SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
1764 research outputs found
Sort by
Pengembangan Multimedia Interaktif pada Sistem Respirasi untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Kognitif Siswa Kelas XI SMAN 1 Tumpang
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sekarang ini sudah mengalami kemajuan yang sangat pesat. Hal ini dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan media pembelajaran yang variatif sehingga proses pembelajaran dapat lebih efektif dan efisien sehingga kemampuan yang sangat dibutuhkan di abad 21 yaitu kemampuan berpikir kritis bisa dimiliki siswa. Media pembelajaran merupakan alat bantu pembelajaran untuk menjelaskan konsep atau teori yang sulit dijelaskan oleh guru secara lisan seperti materi pada mata pelajaran Biologi. Ada materi biologi yang sifatnya sulit divisualisasikan atau objeknya sulit untuk dihadirkan secara visual seperti sistem respirasi manusia meliputi organ respirasi. Berdasarkan hasil wawancara dengan salah satu guru Biologi SMAN 1 Tumpang dan observasi angket kepada siswa diperoleh hasil kurangnya media pembelajaran yang mendukung tentang materi Sistem Respirasi. Media yang digunakan di sekolah berupa buku paket Biologi untuk SMA/MA Kelas XI Kurikulm 2013 oleh Irnaningtyas dan Istiadi dan PPT yang dibuat oleh guru Biologi dan hasil belajar siswa masih 55% yang mencapai KKM. Penelitian dan Pengembangan multimedia interaktif Sistem Respirasi SMAN 1 Tumpang menggunakan model Research and Deveelopment oleh William W. Lee dan Diana L. Owens. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 1 Tumpang dengan subjek penelitian adalah siswa kelas XI MIA 4. Data penelitian berupa hasil angket respon siswa, pretest dan posttest untuk berpikir kritis dan hasil belajar kognitif. Teknik analisis data menggunakan gain score. Hasil penelitian menunjukkan bahwa multimedia interaktif Sistem Respirasi yang dikembangkan memiliki nilai kelayakan tinggi. Hasil validasi oleh ahli materi sebesar 100%. Hasil validasi oleh ahli media sebesar 91%. Hasil validasi oleh praktisi lapangan sebesar 93%. Uji kepraktisan dari angket respon daya tarik siswa kelas XI MIA 4 SMAN 1 Tumpang sebesar 90%. Uji keefektifan dari hasil pretest dan postest berpikir kritis dihitung dengan gain score sebesar 0,6 sedangkan hasil belajar kognitif sebesar 0,8. Berdasarkan hasil gain score tersebut dapat disimpulkan bahwa multimedia interaktif efektif digunakan dalam pembelajaran Sistem Respirasi untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dan meningkatkan hasil belajar kognitif siswa. Saran yang dapat diberikan oleh peneliti adalah multimedia interaktif Sistem Respirasi ini dapat menunjang dalam proses pembelajaran materi Sistem Respirasi sehingga diharapkan mampu meningkatkan berpikir kritis dan hasil belajar kognitif siswa
PREDIKSI POTENSI SENYAWA POLIFENOL KANDUNGAN EKSTRAK KULIT RAMBUTAN (Nephelium lappaceum L.) SEBAGAI ANTIHIPERKOLESTEROLEMIA TERHADAP ENZIM SQUALENE SYNTHASE
RINGKASANSuciati, Lusi. 2019. Prediksi Potensi Senyawa Polifenol Kandungan Ekstrak Kulit Rambutan (Nephelium lappaceum L.) Sebagai Antihiperkolesterolemia Terhadap Enzim Squalene Synthase. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang, Pembimbing : (I) Dr. Sri Rahayu Lestari, M.Si.,(II) Dr. Betty Lukiati, M.S Kata kunci: Geraniin, Corilagin, Ellagic acid, Antihiperkolesterolemia, in silico. Hiperkolesterolemia merupakan kondisi tidak seimbangnya sistem metabolisme yang dapat menyebabkan terjadinya penyakit kardiovaskular (CVD). Pengobatan hiperkolesterolemia umumnya menggunakan statin. Statin memiliki efek samping miopati (nyeri otot) yang disebabkan oleh inhibisi geranylgeranyl pyrophosphate. Obat lapaquistat dikembangkan untuk menghilangkan efek samping miopati. Lapaquistat menghambat squalene synthase yang berada dibagian bawah farnesyl diphosphate, sehingga geranylgeranyl pyrophosphate dapat terbentuk. Hasil uji klinis menunjukkan lapaquistat menyebabkan toksisitas hati pada dosis 100 mg, sehingga perlu dilakukan pencarian obat untuk menggantikanya. Kulit buah rambutan banyak diteliti saat ini karena kandungan flavonoid dan tanin yang lebih tinggi. Pengembangan obat memerlukan proses yang panjang dan biaya yang mahal, prediksi in silico dapat membantu mempersingkat proses awal penelitian laboratorium. Tujuan penelitian ini yaitu untuk memprediksi potensi senyawa geraniin, corilagin, dan ellagic acid kandungan kulit rambutan (Nephelium lappaceum L.) sebagai kandidat anti hiperkolesterolemia dengan target squalene synthase secara in silico. Penelitian ini menggunakan software PyRx untuk mengetahui nilai binding affinity, PyMOL untuk visualisasi posisi pengikatan, discovery studio digunakan untuk visuaisasi jarak dan residu ikatan ligan terhadap target. Web tool yang digunakan yaitu pkCSM untuk memprediksi sifat farmakokinetik dan prediksi potensi aktivitas biologis menggunakan PASS Online (Way2drug). Data dari software dan web tool dianalisis secara deskriptif dan dibandingkan dengan lapaquistat, obat kontrol yang terbukti dapat menghambat enzim target secara klinis. Hasil penelitian menunjukkan senyawa geraniin, corilagin, dan ellagic acid memiliki aktivitas biologis yang lebih baik dibandingkan lapaquistat karena memiliki potensi penyembuhan terhadap kondisi yang disebabkan oleh hiperkolesterol. Binding affinity senyawa geraniin dan corilagin lebih tinggi yaitu 12,2 kcal/mol dan -10,5 kcal/mol daripada lapaquistat (kontrol) yaitu sebesar -10,4 kcal/mol dan ikatan yang terbentuk lebih stabil daripada lapaquistat. Prediksi farmakokinetik relatif baik dengan nilai absorbsi geraniin dan ellagic acid (84,173 % dan 86,684 %) lebih baik daripada lapaquistat yaitu sebesar 72,119 %; volume distribusi corilagin dan ellagic acid (0,462 logL/kg dan 0,375 logL/kg) lebih baik daripada lapaquistat yaitu sebesar -0,735 logL/kg; permeabilitas Caco-2 dan total clerance senyawa geraniin rendah. Saran yang dapat diusulkan yaitu (i) penelitian tentang potensi ekstrak kulit rambutan sebagai antihiperkolesterolemia selanjutnya dapat menggunakan senyawa yang tergolong flavonoid.(ii) Potensi antihiperkolesterolemia senyawa geraniin, corilagin, dan ellagic acid dapat diuji lebih lanjut secara in vitro dan in vivo
PENGARUH PEMBELAJARAN INKUIRI TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS, KERAMPILAN BERPIKIR KRITIS, DAN KEPEDULIAN LINGKUNGAN SISWA SMA NEGERI 9 MALANG
RINGKASANAgustin, Iim Rohima. 2019. Pengaruh Pembelajaran Inkuiri terhadap Keterampilan Proses Sains, Keterampilan Berpikir Kritis, dan Kepedulian Lingkungan Siswa SMA Negeri 9 Malang. Skripsi. Jurusan Biologi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Ibrohim, M.Si., (2) Dr. Sueb, M.Kes.Kata Kunci: kepedulian lingkungan, keterampilan berpikir kritis, keterampilan proses sains, pembelajaran inkuiri.Abad ke-21 disebut abad pengetahuan di mana teknologi berkembang pesat dan arus informasi tersebar tidak terkendali yang menyebabkan terjadinya persaingan dalam kehidupan manusia, perlu adanya keterampilan untuk dapat bertahan di abad ke-21 salah satunya keterampilan berpikir kritis. Kurikulum 2013 yang sedang diterapkan menggunakan pendekatan saintifik dan sering digunakan dalam pembelajaran biologi yang merupakan bagian dari sains. Sains terdiri dari produk dan proses, sehingga dalam proses belajar biologi perlu adanya keterampilan proses sains. Pembelajaran biologi dapat dilakukan di lingkungan alam maupun kelas, perlu adanya kepedulian lingkungan dikarenakan lingkungan dapat menjadi penunjang proses belajar biologi. Berdasarkan observasi, angket, dan wawancara, keterampilan proses sains, keterampilan berpikir kritis, dan kepedulian lingkungan siswa SMA Negeri 9 Malang masih rendah. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran inkuiri dapat meningkatkan keterampilan proses sains, keterampilan berpikir kritis, dan kepedulian lingkungan siswa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan keterampilan proses sains, keterampilan berpikir kritis, dan kepedulian lingkungan siswa antara kelas pembelajaran inkuiri dan konvensional.Jenis penelitian ini eksperimen semu dengan rancangan penelitian pretest posttest nonequivalent control group design. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 9 Malang dengan sampel penelitian siswa kelas X IPA 7 sebagai kelas eksperimen yang diterapkan pembelajaran inkuiri dan siswa kelas X IPA 4 sebagai kelas kontrol yang diterapkan pembelajaran konvensional. Data penelitian berupa pretest dan posttest keterampilan proses sains, keterampilan berpikir kritis, dan kepedulian lingkungan. Teknik analisis data menggunakan uji anakova.Hasil penelitian nilai keterampilan proses sains kelas eksperimen meningkat sebesar 32,02 sedangkan kelas kontrol sebesar 18,31. Skor keterampilan berpikir kritis kelas eksperimen meningkat sebesar 31,47 sedangkan kelas kontrol sebesar 20,16. Kepedulian lingkungan siswa skor meningkat sebesar 11,34 sedangkan kelas kontrol sebesar 5,12. Hasil uji anakova keterampilan proses sains (p=0,000), keterampilan berpikir kritis (p=0,000), dan kepedulian lingkungan (p=0,000), sehingga diperoleh nilai semua p < 0,05.Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa ada perbedaan keterampilan proses sains, keterampilan berpikir kritis, dan kepedulian lingkungan antara kelas pembelajaran inkuiri dan konvensional. Saran yang peneliti berikan yaitu menerapkan pembelajaran yang dapat meningkatkan keterampilan dan sikap siswa agar lebih baik
Studi Komunitas Burung Air di Habitat Lahan Basah Waduk Lahor Kabupaten Malang untuk Penunjang Wisata Birdwatching (Pengamatan Burung)
RINGKASANFaizah, Nur. 2019. Studi Komunitas Burung Air di Habitat Lahan Basah Waduk Lahor Kabupaten Malang Sebagai Penunjang Wisata Birdwatching (Pengamatan Burung). Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Sofia Ery Rahayu, S.Pd, M.Si., (II) Agung Witjoro, S.Pd., M.KesKata Kunci: komunitas, keanekaragaman, burung air, birdwatching.Burung air merupakan jenis burung yang secara ekologis keberadaannya bergantung pada lahan basah atau jenis burung yang hampir seluruh aktivitas hidupnya berkaitan dengan daerah perairan atau lahan basah. Keberadaan burung air di suatu habitat lahan basah dapat menjadi indikator pencemaran lingkungan dan dapat menjadi daya tarik suatu kawasan untuk dijadikan wisata birdwatching. Birdwatching atau birding adalah salah satu teknik pendidikan konservasi sebagai media untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya konservasi burung di alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui spesies burung air yang ada di Waduk Lahor Kabupaten Malang dan status konservasinya, mengetahui nilai indeks keanekaragaman (H’), kemerataan (E), kekayaan spesies (R), nilai frekuensi keterdapatan dan indeks kelimpahan relatif burung air, dan mengetahui keberadaan jenis burung air yang potensial dijadikan wisata birdwatching di Waduk Lahor Kabupaten Malang. Penelitian ini dilakukan dengan cara pengamatan langsung di lapangan dengan menggunakan metode point count, dilakukan sebanyak tiga kali ulangan pada lima titik pengamatan dan tiga waktu yang berbeda yaitu pagi (06.00-08.00), siang (10.30-12.30), dan sore (15.00-17.00). Burung air yang teramati diidentifikasi berdasarkan morfologi yang dibandingkan dengan Seri Buku Panduan Lapangan Burung-burung di Sumatera, Jawa Bali dan Kalimantan, kemudian hasil yang diperoleh di analisis dengan menghitung indeks keanekaragaman, kemerataan, kekayaan spesies, frekuensi keterdapatan dan indeks kelimpahan relatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Waduk Lahor dijumpai 13 spesies burung air yang menurut peraturan SK P20/MENLHK.SETJEN/KUM.1/6/2018 semua burung air yang ditemukan tidak dilindungi dan menurut IUCN 13 burung tersebut termasuk kategori LC (Least Concern) atau beresiko rendah. Hasil nilai indeks keanekaragaman (H’) termasuk dalam kategori sedang (1,4), kemerataan (E) dalam kategori sedang (0,5) dan kekayaan spesies (R) dalam kategori rendah (1,9). Frekuensi kedapatan tertinggi spesies burung blekok sawah dan kokokan laut dan indeks kelimpahan relatif tertinggi blekok sawah. Burung di kawasan Waduk Lahor berpotensi untuk digunakan birdwatching karena ditemukan spesies endemik yaitu Cekakak Jawa dan 12 spesies status keberadaannya dapat ditemui dari tahun-ketahun, selain itu ditemuinya burung migran yaitu Trinil Pantai. 
Analisis Pemanfaatan Laboratorium Terbuka Sekolah sebagai Sumber Belajar dalam Hubungannya dengan Sikap Peduli Lingkungan Siswa Kelas X SMA/MA Negeri di Kota Batu
RINGKASANBrilia, Ajeng Rofika. 2018. Analisis Pemanfaatan Laboratorium Terbuka Sekolah sebagai Sumber Belajar dalam Hubungannya dengan Sikap Peduli Lingkungan Siswa Kelas X SMA/MA Negeri di Kota Batu. Skripsi, Jurusan Pendidikan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dra. Herawati Susilo, M. Sc., Ph. D., (II) Ir. Nugrahaningsih, M. P.Kata kunci: laboratorium terbuka, sikap peduli lingkungan,sumber belajar.Persoalan lingkungan yang saat ini dihadapi adalah bagaimana membentuk sikap peduli dan sadar lingkungan pada masyarakat. Kepedulian masyarakat terhadap lingkungan yang asri dapat menjadi dasar masyarakat untuk bertindak melakukan pencegahan sebelum bencana terjadi.Sekolah merupakan lingkungan hidup siswa selain lingkungan tempat tinggal.Hal tersebut membuat sekolah menjadi tempat yang sangat efektif untuk membentuk karakter siswa dalam hal sikap peduli lingkungan. Tidak semua hal yang diajarkan dapat dibawa ke ruang belajar, tetapi harus didatangi ke tempatnya.Pembelajaran di luar ruangan selama ini hanya terfokus pada mata pelajaran muatan lokal atau pendidikan lingkungan hidup saja, sehinggadampak dari kegiatan tersebut guru merasa kekurangan waktu untuk memanfaatkan lingkungan pada pelajaran biologi dan lebih memilih untuk mengajarkan biologi menggunakan buku teks atau tayangan slide.Berdasarkan hal tersebut muncul pertanyaan (1) bagaimana pemanfaatan laboratorium terbuka sekolah sebagai sumber belajar di SMA/MA Negeri di Kota Batu, (2) bagaimana sikap peduli lingkungan siswa kelas X di SMA/MA Negeri di Kota Batu, dan (3) bagaimana hubungan pemanfaatan laboratorium terbuka sekolah sebagai sumber belajar dengan sikap peduli lingkungan siswa SMA/MA Negeri di Kota Batu.Penelitian diklasifikasikan sebagai penelitian metode campuran (deskriptif dan survei) yang menggunakan instrumen observasi, wawancara dan kuesioner berskala Likert. Penelitian dilakukan di SMAN 1 Batu, SMAN 2 Batu dan MAN Kota Batu dengan total sampel sebanyak 227 siswa yang diambil secara acak.Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pemanfaatan laboratorium terbuka sekolah sebagai sumber belajar di SMA/MA Negeri di Kota Batu termasuk pada kategori pemanfaatan sangat baik dengan hasil persentase sebesar 82,5% untuk SMAN 1 Batu dan MAN Kota Batu, serta 85% untuk SMAN 2 Batu, (2) sikap peduli lingkungan siswa kelas X SMA/MA Negeri di Kota Batu termasuk kategori sangat baik dengan hasil persentase 89% untuk SMAN 1 Batu dan 87% untuk SMAN 2 Batu serta MAN Kota batu, dengan persentase manifestasi perilaku peduli lingkungan siswa sebesar 87,5% untuk SMAN 1 Batu dan SMAN 2 Batu, serta 83,3% untuk MAN Kota Batu, dan (3) pemanfaatan laboratorium terbuka sekolah sebagai sumber belajar biologi secara signifikan berpengaruh positif terhadap sikap peduli lingkungan siswa kelas X. Besar pengaruhnya di SMAN 1 Batu adalah sebesar 15,84%, di SMAN 2 Batu sebesar 30,69% dan di MAN Kota Batu sebesar 29,16%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain selain variabel penelitian
Pengembangan Multimedia Interaktif Pembelajaran Materi Bakteri Berbasis Android untuk Meningkatkan Keterampilan Berfikir Kritis dan Hasil Belajar Siswa Kelas X MIA 4 SMAN 1 Tumpang
RINGKASANIskandar, D. S. 2019. Pengembangan Multimedia Interaktif Pembelajaran Materi Bakteri Berbasis Android untuk Meningkatkan Keterampilan Berfikir Kritis dan Hasil Belajar Siswa Kelas X MIA 4 SMAN 1 Tumpang. Skripsi. Jurusan Biologi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs.Triastono Imam Prasetyo, M. Pd., (2) Dr. Vivi Novianti, S.Si, M.Si .Kata Kunci: Pengembangan, multimedia interaktif, android, bakteri, berfikir kritis, hasil belajarTeknologi merupakan salah satu hal yang wajib dikuasai dan dimanfaatkan oleh segala elemen masyarakat, tidak terkecuali dunia pendidikan. SMAN1 Tumpangmerupakan salah satu instansi yang memiliki fasilitas teknologi yang baik sehingga dapat digunakan untuk proses pembelajaran materi bakteri. Guru SMAN 1 Tumpang belum memanfaatkan fasilitas teknologi ini untuk sumber belajar. Salah satu sumber belajar dapat digunakan untuk proses pembelajaran adalahdengan menggunakan multimedia interaktif.Beberapa hasil penelitian menyatakan bahwa multimedia interaktif berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan multimedia interaktif untuk meningkatkan keterampilan berfikir kritis dan hasil belajar siswa.Jenis penelitian adalah pengembangan dengan menggunakan model pengembangan Lee and Owens. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 1Tumpang dengan sampel penelitian adalah siswa kelas X MIA 4. Data penelitian berupa hasil validasi ahli media, ahli materi, praktisi lapangan, respon siswa, pretest dan postestsiswa, jawaban soal berfikir kritis.Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase rata-rata dari penilaian validator ahli media, ahli materi dan praktisi lapangan berturut-turut adalah 89,28%, 100%, dan 91,25% yang semuanya berada pada kategori sangat valid. Nilai uji kepraktisan adalah 91,25% yang berarti sangat praktis, nilai uji keefektifan adalah 0,70 yang berarti bahwa sangat efektif dan hasil keterampilan berfikir kritis 4,05 yang berarti tingkat berfikir kritis siswa pada kategori mulai berkembang sampai berkembang dengan baik.Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa pengembangan multimedia interaktif dapat meningkatkan keterampilan berfikir kritis dan hasil belajar kognitif siswa. Saran yang dapat diberikan oleh peneliti ialahpenggunaan multimedia interaktif sangat bermanfaatdalam proses pembelajaran materi bakteri sehingga diharapkan dapat meningkatkan keterampilan berfikir kritis dan hasil belajar lainnya yang terdapat dalam kurikulum 2013.SUMMARYIskandar, D. S. 2019. Development of Android-Based Interactive Multimedia Learning Materials for Improving Critical Thinking Ability and Learning Outcomes of Class X MIA 4 Students of SMAN 1 Tumpang. Thesis. Department of Biology. Faculty of Math and Science. Malang State University. Advisors: (1) Drs. Triastono Imam Prasetyo, M. Pd., (2) Dr. Vivi Novianti, S.Si, M.Si.Keywords: Development, interactive multimedia, android, bacteria, critical thinking, learning outcomesTechnology is one of the things that must be mastered and utilized by all elements of society, including those in the world of education. SMAN 1 Tumpang is one of the institutions that has technological facilities that can be used for learning bacteria. SMAN 1 Tumpang teachers have not used technology facilities for learning resources. One learning resource that can be used for the learning process is using interactive multimedia. Some research results are expressed as interactive multimedia that is approved for improving student learning outcomes. The purpose of this study is to develop interactive multimedia to improve critical thinking skills and student learning outcomes.This research uses Lee and Owens development models. The study was conducted in SMAN 1 Tumpang with the students of class X MIA 4 as the sample. The research data consists media expert validation, material experts, field research, student responses, pretest and posttest students, answers to critical thinking questions.The results shows that the average percentage of media expert validators, material experts and agreed-on field approvals were 89.28%, 100%, and 91.25%, all of which corresponded to very valid categories. The practicality test value is 91.25% which means it is very practical, the effectiveness test value is 0.70 which means it is very effective and the critical thinking result is 4.05 which means the level of critical thinking of students in the category begins to develop well.Based on the results of the study it can be concluded that multimedia development can improve critical thinking skills and cognitive learning outcomes of students. The advice that the researcher give is that the use of interactive multimedia is very useful for the learning of bacteria which is expected to improve critical thinking skills and learning outcomes available in the 2013 curriculum
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIMEDIA INTERAKTIF PADA MATERI PROTISTA KELAS X MAN 1 MALANG
Abstrak Pada kehidupan masa kini yang telah memasuki abad 21, kehidupan semakin kompetitif sehingga kurikulum 2013 menekankan kepada siswa untuk mengkonstruk belajarnya sendiri dengan cara memanfaatkan perkembangan IPTEK secara tepat. Strategi yang dapat dilakukan oleh guru dalam memanfaatkan teknologi yaitu pengembangan media pembelajaran berupa multiemdia interaktif. Berdasarkan hasil observasi, wawancara guru, dan angket siswa kelas X MIPA 4 MAN 1 Malang, terdapat kesulitan dalam mempelajari materi protista yang terlalu banyak, siswa dikelas mayoritas bandel dan mudah bosan dikarenakan guru mengajar hanya menggunakan buku, power point, dan gambar, selain itu alokasi waktu pembelajaran biologi tiga jam per minggu, sehingga kurang seimbang dengan kepadatan materi protista. Tujuan penelitian dan pengembangan adalah mengembangkan multimedia interaktif pada materi protista kelas X MAN 1 Malang dan menguji kelayakan, kevalidan, keefektifan dan kepraktisan multimedia interaktif pada materi protista kelas X MAN 1 Malang.Model pengembangan pada penelitian ini menggunakan model ADDIE. Analisis hasil validasi menunjukkan persentase rerata validasi ahli materi 87,5% (valid), persentase rerata validasi ahli media 87,5% (valid), dan persentase rerata validasi praktisi lapangan 92,5% (valid). Rerata hasil uji kepraktisan yang didapatkan dari hasil angket respon siswa diperoleh persentase 88% (sangat praktis). Berdasarkan uji keefektifan dalam menggunakan multimedia interaktif pada materi protista yang diperoleh dari hasil nilai pretest sebesar 74% dan nilai postest 85%, menunjukan peningkatan nilai siswa sebelum dan sesudah menggunakan multimedia interaktif sebesar 15%. Berdasarakan hasil uji keefektifan tersebut dapat disimpulkan bahwa multimedia interaktif efektif untuk digunakan dalam pembelajaran protista. Kata Kunci: media pembelajaran, multimedia interaktif, protista.
Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) dengan Multimedia untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Mata Pelajaran IPA pada Siswa Kelas VII-F SMP Tamansiswa Malang.
Berdasarkan observasi pembelajaran di kelas VII-F SMP Tamansiswa Malang selama kegiatan studi pendahuluan pada tanggal 09 Februari 2018, diketahui bahwa keberhasilan belajar klasikal siswa SMP Tamansiswa Malang adalah 65% dari kriteria ketuntasan minimal 75. Berdasarkan wawancara dengan guru IPA di kelas VII-F SMP Tamansiswa bahwa kemampuan berpikir kritis siswa yang rendah disebabkan oleh kurangnya kemampuan siswa untuk mengidentifikasi masalah materi IPA yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Kemampuan siswa dalam memecahkan permasalahan masih rendah sehingga berdampak pada hasil belajar siswa. Pembelajaran yang inovatif dan kreatif yaitu dengan pembelajaran model Problem Based Learning dengan Multimedia dibutuhkan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar mata pelajaran IPA pada siswa kelas VII-F SMP Tamansiswa Malang menerapkan model Problem Based Learning dengan Multimedia. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Materi pada siklus pertama adalah Pencemaran Lingkungan yang terdiri dari 5 pertemuan (12JP) dan siklus kedua adalah materi Pemanasan Global yang terdiri dari 5 pertemuan (10 JP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa pada materi IPA kelas VII-F SMP Tamansiswa Malang dengan hasil kemampuan berpikir kritis siswa dari pra siklus ke siklus I mengalami peningkatan sebesar 13% dan dari siklus I ke siklus II sebesar 4%. Ketuntasan klasikal hasil kemampuan berpikir kritis mengalami peningkatan dari pra siklus ke siklus I sebesar 65,62% dan dari siklus I ke siklus II sebesar 9,38%. Hasil belajar siswa ranah pengetahuan mengalami peningkatan dari pra siklus ke siklus I sebesar 21% dan dari siklus I ke siklus II sebesar 5% dengan ketuntasan klasikal mengalami peningkatan dari pra siklus ke siklus I sebesar 53,13% dan dari siklus I ke siklus II sebesar 28,1%. Peningkatan hasil belajar ranah keterampilan dari siklus I ke siklus II sebesar 2,84% dengan ketuntasan klasikal sebesar 100%.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING DIPADU READING, QUESTIONING, AND ANSWERING (RQA) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI SISWA KELAS X SMAN 1 KEPANJEN
RINGKASANHeryanti, Nadia Puji. 2019. Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing dipadu Reading, Questioning, and Answering (RQA) untuk Meningkatkan Keterampilan Komunikasi Siswa Kelas X SMAN 1 Kepanjen. Skripsi. Jurusan Biologi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Amy Tenzer, M.S (2) Siti Imroatul Maslikah, S.Si., M.Si.Kata Kunci: inkuiri terbimbing, RQA, keterampilan komunikasiPendidikan di Indonesia menerapkan Kurikulum 2013 yang sesuai dengan perkembangan pendidikan jaman sekarang yaitu mempersiapkan generasi muda untuk menghadapi tantangan hidup abad 21. Salah satu keterampilan abad 21 yang dibidik dalam Kurikulum 2013 adalah keterampilan komunikasi. Hasil observasi di kelas X MIA 6 SMAN 1 Kepanjen pada tanggal 17 September 2018 menunjukkan bahwa keterampilan komunikasi lisan siswa masih rendah terlihat dari kurangnya aktivitas siswa untuk bertanya dan menanggapi dengan baik ketika presentasi atau diskusi kelas. Hasil tes kemampuan awal siswa tanggal 16 Januari 2019 pada materi Fungi menunjukkan hasil rata-rata nilai siswa yaitu 53,33 dengan siswa yang mencapai KKM sebesar 17,8% dari 32 siswa. Kedua aspek tersebut menunjukkan bahwa keterampilan komunikasi siswa masih rendah sehingga diperlukan alternatif model pembelajaran yang mampu meningkatkan keterampilan komunikasi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran Inkuiri Terbimbing dipadu RQA yang digunakan untuk meningkatkan keterampilan komunikasi siswa kelas X SMAN 1 Kepanjen.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian terdiri dari 2 siklus, masin-masing siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu tahapan perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan tindakan, dan refleksi. Penelitian menggunakan materi Plantae yang terangkum dalam Kompetensi Dasar (KD) 3.8 dan materi Animalia yang terangkum dalam KD 3.9. Data yang dikumpulkan selama penelitian yaitu keterlaksanaan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing dipadu RQA dari aspek guru dan siswa dengan instrumen lembar observasi keterlaksanaan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing dipadu RQA dari aspek guru dan siswa, keterampilan komunikasi lisan siswa dengan instrumen lembar observasi keterampilan komunikasi lisan siswa beserta rubrik, keterampilan komunikasi tertulis siswa diukur dengan pretest-posttest serta jawaban LKS secara tertulis pada tahap Answering.Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan model Inkuiri Terbimbing dipadu RQA terlaksana dengan baik menggunakan sintaks (1) mengeksplorasi fenomena, (2) Reading, (3) Questioning, (4) merancang investigasi, (5) melaksanakan investigasi, (6) menganalisis data,(7) membangun pengetahuan baru, (8) mengomunikasikan, (9) Answering. Keterampilan komunikasi lisan maupun tertulis mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II. Keterampilan komunikasi lisan siswa berdasarkan hasil observasi rata-rata semua aspek meningkat yaitu 64,64% pada siklus I menjadi 78,23% pada siklus II. Keterampilan komunikasi tertulis dari hasil pretest-posttest mengalami peningkatan dari 0,61 pada siklus I menjadi 0,81 pada siklus II. Keterampilan komunikasi tertulis berdasarkan jawaban LKS secara tertulis pada tahap Answering mengalami peningkatan dari 80,17% pada siklus I menjadi 85,21% pada siklus II.Kesimpulan dari penelitian yaitu model pembelajaran Inkuiri Terbimbing dipadu RQA dapat meningkatkan keterampilan komunikasi baik secara lisan maupun tertulis pada kelas X MIA 6 SMAN 1 Kepanjen. Saran dari penelitian ini yaitu pada tahapan melaksanakan investigasi sebaiknya guru meminta setiap kelompok mengamati bahan amatan yang berbeda serta mengomunikasikan di depan kelas dengan tujuan agar setiap kelompok memperoleh informasi yang sama meskipun kelompok bahan yang diamati berbeda-beda, sehingga waktu pelaksanaan investigasi akan menjadi lebih efisien
PENGEMBANGAN ASESMEN AUTENTIK UNTUK MENGUKUR KETERAMPILAN KOMUNIKASI DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI PADA MATERI SISTEM EKSKRESI DI SMAN 8 MALANG
RINGKASAN Tesalonika, Novia. 2019. Pengembangan Asesmen Autentik untuk Mengukur Keterampilan Komunikasi dan Hasil Belajar Siswa Kelas XI Pada Materi Sistem Ekskresi di SMAN 8 Malang. Skripsi. Prodi Pendidikan Biologi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Murni Saptasari, M.Si., (II) Hendra Susanto, S.Pd., M.Kes., Ph.D. Kata Kunci: Asesmen Autentik, Keterampilan Komunikasi, Sistem Ekskresi Asesmen autentik merupakan asesmen yang mengacu pada kumpulan informasi yang sistematis tentang kegiatan siswa selama pembelajaran. Hasil observasi yang telah dilakukan di SMAN 8 Malang menunjukkan bahwa guru belum menerapkan asesmen autentik dalam pembelajaran, belum mengukur keterampilan komunikasi siswa dan perlu dikembangkan asesmen autentik yang mencantumkan indikator keterampilan komunikasi sehingga dapat digunakan untuk mengukur keterampilan komunikasi siswa. Keterampilan komunikasi yang efektif perlu dimiliki siswa untuk meningkatkan kinerja akademis, meningkatkan kompetensi, dan diperlukan ketika melakukan interview mencari pekerjaan atau masuk ke perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan produk asesmen autentik yang dikembangkan. Penelitian dan pengembangan yang dilakukan menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima tahap yaitu Analysis, Design, Develop, Implement, dan Evaluate. Produk yang dikembangkan dalam penelitian ini terdiri dari perangkat pembelajaran (RPP dan UKBM), instrumen penilaian diskusi, peer-assessment, instrumen penilaian poster, dan instrumen tes formatif. Produk divalidasi oleh ahli asesmen dan ahli materi sebelum diimplementasikan. Uji coba yang dilakukan yaitu uji coba skala kecil pada 30 siswa, dan uji coba skala besar pada 136 siswa XI MIPA d SMAN 8 Malang dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing. Uji coba dilakukan untuk menguji kepraktisan dan keefektifan produk asesmen yang dikembangkan. Teknik yang digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh terdiri dari: (1) teknik analisis isi, (2) teknik analisis kualitatif, dan (3) analisis butir soal. Data pada penelitian ini berupa data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dari perhitungan hasil validasi dan respon pengguna yang dikonversikan ke dalam angka, hasil observasi keterlaksanaan RPP, hasil observasi diskusi-presentasi, peer-assessment, penilaian poster, dan nilai tes kognitif siswa. Data kualitatif berupa saran yang diberikan oleh validator dan pengguna asesmen autentik yang dikembangkan. Hasil validasi oleh ahli asesmen menunjukkan bahwa RPP, UKBM, asesmen diskusi, peer-assessment, dan asesmen pengetahuan termasuk dalam kriteria sangat valid, serta asesmen poster termasuk kriteria valid. Hasil validasi oleh ahli materi menunjukkan bahwa semua produk pengembangan termasuk dalam kriteria sangat valid. Berdasarkan hasil tersebut maka asesmen autentik yang dikembangkan layak untuk diimplementasikan. Hasil yang diperoleh dari angket respon pengguna (guru) menunjukkan bahwa RPP, UKBM, asesmen diskusi, asesmen pengetahuan, peer-assessment termasuk dalam kriteria sangat praktis, serta asesmen poster termasuk kriteria praktis. Hasil angket respon pengguna (siswa) menunjukkan bahwa UKBM dan asesmen pengetahuan termasuk kriteria sangat praktis, serta peer-assessment termasuk kriteria praktis. Hasil implementasi produk asesmen menunjukkan bahwa keterlaksanaan RPP sangat baik. Hasil tes kognitif siswa dari keempat kelas adalah 84,7 (sangat baik) dengan nilai tertinggi sebesar 98, sedangkan nilai terendah sebesar 60. Hasil observasi diskusi-presentasi menunjukkan bahwa 52,24% siswa dari keempat kelas sangat baik dalam melakukan diskusi dan 47,76% baik dalam melakukan diskusi. Keterampilan komunikasi lisan dan tulisan termasuk dalam kriteria sangat baik. Hasil analisis butir soal menunjukkan bahwa soal memiliki reliabilitas tinggi, tingkat kesukaran mudah sebanyak 30%, sedang 55%, sulit 15%, soal dengan daya beda cukup sebanyak 5%, baik 70%, dan sangat baik 25%. Kesimpulan penelitian adalah asesmen autentik yang dikembangkan layak, praktis, dan efektif digunakan dalam proses pembelajaran. Asesmen autentik yang dikembangkan memiliki indikator keterampilan komunikasi lisan dan tulisan sehingga dapat mengukur keterampilan komunikasi siswa dan hasil belajar