SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
1764 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN ASESMEN KINERJA BERBASIS HABITS OF MIND DALAM PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING MATERI KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN UNTUK MENGUKUR KETERAMPILAN MENULIS ILMIAH (SCIENTIFIC WRITING) SISWA KELAS X MIA MAN 1 KABUPATEN MALANG
ABSTRAK: Pembaruan kurikulum 2013 dibandingkan kurikulum sebelumnya menekankan penilaian siswa secara menyeluruh. Prinsip penilaian siswa secara menyeluruh meliputi tiga aspek, yaitu: aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan siswa. Penilaian siswa secara menyeluruh khususnya mata pelajaran Biologi memerlukan asesmen yang sesuai. Asesmen kinerja yang baik perlu didukung dengan instrumen penilaian yang jelas, dan objektif. Asesmen kinerja dapat mengembangkan kebiasaan berpikir (habits of mind) siswa. Tujuan penelitian untuk mengembangkan dan menguji asesmen kinerja berbasis Habits of Mind dalam pembelajaran inkuiri terbimbing materi Keanekaragaman Tumbuhan untuk mengukur keterampilan menulis ilmiah (scientific writing) siswa kelas X MIA MAN 1 Kabupaten Malang. Model pengembangan yang digunakan adalah ADDIE. Hasil penelitian Uji pertimbangan justification ahli materi yang mendapatkan hasil layak digunakan, Uji pertimbangan justification ahli asesmen mendapatkan kriteria sangat valid, validasi praktisi lapangan (guru dan siswa) medapatkan kriteria sangat valid, Uji kepraktisan siswa mendapatkan presentase sebesar 98,75% (3,95) dengan kriteria sangat praktis, Uji kepraktisan praktisi lapangan mendapatkan presentase sebesar 96,25% (3,85) dengan kriteria sangat praktis dan Uji keefektifan mendapatkan presentase sebesar 97,14% dengan kriteria tingkat keefektifan sangat tinggi. Kata kunci: Asesmen kinerja, Habits of Mind, inkuiri terbimbing, keanekaragaman tumbuhan, keterampilan menulis ilmiah
EKSPLORASI BAKTERI AMILOLITIK POTENSIAL DARI RANU PANI, RANU REGULO, RANU GRATI DAN TELAGA NGEBEL
ABSTRAK Indonesia merupakan negara yang memiliki wilayah perairan yang luas, baik laut maupun air tawar. Danau merupakan salah satu ekosistem perairan air tawar yang banyak ditemukan di Indonesia. Perairan danau mengandung bahan organik yang berasal dari proses alami maupun akvitas manusia. Salah satu bahan organik tersebut yaitu amilum. Bakteri amilolitik menghasilkan eksoenzim yang dapat mendegradasi amilum menjadi maltosa, glukosa dan dextrin sehingga penyerapan nutrisi menjadi optimal. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui bakteri amilolitik yang terisolasi dari Ranu Pani, Ranu Regulo, Ranu Grati dan Telaga Ngebel, (2) mengukur kemampuan hidrolisis amilum berdasarkan indeks hidrolisis amilum oleh bakteri amilolitik, (3) menentukan spesies bakteri amilolitik yang mempunyai nilai indeks hidrolisis amilum terbesar. Jenis penelitian ini adalah deskriptif eksploratif. Penelitian dilakukan pada bulan April 2017 sampai Juni 2018 di Laboratorium Mikrobiologi, Jurusan Biologi, Fakultas Metematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang, untuk mengisolasi bakteri dari sampel air danau, penentuan isolat bakteri amilolitik, dan pengujian kemampuanmenghidrolisis amilum berdasarkan indeks hidrolisis amilum. Indeks hidrolisis amilum adalah nisbah antara diameter zona bening dan diameter koloni bakteri pada medium amilum agar setelah diinkubasi selama 2 x 24 jam pada suhu 37°C. Sampel air diambil berdasarkan empat variasi kedalaman yaitu permukaan, tengah, bawah, dan dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) sebanyak 53 isolat bakteri bersifat amilolitik dari 89 isolat bakteri yang berhasil diisolasi dari Ranu Pani, Ranu Regulo, Ranu Grati dan Telaga Ngebel, (2) masing-masing isolat bakteri memiliki indeks hidrolisis amilum yang berbeda yaitu berkisar antara 0,20 – 5,89, (3) Bacillus subtilis memiliki nilai indeks hidrolisis tertinggi yaitu 5,89
Pengaruh strategi pembelajaran PBMP dan Model Problem Solving terhadap Keterampilan Metakognitif, Keterampilan berpikir Kritis dan Pemahaman Konsep IPA MTs dan SMP di Kota Ternate.
RINGKASAN Din Nur, Taslim. 2018. Pengaruh strategi pembelajaran PBMP dan Model Problem Solving terhadap Keterampilan Metakognitif, Keterampilan berpikir Kritis dan Pemahaman Konsep IPA MTs dan SMP di Kota Ternate. Disertasi, Jurusan Pendidikan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. A. D. Corebima, M.Pd., (2) Prof. Dr. Siti Zubaidah, M.Pd., (3) Dr. Ibrohim, M.Si. Kata Kunci: PBMP, Problem Solving, keterampilan metakognitif, berpikir kritis, pemahaman konsep Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengatasi kesulitan siswa dalam memahami konsep-konsep IPA Biologi, perlu diciptakan suatu kondisi pembelajaran yang memungkinan siswa berpartisipasi aktif sehingga dapat memahami materi secara bermakna. Cara yang dianggap tepat dalam mengatasi masalah tersebut adalah dengan penerapan berbagai strategi pembelajaran, dengan tujuan untuk dapat membangkitkan motivasi belajar melalui pemberdayaan berpikirnya.PBMP diyakini merupakan salah satu strategi pembelajaran yang dapat meningkatkan keterampilan metakognitif, keterampilan berpikir kritis dan pemahaman konsep siswa MTs dan SMP dikota Ternate. Selain itu strategi Problem solvingjuga merupakan suatu model pembelajaran yang menekankan pada kemampuan, cara memecahkan masalah yang dilaksanakan melalui tahapan; pemahaman terhadap masalah, sampai pada peninjauan kembali hasil pemecahan/verivikasi. Strategi PBMP danproblem solvingmemiliki banyak kelebihan yakni; dapat memberdayakan keterampilan metakognitif, meningkatkan keahlian dalam penyampaian ide-ide, meningkatkan keterampilan berpikir siswa dan hasil belajar dalam bentuk pemahaman konsepnya. Penelitian quasi eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi pembelajaran PBMP dan Problem Solving terhadap keterampilan metakognitif, berpikir kritis dan pemahaman konsep siswa pada siswa MTs dan SMP di Kota Ternate. Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa sekolah MTs dan SMP di kota Ternate tahun ajaran 2015/2016 yang terdiri dari SMP Neg 2, SMP N3, sedangkan pada MTs terdiri dari MTs Neg 427, dan MTs Swsta Darul Ulum . Sampel dalam penelitian diperoleh melalui tekhnik random sampling, sehingga diperoleh 3 kelas di SMP dan 3 kelas MTs yang didasarkan pada kesamaan karakteristiknya. Penelitian ini melibatkan variabel bebas strategi pembelajaran PBMP, problem solving yang diberikan pada kelompok eksperimen dan strategi pembelajaran konvensional yang diberikan pada kelompok kontrol. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah keterampilan metakognitif, berpikir kritis dan pemahaman konsep. penelitian quasi eksperimen ini menggunakan rancangan pretest-posttest non equivalent control group design dengan pola factorial 3 x 2. Prosedur pengumpulan data adalah dengan pretest dan posttes. Hasil Uji LSD diperoleh: 1)Strategi pembelajaran berpengaruh terhadap keterampilan metakognisi siswa yang belajar dengan strategi pembelajaran PBMP lebih tinggi sebesar 5,6 %, dari siswa yang dibelajarkan dengan strategi pembelajaran Problem solving, dan lebih tinggi 11,38 % dari siswa yang dibelajarkan dengan strategi konvensional. Selanjutnya siswa yang dibelajarkan dengan strategi PBMP lebih tinggi sebesar 17,51 % dibandingkan dengan siswa pada pembelajaran konvensional 2) strategi pembelajaran berpengaruh terhadap keterampilan berpikir kritis siswa, tertinggi pada siswadengan strategi pembelajaran PBMP lebih tinggi 5,91 % dari siswa yang dibelajarkan dengan strategi pembelajaran problem solving dan lebih tinggi 11,21 % dari siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Selanjutnya siswa yang dibelajarkan dengan strategi PBMP lebih tinggi sebesar 17, 80 % dibandingkan dengan siswa pada strategi konvensional 3) strategi pembelajaran berpengaruh terhadap Pemahaman Konsep siswa yang dibelajarkan dengan strategi PBMP lebih tinggi sebesar 6,4 % dari pemahaman konsep siswa pada kelompok pembelajaran strategi Problem solving dan lebih tinggi sebesar 10,46 % dari siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Selanjutnya siswa yang dibelajarkan dengan strategi PBMP lebih tinggi sebesar 17, 54% dibandingkan dengan siswa pada strategi konvensional 4). Keterampilan metakognitif siswa dengan jenis sekolah MTs lebih tinggi sebesar 4,38% dari keterampilan metakognitif siswa SMP. 5) Keterampilan berpikir kritis siswa MTs lebih tinggi 5,11% dari keterampilan berpikir kritis siswa SMP. 6) Pemahaman konsep siswa pada kelompok siswa MTs lebih tinggi 5,02% dari pemahaman konsep pada kelompok siswa SMP. 7) Tidak terdapat pengaruh Interaksi antara strategi pembelajaran dan jenis sekolah. Temuan dari penelitian quasi eksperimen ini adalah strategi PBMP dan problem solving berpengaruh terhadap keterampilan metakognitif, berpikir kritis dan pemahaman konsep siswa. Juga ditemukan bahwa jenis sekolah berpengaruh terhadap keterampilan metakognitif, berpikir kritis dan pemahaman konsep siswa. Pada interaksi antara strategi pembelajaran dan jenis sekolah tidak ada pengaruh yang signifikan terhadap keterampilan metakognitif, berpikir kritis dan pemahaman konsep siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi pembelajaran PBMP danstrategi problem solving menunjukan pengaruh signifikan terhadap keterampilan metakognitif, berpikir kritis serta pemahamn konsep siswa. Selain itu juga strategi pembelajaran ini juga berpengaruh pada jenis sekolah MTs dan SMP. Hanya saja tidak terdapat pengaruh yang signifikan interaksi antara strategi PBMP dan jenis sekolah. Hasil penelitian ini menjadi rekomendasi pada guru dan insantansi teknis untuk diterapkan di jenjang sekolah yang lebih tingg
FERMENTASI AMPAS SAGU DAN LIMBAH KEJU (Whey) SEBAGAI TAMBAHAN SUMBER PROTEIN DALAM FORMULASI PAKAN BUATAN PABRIK UNTUK PENINGKATAN BOBOT AYAM BROILER
ABSTRAK Kata Kunci: penambahan bobot ayam, FCR (Feed Convertion Ratio), nilai R/C ratio ABSTRAK: Untuk memenuhi kebutuhan protein masyarakat Indonesia cendrung menjadikan ayam sebagai sumber protein hewani. Kondisi ini memicu berkembangnya usaha berternak ayam. Dalam usaha berternak ayam kendala yang dihadapi adalah masalah tingginya harga pakan. Hampir 70% biaya budidaya ayam terserap pada biaya pakan. Untuk itu diperlukan alternatif untuk mencari formulasi pakan yang proteinnya disubtitusi dari material yang harganya relatif rendah. Salah satunya adalah ampas sagu dan limbah keju (Whey). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental kuantitatif bertujuan untuk mengetahui campuran fermentasi ampas sagu dan limbah keju sebagai tambahan sumber protein dalam formulasi pakan buatan pabrik terhadap pertambahan bobot ayam broiler dan untuk mengetahui kelayakan nilai R/C ratio. Desain penelitian menggunakan RAL 4 perlakuan 6 ulangan. Kelompok ayam uji yang digunakan adalah ayam broiler strain Cobb dari PT. Wonokoyo Group Unisex dengan variasi perlakuan konsentrasi 0%, 5%, 10% dan 15%. Hasil dari penelitian ini adalah tidak berbeda nyata antara perlakuan dengan taraf signifikansi 5%, sehingga penambahan pakan buatan dengan konsentrasi 5%,10% dan 15% memiliki kualitas yang sama optimal dengan pakan pabrik tanpa tambahan pakan buatan. Feed Convertion Ratio atau disebut FCR pada penelitian ini bisa dikatakan tidak optimal karena tidak sesuai dengan bobot akhir ayam saat penimbangan terakhir. Hasil data pada penelitian ini pada konsentrasi 0% atau control paling optimal dibandingkan dengan perlakuan yang lainnya 5%, 10% dan 15%. Dikarenakan harga limbah pakan subtitusi ampas sagu dan limbah keju (Whey) relatif murah sehingga didapatkan hasil R/C ratio >1 maka penelitian perlakuan pakan subtitusi (limbah sagu dan whey) layak untuk dilakukan. Peneliti mendapatkan untung hampir 50%, sehingga proyek penelitian ini siap untuk di aplikasikan dimasyarakat Karena telah memberikan keuntungan yang cukup besar kepada peternak
pengaruh variasi medan magnet eksternal terhadap kurva karakteristik V-T pada bahan superkonduktor tipe II berdasarkan metode ginzburg landau bergantung waktu
ABSTRAK Mochammad Fahmy Almuwallid. 2017. Pengaruhvariasi medan magnet eksternal terhadap kurva karakteristik V-T pada bahan superkonduktor tipe II berdasarkan model Ginzburg-Landau bergantung waktu.Skripsi, JurusanFisika, FakultasMatematikandanIlmuPengetahuanAlam, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I). Dr.Hari Wisodo, M. Si, (II) Nugroho Adi Pramono, S.Si, M.Sc Kata Kunci: superkonduktor, vorteks, arus kritis, medan magnet eksternal Superkonduktor tipe II memiliki peluang untuk dikembangkan karena kemampuannya menghantarkan arus listrik dengan nilai hambatan yang sangat rendah. Penelitian tentang bahan superkonduktor tipe II telah banyak dilakukan di antaranya untuk diaplikasikan pada maglev, MRI, dan IC. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui dinamika vorteks pada bahan superkonduktor tipe II ketika diberikan variasi medan magnet eksternal dan pengaruhnya terhadap kurva karakteristik V-T.Data diambil dengan menggunakan software Paraview dan hasil yang didapat kemudian diolah menggunakan software Paraview dan Origin 8. Berdasarkan hasil analisis diperoleh dua kesimpulan hasil sebagai berikut. Pertama, pada bahan superkonduktor tipe II yang berada di bawah pengaruh variasi medan magnet eksternal vorteks akan bergerak dari wilayah dengan medan magnet tinggi menuju medan magnet rendah. Kedua, kurva karakterisitik V-T menunjukkan nilai yang semakin besar ketika medan magnet eksternal yang diberikan juga semakin besarDinamikavortekspadabahansuperkonduktortelahdipelajarimenggunakanpersamaanginzburg-landau. Dalampenelitianini, pergerakan structure vortex dalamsuperkonduktortipe II yang berada dibawahpengaruharustranspottelahdipelajarimenggunakanpersamaanTimeDependentGinzburg-Landau (TDGL). Model initelahdipecahkanmenggunakanmetode danmetode finite different (bedahingga). Dalamsimulasiini, persamaantime dependent Ginzburg-Landau (TDGL) denganmetodebedahinggamerupakanmetode yang baikuntukmengamati pergerakan vortex yang dikenaivariasi medan magnet eksternal
Pengaruh Penerapan Pembelajaran Problem Based Learning dengan Strategi Think Talk Write terhadap Hasil Belajar Kognitif dan Keterampilan Proses Siswa Kelas XI SMA Negeri 6 Malang
ABSTRAK Ellyawati. 2016. Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning dengan strategi Think Talk Write terhadap Hasil Belajar Kognitif dan Keterampilan Siswa Kelas XI SMANegeri6 Malang.Skripsi, Jurusan Pendidikan Biologi FMIPA UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dra. HerawatiSusilo, M.Sc.Ph.D,(2) Dra. Nursasi Handayani, M.Si Kata Kunci:Model PembelajaranProblem Based Learningdengan strategi Think Talk Write, Problem Based Learning, hasil belajar kognitif, keterampilam proses sains. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh penerapan pembelajaran Problem Based Learning dengan strategiThink Talk Write terhadap hasil belajar kognitif siswa kelas XI SMA Negeri6 Malang, (2) pengaruh penerapan pembelajaran Problem Based Learning dengan strategi Think Talk Write terhadap keterampilan proses siswa kelas XI SMA Negeri 6 Malang. Berdasarkan hasil observasi pembelajaran di SMA Negeri 6 Malang diketahui bahwa keterampilan proses siswa kelas XI masih rendah contohnya keterampilan siswa dalam berpendapat, mengajukan pertanyaan, menjelaskan materi dan melaksanakan praktikum. Hasil belajar kognitif siswa menunjukkan bahwa sekitar 40% memiliki nilai dibawah KKM. Pembelajaran di sekolah masih belum mengaktifkan siswa untuk mengkonstruksi pengetahuannya sendiri. Oleh karena itu, diperlukan sebuah inovasi pembelajaran dari guru yang berpusat pada siswa. Salah satunya dengan model pembelajaran Problem Based Learning dipadu Think Talk Write yang melatih siswa menerapkan konsep pembelajaran untuk menyelesaikan permasalahan di kehidupansehari-hari. Penelitian ini termasuk jenis penelitian quasi eksperimen dengan desain penelitiannonequivalen control group design. Populasi penelitian adalah semua siswa kelas XI SMA Negeri 6 Malang. Sampel Penelitian terdiri dari 2 kelas yang diambil dengan menggunakan teknik simple random sampling,yaitu kelas XI MIA 1 (kelas kontrol) dan kelas XI MIA 2 (kelas eksperimen). Teknik pengumpulan data menggunakan tes, observasi dan angket. Analisis data hasil belajar kognitif menggunakan Analisis Kovarian (Anakova), sedangkan untuk hasil keterampilan proses sains menggunakan Uji-t. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkam bahwa (1) Ada pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning dipaduThink Talk Write terhadap hasil belajar kognitif siswa. Menurut uji hipotesis, hasil AnakovaF hitung sebesar 5.960 dengan sig.0.017(
Pengembangan Asesmen Kinerja pada Materi Protista untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Kelas X di MAN 1 Malang
RINGKASAN Muna, Novia Naylul. 2018. Pengembangan Asesmen Kinerja pada Materi Protista untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Kelas X di MAN 1 Malang. Skripsi, Pendidikan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Murni Sapta Sari M.Si., (2) Drs. Sulisetijono, M.Si. Kata Kunci: asesmen kinerja, keterampilan berpikir kritis, protista Keterampilanberpikir kritis merupakan salah satu keterampilan yang memiliki peranan penting dalam proses belajar siswa dalam kurikulum 2013. Pentingnyapengembangan penilaian keterampilan berpikir kritis di dalam proses pembelajaranbiologi diperlukan karena guru menyatakan bahwa siswa harus terampil dalam membuat rumusan masalah, mengajukan dan menjawab pertanyaan, serta menyimpulkan dalam setiap pembelajaran, baik ketika diskusi maupun praktikum.Salahsatumateribiologi yangmembutuhkan keterampilan berpikir kritis dalam proses pembelajaranadalah Protista. DalammateriProtistasiswadituntutuntukmembedakan protistamiriphewan, protistamiriptumbuhan, danprotistamiripjamur. Berdasarkan hasil wawancara terhadap guru biologi MAN 1 Malang, guru masih belum mengukur keterampilan berpikir kritis siswa, sehingga diperlukanpengembangan penilaian berpikir kritis pada pelajaran biologi. Pengembangan penilaian keterampilan berpikir kritis siswa dapat dilakukan dengan menggunakan asesmen kinerja.Keterampilan berpikir kritis perlu dimiliki siswa SMA, karena keterampilan ini dapat membantu siswa berpikir secara alamiah, memiliki alasan logis, keinginan kuat akan kejelasan dan ketepatan suatu informasi. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan asesmen kinerja untuk mengukur keterampilan berpikir kritis siswa MAN 1 Malang pada materi Protista. Salah satu bentuk asesmen kinerja adalah daftar penilaian diri sendiri (self performance assesment). Melalui self performance assesment diharapkan siswa dapat mengukur keterampilan berpikir kritis melalui permasalahan yang ditemukan berdasarkan proses pembelajaran. Model pengembangan yang digunakan adalah model ADDIE yang terdiri dari lima tahapan, (analysis, design, develop, implementation, evaluation). Keterampilan berpikir kritisyang digunakan dalam penelitian ini diadaptasi dari Ennis (2011). Penelitian dan Pengembangan ini diujikan kepada siswa kelas X MIPA 2 MAN 1 Malang berjumlah 37 siswa. Hasil penelitian dan pengembangan asesmen kinerja menunjukkan skor kevalidan sebesar 3,74 dengan kriteria “sangat valid” dan skor kepraktisan sebesar 3,4. Keterampilan berpikir kritis meningkat pada tiap pertemuan, padapertemuan pertama ke pertemuan kedua mengalami peningkatan sebesar 3,39%, dari pertemuan kedua ke pertemuan ketiga mengalami peningkatan sebesar 5,8%, sedangkan dari pertemuan ketiga ke pertemuan keempat mengalami peningkatan sebesar 0,04%.Keterampilan berpikir kritis siswa meningkat disebabkan oleh adanya kesempatan untuk menilai kinerja diri siswa sendiri. Penilaian diri sebagai suatu proses penilaian formatif, sehingga siswa melakukan refleksi terhadap kualitas pekerjaan siswa sendiri, membandingkan kualitas ketercapaian pembelajaran terhadap kriteria yang telah ditentukan, dan melakukan perbaikan terhadap pembelajarannya sendiri. Item-item instrumen penilaian presentasi siswadapat dikatakanreliabel atau terpercaya sebagai alat pengumpul data dalam penelitian karena Nilai Cronbach Alpha’s dari analisis data reliabilitas instrumen asesmen kinerja adalah 0,797 lebih besardari 0,70. SUMMARY Muna, Novia Naylul. 2018. Development of Performance Assessment on Protista Materials to Improve the Critical Thinking Skills of X Class Students in MAN 1 Malang.. Thesis, Biology Education Program,Mathematics and Science Faculty, State University of Malang. Advisors (1) Dr. Murni Sapta Sari M.Si., (2) Drs. Sulisetijono, M.Sc. Keywords: critical thinking skills, performance assessment, protist Critical thinking skills is one of the skills that plays an important role in the learning process of students in the curriculum of 2013. The importance of developing critical thinking skills in biological learning is necessary because teachers state that students should be skilled in making problem formulations, asking questions and summarizing and concluding in every lesson, both during discussion and practicum. One of the biological materials that requires critical thinking skills in the learning process is Protista. In Protista material students are required to distinguish animal-like protists, plant-like protists, and fungal-like protists. Based on interview result of biology teacher of MAN 1 Malang, the teacher still does not measure the critical thinking skill of the students, so that the development of critical thinking in biology lesson is needed. Development of students' critical thinking skills can be assessed using performance assessment. Critical thinking skills need high school students, because these skills can help students think naturally, have logical reasons, a strong desire for clarity and accuracy of information. The purpose of this research is to develop performance assessment to measure students' critical thinking skills of MAN 1 Malang on Protista material. One form of performance assessment is a list of self-assessment (self-performance assessments). Through self performance assessment students are expected to be able to measure critical thinking skills through the problems found based on the learning process. The development model used is the ADDIE model consisting of five stages, (analysis, design, develop, implementation, evaluation). The critical thinking skills used in this study were adapted from Ennis (2011). Research and Development is tested to the students of class X MIPA 2 MAN 1 Malang amounted to 37 students. The results of the research and development of the performance assessment showed a valid score of 3.74 with the criterion "highly valid" and a practical score of 3.4. Critical thinking skills increased at each meeting, the first meeting to the second meeting increased by 3.39%, from the second meeting to the third meeting increased by 5.8%, while from the third meeting to the fourth meeting increased by 0.04% . The students 'critical thinking skills are increased due to the opportunity to assess students' own self-performance. Self-assessment as a process of formative assessment, so students reflect on the quality of students' own work, compare the quality of learning achievement against predetermined criteria, and make improvements to their own learning. The instrument items of the student presentation assessment can be said to be reliable or reliable as a data collection tool in the research because Cronbach Alpha's value from the reliability of the performance assessment instrument data analysis is 0.797 greater than 0.70
PERBEDAAN PERTUMBUHAN Artemia salina AKIBAT PEMBERIAN VARIASI DOSIS PAKAN TEPUNG KEPALA UDANG VANNAME (Litopenaues vannamei)
ABSTRAK Budidaya perikanan terutama budidaya udang dan ikan pada saat benur harus didukung oleh faktor yang mampu meningkatkan produksi yakni penyediaan pakan pada tahap pembenihan. Penggunaan pakan yang baik pada tahap pembenihan yakni pakan alami. Pakan alami yang berupa Artemia salina memiliki kelebihan antara lain tidak menimbulkan dampak pada kualitas air, memiliki nilai gizi yang tinggi yakni kandungan protein kasar sebesar 52,7%, lemak 4,8%, karbohidrat 15,4%, air 10,3%, dan abu 11, 2%, ukuran kecil sesuai dengan lebar mulut larva, dan bergerak aktif sehingga merangsang larva/benur untuk memangsanya. A.salina merupakan produk import yang memiliki harga mahal. A.salina di pasaran dijual dalam bentuk kista. Seiring dengan berkembangnya budidaya perikanan, permintaan kista A.salina semakin meningkat, maka dari itu perlu adanya pengembangan budidaya A.salina. Pakan yang dapat diberikan dalam budidaya A.salina yakni berupa limbah kepala udang. Kepala udang dipilih karena mengandung protein yang tinggi sebesar 43-53,74%. Pemberian pakan berupa tepung kepala udang berdasar pada kandungan protein yang tinggi, sehingga akan berpengaruh terhadap pertumbuhan A.salina. Indikator pertumbuhan yang diukur dalam penelitian ini adalah jumlah dan panjang tubuh A.salina. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan jumlah individu A.salina yang bertahan hidup dan panjang tubuh A.salina akibat pemberian variasi dosis pakan tepung kepala udang vanname (Litopneauesus vannamei). Metode dalam penelitian terdapat beberapa tahap antara lain tahap perendaman dan penetasan kista, tahap pemberian pakan yakni berupa tepung kepala udang dengan empat taraf perlakuan dosis yakni dosis 0,015 gram;0,030 gram; 0,045 gram; 0,060 gram, tahap perhitungan jumlah individu A.salina yang menetas dengan pengambilan sampel sebanyak 5 kali masing-masing 1 mL pada setiap perlakuan dan pengukuran panjang tubuh A.salina dengan pengambilan sampel sebanyak tiga individu. Pengambilan data dilakukan secara acak selama 22 hari. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji anava dan uji lanjut Duncan. Hasil perhitungan jumlah individu A.salina yang menetas terhadap pemberian pakan tepung kepala udang menunjukkan hasil Anava yang berbeda nyata (
Hubungan Sikap terhadap Mata Pelajaran Biologi dengan Literasi Konservasi Biodiversitas pada Siswa SMA di Wilayah Pasuruan
ABSTRAK Istiqomah, Ratna Dewi. 2017. Hubungan Sikap terhadap Mata Pelajaran Biologi dengan Literasi Konservasi Biodiversitas pada Siswa SMA di Wilayah Pasuruan. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hadi Suwono, M.Si, (II) Drs. Sulisetijono, M. Si. Kata Kunci: Sikap terhadap mata pelajaran biologi, literasi konservasi biodiversitas, konservasi, biodiversitas Indonesia merupakan Negara yang memiliki biodiversitas yang tinggi. Potensi biodiversitas tersebut yang menjadikan bangsa Indonesia mendapatkan julukan megabiodiversity. Namun sebagian besar masyarakat masih belum menyadari akibat kerusakan lingkungan yang terjadi baik pada ekosistem laut maupun ekosistem lainnya. Hal ini terbukti bahwa seiring dengan meningkatnya aktivitas masyarakat dan kebutuhan masyarakat yang tinggi dapat menimbulkan bencana alam yang berdampak pada menurunnya keanekaragaman hayati. Rendahnya pemahaman masyarakat tentang arti penting biodiversitas disebabkan oleh sistem pembelajaran di sekolah yang kurang mendukung terhadap konservasi biodiversitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sikap siswa SMA di wilayah Pasuruan terhadap mata pelajaran biologi, literasi konservasi biodiversitas siswa SMA di wilayah Pasuruan serta hubungan antara sikap terhadap mata pelajaran biologi dengan literasi konservasi biodiversitas. Dalam penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan angket yang kemudian dilakukan perhitungan data dengan analisis deskriptif dan analisis korelasi linier berganda. Rancangan dalam penelitian ini diawali dengan penyebaran angket yang diisi oleh siswa kemudian dilakukan perhitungan data skoring pada angket yang telah diisi oleh siswa. Pada perhitungan data skoring dilakukan analisis deskriptif atas sikap terhadap mata pelajaran biologi dan literasi konservasi biodiversitas. Hasil analisis data skoring dari sikap terhadap mata pelajaran biologi dan literasi konservasi biodiversitas akan dilakukan penghitungan data hubungan antara sikap terhadap mata pelajaran biologi dengan literasi konservasi biodiversitas menggunakan uji korelasi linier berganda melalui program pengolah data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap terhadap mata pelajaran biologi pada siswa SMA di wilayah Pasuruan cukup baik dilihat pada nilai persentase sebesar 64%, literasi konservasi biodiversitas pada siswa SMA di wilayah Pasuruan sudah baik dilihat dari nilai persentase sebesar 71,09%, dan ada hubungan antara sikap terhadap mata pelajaran biologi dengan literasi konservasi biodiversitas pada siswa SMA di wilayah Pasuruan
Karakterisasi, Identifikasi, Dan Observasi Histologik Letak Fungi Endofit Yang Diisolasi Dari Tanaman Cordyline fruticosa (L.) A. Chev.
ABSTRAK Cordyline fructicosa (L.) A. Chev. (hanjuang merah) merupakan tanaman berkhasiat obat. Tanaman tersebut mengandung beberapa senyawa metabolit sekunder dan bersifat antimikroba, diantaranya adalah saponin, tanin, alkaloid, steroid, dan flavonoid. Fungi endofit yang diisolasi dan dikultur dalam medium cair dapat menjadi alternatif lain dari penghasil senyawa antimikroba di samping menggunakan bagian-bagian tanaman obat. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengidentifikasi spesies fungi endofit yang terdapat dalam daun dan kulit batang tanaman hanjuang merah [Cordyline fructicosa (L.) A. Chev.], 2) Mengobservasi letak fungi endofit dalam jaringan daun dan kulit batang tanaman hanjuang merah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif yang dilakukan pada Desember 2017-April 2018 di Sub Laboratorium Mikrobiologi, Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Obyek dalam penelitian ini adalah fungi endofit yang hidup bersimbiosis di dalam daun dan kulit batang tanaman hanjuang merah. Isolasi dilakukan dengan cara menginokulasikan secara aseptik potongan daun dan kulit batang hanjuang merah pada medium Potato Dextrose Agar (PDA), kemudian diinkubasi pada suhu 25-27oC selama 7x24 jam, selanjutnya diidentifikasi melalui pengamatan morfologi koloni dan mikroskopis fungi endofit. Hasil dari pengamatan tersebut kemudian dirujukkan pada buku kunci identifikasi fungi untuk menentukan nama-nama spesies fungi endofit yang diperoleh. Observasi histologik letak fungi endofit dilakukan dengan pembuatan preparat daun dan kulit batang hanjuang merah kemudian diamati letak hifa fungi endofit diamati dengan menggunakan mikroskop cahaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, 1) terdapat 8 spesies fungi endofit yang berhasil diisolasi dan ternyata berasal dari satu genus yang sama yaitu Colletotrichum. Spesies fungi endofit yang berhasil diisolasi dari daun hanjuang merah meliputi Colletotrichum coccodes, C. aotearoa, C. kahawae, C. fruticola, C. ti, C.cordylinicola, C. theobromicola. Spesies fungi endofit yang berhasil diisolasi dari kulit batang hanjuang merah adalahColletotrichum queenslandicum, 2) hifa fungi endofit hanjuang merah terletak dinding sel jaringan epidermis baik epidermis atas maupun epidermis bawah dan terletak di dinding sel sklerenkim pada batang hanjuang merah