SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
1764 research outputs found
Sort by
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Sistem Ekskresi Manusia Berbasis Inkuiri Terbimbing Integrasi Peer Instruction untuk Meningkatkan Keterampilan Pemecahan Masalah dan Hasil Belajar Siswa Kelas XI MIA SMA Negeri 1 Gondanglegi Malang
RINGKASANRiesnawati, Inovira. 2019. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Sistem Ekskresi Manusia Berbasis Inkuiri Terbimbing Integrasi Peer Instruction untuk Meningkatkan Keterampilan Pemecahan Masalah dan Hasil Belajar Siswa Kelas XI MIA SMA Negeri 1 Gondanglegi Malang. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Prof. Dr. Hj. Mimien Henie Irawati, M.S., (2) Siti Imroatul Maslikah, S.Si., M.Si.Kata Kunci : perangkat pembelajaran, inkuiri terbimbing integrasi peer instruction, Sistem Ekskresi Manusia, keterampilan pemecahan masalah, hasil belajar siswa.Peran guru dalam memfasilitasi proses pembelajaran sangatlah penting untuk mengembangkan berbagai pengetahuan, sikap, dan keterampilan siswa, salah satunya adalah keterampilan Abad 21 yaitu pemecahan masalah kompleks yang menjadi sorotan dalam dunia pendidikan. Guru dituntut untuk mampu merancang pembelajaran yang efektif, bermakna, dan mengorganisasikan pembelajaran serta pendekatan pembelajaran yang tepat. Faktor penting untuk mencapai tujuan pendidikan salah satunya yakni melalui proses pembelajaran yang dilakukan. Proses pembelajaran berhubungan erat dengan perangkat pembelajaran yang digunakan. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi menunjukkan bahwa silabus & RPP yang disusun guru Biologi SMAN 1 Gondanglegi melalui forum MGMP telah menggunakan model inkuiri, namun dalam penerapannya di kelas, keseluruhan sintaks inkuiri belum terlaksana. Hasil analisis perangkat pembelajaran yang disusun guru Biologi pun masih belum memenuhi tuntutan Kurikulum 2013, Kompetensi dan Pembelajaran Abad 21 serta standar minimal yang tercantum dalam Permendikbud No. 22 Tahun 2016. Hasil tes soal berbasis pemecahan masalah pada siswa kelas XII MIA yang telah menempuh materi Sistem Ekskresi Manusia diperoleh perbandingan rerata nilai pada masing-masing aspek pemecahan masalah yang menunjukkan bahwa pada aspek identifikasi masalah dan identifikasi berbagai alternatif solusi siswa termasuk dalam kategori cukup dan pada aspek mempertahankan satu solusi terbaik siswa termasuk dalam kategori kurang. Berdasarkan permasalahan yang ditemukan, maka penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran Sistem Ekskresi Manusia berupa silabus, RPP, handout, LKS, dan instrumen penilaian berbasis inkuiri terbimbing integrasi peer instruction dan menguji kelayakan, kepraktisan, dan keefektivan perangkat pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah dan hasil belajar siswa kelas XI MIA SMA Negeri 1 Gondanglegi Malang.Pengembangan perangkat pada penelitian ini mengadaptasi model ADDIE (Branch, 2009) yaitu meliputi tahap Analyze, Design, Develop, Implement, dan Evaluate. Data penelitian terdiri dari data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari skor hasil validasi perangkat pembelajaran, skor angket respons uji kepraktisan, skor tes pemecahan masalah dan hasil belajar siswa pada aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Data kualitatif berupa saran dan komentar dari validator, guru, dan siswa. Validasi dilakukan oleh dosen ahli perangkat pembelajaran, ahli materi, dan praktisi lapangan. Uji kepraktisan dan keefektivan dilakukan dengan mengimplementasikan perangkat pembelajaran di kelas XI MIA 1 dan XI MIA 3 SMAN 1 Gondanglegi dengan jumlah 60 siswa, sedangkan uji kepraktisan dilakukan terhadap seluruh respons siswa dan guru. Hasil uji validasi perangkat pembelajaran Sistem Ekskresi Manusia berbasis inkuiri terbimbing integrasi peer instruction (silabus, RPP, handout, dan LKS) memperoleh kriteria sangat valid. Nilai validitas silabus, RPP, handout, dan LKS secara berturut-turut adalah 97,03%, 97,34%, 98,23%, dan 99,30%. Hasil uji kepraktisan menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan sangat praktis, artinya produk yang dikembangkan menarik dan membantu siswa memahami materi Sistem Ekskresi Manusia dengan persentase sebesar 97,60%. Hasil uji keefektivan menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran Sistem Ekskresi Manusia berbasis inkuiri terbimbing integrasi peer instruction sangat efektif untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah siswa kelas XI MIA berdasarkan perolehan n-gain sebesar 0,73 pada indikator mengidentifikasi masalah; 0,86 pada indikator mengidentifikasi berbagai alternatif solusi; dan 0,81 pada indikator memilih satu solusi terbaik. Rata-rata n-gain pada tiga indikator keterampilan pemecahan masalah adalah sebesar 0,8 yang termasuk dalam kriteria efektivitas tinggi. Perangkat pembelajaran Sistem Ekskresi Manusia berbasis inkuiri terbimbing integrasi peer instruction juga sangat efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada aspek pengetahuan atau kognitif siswa berdasarkan perolehan rata-rata n-gain pada seluruh indikator pencapaian kompetensi materi Sistem Ekskresi Manusia sebesar 0,71; hasil belajar pada aspek sikap memperoleh rata-rata nilai yaitu 94,50; dan hasil belajar aspek keterampilan memperoleh rata-rata nilai yaitu 91,30. Berdasarkan hasil tersebut memperlihatkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan telah valid/layak, praktis, dan efektif digunakan dalam kegiatan pembelajara
Pengaruh Ekstrak Bawang Putih Tunggal (Allium sativum L.) terhadap Jumlah Limfosit pada Mencit (Mus musculus Balb/C) dengan Diet Tinggi Lemak dan Karbohidrat
RINGKASANLestari, Awalia Siska Puji. 2019. Pengaruh Ekstrak Bawang Putih Tunggal (Allium sativum L.) terhadap Jumlah Limfosit pada Mencit (Mus musculus Balb/C) dengan Diet Tinggi Lemak dan Karbohidrat. Skripsi. Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu PengetahuanAlam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sri Rahayu Lestari, M. Si., (II) Agung Witjoro, S.Pd, M.Kes. Kata Kunci: Bawang Putih Tunggal, Jumlah Limfosit, Diet Tinggi Lemak dan KarbohidratModernisasi dan globalisasi menimbulkan gaya hidup serba praktis dan instan. Gaya hidup yang serba praktis dan instan menyebabkan kecenderungan beralih mengonsumsi makanan cepat saji yang memiliki kandungan tinggi lemak dan karbohidrat. Konsumsi makanan tinggi lemak dan karbohidrat erat kaitannya dengan sindrom metabolik, yakni terjadinya kondisi, hiperkolesterol, dan obesitas secara bersamaan. Hiperkolesterolemia yang tidak segera ditangani dapat meningkatkan risiko beberapa penyakit, seperti penyakit jantung dan stroke. Data WHO menunjukkan bahwa pada tahun 2016 terjadi sekitar 17,9 juta atau setara dengan 31% kematian di seluruh dunia yang disebabkan oleh penyakit jantung dan pembuluh darah.Konsumsi makanan tinggi lemak dalam jumlah yang tinggi dapat meningkatkan kadar LDL di dalam tubuh. Glukosa yang tinggi di dalam darah akan menginduksi aktivasi fisi mitokondria melalui sinyal yang dimediasi oleh Ca2+ intraseluler danERK1/2 yang dapat menyebabkan terbentuknya ROS secara berlebih. ROS yang bersifat radikal akan berikatan dengan LDL dan teroksidasi membentuk ox-LDL.Tubuh yang semula toleran menjadi intoleran karena tingginya ox-LDL akan mengganggu keseimbangan antara radikal bebas dan antioksidan endogen. Ox-LDL merupakan faktor inflamasi yang paling umum. Ox-LDL dianggap autoantigen dikarenakan ox-LDL merupakan target dari respon imun bawaan maupun adaptif. Adanya respon imun akibat tingginya autoantigen (ox-LDL) dapat meningkatkan produksi jumlah limfosit. Limfosit merupakan sel yang berperan dalam sistem imun bawaan maupun adaptif. Tingginya respon imun dapat mengganggu homeostasis di dalam tubuh. Antioksidan eksogen dapat membantu menstabilkan ROS. Alternatif sumber antioksidan yang potensial adalah bawang putih tunggal.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak bawang putih tunggal terhadap jumlah limfosit pada mencit yang diberi diet tinggi lemak dan karbohidrat. Mencit dikelompokkan menjadi 6 kelompok, yaitu kelompok N, K-, K+, P1, P2, dan P3. Kelompok P1, P2, dan P3 secara berurutan diberi perlakuan ekstrak bawang putih tunggal dengan dosis 125 mg/Kg BB, 250 mg/Kg BB, dan 500 mg/Kg BB. Mencit galur Balb/C diaklimatisasi selama seminggu kemudian diberipakan high fat diet (HFD) sebanyak 7 g per hari. Pemberian pakan HFD dilakukan selama 45 hari. Komposisi HFD adalah pakan HiGro Pokphan 551 yang dihaluskan sebanyak 201,6 g; tepung terigu sebanyak 66,528 g; asam kolat sebanyak0,672 g; kuning telur bebek sebanyak 67,2 g; beras jagung sebanyak134,4 g dan minyak jelantah sebanyak 201,6 g. Berat badan ditimbang tiap seminggu sekali dan sisa pakan ditimbang setiap hari. Sampel limfosit diambil dengan isolasi bone marrow dari tulang femur. Selanjutnya sampel diamati menggunakan haemocytometer dan mikroskop.Hasil penelitian menunjukkan bahwa data rerata jumlah limfosit berdistribusi normal dan homogen. Berdasarkan uji one way anova didapatkan hasil ada pengaruh ekstrak bawang putih tunggal (Allium sativum L.) terhadap jumlah limfosit (MusmusculusBalb/C) dengan diet tinggi lemak (p < 0,05). Rerata jumlah limfosit terendah adalah pada keompok P2, namun tidak berbeda nyata dengan kelompok P3. Jumlah limfosit diduga berbanding lurus dengan berat badan. Kelompok dengan berat badan tertinggi (kelompok K-) mempunyai rerata jumlah limfosit yang tertinggi, sedangkan kelompok dengan berat badan teredah (kelompok N) mempunyai rerata jumlah limfosit yang terendah. Berat badan mencit cenderung naik setelah diberi perlakuan HFD dan cenderung menurun setelah diberi perlakuan ekstrak bawang putih tunggal (EBT). Hasil uji one way anova diketahui bahwa EBT berpengaruh signifikan terhadap berat badan namun tidak signifikan terhadap berat sisa pakan. Jumlah limfosit yang tinggi akibat perlakuan HFD menunjukkan adanya respons imun. Kandungan senyawa aktif bawang putih tunggal, utamanya Allicin mampu menurunkan kadar lemak maupun kadar LDL dalam tubuh dengan cara mengganggu sintesis trigliserida dan menaikkan kolesterol baik (HDL). Antioksidan yang terkandung di dalam bawang putih tunggal dapat bertindak sebagai scavenger ROS, sehingga menurunkan terbentuknya ox-LDL. Pemberian ekstrak bawang putih tunggal dapat mengaktifkan sel T regulator. Pengaktifan sel T regulator meningkatkan produksi IL-10 danTGF-β.IL-10 danTGF-β yang berperan menghambat peningkatan proliferasi, migrasi dan apoptosis dari sel otot dan sel endotel yang berpotensi menghambat sistem imun. Sistem imun yang kembali bekerja secara normal setelah pemberian EBT, sehingga jumlah limfosit cenderung menurun
Pengembangan Modul Berbasis Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Literasi Sains Siswa Kelas X SMAN 8 Malang Materi Ekosistem
RINGKASANRosyida, Lia Alfiani. 2019. Pengembangan Modul Berbasis Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Literasi Sains Siswa Kelas X SMAN 8 Malang Materi Ekosistem. Skripsi. Jurusan Biologi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. I Wayan Sumberartha, M.Sc., (2) Dr. Fatchur Rohman, M.Si.Kata Kunci: modul biologi, Problem Based Learning, literasi sains, ekosistemPemecahan masalah dalam pembelajaran Biologi dapat dilakukan dengan adanya kemampuan literasi sains yang tinggi. Nyatanya yang terjadi saat ini menjelaskan bahwa kemampuan literasi sains siswa di Indonesia masih tergolong rendah. Berdasarkan hasil studi pendahuluan terhadap guru mata pelajaran Biologi kelas X SMAN 8 Malang diketahui bahwa guru belum sepenuhnya mengetahui tentang literasi sains karena masih disamakan dengan pendekatan saintifik sehingga hal tersebut berdampak kepada siswa yaitu belum memiliki kemampuan literasi sains yang baik. Penelitian dalam rangka mengembangkan modul biologi berbasis PBL dengan materi ekosistem ini bertujuan untuk meningkatkan literasi sains siswa.Penelitian dan pengembangan ini mengikuti alur dari Robert Maribe Branch (2009) yakni ADDIE (Analisis, Design, Develop, Implement, dan Evaluate). Penelitian dilakukan di SMAN 8 Malang dengan sampel penelitian adalah siswa kelas X MIPA 5 yang berjumlah 31 siswa. Modul yang dikembangkan diuji kevalidan, keefektifan, dan kepraktisannya. Data penelitian berupa data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif berupa hasil validasi, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, hasil pretes dan postes siswa, dan angket penilaian siswa. Data kualitatif berupa komentar dan saran, serta hasil angket guru dan siswa.Berdasarkan hasil validasi oleh para validator yaitu ahli media, ahli materi, dan praktisi lapangan didapatkan persentase masing-masing sebesar 98,4 %, 100 %, dan 91,25 %. Persentase yang diperoleh dari ketiga validator tersebut sudah memenuhi kriteria sangat valid, atau sangat efektif, dapat digunakan tanpa perbaikan. Hasil uji kepraktisan mendapatkan persentase 83,33 % yang menunjukkan bahwa modul berbasis PBL yang dikembangkan sangat praktis untuk digunakan. Hasil rata-rata pretes siswa yaitu 34,65 dan rata-rata postes siswa yaitu 83,32. Perolehan hasil analisis data pada uji keefektifan adalah tingkat gain score siswa sebesar 0,74 yang menunjukkan bahwa peningkatan gain score siswa tergolong tinggi
Pengembangan Perangkat Pembelajaran problem based learning kompetensi dasar sistem respirasi untuk meningkatkan keterampilan Berpikir Kritis Siswa kelas 11 SMAN 1 Purwosari
Pendidikan pada saat ini berada di masa pengetahuan (knowledge) dengan percepatan yang sangat luar biasa. Pendidikan dalam abad 21 ini, menjadi sangat penting untuk menjamin siswa memiliki keterampilan belajar dan berinovasi, keterampilan menggunakan teknologi dan media informasi, serta dapat bekerja, dan bertahan dengan menggunakan keterampilan untuk hidup (life skills). Data awal pada kelas XI MIPA 1 menunjukan rata-rata skor keterampilan berpikir kritis sebesar 46%. Terdapat 50% siswa yang mampu memfokuskan pertanyaan, 38% memikirkan anggapan, 46% menganalisis argumen, 47% memprediksi hasil observasi, dan 49 % membuat dan mempertimbangkan nilai keputusan, serta rendahnya tingkat ketuntasan ujian formatif pada KD sistem respirasi sebesar 55% pada siswa kelas XII MIPA 6. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan model penelitian ADDIE, dengan tahap menganalisis, merancang, mengembangkan, mengimplementasi dan evaluasi. Perangkat pembelajaran yang di kembangkan meliputi silabus, RPP, LKS, multimedia interaktif, dan instrumen penilaian. Penelitian dilakukan di SMAN 1 Purwosari dengan sampel penelitian adalah 35 siswa kelas XI MIPA 1. Data validasi diperoleh dari ahli materi, ahli perangkat pembelajaran dan praktisi lapangan. Data kepraktisan diperoleh dari angket respon siswa dan guru. Data keefektifan diperoleh dari hasil pretest dan posttest keterampilan berpikir kritis terintegrasi hasil belajar pengetahuan. Teknik analisis data yang digunakan adalah Teknik analisis deskriptif kuantitatif dan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan validasi silabus diperoleh skor 97%, RPP diperoleh skor 95%, LKS diperoleh skor 97%, media interaktif diperoleh skor 95%, instrumen penilaian diperoleh skor 98% dan keseluruhan termasuk kategori sangat valid,. Hasil kepraktisan oleh guru memperoleh skor 97% yang termasuk kategori sangat praktis, kepraktisan oleh siswa memperoleh skor 83% yang termauk kategori praktis. Hasil keefektifan perangkat pembelajaran diketahui melalui hasil pretest dan posttest yang dianalisis menggunakan n-gain dan diperoleh nilai 0,63 yang menunjukan bahwa perangkat pembelajaran dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis termasuk kategori sedang (efektif). Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran yang meliputi silabus, RPP, LKS, media interaktif, dan instrumen penilaian sangat valid, sangat praktis dan efekitf dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa kelas XI MIPA 1 SMAN 1 Purwosari
Pengaruh Model Pembelajaran RICOSRE terhadap Keterampilan Literasi Sains dan Hasil Belajar Kognitif Siswa Kelas X di SMA Negeri 1 Singosari
RINGKASANFahruli, Mohammad Taufik A. 2019. Pengaruh Model Pembelajaran RICOSRE terhadap Keterampilan Literasi Sains. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengethauan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Susriyati Mahanal, M.Pd., (II) Prof. Dr. Siti Zubaidah, M.Pd.Kata Kunci: RICOSRE, Keterampilan Literasi Sains, Hasil Belajar Kognitif.Keterampilan literasi sains merupakan modal dan kecakapan abad 21 yang menuntut bagi seseorang untuk mampu mengolah, mengevaluasi, dan membuat keputusan berdasarkan kemampuan, pengetahuan, dan pengalaman yang dimiliki. Ketika siswa memiliki keterampilan mengumpulkan informasi dan menjawab persoalan dengan baik. Penilaian literasi sains yang dilakukan oleh PISA pada tahun 2012 menyebutkan bahwa aspek-aspek yang dinilai dan menjadi tolok ukur literasi sains adalah kemampuan ilmiah siswa dalam menanggapi sebuah fenomena ilmiah. Informasi yang akurat dan kredibel dapat menjadi media bantu bagi siswa dalam meraih pemahaman pembelajaran yang baik. Siswa diharapkan memiliki pemahaman yang baik untuk mendapatkan hasil belajar yang baik. Salah satu hasil belajar adalah hasil perolehan siswa pada ranah pengetahuan atau intelektual setelah mengalami suatu pengalaman belajar yang disebut sebagai hasil belajar kognitif. Model pembelajaran yang berpotensi meningkatkan keterampilan literasi sains dan hasil belajar kognitif adalah model pembelajaran yang berbasis masalah salah satunya adalah RICOSRE. RICOSRE diharapkan mampu meningkatkan keterampilan literasi sains karena metode ini memiliki beberapa tahap yang terdiri dari enam tahapan yang terdiri atas Reading, Indentifying the Problem, Contructing the Solution, Solving the Problem, Reviewing the Problem Solving, and Extending the Problem Solving.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pemnelajaran RICOSRE terhadap keterampilan literasi sains dan hasil belajar siswa. Desain penelitian kuasi eksperimen yang digunakan adalah dengan pretest posttest non-equivalent control group design. Variabel terikat penelitian ini adalah model pembelajaran. RICOSRE sebagai kelas eksperiman, PBL sebagai kelas kontrol positif, dan pembelajaran konvensional sebagai kelas kontrol negatif. Sampel penelitian adalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Singosari. Data dianalisis dengan uji anakova dua jalur dan dilanjutkan dengan uji BNT 5%.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) model pembelajaran mempengaruhi keterampilan literasi sains siswa dengan nilai 482.904 dengan p-va-lue = 0,000. p-value < α (α=0,05); (2) model pembelajaran mempengaruhi hasil belajar siswa dengan nilai 194.458 dengan p-va-lue = 0,000. p-value < α (α=0,05). Model pembelajaran RICOSRE memiliki potensi tertinggi untuk meningkatkan literasi sains sebesar 70,77%. Model RICOSRE memiliki potensi tertinggi untuk meningkatkan hasil belajar kognitif sebesar 45,23
Pengaruh Konsentrasi Larutan Bawang Putih (Allium sativum) pada Pengawetan Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) terhadap Daya Tahan Simpan Berdasarkan Angka Lempeng Total (ALT) Koloni Bakteri
RINGKASANSwistyaningputri, Giovannica Zendi. 2019. Pengaruh Konsentrasi Larutan Bawang Putih (Allium sativum) pada Pengawetan Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) terhadap Daya Tahan Simpan Berdasarkan Angka Lempeng Total (ALT) Koloni Bakteri. Skripsi. Jurusan Biologi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Dra. Utami Sri Hastuti, M.Pd., (II) Sitoresmi Prabaningtyas, S. Si, M.Si.Kata Kunci: daya tahan simpan, ikan cakalang, ALT koloni bakteriIndonesia merupakan negara yang memiliki wilayah perairan luas dan mengandung sumber daya alam yaitu perikanan yang melimpah. Ikan merupakan salah satu bahan pangan, salah satu diantaranya ialah ikan cakalang yang mengandung gizi tinggi. Kebiasaan mengkonsumsi ikan dapat memberikan berbagai efek penunjang kesehatan tubuh. Gizi yang terkandung dalam ikan juga diperlukan oleh bakteri kontaminan, sehingga dapat memicu pertumbuhan bakteri kontaminan. Salah satu penyebab kerusakan ikan ialah aktivitas bakteri kontaminan dalam mendegradasi senyawa-senyawa kompleks yang terdapat dalam tubuh ikan menjadi senyawa-senyawa yang lebih sederhana untuk dimanfaatkan sebagai nutrisi oleh bakteri kontaminan. Aktivitas degradasi tersebut dapat menyebabkan kerugian karena dihasilkan senyawa-senyawa yang beraroma busuk; selain itu juga menyebabkan kerusakan tekstur tubuh ikan. Sehubungan dengan hal tersebut diperlukan usaha untuk mencegah pertumbuhan mikroba melalui pengawetan ikan ialah dengan menggunakan bawang putih yang mengandung senyawa antimikroba.Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk: 1) Menguji pengaruh larutan bawang putih terhadap daya tahan simpan ikan cakalang berdasarkan nilai ALT koloni bakteri; 2) menentukan konsentrasi larutan bawang putih yang paling optimal terhadap daya tahan simpan ikan cakalang berdasarkan ALT koloni bakteri. Sampel ikan yang digunakan yaitu ikan cakalang segar yang telah dicuci bersih dan direndam dalam beberapa variasi konsentrasi larutan bawang putih yang selanjutnya disimpan dalam wadah plastik pada suhu kamar dengan beberapa variasi lama waktu simpan yang kemudian diuji mutu mikrobiologi berdasarkan ALT koloni bakteri dan uji organoleptik. Rancangan dalam penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor yaitu konsentrasi larutan bawang putih (0 gr/ml, 0,10 gr/ml, 0,15 gr/ml, 0,20 gr/ml, dan 0,25 gr/ml) dan lama waktu penyimpanan ikan cakalang (0jam, 12 jam, 24 jam, dan 36 jam). Data dianalisis dengan Analisis Varian Ganda (ANAVA) yang dilanjutkan uji lanjut Scott Knott 5% dan data ALT koloni bakteri dirujukkan pada ketentuan SNI (2009) yaitu batas maksimal cemaran 5x105 cfu/gr. Hal tersebut menentukan konsentrasi larutan bawang putih dan batas waktu penyimpanan agar ikan tetap layak dikonsumsi.Hasil penelitian ialah: 1) Perbedaan konsentrasi larutan bawang putih berpengaruh terhadap daya tahan simpan ikan cakalang (Katsuwonus pelamis); 2) Berdasarkan ALT koloni bakteri dan hasil uji organoleptik konsentrasi larutan bawang putih yang optimal dalam menghambat pertumbuhan bakteri kontaminan yaitu 0,25 gr/ml dan lama waktu simpan 36 jam
Pengaruh Pemberian Rebusan Simplisia Daun Pulutan (Urena lobata L.) Terhadap Jumlah Folikel Telur Mencit (Mus musculus) Galur Balb C
RINGKASANAprilia, Dinda. 2019. Pengaruh Pemberian Rebusan Simplisia Daun Pulutan (Urena lobata L.) Terhadap Jumlah Folikel Telur Mencit (Mus musculus) Galur Balb C. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I): Dra. Nursasi Handayani, M.Si, Pembimbing (II): Dra. Amy Tenzer, M.S. Kata Kunci : rebusan simplisia daun pulutan (Urena lobata L.), jumlah folikel telur mencitPulutan (Urena lobata L.) merupakan jenis tanaman yang banyak digunakan sebagai obat tradisional. Kandungan bahan aktif dalam daun pulutan berupa alkaloid, tannin, triterpenoid, flavonoid, saponin dan steroid diduga sebagai bahan aktif yang bekerja sebagai agen antifertilitas. Bahan aktif tersebut diduga dapat menyebabkan nekrosis pada sel granulosa, sehingga reseptor FSH menjadi tidak aktif dan aktivitas enzim aromatase terganggu, menyebabkan perkembangan folikel terhambat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian rebusan simplisia daun pulutan (Urena lobata L.) terhadap jumlah folikel telur mencit (Mus musculus) galur Balb-C. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan enam perlakuan pemberian rebusan simplisia daun pulutan (Urena lobata L.), yaitu 0%, 5%, 7,5%, 10%, 12,5% dan 15%, masing-masing perlakuan diulang empat kali. Pemberian perlakuan selama 15 hari dimulai saat fase metestrus terhadap mencit betina virgin galur Balb-C berumur 8-10 minggu. Pembedahan dilakukan saat fase proestrus dan diambil organ ovarium untuk dibuat preparat. Data yang diperoleh berupa jumlah folikel primer monolaminar, folikel primer multilaminar, folikel sekunder, folikel de Graaf dan folikel atresia. Data selanjutnya diuji normalitas, uji homogenitas, dan dianalisis dengan ANOVA tunggal, dan jika berpengaruh dilanjutkan dengan uji Duncan dengan P < 0,05.Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan nyata antara kelompok kontrol dan perlakuan pada hasil analisis folikel primer monolaminar, folikel primer multilaminar, folikel sekunder, folikel de Graaf dan folikel atresia. Konsentrasi rebusan simplisia daun pulutan 7,5% mulai menurunkan jumlah folikel primer multilaminar, folikel de Graaf dan mulai meningkatkan jumlah folikel atresia, sedangkan pada konsentrasi 10% mulai menurunkan jumlah folikel primer monolaminar dan folikel sekunder.Kesimpulan penelitian ini adalah rebusan simplisia daun pulutan (Urena lobata L.) berpengaruh menurunkan jumlah folikel pada folikel primer monolaminar, folikel primer multilaminar, folikel sekunder, folikel de Graaf serta meningkatkan jumlah folikel atresia. SUMMARYAprilia, Dinda. 2019. Effect of Decoction Simplicia Pulutan Leaves (Urena lobata L.) Against The Number of Follicles Strains Balb-C Mice. Undergraduate Thesis. Department of Biology, Faculty of Mathematics and Science, State University of Malang. Advisors (I): Dra. Nursasi Handayani, M.Si, Pembimbing (II): Dra. Amy Tenzer, M.S. Kata Kunci : decoction simplicia pulutan leaves (Urena lobata L.), the number of mice follicles Pulutan (Urena lobata L.) is a type of plant that is widely used as traditional medicine. The compound in pulutan leaves consists of alkaloids, tannins, tri-terpenoids, flavonoids, saponins and steroids that work as antifertility agents. This compound is thought to cause necrosis in granulosa cells, so that the FSH receptor becomes inactive and the activity of the aromatase enzyme is disrupted, causing obstructed follicle development. The purpose of this study is to find effect of decoction simplicia pulutan leaves (Urena lobata L.) against the number of follicles strains Balb-C mice.The research is a randomized block design (RAK) with 6 treatments of decoction simplicia pulutan leaves (Urena lobata L.), which are 0%, 5%, 7,5%, 10%, 12,5% and 15%, and each with 4 replications. Giving treatment for 15 days starting at the metestrus phase to virgin Balb-C female mice aged 8-10 weeks. Surgery is performed during the proestrus phase and the ovary is taken for preparation. Data obtained in the form of the number of monolaminar primary follicles, multilaminar primary follicles, secondary follicles, de Graaf follicles and atresia follicles. Data were analyzed with single ANOVA, if it is influential, it is continued with the Duncan test with P < 0,05.The results of this research showed significant differences between the control group and treatments in the analysis of monolaminar primary follicles, multilaminar primary follicles, secondary follicles, de Graaf follicles and atresia follicles. Concentration of decoction simplicia pulutan leaves 7,5% began to reduce the number of multilaminar primary follicles, and de Graaf follicles and began to increase the number of follicles atresia, whereas at the concentration 10% began to reduce the number of monolaminar primary follicles and secondary follicles.The conclusions of this research is decoction simplicia pulutan leaves (Urena lobata L.) influenced the number of monolaminar primary follicles multilaminar primary follicles, secondary follicles, de Graaf follicles and increase the number of atresia follicles
Potensi Antihiperkolesterolemik Senyawa Flavonoid (Quercetin, Isoquercetin, dan Kaempferol) Bawang Putih Tunggal (Allium sativum) Terhadap Target Enzim Lanosterol Synthase Menggunakan Teknik Molecular Docking
Potensi Anti hiperkolesterolemik Senyawa Flavonoid (Quercetin, Isoquercetin, dan Kaempferol) Bawang Putih Tunggal (Allium sativum) Terhadap Target Enzim Lanosterol Synthase MenggunakanTeknik Molecular DockingMaghfiroh Gesty Maharani1, Sri Rahayu Lestari1, Betty Lukiati1 1Jurusan Biologi, FakultasMatematikadanIlmuPengetahuanAlam UniversitasNegeri Malang, Jalan Semarang No 5 Malang, 65145, IndonesiaEmail koresponden :[email protected] Abstrak: Jantung dan stroke merupakan penyakit penyebab kematian terbesar di duniadengan faktor risiko tertinggi karena hiperkolesterolemia. Penggunaan tanaman herbal sebagai obat hiperkolesterolemia meningkat seiring dengan bertambahnya efek samping obat sintetis dan rekomendasi oleh WHO. Tanaman obat Indonesia, salah satunya adalah bawang putih tunggal. Kandungan utama bawang putih tunggal selain senyawa organosulfur adalah flavonoid. Tahap akhir sintesis kolesterol yang melibatkan enzim lanosterol synthase, merupakan tahapan paling tepat untuk penghambatan obat. Tujuan penelitian ini adalah memprediksi potensi senyawa flavonoid bawang putih tunggal (quercetin, isoquercetin, dan kaempferol) dalam menghambat enzim lanosterol synthase sebagai antihiperkolesterolemia. Penelitian ini melalui teknik molecular docking dengan software Pyrx, Pymol, Discovery studio serta webserver prediksi potensi dan sifat farmakokinetik. Hasil penelitian menunjukkan senyawa flavonoid bawang putih tunggal memiliki potensi sebagai APOA1 dan HMOX1 enhancer, lipid peroxidase inhibitor, cardioprotectant serta hepatoprotectant, memiliki volume distribusi tinggi (> 0,45 logL/kg), nilai clearance dan toksisitas rendah. Hasil docking menunjukkan energi ikatan RO 48-8071 (-10,3 kcal/mol), kaempferol (-9,9 kcal/mol), quercetin (-9,8 kcal/mol), isoquercetin (-6,8 kcal/mol), senyawa flavonoid memiliki ikatan hidrogen dan interaksi hidrofobik, dengan jarak ikatan yang lebih stabil dibandingkan kontrol. Berdasarkan berbagai parameter, senyawa flavonoid memiliki potensi sebagai antihiperkolesterolemia. Hasil prediksi pada penelitian dapat dilanjutkan untuk menguji senyawa flavonoid bawang putih tunggal secara in vitro dan in vivo dengan meningkatkan absorbsi senyawa. Kata Kunci: Antihiperkolesterolemia, Bawang putih tunggal, Flavonoid, Molecular docking. Anti hypercholesterolemic Potential Flavonoid (Quercetin, Isoquercetin, and Kaempferol) of Single Clove Garlic (Allium sativum) Against the Lanosterol Synthase Using Molecular Docking TechniqueMaghfiroh Gesty Maharani1, Sri Rahayu Lestari1, Betty Lukiati1 1Biology Departement, Faculty Mathematics and Science State University of Malang, St. Semarang 5 Malang, 65145, IndonesiaCorresponding author :[email protected] Abstract: Heart and stroke are the biggest cause of death in the world with the highest risk factors due to hypercholesterolemia. The use of herbs as hypercholesterolemia drug increases with increasing side effects of synthetic drugs and recommendations by WHO. Indonesian medicinal plants, one of which is single clove garlic. The main content of single clove garlic beside organosulfur compounds is flavonoids. The final stage of cholesterol synthesis involving the enzyme lanosterol synthase, is the most appropriate stage for drug inhibition. The purpose of this study was to predict the potential of single clove garlic flavonoids (quercetin, isoquercetin, and kaempferol) in inhibiting the enzyme lanosterol synthase as antihypercholesterolemia. This research is through molecular docking techniques with Pyrx, Pymol software, Discovery studios and web server predictors of potential and pharmacokinetic properties. The results showed that single garlic flavonoids had potential as APOA1 and HMOX1 enhancers, lipid peroxidase inhibitors, cardioprotectant and hepatoprotectant, had high distribution volumes (> 0.45 logL / kg), low clearance and toxicity. The docking result shows RO bond energy 48-8071 (-10.3 kcal / mol), kaempferol (-9.9 kcal / mol), quercetin (-9.8 kcal / mol), isoquercetin (-6.8 kcal / mol ), flavonoid compounds have hydrogen bonds and hydrophobic interactions, with bonding distances that are more stable than controls. Based on various parameters, flavonoids have the potential to be antihypercholesterolemic. Predicted results in the study can be continued to test single garlic flavonoids in vitro and in vivo by increasing the absorption of compounds. Keywords: Antihypercholesterolemia, Single Clove Garlic, Flavonoids, Molecular docking
ANALISIS STATUS TROFIK WADUK LAHOR KABUPATEN MALANG JAWA TIMUR
RINGKASANGarudea, Ginggi. 2018. Analisis Status Trofik Waduk Lahor Kabupaten Malang Jawa Timur. Skripsi, Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Hadi Suwono, M.Si. Kata Kunci: Fitoplankton, Status Trofik, Waduk Lahor Waduk Lahor merupakan salah satu perairan lentik yang ada di Indonesia. Waduk Lahor Malang dimanfaatkan oleh warga sekitar sebagai sumber air bersih, tempat pariwisata, perikanan, dan irigasi pertanian, berbagai pemanfaatan tersebut dapat mempengaruhi kualitas perairan di Waduk Lahor. Pencemaran dapat disumbang oleh limbah pemukiman masyarakat sekitar, limbah pakan dari budidaya perikanan yang dilakukan, dan pengayaan unsur hara perairan dari limbah pertanian. Aktivitas tersebut dapat menyebabkan terjadinya eutrofikasi dengan pengayaan unsur hara dalam badan perairan Waduk Lahor. Dampak yang ditimbulkan oleh eutrofikasi terhadap kualitas perairan perlu dimonitor untuk menjaga kualitas perairan. Salah satu caranya yaitu dengan mengetahui status trofik perairan. Status trofik merupakan gambaran mengenai tingkat kesuburan suatu perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan fitoplankton, hubungan faktor fisiko-kimia dengan kelimpahan fitoplankton dan mengetahui status trofik perairan. Identifikasi fitoplankton dilakukan sampai pada tingkat genus. Faktor fisiko-kimia yang diukur dalam penelitian ini yaitu (pH, suhu, DO, kecerahan, fosfat, dan klorofil-a). Analisis status trofik dihitung berdasarkan indeks status trofik Carlson. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif dan dilaksanakan pada bulan September-Desember 2018 di Waduk Lahor. Pengambilan sampel di Waduk Lahor dibagi menjadi 4 stasiun berdasarkan rona lingkungannya. Setiap stasiun kemudian dibagi menjadi 3 kedalaman yaitu 0 m, 0,5 m, dan 1 m dengan 3 kali pencuplikan disetiap kedalaman kecuali pengambilan sampel untuk uji klorofila, fosfat dan kecerahan yang hanya dilakukan 1 kali pencuplikan. Pengambilan air sampel untuk penelitian untuk kelimpahan fitoplankton sebanyak 1500 ml sedangkan untuk analisis klorofil-a dan fosfat sebanyak 600 ml pada kedalaman 0.5cm. Analisis yang digunakan untuk mengetahui hubungan faktor fisiko-kimia dengan kelimpahan fitoplankton dianalisis dengan uji korelasi berganda. Analisis status trofik dihitung berdasarkan indeks status trofik Carlson. Hasil penelitian ditemukan 32 jenis fitoplankton yang terdiri dari 5 divisi, yaitu Chlorophyta, Chrysophyta, Chyanophyta, Euglenophyta dan Phyrrophyta. Hasil analisis korelasi berganda menunjukkan bahwa faktor fisiko-kimia perairan memiliki hubungan yang signifikan terhadap kelimpahan fitoplankton. Berdasarkan rumus Carlson tentang status trofik perairan Waduk Lahor tergolong dalam perairan mesotrofik yang mendekati ke arah eutrofik ABSTRACTGarudea, Ginggi. 2018. Analysis Trophic Status of Lahor Reservoir, Malang East Java. Thesis. Biology Departemen. Faculty of Matematics and Natural Sciences. Counselor Dr. Hadi Suwono, M.Si. Keywords: Phytoplankton, Trophic Status, Lahor Reservoir Lahor Reservoir is one of the limber waters in Indonesia. Lahor Malang Reservoir is used by local residents as a source of clean water, tourism, fisheries and agricultural irrigation, various uses can affect the quality of water in the Lahor Reservoir. Pollution can be contributed by residential community waste, feed waste from aquaculture carried out, and enrichment of aquatic nutrients from agricultural waste. This activity can cause eutrophication with nutrient enrichment in the waters of the Lahor Reservoir. The impact of eutrophication on water quality needs to be monitored to maintain water quality. One way is to know the trophic status of the water. Trophic status is an illustration of the level of fertility of a waters. This study aims to determine the abundance of phytoplankton, the relationship of physicochemical factors with the abundance of phytoplankton and to know the trophic status of the waters. Identification of phytoplankton is carried out at the genus level. Physico-chemical factors measured in this study are (pH, temperature, DO, brightness, phosphate, and chlorophyll-a). Trophic status analysis is calculated based on Carlson's trophic status index. This research is a descriptive exploratory study and was conducted in September-December 2018 in the Lahor Reservoir. Sampling in the Lahor Reservoir is divided into 4 stations based on the environment. Each station was then divided into 3 depths, namely 0 m, 0.5 m, and 1 m with 3 samples in each depth except sampling for the chlorophyll-a, phosphate and brightness tests which were only done once. Sampling water for research for phytoplankton abundance of 1500 ml while for analysis of chlorophyll-a and phosphate as much as 600 ml at a depth of 0.5cm. The analysis used to determine the relationship of physico-chemical factors with phytoplankton abundance was analyzed by multiple correlation tests. Trophic status analysis is calculated based on Carlson's trophic status index. The results of the study found 32 types of phytoplankton consisting of 5 divisions, namely Chlorophyta, Chrysophyta, Chyanophyta, Euglenophyta and Phyrrophyta. The results of multiple correlation analysis showed that physicochemical factors in waters have a significant relationship to the abundance of phytoplankton. Based on Carlson's formula of trophic status, the waters of the Lahor Reservoir are classified as mesotrophic waters which approach toward eutrophi
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF MATERI SISTEM SARAF UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI SMA LABORATORIUM UM MALANG
RINGKASANSipahutar, Efriani Rodearma. 2018. Pengembangan Multimedia Interaktif Materi Sistem Saraf untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Siswa Kelas XI SMA Laboratorium UM Malang. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Hendra Susanto, S.Pd, M.Kes., Ph.D., (II) Dr. Sri Rahayu Lestari, M.Si.Kata Kunci: multimedia interaktif, kemampuan berpikir kritis, hasil belajar, sistem sarafUji coba soal materi sistem saraf kepada 30 siswa kelas XI SMA Laboratorium UM Malang diperoleh sebanyak 7% siswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis yang baik, 53% siswa cukup baik dan 40% siswa kurang baik. Oleh karena itu, perlu adanya penerapan media pembelajaran berbasis teknologi dan informasi sesuai dengan tuntutan abad XXI yang diperlukan untuk memfasilitasi siswa agar lebih mudah memahami pembelajaran dan mampu meningkatkan kemampuan berpikir dan hasil belajar siswa, salah satunya adalah multimedia interaktif. Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan multimedia interaktif yang valid, praktis dan efektif pada materi sistem saraf untuk siswa kelas XI SMA Laboratorium UM Malang. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan model Lee and Owen yang meliputi 4 tahap yaitu, Assesment/analysis yang terdiri dari need assesment dan Front-end analysis, Design, Development and Implementation dan Evaluation. Multimedia interaktif akan divalidasi oleh ahli materi, ahli media, dan praktisi lapangan menggunakan angket validasi. Tingkat kepraktisan diukur berdasarkan jawaban angket respon siswa dan tingkat keefektian dilihat dari hasil gain score yang diperoleh dari rata-rata nilai pre-test dan post-test.Hasil analisis dari validasi ahli materi diperoleh rata-rata persentase sebesar 100% (sangat valid), ahli media sebesar 93,29% (sangat valid), dan praktisi lapangan sebesar 94,73% (sangat valid). Kepraktisan produk multimedia interaktif sebesar 92,14% (sangat praktis). Rerata hasil pre-test dan post-test, didapatkan hasil gain score sebesar 0,706667 yang berarti kemampuan berpikir kritis siswa dengan kriteria tinggi dan adanya kenaikan hasil belajar siswa. Hal tersebut menunjukkan bahwa multimedia interaktif sangat efektif. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa multimedia interaktif pada materi sistem saraf sangat layak, sangat praktis dan sangat efektif digunakan dalam pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa