SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
1764 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN ASESMEN FORMATIF BERBASIS KOMPUTER UNTUK MENGUKUR KETERAMPILAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI PADA MATERI SISTEM SIRKULASI SMA KELAS XI DI MAN 3 MALANG
Abstrak: Instrumen penilaian yang berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi diperlukan agar lulusan sesuai dengan Standar Kompetensi Lulusan pada Kurikulum 2013. Keberhasilan proses pembelajaran yang sedang berlangsung dapat diketahui dari asesmen formatif. Berdasarkan hasil observasi, wawancara dengan guru, dan wawancara dengan siswa, asesmen formatif yang dilaksanakan di MAN 3 Malang belum secara optimal mengukur keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan dan menguji kelayakan asesmen formatif berbasis komputer pada materi sistem sirkulasi manusia di MAN 3 Malang yang dapat mengukur keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa. Penelitian dan pengembangan menggunakan model ADDIE yang terdiri dari lima tahap yaitu analysis, design, develop, implement, dan evaluate. Rerata persentase hasil validasi asesmen, validasi materi, dan validasi media yang diperoleh adalah sebesar 96,4% yang secara teoritis dinyatakan sangat layak dan valid. Berdasarkan hasil uji coba, butir soal dianalisis untuk mengetahui reliabilitas, daya beda, tingkat kesukaran, dan efektivitas pengecoh. Hasil reliabilitas menunjukkan bahwa soal pilihan ganda dalam asesmen formatif berbasis komputer memiliki nilai reliabilitas 0,70 artinya instrumen tes soal pilihan ganda mempunyai reliabilitas yang tinggi. Persentase daya beda terbesar 52% dengan demikian asesmen formatif ini mempunyai daya beda sedang. Tingkat kesukaran 20% sedang dan 80% mudah. Analisis pengecoh menghasilkan pilihan jawaban berfungsi sebesar 48% dan kurang berfungsi sebesar 52%. Respon siswa menyatakan bahwa produk yang dihasilkan prakti
Pengaruh Variasi Pakan Terhadap Bertambahnya Berat Badan Ikan Lele (Clarias Gariepinus)
ABSTRAK Firdaus, Agit. 2017.Pengaruh Variasi Pakan Terhadap Bertambahnya Berat Badan Ikan Lele(Clarias Gariepinus). Skripsi, Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Hadi Suwono , M.Si Kata Kunci: Pertumbuhan, Berat badan Ikan, Ikan Lele, Clarias gariepinus. Ikan lele merupakan satu diantara jenis ikan air tawar yang sudah dibudidayakan secara komersial oleh masyarakat Indonesia, karena mudah pemeliharaanya dan hemat air.Faktor yang perlu diperhatikan dalam budidaya ikan lele yaitu tentang makanan. Kebutuhan pakan diperlukan mulai dari usia pembibitan sampai siap jual tidak lepas dari masalah makanan. Tujuan penelitian ini adalahuntuk mengetahui pemberian pakan yang berbeda terhadap bobot tubuh ikan lele (Clarias gariepinus) Penelitian ini merupakanpenelitian eksperimental yang dilakukan di Desa Sumberagung Kecamatan Jatirejo Kabupaten Mojokerto pada bulan Oktober 2017. Variabel bebas pada penelitian ini meliputi jenis pakan pelet, pakan roti dan pakan Bekatul dan Variabel terikat Berat ikan lele setelah di beri pakan berbeda, penelitian dilakukan dengan memberi jenis pakan yang berbeda. Pada kolam A, Ikan diberi pakan pelet, pada kolam B, ikan diberi pakan Roti sisa dan ikan pada kolam C diberi pakan bekatul setiap kolam diisi 30 ekor ikan dan diberi perlakuan selama 14 hari. Setelah itu dilakukan Penimbangan bobot ikan setiap kolam selanjutnya Pemberian Pakan dilakukan 3 kali dalam sehari yaitu pada pagi hari jam 09.00 siang hari jam 13.00 dan sore hari jam 17.00 pemberian pakan pada setiap kolam berdasarkan bobot biomasa ikan yaitu 5% dari bobot biomasa ikan lele. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, didapatkan hasil bahwa rata-rata pertumbuhan bobot ikan lele (Clarias Gariepinus)memiliki rata-rata berat badan yang berbeda. Rata-rata berat badan yang tertinggiadalah pada pakan pelet sebesar 38,24 gram, sedangkan hasil rata-rata terendah adalah dengan pakan bekatul sebesar 20,28 gram. Tetapi jika dilihat dari hasil analisis uji ANCOVA nilai Standart Deviasi yang menentukan pertumbuhan efektif atau tidak, perlakuan pemberian pakan Roti sisa dengan nilai deviasi sebesar 4,46 berarti perlakuan pemberian pakan tersebut baik/efisien dilakukan, karena nilai standart devisiasinya sangat kecil dan menunjukkan pertumbuhan merata
Hubungan Antara Keterampilan Berpikir Kritis dengan Hasil Belajar Kognitif pada Beberapa Model Pembelajaran Biologi Siswa Kelas XI SMA di Malang
RINGKASAN Amelia, Ade Rezi. 2018. Hubungan Antara Keterampilan Berpikir Kritis dengan Hasil Belajar Kognitif pada Beberapa Model Pembelajaran Biologi Siswa Kelas XI SMA di Malang. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Aloysius Duran Corebima, M.Pd., (II) Dr. Susriyati Mahanal, M.Pd. Kata Kunci: keterampilan berpikir kritis, hasil belajar kognitif, RQA, TPS, RPQSS. Siswa pada pembelajaran abad 21 dituntut untuk memiliki keterampilan 4C yang meliputi creative thinking, critical thinking and problem solving, colaboration and leadership, and comunication yang akan berpengaruh terhadap hasil belajar kognitif siswa. Pencapaian hasil belajar kognitif siswa dalam pembelajaran biologi dapat berbeda satu sama lain. Hal tersebut disebabkan oleh adanya beberapa variabel yang berpengaruh terhadap hasil belajar kognitif siswa, salah satunya yaitu berpikir kritis. Keterampilan berpikir kritis dapat diberdayakan oleh guru melalui penerapan model pembelajaran yang sesuai dengan peserta didik. Model pembelajaran yang digunakan pada penelitian ini yaitu RQA, TPS, dan RPQSS. Pertimbangan penggunaan ketiga model pembelajaran tersebut dikarenakan terdapat tahap reading dan think yang dapat memfasilitasi kegiatan literasi sains. Selain itu, ketiga model pembelajaran tersebut juga mampu memberdayakan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar kognitif siswa. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui hubungan antara keterampilan berpikir kritis dengan hasil belajar kognitif pada beberapa model pembelajaran biologi siswa kelas XI SMA di Malang, (2) mengetahui perbedaan persamaan regresi hubungan antara keterampilan berpikir kritis dengan hasil belajar kognitif pada beberapa model pembelajaran biologi siswa kelas XI SMA di Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian korelasional, dimana keterampilan berpikir kritis sebagai prediktor dan hasil belajar kognitif sebagai kriterium. Sampel penelitian yang digunakan ialah 33 siswa kelas XI MIPA B4 SMAN 9 Malang (Kelas TPS), 32 siswa kelas XI MIPA F4 SMAN 9 Malang (Kelas RPQSS), 35 siswa kelas XI MIA 1 SMAN 7 Malang (Kelas RQA), dan 35 siswa kelas XI MIA 2 SMAN 7 Malang (Kelas Konvensional). Keempat kelas sampel mendapatkan perlakuan yang sama yaitu mengerjakan pretest diawal penelitian dan postest diakhir penelitian. Pengumpulan data penelitian menggunakan tes yang diukur dengan rubrik untuk keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar kognitif diukur dengan non rubrik. Data dianalisis menggunakan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) ada hubungan antara keterampilan berpikir kritis dengan hasil belajar kognitif pada penerapan beberapa model pembelajaran biologi. Pada kelas RQA menunjukkan nilai R= 0,728 (p < 0,05), pada kelas TPS menunjukkan nilai R= 0,829 (p < 0,05), pada kelas RPQSS menunjukkan nilai R= 0,651 (p < 0,05), dan nilai korelasi kelas konvensional sebesar (R= 0,866, p< 0,05); (2) ada perbedaan persamaan regresi keterampilan berpikir kritis dengan hasil belajar kognitif pada penerapan beberapa model pembelajaran biologi. Persamaan regresi kelas RQA yaitu y = 0,625x+22,149; persamaan regresi kelas TPS yaitu y = 0,786x+9,899; persamaan regresi kelas RPQSS yaitu y = 0,957x-5,707, dan persamaan garis regresi kelas konvensional yaitu y = 1,078x-3,676. Keterampilan berpikir kritis memberikan sumbangan sebesar 53,0% dalam menjelaskan hasil belajar kognitif pada model pembelajaran RQA, sedangkan 47,0% dijelaskan oleh faktor lain. Pada model pembelajaran TPS, keterampilan berpikir kritis memberikan sumbangan sebesar 68,7% dalam menjelaskan hasil belajar kognitif, sedangkan 31,3% dijelaskan oleh faktor lain. Pada kelas RPQSS besarnya nilai sumbangan keterampilan berpikir kritis sebesar 42,3% terhadap hasil belajar kognitif, sedangkan 57,7% dijelaskan oleh faktor lain. Pada kelas konvensional keterampilan berpikir kritis memberikan sumbangan sebesar 74,9% dalam menjelaskan hasil belajar kognitif, sedangkan 25,1% dijelaskan oleh faktor lain. Kesimpulan penelitian ini ialah: (1) ada hubungan antara keterampilan berpikir kritis dengan hasil belajar kognitif siswa kelas XI SMA dalam pembelajaran biologi yang menerapkan berbagai model pembelajaran (RQA, TPS, serta RPQSS), hubungan tersebut ditunjukkan melalui besarnya nilai koefisien korelasi (R); (2) ada perbedaan persamaan regresi hubungan antara keterampilan berpikir kritis dengan hasil belajar kognitif siswa kelas XI SMA dalam pembelajaran biologi yang menerapkan berbagai model pembelajaran (RQA, TPS, serta RPQSS). Berdasarkan hasil penelitian, disarankan bagi para pendidik untuk memperhatikan keterampilan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran karena peningkatan keterampilan berpikir kritis juga berdampak pada peningkatan hasil belajar kognitif siswa. Disarankan pula untuk mencoba menerapkan model pembelajaran RQA, TPS, dan RPQSS dikarenakan model pembelajaran tersebut berpotensi untuk memberdayakan keterampilan berpikir kritis siswa.
Pengembangan Instrumen Penilaian Materi Sistem Ekskresi dan Sistem Reproduksi Siswa Kelas XI SMAN 1 Sumberpucung Kabupaten Malang
ABSTRAK Dea, Stevany. 2018 Pengembangan Instrumen Penilaian Materi Sistem Ekskresi dan Sistem Reproduksi Siswa Kelas XI SMAN 1 Sumberpucung Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang,. Pembimbing: (I) Drs. Triastono Imam Prasetyo, M.Pd, (II) Dra. Nursashi Handayani, M.Si Kata Kunci: Instrumen Penilaian, Biologi SMA kelas XI, Sistem Ekskresi, Sistem ReproduksiPenilaian proses belajar adalah penilaian yang digunakan sebagai sarana menemukan kelebihan ataupun kelemahan dari proses pembelajaran. Penilaian digunakan untuk mengetahui kompetensi yang dimiliki siswa. Kompetensi siswa diukur dengan menggunakan suatu instrumen penilaian yang berkualitas. Penelitian ini dilakukan karena sekolah belum melakukan teknik penilaian yang tervalidasi baik validasi logis dan validsi empirik. Penelitian ini mengembangkan tes pilihan ganda sebanyak 40 soal yang mengcangkup materi sistem ekskresi dan sistem reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk instrumen penilaian yang telah diuji validasi logis dan validasi empirik.Penilitian pengembangan ini menggunakan model pengembangan ADDIE yang dikembangkan oleh Branch (2009) meliputi (1) Analyze, (2) Design, (3) Develop, (4) Implement, dan (5) Evaluate. Uji coba produk dilakukan di SMAN 1 Sumberpucung Kabupaten Malang sebanyak 2 kali, yaitu uji coba lapangan awal sebanyak 12 siswa dan uji coba produk utama sebanyak 98 siswa. Pengumpulan data diperoleh dari hasil data validasi ahli evaluasi, ahli materi dan praktisi lapangan, serta hasil uji coba lapangan dan uji coba produk utama dianalisis dengan kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil uji kevalidan instrumen penilaian soal pilihan ganda dari ahli evaluasi, ahli materi dan praktisi lapangan disimpulkan telah valid. Berdasarkan analisis program ITEMAN diperoleh hasil uji coba lapangan awal pada soal pilihan ganda untuk tingkat kesukaran kategori sukar 40% (16 soal), sedang 45% (18 soal) dan mudah 15% (6 soal). Untuk daya beda kategori jelek 2,5%, cukup 15%, baik 20%, dan baik sekali 62,5%. Untuk analisis pengecoh pilihan jawaban berfungsi pengecoh sebanyak 100%. Untuk analisis validasi konstruk diperoleh hasil soal sesuai dengan indikator soal. Sedangkan validasi isi diperoleh hasil sesuai dengan materi. Berdasarkan hasil uji coba produk utama soal pilihan ganda untuk tingkat kesukaran soal mudah 27,5%, soal sedang 37,5%, dan soal sukar 35%. Untuk daya beda jelek 5%, cukup 5%, baik 22,5%, dan baik sekali 67,5%. Realibilitas instrumen penilaian tergolong sangat tinggi dengan nilai 0,914. Untuk analisis pengecoh validasi konstruk diperoleh hasil sesuai dengan indikator kompetensi dan indikator soal. Sedangkan validasi isi diperoleh hasil instrumen sesuai dengan materi. Saran yang bisa diberikan yaitu instrumen dapat digunakan oleh guru pelajaran biologi namun perlu mengkaji ulang validasi empirik dan validasi logis karena perbaikan soal harus dilakukan berulang-ulang agar mendapatkan soal yang vali
PENGARUH VARIASI CAMPURAN EKSTRAK TEMPE KEDELAI HITAM DAN UBI JALAR UNGU TERHADAP AKTIVITAS PEROKSIDASE LIPIDDAN REACTIVE OXYGEN SPECIES(ROS) TOTAL PADA TIKUS MODEL DIABETES MELITUS TIPE 2
ABSTRAK Diabetes melitus merupakan penyakit yang ditandai dengan kondisi hiperglikemik kronis. Penyakit diabetes dibagi menjadi dua yakni diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2.Hipergilkemik dapat meningkatkan radikal bebas dalam tubuh. Radikal bebas yang berlebihan akan bersifat toksik dan menyebabkan stress oksidatif. Kondisi stress oksidatif dapat ditandai dengan tingginya aktivitas peroksidasi lipid dan reactive oxygen species (ROS). Aktivitas radikal bebas dapat dicegah dengan antioksidan, bahan yang mengandung antioksidan kuat adalah kedelai hitam dan ubi jalar ungu. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh variasi campuran esktrak tempe kedelai hitam dan ubi jalar ungu terhadap aktivitas peroksidasi lipid dan reactive oxygen species (ROS) total hepar tikus model DMT2. Tikus dibuat diabetes dengan diberi pakan tinggi lemak, minuman sukrosa 10% dan disuntik dengan streptozotosin dosis rendah sebanyak 2 kali (30 mg/kg BB). Hewan coba yang digunakan sebayak 28 ekor. Hewan coba dibagi menjadi 7 kelompok perlakuan yakni Kontrol negative (K-) tikus DMT2, Kontrol Positif (K+) tikus DMT2 diberi obat glibenklamid, Perlakuan 1 (P1) tikus DMT2 diberi ekstrak kedelai hitam saja, Perlakuan 2 (P2) tikus DMT2 diberi ekstrak ubi jalar ungu saja, Perlakuan 3 (P3) tikus DMT2 diberi campuran ekstrak tempe kedelai hitam dan ubi jalar perbandingan 1:3, Perlakuan 4 (P4) tikus DM2 diberi campuran ekstrak tempe kedelai hitam dan ubi jalar perbandingan 2:2, Perlakuan 5 (P5) tikus DM2 diberi campuran ekstrak tempe kedelai hitam dan ubi jalar perbandingan 3:1. Pengukuran aktivitas peroksidasi lipid menggunakan metode Thiobarbituric Acid (TBA) dan pengukuran ROS menggunakan metode ELISA. Data peroksidasi lipid berupa kadar MDA, data aktivitas ROS berupa kadar ROS. Data dianalisis dengan One way Anova dengan taraf signifikan 5%. Kandungan antioksidan pada ekstrak tempe kedelai hitam dan ubi jalar ungu dapat menurunkan kadar glukosa darah tikus, berpengaruh terhadap aktivitas ROS akan tetapi tidak berpengaruh pada aktivitas peroksidase lipid. Kata kunci :Diabetes melitus tipe 2, Peroksidasi lipid, Reactive oxygen species (ROS) ABSTRACT Diabetes mellitus is a disease characterized by chronic hyperglycemic conditions. Diabetes Disease is divided into two types namely type 1 diabetes and type 2 diabetes. Hyperglycemia can increase free radicals in the body. Excessive free radicals will be toxic and cause oxidative stress. The condition of oxidative stress can be characterized by high lipid peroxidation activity and reactive oxygen species (ROS). Free radical activity can be prevented with antioxidants, materials containing strong antioxidants are black soybeans and purple sweet potatoes are isoflavones and anthocyanins.this study aimed to determine the effect of black soybean tempe and purple sweet potato extract on lipid peroxidation and reactive oxygen species (ROS) activity in total liver DMT2 mode.In this study, mice were made diabetic with high-fat diet, 10% sucrose drink and injected with low-dose streptozotosin twice. The animals experiment were divided into 7 treatment groups: Negative control (K-) is DMT2 rat, Positive Control (K +) is DMT2 rat given glibenclamide drug, Treatment 1 (P1) is DMT2 rat were given black soy extract, Treatment 2 (P2) is DMT2 rat were given sweet potato extract, treatment 3 (P3) is DMT2 rat were given a mixture of black soybean tempe and sweet potato extract ratio of 1: 3, Treatment 4 (P4) DM2 rat were given mixture of black soybean tempe and sweet potatoextract ratio of 2: 2, Treatment 5 ( P5) is DMT2 rat were given a mixture of black soybean tempeh and sweet potatoextract ratio of 3: 1. Measurement of lipid peroxidation activity using Thiobarbituric Acid (TBA) method and ROS measurement using ELISA method. Data on lipid peroxidation activity in the form of MDA levels, data on ROS activity in the form of ROS level. The content of antioxidants in extracts of black soybean tempe and purple sweet potato can lower blood glucose levels, has an effect on ROS activity but it does not affect lipid peroxidase activity. Key words: Type 2 diabetic mellitus , Lipid peroxidation, Reactive oxygen species (ROS
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BIOLOGI BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI DI SMA
ABSTRAK Rizky, Nikita. 2018. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Biologi Berbasis Probem Based Learning untuk Meningkatkan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Siswa Kelas XI di SMA. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Susriyati Mahanal, M.Pd, (II) Dra. Nursasi handayani, M.Si. Kata Kunci: perangkat pembelajaran, problem based learning, berpikir kritis, hasil belajar Kurikulum 2013 menekankan pendekatan saintifik dalam proses pembelajarannya dan harus memenuhi beberapa kriteria, salah satunya adalah mendorong dan menginspirasi siswa untuk berpikir kritis. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru Biologi di SMA Islam Malang, kemampuan berpikir kritis siswa sangat rendah yaitu sekitar 10% siswa mampu berpikir kritis sedangkan 90% lainnya tidak mampu berpikir kritis. Permasalahan mengenai rendahnya kemampuan berpikir kritis dapat diatasi dengan mengembangkan perangkat pembelajaran berbasis PBL. Guru belum sepenuhnya mengembangkan perangkat pembelajaran yang akan digunakan dalam proses belajar Biologi. Silabus diperoleh dari internet, sedangkan RPP masih menggunakan acuan permendikbud lama yaitu Permendikbud Nomor 59 Tahun 2013, tidak mengembangkan bahan ajar berupa LKS dan modul sehingga acuan dalam pembelajaran hanya buku paket dari penerbit. Berdasarkan permasalahan tersebut peneliti mengembangkan perangkat pembelajaran berbasis PBL. Tujuan penelitian ini yaitu menghasilkan produk perangkat pembelajaran yang terdiri dari silabus, RPP, instrumen penilaian, modul, dan LKS pada materi sistem pernapasan pada manusia serta menguji kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan perangkat pembelajaran. Jenis Penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Desain uji coba dalam penelitian ini untuk mengukur kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan dari produk pengembangan perangkat pembelajaran berbasis PBL. Subyek uji coba dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA 3sebagai kelas kontrol dan XI MIPA 4 sebagai kelas eksperimen di SMA Islam Malang. Instrumen pengumpulan data pada penelitian ini yaitu lembar validasi perangkat, lembar soal pretes-postes, Lembar observasi keterlaksanaan sintaks, dan angket respon siswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa rerata persentase validitas perangkat pembelajaran sebesar 93,2% dengan kriteria sangat valid dan dapat digunakan tanpa revisi. Kepraktisan perangkat pembelajaran diperoleh dari data keterlaksanaan sintaks PBL sebesar 91,7% dengan kriteria sangat praktis dan angket respon siswa sebesar 90,4% dengan kriteria sangat praktis. Keefektifan perangkat pembelajaran diperoleh dari hasil pretes-postes peningkatan berpikir kritis dan hasil belajar. Kelas eksperimen mengalami peningkatan berpikir kritis sebanyak 41,9% dan kelas kontrol mengalami peningkatan sebanyak 22,15%. ABSTRACT Rizky, Nikita. 2018. The Development of Biology Learning Tools on Problem Based Learning to Improve Critical Thinking and Learning Outcomes of Grade XI Students in SMA. Skripsi, Departement of Biology, Faculty Mathematics and Natural Science, State University of Malang. Mentor (I) Dr. Susriyati Mahanal, M.Pd, (II) Dra. Nursasi handayani, M.Si. Keywords: the development of biology learning tools, problem based learning, critical thinking and learning outcomes The 2013 curriculum emphasizes a scientific approach in learning process and must meet several criteria, one of which is encouraging and inspiring students to critical thinking. Based on interviews with teacher’s Biology in SMA Islam Malang, critical thinking of student ability is very low, 10% of students are able to think critically while 90% are not able to think critically. Problems about low critical thinking can be overcome by developing of biology learning tools based PBL. Teachers have not yet fully developed the learning tools to be used in the Biology learning process. Syllabus obtained from the internet, RPP still using the old permendikbud reference that is Permendikbud Number 59 Years 2013, did not develop teaching materials in the form of LKS and modul so that the reference in learning is only a package of books from the publisher. Based on these problems, researchers develop learning tools based on PBL. The purpose of this research is to produce learning device product consist of syllabus, RPP, assessment instrument, module, and LKS on the material of respiratory system in humans and test the validity, praticality, and effectiveness of instructional tools. Type this research is a development research using ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Design trials in this study to measure the validity, , praticality , and effectiveness of the product development of learning tools based on PBL. The test subjects in this study were the students of class XI MIPA 3 as the control class and XI MIPA 4 as the experimental class at SMA Islam Malang. The instrument of data collection in this research is the device validation sheet, the pretest-postes questionnaire, the observation sheet of the syntax implementation, and the student response questionnaire. The results showed that the average percentage of learning device validity of 93.2% with criteria is very valid and can be used without revision.The practicality of instructional tools obtained from the data of PBL syntax implementation of 91.7% with very practical and questionnaire responses of students of 90.4% with very practical. The effectiveness of instructional tools is derived from the pretest-postes result of increased critical thinking and learning outcomes. The experimental class experienced of 41.9% improvement in critical thinking and the control class experienced an increase of 22.15%
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Karakter Siswa Kelas XI IPA SMAN 10 Malang
ABSTRAK Nusantari, Ratna. 2018. Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Karakter Siswa Kelas XI IPA SMAN 10 Malang. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Biologi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sri Endah Indriwati, M.Pd, (II) Dra. Nursasi Handayani, M.Si. Kata Kunci: Karakter siswa, kemampuan berpikir kritis, pembelajaran biologi, Problem Based Learning. Kurikulum pendidikan di Indonesia saat ini menerapkan Kurikulum 2013 yang disiapkan untuk mencetak generasi yang siap dalam menghadapi masa depan. Proses pembelajaran pada Kurikulum 2013 bukan lagi pembelajaran yang berpusat pada guru melainkan berpusat pada siswa. Pembelajaran Biologi merupakan pembelajaran yang menekankan pada pemberian pengalaman secara langsung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model pembelajaran Problem Based Learning pada pembelajaran biologi untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan karakter siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus. Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan peneliti ditemukan beberapa masalah yakni siswa cenderung pasif di kelas, siswa harus diberi stimulus oleh guru terlebih dahulu. Hasil penyebaran angket analisis kebutuhan siswa menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis dan karakter siswa masih kurang maksimal. Berdasarkan hasil analisis angket, kemauan siswa untuk mengevaluasi proses pemecahan masalah masih tergolong rendah yaitu hanya 29% siswa yang dapat mengevaluasi proses pemecahan masalah. Pemberian penjelasan sederhana yang merupakan salah satu indikator berpikir kritis juga masih kurang maksimal, 85% siswa belum menyebutkan permasalahan utama dari fenomena yang disajikan dalam angket secara jelas atau belum terfokuskan. Karakter siswa berupa sikap spiritual, jujur, disiplin, tanggungjawab, dan rasa ingin tahu juga masih kurang. Hasil analisis angket menunjukkan bahwa 55% karakter tersebut masih kurang maksimal. Mengacu pada permasalahan tersebut agar memenuhi tujuan dari Kurikulum 2013, maka dilakukan penelitian tindakan kelas menggunakanmodel pembelajaran Problem Based Learning untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan karakter siswa. Penelitian tindakan kelas dilaksanakan di SMA Negeri 10 Malang, kelas XII MIPA C sebanyak 36 orang siswa pada mata pelajaran Biologi selama 2 siklus. Masing-masing siklus terdiri atas 4 tahapan yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan tindakan, refleksi. Penelitian ini mengukur kemampuan berpikir kritis dan karakter siswa meliputi aspek sikap spiritual, jujur, disiplin, rasa ingin tahu, dan tanggung jawab. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan non tes. Tes dilakukan untuk mengukur kemampuan berpikir kritis yang dilaksanakan setiap akhir siklus. Teknik non tes dilakukan dengan observasi keterlaksanaan pembelajaran, observasi karakter siswa, dan kuesioner sikap spiritual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan model pembelajaran Problem Based Learning oleh guru pada siklus I hingga siklus II adalah 88,25% dan 100% dengan kriteria sangat baik. Keterlaksanaan model pembelajaran Problem Based Learning oleh siswa pada siklus I hingga siklus II adalah 79,2% dengan kriteria baik dan 98,95% dengan kriteria sangat baik. Kemampuan berpikir kritis dengan rerata indikator yang diukur mengalami peningkatan sebesar 7,5% dari 77,3% pada siklus I menjadi 84,8% pada siklus II. Hasil analisis gain score untuk pre test dan post test pada siklus I menunjukkan skala 0,5 dengan kriteria penilaian keefektifan sedang mengalami peningkatan pada siklus II dengan skala 0,7 yang tergolong dalam kriteria penilaian keefektifan tinggi. Karakter siswa juga mengalami peningkatan dari siklus I hingga siklus II. Aspek jujur meningkat 11,7% dari 68,7% menjadi 80,4%. Aspek disiplin meningkat 13,3% dari 68% menjadi 81,3%. Aspek tanggungjawab meningkat 10,8% dari 71,5% menjadi 82,3%. Aspek rasa ingin tahu meningkat 18,8% dari 61,7% menjadi 80,5%. Aspek spiritual meningkat 11% dari 75% menjadi 86%. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan karakter siswa. Saran yang dapat diberikan untuk penelitian lain sebagai berikut. (1) Diperlukan pembiasaan pada siswa untuk melakukan penjelasan lanjut mengenai asumsi asumsi pada suatu masalah, karena siswa terkadang masih kurang baik dalam memberikan sebuah asumsi. (2) Diperlukan waktu yang cukup lama untuk melihat perubahan karakter siswa, karena karakter dilatih melalui proses pembiasaan. (3) Kontrol dan monitoring yang baik dari guru sangat dibutuhkan dalam pelaksanaan penelitian agar semua siswa dapat fokus saat proses belajar mengajar
SABUN CAIR EKSTRAK DAUN KEMANGI (Ocimum basilicum L.) SEBAGAI ANTIBAKTERI Staphylococcus aureus SECARA IN VITRO
ABSTRAK Penyakit kulit masih menjadi masalah utama bagi masyarakat Indonesia. Staphylococcus aureus merupakan bakteri patogen utama yang dapat menyebabkan infeksi kulit. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan Husna (2016) di Rumah sakit Saiful Anwar Malang menunjukkan jumlah pasien yang terinfeksi Staphylococcus aureus mengalami peningkatan yaitu pada tahun 2013 sebanyak 354 pasien dan meningkat di tahun 2014 menjadi 572 pasien. Tingginya kasus resistensi bakteri terhadap berbagai antibiotik maka dibutuhkan alternatif pengobatan infeksi bakteri. Daun kemangi (Ocimum basilicum L.) memiliki kandungan senyawa bioaktif seperti flavonoid, tanin, minyak atsiri, saponin, alkaloid dan steroid yang berpotensi sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini untuk memperoleh konsentrasi ekstrak daun kemangi (Ocimum basilicum L) yang efektif sebagai bahan sabun cair antibakteri Staphylococcus aureus. Kegunaan teoritis pada penelitian ini diharapkan dapat memberi informasi mengenai cara pembuatan ekstrak daun kemangi, pembuatan sabun cair dan dapat digunakan sebagai dasar penelitian sejenis dengan menggunakan tanaman dan bakteri uji jenis lain. Kegunaan praktis pada penelitian ini diharapkan menghasilkan produk sabun cair antibakteri yang berbahan alami dan memberikan inovasi baru untuk produk sabun cair. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimental secara in vitro. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan penelitian RAL (Rancangan Acak Lengkap) terdiri atas 6 perlakuan yaitu antibiotik Ceftriaxone 30 µg/ml (Kontrol +), sabun cair ekstrak daun kemangi konsentrasi 5%(K1), 10% (K2), 15% (K3), 20%(K4) dan 0% (Kontrol -) dengan 4 kali ulangan. Uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi paper disk sehingga terbentuk diameter zona hambat. Pengukuran langsung terhadap diameter zona hambat pertumbuhan S. aureus dalam medium NA pada cawan petri setelah diinkubasi pada suhu 370C selama 1x24 jam dengan menggunakan jangka sorong Data pengukuran zona hambat dianalisis statistik dengan ANAVA tunggal, kemudian dilanjutkan dengan uji Duncan 1%. Berdasarkan uji lanjut Duncan diketahui bahwa perlakuan ekstrak daun kemangi 0% dalam sabun cair menunjukkan zona hambat terkecil yaitu sebesar 8,44 mm, kemudian perlakuan ekstrak daun kemangi 20% menunjukkan hasil zona hambat yang tidak berbeda nyata dengan perlakuan konsentrasi ekstrak daun kemangi 5%, 10% dan kontrol positif (ceftriaxone), kemudian konsentrasi 15
PENGEMBANGAN INSTRUMEN DIAGNOSTIK THREE-TIER UNTUK MENGIDENTIFIKASI MISKONSEPSI MATERI SISTEM EKSKRESI, SISTEM SARAF, DAN SISTEM HORMON PADA SISWA KELAS XI MAN KOTA BATU
Abstrak: Penelitian pengembangan yang dilaksanakan bertujuan menghasilkan instrumen tes diagnostik three-tier yang layak dan valid untuk mengidentifikasi miskonsepsi siswa Kelas XI MAN Kota Batu materi sistem ekskresi, sistem saraf, dan sistem hormon. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE dengan tahapan analysis, design, develop, implement, dan evaluate. Hasil pengembangan berupa instrumen diagnostik three-tiersejumlah 44 soal. Instrumen diagnostik three-tier diimplementasikan kepada 106 siswa MAN Kota Batu. Hasil analisis data kuantitatif validasi menunjukkan bahwa instrumen yang dihasilkan termasuk dalam kategori sangat layak. Hasil uji reliabilitasdidapatkan hasil sebesar 0,869 termasuk dalam kategori tinggi. Berdasarkan data persentase analisis miskonsepsi, diketahuisiswa mengalami miskonsepsi pada materi sistem ekskresi, sistem saraf, dan sistem hormon secara berurutan yaitu 56,5%, 55,8%, dan 59,7%. Kata kunci:instrumen diagnostik three-tier, miskonsepsi, sistem ekskresi, sistem hormon, sistem saraf Abstract:The study aims to create a feasible and valid three-level diagnostic test to identify students of the XI MAN City Stone class of excretory system materials, nervous system, and hormonal systems. This research uses ADDIE development model with stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. The development result is a three level 44 diagnostic instrument. The three-tier diagnostic instrument is implemented to 106 Batu City MAN students. The results of quantitative data validation analysis indicate that the resulting instruments fall into the category if very feasible. Results of reliability obtained results of 0.869 included in the high category. Based on the existing data misconception, students can use the system information, nervous system, and hormonal system sequentially that are 56.5%, 55.8%, and 59.7%. Keyword:excretion system, hormone system, nervous system, misconception, the three-tier diagnostic instrumen
Analisis Butir dan Rekonstruksi Soal Ujian Akhir Semester (UAS) Ganjil Mata Pelajaran Biologi SMA Kelas XI Tahun Pelajaran 2017/2018 SMA Negeri di Kota Blitar dan Kesesuaiannya Terhadap Kurikulum 2013
ABSTRAK Rahayu, A.A. 2018. Analisis Butir dan Rekonstruksi Soal Ujian Akhir Semester (UAS) Ganjil Mata Pelajaran Biologi SMA Kelas XI Tahun Pelajaran 2017/2018 SMA Negeri di Kota Blitar dan Kesesuaiannya Terhadap Kurikulum 2013. Skripsi, Jurusan Biologi, Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sunarmi, M.Pd, (II) Drs. Masjhudi, M.Pd. Kata Kunci: analisis butir soal, ujian akhir semester, kurikulum 2013 Berdasarkan hasil wawancara dengan Guru Biologi SMA Negeri di Kota Blitar yang tergabung dalam tim pembuat soalUjian Akhir Semester ganjil Biologi kelas XI tahun pelajaran 2017/2018 SMA Negeri Kota Blitar belum pernah dilakukan analisis butir soal meliputi validitas logis (isi dan konstruk) dan validitas empirik yang meliputi tingkat kesukaran, daya beda, efektivitas pengecoh, dan reliabilitas soal. Selain itu, soal UAS tersebut juga belum pernah dilakukan analisis kesesuaiannya terhadap kurikulum 2013. Hal ini menyebabkan soal UAS di Kota Blitar belum diketahui validitas logis dan empiriknya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis soal Ujian Akhir Semester ganjil kelas XI SMA Negeri di Kota Blitar yang meliputi validitas logis (isi dan konstruk), validitas empirik meliputi tingkat kesukaran, daya beda,efektivitas pengecoh, dan reliabilitas soal, kesesuaian dengan kurikulum 2013 serta rekonstruksi soal UAS sesuai hasil analisis validitas logis.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif-kualitatif. Objekpenelitian adalah soal UAS ganjil Biologi kelas XI tahun pelajaran 2017/2018 dan lembar jawaban siswa di empat SMA Negeri di Kota Blitar. Hasil penelitian kuantitatif menggunakan aplikasi ANATES dan hasil penelitian kualitatif dengan mencocokkan butir soal dengan instrument yang ada. Hasil validitas empirik soal yang meliputi tingkat kesukaran soal di SMA Negeri Kota Blitar diketahui dari empat SMA Negeri yaitu SMAN 1, SMAN 2, SMAN 3, dan SMAN 4 Blitar belum memenuhi proporsi soal yang tepat yaitu 25% mudah, 50% sedang, dan 25% sukar. Daya beda soal dikeempat sekolah belum memenuhi kriteria, terdapat ≥50% soal yang dibawah kategori daya beda baik yaitu 0,40. Efektivitas pengecohsoal diketahui bahwa keempat sekolah masih berada pada kategori belum atau tidak berfungsi. Reliabilitas soal SMAN 1 Blitar cukup sebesar 0,67, SMAN 2 Blitar tinggi sebesar 0,77, SMAN 3 Blitar tinggi sebesar 0,72, dan SMAN 4 Blitar cukup sebesar 0,40. Kesesuaian soal UAS ganjil Biologi kelas XI SMA Negeri di Kota Blitar tiga sekolah valid dengan revisi dan satu sekolah kurang valid, sebaiknya tidak digunakan dan direvisi. Validitas isi soal UAS ganjil Biologi Kelas XI tahun pelajaran 2017/2018 SMA Negeri di Kota Blitar valid untuk SMAN 1 Blitar dan SMAN 4 Blitar serta valid dengan revisi untuk SMAN 2 Blitar dan SMAN 3 Blitar. Validitas konstruk soal belum 100% karena masih banyak soal yang belum sesuai dengan indikator. Analisis konstruksi soal dari keempat sekolah didapatkan hasil persentase sebesar 96% sampai dengan 99% yang artinya hampir memenuhi semua kriteria, dan analisis bahasa 100% untuk SMAN 1 Blitar dan SMAN 2 Blitar sedangkan SMAN 3 Blitar sebesar 98% dan SMAN 4 Blitar sebesar 99%. Selain analisis diatas, dari penelitian ini juga ditemukan permasalahan yang sering dialami guru Biologi dalam penyusunan soal UAS adalah terdapat pada penyusunan kisi-kisi soal. Pedoman penulisan soal yang tidak diperhatikan dan guru masih menggunakan aturan serta acuan kurikulum yang sebelumnya. Sedangkan saat ini sudah menggunakan pedoman Kurikulum 2013 hasil revisi (kurikulum baru). Sehingga hal ini menyebabkan ketidaksesuaian antara hasil kisi-kisi yang dibuat dengan ketentuan-ketentuan yang seharusnya. Hasil penelitian ini juga menghasilkan soal hasil rekonstruksi berdasarkan hasil analisis validitas konstruknya sejumlah 5 soal untuk SMAN 1 Blitar, 3 soal untuk SMAN 2 Blitar, 15 soal untuk SMAN 3 Blitar, dan 7 soal untuk SMAN 4 Blitar. Sedangkan berdasarkan validitas isinya, dilakukan rekonstruksi 40 soal atau keseluruhan soal pada setiap sekolah.Setelahdilakukan analisis soal Ujian Akhir Semester ganjil Biologi kelas XI tahun pelajaran 2017/2018 SMA Negeri di Kota Blitar, maka guru Biologi sebaiknya melakukan analisis kualitatif pada soal terlebih dahulu sebelum diujikan kepada peserta tes dan melakukan analisis kuantitatif setelah tes diujikan kepada peserta tes setiap akhir semester. Selain itu, perlu dilakukannya revisi pada soal-soal yang belum memenuhi kriteria dengan cara merekonstruksi soal yang ada menjadi soal baru sesuai kriteria. SUMMARY Rahayu, A.A. 2018. Item Analysis and Reconstruction of Biology Final Exam in First Semester Class XI Academic Year 2017/2018 in Senior High School in Blitar City and the Suitability to Curriculum 2013. Skripsi. Jurusan Biologi. Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Advisors: (I) Dra. Sunarmi, M.Pd, (II) Drs. Masjhudi, M.Pd. Key Words:item analysis, final exam, curriculum 2013 Based on the results of interviews with the Biology Teachers of Senior High School in Blitar City, which is incorporated in the team of questioners of the biology final exam in first semester class XI academic year 2017/2018 in senior high school in Blitar City has never done any item analysis including logical validity (contents and constructs) and empirical validity which includes the level of difficulty, discriminating power, effectiveness of distractor, and reliability. Beside that, the question of UAS has also not been done analysis of its suitability to the curriculum 2013. This causes the questions of UAS in Blitar City has not known the logic and empiric validity. The purpose of this research is to analyze the final exam in first semester class XI in Blitar City which includes logical validity (content and construct), empiric validity including difficulty level, discriminating power, effectiveness of distractor, and reliability, suitability with curriculum 2013 and UAS reconstruction according to the result of logical validity analysis. The research method used in this research is quantitative-qualitative descriptive method. The object of research is the biology final exam in first semester class XI academic year 2017/2018 in senior high school in Blitar City and student answer sheets in four senio high school in Blitar City.The results of quantitative research using ANATES aplication and the results of qualitative research by checking the questions with the instrument. The results of empirical validity which are the level of difficulty in senior high school in Blitar City from four schools, which are SMA 1, SMAN 2, SMAN 3, and SMAN 4 has not met the right proportion of 25% easy, 50% moderate, and 25% difficult. Discriminating power of the question 100% has not met the criteria, there are ≥50% questions under the category of good which is 0.40. The effectiveness of distractor is known that the four schools are still in the category of not yet or not functioning. The reliability of SMAN 1 Blitar is quite 0.67, SMAN 2 Blitar is high 0.77, SMAN 3 Blitar is high 0.72, and SMAN 4 Blitar is enough 0.40. Suitability of first semester Biology final exam class XI senior high school in Blitar city three schools valid with revisions and one school less valid, should not be used and revised. Content validity of first semester Biology final exam class XI senior high school in Blitar city academic year 2017/2018 valid for SMAN 1 Blitar and SMAN 4 Blitar and valid with revision for SMAN 2 Blitar and SMAN 3 Blitar. The construct validity is not yet 100% because there are still many questions that have not been in accordance with the indicators. The results of construction analysis of the questions from the four schools are 96% until 99% which mean that almost all the criterias are fulfill and language analysis is 100% for SMAN 1 Blitar and SMAN 2 Blitar, meanwhile for SMAN 3 Blitar is 98% and SMAN 4 Blitar is 99%. Beside that analysis, this research shows that some problems are faced by Biology teachers on arranging final exam questions which is on arranging question’s lattice. The orientation on questions writing process is not noted and teachers still using rule and the latest curriculum. Meanwhile, now is using revised currilculum 2013 (new curriculum). The results of this study also get the results of reconstruction based on the results of construct validity analysis of 5 questions for SMAN 1 Blitar, 3 for SMAN 2 Blitar, 15 for SMAN 3 Blitar, and 7 for SMAN 4 Blitar. Meanwhile, based on the validity of the contents, the reconstruction of 40 problems or all problems in each school.After doing item analysis of final exam Biology in the first semester class XI academic year 2017/2018 senior high school in Blitar city, so Biology teacher must doing qualitative analysis before use it to students and doing quantitative analysis after the questions is tested by students in the final semester. Beside that, revision is needed on the questions which has not fulfill the criteria by reconstructing the questions according to criteria