SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
    1764 research outputs found

    Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif Berbasis Android pada Materi Sistem Imun untuk Meningkatkan Sikap terhadap Biologi dan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas XI Lintas Minat Biologi SMA Negeri 2 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Azizah, Safrida . 2018. Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif Berbasis Android pada Materi Sistem Imun untuk Meningkatkan Sikap terhadap Biologi dan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas  XI Lintas Minat Biologi SMA Negeri 2 Malang. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hadi Suwono, M.Si., (II) Dra. Amy Tenzer, M.S.   Kata Kunci: Multimedia interaktif berbasis android, sistem imun, kemampuan berpikir kritis, sikap terhadap biologi. Sikap siswa terhadap biologi membuat kecenderungan bertingkah laku terhadap pelajaran Biologi. Sikap siswa lintas minat biologi SMA Negeri 2 Malang cenderung negatif. Pembelajaran abad 21 menekankan siswa untuk dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritisnya. Siswa lintas minat biologi SMA Negeri 2 Malang memiliki kemampuan berpikir kritis yang masih rendah. Penerapan media pembelajaran berbasis teknologi dan informasi diperlukan untuk memfasilitasi siswa agar lebih mudah memahami pelajaran. Salah satunya adalah menggunakan multimedia pembelajaran interaktif berbasis android. Berdasarkan masalah yang ada, dilakukan penelitian dan pengembangan yang bertujuan untuk mengembangkan multimedia pembelajaran interaktif berbasis android pada materi sistem imun yang dapat meningkatkan sikap terhadap Biologi dan kemampuan berpikir kritis siswa kelas  XI Lintas Minat Biologi SMA Negeri 2 Malang yang layak, praktis dan efektif. Multimedia pembelajaran interaktif yang dikembangkan berdasarkan model pengembangan ADDIE oleh Branch (2009) yang meliputi 5 tahap yaitu, yaitu Analyze (analisis), Design (perancangan), Develop (pengembangan), Implement (implementasi) dan Evaluate (penilaian). Multimedia ini divalidasi oleh ahli materi, ahli media, dan guru menggunakan angket validasi. Soal untuk mengukur kemampuan berpikir kritis siswa divalidasi oleh ahli evaluasi. Tingkat kepraktisan diukur berdasarkan jawaban angket respon siswa dan tingkat keefektifan media dilihat berdasarkan nilai gain score yang diperoleh dari hasil rerata nilai pre-test/post-test siswa. Sedangkan untuk mengukur sikap siswa terhadap biologi diperoleh dari jawaban angket sikap terhadap biologi. Hasil validitas multimedia pembelajaran interaktif berbasis android oleh ahli materi, yaitu 96,5%, ahli media sebesar 92,1%, dan praktisi lapangan sebesar 93,3% menunjukkan media sangat valid atau sangat layak untuk digunakan. Kepraktisan multimedia interaktif berbasis android  sebesar 91% dengan kriteria sangat praktis. Berdasarkan rerata nilai pre-test dan post-test, didapatkan gain-score sebesar 0,62 yang berarti kemampuan berpikir kritis siswa dengan kriteria sedang. Hal tersebut menunjukkan multimedia cukup efektif untuk digunakan. Sikap siswa terhadap biologi menunjukkan hasil sebesar 3,5 dengan kriteria sangat baik. Berdasarkan data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa multimedia interaktif berbasis android pada materi sistem imun sangat layak, sangat praktis dan cukup efektif digunakan dalam pembelajaran untuk meningkatkan sikap terhadap biologi dan kemampuan berpikir kritis siswa

    PERBEDAAN PERTUMBUHAN Artemia salina AKIBAT PEMBERIAN VARIASI DOSIS PAKAN TEPUNG KEPALA UDANG VANNAME (Litopenaues vannamei)

    No full text
    ABSTRAK   Artemia salina merupakan pakan alami yang sangat dibutuhkan dalam proses pembenihan terutama budidaya perikanan yang berekonomi tinggi. Dalam budidaya A.salina dibutuhkan pakan dengan kandungan protein tinggi sebagai suplemen nutrient untuk pertumbuhannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan jumlah individu yang menetas dan panjang tubuh A.salina akibat pemberian variasi dosis pakan tepung kepala udang vanname (Litopenaeus vannamei). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan (0,015 g/L, 0,030 g/L, 0,045 g/L, dan 0,060 g/L) dan 6 ulangan yang pengambilan data dilakukan 2 hari sekali selama 22 hari. Kualitas air media kultur (DO, salinitas, pH, dan suhu) dikondisikan sama atau terkontrol sesuai kebutuhan hidup A.salina. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah individu yang menetas berfluktuasi dengan pola yang sama untuk semua perlakuan. Rata-rata jumlah individu yang menetas tertinggi ditunjukkan oleh perlakuan dengan dosis 0,016 gram/L. Pertambahan panjang tubuh A.salina untuk semua perlakuan dosis pakan juga memiliki pola yang sama. Rata-rata pertambahan panjang tertinggi ditunjukkan pada perlakuan 0,060 gram/L

    PENGEMBANGAN LKS DISERTAI POP UP BERBASIS INKUIRI TERBIMBING PADA MATERI SISTEM EKSKRESI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA KELAS XI MA BILINGUAL BATU

    No full text
    ABSTRAK   Kecakapan hidup merupakan kecakapan yang harus dimiliki seseorang untuk berani menghadapi masalah hidup dan mampu mengatasinya. Salah satu kecakapan hidup adalah berpikir kreatif. Kemampuan berpikir kreatif siswa kelas XI IPA MA Bilingual Batu masih rendah. Pengembangan bahan ajar diperlukan untuk menunjang kegiatan pembelajaran biologi terlebih untuk meningkatkan kreativitas siswa MA Bilingual Batu kelas XI sesuai dengan kebutuhan kecakapan hidup. Salah satu bahan ajar ialah LKS. Berdasarkan latar belakang masalah, maka perlu dilakukan penelitian pengembangan yang berjudul pengembangan LKS disertai pop up  berbasis inkuiri terbimbing pada materi sistem ekskresi untuk meningkatkan berpikir kreatif siswa kelas XI MA Bilingual Batu. Model pengembangan yang digunakan pada penelitian ini adalah ADDIE oleh Branch (2009) yang meliputi 5 tahap yaitu, Analyze (analisis), Design (perancangan), Develop (pengembangan), Implement (implementasi) dan Evaluate (penilaian). LKS ini divalidasi oleh ahli materi, ahli media, dan ahli praktisi lapangan menggunakan angket validasi. Tingkat kepraktisan diukur berdasarkan jawaban angket respons siswa dan tingkat keefektifan LKS dilihat berdasarkan nilai gain score yang diperoleh dari hasil rerata nilai pre-test dan post-test siswa. Skor hasil validasi LKS oleh ahli materi, yaitu 91,25%, ahli media sebesar 90%, dan praktisi lapangan sebesar 79% menunjukkan LKS sangat valid atau sangat layak untuk digunakan. Skor hasil uji kepraktisan LKS sebesar 99,07% dengan kriteria sangat praktis. Berdasarkan rerata nilai pre-test dan post-test, didapatkan gain score sebesar 0,52 yang berarti LKS cukup efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif. Berdasarkan data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa LKS disertai pop up berbasis inkuiri terbimbing pada materi sistem ekskresi sangat layak, sangat praktis dan cukup efektif digunakan dalam pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa

    PENGEMBANGAN MODUL REMEDI MATERI RUANG LINGKUP BIOLOGI (KELAS X, KD 3.1) DI SMA NEGERI 1 BATU

    No full text
    ABSTRAK   Penilaian pencapaian kompetensi siswa baik pada kurikulum 2013 maupun Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), menggunakan prinsip pembelajaran tuntas (Mastery Learning) dan didasarkan pada Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditentukan masing-masing sekolah. Siswa yang belum tuntas harus melaksanakan pembelajaran remedi. Di kelas XI MIPA 4 yang berjumlah 36 siswa terdapat 3 orang yang belum tuntas atau sekitar 8,3% siswa belum tuntas. Di kelas XI MIPA 5  yang berjumlah 36 terdapat 4 orang yang belum tuntas atau sekitar 11,1% siswa belum tuntas. Terdapat hambatan dalam pelaksanaan remedi yaitu terbatasnya alokasi waktu untuk melaksanakan pembelajaran remedi. Sehingga, pada pelaksanaannya remedi hanya dilakukan dengan cara melakukan tes ulang dan pemberian tugas. Alternatif untuk mengatasi permasalahan tersebut maka perlu dikembangkan modul pembelajaran remedi materi ruang lingkup biologi untuk menyederhanakan pembelajaran reguler agar siswa lebih mudah untuk memahami konsep sebelum diadakan tes remedi. Modul ini dikembangkan menggunakan model 4D oleh Thiagarajan, S., Semmel, D.S. & Semmel, M.I. tahun 1974. Model pengembangan ini memiliki 4 tahapan yaitu define, design, develop, dan disseminate. Pada penelitian ini dibatasi sampai tahap develop. Validasi modul melibatkan 3 orang ahli/pakar meliputi ahli materi, ahli pengembangan dan praktisi lapangan/guru. Uji coba lapangan terbatas dilakukan melalui uji keterbacaan kepada 3 orang siswa XI MIPA 4 dan 4 orang siswa XI MIPA 5 SMA Negeri 1 Batu yang sebelumnya telah melaksanakan remedi pada materi ruang lingkup biologi. Validasi oleh ahli materi diperoleh sebesar 99%, hasil validasi oleh ahli pengembangan diperoleh sebesar 93,37%, dan hasil validasi oleh praktisi lapangan sebesar 92,43%.  Hasil uji keterbacaan oleh siswa diperoleh sebesar 95,5%. Perolehan persentase hasil validasi dan uji keterbacaan tersebut menunjukkan bahwa modul yang dikembangkan termasuk dalam kualifikasi sangat valid dan layak untuk digunakan

    PENGGUNAAN LEMBAR KERJA SISWA BERBASIS INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA KELAS X MAN 1 MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Model pembelajaran inkuiri terbimbing merupakan model pembelajaran yang berpusat pada siswa dan membuat siswa menemukan sendiri konsep yang dipelajari. Berdasarkan hasil observasi peneliti diketahui bahwa dalam pembelajaran biologi kelas X MIPA 3 MAN 1 Malang sudah menggunakan model pembelajaran yang menuntut siswa aktif namun lembar kerja siswa (LKS) yang digunakan belum menuntun siswa untuk aktif dalam pembelajaran. Permasalahan yang ditemukan adalah keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar kognitif siswa kelas X MIPA 3 MAN 1 Malang mayoritas masih tergolong rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar kognitif siswa kelas X MIPA 3 MAN 1 Malang. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan pada kelas X MIPA 3 MAN 1 Malang dengan jumlah siswa 38. Penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus dan setiap siklus terdiri dari 4 tahap yakni: 1) perencanaan, 2) pelaksanaan, 3) pengamatan dan 4) refleksi. Hasil penelitian menujukkan keterlaksanaan pembelajaran menggunakan LKS berbasis inkuiri terbimbing oleh guru mengalami peningkatan sebesar 4,097% dari persentase keterlaksanaan siklus I sebesar 95,313% dan siklus II sebesar 99,218%. Sedangkan keterlaksanaan pembelajaran menggunakan LKS berbasis inkuiri terbimbing oleh siswa mengalami peningkatan sebesar 4,133% dari persentase keterlaksanaan siklus I sebesar 94,531% dan siklus II sebesar 98,438%. Keterampilan berpikir siswa meningkat dianalisis melalui jawaban tes di akhir siklus menggunakan rubrik keterampilan berpikir kritis. Persentase peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa dengan kriteria mulai berkembang atau berkembang dengan baik meningkat 14,29% dari siklus I sebesar 73,68% menjadi 84,21% pada siklus II. Hasil belajar kognitif siswa meningkat dianalisis dari nilai ulangan harian yang dibandingkan dengan KKM yang telah ditentukan. Persentase peningkatan hasil belajar kognitif siswa dengan kriteria tuntas meningkat 30,78% dari siklus I sebesar 34,21% menjadi 44,74% pada siklus II.   Kata Kunci: Model pembelajaran inkuiri terbimbing, keterampilan berpikir kritis, hasil belajar

    Pengambangan Modul Remedial Materi Sel Kelas XI di SMAN 7 Malang

    No full text
    RINGKASAN   Permatasari, Intan. 2018. Pengembangan Modul Remedial Materi Sel Kelas XI di SMAN 7 Malang. Skripsi. Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Triastono Imam Prasetyo (II) Siti Imroatul Maslikah S.Si,. M.Si   Kata Kunci: modul remedial, pembelajaran remedial, materi sel Salah satu kendala dalam pencapaian tujuan pendidikan adalah hasil belajar yang masih dibawah KKM. Alternatif solusi untuk penguatan dalam peningkatan hasil belajar adalah dengan pengembangan bahan ajar berupa modul untuk pembelajaran remedial. Hasil observasi dengan wawancara pada tanggal 8 Nopember 2018 diperoleh informasi bahwa 40% siswa dibawah KKM dan perlu bahan ajar untuk menunjang pembelajaran remedial. Pembelajaran  remedial sangat penting dilakukan guru karena menjadi salah satu point dalam mengatasi masalah pembelajaran terutama siswa yang hasil belajar dibawah KKM. SMA/MA. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan modul remedial untuk membantu pembelajaran remedial dan diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar sehingga hasil belajar siswa dibawah KKM semakin berkurang bahkan tidak ada. Pengembangan bahan ajar modul didasarkan atas permasalahan yang ada di lapangan, yaitu kurang optimalnya pembelajaran remedial yang dilakukan di SMAN 7 Malang. Pembelajaran remedial di SMAN 7 Malang hanya dilakukan dengan pemberian tugas dan mengerjakan ulang soal ujian. Modul remedial ini diharapkan dapat mebantu belajar siswa yang mendapatkan nilai dibawah KKM terutama materi sel. Penggunaan modul dapat membantu siswa belajar secara mandiri. Model pengembangan modul untuk pembelajaran remedial yang digunakan penelitian ini adalah model 4-D dari Thiagarajan (1974). Model 4-D ini dipilih karena pada model ini telah tersusun secara terpogram dengan urut-urutan kegiatan yang sistematis dalam upaya pemecahan masalah belajar yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa. Model 4-D ini khusus digunakan untuk pengembangan bahan ajar bukan rancangan pembelajaran. Pengembangan model 4-D ini terdiri dari 4 tahap yaitu, pendefinisian (define) , perancangan (design), pengembangan (develop), dan penyebaran (disseminate). Penelitian ini dibatasi pada tahap pengembangan (develop). Modul untuk pembelajaran remedial telah melalui uji validasi oleh ahli materi, media/pembelajaran dan praktisi lapangan. Hasil  validasi ahli materi, modul remedial yang dikembangkan telah memenuhi kriteria, yaitu sebesar 97,92% bahwa modul remedial sangat valid atau dapat digunakan tanpa revisi. Hasil validasi ahli media/pembelajaran, modul remedial yang dikembangkan telah memenuhi kriteria, yaitu 95,07% berdasarkan kriteria validasi menyatakan modul remedial yang dikembangkan sangat valid atau dapat digunakan tanpa revisi. Hasil validasi praktisi lapangan, modul remedial yang dikembangkan telah memenuhi kriteria, yaitu sebesar 97,43% . Berdasarkan kriteria validasi menyatakan modul remedial yang dikembangkan sangat valid atau dapat digunakan tanpa revisi. Modul dilakukan uji keterbaacan kepada siswa kelas XI di SMAN 7 Malang. Hasil uji keterbacaan, modul remedial yang dikembangkan telah memenuhi kriteria, yaitu 91,03% bedasarkan kriteria validasi menyatakan modul remedial yang dikembangkan sangat valid atau dapat digunakan tanpa revisi

    Pengaruh Kualitas Layanan Terhadap Minat Pembelian Ulang Pada Cafe Calories Malang

    No full text
    ABSTRAK   Savitri, Arinda Yuniar. 2017. Pengaruh Kualitas Layanan Terhadap Minat Pembelian Ulang Pada Cafe Calories Malang. Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Hj. Suwarni, M.Si.             Kata Kunci: kualitas layanan, minat pembelian ulang.   Berbagai strategi dilakukan oleh setiap perusahaan dengan tujuan agar  tercapainya harapan konsumen mengenai kualitas layanan yang ada sehingga dapat berpengaruh terhadap minat pembelian ulang yang nantinya akan menciptakan keuntungan bagi perusahaan. Kualitas layanan terdiri dari Tangible, Reliability, Assurance, Emphaty, dan Responsiveness dan kelima indicator tersebut digunakan oleh peneliti untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kualitas layanan terhadap minat pembelian ulang. Rumusan masalah dalam penelitian ini, diantaranya (1) Bagaimana kondisi kualitas layanan dan minat pembelian ulang pada Cafe Calories Malang (2) Besarnya pengaruh kualitas layanan (Tangible, Reliability, Assurance, Emphaty, dan Responsiveness) terhadap pembelian ulang secara parsial dan simultan pada Cafe Calories Malang. (3) Dimensi dari kualitas layanan (Tangible, Reliability, Assurance, Emphaty, dan Responsiveness) yang paling dominan mempengaruhi minat pembelian ulang pada Café Calories Malang. Jenis populasi dari penelitian ini termasuk dalam infinite population. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu konsumen Cafe Calories Malang yang pernah melakukan pembelian pada cafe tersebut, didapatkan jumlah sampel sebanyak 100 responden. Adapun metode analisis penelitian ini adalah dengan menggunakan metode analisis regresi linier berganda. Teknik pengumpulan data menggunakna kuisioner. Hasil dalam penelitian ini adalah (1) menurut persepsi pelanggan, dimensi dari kualitas layanan pada Cafe Calories Malang dikatakan baik (2) secara parsial dan simultan variabel kualitas layanan yang terdiri dari Tangible, Reliability, Assurance, Emphaty, dan Responsiveness berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap minat pembelian pada Cafe Calories Malang (3) kehandalan (reliability) menjadi dimensi dari kualitas layanan yang paling berpengaruh terhadap minat pembelian ulang pada Cafe Calories Malang. Saran bagi penelitian selanjutnya agar lebih memperbaiki kekurangan yang terdapat di dalam penelitian ini guna menambah referensi dan menambah wawasan yang lebih luas bagi pembaca

    PENGEMBANGAN MEDIA INTERAKTIF BERBANTUANMOUSE MISCHIEF UNTUK PEMBELAJARAN MATERI PENCERNAAN MAKANAN MANUSIA PADA SISWA KELAS VIII SMPN 1 PAKIS, KABUPATEN MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Zein, Rico Kharist. 2017. Pengembangan Media Interaktif Berbantuan Mouse Mischief Materi Sistem Pencernaan Manusia di SMPN 1 Pakis, Malang. Skripsi.Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Ibrohim, M.Si., (2) Dra. Hj. Nursasi Handayani, M.Si.   Kata kunci: pengembangan, mouse mischief, sistem pencernaan manusia   Media interaktif berbasis mouse mischief pada materi sistem pencernaan kelas VIII SMP/MTs ini dikembangkan karena ketersediaan media untuk IPA belum ada dan juga guru kurang bias untuk mengembangkan media. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan desain pengembangan media interaktif berbasis mouse mischief pada materi sistem pencernaan kelas VIII dan menguji kualitas media interaktif berbasis mouse mischief pada materi sistem pencernaan kelas VIII di SMP Negeri 1 Pakis, Malang. Tahapan dalam penelitian ini meliputi ADDIE. Subjek validasi produk adalah ahli materi, ahli media pembelajaran, dan kelompok. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode angket, dengan menggunakan instrumen berupa kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan ada dua yaitu teknik analisis kuantitatif dan teknik analisis kualitatif. Hasil penelitian menghasilkan flowchart dan storyboard. Menurut review kualitas multimedia interaktif adalah: (1) ahli materi menunjukkan kategori sangat baik (91,13%), (2) ahli media pembelajran berada pada kategori sangat baik (89,83%), (3) praktisi lapangan menunjukkan kategori baik (94,44%), dan (4) berdasarkan hasil uji coba kelompok kecil berada pada kategori sangat baik (93,46%).   ABSTRACT   Zein, Rico Kharist. 2017. Developing Media Interaktif Learning Design Mouse Mischief-assisted of Human Digestive System Based Inquiry In The Immune System in SMAN 1 Pakis-Malang. Thesis. Biology Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Malang. Advisor: (1) Dr. Ibrohim, M.Si., (2) Dra. Hj. Nursasi Handayani, M.Si.   Keywords : development, mouse mischief, human digestive system    This study aims to describe the development of media interactive learning design Mouse Mischief-assisted teaching science to eighth grade students and test the quality of media interactive learning design Mouse Mischief-assisted of Human Digestive System teaching science of Junior High School 1 Pakis, Malang. Consept stages include ADDIE. The subjects consisted of product validation expert subject matter content, instructional media specialists, and instructional design expert. Subsequently tested products to students on small group testing. Data collection method used is the method of recording documents and questionnaires, using instruments such as product development reports and questionnaires. The analysis techniques used there are two techniques of quantitative analysis and qualitative analysis techniques. The results produces flowchart and storyboard. According of review interactive multimedia quality are : (1) course content shows very good category (91.13 %) , (2) instructional design experts are in very good category (89.83 %), (3) instructional media expert suggests either category (89.83 %), and (4) based on testing a small group in the category of very good (93.36 %)

    Pengembangan Media Monopoli Biologi dalam Pembelajaran Model Team Games Tournament untuk Meningkatkan Hasil Belajar Materi Sistem Sirkulasi Kelas XI MAN Kota Batu

    No full text
    ABSTRAK   Listyarso, Amalina. 2018. Pengembangan Media Monopoli Biologi dalam Pembelajaran Model Team Games Tournament untuk Meningkatkan Hasil Belajar Materi Sistem Sirkulasi Kelas XI MAN Kota Batu. Skripsi, Jurusan Biologi, FakultasMatematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Triastono Imam Prasetyo, M.Pd (II) Nuning Wulandari, S.Si., M.Si.   Kata kunci:pengembangan media, monopoli Biologi, sistem sirkulasi. Kurikulum 2013 merupakan sebuah kurikulum yang mengutamakan pemahaman, skill, dan pendidikan berkarakter. Siswa dituntut untuk paham atas materi, aktif dalam berdiskusi dan presentasi serta memiliki sopan santun disiplin yang tinggi.Biologi merupakan salah satu mata pelajaran yang terdapat pada kurikulum pendidikan nasional di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Pembelajaran Biologi berorientasi aplikatif, pengembangan kemampuan berpikir, kemampuan belajar, rasa ingin tahu, dan pengembangan sikap peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan sosial dan alam. Pemahaman siswa terhadap konsep-konsep Biologi tidak dapat dibangun hanya dengan menggunakan metode konvensional seperti ceramah dan tanya jawab, akan tetapi penyampaian pelajaran Biologi harus disertai dengan praktikum, observasi, dan media penunjang pembelajaran yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media monopoli Biologi materi sistem sirkulasi untuk kelas XI MAN Kota Batu serta menguji kevalidan, kepraktisan dan keefektifannya. Prosedur penelitian pengembangan diadaptasi dari model Thiagarajan (1974) terdiri dari 4 tahap yaitu: define, design, develop, dan dalam penelitian ini dilakukan terbatas hanya sampai tahap develop. Monopoli Biologi di validasi oleh 1 ahli media, 1 ahli materi, 1praktisi lapangan dan diujicobakan pada 33 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media monopoli Biologi dinyatakan valid atau layak digunakan dengan hasil perhitungan ahli materi 93,1%, ahli media 90%, praktisi lapangan 95,15%, uji kepraktisan 92,8%, uji keefektifan ranah kognitif 81,8% dan keefektifan ranah afektif 98,24% yang artinya monopoli Biologi sangat layak, efektif dan positif untuk membantu siswa kelas XI dalam pembelajaran Biologi

    Perbedaan Pertumbuhan Artemia salina akibat Pemberian Pakan Ulat Sutera (Samia cynthia)

    No full text
    ABSTRAK   Kebutuhan produksi ikan terus mengalami peningkatan sehingga perlu adanya dorongan dalam industri perikanan dalam negeri. Beberapa biota laut seperti udang windu memerlukan pakan tertentu pada fase larva seperti zooplankton yang biasa digunakan dalam budidaya ikan. Zooplankton yang sering digunakan adalah Artemia salina. Budidaya Artemia di Indonesia masih belum banyak dilakukan sehingga masih import. Artemia sangat memerlukan protein tinggi untuk pakannya. Salah satu sumber protein yang dapat digunakan adalah pupa ulat sutera (Samia cynthia). Pupa ini memiliki kandungan protein kasar 48%  dan 27% asam lemak tak jenuh, berdasarkan hal tersebut maka pupa ulat sutera sangat berpotensi sebagai pakan Artemia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan jumlah A. salina yang berhasil hidup serta panjang A. salina yang dapat hidup akibat variasi dosis jus pupa ulat sutera (S. cynthia). Penelitian ini diharapkan dapat memerikan manfaat bagi peneliti lainnya dalam penelitian lebih lanjut mengenai dosis pakan. Manfaat lain adalah dapat memberikan informasi bagi masyarakat mengenai alternatif pakan Artemia yang memiliki nilai nutrisi tinggi, serta bagi pemerintah bisa menjadi informasi mengenai pengembangan budidaya Artemia. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan Rancang Acak lengkap (RAL) menggunkan 4 taraf perlakuan pakan, yaitu 0,16 ml; 0,33 ml; 0,50 ml dan 0,67 ml dengan 6 ulangan per perlakuan. Tahap persiapan pada penelitian ini adalah penyediaan wadah kultur beserta air garam dan penyediaan jus pupa ulat sutera. Wadah kultur berupa gelas plastik ukuran 400 ml, serta menyiapkan air garam bersalinitas 3 % menggunakan garam ikan. Jus pupa ulat sutera dibuat dengan cara menghaluskan pupa ulat sutera dengan blender kemudian disaring dengan menggunakan kain saring, hasil saringan berupa jus tersebut digunakan untuk pakan Artemia salina.  Perlakuan diberikan pada media kultur setiap harinya, dan dihitung jumlah serta diukur panjang A. salina yang hidup setiap dua hari sekali. Faktor abiotik seperti DO, pH, salinitas, dan suhu dikontrol. Pengambilan data dilakukan selama 21 hari dengan 11 kali pengamatan jumlah dan panjang. Jumlah A. salina merupakan jumlah yang masih hidup saat pengamatan, perhitungan dilakukan menggunakan pengambilan sampel 5 kali dan dihitung setiap pengambilan. Panjang A. salina merupakan panjang tubuh mulai bagian anterior hingga posterior. Data jumlah dan panjang A. salina yang didapat dianalisis dengan deskriptif dan uji anova. Hasil dari penelitian menunjukan adanya perbeedan pertumbuhan (jumlah dan panjang) pada dosis pakan yang diberikan. Pada analisis grafik data jumlah, dosis 0,67 ml menunjukan adanya kenaikan yang lebih tinggi dari dosis lainnya. Uji anova data jumlah mendapatkan hasil dosis 0,67 ml berbeda nyata yaitu pada pengamatan ke 8, ke 9, dan ke 10. Pada data panjang yang telah dianalisis grafik menunjukan dosis 0,50 ml meiliki pertumbuhan panjang lebih besar dibanding dengan dosis lain. Pada uji anova dosis 0,50 ml menunjukan adanya beda nyata yaitu pada pengamatan ke 7, ke 8, ke 9 dan ke 11. Beda nyata yang terjadi pada pengamatan jumlah dan panjang memiliki terdapat perbedaan dosis, keadaan ini berhubungan dengan jumlah individu dalam area tertentu serta ukuran tubuh individu dalam populasi. Pertumbuhan sendiri akan terjadi lebih baik jika terdapat kelebihan asam amino dalam tubuh, jika dilihat jumlah pakan yang diberikan tetap dan pertumbuhan populasi terus terjadi maka akan tersjadi penurunan jumlah A. salina dalam populasi media kultur. Berdasarkan hal tersebut dapat diketahi adanya dinamika populasi dalam kultur A. salina karena jumlah individu dalam populasi berhubungan dengan ukuran individu dalam populasi tersebut. Pertumbuhan Artemia yang terkontrol memiliki fase-fase yang menunjukan adanya kenaikan dan penurunan jumlah individu dalam populasi. Saat fase dimana jumlah menunjukan nilai tertinggi, ukuran tubuh yang membesar, ketersediaan pakan yang tetap dan area yang tetap menyebabkan kultur tidak bertumbuh dengan maksimal. Fase tersebut akan terjadi berulangkali sehingga akan terlihat fase yang sama akan terjadi berikutnya jika luar area media kultur dan jumlah pakan tetap. Pertumbuhan dapat naik jika ada penambahan luas area kultur dan jumlah pakan sehingga populasi A. salina dapat tumbuh secara maksimal

    0

    full texts

    1,764

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇