SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
    1764 research outputs found

    Frekuensi Kunjungan Harian Arthropoda pada Tumbuhan Liar Thunbergia alata dan Arachis pintoidi Area Kebun Teh Wonosari, Singosari Kabupaten Malang

    No full text
    Tanaman teh adalah komoditas perkebunan Indonesia yang tidak mungkin lepas dari berbagai tantangan.Tantangan besar dalam memproduksi hasil perkebunan teh adalah menangani perkembangan organisme pengganggu tanaman. Pemanfatan musuh alami hama tanaman, khususnya parasitoid dan predator merupakan salah satu komponen pengendalian hama terpadu yang ramah lingkungan.Beberapa tumbuhan liar seperti Thunbergia alata, dan Arachis pintoi  merupakan tumbuhan yang banyak dijumpai di kebun teh. Tumbuhan liar ini menjadi tempat berlindung dan berkembang biak bagi beberapa musuh alami. Hal ini dapat dikembangkan dan akan berperan dalam konservasi predator di agroekosistem. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui frekuensi kunjungan harian Arthropoda pengunjung tumbuhan liar Thunbergia alata dan Arachis pintoi di area kebun the Wonosari Singosari Kabupaten Malang, untuk mengetahui distribusi temporal Arthropoda pada tumbuhan liar Thunbergia alata dan Arachis pintoidi area kebun teh Wonosari Singosari Kabupaten Malang dan untuk mengetahui faktor abiotik yang menentukan frekuensi kunjungan harian Arthropoda pada tumbuhan liar Thunbergia alata dan Arachis pintoidi area kebun teh Wonosari Singosari Kabupaten Malang Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif yang dilakukan di Kebun Teh Wonosari, Singosari, Kabupaten Malang bulan Maret-April 2011. Penentuan tumbuhan amatan dilakukan dengan cara acak di klon TRI 2024. Metode pengamatan yang dipakai adalah metode visual controll. Arthropoda diamati sebanyak 11 periode dalam selang waktu 1 jam dengan durasi 15 menit, dimulai pada pukul 07.00 WIB dan diakhiri pada pukul 17.15 WIB pada Thunbergia alata. Sedangkan pada Arachis pintoi dimulai pada pukul 07.20 WIB dan diakhiri pada pukul 17.35 WIB. Penelitian dilakukan sebanyak 10 kali ulangan dimana ulangan yang digunakan adalah hari kemudian mencatat familia dan jumlah individu Arthropoda yang mengunjungi tumbuhan liar Thunbergia alata dan Arachis pintoi. Untuk mengetahui perbedaan frekuensi kunjungan harian dianalisis dengan analisis uji t berpasangan . Untuk mengetahui variasi temporal dianalisis secara deskriptif menggunakan diagram batang. Faktor lingkungan yang memberi sumbangan terbesar dianalisis dengan analisis regresi ganda bertahap. Dari hasil penelitian ditemukan Arthropoda yang mengunjungi tumbuhan liar Thunbergia alata terdapat 10 ordo yang terdiri dari 24 famili yaitu meliputi 8 famili hama dan 16 famili musuh alami. Sedangkan pengamatan pada tumbuhan liar Arachis pintoi  terdapat 8 ordo yang terdiri dari 21 famili Arthropoda yaitu meliputi 8 famili hama dan 13 famili musuh alami. Distribusi temporal menunjukkan bahwa Arthropoda tertentu lebih sering ditemukan pada jam-jam tertentu, dari hasil penelitian diketahui bahwa Arthropoda yang aktif pada pagi dan sore hari yaitu famili Cicadellidae dan Gryllidae, Arthropoda yang aktif pada siang hari yaitu famili Dolichopodidae dan Syrpidae, dan Arthropoda yang aktif sepanjang hari yaitu famili Coccinellidae, Formicidae, Lycosidae, Oxyopidae, Geometridae dan Mantidae. Faktor abiotik memiliki pengaruh terbesar terhadap frekuensi kunjungan Arthropoda pada tumbuhan liar Thunbergia alata adalah intensitas cahaya dan kelembaban udara, sedangkan pada tumbuhan liar Arachis pintoi adalah kelembaban udara

    ALTERNATIF PEMANFAATAN MINYAK ATSIRI BAWANG TUNGGAL (Allium sativum L.) LOKAL TERHADAP DAYA HAMBAT BAKTERI Staphylococcus aureus DENGAN PROFIL SCANNING ELECTRON MICROSCOPY

    No full text
    ABSTRAK   Jumlah penderita infeksi yang disebabkan bakteri Staphylococcus aureus mengalami peningkatan, hal tersebut dapat disebabkan karena bakteri yang mudah mengalami mutasi dan tingkat resistensi terhadap antibiotik, sehingga perlu dikembangkan antibiotik alternatif. Bahan alam yang berpotensi sebagai antibakteri yakni bawang putih tunggal. Komponen utama dalam bawang putih yang dipercaya bertanggung jawab sebagai  antibakteri adalah senyawa organosulfur diantaranya alicin, ajoene, diallyl sulfide (DAS), diallyl disulfide (DADS), diallyl trisulfide (DATS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan variasi konsentrasi minyak atsiri bawang putih tunggal (Allium sativum L.) lokal terhadap daya hambat bakteri S. aureus secara in vitro dengan metode difusi cakram serta kerusakan struktur morfologi bakteri S. aureus menggunakan Scenning electron microscopy (SEM). Hasil analisis uji Kruskal Wallis menunjukkan bahwa ekstrak minyak atsiri bawang putih tunggal lokal secara signifikan berpengaruh terhadap daya hambat bakteri S. aureus (

    Beberapa sekolah tingkat menengah atas negeri yang ada di kota Malang sudah memiliki perencaaan pembelajaran yang sangat baik namun strategi pembelajaran yang dilakukan guru belum memberdayakan keterampilan metakognitif siswa karena guru belum mengetahui

    No full text
    ABSTRAK   Gultom, Nova, Yesika. 2018. Pengembangan Instrumen Penilaian Materi Sel (KD 3.1 & 4.1) dan Bioproses dalam Sel (KD 3.2 & 4.2) Siswa Kelas XI di SMA Panjura Kota Malang. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Triastono Imam Prasetyo, M.Pd, (II) SitiImroatul Maslikah, S.Si.,M.Si.   Kata kunci: instrumenpenilaian, biologi SMA, kompetensidasar 3.1, 4.1, 3.2 dan 4.2, kelas XI. Penilaian pada Kurikulum 2013 bertujuan untuk mengukur pencapaian indikator pada siswa. Indikator dirumuskan dari kompetensi dasar, oleh sebab itu soal harus mengacu kepada indikator kompetensi. Hasil wawancara dengan guru biologi di SMA Panjura kota Malang, menunjukkan bahwa guru biologi di SMA tersebut jarang melakukan validasi atau analisis butir soal pada soal yang akan diujikan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menghasilkan instrumen penilaian berupa soal pilihan ganda jawaban tunggal sebanyak 30 soal dan asesmen kinerja meliputi asesmen penggunaan mikroskop dan kinerja praktikum yang telah melalui tahap validasi. Instrumen pengumpulan data kualitatif menggunakan lembar validasi, baik untuk validator ahli evaluasi, ahli materi, dan ahli praktisi lapangan, sedangkan untuk pengumpulan data kuantitatif diperoleh dari hasil analisis ITEMAN jawaban siswa dalam pengerjaan soal pilihan ganda jawaban tunggal. Penelitian pengembangan ini menggunakan model pengembangan ADDIE yang dikembangkan oleh Branch (2009) yang terdiri dari 5 tahap yaitu (1) Analyze, (2) Design, (3) Develop, (4) Implement, dan (5) Evaluate. Uji coba produk dilakukan di SMA Panjura Kota Malang sebanyak dua kali, yaitu uji coba kelompok kecil dilakukan pada 12 siswa dan uji coba kelompok besar dilakukan pada 39 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis validitas logis untuk validitas konstruk diperoleh hasil yaitu soal sesuai dengan tujuan pembelajaran. Sedangkan validitas isi diperoleh hasil soal sesuai dengan materi. Validitas empiris diperoleh hasil tingkat kesukaran soal mudah 26,67%, soal sedang 40%, dan soal sukar 33.33%. Daya beda jelek 10%, cukup 40%, baik 46,67%, baik sekali 3,33%. Reliabilitas 0,668 artinya instrumen mempunyai tingkat reliabilitas tinggi. Untuk analisis pengecoh berfungsi sebesar 100%. Saran yang diberikan yaitu kepada pengguna instrumen (guru) melakukan validasi logis, dapat dilakukan dengan sesama teman sejawat yang mengajar mata pelajaran yang sama (Biologi) atau MGMP, sedangkan untuk validasi empirik sebaiknya dilakukan setelah ujian selesai meliputi tingkat kesukaran, daya beda, reliabilitas, dan analisis pengecoh, selain itu sebaiknya responden yang digunakan lebih banyak agar diperoleh hasil validasi empiris yang baik sehingga diperoleh soal yang valid dan soal dapat digunakan untuk skala yang lebih luas.   ABSTRACT   Gultom, Nova Yesika. 2018. The development of Assessment Instrument of Cell(KD 3.1 & 4.1) and Bioprocess in Cell (KD 3.2 & 4.2) in Grade 11th SMA  Panjura Kota Malang. Skripsi, JurusanBiologi, FakultasMatematikadanIlmuPengetahuanAlam, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Triastono Imam Prasetyo, M.Pd, (II) SitiImroatulMaslikah, S.Si.,M.Si.   Keys: Assessment instruments, High School biology, Basic competencies: 3.1. 4.1., 3.2 and 4.2., 11th grade. The aim of assessment in Curriculum 2013 isto measure the achievement of indicators on students. Indicators are formulated from basic competencies. Therefore, the question should refer to the competency indicator. The result of interviews with biology teachers in SMA Panjura Malang showed that teachers rarely did validation or analysis of the items that will be tested to students. The purposes of this study are to develop assessment instruments in the form of 30 multiple choice questions with single answer and performance assessments instrument included microscope usage assessment and practice performance that has passed the validation stage. The qualitative data instruments areobtained from validation sheets byassessment expert validators, material expert, and field expert. Whereas for the quantitative data instruments are obtained from the result of ITEMAN analysis from the student answers in the answer sheet of multiple choice questions with single answers.Theresearch and development model using in this research isADDIE development model that was developed by Branch (2009). This model consisting of 5 stages: (1) Analyze, (2) Design, (3) Develop, (4) Implement, and (5) Evaluate. The product trial are conducted twice in SMA Panjura Malang, that are small group trial conducted to 12 students and large group trial conducted to 39 students. The research results showed that (1) logic validity analysis for construct validity is in accordance with the purpose of learning and content validity analysis from questions are in accordance with the material, (2) empirical validity is obtained that the result of material difficulty level is 26.67% easy, 40%medium, and 33.33% difficult.The differentation level is 10% different, 40% enough, 46.67% good, 3.33%very good. The reliability value is 0.668 means the instrument has a high degree of reliability. For the effectiveness of the distractor shows 100% effective. The advice given to instrument users (teachers) is to perform logical validation, it can be done with other biology teachers or MGMP. Whereas for empirical validation should be done after the exam is completed including the level of difficulty, differentiation, reliability, and the effectiveness of the distractors analysis. Then, it would be better if used more respondents in order to obtain good empirical validation results so as to obtain valid questions instrumentsand it can be used for a wider scale

    Perbandingan Pendekatan Inkuiri Terbimbing dan Verifikasi Bermakna terhadap Pemahaman Konseptual dan Keterampilan Proses Sains ditinjau dari Kemampuan Berpikir Ilmiah Siswa

    No full text
    ABSTRAK   Nurdiansyah. 2018. Perbandingan Pendekatan Inkuiri Terbimbing dan Verifikasi Bermakna terhadap Pemahaman Konseptual dan Keterampilan Proses Sains ditinjau dari Kemampuan Berpikir Ilmiah Siswa. Tesis. Jurusan Pendidikan Kimia, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dra. Srini. M. Iskandar, M.Sc., P.hD., (2) Dr. Suharti, M.Si.   Kata kunci : inkuiri terbimbing, verifikasi bermakna, pemahaman konseptual, keterampilan proses sains, kemampuan berpikir ilmiah Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pendekatan pembelajaran inkuiri terbimbing memberikan pemahaman konsep dan keterampilan proses sains yang lebih tinggi dibandingkan dengan pendekatan verifikasi bermakna ditinjau dari kemampuan berpikir ilmiah siswa pada materi Laju Reaksi dan untuk mengetahui interaksi antara pendekatan pembelajaran dan kemampuan berpikir ilmiah terhadap pemahaman konsep dan keterampilan proses sains siswa. Studi ini merupakan eksperimen semu dengan rancangan faktorial 2 x 2. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa IPA kelas XI MAN 2 Kota Probolinggo . Berdasarkan hasil tes kemampuan berpikir ilmiah, diperoleh 22 pasangan siswa dengan skor KBI yang sama. Instrumen pengukuran KBI adalah Classroom Test of Scientific Reasoning (CTSR) yang dikembangkan oleh Lawson. Tes ini berbentuk pilihan ganda, terdiri dari 24 item dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,74. Pemahaman konsep siswa diukur menggunakan soal pilihan ganda sebanyak 18 item soal yang telah dinyatakan valid. Tes ini memiliki validitas isi sebesar 95,8% dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,84. Data skor pemahaman konseptual dan keterampilan proses sains siswa memenuhi syarat analisis statistik yaitu terdistribusi normal dan homogen. Data tersebut selanjutnya dianalisis dengan uji statistik ANOVA dua jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat 77% dari total 44 siswa  berada pada tingkat concret, 14% berada pada tingkat kemampuan berpikir low formal, dan 9% berada pada tingkat kemampuan berpikir upper formal; (2) pendekatan inkuiri terbimbing memberikan pemahaman konsep yang lebih tinggi dibandingkan dengan pendekatan verifikasi bermakna ditinjau dari kemampuan berpikir ilmiah siswa; (3) pendekatan inkuiri terbimbing memberikan kemampuan proses sains yang lebih tinggi dibandingkan dengan pendekatan verifikasi bermakna ditinjau dari kemampuan berpikir ilmiah siswa; (4) tidak terdapat interaksi antara pendekatan pembelajaran dan kemampuan berpikir ilmiah terhadap pemahaman konsep siswa (5) tidak terdapat interaksi antara pendekatan pembelajaran dan kemampuan berpikir ilmiah terhadap keterampilan proses siswa

    IDENTIFIKASI PROFIL PROTEIN MEMBRAN LUAR Pseudomonas fluorescens SEBAGAI KANDIDAT VAKSIN NOSOKOMIAL

    No full text
    ABSTRAK   Della, Damara Haris Ang. 2018. Identifikasi Profil Protein Membran Luar Pseudomonas fluorescens sebagai Kandidat Vaksin Nosokomial. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Umie Lestari, M. Si, (II) Dr. Endang Suarsini, M. Ked.   Kata Kunci: protein membran luar, Pseudomonas fluorescens, aktivitas fosforilasi, pewarnaan glikoprotein, kandidat vaksin nosokomial Bakteri Pseudomonas fluorescens adalah bakteri Gram negatif yang dapat menyebabkan infeksi saluran kemih. Infeksi saluran kemih merupakan jenis infeksi nosokomial yang sering terjadi. Infeksi nosokomial adalah infeksi yang terjadi pada pasien selamaproses perawatan di rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya yang tidak menunjukkan gejala infeksi saat masuk rumah sakit. P. fluorescens dilaporkan telah mengalami resistensi terhadap beberapa macam antibiotik. Vaksin menjadi alternatif terbaik untuk melawan resistensi bakteri dan beberapa jenis vaksin terhadap P. fluorecens telah dikembangkan seperti whole cell, protein membran luar, lipopolisakarida, dan biofilm. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi profil protein membran luar bakteri P. fluorescens dan menentukan potensi protein membran luar bakteri P. fluorescens melalui uji fosforilasi dan uji pewarnaan glikoprotein sehingga dapat dijadikan sebagai kandidat vaksin. Penelitian ini merupakan penelitan deskriptif eksploratif dengan pendekatan eksperimen laboratorik yang dilakukan dengan analisis pengukuran uji fosforilasi dan uji pewarnaan glikoprotein protein membran luar bakteri P. fluorescens. Obyek penelitian adalah protein membran luar bakteri P. fluorescensyang berasal dari Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Penelitian ini bertempat diLaboratorium Biologi Molekular Gedung O5 Biologi Ruang 314, Laboratorium Mikrobiologi Gedung O5 Ruang 310 Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang, dan Laboratorium Biomedik Universitas Brawijaya Malang pada bulan Desember 2017 hingga bulan April 2018. Tahapan penelitian meliputi beberapa tahap, yakni (1) kultur dan pertumbuhan bakteri, (2) pemisahan membran luar bakteri dengan pemotongan pili, (3) isolasi protein membran luar bakteri P. fluorescens, (4) pengukuran kadar protein membran luar bakteri P. fluorescens, (5) elektroforesis SDS-PAGE crude dan penentuan berat molekul protein membran luar bakteri P. fluorescens, (6) elektroelusi protein membran luar bakteri P. fluorescens, (7) pengukuran aktivitas fosforilasi protein membran luar bakteri P. fluorescens, dan (8) pewarnaan glikoprotein protein membran luar bakteri P. fluorescens yang dilakukan secara manual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa crude protein membran luar bakteri P. fluorescens hasil isolasi menggunakan NOG yang dilanjutkan dengan SDS-PAGE membentuk 6 pita (band) protein dengan berat molekul 69 kDa, 55 kDa, 38 kDa, 34 kDa, 10 kDa, dan 7 kDa. Pengukuran aktivitas fosforilasi protein membran luar bakteri P. fluorescens 34 kDa sebesar 9,239x10-2 µmol/mL.menit, sedangkan aktivitas fosforilasi protein membran luar bakteri P. fluorescens 55 kDa sebesar 15,384x10-2 µmol/mL.menit yang keduanya termasuk dalam kategori relatif rendah yang berarti bahwa kedua protein tidak mengganggu aktivitas sel target. Hasil uji pewarnaan glikoprotein menunjukkan hasil negatif pada protein membran luar bakteri P. fluorescens 34 kDa dan 55 kDa. Berdasarkan studi literasi diketahui bahwa reseptor bakteri tidak hanya berupa glikoprotein, namun dapat berupa protein. Dengan demikian, protein membran luar bakteri P. fluorescens 34 kDa dan 55 kDa dapat digunakan sebagai kandidat vaksin nosokomial.   SUMMARY   Della, Damara Haris Ang. 2018. Identification of Outer Membrane Protein Pseudomonasfluorescensas Vaccine Nosocomial Candidate. Thesis, Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Malang. Advisor: (I) Dr. Umie Lestari, M. Si, (II) Dr. Endang Suarsini, M. Ked.   Keywords:outer membrane protein, Pseudomonas fluorescens, phosphorylation activity, glycoprotein staining, vaccine nosocomial candidate Pseudomonas fluorescens is a Gram-negative bacteria that can cause urinary tract infection. Urinary tract infection is a common type of nosocomial infection. Nosocomial infection is an infection that occurs in patients during the treatment process at a hospital or other health facility that does not show symptoms of infection when admitted to hospital. P. fluorescens has been reported to be resistant to determined antibiotics. Vaccines are the best alternative to resist bacterial resistance and some types of vaccines against P. fluorecens have been developed such as whole cells, outer membrane proteins, lipopolysaccharides, and biofilms. The aim of this study is to identify the profile of outer membrane protein of P. fluorescens bacteria and to determine the potential of outer membrane protein of P. fluorescens bacteria through phosphorylation test and glycoprotein staining test so that it can be used as vaccine candidate. This research is aexplorative descriptive research with laboratory experimental approach which is done by analysis on the measurement of phosphorylation and glycoprotein staining test on outer membrane protein of P. fluorescens bacteria. The research object is the outer membrane protein of bacteria P. fluorescens taken from Microbiology Laboratory Department of Biology FMIPA UniversitasNegeri Malang. This research took place in Molecular Biology Laboratory Building O5 Room 314, Laboratory of Microbiology Building O5 Room 310 Faculty of Mathematics and Natural Sciences, UniversitasNegeri Malang, and Biomedical Laboratory UniversitasBrawijaya Malang on December 2017 until April 2018. This research was conducted through several stages, (1) bacterial culture and growth, (2) separation of outer membrane of bacteria by pili cutting, (3) isolation of outer membrane protein of P. fluorescens bacteria, (4) measurement of protein content in outer membrane of P. fluorescens bacteria, (5) electrophoresis SDS-PAGE crude and determining the molecular weight of outer membrane protein of P. fluorescens, (6) electro elution of outer membrane protein of bacteria P. fluorescens, (7) measurement of phosphorylation activity of outer membrane protein P. fluorescens, and (8) glycoprotein staining of the outer membrane protein of P. fluorescens which was done manually. The findings showed that the crude of outer membrane protein of P. fluorescens as a result of isolation using NOG followed by SDS-PAGE formed 6 bands of protein with molecular weight of 69 kDa, 55 kDa, 38 kDa, 34 kDa, 10 kDa, and 7 kDa. The measurement of phosphorylation activity of outer membrane protein of P. fluorescens 34 kDa bacteria was 9,239x10-2 μmol / mL.min, while phosphorylation activity of outer membrane protein of P. fluorescens55 kDa bacteria was 15,384x10-2 μmol / mL.min which both fall into the category of relatively low which means that the two proteins do not interfere with the activity of the target cell. The results of the glycoprotein staining test showed negative results on the outer membrane protein of P. fluorescens 34 kDa and 55 kDa. Based on literacy studies it is known that bacterial receptors not only in the form glycoproteins, but also proteins. Thus, the outer membrane protein of P. fluorescens 34 kDa and 55 kDa can be used as a vaccine nosocomial candidate

    Pengembangan Instrumen Penilaian Materi Sistem Gerak dan Sistem Sirkulasi Kelas XI Di SMA Nasional Kota Malang

    No full text
    ABSTRAK   Hanifah, Margasari. 2018. Pengembangan Instrumen Penilaian Materi Sistem Gerak dan Sistem Sirkulasi Kelas XI Di  SMA  Nasional  Kota  Malang.  Skripsi,  Jurusan  Biologi,  Fakultas Matematika  dan  Ilmu  Pengetahuan  Alam,  Universitas  Negeri  Malang. Pembimbing: (I) Drs. Triastono Imam Prasetyo, M.Pd, (II) HendraSusanto, S.Pd, M.Kes, Ph.D   Kata kunci: instrumen penilaian, biologi SMA, sistem gerak, sistem sirkulasi, validitas Penilaian dalam kurikulum 2013 ditekankan pada penilaian autentik. Fokus penilaian kurikulum 2013 adalah  keberhasilan siswa dalam mencapai kompetensi pengetahuan, sikap dan  keterampilan. Kompetensi siswa diukur dengan menggunakan suatu instrumenpenilaian. Penelitian ini mengembangkan tes berupa soal pilihan ganda jawaban sebanyak 30soal dan  asesmen kinerja berupa menyajikan karya tulis. Penelitian  ini  bertujuan untuk menghasilkan  produk  instrumen  penilaian yang telah diuji validitas logis dan validitas empiris. Penelitian pengembangan ini menggunakan model penelitian Borg and Gall yang terdiri dari 7 tahap yaitu: (1) penelitian dan pengumpulan data, (2) perencanaan, (3) pengembangan awal desain produk, (4) uji coba  lapora  awal, (5) merevisi hasil uji coba, (6) uji coba lapangan produk utama, (7) revisi produk. Uji coba produk dilakukan di SMA Nasional Kota Malang sebanyak 2 kali, yaitu uji coba lapangan awal dilakukan pada 12 siswa dan uji coba lapangan produk utama dilakukan pada 42 siswa. Pengumpulan data diperoleh dari hasil validasi ahli evaluasi, ahli materi, dan ahli lapangan (guru), serta hasil uji coba lapangan awal dan uji coba lapangan produk utama dianalisis dengan kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil uji validasi konstruk dan validasi isi soal pilihan ganda  jawaban  tunggal dari  ahli evaluasi, ahli materi dan ahli lapangan dan asesmen  kinerja berdasarkan hasil validasi konstruk dan validasi ahli evaluasi disimpulkan telah valid. Berdasarkan analisis program ITEMAN (Item and Test Analysis) diperoleh hasil uji coba lapangan awal pada soal pilihan ganda jawaban tunggal untuk tingkat kesukaran soal mudah 26,67%, soal sedang 53,33%, dan soal sukar 20%. Untuk daya beda diperoleh persentase 20% negatif,  16,7% jelek, 23,3%  cukup  ,  26,67%  baik,  dan  13,33%  baik  sekali.  Untuk  analisis  pengecoh,  pilihan  jawaban berfungsi mengecoh  sebanyak  60%. Berdasarkan hasil uji coba lapangan produk utama pada soal pilihan ganda jawaban tunggal  untuk  tingkat  kesukaran  soal  mudah  33,33%,  soal  sedang  36,67%,  dan  soal  sukar 30%. Untuk daya beda cukup 33,33%, baik 60%, dan baik sekali 6,67%. Reliabilitas  instrumen  tergolong  tinggi dengan  nilai 0,728. Untuk  analisis pengecoh,  pilihan  jawaban  berfungsi  mengecoh  sebanyak  93,33%.  Saran yang dapat diberikan yaitu  instrumen  ini bisa  digunakan  oleh  guru  pelajaran  Biologi  namun  perlu  mengkaji  pada  beberapa  soal  karena perbaikan  soal harus dilakukan berulang-ulang agar mendapatkan  soal  yang valid. Penelitian  ini perlu dikembangkan  lebih  lanjut dengan melanjutkan model pengembangan Borg  and Gall pada langkah ke 8, 9, dan 10

    Perbedaan Sikap dan Minat Siswa Laki-Laki dan Perempuan Pada STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematic) di SMA Ar-Rohmah, Malang.

    No full text
    ABSTRAK   Hapsari, Linda. 2017. Perbedaan Sikap dan Minat Siswa Laki-Laki dan Perempuan Pada STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematic)di SMA Ar-Rohmah, Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Hadi Suwono, M.Si.   Kata Kunci: Sikap, Minat, STEM, SMA Ar-Rohmah STEM adalah integrasi dari bidang IPA, Teknologi, Teknik, dan Matematika (science, technology, engineering, and mathematics). Integrasi STEM dalam pendidikan mulai mengalami peningkatan karena didorong oleh tingginya kebutuhan tenaga kerja yang kompeten di bidang STEM. Keempat bidang STEM saling terkait namun, pada kenyataannya keempat bidang tersebut selama ini dipelajari secara terpisah. Pendidikan di Indonesia, terutama pendidikan yang berbasis pondok pesantren lebih mengutamakan pelajaran IPA dan Matematika sehingga siswa menjadi asing dengan pelajaran yang berhubungan dengan STEM di sekolah. Tujuan penelitian ini adalah: 1)Menganalisis perbedaan sikap siswa laki-laki dan perempuan pada STEM di SMA Ar-Rohmah, 2) Membandingkan minat program studi yang ingin dicapai oleh siswa laki-laki dan perempuan di SMA Ar-Rohmah. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitataif. Penelitian dilakukan di SMA ArRohmah Putri ‘Boarding School’ dan SMA Ar-Rohmah Putra Hidayatullah, Malang. Penelitian dilaksanakan pada bulan April-Juni 2017. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa laki-laki dan perempuan kelas X dan kelas XI IPA di SMA Ar-Rohmah, Malang. Siswa laki-laki kelas X dan XI IPA berjumlah 126 siswa. Siswa perempuan kelas X dan XI IPA berjumlah 231 siswa. Penelitian ini menggunakan metode kuesioner atau angket sebagai metode pengumpulan data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Ada perbedaan sikap siswa laki-laki dan perempuan terhadap STEM. Siswa laki-laki cenderung lebih positif terhadap bidang-bidang STEM jika dibandingkan dengan siswa perempuan. Dari 6 bidang STEM yang ada, dapat dikelompokkan menjadi 2 faktor. Pada siswa laki-laki, anggota faktor 1 adalah IPA, Teknik, Ketakwaan, Teknologi, dan STEM, sedangkan anggota faktor 2 adalah Matematika. Pada siswa perempuan, anggota faktor 1 adalah IPA, Teknik, Ketakwaan dan STEM, sedangkan faktor 2 adalah Teknologi dan Matematika, 2) Minat program studi siswa laki-laki dan perempuan hampir sama. Pada siswa laki-laki, program studi yang paling tinggi peminatnya adalah sosial, kedokteran, dan teknik. Sedangkan pada siswa perempuan, minat program studi tertinggi adalah sosial, kedokteran, dan biologi

    struktur dan komposisi komunitas gastropoda di Hutan Mangrove Pantai Tamban Desa Tambakrejo Kec. Sumbermanjingwetan Kab. Malang

    No full text
    ABSTRAK   Ikawati. 2016. Struktur dan Komposisi Komunitas Gastropoda Di Hutan Mangrove Pantai Tamban Desa Tambakrejo Kec. Sumbermanjingwetan, Kab. Malang. Skripsi.Jurusan Biologi. Program Sarjana UniversitasNegeri Malang.Pembimbing (1). Dr. Ibrohim, M.Si., (2). Drs. Agus Dharmawan, M.Si.   Keyword : Hutan Mangrove PantaiTamban, Struktur, Komposisi, Komunitas, Gastropoda Gastropoda merupakan salah satu hewan invertebrata yang mampu bertahan hidup pada lingkungan yang ekstrim, karena  kemampuannya dalam mengakumulasi senyawa-senyawa polutan yang ada di ekosistemnya sebagai akibat dari aktifitas penduduk di sekitar Hutan Mangrove Pantai Tamban, keberadaan Gastropoda dapat menunjukkan kondisi ekosistem Hutan Mangrove Pantai Tamban dilihat dari struktur dan komposisi komunitasnya. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Mengetahui jenis Gastropoda yang ditemukan di Hutan Mangrove PantaiTamban, (2) Mengetahui struktur komunitas dari Gastropoda penyusun ekosistem Hutan Mangrove Pantai Tamban, (3) Mengetahui komposisi Gastropoda penyusun Hutan Mangrove PantaiTamban, (4) Mengetahui pengaruh lingkungan terhadap keanekaragaman jenis Gastropoda yang ditemukan di Hutan Mangrove Pantai Tamban. Penelitian ini bersifat deskriptif eksploratif menggunakan pendekatan kuantitatif untuk mengungkapkan struktur dan komposisi Gastropoda. Pada penelitian ini data berupa sampel spesies Gastropoda dan nilai factor abiotik yang ditemukan dan diukur di Hutan Mangrove PantaiTamban yang dilakukan pada saat air mulai surut hingga menjelang pasang. Pengambilan sampel Gastropoda beserta factor abiotik dilakukan menggunakan 10 plot dengan 11 jalur. Pengambilan sampel Gastropoda dilakukan dengan menempatkan 110 kuadran berukuran 5x5 m. Untuk mengetahui struktur dan komposisi Gastropoda dilakukan analisis tingkat keanekaragaman, keseragaman, dominansi, Indeks Nilai Penting, kepadatan, kemelimpahan dan kehadiran. Pengukuran faktor abiotik berupa DO, pH, Salinitas dan Suhu Tanah. Penentuan faktor abiotik berpatokan pada Keputusan Kementerian Lingkungan Hidup (KKLH) No. 54 Tahun 2004. Identifikasi Gastropoda dilakukan di Laboratorium Ekologi Universitas Negeri Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur dan komposisi komunitas Gastropoda di Hutan Mangrove Pantai Tamban terdiri dari 3 famili (Littorinidae, Ellobidae dan Potamididae), 4 genus (Littoraria, Cassidula, Cerithidea dan Terebralia) dan 14 spesies. Struktur Gastropoda di Hutan Mangrove Pantai Tamban didominasi oleh Terebralia sulcata, spesies ini berasal dari family Potamididae, family ini merupakan penghuni asli hutan mangrove .Terebralia sulcata juga berperan penting sebagai penyusun ekosistem mangrove Pantai Tamban, hal ini dibuktikan dengan Indeks Nilai Penting Gastropoda spesies ini menduduki peringkat pertama. Komposisi komunitas Gastropoda di Hutan Mangrove Pantai Tamban menunjukkan bahwa keanekaragaman cenderung rendah, akan tetapi memiliki jumlah individu yang melimpah, hal ini menunjukkan bahwa hutan Mangrove Pantai Tamban memiliki kondisi ekosistem yang baik. Perlu adanya penelitian lanjutan yang mengkaji mangrove di area ini untuk memberikan wawasan kepada para penduduk tentang pentingnya mangrove di pesisir

    PERBEDAAN KONSENTRASI ASAM ASETAT DALAM METODE EKSTRAKSI BASA ASAM TERHADAP HASIL GELATIN LIMBAH TULANG IKAN TENGGIRI (Scomberomorus commerson)

    No full text
    Abstrak: Penggunaan gelatin di masyarakat yang sudah semakin meluas, namun tidak diimbangi dengan ketersediaan produk menyebabkan Indonesia mengimport gelatin. Hasil limbah tulang ikan tenggiri yang dihasilkan dari Home Industri mengandung kolagen yang dapat diekstrak menjadi gelatin. Pembuatan gelatin dari tulang ikan tenggiri dapat dijadikan sebagai bahan alternatif untuk menghasilkan gelatin dari sumber hewan lain yang jelas kehalalannya. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan perbedaan konsentrasi asam asetat dalam metode ekstraksi basa asam terhadap hasil mutu gelatin tulang ikan tenggiri serta menenukan formula kombinasi perendaman yang tepat antara variasi konsentrasi asam asetat dengan NaOH dalam pembuatan gelatin tulang ikan tenggiri. Hasil penelitian ini didapatkan kombinasi perendaman NaOH 5% dan konsentrasi asam asetat 1% dalam ekstraksi basa asam merupakan kombinasi perendaman yang tepat dalam pembuatan gelatin tulang ikan tenggiri menghasilkan niai rendemen sebesar 6,8%, nilai viskositas sebesar 18 cP, nilai pH 6,92, berwarna putih kekuningan dan bau larutan asam berkurang.    Kata Kunci:Gelatin limbah tulang ikan tenggiri, ekstraksi basa asam, mutu gelatin.   Abstract:The use of gelatin in the community, but not matched by product availability, has resulted in Indonesia importing gelatin. The result of mackerel bone waste produced from Home Industry contains collagen which can be extracted into gelatin. Making gelatin from the bones of mackerel fish can be used as an alternative material to produce gelatin from other animal sources that are clearly halal. This study aims to prove the difference of acetic acid concentration in acid base extraction method to the quality of gelatin of mackerel fish bone and to find the right combination formula of immersion between the variation of acetic acid concentration with NaOH in gelatin production of mackerel bone fish. The results of this study obtained a combination of immersion of 5% NaOH and 1% acetic acid concentration in acid base extraction is a proper immersion combination in gelatin production of mackerel fish yield of 6.8%, viscosity of 18 cP, pH value of 6.92 , yellowish white and the smell of acid solution is reduced.   Keywords: Gelatin waste of mackerel fish, acid base extraction, gelatin qualit

    PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN REMEDIAL BIOLOGI MATERI JAMUR UNTUK SISWA KELAS X DI MAN KOTA BATU

    No full text
    ABSTRAK   Khoiriyyah, Ni’matul. 2018. Pengembangan Modul Pembelajaran Remedial Biologi Materi Jamur untuk Siswa Kelas X di MAN Kota Batu. Skripsi.Jurusan Biologi, Fakultas Matematikan dan Ilmu Pengetahuan Alam,Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Mimien Henie I.,M.S. (II) Dr. Murni Saptasari, M.Si.   Kata Kunci: modul, pembelajaran remedial, jamur Penilaian pencapaian kompetensi siswa pada kurikulum 2013 menggunakan prinsip pembelajaran tuntas (Mastery Learning) dan didasarkan pada Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditentukan masing-masing sekolah. Siswa yang belum mencapai KKM harus mengikuti pembelajaran remedi. Kenyataan di beberapa sekolah pelaksanaan pembelajaran remedial hanya dilakukan dengan mengerjakan ulang soal yang telah diujikan, tanpa ada perlakuan pembelajaran berulang untuk memahamkan siswa terkait kesulitannya dalam memahami konsep karena kurangnya waktu bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran remedial untuk siswa. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru Biologi kelas X MAN Kota Batu diketahui bahwa pelaksanaan pembelajaran remedial dilakukan dengan cara diberikan tugas secara individu maupun mengerjakan kembali soal ulangan harian yang telah diujikan. Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa siswa diketahui bahwa siswa mengalami hambatan mengenai buku paket dan belum memahami beberapa materi yang diujikan sehingga mengalami remedi. Sebelum melakukan pembelajaran remedial siswa merasa kesulitan jika harus belajar secara mandiri dengan menggunakan buku catatan maupun bahan ajar yang sama dengan pembelajaran biasa, yaitu LKS atau buku paket sehingga mereka membutuhkan bahan ajar lain yang lebih membantu dalam pembelajaran remedial yaitu modul pembelajaran remedial. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan produk modul remedial yang valid, praktis, dan efektif untuk membantu pembelajaran remedial materi jamur pada kelas X MAN Kota Batu. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan model ADDIE (Analyze, Design, Develop, Implement, dan Evaluate). Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI yang pernah mengalami remedi materi jamur sebagai kelompok uji coba dan siswa kelas X yang mengalami remedi materi jamur sebagai kelompok implementasi. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini diperoleh dari wawancara dengan guru, wawancara dengan siswa, validasi modul oleh ahli pembelajaran, ahli materi, dan praktisi lapangan, uji kepraktisan modul oleh siswa kelas XI yang pernah mengalami remedi materi jamur, dan uji keefektifan modul oleh siswa kelas X yang sedang mengalami remedi materi jamur. Hasil pengembangan pada penelitian ini adalah modul pembelajaran remedial yang telah divalidasi oleh ahli dan praktisi lapangan. Hasil validasi oleh ahli pembelajaran menunjukkan bahwa modul sangat valid dengan persentase 98,84%. Hasil validasi oleh ahli materi menunjukkan bahwa modul sangat valid dengan persentase 100%. Hasil validasi oleh praktisi lapangan menunjukkan bahwa modul sangat valid dengan persentase 99,3%. Modul diuji cobakan pada 10 siswa kelas XI yang pernah mengalami remedi pada kelas X dengan mengisi angket respons siswa, diperoleh hasil sebesar 93,75% dengan kriteria sangat valid. Modul diimplementasikan pada 6 siswa kelas X yang mengalami remedi materi jamur, berdasarkan hasil perhitungan gain score didapatkan hasil peningkatan sebesar 0,71 dengan kriteria efektifitas tinggi. Berdasarkan hasil analisis, modul yang dikembangkan efektif untuk membantu siswa dalam pembelajaran remedi. Modul remedi dapat dikembangkan lagi oleh guru dengan Kompetensi Dasar yang lain untuk membantu pembelajaran remedial

    0

    full texts

    1,764

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇