SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
1764 research outputs found
Sort by
Hubungan Sikap terhadap Mata Pelajaran Biologi dengan Literasi Konservasi Biodiversitas pada Siswa SMA di Wilayah Pasuruan
ABSTRAK Istiqomah, Ratna i. 2017. Hubungan Sikap terhadap Mata Pelajaran Biologi dengan Literasi Konservasi Biodiversitas pada Siswa SMA di Wilayah Pasuruan. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hadi Suwono, M.Si, (II) Drs. Sulisetijono, M. Si. Kata Kunci: Sikap terhadap mata pelajaran biologi, literasi konservasi biodiversitas, konservasi, biodiversitas Indonesia merupakan Negara yang memiliki biodiversitas yang tinggi. Potensi biodiversitas tersebut yang menjadikan bangsa Indonesia mendapatkan julukan megabiodiversity. Namun sebagian besar masyarakat masih belum menyadari akibat kerusakan lingkungan yang terjadi baik pada ekosistem laut maupun ekosistem lainnya. Hal ini terbukti bahwa seiring dengan meningkatnya aktivitas masyarakat dan kebutuhan masyarakat yang tinggi dapat menimbulkan bencana alam yang berdampak pada menurunnya keanekaragaman hayati. Rendahnya pemahaman masyarakat tentang arti penting biodiversitas disebabkan oleh sistem pembelajaran di sekolah yang kurang mendukung terhadap konservasi biodiversitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sikap siswa SMA di wilayah Pasuruan terhadap mata pelajaran biologi, literasi konservasi biodiversitas siswa SMA di wilayah Pasuruan serta hubungan antara sikap terhadap mata pelajaran biologi dengan literasi konservasi biodiversitas. Dalam penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan angket yang kemudian dilakukan perhitungan data dengan analisis deskriptif dan analisis korelasi linier berganda. Rancangan dalam penelitian ini diawali dengan penyebaran angket yang diisi oleh siswa kemudian dilakukan perhitungan data skoring pada angket yang telah diisi oleh siswa. Pada perhitungan data skoring dilakukan analisis deskriptif atas sikap terhadap mata pelajaran biologi dan literasi konservasi biodiversitas. Hasil analisis data skoring dari sikap terhadap mata pelajaran biologi dan literasi konservasi biodiversitas akan dilakukan penghitungan data hubungan antara sikap terhadap mata pelajaran biologi dengan literasi konservasi biodiversitas menggunakan uji korelasi linier berganda melalui program pengolah data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap terhadap mata pelajaran biologi pada siswa SMA di wilayah Pasuruan cukup baik dilihat pada nilai persentase sebesar 64%, literasi konservasi biodiversitas pada siswa SMA di wilayah Pasuruan sudah baik dilihat dari nilai persentase sebesar 71,09%, dan ada hubungan antara sikap terhadap mata pelajaran biologi dengan literasi konservasi biodiversitas pada siswa SMA di wilayah Pasuruan
Pemanfaatan TPA Talangagung sebagai Sumber Belajar Kontekstual Berbasis Inkuiri untuk Mengembangkan Keterampilan Proses Sains dan Sikap Peduli Lingkungan
ABSTRAK Nurdiah, Renita . 2018. Pemanfaatan TPA Talangagung sebagai Sumber Belajar Kontekstual Berbasis Inkuiri untuk Mengembangkan Keterampilan Proses Sains dan Sikap Peduli Lingkungan. Skripsi. Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Ibrohim, M. Si, (II) Dr. Sueb, M. Kes. Kata kunci: pemanfaatan TPA Talangagung, sumber belajar kontekstual berbasis inkuiri, keterampilan proses sains, sikap peduli lingkungan Tantangan abad XXI dalam menyiapkan generasi yang kritis, kreatif, kompetitif, dan memecahkan masalah menjadi tantangan dalam persaingan global. Selain itu, tantangan pendidikan pembangunan berkelanjutan juga mengarahkan pada keberlangsungan pembangunan yang tetap memperhatikan berbagai aspek tanpa melampaui fungsi ekologis sehingga pendidikan menjadi sasaran utama untuk menjawab tantangan global. Pembelajaran biologi materi perubahan lingkungan di SMAN 1 Kepanjen belum menggunakan pembelajaran kontekstual yang memanfaatkan sumber belajar sekitar yakni Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Talangagung sebagai sumber belajar sehingga belum mampu mengembangkan keterampilan proses sains dan sikap peduli lingkungan siswa. Salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut ialah dengan menyusun rancangan dan perangkat pembelajaran. Tujuan penelitian ini untuk menghasilkan rancangan dan perangkat pembelajaran yang memanfaatkan TPA Talangagung sebagai sumber belajar konstekstual berbasis inkuiri yang memenuhi syarat valid, praktis, dan efektif. Metode penelitian dan pengembangan yang digunakan yakni model ADDIE yang dikembangkan oleh Branch (2009) meliputi tahap Analyze, Design, Develop, Implement, dan Evaluate. Validasi dilakukan oleh ahli desain pembelajaran, ahli materi, dan praktisi lapangan terhadap rancangan dan perangkat pembelajaran . Uji kepraktisan dilakukan oleh kelompok kecil sedangkan uji keefektifan dilakukan oleh kelompok lapangan. Hasil uji kevalidan silabus, RPP, LKS, handout, dan instrumen penilaian berturut-turut sebesar 94,16%, 94,31%, 91,67%, 95,37%, dan 94,96% sehingga secara keseluruhan rancangan dan perangkat pembelajaran yang dikembangkan memenuhi kriteria valid. Uji kepraktisan rancangan dan perangkat pembelajaran yang dikembangkan berdasarkan uji keterbacaan LKS, handout dan keterlaksanaan sintaks pembelajaran yakni secara berturut-turut sebesar 90,71%, 91,25%, dan 97,20% yang menunjukkan kriteria sangat praktis. Uji keefektifan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rerata pretest-postest keterampilan proses sains dan sikap peduli lingkungan sebelum dan sesudah penerapan rancangan dan perangkat pembelajaran yang diterapkan di dalam kelas
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Masalah Dipadu SALINGTEMAS untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pengetahuan, Sikap, dan Keterampilan Siswa Kelas X MAN Kota Batu Materi Perubahan Lingkungan
RINGKASANHasil wawancara dan analisis RPP terhadap salah satu guru di MAN Kota Batu menunjukkan adanya permasalahan yaitu pembelajaran yang dilakukan belum menekankan pada sikap peduli lingkungan dan belum adanya indikator sikap peduli lingkungan beserta instrumen penilaian sikap peduli lingkungan dan keterampilan. Hasil pre-test sikap peduli lingkungan menunjukkan bahwa lebih dari 50% siswa belum mampu mengorganisasi dan mengkaraterisasi diri dalam menghadapi permasalahan lingkungan. Salah satu upaya dapat dilakukan yaitu mengembangkan perangkat pembelajaran berbasis masalah dipadu SALINGTEMAS guna melatih siswa untuk membangun pengetahuan berdasarkan masalah perubahan lingkungan yang dikaitkan dengan aspek sains, teknologi, dan masyarakat.Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan perangkat pembelajaran berbasis masalah dipadu SALINGTEMAS yang valid, efektif, dan praktis untuk meningkatkan hasil belajar pengetahuan, sikap, dan keterampilan siswa kelas X MAN Kota Batu pada materi perubahan lingkungan. Model pengembangan yang diterapkan adalah model ThiagarajanDefine, Design, Develop, and Disseminate(4D), namun pada penelitian ini hanya dilakukan sampai tahap develop.Perangkat pembelajaran yang dikembangkan meliputi silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan LKS dengan materi perubahan lingkungan. Penelitian ini melibatkan siswa kelas X MIPA 4 MAN Kota Batu semester 1 tahun ajaran 2017/2018. Hasil uji keefektifan menunjukkan bahwaN gain score hasil belajar pengetahuan siswa sebesar 0,7 kategori tinggi; N gain score hasil belajar sikap siswa sebesar 0,6 kategori sedang, sedangkan hasil belajar keterampilan siswa rata-rata sebesar 88,5. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diketahui bahwa 1) perangkat pembelajaran berbasis masalah dipadu SALINGTEMAS valid dan dapat digunakan; 2) perangkat pembelajaran berbasis masalah dipadu SALINGTEMAS efektif untuk meningkatkan hasil belajar pengetahuan, sikap, dan keterampilan siswa; 3) perangkat pembelajaran berbasis masalah dipadu SALINGTEMAS praktis untuk digunakan
Pengaruh Model Pembelajaran Reading Practicing Questioning Summarizing and Sharing (RPQSS) terhadap Keterampilan Berpikir Kritis, Keterampilan Berkomunikasi, dan Retensi Siswa dalam Pembelajaran Biologi Kelas XI SMA di Kabupaten Malang
RINGKASAN Pendidikan di Indonesia hendaknya mampu menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi utuh, tidak hanya kompetensi pengetahuan, namun memiliki kecakapan hidup abad 21 diantaranya keterampilan berpikir kritis dan keterampilan berkomunikasi. Kecakapan hidup yang tinggi diberdayakan disekolah untuk menjawab permasalahan dan menghadapi tantangan dunia global. Model pembelajaran yang tepat dalam proses pembelajaran mampu menumbuhkan potensi yang dimiliki oleh siswa untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis, keterampilan berkomunikasi, dan retensi siswa dalam proses pembelajaran. Model pembelajaran RPQSS merupakan model pembelajaran yang memiliki sintaks membimbing siswa untuk berperan aktif dalam proses pembelajaran, siswa terlibat aktif dalam menemukan konsep dan membangun sendiri pengetahuannya sehingga mampu memberdayakan keterampilan abad 21. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Reading Practicing Questioning Summarizing and Sharing (RPQSS) terhadap keterampilan berpikir kritis, keterampilan berkomunikasi, dan retensi siswa dalam pembelajaran biologi kelas XI SMA di Kabupaten Malang. Rancangan dalam penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan rancangan pretest-posttest Nonequivalent Control Group. Variabel bebas adalah model pembelajaran (RPQSS, RQA, TPS, dan Konvensional). Variabel terikat adalah keterampilan berpikir kritis, keterampilan berkomunikasi, dan retensi. Populasi penelitian adalah keseluruhan siswa kelas XI SMA di Kabupaten Malang tahun ajaran 2018/2019. Sampel yang digunakan dalam penelitian melalui hasil placement test adalah siswa SMA Islam Kepanjen kelas XI IPA2 sebagai kelas eksperimen model TPS, XI IPA3 sebagai kelas eksperimen model RQA, dan siswa SMAN 1 Sumberpucung kelas XI IPA1 sebagai kelas Konvensional, XI IPA6 sebagai kelas eksperimen model RPQSS. Keterampilan berpikir kritis, keterampilan berkomunikasi, dan retensi diukur menggunakan rubrik dan tes essay. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrumen perlakuan berupa silabus, RPP, LKS, soal tes essay dan instrumen pengukuran berupa rubrik keterampilan berpikir kritis, keterampilan berkomunikasi. Instrumen tes terlebih dahulu diuji validitas dan reliabilitas. Data diambil pada saat pretest, posttest dan setelah 2 minggu setelah posttest.Data yang diperolehdilakukan uji normalitas data dengan uji One Sample Kolmogorov-Smirnov dan uji homogenitas data dengan Levene’s Test.Uji hipotesis menggunakan Analisis Kovarian pada taraf signifikansi 5% (
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF BERBASIS WEB UNTUK MENGATASI MISKONSEPSI PADA MATERI SEL
RINGKASAN Perbaikan di bidang pendidikan masih terus dilakukan dengan harapandapat mencapai tujuan yang telah direncanakan, yaitu membantu siswa memahami suatu konsep sehingga dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami konsep dapat mengalami miskonsepsi. Miskonsepsi sering terjadi pada materi yang memiliki karakteristik abstrak, misalnya materi sel. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan pada 31 siswa kelas XI MIPA 3 SMAN 6 Malang, diketahui bahwa sebanyak 49% siswa mengalami miskonsepsi yang banyak terjadi pada materi transpor aktif, difusi sederhana, difusi terfasilitasi, osmosis, fungsi organel lisosom, pembelahan mitosis, pembelahan meiosis dan sintesis protein. Miskonsepsi dapat diatasi dengan pembelajaran berbantuan komputer, misalnya menggunakan multimedia interaktif. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk multimedia interaktif berbasis web yang valid untuk mengatasi miskonsepsi pada materi sel. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan model ADDIE. Media dikembangkan dengan software Adobe Flash CS 6 dengan ekstensi .swf yang kemudian di unggah ke website. Implementasi dilaksanakan pada dua kelas di SMAN 6 Malang yaitu XI MIPA 1 sebagai kelas kontrol dan XI MIPA 3 sebagai kelas eksperimen. Subjek penelitian ini ialah 30 siswa kelas kontrol yang melakukan pembelajaran konvensional dan 30 siswa kelas eksperimen yang melakukan pembelajaran dengan multimedia interaktif berbasis web. Data dikumpulkan dengan instrumen tes diagnostik three tier. Analisis data menggunakan uji independent sample t-test. Hasil validasi ahli media menunjukkan media sangat valid dengan tingkat validitas 93,75%. Hasil validasi ahli materi menunjukkan materi sangat valid dengan tingkat validitas 95,83%. Hasil validasi praktisi lapangan menunjukkan media sangat valid dengan tingkat validitas 96, 88%. Hasil uji coba terbatas pada 10 siswa menunjukkan bahwa media layak digunakan dengan hasil penilaian sebesar 85,91%. Berdasarkan hasil uji t, diketahui nilai signifikansi 0,133>0,05 sehingga tidak ada perbedaan signifikan antara tingkat miskonsepsi kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hal tersebut dikarenakan proses implementasi dengan model RQA yang kurang maksimal dan tidak disediakan LKS pada saat pembelajaran. Media yang dikembangkan dapat digunakan sebagai suplemen belajar mandiri atau dapat digunakan dalam pembelajaran di kelas. Saran untuk penelitian dan pengembangan yang sejenis yakni pada saat pelaksanaan pembelajaran dengan model RQA perlu dimaksimalkan di setiap tahapnya atau bisa menggunakan model pembelajaran lain yang lebih tepat, serta diperlukan LKS pada saat implementasi media
Identifikasi Bakteri Penghasil Hormon Indole Acetic Acid (IAA) Di Ranu Pani dan Bakteri Pelarut Fosfat Di Ranu Grati Berdasarkan Sekuen Gen 16S rRNA
RINGKASAN Rodiansyah, Achmad. 2019. Identifikasi Bakteri Penghasil Hormon Indole Acetic Acid (IAA) Di Ranu Pani dan Bakteri Pelarut Fosfat Di Ranu Grati menggunakan Sekuen Gen 16S rRNA. Skripsi, Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Sitoresmi Prabaningtyas, S.Si., M.Si., (II) Dwi Listyorini, M.Si., D.Sc. Kata kunci: Bakteri, Indole Acetic Acid (IAA), Pelarut Fosfat, 16S rRNA Isolat bakteri PIS dari Ranu Pani memiliki potensi menghasilkan hormon Indole Acetic Acid (IAA) tertinggi dan isolat bakteri GPS dari Ranu Grati memiliki potensi untuk melarutkan fosfat tertinggi namun, keduanya belum teridentifikasi. Identifikasi sangat penting untuk konservasi, mempelajari regulasi dan peranannya dalam lingkungan untuk mengatasi masalah lingkungan, kesehatan, pangan dan keperluan industri. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi isolat bakteri PIS dan isolat bakteri GPS menggunakan gen 16S rRNA. Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk penelitian berikutnya yaitu pengembangan konsorsium bakteri untuk mempercepat pertumbuhan mikroalga sebagai penelitian dasar pengembangan biofuel berbasis mikroalga. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif eksploratif yang bertujuan untuk mengidentifikasi serta menganalisis hubungan kekerabatan bakteri yang memiliki potensi menghasilkan hormon IAA tertinggi di Ranu Pani, Kabupaten Lumajang dan bakteri pelarut fosfat tertinggi di Ranu Grati, Kabupaten Pasuruan berdasarkan sekuen 16S rRNA. Prosedur penelitian yang dilakukan adalah pengkulturan isolat bakteri yang kemudian dilanjutkan dengan isolasi genom DNA (gDNA). Hasil isolasi DNA diukur konsentrasi dan kemurniannya kemudian dilanjutkan dengan tahapan amplifikasi menggunakan teknik Polymerase Chain Reaction (PCR). Hasil PCR selanjutnya dicek menggunakan gel elektroforesis untuk melihat gen target. Hasil PCR yang sesuai dengan gen target disekuensing untuk mengetahui urutan basanya. Hasil isolasi gDNA didapatkan bahwa sampel PIS memiliki konsentrasi DNA sebesar 231,5 ng/µL dan sampel GPS sebesar 65,7 ng/µL dengan nilai kemurnian sebesar 1,9 pada kedua sampel. Visualisasi hasil PCR gen 16S rRNA diperoleh gen yang sesuai pada gel elektroforesis 1% yang kemudian disekuensing. Hasil analisis contig pada hasil sekuensing didapatkan bahwa sampel PIS memiliki panjang gen 1431 bp dan sampel GPS memiliki panjang gen 1423 bp. Kedua sekuen hasil contig setelah dilakukan Basic Local Aligment Search Tool (BLAST) merupakan gen 16S rRNA dengan nilai similaritas dan query cover yang tinggi. Hasil rekonstruksi pohon filogenetik dan analisis jarak genetik diperoleh bahwa sampel PIS diduga Bacillus paramycoides (similaritas: 99,9%) dan sampel GPS adalah anggota genus Enterobacter (similaritas: 91,4%) yang berkerabat dekat dengan Enterobacter xiangfangensis. Pendekatan genomik dan pendekskripsian fenotip lebih lanjut perlu dilakukan untuk menentukan spesies yang dapat dipercaya
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Literasi Sains dan Berpikir Kritis Siswa Kelas XI SMAN 9 Malang
ABSTRAK Afriani, Zosha. 2018. Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Sains dan Berpikir Kritis Siswa Kelas XI IPA SMAN 9 Malang. Skripsi Prodi S1 – Pendidikan Biologi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Ibrohim, M.Si., (II) Dra. Nursasi Handayani, M.Si. Kata Kunci: Problem Based Learning (PBL), Literasi Sains, dan Berpikir Kritis Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi sains dan berpikir kritis siswa kelas XI IPA SMAN 9 Malang pada materi sistem respirasi dan sistem ekskresi melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Problem Based Learning merupakan model pembelajaran yang menggunakan masalah riil sebagai konteks siswa dalam belajar tentang berpikir kritis, ketrampilan pemecahan masalah, serta memperoleh pengetahuan dan konsep esensial dari materi pembelajaran. Penerapan model ini mampu meningkatkan kemampuan literasi sains dan berpikir kritis siswa. Literasi sains adalah kemampuan menggunakan pengetahuan sains untuk mengidentifikasi masalah dan membuat kesimpulan berdasarkan bukti yang berasal dari alam melalui aktivitas manusia sedangkan berpikir kritis merupakan kemampuan pemahaman yang lebih mendalam yang dimiliki oleh siswa yang dalam mencapainya melalui proses menganalisis, menguji dan mengevaluasi argument dari setiap informasi yang diterima oleh siswa. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA F SMAN 9 Malang Tahun Pelajaran 2017/2018 yang berjumlah 32 siswa. Penelitan ini dilaksanakan pada bulan Maret – Mei. Pengumpulan data dilakukan melalui interview partisipan yaitu mewawancarai guru mata pelajaran biologi untuk mencari masalah yang terjadi di dalam kelas, observasi yang dilakukan oleh observer untuk mengetahui keterlaksanaan pembelajaran model problem based learning, dan tes yang dilaksanakan pada tahap akhir siklus untuk mengetahui peningkatan kemampuan literasi sains dan berpikir kritis siswa. Kriteria keberhasilan tindakan pada penelitian ini apabila terjadi peningkatan keterlaksanaan, literasi sains siswa dan berpikir kritis siswa dari siklus I ke siklus II. Berdasarkan hasil penelitian, proses pembelajaran dapat meningkatkan kemampuan literasi sains dan berpikir kritis dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Hal ini terbukti dengan keterlaksanaan model Problem Based Learning mengalami peningkatan persentase dari siklus I sebesar 88,8% ke siklus II sebesar 92,5%. Begitu pula dengan peningkatan kemampuan literasi sains siswa sebesar 66,1% pada siklus I menjadi 83,2% pada siklus II juga peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa sebesar 63,4% pada siklus I menjadi 83,2% pada siklus II
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN BERBASIS KONSTRUKTIVISME MODEL LEARNING CYCLE MATERI JAMUR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SMA KELAS X-1 SMA NU GENTENG BANYUWANGI
Susiawan, Mukhlis. 2014. Pengembangan Modul Pembelajaran Berbasis Konstruktivisme Model Learning Cycle Materi Jamur untuk Siswa Kelas X-1 SMA NU Genteng Banyuwangi. Skripsi, Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Istamar Syamsuri, M.Pd. (II) Sitoresmi Prabaningtyas, S.Si., M.Si. Kata kunci: modul pembelajaran, model Learning Cycle, jamur. Pembelajaran modul mampu memberi kemungkinan kepada siswa untuk belajar mandiri karena setiap siswa dalam kelas dilibatkan secara maksimal dengan menciptakan kondisi eksternal yang optimal bagi masing-masing siswa dan modul merupakan satuan program belajar mengajar memuat rangkaian kegiatan belajar yang direncanakan secara sistematis, baik bagi siswa maupun guru sehingga hasil kerja yang dicapai siswa sesuai dengan tingkat kemampuan sendiri. Adanya penentuan kecepatan oleh masing-masing siswa dalam mempelajari modul, membuat guru memiliki cukup waktu untuk menguasai bahan pelajaran sepenuhnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh pembelajaran modul terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Biologi kelas X-1 SMA NU Genteng. Modul pembelajaran berbasis konstruktivisme model Learning Cycle adalah paket pembelajaran mandiri yang membahas satu topik yaitu Jamur. Modul ini didesain dengan lima tahap pembelajaran yang meliputi engangement(pembangkitan minat), eksplorasi (menyajikati fenomena sehingga siswa diharapkan bisa menemukan masalah), eksplanasi (siswa melakukan kegiatan pengamatan dan menjawab pertanyaan atas pertanyaan yang ditemukan), ekspansi (siswa diharapkan mampu menerapkan konsep yang telah dipelajari) dan evaluasi (siswa merefleksi hasil belajarnya). Modul pembelajaran berbasis konstruktivisme model Learning Cycle dapat diukur melalui valtidasi dan penerapan. Model pengembangan modul yang digunakan penulis mengikuti langkahlangkah sebagai berikut: 1) penentuan standar kompetensi dan rencana kegiatan belajar mengajar, 2) analisis kebutuhan modul, 3) penyusunan draft modul, 4) uji coba, 5) validasi, dan 6) revisi. Validasi dilakukan oleh tiga validator ahli yaitu validator ahli media, ahli materi, guru. Modul juga diujicobakan pada responden yaitu siswa kelas X-1 SMA NU Genteng. Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam pengembangan modul ini berupa angket. Data yang diperoleh berupa data kuantitatif dan data kualitatif. Hasil validasi yang dilakukan oleh ahli media, ahli materi dan guru, memperoleh rerata modul multimedia 79,01%, 84,22%, dan 94,19%. Uji coba oleh responden (siswa) mendapatkan nilai 87,91%. Data hasil validasi dan ahli media, ahli materi, dan guru serta uji coba oleh responden menunjukkan bahwa modul valid dan tidak perlu revisi. Meskipun berdasarkan data kuantitatif tersebut modul ini telah dinyatakan valid dan layak tetapi perlu ditindak lanjuti mengenai komentar dan saran dari ahli media, ahli materi, guru, dan responden
EKSPRESI GEN WNT5A DAN CREB PADA SAMPEL KANKER PAYUDARA DARI PASIEN DI JAWA TIMUR
ABSTRAKShima, Elya Khunazatus. 2018. Ekspresi Gen WNT5A dan CREB pada Sampel Kanker Payudara dari Pasien di Jawa Timur. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Dwi Listyorini, M.Si., D.Sc., (II) Hendra Susanto, S.Pd., M.Kes., Ph.D.Kata Kunci: kanker payudara, WNT5A, CREB, pasien di Jawa Timur Indonesia memiliki prevalensi kanker payudara tertinggi di Asia Tenggara, dan Jawa Timur sebagai provinsi dengan kasus terbanyak. Penelitian terdahulu mengkonfirmasi 10% dari kasus kanker payudara disebabkan oleh faktor genetik. Berbagai penelitian mengenai mekanisme molekuler kanker payudara telah dilakukan untuk menemukan target baru untuk penelitian dan terapinya.WNT5A merupakan salah satu gen yang dilaporkan berperan dalam perkembangan kanker, namun di lain pihak juga dilaporkan menunjukkan fungsi tumor suppressor.WNT5A dilaporkan berperan dalam aktivasi CREB. CREB merupakan transcription factor yang dikonfirmasi upregulationnya berperan penting pada metastasis kanker payudara ke tulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat ekspresi WNT5A dan CREB pada sampel kanker payudara dari pasien di jawa Timur dengan stadium yang telah diketahui. Tingkat ekspresi WNT5A maupun CREB diperiksa melalui hasil RT-qPCR. Hasil menunjukkan WNT5A dan CREB menunjukkan pola peningkatan ekspresi yang tidak berbanding lurus dengan peningkatan stadium kanker payudara. Hal ini diduga karena WNT5A maupun CREB memiliki peran ganda pada kanker payudara. Peran WNT5A ditentukan oleh isoform yang diproduksinya, yaitu WNT5A-long (WNT5A-L) dan WNT5A-short (WNT5A-S). Sedangkan peran CREB ditentukan oleh jalur aktivasinya. Penelitian lebih mendalam perlu dilakukan dengan memeriksa ekspresi isoform WNT5A dan gen lain yang berperan pada aktivasi CREB
ANALISIS PERBANDINGAN LOGAM BERAT KADMIUM (Cd) PADA KUPANG BERAS (Corbula faba Hinds) SELAMA PROSES PENGOLAHAN MENJADI MAKANAN SIAP SAJI
ABSTRAK Kupang beras merupakan makanan tradisional berbasis hasil laut dengan kandungan protein yang baik bagi pertumbuhan anak-anak. Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa kupang beras sebagai bahan dasar Kupang Lontong mengandung logam berat, seperti timbal (Pb) dan merkuri (Hg). Hal ini perlu ditindak lanjuti dengan pengujian kadar logam kadmium dengan tujuan untuk melihat adanya pengaruh tahapan pengolahan terhadap kadar logam berat Cd. Kemudian hasil uji kadar logam Cd dibandingkan pada tiap tahapan pengolahannya. Penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif ini dilakukan pada bulan Agustus – Oktober 2016 dengan pengambilan sampel berupa (1) daging mentah;(2) air rebusan;(3) daging yang direbus;(4) kuah berbumbu; dan (5) daging kupang dimasak dengan bumbu, dilakukan di Desa Balungdowo, Sidoarjo. Penelitian dengan 5 ulangan dilakukan di Laboratorium Ekologi FMIPA UM, diuji dengan Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS) di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Analisis data menggunakan uji statistik t berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada proses pengolahan makan tradisional dari bahan baku daging kupang sampai makanan siap disajikan kandungan Cd tidak berbeda nyata. Uji t terhadap sampel kuah menunjukkan hasil berbeda nyata karena adanya sedimen yang ikut dalam perebusan dalam jumlah yang sangat sedikit, penambahan ladhon (kaldu kupang) ketika pemasakan dan pengencerannya menyebabkan konsentrasi Cd berbeda