
ABSTRAK Model pembelajaran inkuiri terbimbing merupakan model pembelajaran yang berpusat pada siswa dan membuat siswa menemukan sendiri konsep yang dipelajari. Berdasarkan hasil observasi peneliti diketahui bahwa dalam pembelajaran biologi kelas X MIPA 3 MAN 1 Malang sudah menggunakan model pembelajaran yang menuntut siswa aktif namun lembar kerja siswa (LKS) yang digunakan belum menuntun siswa untuk aktif dalam pembelajaran. Permasalahan yang ditemukan adalah keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar kognitif siswa kelas X MIPA 3 MAN 1 Malang mayoritas masih tergolong rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar kognitif siswa kelas X MIPA 3 MAN 1 Malang. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan pada kelas X MIPA 3 MAN 1 Malang dengan jumlah siswa 38. Penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus dan setiap siklus terdiri dari 4 tahap yakni: 1) perencanaan, 2) pelaksanaan, 3) pengamatan dan 4) refleksi. Hasil penelitian menujukkan keterlaksanaan pembelajaran menggunakan LKS berbasis inkuiri terbimbing oleh guru mengalami peningkatan sebesar 4,097% dari persentase keterlaksanaan siklus I sebesar 95,313% dan siklus II sebesar 99,218%. Sedangkan keterlaksanaan pembelajaran menggunakan LKS berbasis inkuiri terbimbing oleh siswa mengalami peningkatan sebesar 4,133% dari persentase keterlaksanaan siklus I sebesar 94,531% dan siklus II sebesar 98,438%. Keterampilan berpikir siswa meningkat dianalisis melalui jawaban tes di akhir siklus menggunakan rubrik keterampilan berpikir kritis. Persentase peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa dengan kriteria mulai berkembang atau berkembang dengan baik meningkat 14,29% dari siklus I sebesar 73,68% menjadi 84,21% pada siklus II. Hasil belajar kognitif siswa meningkat dianalisis dari nilai ulangan harian yang dibandingkan dengan KKM yang telah ditentukan. Persentase peningkatan hasil belajar kognitif siswa dengan kriteria tuntas meningkat 30,78% dari siklus I sebesar 34,21% menjadi 44,74% pada siklus II. Kata Kunci: Model pembelajaran inkuiri terbimbing, keterampilan berpikir kritis, hasil belajar
Ekspresi Gen Wnt5a Pada Tunas Sayap Embrio Ayam (Gallus gallus domesticus) Yang Diinduksi Ciprofloxacin
RINGKASAN Ningrum L. 2018. Ekspresi Gen Wnt5a pada Perkembangan Tunas Sayap Embrio Ayam (Gallus gallus domesticus) yang Diinduksi Ciprofloxacin. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Dwi Listyorini, M.Si., D.Sc. (2) Dra. Nursasi Handayani, M.Si. Kata Kunci: Wnt5a, ciprofloxacin, sayap, Embrio Ayam (Gallus gallus domesticus). Ciprofloxacin merupakan antibiotik golongan fluoroquinolone yang bersifat chondrotoxic dan dapat menyebabkan gangguan atau efek samping seperti ruptur tendon, osteoporosis, dan osteomalakia. Ciprofloxacin dapat menghambat sintesis DNA dan juga dapat mempengaruhi pertumbuhan dan diferensiasi sel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek ciprofloxacin terhadap ekspresi gen Wnt5a pada perkembangan tunas sayap embrio ayam(Gallus gallus domesticus). Wnt5a memiliki peran penting dalam perkembangan seperti proliferasi sel, diferensiasi, polarity dan migrasi sel. Dosis ciprofloxacin yang di berikan 10mg/kg BB selama 5 hari berturut-turut mulai hari ke-3 hingga hari ke-7, pada hari ke-8 di lakukan isolasi RNA total, sintesis cDNA dan qPCR untuk mengetahui tingkat ekspresi gen Wnt5a dan sebagai housekeeping gene adalah β-Actin. Hasil penelitian menunjukan bahwa ciprofloxacin tidak berpengaruh secara signifikan terhadap ekspresi gen Wnt5a pada perkembangan tunas sayap embrio ayam (Gallus gallusd omesticus)
Deteksi Ekspresi Gen DDX3 dan WNT4 pada Jaringan Kanker Payudara
RINGKASAN Kanker payudara merupakan penyakit yang berkembang dari jaringan epitel payudara. Kanker payudara dapat disebabkan oleh berbagai faktor, diantaranya adalah faktor genetik. Adanya mutasi dan gangguan ekspresi pada jaringan epitel payudara dapat menyebabkan terjadinya kanker payudara. Contoh gen yang memiliki keterkaitan dengan terjadinya kanker payudara adalah DDX3 dan WNT4. Deteksi ekspresi DDX3 dan WNT4 dilakukan dengan isolasi RNA total, sintesis cDNA, dan qPCR. Hasil penelitian menunjukkan adanya ekspresi DDX3 dan WNT4 pada sampel, namun ekspresinya relatif rendah dan tidak ada signifikansi perbedaan antar sampel serta antar stadium. DDX3 memiliki ekspresi tertinggi pada sampel nomor 9 dan WNT4 memiliki ekspresi tertinggi pada sampel nomor 2. Analisis ekspresi gen antar stadium menunjukkan DDX3 memiliki ekspresi tertinggi pada stadium IIIB dan WNT4 memiliki ekspresi tertinggi pada stadium IV
Efektivitas Ekstrak Minyak Atsiri Bawang Tunggal Terhadap Bakteri Pseudomonas aeruginosa Berdasar Profil Scanning Elektron Mikroskop
ABSTRAK Poejiani, Soeyati. 2017. Efektivitas Ekstrak Minyak Atsiri Bawang Tunggal terhadap Bakteri Pseudomonas aeruginosa Berdasar Scanning Elektron Mikroskop. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sri Rahayu Lestari, M.Si, (II) Agung Witjoro, S.Pd., M.Si. Kata Kunci: Infeksi Nosokomial, Pseudomonas aeruginosa , ekstrak minyak atsiri bawang tunggal, zona hambat, Scanning Elektron Mikroskop (SEM) Penyakit Infeksi merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh agen biologi seperti virus , jamur, bakteri atau parasit. Salah satu penyebab infeksi adalah infeksi nosokomial. Pseudomonas aeruginosa merupakan salah satu bakteri yang sering menyebabkan infeksi nosokomial. Infeksi yang disebabkan oleh bakteri Pseudomonas aeruginosa menjadi sulit dalam terapi pengobatan, hal ini disebabkan karena penularan infeksi yang begitu cepat dan sifat resistensinya terhadap antibiotik. Sehingga untuk mengatasi hal tersebut diperlukan suatu pengembangan pengobatan alternatif yang berkhasiat sebagai antibakteri yang berasal dari bahan alamiah yaitu tumbuh-tumbuhan. Salah satu bahan alam yang memiliki senyawa antibakteri adalah bawang tunggal yang memiliki kandungan dua organosulfur yaitu asam amino non volatile Ɣ-glutamil-S-alk(en)i-L-sistein dan minyak atsiri sulfoksida S-alk(en)il-sistein yang mengandung allicin, aliin dan ajoene. Ekstrak minyak atsiri diketahui memiliki efektifitas penghambatan terhadap bakteri gram negatif Pseudomonas aeruginosa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak minyak atsiri bawang tunggal terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa secara in vitro dan kerusakan bakteri berdasar profil scanning electron mikroskop. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi, Laboratorium Mineral dan Material Maju Universitas Negeri Malang serta Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya pada bulan Juli – September 2017. Uji efektifitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram pada konsentrasi 25mg/ml, 50mg/ml, 75mg/ml,100mg/ml dan kontrol negatif yang berisi pelarut DMSO 1% serta kontrol positif yang berisi antibiotik Ceftazidime dengan konsentrasi 30µg/ml. Hasil pengujian zona hambat dianalisis menggunakanOne Way ANOVA, serta kerusakan morfologi sel bakteri diamati dan dianalisis dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak minyak atsiri bawang tunggal memiliki efek antibakteri dalam menghambat petumbuhan bakteri Pseudomonas aeruginosa secara in vitro dengan zona hambat 11,1 mm pada konsentrasi 100mg/ml. Senyawa aktif yang terdapat pada ekstrak minyak atsiri bawang tunggal menyebabkan lipopolisakarida (LPS) bakteri Pseudomonas aeruginosa mengalami pengerutan, membrane sel menipis dan lisis
UJI VARIASI DOSIS FERMENTASI IKAN BANDENG DAN PENAMBAHAN KULIT ARI BERAS T ERHADAP PERTUMBUHAN ARTEMIA
ABSTRAK Erlandi, Agustin Dwi. 2017 Uji Variasi Dosis Fermentasi Ikan Bandeng dan Penambahan Kulit Ari Beras Terhadap Pertumbuhan Artemia. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pnengetahuan alam, Universitas Negeri Malang, Pembimbing (I) Drs. Agus Dharmawan, M.Si., (II) Agung Witjoro, S.Pd, M.Kes. Kata kunci : fermentasi, panjang, jumlah, dan Artemia sp, Fermentasi daging ikan bandeng dan kulit ari beras sebagai pakan untuk pertumbuhan Artemia sp, memiliki beberapa keunggulan diantaranya kandungan nutrisi yang cukup tinggi yaitu kandungan protein sebesar 47,58%, ketersediaannya sebagai pakan berkelanjutan dan mudah didapat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh berbagai dosis fermentasi ikan bandeng terhadap pertambahan panjang dan jumlah Artemia sp. Penelitian ini merupakan metode eksperimentalmenggunakan perhitungan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 4 perlakuan yaitu pemberian pakan fermentasi ikan bandeng dan kulit ari beras dosis (I) 10 mg/4L, (II) 20 mg/4L, (III) 30 mg/4L, (IV) 40 mg/4L, dengan ulangan masing-masing perlakuan 6 kali. Pemberian pakan dilakukan 7 hari sekali pada pagi hari dengan lama waktu pengamatan 21 hari dan parameter ukur adalah pertambahan panjang dan jumlah setiap 3 hari sekali (hari ke 3,6, 9,12,15, dan 21). Data dianalisis menggunakan Anova ganda untuk mengetahui perbedaan variasi pakan terhadap panjang dan jumlah Artemia sp dan untuk mengetahui variasi pakan terhadap waktu pengamatan, apabila data signifikan dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan. Hasil pengamatan menunjukan bahwa variasi pakan berpengaruh terhadap jumlah Artemia sp meningkat hingga hari ke 12 selanjutnya mengalami penurunan di hari ke 15 hingga 21, sedangkan pertumbuhan panjang mengalami peningkatan dari hari ke 3 hingga ke 21. Masing-masing variasi pakan memberikan perbedaan yang nyata
Pengembangan Asesmen Portofolio Proses untuk Mengukur Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa pada Materi Sistem Pernapasan Kelas XI SMA Negeri 10 Malang
ABSTRAK Tujuan penelitian ini yaitu untuk memfasilitasi pendidik agar dapat mengukur kemampuan berpikir kreatif siswa melalui asesmen portofolio proses di SMAN 10 Malang pada materi Sistem Pernapasan Manusia. Karakteristik berpikir kreatif yang dikembangkan dalam produk mengacu pada teori berpikir kreatif tingkat General Ideas Treffinger, et al., (2002) yaitu:1) fluency (kefasihan); 2) flexibility (fleksibilitas); 3) originality (originalitas); 4) elaboration (elaborasi); dan 5) metaphorical thinking (berpikir metaforis). Prosedur pengembangan yang digunakan yaitu berdasarkan model Analyze, Design, Development, Implementation, and Evaluation (ADDIE) yang diadaptasi dari McGriff (2000:2). Subjek coba penelitian menggunakan satu kelas sampel yaitu kelas XI MIPA 6D4 dengan jumlah 36 siswa. Jumlah subjek coba yang digunakan untuk uji keterbacaan dalam uji skala kecil sebanyak 8 orang siswa, sedangkan untuk uji kepraktisan dalam uji skala besar menggunakan seluruh jumlah subjek coba. Jenis data yang didapat berupa data kuantitatif melalui angket menggunakan skala Likert, sedangkan data kualitatif melalui masukan tertulis dari validator dan praktisi. Data didapat melalui observasi, wawancara, angket validasi, angket keterbacaan, angket kepraktisan, nilai hasil ulangan harian siswa, dan angket keterlaksanaan sintaks. Hasil analisis uji validitas oleh ahli asesmen dan pembelajaran terhadap produk yang dikembangkan berupa RPP sebesar 99,21%, LKS sebesar 98,86%, lembar kerja praktikum sebesar 98,14%, diskusi 99,07%, mind map 99,03%, kliping artikel sebesar 99,03%, resume sebesar 99,03%, dan ulangan harian sebesar 100%. Berdasarkan data kuantitatif yang didapat dan dikualifikasikan menurut persentase kriteria kualifikasi kevalidan produk oleh validator ahli asesmen dan ahli pembelajaran bahwa produk dinyatakan valid dan layak untuk diimplementasikan. Hasil analisis uji validitas oleh ahli materi terhadap produk yang dikembangkan berupa RPP sebesar 94,23%, LKS sebesar 89,42%, lembar kerja praktikum sebesar 90,27%, diskusi 93,75%, mind map 92,64%, kliping artikel sebesar 95,31%, resume sebesar 95,31%, dan ulangan harian sebesar 100%. Berdasarkan data kuantitatif yang didapat dan dikualifikasikan menurut persentase kriteria kualifikasi kevalidan produk oleh validator ahli materi bahwa produk dinyatakan valid dan layak untuk diimplementasikan. Hasil analisis uji validitas oleh ahli lapangan terhadap produk yang dikembangkan berupa RPP sebesar 100%, LKS sebesar 100%, lembar kerja praktikum sebesar 100%, diskusi 100%, mind map 100%, kliping artikel sebesar 100%, resume sebesar 100%, dan ulangan harian sebesar 100%. Berdasarkan data kuantitatif yang didapat dan dikualifikasikan menurut persentase kriteria kualifikasi kevalidan produk oleh validator ahli lapangan bahwa produk dinyatakan valid dan layak untuk diimplementasikan. Hasil analisis uji keterbacaan ulangan harian oleh siswa didapatkan rerata sebesar 92,01%. Berdasarkan data kuantitatif yang didapat dan dikualifikasikan menurut kriteria kualifikasi keterbacaan produk oleh siswa, bahwa produk dinyatakan Sangat Mudah dibaca dan dipahami siswa, sehingga dapat diimplementasikan. Hasil analisis uji kepraktisan didapat melalui respon guru terhadap produk yang dikembangkan berupa RPP sebesar 100%, instrumen lembar kerja praktikum 92,85%, instrumen diskusi 96,42%, instrumen mind map 94,64%, instrumen kliping artikel 96,42%, instrumen resume 96,42%, dan kunci jawaban ulangan harian 96,29%. Hasil analisis uji kepraktisan didapat melalui respon siswa terhadap ulangan harian sebesar 93,77%. Berdasarkan data kuantitatif yang didapat dan dikualifikasikan menurut kriteria kualifikasi kepraktisan produk oleh pengguna, bahwa secara keseluruhan produk dinyatakan Sangat Praktis digunakan, sehingga tidak diperlukan revisi dan dapat digunakan lebih lanjut. Hasil analisis uji keefektifan terhadap seluruh jumlah sampel berdasarkan nilai ulangan harian, masing-masing subjek coba mendapatkan nilai di atas batas rerata menurut Hake (1998), yakni 70, dengan rerata perolehan kelas 86,02%. Berdasarkan kualifikasi kriteria keefektifan, dapat dikatakan bahwa pembelajaran berbasis portofolio keefektifannya tinggi. analisis nilai ulangan harian digunakan sebagai dasar analisis ketercapaian terhadap karakteristik kemampuan berpikir kreatif yang diukur. didapatkan hasil persentase karakteristik fluency (kefasihan) sebesar 79,83%, flexibility (fleksibilitas) sebesar 88,42%, originality (keaslian) sebesar 94,44%, elaboration (elaborasi) sebesar 93,05%, dan metaphorical thinking (befikir metaforis) sebesar 84,92%
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARANBERBASIS INKUIRI TERBIMBINGMATERI PTERIDOPHYTAUNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XMAN MOJOSARI
ABSTRAK Firmanda, Retza. 2018. Pengembangan Peragkat Pembelajaran Berbasis Inkuiri Terbimbing Materi Pteridophyta untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas X MAN Mojosari. Skripsi. Pendidikan Biologi Universitas Negeri Malang. Pembimbing I: Dra. Eko Sri Sulasmi, M.S. Pembimbing II: Dra. Sunarmi, M.Pd. Kata Kunci: pengembangan, perangkat pembelajaran, inkuiri terbimbing, Pteridophyta. Berdasarkan Kurikulum 2013 kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan ilmiah (saintific approach) serta berbasis kontekstual dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu bentuk pendekatan ilmiah adalah dengan menerapkan model pembelajaran inkuiri. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di MAN Mojosari didapatkan perangkat pembelajaran berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang belum mengimplementasikan Kurikulum 2013. Berdasarkan hasil wawancara didapatkan bahwa siswa kurang antusias terhadap pembelajaran Biologi dikarenakan belum adanya bahan ajar yang membuat siswa perpartisipasi aktif dalam pembelajaran, selain itu siswa juga mengalami kesulitan dalam menghafal berbagai macam tumbuhan. Berdampak pada menurunnya hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil ulangan harian didapatkan 21 dari 38 siswa yang mendapatkan nilai diatas 78, artinya hanya 55,2% siswa yang memenuhi kriteria ketuntasan minimal yang ditetapkan. Salah satu solusi dari masalah tersebut adalah dengan menciptakan pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif. Proses pembelajaran ini dapat dipersiapkan dalam perangkat pembelajaran yang terdiri dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang berbasis inkuiri terbimbing, bahan ajar yang berupa Handout dan Lembar Kegiatan Siswa (LKS). Model pengembangan yang digunakan adalah model 4D oleh Thiagarajan dengan tahap pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop), dan penyebaran (disseminate). Pemilihan model ini didasarkan pada arahan pengembangan yang jelas sehingga dihasilkan produk pengembangan yang jelas. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh bawah hasil validasi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) oleh ahli pendidikan dan praktisi lapangan diperoleh persentase 97,30% yang termasuk dalam kategori sangat valid. Hasil validasi bahan ajar oleh ahli materi dan praktisi lapangan diperoleh persentase 97,50% yang termasuk dalam kategori sangat valid. Hasil validasi soal pretest dan post test oleh ahli pendidikan dan praktisi lapangan diperoleh persentase 83,77% yang termasuk dalam kategori sangat valid. Hasil uji kepraktisan penggunaan bahan ajar dalam proses pembelajaran diperoleh persentasi sebesar 80,50% dengan kriteria sangat praktis. Hasil uji keefektifan menunjukkan nilai N-gain sebesar 0,77 dengan kriteria tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran ini dapat digunakan dalam pembelajaran. Setelah melalui beberapa revisi, dihasilkan produk akhir yaitu perangkat pembelajaran berbasis inkuiri terbimbing materi Pteridophyta yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X MAN Mojosari
Pengembangan Asesmen Kinerja pada Materi Protista untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Kelas X di MAN 1 Malang
RINGKASAN Muna, Novia Naylul. 2018. Pengembangan Asesmen Kinerja pada Materi Protista untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Kelas X di MAN 1 Malang. Skripsi, Pendidikan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Murni Sapta Sari M.Si., (2) Drs. Sulisetijono, M.Si. Kata Kunci: asesmen kinerja, keterampilan berpikir kritis, protista Keterampilanberpikir kritis merupakan salah satu keterampilan yang memiliki peranan penting dalam proses belajar siswa dalam kurikulum 2013. Pentingnya pengembangan penilaian keterampilan berpikir kritis di dalam proses pembelajaran biologi diperlukan karena guru menyatakan bahwa siswa harus terampil dalam membuat rumusan masalah, mengajukan dan menjawab pertanyaan, serta menyimpulkan dalam setiap pembelajaran, baik ketika diskusi maupun praktikum.Salah satu materi biologi yang membutuhkan keterampilan berpikir kritis dalam proses pembelajaran adalah Protista. Dalam materi Protistasiswadituntutuntukmembedakan protista mirip hewan, protista mirip tumbuhan, dan protista mirip jamur. Berdasarkan hasil wawancara terhadap guru biologi MAN 1 Malang, guru masih belum mengukur keterampilan berpikir kritis siswa, sehingga diperlukanpengembangan penilaian berpikir kritis pada pelajaran biologi. Pengembangan penilaian keterampilan berpikir kritis siswa dapat dilakukan dengan menggunakan asesmen kinerja.Keterampilan berpikir kritis perlu dimiliki siswa SMA, karena keterampilan ini dapat membantu siswa berpikir secara alamiah, memiliki alasan logis, keinginan kuat akan kejelasan dan ketepatan suatu informasi. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan asesmen kinerja untuk mengukur keterampilan berpikir kritis siswa MAN 1 Malang pada materi Protista. Salah satu bentuk asesmen kinerja adalah daftar penilaian diri sendiri (self performance assesment). Melalui self performance assesment diharapkan siswa dapat mengukur keterampilan berpikir kritis melalui permasalahan yang ditemukan berdasarkan proses pembelajaran. Model pengembangan yang digunakan adalah model ADDIE yang terdiri dari lima tahapan, (analysis, design, develop, implementation, evaluation). Keterampilan berpikir kritisyang digunakan dalam penelitian ini diadaptasi dari Ennis (2011). Penelitian dan Pengembangan ini diujikan kepada siswa kelas X MIPA 2 MAN 1 Malang berjumlah 37 siswa. Hasil penelitian dan pengembangan asesmen kinerja menunjukkan skor kevalidan sebesar 3,74 dengan kriteria “sangat valid” dan skor kepraktisan sebesar 3,4. Keterampilan berpikir kritis meningkat pada tiap pertemuan, padapertemuan pertama ke pertemuan kedua mengalami peningkatan sebesar 3,39%, dari pertemuan kedua ke pertemuan ketiga mengalami peningkatan sebesar 5,8%, sedangkan dari pertemuan ketiga ke pertemuan keempat mengalami peningkatan sebesar 0,04%.Keterampilan berpikir kritis siswa meningkat disebabkan oleh adanya kesempatan untuk menilai kinerja diri siswa sendiri. Penilaian diri sebagai suatu proses penilaian formatif, sehingga siswa melakukan refleksi terhadap kualitas pekerjaan siswa sendiri, membandingkan kualitas ketercapaian pembelajaran terhadap kriteria yang telah ditentukan, dan melakukan perbaikan terhadap pembelajarannya sendiri. Item-item instrumen penilaian presentasi siswadapat dikatakanreliabel atau terpercaya sebagai alat pengumpul data dalam penelitian karena Nilai Cronbach Alpha’s dari analisis data reliabilitas instrumen asesmen kinerja adalah 0,797 lebih besardari 0,70. SUMMARY Muna, Novia Naylul. 2018. Development of Performance Assessment on Protista Materials to Improve the Critical Thinking Skills of X Class Students in MAN 1 Malang.. Thesis, Biology Education Program,Mathematics and Science Faculty, State University of Malang. Advisors (1) Dr. Murni Sapta Sari M.Si., (2) Drs. Sulisetijono, M.Sc. Keywords: critical thinking skills, performance assessment, protist Critical thinking skills is one of the skills that plays an important role in the learning process of students in the curriculum of 2013. The importance of developing critical thinking skills in biological learning is necessary because teachers state that students should be skilled in making problem formulations, asking questions and summarizing and concluding in every lesson, both during discussion and practicum. One of the biological materials that requires critical thinking skills in the learning process is Protista. In Protista material students are required to distinguish animal-like protists, plant-like protists, and fungal-like protists. Based on interview result of biology teacher of MAN 1 Malang, the teacher still does not measure the critical thinking skill of the students, so that the development of critical thinking in biology lesson is needed. Development of students' critical thinking skills can be assessed using performance assessment. Critical thinking skills need high school students, because these skills can help students think naturally, have logical reasons, a strong desire for clarity and accuracy of information. The purpose of this research is to develop performance assessment to measure students' critical thinking skills of MAN 1 Malang on Protista material. One form of performance assessment is a list of self-assessment (self-performance assessments). Through self performance assessment students are expected to be able to measure critical thinking skills through the problems found based on the learning process. The development model used is the ADDIE model consisting of five stages, (analysis, design, develop, implementation, evaluation). The critical thinking skills used in this study were adapted from Ennis (2011). Research and Development is tested to the students of class X MIPA 2 MAN 1 Malang amounted to 37 students. The results of the research and development of the performance assessment showed a valid score of 3.74 with the criterion "highly valid" and a practical score of 3.4. Critical thinking skills increased at each meeting, the first meeting to the second meeting increased by 3.39%, from the second meeting to the third meeting increased by 5.8%, while from the third meeting to the fourth meeting increased by 0.04% . The students 'critical thinking skills are increased due to the opportunity to assess students' own self-performance. Self-assessment as a process of formative assessment, so students reflect on the quality of students' own work, compare the quality of learning achievement against predetermined criteria, and make improvements to their own learning. The instrument items of the student presentation assessment can be said to be reliable or reliable as a data collection tool in the research because Cronbach Alpha's value from the reliability of the performance assessment instrument data analysis is 0.797 greater than 0.70
Kualitas Nata dari Kulit Melon dengan Perbedaan Varietas Melon (Cucumis melo L.) dan Macam Gula Berdasarkan Tebal, Berat dan Kadar Serat
ABSTRAK Hermawati, Lely. 2018. Kualitas Nata dari Kulit Melon dengan Perbedaan Varietas Melon (Cucumis melo L.) dan Macam Gula Berdasarkan Tebal, Berat dan Kadar Serat. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematikan dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Dra. Utami Sri Hastuti, M.Pd., (2) Agung Witjoro, S.Pd., M.Kes. Kata Kunci: kulit melon, nata dari kulit melon, kualitas nata. Jumlah produksi buah melon mengalami peningkatan dari tahun 2006-2014. Peningkatan buah melon dikarenakan banyaknya masyarakat yang menyukai buah melon. Biasanya buah melon dikonsumsi secara segar maupun dalam bentuk olahan dan seringkali menimbulkan limbah yaitu kulit melon. Seiring dengan tingginya pemanfaatan buah melon maka semakin tinggi pula limbah kulit melon yang dihasilkan. Salah satu cara pemanfaatan kulit buah melon yaitu dengan menggunakannya sebagai bahan pembuatan nata. Hal tersebut sebagai bentuk mengurangi limbah dan sebagai diversifikasi pangan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pengaruh varietas melon terhadap kualitas nata berdasarkan tebal, berat dan kadar serat nata dari kulit melon. (2) mengetahui pengaruh macam gula terhadap kualitas nata berdasarkan tebal, berat dan kadar serat nata dari kulit melon. (3) mengetahui pengaruh varietas melon dan macam gula terhadap kualitas nata berdasarkan tebal, berat dan kadar serat nata dari kulit melon. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan Rancangan Acak Langkap (RAL). Desain faktorial dalam penelitian ini terdiri dari dua faktor, yaitu varietas melon: varietas melon Kanaya dan varietas melon Indorif, serta tiga macam gula: gula aren, gula siwalan, dan gula tebu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) tidak ada pengaruh varietas melon terhadap kualitas nata berdasarkan tebal, berat dan kadar serat, yang berarti kulit melon dari kedua varietas tersebut sama baik jika dimanfaatkan sebagai nata. (2) Tidak ada pengaruh macam gula terhadap tebal nata. Apabila tujuan perlakuan untuk mendapatkan tebal nata yang optimal maka dapat memilih diantara ketiga macam gula tersebut. Macam gula berpengaruh sangat signifikan terhadap kualitas nata berdasarkan berat dan kadar serat nata dari kulit melon. Gula aren menghasilkan berat dan kadar serat nata dalam nata yang tertinggi dibandingkan dengan dua macam gula lainnya. (3) tidak ada pengaruh interaksi varietas melon dan macam gula terhadap tebal dan berat. Interaksi antara varietas melon dan macam gula berpengaruh signifikan terhadap kadar serat lapisan nata. Interaksi perlakuan antara varietas melon dan macam gula yang menunjukkan hasil terbaik berdasarkan kadar serat nata yaitu nata dari kulit melon varietas Kanaya dengan penambahan gula aren
PENGEMBANGAN MODUL KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN HOME SCIENCE PROCESS SKILL BERBASIS INKUIRI TERBIMBING BERMUATAN KARAKTER UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN KETERAMPILAN PROSES DI MAN 1 MALANG
ABSTRAK Di Indonesia, pelaksanaan pendidikan untuk menghadapi abad 21 dicapai dengan penerapan kurikulum 2013. Hasil observasi selama kegiatan KPL pada bulan September-Oktober 2017 menunjukkan bahwa penggunaan bahan ajar kurang optimal, dikarenakan buku teks dan LKS yang tersedia terbatas. Hasil pengisian angket oleh salah satu guru biologi MAN 1 Malang menunjukkan belum adanya pengembangan modul keanekaragaman tumbuhan untuk memfasilitasi siswa mengonstruk pemahamannya secara mandiri. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan modul keanekaragaman tumbuhan home science process skill berbasis inkuiri terbimbing bermuatan karakter untuk meningkatkan hasil belajar dan keterampilan proses di MAN 1 Malang. Modul keanekaragaman tumbuhan home science process skill berbasis inkuiri terbimbing dikembangkan berdasarkan model 4D Thiagarajan. Data penelitian ini terdiri dari data kuantitatif dan data kualitatif. Hasil validasi produk oleh validator ahli sebesar 88,93% dengan kriteria valid. Uji tingkat keterbacaan dan kepraktisan modul dilakukan oleh 26 siswa dari 35 siswa kelas X MIPA 5 MAN 1 Malang. Hasil uji keterbacaan sebesar 88,18%, sedangkan uji kepraktisan sebesar 90,31% dengan kriteria valid. Hasil uji keterlaksanaan sintaks pembelajaran oleh observer sebesar 98,41% dengan kriteria berhasil. Uji tingkat keefektifan modul dilakukan dengan mengukur peningkatan hasil belajar siswa meliputi pretest-posttest, keterampilan proses sains, dan muatan karakter. Hasil analisis data terhadap nilai pretest dan posttest menunjukkan n-gain sebesar 0,85 dengan tingkat keefektifan yang tinggi dalam meningkatkan hasil kognitif. Hasil analisis data terhadap keterampilan proses sains menunjukkan n-gain sebesar 0,42 dengan tingkat keefektifan yang sedang dalam meningkatkan keterampilan proses sains. Hasil analisis data terhadap muatan karakter menunjukkan n-gain sebesar 0,30 dengan tingkat keefektifan yang sedang dalam meningkatkan muatan karakter. Perolehan rata-rata nilai posttest, keterampilan proses sains, dan muatan karakter siswa dianalisis untuk menentukan nilai akhir kompetensi siswa. Nilai akhir kompetensi siswa sebesar 84,55 menunjukkan kriteria baik dengan predikat B. Berdasarkan hasil validasi dan uji coba produk, maka dapat disimpulkan bahwa modul keanekaragaman tumbuhan home science process skill berbasis inkuiri terbimbing bermuatan karakter layak dan efektif untuk meningkatkan hasil belajar dan keterampilan proses di MAN 1 Malang. Kata Kunci: Modul, Keanekaragaman Tumbuhan, Home Science Process Skill, Inkuiri Terbimbing, Muatan Karakte