SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
    1764 research outputs found

    PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF PADA MATERI SISTEM KOORDINASI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 LAWANG

    No full text
    RINGKASANApriyani, Christine. 2019. Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif pada Materi Sistem Koordinasi untuk meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Lawang. Skripsi, Jurusan Biologi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dra. Amy Tenzer, M.S., (2) Siti Imroatul Maslikah, S.Si., M.Si. Kata Kunci : berpikir kritis, multimedia pembelajaran interaktif, sistem koordinasi Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu kemampuan yang harus dikembangkan dalam abad 21  sebagai abad pengetahuan. Akan tetapi siswa SMAN 1 Lawang masih belum menguasai beberapa aspek yang menjadi indikator kemampuan berpikir kritis. Rendahnya kemampuan berpikir kritis pada siswa disebabkan oleh kurangnya pemahaman siswa dalam materi yang dipelajari. Hal tersebut terjadi karena siswa menanggap materi Biologi sebagai materi yang abstrak, keterbatasan media, serta bahan ajar yang digunakan seperti buku teks dan UKBM yang cenderung membosankan. Pemanfaatan media dalam proses pembelajaran masih sangat kurang padahal sarana dan prasarana sekolah dalam bidang teknologi sudah lengkap dan memadai. Multimedia interaktif sebagai salah satu media pembelajaran dapat membantu proses pembelajaran karena dalam satu media terdapat banyak aspek yang bisa dimunculkan. Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan multimedia pembelajaran  interaktif yang layak, praktis dan efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis pada materi sistem koordinasi. Model pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan Lee and Owens (2004) yang terdiri dari lima tahapan, antara lain: (1) Penilaian Kebutuhan dan Analisis Awal-Akhir; (2) Desain; (3) Pengembangan; (4) Implementasi; dan (5) Evaluasi.  Multimedia interaktif ini divalidasi oleh ahli materi, ahli media, dan praktisi lapangan. Produk yang telah direvisi kemudian diuji coba sebanyak dua kali yaitu uji coba lapangan awal dan uji coba lapangan utama. Jenis data dalam penelitian dan pengembangan ini adalah data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari nilai validasi, nilai kepraktisan dan skor pre-test dan post-test siswa. Data kualitatif diperoleh dari saran dan komentar ahli materi, ahli media, praktisi lapangan dan pengguna produk (siswa). Berdasarkan hasil validasi dari ahli materi, ahli media, dan praktisi lapangan diperoleh persentase masing-masing sebesar 100%, 98% dan 100% menunjukkan bahwa multimedia yang dikembangkan sangat layak serta berdasarkan uji kepraktisan dengan uji coba lapangan awal dan uji coba lapangan utama diperoleh persentase sebesar 94% dan 95% yang menunjukkan bahwa multimedia interaktif sangat praktis untuk digunakan dalam proses pembelajaran. Peningkatan kemampuan berpikir kritis diukur dengan menggunakan gain score dan diperoleh nilai 0, 812 yang menunjukkan bahwa multimedia interaktif yang dikembangkan efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Multimedia pembelajaran interaktif yang telah dikembangkan tidak dapat berdiri sendiri melainkan harus digunakan bersinergi dengan UKBM yang disusun dengan sintaks inkuiri terbimbing serta berisi pertanyaan yang disesuaikan dengan indikator kemampuan berpikir kritis.   SUMMARYApriyani, Christine. 2019. The Development of Interactive Multimedia on Nervous System, Endocrine System, and Sense Organs Materials to Improve Students’ Critical Thinking Skills of Class XI SMAN 1 Lawang. Thesis, Department of Biology. Faculty of Mathematics and Natural Sciiences, Universitas Negeri Malang. Advisors:  (1) Dra. Amy Tenzer, M.S., (2) Siti Imroatul Maslikah, S.Si., M.Si. Keywords: critical thinking, interactive multimedia learning, nervous system, endocrine system, and sense organs The criticall thinking ability is an ability that must be developed in the 21st century as a century of knowledge. However, students of SMAN 1 Lawang still have not mastered some aspects which are the indicators of critical thinking skills. The lack of students’ criticall thinking skills is caused by the lack of their understanding in the material that has been studied. This happens because students perceived that Biology material as abstract material, limited media, and teaching materials used such as textbooks and UKBM tend to be boring. The use of media in the learning process is still lacking even though school facilities and infrastructure in the field of technology are complete and adequate. Interactive multimedia as one of the learning media can help the learning process because in one media there are many aspects that can be lifted. This research and development aims to develop appropriate, practical and effective interactive learning multimedia in coordination system material. The research and development model used is Lee and Owens’s Model (2004) which consists of five stages, including: (1) Needs Assessment and FrontEnd Analysis; (2) Design; (3) Development; (4) Implementation; and (5) Evaluation. This interactive multimedia was validated by material experts, media experts, and practitioners. The revised products were tested twice, namely the initial trials and the main trials. The types of data in this research and development are quantitative and qualitative data. Quantitative data was obtained from the value of validation, and practicality product ; student pre-test and posttest scores. Qualitative data was obtained from the suggestions and comments of material experts, media experts, practitioners and product users (students). Based on the results of the validation from material experts, media experts, and practitioners, the percentages were 100%, 98% and 100% and practicality tests with initial trials and main trials obtained the percentages of 94% and 95% showed that multimedia interactive developed is very feasible and practical to use in the learning process. The improvement in critical thinking skills was measured by using the gain score and obtained a value of 0, 812 which showed that interactive multimedia was developed effectively to improve students' critical thinking skills. Interactive learning multimedia that has been developed cannot stand alone but must be used in synergy with the UKBM which is structured with guided inquiry syntax and contains questions adjusted to the indicators of critical thinking skills

    Karakteristik Pohon Tempat Berlindung (Shelter trees) Burung Merak Hijau (Pavo muticus Linnaeus, 1766) Di Savana Bekol Taman Nasional Baluran Jawa Timur

    No full text
    ABSTRAKUtami, Etis Prasila.2019. Pohon Tempat Berlindung (Shelter Trees) Burung Merak Hijau (Pavo Muticus Linnaeus,1776) Di Savana Bekol Taman Nasional Baluran Jawa Timur. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Ir. Suhadi,M. Si., (II) Drs. Agus Dharmawan, M.Si.Kata Kunci : Karakteristik pohon tempat berlindung merak hijau, Savana Bekol TN. BaluranTaman Nasional merupakan sarana mewujudkan usaha konservasi sumberdaya alam, serta sebagai pelindung unsur ekologis dan sistem penyangga kehidupan dikembangkan sebagai  kegiatan penelitian maupun wisata alam. Taman Nasional Baluran merupakan salah satu kawasan konservasi yang memiliki savana terluas di wilayah Pulau Jawa, banyak yang menyebut “Africa Van Java” sebagai replika savana di Afrika, salah satu savana untuk dijadikan penelitian  yang menarik yaitu di savana Bekol. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui jenis dan karakteristik pohon yang digunakan tempat berlindung burung merak hijau (Pavo muticus) dan untuk mengetahui persebaran pohon tempat berteduh burung merak hijau (Pavo muticus) yang ada di savana Bekol Taman Nasional Baluran. Rancangan dalam penelitian ini diawali survey dengan melakukan pemetaan kemudian dilanjutkan tahap pengambilan data dilakukan jelajah bebas serta membuat titik koordinat pohon shelter, mengukur pohon shelter dan mengiden jenis pohon shelter tersebut. Hasil penelitian menunjukkan banyak satwa liar yang hidup di savana Bekol salah satunya yaitu burung merak hijau (Pavo muticus), karena di wilayah ini di sediakan banyak kubangan air sehingga burung merak hijau memilih menetap di savana ini. Banyak pohon shelter yang di temukan diwilayah tersebut, terdapat empat jenis pohon shelter dengan karakteristik yang berbeda yaitu pohon pilang (Acacia leucophloea), pohon mimba (Azadirachta indica A. Juss .), pohon asem (Tamarindus indica) dan pohon widara (Ziziphus mauritiana Lam). Rata-rata diameter pohon shelter yaitu 2 m, tinggi pohon 14 m, jumlah rata-rata strata 4 serta luas kanopi  pohon shelter 221,81 m2, Persebaran pohon yang hidup di savana bekol ini sangat rapat dan terdapat kurang lebih jumlah keseluruhan pohon 167 pohon, dan yang di jadikan pohon shelter 33 pohon dengan karakteristik yang berbeda. Jarak pohon di area penelitian yaitu 20 meter ke dalam dari batas kantor resort keramat savana Bekol TN. Baluran. ABSTRACTUtami, Etis Prasila.2019. Shelter Trees Green Peacocks (Pavo Muticus Linnaeus,1776) in the savannas, Bekol Baluran National Park, East Java. Thesis, Department of biology, Faculty of Mathematics and sciences, State University of Malang. Supervisor: (I) Prof. Dr. Ir. Suhadi, M. Si., (II) Drs. Agus Dharmawan, M.Si.Keywords : Characteristics of shelter trees the Green peafowl, Savannas in Baluran National Park National Park is a means of establishing natural resource conservation efforts, as well as the protection of ecological elements and buffer systems of life developed as research activities and natural tourism. Baluran National Park is one of the conservation areas that has the widest savanna in Java Island, many of which call "Africa Van Java" as a replica of savanna in Africa, one of the savanna to be used as an interesting research in savanna Bekol. The purpose of this research is to know the types and characteristics of trees used shelter green peacocks (Pavo muticus) and to know the spread of trees shelter Green Peacock (Pavo muticus) in Savanna Bekol, Baluran National Park. The draft in this research started survey by performing the mapping then followed the data retrieval stage is carried out freely and create the coordinates of the shelter tree, measuring the shelter tree and identify the type of shelter tree. The results showed a lot of wildlife living in the cupole savanna, one of which is a green peacock (Pavo muticus), because in this area is provided a lot of water puddle so that green peacocks choose to settle in this savanna. Many shelter trees are found in the region, there are four types of shelter trees with different characteristics such as Acacia leucophloea (Acacia leucophloea), Mimba tree (Azadirachta indica A. Juss.), Asem tree (Tamarindus indica) and Widara tree ( Ziziphus mauritiana Lam). The average diameter of the shelter tree is 2 m, the tree height of 14 m, the average number of strata 4 and the area Canopy tree shelter 221.81 m2, the tree spread that lived in savanna Bekol is very tightly and there are approximately the total number of trees 167 trees, and which are in make the shelter tree 33 trees with different characteristics. The tree distance in the research area is 20 meters into the boundary of the resort office of the sacred Savanna Bekol, Baluran National Par

    Pengaruh Ekstrak Kulit Nanas [Ananas comous (L.) Merr.] Terhadap Penghambatan Pertumbuhan Bakteri Penyebab Jerawat Propionibacterium acnes Secara In Vitro

    No full text
    Kata Kunci: kulit nanas, varietas cayenne, varietas queen, daya hambat pertumbuhan, bakteri  Propionibacterium acnes, etanol 96%.   Jerawat merupakan penyakit kulit yang sering terjadi pada masa remaja sampai dewasa. Bakteri penyebab jerawat adalah Propionibacterium acnes. Banyak orang meng-gunakan antibiotik untuk berbagai penyakit, termasuk jerawat. Saat ini beberapa spesies bakteri telah resisten terhadap antibiotik sintetik, oleh karena itu perlu adanya alternatif  lain seperti bahan alam. Kulit nanas dapat digunakan untuk membantu mengatasi jerawat. Senyawa antibakteri yang terkandung dalam kulit nanas adalah flavonoid, tannin dan saponin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan varietas kulit nanas, pengaruh perbedaan konsentrasi ekstrak kulit nanas, serta pengaruh interaksi varietas kulit nanas dan konsentrasi terhadap penghambatan pertumbuh-an bakteri P.acnes. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari 2019-April 2019 di Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Biologi FMIPA UM. Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratorium dengan rancangan penelitian RAL. Kulit nanas yang digunakan dalam penelitian ini adalah bagian luar buah nanas sampai dengan batas daging buah nanas. Sampel buah nanas yang diteliti ialah varietas queen dan cayenne. Bakteri uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah P.acnes yang diperoleh dari Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Biologi FMIPA UM. Metode ekstraksi yang digunakan adalah maserasi menggunakan etanol 96%, selanjutnya etanol 96% diuapkan dengan rotary evaporator sehingga diperoleh filtrat. Konsentrasi ekstrak yang digunakan ialah 0%, 10%, 30%, 50%, 70%, dan 90% dengan pelarut aquades steril. Uji daya anti bakteri menggunakan metode difusi agar pada medium lempeng NA. Analisis hasil penelitian yang dipakai adalah analisis varian ganda dilanjutkan dengan uji DMRT 1%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh perbedaan varietas kulit nanas, konsentrasi, interaksi antara varietas kulit nanas dan konsentrasi terhadap penghambatan pertumbuhan bakteri P.acnes. Ekstrak kulit nanas varietas queen memberikan pengaruh yang berbeda signifikan dengan ekstrak kulit nanas varietas cayenne. Ekstrak kulit nanas varietas queen menghasilkan diameter zona hambat pertumbuhan P.acnes yang lebih tinggi dibandingkan dengan ekstrak kulit nanas varietas cayenne. Masing-masing konsentrasi memberikan pengaruh yang berbeda secara signifikan. Konsentrasi yang paling efektif baik pada varietas queen maupun cayenne ialah 90%. Interaksi antara varietas nanas dan konsentrasi ekstrak kulit nanas memberikan pengaruh yang berbeda secara signifikan. Interaksi antara varietas dan konsentrasi yang memberikan hasil daya hambat pertumbuhan P.acnes yang terbaik adalah varietas queen dengan konsentrasi 90%

    Pengembangan Multimedia Interaktif Materi Sistem Saraf untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Siswa Kelas XI SMA Laboratorium UM Malang

    No full text
    RINGKASANSipahutar, Efriani Rodearma. 2018. Pengembangan Multimedia Interaktif Materi Sistem Saraf untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Siswa Kelas XI SMA Laboratorium UM Malang. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Hendra Susanto, S.Pd, M.Kes., Ph.D., (II) Dr. Sri Rahayu Lestari, M.Si.Kata Kunci: multimedia interaktif, kemampuan berpikir kritis, hasil belajar, sistem sarafUji coba soal materi sistem saraf kepada 30 siswa kelas XI SMA Laboratorium UM Malang diperoleh sebanyak 7% siswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis yang baik, 53%  siswa cukup baik dan 40% siswa kurang baik. Oleh karena itu, perlu adanya penerapan media pembelajaran berbasis teknologi dan informasi sesuai dengan tuntutan abad XXI yang diperlukan untuk memfasilitasi siswa agar lebih mudah memahami pembelajaran dan mampu meningkatkan kemampuan berpikir dan hasil belajar siswa, salah satunya adalah multimedia interaktif. Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan multimedia interaktif yang valid, praktis dan efektif pada materi sistem saraf untuk siswa kelas XI SMA Laboratorium UM Malang.Penelitian dan pengembangan ini menggunakan model Lee and Owen yang meliputi 4 tahap yaitu, Assesment/analysis yang terdiri dari need assesment dan Front-end analysis, Design, Development and Implementation dan Evaluation. Multimedia interaktif akan divalidasi oleh ahli materi, ahli media, dan praktisi lapangan menggunakan angket validasi. Tingkat kepraktisan diukur berdasarkan jawaban angket respon siswa dan tingkat keefektian dilihat dari hasil gain score  yang diperoleh dari rata-rata nilai pre-test dan post-test.Hasil analisis dari validasi ahli materi diperoleh rata-rata persentase sebesar 100% (sangat valid), ahli media sebesar 93,29% (sangat valid), dan praktisi lapangan sebesar 94,73% (sangat valid). Kepraktisan produk multimedia interaktif sebesar 92,14% (sangat praktis). Rerata hasil pre-test dan post-test, didapatkan hasil gain score sebesar 0,706667 yang berarti kemampuan berpikir kritis siswa dengan kriteria tinggi dan adanya kenaikan hasil belajar siswa. Hal tersebut menunjukkan bahwa multimedia interaktif sangat efektif. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa multimedia interaktif pada materi sistem saraf sangat layak, sangat praktis dan sangat efektif digunakan dalam pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa

    Uji Efektivitas Ekstrak Tangkai Daun Pepaya Gunung (Vasconcellea cundinamarcencisV.M. Badillo) Terhadap Mortalitas Larva Aedes aegypti L.

    No full text
    RINGKASANIndonesia merupakan daerah tropis, tempat perkembangan beberapa jenis nyamuk yang membahayakan kesehatan manusia dan hewan. Aedes aegyptiL. berperan sebagai vektor penyakit Demam Berdarah Dengue yang berbahaya bagi manusia dan menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang utama di Indonesia.Data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, angka kejadian DBD di Indonesia pada tahun 2014 masih cukup tinggi, sampai pertengahan bulan Desember tercatat penderita DBD di 34 provinsi di Indonesia sebanyak 71.668 orang dan 641 diantaranya meninggal dunia.Penggunaan pestisida sintetis yang berlebihan dan dalam jangka waktu panjang dapat menimbulkan nyamuk menjadi resisten, alternatif yang dapat digunakan yaitu penggunaan pestisida alami (biolarvasida) yang bertujuan untuk mengurangi masalah pencemaran lingkungan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi ekstrak tangkai daun pepaya gunung (Vasconcellea cundinamarcencis V.M. Badillo) yang dapat membunuh (LC50) terhadap larva Aedes aegypti L. Tujuan lainnya yaitu untuk mengetahui perbedaan jumlah mortalitas antar konsentrasi ekstrak tangkai daun pepaya gunung (Vasconcellea cundinamarcencis V.M. Badillo) terhadap larva Aedes aegypti L.Metode yang digunakan yaitu metode eksperimental. Pada penelitian ini menggunakan larva Aedes aegypti L. instar 3 yang diperoleh di belakang gedung 04 (GLB) UM, untuk tangkai daun pepaya gunung yang digunakan yaitu pada tangkai yang terletak di urutan tengah dari batang pepaya gunung, pepaya gunung ini diperoleh dari cangar. Pengekstrakan dilakukan dengan menggunakan metode maserasi dan menggunakan pelarut metanol 99%. Terdapat 5 perlakuan dengan 6 ulangan yaitu dengan konsentrasi 0 ppm, 125 ppm, 250 ppm, 500 ppm dan 1000 ppm. Setiap konsentrasi diamati selama 72 jamdan dilakukan pengecekan setiap 24 jam sekali untuk mengetahui jumlah larva yang mati. Setiap konsentrasi pada setiap ulangan terdapat 25 ekor larva dalam gelas air mineral yang telah berisi 100 ml medium.Data kemudian dianalisis untuk mengetahui presentase moertalitas larva Aedes aegypti L. yang kemudian dilakukan uji probit untuk mengetahui LC50, uji Anava dan uji Duncan jika untuk mengetahui perbedaan pengaruh jumlah mortalitas antar konsentrasi. Hasil yang diperoleh yaitu semakin tinggi konsentrasi dan lama pengamatan mortalitas larva juga semakin tinggi, untuk hasil dari LC50 yang paling efektif yaitu pada 48 jam pengamatan dengan konsentrasi 897,847 ppm, untuk uji Anava menunjukkan adanya pengaruh terutama pada konsentrasi 1000 ppm yang menunjukkan berbeda nyata dengan konsentrasi lainnya.Pengaruh dari ekstrak metanol diakrenakan adanya senyawa Acetogenin memiliki sifat antifeedant bagi serangga serta memiliki sifat pestisida yang baik, sehingga mengakibatkan nafsu makan pada serangga menurun drastis. Senyawa lain yang berperan yaitu tanin, saponin, yang merusak sistem pencernaan dengan mengganggu proses penyerapan nutrisi dan flavonoid yang merusak  dan sistem pernapasan dengan rusaknya sistem saraf sehingga menyebabkan kelayuan pada sifon yang menyebabkan larva tersebut tidak dapat bernafas. &nbsp

    Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Problem Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas XI di MAN 2 Tulungagung.

    No full text
    ABSTRAK   Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu kemampuan yang diperlukan dalam abad ini agar mampu bersaing, oleh karena itu pembelajaran harus mampu memfasilitasi pengembangan kemampuan berpikir kritis siswa. Namun hasil observasi di MAN 2 Tulungagung menunjukkan bahwa pembelajaran maupun bahan ajar yang digunakan belum mampu mendukung perkembangan keterampilan berpikir kritis siswa. Kemampuan berpikir kritis siswa SMA cenderung masih rendah, khususnya siswa kelas XI. Oleh karena itu dibutuhkan perangkat pembelajaran yang mampu memfasilitasi pengembangan kemampuan berpikir kritis siswa. pengembangan dan penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran berbasis Problem Based Learning (PBL), mengetahui validitas perangkat pembelajaran berbasis Problem Based Learning (PBL) pada materi Sistem Reproduksi, dan mengetahui keefektifan perangkat pembelajaran berbasis PBL pada materi Sistem Reproduksi dan mengetahui kepraktisan perangkat pembelajaran berbasis PBL pada materi Sistem Reproduksi untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini mengadaptasi model pengembangan penelitian Borg and Gall, dengan dua uji coba lapangan, yaitu uji coba lapangantahap awal dan uji coba lapangan utama yang dilaksanakan di MAN 2 Tulungagung, pada kelas XI MIA 5 Semester Genap tahun 2016/2017. Hasil validasi perangkat pembelajaran berbasis PBL menunjukkan perangkat pembelajaran hasil pengembangan layak digunakan dalam pembelajaran dengan rata-rata skor aspek dari seluruh validator 3,95, kelayakan RPP 3,95 dan kelayakan LKS 3,80 dari skala 1,00-4,00. Keefektifan perangkat pembelajaran dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis yang diukur dengan nilai N-gainawal 0,082 yang tergolong rendah, kemudian setelah dilakukan pengembangan perangkat pembelajaran nilai N-gain sebesar 0,456 menunjukkan adanya peningkatan keterampilan berpikir kritis yang termasuk kriteria sedang. Berdasarkan hasil penelitian, pengembangan perangkat pembelajaran berbasis Problem Based Learning(PBL)layak dan efektif diterapkan dalam pembelajaran materi Sistem Reproduksi untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa yang awalnya tergolong rendah dan setelah dilakukan pengembangan perangkat pembelajaran dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Saran pengembangan untuk produk lebih lanjut adalah melanjutkan langkah dari Borg and Gall yang belum terlaksana yaitu dilakukannyaperbaikan/penyempurnaan terhadap hasil uji coba pada lapangan utama dilakukan langkah uji validasi terhadap model operasional yang telah dihasilkan, kemudian dilakukan perbaikan ahir terhadap model yang dikembangkan untuk menghasilkan produk ahir dan yang terahir adalah menyebar luaskan produk yang telah dikembangkan

    Pengembangan Instrumen Evaluasi Mata Pelajaran Biologi SMA Kelas X Di SMA PANJURA Kota Malang

    No full text
    ABSTRAK   Chandra, Tania Puspa. 2017. Pengembangan Instrumen Evaluasi Mata Pelajaran Biologi SMA Kelas X Di SMA PANJURA Kota Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Biologi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Triastono Imam Prasetyo, M.Pd, (II) Agung Witjoro, S.Pd., M.Kes.   Kata kunci: Instrumen Evaluasi, Biologi SMA, Kompetensi Dasar 3.4, 4.4, 3.5, 4.5, 3.6 dan 4.6, Kelas X.   Kurikulum 2013 merupakan kurikulum berbasis kompetensi. Untuk mengukur kompetensi siswa dalam pembelajaran digunakan instrumen evaluasi. Instrumen evaluasi yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah 34 soal pilihan ganda jawaban tunggal dengan 5 pilihan jawaban, soal uraian dan 3 asesmen kinerja. Soal pilihan ganda jawaban tunggal mengacu pada indikator soal yang dikembangkan dari indikator kompetensi. Kompetensi dasar merupakan acuan perumusan indikator kompetensi. Asesmen kinerja mengacu pada kompetensi dasar. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengembangkan rumusan soal pilihan ganda jawaban tunggal dari kompetensi dasar 3.4, 3.5, dan 3.6, (2) mengembangkan asesmen kinerja dari kompetensi dasar 4.4, 4.5 dan 4.6. Pengembangan instrumen evaluasi dilakukan di SMA PANJURA Kota Malang. Penelitian pengembangan ini menggunakan model penelitian ADDIE yang terdiri dari 5 tahap yaitu: (1) analisis, (2) perencanaan, (3) pengembangan, (4) implementasi, (5) evaluasi. Pengumpulan data diperoleh dari (1) hasil validasi logis oleh ahli evaluasi, ahli materi, dan ahli lapangan (guru), (2)  validasi empiris yang meliputi tingkat kesukaran, daya beda, reliabilitas dan analisis pengecoh. Pengembangan asesmen kinerja berdasarakan hasil validasi logis, sedangkan pengembangan soal pilihan ganda jawaban tunggal berdasarkan hasil validasi logis dan validasi empiris. Validasi empiris dilakukan dua kali yaitu, uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar. Uji coba kelompok kecil dilakukan dilakukan pada 16 siswa, sedangkan uji coba kelompok besar dilakukan pada 41 siswa kelas XI SMA PANJURA Kota Malang. Berdasarkan analisis validasi logis dilakukan perbaikan pada rubrik penilaian asesmen kinerja produk poster pada asesmen kinerja. Berdasarkan analisis validasi logis terhadap soal pilihan ganda jawaban tunggal diketahui validitas konstruk soal sudah sesuai dengan indikator soal.  Sedangkan untuk validitas isi diketahui materi tes sesuai dengan indikator soal. Berdasarkan program ITEMAN diperoleh hasil uji coba kelompok kecil pada soal pilihan ganda jawaban tunggal untuk tingkat kesukaran soal mudah 28,23%, soal sedang 41,18%, dan soal sukar 20,59% dengan rasio soal mudah:sedang:sukar mencapai kurang lebih 4:4:2. Untuk daya beda persentase 14,70% jelek, 11,76% cukup , 52,95% baik, dan 20,59% baik sekali. Untuk analisis pengecoh, pilihan jawaban berfungsi mengecoh sebanyak 41,17%. Berdasarkan uji coba kelompok kecil dilakukan revisi. Revisi juga dilakukan berdasarkan hasil analisis pengecoh. Setelah dilakukan validitas logis dan empiris dilakukan revisi untuk digunakan uji coba kelompok besar. Hasil uji coba kelompok besar pada soal pilihan ganda jawaban tunggal untuk tingkat kesukaran soal mudah 35,30%, soal sedang 38,23%, dan soal sukar 26,47% dengan rasio soal mudah : sedang : sukar kurang lebih 4:4:2. Untuk daya beda jelek diperoleh persentase 11,76%, cukup 17,64%, baik 41,17%, dan baik sekali 29,43%. Reliabilitas instrumen tergolong sangat tinggi dengan nilai 0,855. Untuk analisis pengecoh, pilihan jawaban berfungsi mengecoh sebanyak 82,36%. Berdasarkan uji coba kelompok besar dilakukan revisi. Revisi juga dilakukan berdasarkan hasil analisis pengecoh. Saran yang dianjurkan adalah sebaiknya guru dan peneliti lain terus melakukan validasi agar diperoleh instrumen evaluasi yang lebih baik

    KEMAMPUAN KANGKUNG AIR (Ipomoea aquatica Forsk.) DALAM MENYERAP LOGAM BERAT Pb YANG BERASAL DARI INDUSTRI BATIK

    No full text
    ABSTRAK Kata Kunci: air limbah industri batik, kadar logam Pb, tanaman kangkung air (Ipomoea aquatica Forsk.). Air limbah industri batik merupakan air sisa dari proses produksi kain batik yang secara keseluruhan mengandung bahan kimia. Salah satu kandungan dalam air limbah industri batik tersebut berupa logam berat yaitu logam timbal (Pb). Air limbah industri  batik yang tidak diolah terlebih dahulu sebelum dibuang ke lingkungan menyebabkan pencemaran lingkungan. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengolah air limbah tersebut dengan proses fitoremediasi yaitu pemanfaatan tanaman untuk proses penyerapan bahan pencemar. Tanaman kangkung air (Ipomoea aquatica Forsk.) merupakan tanaman air yang biasanya hidup di sungai maupun persawahan dan memiliki kemampuan menyerap logam Pb dari lingkungan hidupnya.  Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui penurunan dan mengenalisis penurunan kadar logam Pb setelah diberi perlakuan variasi berat basah kangkung air pada air limbah industri  batik, dan (2) untuk mengetahui dan menganalisis perbedaan penurunan kadar logam Pb setelah perlakuan variasi berat basah kangkung air pada air limbah industri batik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari 3 taraf perlakuan dan 9 kali ulangan. Teknik analisis data yang digunakan adalah Analisis Kovarian (Anakova) tunggal dan dilanjutkan Uji BNT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berat basah kangkung air berpengaruh signifikan terhadap penurunan kadar logam Pb pada air limbah industri batik. Berat basah 100 gram kangkung air menunjukkan penurunan kadar logam Pb lebih tinggi daripada pada perlakuan menggunakan berat basah 50 gram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terjadi penurunan kadar logam Pb pada air limbah industri batik setelah adanya perlakuan pendedahan kangkung air dengan variasi berat basah. Variasi berat basah kangkung air tersebut memberikan perbedaan penurunan kadar logam Pb, dan (2) Terjadi perbedaan penurunan kadar logam Pb dengan perbedaan perlakuan variasi berat basah kangkung air. Pada perlakuan berat basah 50 gram kangkung air, pesentase penurunan kadar logam Pb sebesar 54%, sedangkan pada perlakuan 100 gram, persentase penurunan kadar logam Pb sebesar 87%. Berat basah kangkung air yang paling efektif terhadap penurunan kadar logam Pb pada air limbah industri batik yaitu sebesar 100 gram

    ANALISIS BUTIR DAN REKONSTRUKSI SOAL UJIAN AKHIR SEMESTER (UAS) GENAP KELAS X MATA PELAJARAN BIOLOGI TAHUN AJARAN 2016/2017

    No full text
    Abstrak   Kata kunci : Analisis Butir Soal, Rekonstruksi, UAS   Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis soal UAS di SMAN 1 Sumberpucung, Kepanjen, Gondanglegi, dan Bululawang serta merekonstruksi soal yang belum berkualitas baik. Metode penelitiannya adalah deskriptif kualitatif kuantitatif menggunakan program ANATES. Soal memiliki validitas logis yang baik, reliabilitas cukup, tingkat kesukaran tidak baik, daya beda lemah di SMAN 1 Sumberpucung dan Kepanjen serta sedang di SMAN 1 Gondanglegi dan Bululawang, efektivitas pengecoh cukup baik di SMAN 1 Sumberpucung, Kepanjen, dan Gondanglegi sedangkan kurang baik di Bululawang

    Hubungan Sikap terhadap Biologi dengan Literasi Konservasi Biodiversitas pada Siswa SMA di Wilayah Mojokerto

    No full text
     Aprilia, Maria Anita Irnayanti. 2017. Hubungan Sikap terhadap Biologi dengan Literasi Konservasi Biodiversitas Siswa SMA di Wilayah Mojokerto. Skripsi, Jurusan Pendidikan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1)  Dr. Hadi Suwono, M.Si. , (2) Drs. Sulisetijono, M.Si.  Kata kunci: sikap terhadap biologi, biodiversitas, literasi konservasi biodiversitas   Indonesia merupakan negara dengan keanekaragaman makhluk hidup yang melimpah. Keanekaragaman makhluk hidup atau biodiversitas yang ada di Indonesia semakin menurun dari tahun ke tahun. Ini menunjukkan masih banyak individu yang kurang peduli terhadap biodiversitas. Salah satu faktor penyebab utama adalah belum tercapainya literasi konservasi biodiversitas pada pembelelajaran biologi di Indonesia. Untuk mencapai literasi konservasi biodiversitas hal yang juga perlu diperbaiki adalah sikap siswa terhadap mata pelajaran biologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sikap terhadap pelajaran biologi siswa  SMA di wilayah Mojokerto,literasi konservasi biodiversitas siswa SMA di wilayah Mojokerto, dan hubungan sikap terhadap biologi dengan literasi konservasi biodiversitas siswa SMA di wilayah Mojokerto. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional dengan metode survei. Sampel pada penelitian ini adalah 500 orang siswa SMA dari 10971 siswa SMA yang ada di Mojokerto. Sampel penelitian teridiri dari siswa kelas XI dan XII SMA. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini berupa angket yang sebelumnya sudah divalidasi oleh ahli dan juga siswa melalui tahap uji coba lapangan. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis statistik (analisis korelasi linier berganda). Hasil analisis validasi menunjukkan bahwa secara umum instrumen yang digunakan sudah valid dan reliabel. Revisi dilakukan pada beberapa poin yang kurang valid. Hasil analisis data menunjukkan sikap siswa terhadap mata pelajaran biologi cukup baik dengan persentase 68,71%. Literasi konservasi biodiversitas siswa juga cukup baik dengan persentase 67,20%. Analisis korelasi linier berganda antara dua variabel menunjukkan terdapat hubungan antara sikap terhadap biologi dengan literasi konservasi biodiversitas. Sikap siswa yang cukup baik terhadap pelajaran biologi dipengaruhi oleh faktor guru, metode pembelajaran, kegiatan praktikum dan perasaan bahwa biologi penting bagi kehidupan sehingga menimbulkan rasa ketertarikan terhadap biologi termasuk memilih karir dalam bidang biologi. Literasi konservasi biodiversitas yang cukup baik di dasari atas kesadaran, pengetahuan, sikap serta kemampuan untuk menggunakan pengetahuan yang dimiliki untuk mengambil keputusan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Sikap terhadap pelajaran biologi yang baik akan menumbuhkan rasa ingin tahu, tanggung jawab dan kepedulian terahadap lingkungan sekitar termasuk biodiversitas di lingkungan sekitar siswa

    0

    full texts

    1,764

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇