SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
    1764 research outputs found

    Pengembangan Multimedia Flipbook Sebagai Penunjang Materi Ekosistem (KD 3.9) Kelas X Kurikulum 2013 di SMA Negeri Tempeh Lumajang

    No full text
    Penelitian dan pengembangan multimedia flipbook materi ekosistem ini didasari oleh kesulitan siswa dalam mempelajari materi ekosistem, khususnya pada sub materi interaksi antara komponen dalam ekosistem, macam bioma, dan siklus biogeokimia. Hal tersebut disebabkan oleh pengalaman belajar siswa yang kurang terhadap macam bioma, materi dengan proses yang sulit diamati secara langsung, dan juga karena kurangnya media berupa buku panduan siswa. Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah untuk menghasilkan multimedia flipbook materi ekosistem, serta menguji kualitas media yang dikembangkan melalui uji kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan media tersebut. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan model pengembangan Lee dan Owens (2004). Tahapan penelitian dan pengembangan ini meliputi analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Kualitas isi materi multimedia ini divalidasi oleh ahli materi dari jurusan biologi Universitas Negeri Malang. Kualitas media pembelajaran, multimedia ini divalidasi oleh ahli media dari jurusan biologi Universitas Negeri Malang. Multimedia ini juga divalidasi oleh guru biologi selaku praktisi lapangan, dan telah diuji cobakan kepada 33 siswa SMA Negeri Tempeh Lumajang. Hasil validasi multimedia flipbook ini oleh ahli materi adalah 85,8%, yang termasuk dalam kriteria sangat valid. Hasil validasi oleh ahli media adalah 95,4%, yang juga termasuk dalam kriteria sangat valid.Sedangkan hasil validasi oleh praktisi lapangan adalah 89,6%, sehingga dapat disimpulkan bahwa multimedia flipbook sangat valid untuk digunakan dalam proses pembelajaran. Hasil uji kepraktisan mencapai rata-rata persentase sebesar 88%, sehingga dapat disimpulkan bahwa multimedia flipbook termasuk dalam kriteria sangat praktis. Hasil uji keefektifan menghasilkan nilai 0,68 yang berarti peningkatan skor rata-rata pretest dan posttest berada dalam kategori sedang, sehingga multimedia flipbook dapat dikatakan efektif digunakan dalam proses pembelajaran. Hasil ketuntasan belajar klasikal siswa diperoleh persentase 87,8%, sehingga multimedia flipbook efektif digunakan dalam proses pembelajaran

    PELAKSANAAN PEMBELAJARAN REMEDI MATA PELAJARAN BIOLOGI, BESERTA KENDALA DAN SOLUSI OLEH GURU DI MAN 1 DAN MAN 3 KOTA MALANG SEMESTER GASAL DAN GENAP TAHUN AJARAN 2016/2017

    No full text
    ABSTRAK   Kurikulum 2013 dalam hal membagi hasil pembelajaran merupakan sistem pembelajaran tuntas, artinya siswa harus tuntas mencapai kompetensi. Ketuntasan terhadap kompetensi ditetapkan dalam bentuk Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang dirumuskan oleh guru mata pelajaran. Tercapai tidaknya ketuntasan diketahui dari skor ulangan harian mencapai KKM atau tidak. Siswa yang belum mencapai KKM (belumtuntas) akan diberi pembelajaran remedi oleh guru. Penelitian ini bertujuan mengungkapkan “Pelaksanaan Pembelajaran Remedi Mata Pelajaran Biologi, Beserta Kendala dan Solusi oleh Guru di MAN 1 dan MAN 3 Kota Malang kelas X dan kelas X1 Semester Gasal dan Genap tahun ajaran 2016/2017”. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis deskriptif. Sumber data adalah guru mata pelajaran biologi dan siswa yang mengalami remedi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan wawancara terhadap guru dan siswa yang mengalami remedi, observasi, dan studi dokumentasi. Data yang dikumpulkan adalah tahapan pembelajaran remedi yang terdiri atas penelaahaan kembali kasus, pemberian alternatif tindakan, pemberian layanan khusus, pelaksanaan pembelajaran remedi, penilaian hasil kembali, serta re-evaluasi dan re-diagnostik. Selain itu juga dikumpulkan data tentang kendala pelaksanaan pembelajaran remedi dan solusi yang dilakukan guru. Data yang diperoleh dianalisis dengan cara membandingkannya dengan teori pembelajaran remedi dan petunjuk teknis pembelajaran tuntas, remedial, pengayaan yang dikeluarkan oleh Direktorat Pembinaan SMA (2010). Berdasarkan penelitian yang dilakukan di MAN 1 dan MAN 3 Kota Malang semester gasal dan genap 2016/2017 dapat diketahui 1) guru mapel biologi kelas X dan kelas XI sudah melaksanakan 6 tahapan pembelajaran remedi, namun tidak sampai dilakukan pemberian layanan khusus yang dilakukan oleh guru BP karena masalah atau kesulitan yang dialami siswa tidak tergolong kategori berat. 2) Terdapat duahal yang tidaksesuaidengan petunjuk teknis pembelajaran remedi dari Direktorat yaitu pelaksanaan pembelajaran di dalam jam pelajaran yang seharusnya dilaksanakan di luar jam pelajaran dan pelaksanaan pembelajaran remedi yang dilakukandi akhir semester. Adapun kendala yang dihadapi guru dalam pelaksanaan pembelajaran remedi dan solusinya yaitu kesibukan guru, kegiatan sekolah yang menganggu jadwal pelajaran, waktu, situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan dan ketidakdisiplinan siswa untuk melaksanakan pembelajaran remedi. Solusi yang dilakukan guru untuk mengatasi kendala yaitu 1) merubah jadwal remedi untuk siswa yang tidak disiplin, 2) membangi waktu antara tugas mengajar dengan pelaksanaan pembelajaran remedi sehingga keduatugas dapat dilaksanakan, dan 3) memberikan tugas tanpa memberikan tes ulang karena laporan tugas dianggap hasil tes. Bagi guru disarankan agar melaksanakan pembelajaran remedi sesuai dengan teori dan anjuran dari Juknis Pembinaan SMA (2010) agar tujuan pembelajaran tercapai secara maksimal.Jugadisarankan agar guru memanfaatkan tutor sebaya, mengembangkan modul remedi dan mengefektifkan forum MGMP terkait pelaksanaan pembelajaran remedi. Guru disarankan selalu berkonsultasi dengan kepala sekolah dan guru senior biologi untuk dapat melaksanakan pembelajaran remedi dengan benar, sesuai dengan teori pembelajaran remedi dan petunjuk teknis pembelajaran tuntas, remedial, pengayaan yang dikeluarkan oleh Direktorat Pembinaan SMA (2010)

    Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing terhadap Hasil Belajar Kognitif Siswa pada Pembelajaran Biologi di SMAN 1 Pakel Tulungagung

    No full text
    ABSTRAK   SMAN 1 Pakel, Tulungagung telah memberlakukan Kurikulum 2013. Namun, guru mengajarkan materi pada siswa dengan cara konvensional dan minim dengan praktikum di laboratorium. Pembelajaran konvensional membuat guru mendominasi dalam pembelajaran dan siswa kurang terlibat aktif dalam pemecahan masalah. Salah satu model pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar kognitif siswa adalah model inkuiri terbimbing. Model pembelajaran inkuiri terbimbing merupakan metode pembelajaran yang mengharuskan siswanya mencari konsep dari pelajaran itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap  hasil belajar kognitif siswa pada pembelajaran biologi di SMAN 1 Pakel Tulungagung. Penelitian ini menggunakan rancangan Quasi Experiment Pretest-Posttest Group Design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMAN 1 Pakel, Tulungagung, sedangkan sampel pada penelitian ini adalah kelas X MIPA 1 dan kelas X MIPA 2. Kelas eksperimen diberi perlakuan model pembelajaran inkuiri terbimbing, sedangkan kelas kontrol diberi perlakuan pembelajaran konvensional. Instrumen pengukuran yang digunakan pada penelitian ini terdiri dari tes pilihan ganda. Hipotesis penelitian ini dianalisis menggunakan uji statistika anakova dengan uji prasyarat berupa uji normalitas dan uji homogenitas. Berdasarkan hasil uji anakova pada kompetensi dasar 3.7, dapat dilihat bahwa signifikansi p = 0,001 < 0,05 dan Fhitung (2,593) dengan rata-rata kelas kontrol sebesar 76.69 dan kelas eksperimen 78.76. Pada kompetensi dasar 3.8, dapat dilihat bahwa signifikansi p = 0,001 < 0,05 dan Fhitung (11,414) dengan rata-rata kelas kontrol sebesar 73.10 dan kelas eksperimen sebesar 79.17. Dengan demikian, H0 ditolak dan H1 diterima, yaitu model pembelajaran inkuiri terbimbing berpengaruh terhadap hasil belajar kognitif siswa

    Pengaruh Strategi Pembelajaran Cooperative Script Berbantuan Jurnal Belajar terhadap Kesadaran Metakognitif, Keterampilan Metakognitif, dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas XI SMA Negeri di Kota Malang.

    No full text
    ABSTRAK   Sartika, Putri Fitria. 2018. Pengaruh Strategi Pembelajaran Cooperative Script Berbantuan Jurnal Belajar terhadap Kesadaran Metakognitif, Keterampilan Metakognitif, dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas XI SMA Negeri di Kota Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dra. Herawati Susilo, M.Sc. Ph.D., (II) Siti Imroatul Maslikah, S.Si, M.Si.   Kata Kunci: kesadaran metakognitif, keterampilan metakognitif, cooperative script, jurnal belajar Beberapa sekolah tingkat menengah atas negeri yang ada di kota Malang sudah memiliki perencaaan pembelajaran yang sangat baik namun strategi pembelajaran yang dilakukan guru belum memberdayakan keterampilan metakognitif siswa karena guru belum mengetahui strategi yang efektif untuk melatih dan mengembangkan keterampilan metakognitif tersebut. Berdasarkan masalah yang ada, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi pembelajaran Cooperative Script berbantuan jurnal belajar terhadap kesadaran metakognitif, keterampilan metakognitif, dan hasil belajar yang dimiliki siswa. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan rancangan penelitian Pretest-Posttest Nonequivalent Control Group Design. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah strategi pembelajaran Cooperative Script berbantuan jurnal belajar, Cooperative Script, dan diskusi presentasi, sedangkan variabel terikatnya adalah kesadaran metakognitif, keterampilan metakognitif, dan hasil belajar. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMA Negeri di Kota Malang yang menempuh ajaran semester genap  tahun ajaran 2017/2018, sedangkan sampel penelitian yang digunakan yaitu siswa kelas XI SMAN 7 Malang sebanyak 3 kelas, yang ditentukan berdasarkan uji kesetaraan. Penentuan sampel dilakukan secara acak (random sampling). Data diambil pada saat pretest, dan posttest, kemudian dianalisis menggunakan anakova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran Cooperative Script berbantuan jurnal belajar tidak berpengaruh terhadap kesadaran metakognitif, namun strategi pembelajaran Cooperative Script berbantuan jurnal belajar berpengaruh terhadap keterampilan metakognitif siswa dengan persentase 47,44% lebih tinggi dari kelas diskusi presentasi, dan berpengaruh terhadap hasil belajar siswa dengan persentase 42,1% lebih tinggi dari kelas diskusi presentasi. Atas dasar hasil penelitian, disarankan kepada peneliti selanjutnya untuk meneliti mengenai penggunaan jurnal belajar pada strategi pembelajaran yang berbeda, dan memilih format jurnal belajar yang tepat agar evaluasi siswa menjadi lebih maksimal, serta melakukan penilaian terhadap jurnal belajar yang telah dibuat oleh siswa, agar siswa semakin termotivasi untuk mengumpulkan jurnal belajarnya

    Hubungan Antara Faktor Fisika-Kimia dengan Kepadatan Zooplankton Pada Telaga Ngebel Kabupaten Ponorogo Jawa Timur

    No full text
    ABSTRAK   Mustikarini, Diah Ajeng. 2018. Hubungan Antara Faktor Fisika-Kimia dengan Kepadatan Zooplankton Pada Telaga Ngebel Kabupaten Ponorogo Jawa Timur. Skripsi., Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Fatchur Rohman, M.Si, (II) Sitoresmi Prabaningtyas, S.Si M.Si.   Kata Kunci: Kepadatan Zooplankton, Faktor Fisika-Kimia, Telaga Ngebel. Zooplankton berperan penting dalam perairan danau yaitu sebagai konsumen I yang berperan dalam hubungan transfer energi dari produsen primer (fitoplankton) ke jasad hidup yang berada pada trophic level lebih tinggi (ikan). Keberhasilan perikanan tawar ditentukan oleh keberadaan zooplankton di perairan tersebut. Telaga Ngebel Kabupaten Ponorogo sebagai kawasan wisata dan perikanan yang potensial perlu pemantauan terhadap kondisi telaga termasuk mengenai zooplankton, yang berhubungan terhadap faktor fisika-kimia perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komposisi, menganalisis kepadatan zooplankton, indeks keanekaragaman, kemerataan dan dominansi, serta menentukan hubungan faktor fisika-kimia dengan kepadatan zooplanktondi Telaga Ngebel Kabupaten Ponorogo.  Jenis Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pencuplikan menggunakan purposive sampling yaitu teknik pencuplikan berdasarkan pertimbangan pada perbedaan rona lingkungan. Pengambilan spesimen zooplankton dilakukan pada 4 stasiun berdasarkan perbedaan rona lingkungan yaitu area karamba, area inlet-outlet, area hutan lindung, serta area pemukiman penduduk. Faktor fisika-kimia yang diukur, meliputi suhu, pH air, salinitas,intensitas cahaya, oksigen terlarut (DO), kekeruhan (turbiditas), serta unsur terlarut berupa Nitrit, Fosfat. Spesimen zooplankton diidentifikasi pada tingkat genus dan spesies menggunakan buku Fresh Water Biology oleh W.T Edmonson(1959) dan Plankton of South Vietnam oleh Shirota (1966). Selanjutnya dilakukan analisis menganai komposisi, kepadatan, indeks keanekaragaman, kemerataan dan dominansi zooplankton pada setiap stasiun. Analisis korelasi dilakukan untuk mengetahui hubungan kepadatan zooplankton dengan faktor fisika-kimia. Hasil penelitian ditemukan sebanyak 11 famili dan 19 genus yang terdiri atas 24 spesies zooplankton di Telaga Ngebel. Kepadatan Zooplankton berkisar antara 696 ind/l - 1039 ind/l. Kepadatan tertinggi pada stasiun 3 area hutan lindung dan juga pada kedalaman 1,6 meter. Kepadatan spesies tertinggi adalah Nauplius diaptomus yang termasuk dalam kelas Crustacea. Indeks keanekaragaman berkisar antara 2,17-2,87, hal ini mengindikasikan bahwa komunitas zooplankton tergolong pada keanekaragaman yang sedang. Indeks kemerataan berkisar antara 0.82-0,94 yang menunjukkan komunitas zooplankton memiliki sebaran yang relatif merata. Indeks dominansi berkisar antara 0,06-0,11, artinya tidak ada spesies yang mendominasi. Faktor fisika-kimia yang berkorelasi positif dengan kepadatan zooplankton adalah suhu dan oksigen terlarut (DO), yang berkorelasi negatif cahaya dan kekeruhan, sedangkan pH tidak berkorelasi dengan kepadatan zooplankton. Kandungan fosfat antara 0,1106 – 1,007 mg/l, dengan rata-rata 0,4065 mg/l yang menunjukkan bahwa perairan Telaga Ngebel masuk dalam status eutrofik. Kandungan nitrit pada perairan Telaga Ngebel di semua stasiun yaitu < 0,001mg/l. Jika dilihat dari kandungan nitrit, menunjukkan perairan dalam keadaan normal.   SUMMARY   Mustikarini, Diah Ajeng. 2018. The Relation between physical and chemical factors to the density of  zooplankton in Ngebel Lake Ponorogo Jawa Timur. Thesis., Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Advisors: (I) Dr. Fatchur Rohman, M.Si, (II) Sitoresmi Prabaningtyas, S.Si M.Si.   Keywords: Density of Zooplankton, Physical and Chemical Factors, Ngebel Lake. Zooplankton plays an important role in the lake water as primary consumers that has huge role in relation to the energy transfer from primary producer (phytoplankton) to the life on higher trophic level (fish). The success of freshwater fisheries is determined by the existence of zooplankton in this water. Ngebel Lake in Ponorogo as potential tourism and fisheries place needs to monitor the condition of the lake including zooplankton that is related with physical and chemical factors of the water. This research aims to identify composition, analyze the density of zooplankton, the diversity, evenness and dominance, as well as determining the relationship of physical and chemical factors and the density of zooplankton in Ngebel Lake in Ponorogo. The type of this research is descriptive explorative with quantitative approach. The sampling technique used is purposive sampling which is a sampling technique based on differences in the environment hue. The zooplankton specimen was taken on 4 stations based on the difference of environmental tone i.e. karamba area, inlet-outlet area, forest conservation area and residential area. Physical-chemical factors measured include temperature, water PH, salinity, light intensity, dissolved oxygen (DO), turbidity and dissolved elements of Nitrite, Phosphate. The zooplankton specimen is identified in the level of genus and species by using Fresh Water Biology book by W.T Edmonson (1959) and Plankton of South Vietnam by Shirota (1966). Then, further analysis about composition, density, diversity, evenness and dominance of zooplankton in every station was conducted. The correlation analysis was conducted to determine the relationship between the density of zooplankton and physical-chemical factors. As many as 11 families and 19 genus which consist of 24 zooplankton species were found in Ngebel Lake. The density of the zooplankton ranged from 696  ind/l to 1039  ind/l. The highest density was on station 3 in the forest conservation area and also at the depth of 1,6 meters. The species with highest density was Nauplis diaptomus which belongs to Crustacea class. The diversity index ranged from 2,17 to 2,87, indicating that zooplankton belongs to the medium diversity. The evenness index ranges from 0,8 to 0,94 which shows that the zooplankton community spread evenly. The dominance index ranges from 0,06 to 0,11, shows a value that is approaching 0; it means that there are no dominative species. The physical-chemical factors which correlate positively with the zooplankton density were temperature and dissolved oxygen (DO), the ones that negatively correlate are light and turbidy, while pH did not correlate with the zooplankton. The content of phosphate is between 0,1106 – 1,007 mg/l, with an average value of 0,4065 mg/l indicates that Ngebel Lake is in eutrophic status. The content of nitrite on Ngebel Lake in every stations was < 0,001mg/l, indicating that the condition of the water is normal, if seen by the content of nitrite

    Identifikasi Protein Membran Luar Bakteri Serratia liquefaciens Sebagai Kandidat Vaksin Nosokomial

    No full text
    ABSTRAK   Wardani, Bella Pradina Novinda. 2018. Identifikasi Protein Membran Luar Bakteri Serratia liquefaciens Sebagai Kandidat Vaksin Nosokomial. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Metematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Umie Lestari, M.Si, (II) Dr. Endang Suarsini, M.Ked.   Kata kunci: aktivitas fosforilasi protein, kandidat vaksin, protein membran luar, reseptor glikoprotein, Serratia liquefaciens Infeksi nosokomial merupakan salah satu jenis infeksi sekunder yang didapatkan setelah 48 jam pasien dirawat di rumah sakit. Salah satu penyebab infeksi tersebut adalah bakteri Gram negatif yaitu, Serratia liquefaciens. Jumlah penderita infeksi nosokomial yang disebabkan S.liquefaciens mengalami peningkatan setiap tahunnya, hal ini disebabkan oleh tingkat resistensi terhadap antibiotik, sehingga perlu dikembangkan jenis pengobatan lain. Alternatif yang ditawarkan yaitu menggunakan protein membran luar sebagai kandidat vaksin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil protein membran luar bakteri S.liquefaciens serta mengukur aktivitas fosforilasi protein dan uji reseptor glikoprotein pada berat molekul 56 kDa dan 36 kDa sebagai kandidat vaksin. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif dengan eksperimen laboratorik dengan analisis aktivitas fosforilasi dan uji reseptor glikoprotein membran luar bakteri S.liquefaciens. Obyek dalam penelitian ini adalah protein membran luar bakteri S.liquefaciensyang berasal dari Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Penelitian dilaksanakan diLaboratorium Biologi Molekular dan Laboratorium Mikrobiologi FMIPA Universitas Negeri Malang, dan laboratorium Biomedik Universitas Brawijaya Malang. Tahapan penelitian terdiri atas: (1) Kultur dan pertumbuhan bakteriS.liquefaciens; (2) Pemisahan membran luar dengan pemotongan pili bakteri S.liquefaciens; (3) Isolasi protein membran luar bakteri S.liquefaciens; (4) Elektroforesis SDS PAGE dan Penentuan berat molekul protein membran luar bakteri S.liquefaciens; (5) Elektroelusi untuk memperoleh protein membran luar dengan berat molekul 56 kDa dan 36 kDa; (6) Pengukuran Aktivitas Fosforilasi Protein; (7) Pewarnaan Glikoprotein. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elektroforesis SDS-PAGE crude protein membran luar bakteri S.liquefaciens menunjukkan 11 pita yaitu90 kDa;80 kDa; 56 kDa; 51 kDa; 36 kDa; 29 kDa; 24 kDa; 19 kDa; 14 kDa; 10 kDa; dan 8 kDa. Perhitungan akvititas fosforilasi protein membran luar bakteri S.liquefaciens 56 kDa memiliki aktivitas fosforilasi sebesar 16,931 x 10-2µmol/mL.menit, sedangkan protein dengan berat molekul 36 kDa memiliki nilai aktivitas fosforilasi sebesar 17,851 x 10-2µmol/mL.menit. Pewarnaan glikoprotein menunjukkan hasil negatif. Protein membran luar bakteri S.liquefaciens dengan berat molekul 56 kDa memiliki aktivitas fosforilasi relatif rendah dari pada protein dengan berat molekul 36 kDa sehinga lebih berpeluang untuk digunakan sebagai kandidat vaksin.   SUMMARY   Wardani, Bella PradinaNovinda. 2018. Identification of Outer Membrane Protein Serratialiquefaciens as a nosocomial vaccine candidate. Bachelor Thesis. Departement of Biology, Faculty of Mathematics and Science, State University of Malang. Supervisior: (I) Dr.Umie Lestari, M. Si (II) Dr.EndangSuarsini, M.Ked.   Keywords: Activity of Protein Phosphorilation,vaccine candidate,Outer Membrane Protein,Glikoproteinreseptor,Serratialiquefaciens. Nosocomial infection is one of the second infection with achieved after 48 hours treatment in hospital. One of the cause is Gram negative bacteria,namely Serratialiquefaciens. The number of nosocomial infections is caused by S.liquefaciens increasing every year, moreover the resistance of antibiotics, the new way to treat resistancy need to be found. The offered way is used outer membrane protein S.liquefaciens and measuring acivity of Protein Phosphorilation and Glikoproteinreseptor at 56 kDa and 36 kDa as vaccine candidate. This research is eksplorative descriptive research with laboratoric experimental was done with acivity of Protein Phosphorilation of outer membrane protein S.liquefaciens at 56 kDa and 36 kDa. The object of research is the outer membrane protein S.liquefaciens was cultured in Nutrient Agar medium dan Brain Heart Infusion for the next step. S.liquefaciens was pured from Microbiology Laboratory, Departement of Biology, Faculty of Mathematics and Science. State university of Malang. The research was done in Microbiology Laboratory and Biology Moleculer, Departement of Biology, Faculty of Mathematics and Science. State university of Malang Biomedic Laboratory University of Brawijaya. The step include ( 1) Cultured S.liquefaciens ; (2) outer membrane protein isolation by cut the pilli of S.liquefaciens; (3) isolation of Outer Membrane Protein;(4) SDS-Page Electrophoresis dan determined molecule weight of outer membrane protein. (5) Electroelution to isolate 56 kDa and 36 kDa (6) Measured of activity of Protein Phosphorilation (7) GlikoProtein staining. The result of this research showed from SDS-PAGE Electrophoresis in the protein crude outer membrane protein S.liquefaciensshowe 11 proteins bands, i.e: 90 kDa;80 kDa; 56 kDa; 51 kDa; 36 kDa; 29 kDa; 24 kDa; 19 kDa; 14 kDa; 10 kDa; and 8 kDa. The measured of activity of Protein Phosphorilation of 56 kDa has 16,931 x 10-2µmol/mL.minute meanwhile the 36 kDa has 17,851 x 10-2µmol/mL.minute. The glicoprotein staining showed the negative result. The 56 kDaouter membrane protein of S.liquefaciens have a low activity of phosphorylation than the 36 kDa outer membrane protein, so so it is more likely to be used as a vaccine candidate

    Kontribusi Pemahaman Kewirausahaan, Minat Berwirausaha, dan Self Efficacy terhadap Kesiapan Berwirausaha di Era Revolusi Industri 4.0 Mahasiswa Teknik Informatika se-Malang

    No full text
    ABSTRAK   Irsyada, Rahmat. 2018. Kontribusi Pemahaman Kewirausahaan, Minat Berwirausaha, dan Self Efficacy terhadap Kesiapan Berwirausaha di Era Revolusi Industri 4.0 Mahasiswa Teknik Informatika se-Malang. Tesis, Program Studi Pendidikan Kejuruan, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. H. Ahmad Dardiri, M.Pd (II) Dr. R.M Sugandi, S.T., M.T.   Kata Kunci: pemahaman kewirausahaan, minat berwirausaha, self efficacy, kesiapan  berwirausaha, revolusi industri 4.0 Pendidikan vokasi menjadi sebuah pilar utama dalam pengembangan dan penyediaan tenaga terampil (skilled worker). Teknologi baru dengan memanfaatkan internet menjadi titik strategis pada proses revolusi industri saat ini. Akan tetapi bisa dilihat pada kenyataannya jumlah pengangguran  terbuka dari tingkat perguruan tinggi sampai saat ini sebesar 12%. Dari besarnya angka pengangguran tingkat perguruan tinggi disebabkan karena rendahnya kesiapan berwirausaha yang dimiliki oleh tiap-tiap individu. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui kontribusi pemahaman kewirausahaan, minat berwirausaha, dan self efficacy terhadap kesiapan berwirausaha di era revolusi industri 4.0 mahasiswa Teknik Informatika se-Malang. Penelitian ini dirancang menggunakan pendekatan deskriptif dan kuantitatif yang menggunakan tiga variabel bebas yaitu pemahaman berwirausaha, minat berwirausaha, self efficacy, dan satu variabel terikat yaitu kesiapan berwirausaha di era revolusi industri 4.0. Sampel penelitian ini mencakup mahasiswa vokasi D3/D4 program studi Teknik Informatika se-Malang dengan jumlah total sampel sebesar 261 mahasiswa yang tersebar di perguruan tinggi negeri dan swasta yang sudah menempuh matakuliah kewirausahaan. Uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan analisis regresi berganda dengan signifikansi 0,05. Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan didapatkan kesimpulan yaitu : (1) pemahaman kewirausahaan, minat berwirausaha, dan self efficacy memiliki kontribusi secara simultan dan signifikan sebesar 68,4%; (2) pemahaman kewirausahaan memiliki kontribusi secara signifikan terhadap kesiapan berwirausaha sebesar 2,48% ; (3) minat berwirausaha memiliki kontribusi secara signifikan terhadap kesiapan berwirausaha sebesar 8,89% ; (4) self efficacy memiliki kontribusi secara signifikan terhadap kesiapan berwirausaha di era revolusi industri 4.0 sebesar 57,03%.   ABSTRACT Irsyada, Rahmat. 2018. Contribution of Understanding of Entrepreneurship, Interest in Entrepreneurship, and Self Efficacy on Entrepreneurship Readiness in Industrial Revolutionary Era 4.0 Student of Informatics Engineering in Malang. Thesis, Department of Vocational Education, Post Graduate Program, State University of Malang. Advisor: (1) Dr. H. Ahmad Dardiri, M.Pd (II) Dr. R.M Sugandi, S.T., M.T.   Keywords: understanding of entrepreneurship, entrepreneurship interest, self efficacy, entrepreneurial readiness, industrial revolution 4.0 Vocational education becomes a major pillar in the development and supply of skilled workers. New technology by utilizing the Internet becomes a strategic point in the process of industrial revolution today. However, it can be seen in fact the number of open unemployment from the college level to date is 12%. Of the high unemployment rate at the university level is due to the low readiness of entrepreneurship owned by each individual. This research has purpose to know contribution contribution of entrepreneurship understanding, entrepreneurship interest, and self efficacy to entrepreneurship readiness in industrial revolution era 4.0 student of Informatics Engineering in Malang. This research was designed using descriptive and quantitative approach using three independent variables, namely entrepreneurship understanding, entrepreneurship interest, self efficacy, and one dependent variable that is entrepreneurial readiness in the era of industrial revolution 4.0. The sample of this study covers D3 / D4 vocational students of Informatics Engineering study program in Malang with a total sample size of 261 students spread in public and private universities that have taken the course of entrepreneurship. Hypothesis test is done by using multiple regression analysis with significance 0,05. Based on the results of research that has been done to get the conclusion that is: (1) entrepreneurial understanding, entrepreneurship interest, and self efficacy has contributed simultaneously and significantly equal to 68,4%; (2) entrepreneurial understanding has a significant contribution to the readiness of entrepreneurship of 2.48%; (3) interest in entrepreneurship has a significant contribution to the readiness of entrepreneurship of 8.89%; (4) self efficacy has a significant contribution to entrepreneurship readiness in the era of industrial revolution 4.0 of 57,03%

    KOMPOSISI DAN KELIMPAHAN ZOOPLANKTON SECARA VERTIKAL HARIAN DAN HORIZOTAL DI RANU GRATI PASURUAN

    No full text
    RINGKASAN Permana, Yuniar Indra. 2017. Komposisi dan Kepadatan Zooplankton Secara Vertikal Harian dan Horizotal di Ranu Grati Pasuruan. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Fatchur Rohman, M.Si (II) Sitoresmi Prabaningtyas, S.Si, M.Si Kata kunci: komposisi, kepadatan, distribusi vertikal harian, distribusi horizontal, zooplankton, Ranu Grati   Ranu atau danau banyak tersebar di Indonesia, salah satu danau tersebut adalah Ranu Grati yang terletak di Pasuruan, Provinsi Jawa Timur. Danau yang terbentuk secara alamiah dari seri letusan hidrovulkanik. Zooplankton merupakan anggota plankton yang bersifat hewani, sangat beraneka ragam dan terdiri dari bermacam fase larva dan bentuk dewasa (Nybakken, 1988). Perubahan fisik, kimia lingkungan dan fungsi Ranu Grati dimungkinkan berdampak pada perubahan distribusi vertikal yang dilakukan zooplankton, sehingga diperlukan penelitian untuk mengkaji kepadatan dan distribusi vertikal harian serta distribusi horizontal  zooplankton di perairan Ranu Grati Pasuruan. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif eksploratif, dan sampel diambil secara purposive random sampling. Sampel diambil pada 5 titik dan 6 kedalaman yang masing-masing terletak di dua zona yaitu zona keramba jaring apung, dan zona netral di Ranu Grati. Data komposisi dan kepadatan  zooplankton secara vertikal didapatkan dengan mengambil sampel pada kelima titik yaitu pada zona keramba jaring apung terdapat tiga titik pengambilan sampel dan pada zona netral terdapat dua titik pegambilan sampel dengan variasi kedalaman, yaitu 0 m, 0,5 m, 1 m, 1,5 m, 2 m, hingga 2,5 m. Data komposisi dan kepadatan zooplankton secara horizontal didapatkan dari sampel pada kelima titik yang sama dengan data komposisi dan kepadatan zooplankton secara vertikal dengan mengambil air di permukaan danau (0 m). Zooplankton diidentifikasi melalui ciri tubuh dengan bantuan buku A Guide to Identification of Rotifers, Cladocerans and Copepos from Australian Inland Waters karangan R. J. Shiel, dan buku Practical Guide to Identyfying Freshwater Crustacea Zooplanton karangan Lynne M. Witty serta website http://cfb.unh.edu/.Metode analisis data yang digunakan untuk perhitungan kepadatan plankton dengan cara menghitung jumlah plankton per liter. Hasil penelitian ini adalah, 1.) Pada distribusi vertikal, terdapat perubahan Komposisi dari tiap kelas secara vertikal. Komposisi dengan jumlah spesies yang ditemukan, banyak berada pada kedalaman 0,5 hingga 1 m dengan komposisi 25 spesies. Kepadatan zooplankton semakin menurun pada tiap kedalaman pada saat pagi dan sore hari, dan meningkat pada tiap kedalaman pada siang hari. 2.) Pada distribusi horizontal, komposisi zooplankton paling banyak berasal dari titik pengambilan 1 yang berada di zona keramba jaring apung, yang terdiri dari 27. Jumlah spesies yang ditemukan lebih banyak berada di zona keramba jaring daripada zona netral. Kepadatan tertinggi berada pada titik pengambilan 2 yang berada pada zona jaring apung dengan kepadatan 232 ind/l. 3.) Nilai faktor lingkungan di Ranu Grati yang berupa suhu, oksigen terlarut, derajat keasaman, kekeruhan, salinitas, kecerahan, dan intensitas cahaya menunjukkan bahwa lingkungan di perairan Ranu Grati masih mendukung kehidupan zooplankton

    PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN REMEDIAL BIOLOGI MATERI JAMUR UNTUK SISWA KELAS X DI MAN KOTA BATU

    No full text
    Abstrak: Tujuan penelitian ini yaitu untuk menghasilkan modul pembelajaran remedial yang valid, praktis, dan efektif untuk membantu pembelajaran remedial materi jamur pada siswa kelas X MAN Kota Batu. Penelitian ini mengadaptasi model penelitian & pengembangan ADDIE dengan tahapan  analysis,  design, develop, implement, dan evaluate.  Kevalidan modul diketahui dari skor validasi para ahli, kepraktisan modul diketahui dari respon siswa, dan keefektifan modul diketahui dari hasil pretest dan postest siswa. Hasil analisis data validasi menunjukkan bahwa rerata skor validasi ahli pembelajaran sebesar 98,84% dengan kriteria sangat valid, ahli materi sebesar 100% dengan kriteria sangat valid, dan praktisi lapangan sebesar 99,3% dengan kriteria sangat valid. Hasil respons siswa menunjukkan bahwa modul sangat valid dengan presentase 93,75%. Hasil pretest dan postest yang dianalisis dengan teknik analisis gain score didapatkan hasil peningkatan sebesar 0,712 dengan kriteria efektifitas tinggi. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa modul pembelajaran remedial yang dikembangkan tergolong valid, praktis, dan efektif untuk membantu pembelajaran remedial jamur. Kata kunci:modul, pembelajaran remedial, jamur   Abstract:.The purpose of this research is to produce a valid, practical, and effective remedial learning module to help remedial learning for helping fungi remedial learning for first grade students at Batu State Islamic Senior High School (MAN). This research adapts ADDIE model with the stages analysis, design, develop, implement, and evaluate. The module’s validity is known from the experts validation score, the module’s practicability is known from the students response, and the module's effectiveness is known from the student's pretest and posttest results. The result of validation data analysis shows that the average validation score of learning expert is 98.84% with very valid criteria, matter expert is 100% with very valid criteria, and field practitioner is 99.3% with very valid criteria. The result of the student's response shows that the module is very valid with the percentage of 93.75%. The pretest and posttest results analyzed by gain score analysis technique obtained an increase of 0.712 with high effectiveness criteria. Based on these results, it can be concluded that developed remedial learning modules are valid, practical, and effective to help the fungi remedial learning. Keyword:module, remedial learning, fung

    Pengembangan Instrumen Evaluasi Mata Pelajaran Biologi Materi Sistem Pencernaan dan Sistem Imun Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Pasirian Lumajang

    No full text
    ABSTRAK   Mala, Faiqotul. 2018. Pengembangan Instrumen Evaluasi Mata Pelajaran Biologi Materi Sistem Pencernaan dan Sistem Imun Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Pasirian Lumajang. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Triastono Imam Prasetyo, M.Pd, (II) Hendra SusantoS.Pd, M.Kes, Ph. D   Kata Kunci: InstrumenEvaluasi, biologi SMA, Kompetensidasar 3.7, 4.7, 3.14, dan 4.14, Kelas XI. Evaluasi merupakan salah satu kegiatan untuk mengetahui kompetensi yang dimiliki siswa. Evaluasi dapat berupa tes dan non tes. Penelitian ini dilakukan karena sekolah belum melakukan validasi instrumen evaluasi. Penelitian ini mengembangkan tes berupa soal pilihan ganda jawaban tunggal dan asesmen kinerja agar menghasilkan produk instrumen evaluasi yang telah divalidas. Penelitian ini menggunakan model pengembangan Borg and Gall sampai tahap ke-9.Uji coba produk dilakukan di SMA Negeri 1 Pasirian Lumajang sebanyak 3 kali, yang dilakukan terhadap 12 siswa, 30 siswa, dan 60 siswa. Pengumpulan data diperoleh dari hasil validasi ahli evaluasi, ahli materi, dan ahli lapangan, serta ke 3 uji coba dianalisis dengan kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil uji kevalidan instrumen evaluasi soal dan asesmen kinerja dari ketiga ahli dapat disimpulkan telah valid. Validitas konstruk diperoleh hasil sesuai dengan indikator soal dan tujuan pembelajaran. Hasil perbandingan dari uji awal sampai uji skala luas mendapatkan hasil yang meningkat. Tingkat kesukaran dari uji awal sampai uji skala luas mendapatkan hasil perbandingan 2:5:3. Daya beda memiliki kriteria yang baik dengan persentase 45% , 50%, dan 60%. Reabilitas soal termasuk kategori sangat tinggi dengan nilai 0,86. Analisi pengecoh meningkat, yakni 92,5% , 95%, dan 97,5%. Soal yang dikebangkan pada penelitian efektif digunakan karena sudah valid, praktis, dan mempunyai reliabilitas yang tinggi, tetapi apabila akan digunakan sebaiknya guru Biologi perlu mengkaji kembali pada beberapa soal karena perbaikan soal harus dilakukan berulang-ulang untuk memperbaiki kualitas soal. Penelitian perlu dikembangkan lebih lanjut dengan melanjutkan model pengembangan Borg and Gall sampai langkah ke 10

    0

    full texts

    1,764

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇