SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
    1764 research outputs found

    Senyawa Golongan Flavonoid Sirih Merah (Piper crocatum Ruiz & Pav.) Sebagai Agen Antiinflamasi Rheumatoid Arthtritis Melalui Virtual Screening

    No full text
    AbstrakRheumatoid arthritis adalah penyakit kronis yang ditandai dengan inflamasi pada daerah sendi yang berlanjut dengan kerusakan tulang. Prevalensi RA adalah 0,5% -1,0% pada populasi umum di seluruh dunia. Inflamasi timbul karena prostaglandin yang merupakan mediator proinflamasi akibat adanya stimulus.Enzim kunci pada inflamasi adalah cyclooxygenase-2. Flavonoid memiliki berbagai efek biologis dalam sel mamalia yang dilakukan baik secara in vitro maupun in vivo. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi potensi senyawa golongan flavonoid sebagai agen antiinflamasi rheumatoid arthritis melalui virtual screening dengan metode molecular docking. Metode yang dilakukan adalah memprediksi potensi senyawa golongan flavonoid menggunakan web server PASS SERVER, prediksi sifat farmakokinetik senyawa golongan flavonoid meliputi absorbsi, distribusi, metabolisme, ekskresi, dan toksisitas menggunakan web server pkCSM dan molecular docking untuk mengetahui interaksi senyawa golongan flavonoid-enzim COX-2 yang dibandingkan dengan obat kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawagolongan flavonoid (kaempferitrin, afzelin, dan rutin) dapat berpotensi menggantikan obat rofecoxib berdasarkan potensi senyawa yakni sebagai antiinflamasi, agen antiinflamasi non steroid, antoksidan, dan antikarsinogenik. Senyawa golongan flavonoid memiliki profil ADMET yang baik. Senyawa tersebut memiliki aktivitas yang cukup besar sebagai agen antiinflamasi berdasarkan interaksinya dengan enzim COX-2 yang ditunjukkan dengan nilai afinitas pengikatan ±-8.5 kkal/mol. Kata kunci : Flavonoid, Inflamasi, Molecular Dockin

    HUBUNGAN ANTARA KETERAMPILAN ARGUMENTASI ILMIAH DAN HASIL BELAJAR KOGNITIF BIOLOGI PADA MODEL PEMBELAJARAN RICOSRE SISWA KELAS X SMAN DI MALANG

    No full text
    ABSTRAKKeterampilan argumentasi ilmiah merupakan salah satu keterampilan yang perlu diberdayakan dalam pembelajaran biologi. Keterampilan argumentasi ilmiah dapat membantu siswa meningkatkan kemampuan untuk memahami, menalar, menganalisis, dan memecahkan masalah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan antara keterampilan argumentasi ilmiah dengan hasil belajar kognitif biologi pada model pembelajaran RICOSRE. Penelitian ini tergolong dalam penelitian korelasional. Sampel yang digunakan siswa kelas 18 MIPA  SMAN 1 Malang dan kelas X IPA SMAN 1 Turen dengan total 57 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan soal pretest dan posttest keterampilan argumentasi ilmiah dan hasil belajar kognitif. Analisis regresi linear sederhana digunakan untuk  menganalisis data penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwahubungan antara keterampilan argumentasi ilmiah dengan hasil belajar kognitif signifikan,dengannilai R=0,800. Keterampilan argumentasi ilmiah memberikan sumbangan terhadap hasil belajar kognitif siswa pada model pembelajaran RICOSRE sebesar 64%.Kata kunci: Keterampilan argumentasi ilmiah, hasil belajar kognitif, RICOSREABSTRACTThe skill of scientific argumentation is one of the skills that need to be empowered in biology learning. The skills of scientific argumentation can help students improve their ability to understand, make a reason, analyze, and solve problems. The purpose of this study is to know relationship between scientific argumentation skills with cognitive learning outcomes of biologyin the application of RICOSRE learning model.This research uses correlational research design. The sample in this research are students of class 18 MIPA SMAN 1 Malang  and X IPA SMAN 1 Turen with a total of 57 students. Research data obtained from pretest and posttest scientific argumentation skills and cognitive learning outcomes. Simple linear regression analysis is used for analysis of research data. Result shows that the relationship between scientific argumentation skills and cognitive learning outcoumes is significant, shows a value of R = 0,800. The scientific argumentation skills contributed to students' cognitive learning outcomes in the RICOSRE learning model by 64%.Key words: scientific argumentation skills, cognitive learning outcomes, RICOSR

    PENGARUH MODEL-MODEL PEMBELAJARAN TERHADAP KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH

    No full text
    Keterampilan pemecahan masalah merupakan salah satu keterampilan yang harus dimiliki oleh siswa, baik dalam lingkup pengetahuan maupun lingkup sosial, salah satu upaya untuk menunjang peningkatan keterampilan pemecahan masalah pada siswa adalah dengan mengkaji tentang pengaruh berbagai model pembelajaran terhadap keterampilan pemecahan masalah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: 1) Memberikan gambaran pengaruh model-model pembelajaran terhadap keterampilan pemecahan masalah, dan 2) Memberikan gambaran tentang faktor-faktor apa sajakah yang berpengaruh terhadap kecenderungan pengaruh model pembelajaran terhadap keterampilan pemecahan masalah. Penelitian ini termasuk dalam penelitian survei dengan menggunakan kajian meta-analisis. Berdasarkan hasil seleksi yang telah dilakukan, didapatkan 33 data penelitian yang  terdiri dari 14 macam model pembelajaran. Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa: 1) Sebagian besar model pembelajaran inovatif berpengaruh terhadap keterampilan pemecahan masalah, 2) Adapun beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kuat lemahnya model pembelajaran inovatif terhadap keterampilan pemecahan masalah meliputi: keberadaan strategi pemecahan masalah dalam sintaks model pembelajaran inovatif, keterlaksanaan sintaks pembelajaran, dominansi sintaks pembelajaran yang lebih berpotensi membantu meningkatkan pemahaman dan penguasaan materi atau keterampilan lain pada siswa, kemampuan guru dalam mengatur kelas, serta kondisi siswa baik berupa motivasi siswa maupun kemampuan akademik siswa selama proses pembelajaran. Keywords:  Keterampilan pemecahan masalah, model pembelajaran, faktor-faktor yang mempengaruhi model pembelajara

    Identifikasi Variasi Genetik Sekuens Gen Sex-determining Region Y (SRY) pada Sapi Pejantan Lokal Madura

    No full text
    RINGKASANAmin, Achmad Makin. 2019. Identifikasi Variasi Genetik Sekuens Gen Sexdetermining Region Y (SRY) pada Sapi Pejantan Lokal Madura.Skripsi. Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. agr. Mohamad Amin, S.Pd, M.Si (II) Dr. Umie Lestari, M.Si Kata kunci:Variasi, Genetik, Gen SRY, Sapi Madura. Kekayaan fauna Indonesia yang muncul karena isolasi geografis diantaranya yaitu sapi Madura. Peristiwa isolasi dapat meningkatkan inbreeding yang berdampak pada penurunan kemampuan bertahan hidup dan reproduksi. Sehingga, akan kurang adaptif terhadap keadaan lingkungan yang fluktutif. Padahal sapi Madura memiliki keunggulan dapat beradaptasi pada suhu panas, tahan penyakit caplak dan cekaman iklim ekstrim. Adanya variasi genetik mampu meningkatkan sifat adaptif terhadap lingkungan sehingga tetap mampu berkembang biak dan fertil. Maka perlu adanya kajian mengenai identifikasi variasi genetik pada gen pengatur reproduksi pejantan superior yang diakibatkan oleh seleksi dari faktor lingkungan yang sangat berperan penting dalam fertilitas reproduksi. Salah satu gen pengatur pembentukan kelamin pada jantan yaitu gen Sex-determining RegionY (SRY) yang dominan mengatur regulasi determinasi seks dan penanda fertil pada sapi pejantan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi genetik sekuens DNA gen SRY pada sapi pejantan lokal Madura. Jenis data dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Metode penelitian yang digunakan untuk isolasi DNA darah total yaitu metode fenol kloroform. Gen SRY diamplifikasi dengan primer forward SRY-4: 5’–GCC TGG ACT TTC TTG TGC TTA–3’ dan reverse SRY-5: 5’–ACA GTG GGA ACA AAA GAC TAT–3’ dari hasil isolasi DNA darah total dengan metode PCR. Hasil amplifikasi divisualisasi dengan elektroforesis gel agarose 2%. Sampel amplifikasi gen SRY diproses sekuensing DNA dan dianalisis secara bioinformatika dengan menggunakan software BioEdit, MEGA6, program BLAST webserver NCBI, ExPASy dan Swiss-Model. Hasil elektroforegram PCR gen SRY menunjukkan band dengan panjang + 600pb. Hasil sekuensing DNA gen SRY menunjukkan kedua sampel memiliki homologi sebesar 99,67 % dengan sekuens gen SRY Bos taurus pada GeneBank (Accesion Number DQ336526.2). Pada sampel 1 Kanang (M_6) dan 2 Kanwa (M_8) menunjukkan bahwa terjadi mutasi transversi pada urutan basa ke 4 dengan pola monomorphicdan prediksi polipeptida dengan webserver Swiss-Model menunjukkan hasil polipeptida yang sama dari kedua sampel tersebut, yaitu AP-1 Complex dengan urutan asam amino sebagai berikut LQTIVLSEILTNSW YRVKNLVLGWKAPYILKHFLVQGLFFGLSSYFPPLCKLQVISEYICIFYLLS QFIVFCPP. AP-1 Complex memiliki peran penting sebagai faktor transkripsi dalam perkembangan normal testis. SUMMARYAmin, Achmad Makin. 2019. Identification of Genetic Variations in the Sexdetermining Region Y (SRY) Gene Sequence in Local Madura Cattle. Thesis. Department of Biology, Faculty of Mathematic and Natural Sciences, State University of Malang. Advisor: (I) Prof. Dr. agr. Mohamad Amin, S.Pd, M.Si (II) Dr. Umie Lestari, M.Si Keywords: Variations, Genetic, SRY Gene, Madura Cattle. The wealth of Indonesian fauna that arises due to geographical isolation called Madura cattle. Isolation events can increase increased resistance to sustainable survival. Tend to, will be less adaptive to fluctuating environmental conditions. Even though Madura cattle have the advantage of being able to overcome hot temperatures, resistant to tick disease and extreme climate stress. The presence of genetic variation can improve adaptive properties to the environment and culture and fertilizers. Hence there is a need for a study of identification of genetic variation in superior male reproductive regulating genes caused by selection of environmental factors that play an important role in reproductive fertility. One of the genes that determine sex in males is the dominant Sex-determination Region Y (SRY) gene that regulates the registration of sex determinations and fertilizer markers in male cattle. This study studied the genetic variation of SRY gene DNA in local male Madura cattle. The type of data in this study is qualitative descriptive. The research method used for total blood DNA isolation was the phenol-chloroform method. The SRY gene was amplified with forward primer: SRY-4: 5’–GCC TGG ACT TTC TTG TGC TTA–3’ and reverse SRY-5: 5’–ACA GTG GGA ACA AAA GAC TAT–3’ from total DNA testing using the PCR method. The amplification results were visualized by agarose gel electrophoresis 2%. The SRY gene amplification samples were processed by DNA sequencing and analyzed bioinformatics using software BioEdit, MEGA6, NCBI, ExPASy and programs BLAST, web server Swiss-Model. The results of the SRY PCR gene electrogram show bands with a length of + 600pb. The results of the SRY gene sequencing showed that both of the second sample had a homology of 99.67% with the SRY gene Bos taurus sequence in the GeneBank (Accession Number DQ336526.2). In samples 1 Kanang (M_6) and 2 Kanwa (M_8) showed that there was a transversion mutation in the 4th base with a monomorphic pattern and the prediction of polypeptides with the Swiss-Model web server showed the same polypeptide results from the two samples, namely AP-1 Complex with amino acids as follows LQTIVLSEILTNSWYRVKNLVLG WKAPYILKHFLVQGLFFGLSSYFPPLCKLQVISEYICIFYLLSQFIVFCPP. The AP-1 complex has an important role as a transcription factor in the development of normal testes

    Potensi Senyawa Terpenoid dari Sirih Merah (Piper crocatum Ruiz & Pav) sebagai Inhibitor Enzim microsomal Prostaglandin E Synthase-1 (mPGES-1) agen Inflamasi Rheumatoid Arthritis melalui Virtual screening

    No full text
    RINGKASANAfifah, Solichatul. 2019. Potensi Senyawa Terpenoid dari Sirih Merah (Piper crocatum Ruiz & Pav) sebagai Inhibitor Enzim microsomal Prostaglandin E Synthase-1 (mPGES-1) agen Inflamasi Rheumatoid Arthritis melalui Virtual screening. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Siti Imroatul Maslikah, S.Si., M.Si, (II) Dr. Betty Lukiati, M.SKata Kunci: Sirih Merah , Terpenoid, mPGES-1, Rheumatoid Arthritis, Virtual screeningRA adalah penyakit inflamasi pada sinovium. Proses terjadinya RA dimulai saat faktor genetik/lingkungan menyebabkan infiltrasi limfosit ke jaringan sinovial, Sel T mengaktifkan makrofag dan menghasilkan sitokin seperti IL-1β, sehingga menginduksi ekspresi enzim mPGES-1 yang berperan dalam pengaktifan jalur prostaglandin dengan mengubah PGH2 menjadi PGE2. Obat sintetis sebagai inhibitor  mPGES-1 adalah Piroxicam dan Meloxicam, akan tetapi obat ini bersifat hepatoksik sehingga diperlukan obat yang aman seperti Sirih Merah yang mengandung senyawa terpenoid. Proses untuk mengetahui potensi ini melalui teknik virtual screening dengan keuntungan mendesain, mengevaluasi dan memprediksi kandidat molekul sebelum penelitian laboratorium dengan prediksi keakuratan 80%. Tujuan penelitian ini adalah memprediksi senyawa terpenoid Sirih Merah terhadap enzim microsomal Prostaglandin E Synthase-1 (mPGES-1) sebagai kandidat obat untuk Rheumatoid Arthritis melalui virtual screening.Penelitian berupa deskriptif kualitatif yang dilakukan secara dry lab, menggunakan software (PyMol, PyRx, Discovery Studio) dan web server (PubChem, PDB, Pass Server, pKCSM dan ADMET Sar). Rancangan penelitian yang dilakukan yaitu molecular docking, PA test dan ADMET test. Senyawa terpenoid Sirih Merah yang digunakan yaitu β-amyrin, Spathulenol, Caryophyllene dan Humulene serta obat kontrol (Piroxicam dan Meloxicam). Hasil penelitian ini yaitu struktur keempat senyawa terpenoid berbeda dengan obat kontrol karena tidak  memiliki unsur Nitrogen dan Sulfur. Prediksi sifat fisikokimia keempat senyawa terpenoid memenuhi syarat obat, tetapi β-amyrin memiliki satu kriteria yang kurang memenuhi syarat karena nilai log P lebih dari batas. Enzim berbentuk homotrimer dengan setiap monomernya terdapat empat transmembran heliks (TM) yaitu TM1-TM4. Hasil molecular docking keempat senyawa berada pada sisi pengikatan yang sama dengan obat kontrol dan berada pada sisi aktif enzim yaitu Leu-69, Arg-73 dan  Met-76. Nilai afinitas β-amyrin lebih baik daripada obat kontrol, Residu asam amino keempat senyawa terpenoid memiliki satu ikatan hydrogen dan banyak ikatan alkyl. Potensi antiinflammatory, antiarthritic, NSAID, transcription factor inhibitor dan sifat farmakokinetik lebih baik daripada Piroxicam dan Meloxicam

    pengaruh model pembelajaran RICOSRE terhadap keterampilan berpikir kreatif dan hasil belajar biologi siswa kelas X di SMAN 1 Turen

    No full text
    RINGKASANNurhalizah, Siti. 2019. Pengaruh Model Pembelajaran RICOSRE terhadap Keterampilan Berpikir Kreatif dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas X di SMAN 1 Turen. skripsi, Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Hj. Siti Zubaidah, M.Pd. (II) Dr. Susriyati Mahanal, M.Pd.Kata Kunci: keterampilan berpikir kreatif, hasil belajar kognitif, RICOSREAbad 21 diperlukan sumber daya manusia (SDM) yang terampil di bidang pemecahan masalah yang kompleks, berpikir kritis dan kreatif, dengan mental self-driving, self-power. Faktanya, beberapa sekolah di Kota Malang masih kurang memberdayakan keterampilan abad 21. Keterampilan berpikir kreatif merupakan salah satu keterampilan abad 21 yang dibutuhkan siswa dalam memecahkan masalah serta menghasilkan ide-ide yang bervariasi yang dapat meningkatkan hasil belajar kognitif siswa. Berdasarkan hal tersebut, maka dibutuhkan upaya untuk memberdayakan keterampilan berpikir kreatif dan hasil belajar biologi siswa. Permasalahan tersebut diharapkan dapat diatasi dengan penerapan model pembelajaran biologi berbasis RICOSRE ((Reading, Indentifying the Problem, Contructing the Solution, Solving the Problem, Reviewing the Problem Solving).Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) pengaruh model pembelajaran RICOSRE terhadap keterampilan berpikir kreatif siswa kelas X di SMA Negeri 1 Turen. 2) Pengaruh model pembelajaran RICOSRE terhadap hasil belajar biologi siswa kelas X di SMA Negeri 1 Turen.Rancangan penelitian yang digunakan ialah quasi eksperimen dengan desain penelitian Pretestt-Posttest Nonequivalent Control Group Design. Variabel bebas adalah model pembelajaran. Variabel terikat adalah keterampilan berpikir kreatif dan hasil belajar biologi. Variabel kontrol adalah materi pembelajaran, alokasi waktu, soal pretestt dan posttest. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMAN 1 Turen pada tahun pelajaran 2018/2019 semester ganjil. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 3 kelas X MIPA di SMAN 1 Turen. Data diambil pada saat pretest dan posttest. Instrumen tes terlebih dahulu diuji validitas dan reliabilitas. Sebelum uji hipotesis dilakukan uji normalitas data data dengan uji Kolmogorov Smirnov dan uji normalitas dengan Levene’s test. Uji hipotesis menggunakan anakova dengan taraf signifikansi 0,05 (P < 0,05) menggunakan data skor pretest dan posttest. Uji anakova dengan taraf signifikansi 0,05 (P < 0,05) dilakukan menggunakan data selisih posttest dan pretest.Hasil penelitian menunjukkan: 1) Ada pengaruh model pembelajaran RICOSRE terhadap keterampilan berpikir kreatif siswa kelas X di SMA Negeri 1 Turen. 2) Ada pengaruh model pembelajaran RICOSRE terhadap hasil belajar biologi  siswa kelas X di SMA Negeri 1 Turen.SUMMARYNurhalizah, Siti. 2019. The Effect of The RICOSRE Learning Model on Creative Thinking Skills and The Biology Learning Outcomes of Ten Class Students at SMA 1 Turen. skripsi, Biology Education Study Program, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, State University of Malang. Advisor: (I) Prof. Dr. Hj. Siti Zubaidah, M.Pd. (II) Dr. Susriyati Mahanal, M.Pd.Key Words: creative thinking skills, biology learning outcomes, RICOSREsolving, critical and creative thinking, with mental self-driving, self-power. In fact, some schools in Malang City are still not empowering 21st century skills. Creative thinking skills are one of the 21st century skills that students need to solve problems and produce varied ideas that can improve students' cognitive learning outcomes. Based on this, we need to give the efforts to empower creative thinking skills and student biology learning outcomes. The problem is expected to be overcome by applying the biology learning model based on RICOSRE (reading, indentifying the problem, constructing the solution, solving the problem). The purpose of this study is to find out: 1) the effect of the RICOSRE learning model on creative thinking skills of ten class students at SMAN 1 Turen. 2) The effect of the RICOSRE learning model on the biology learning outcomes of ten class students at SMAN 1 Turen.The reearch design used was quasi-experimental, research design Pretestt-Posttest Nonequivalent Control Group Design. The independent variable is the learning model. The dependent variable is creative thinking skills and biology learning outcomes. Control variables are learning material, time allocation, pretestt and posttest questions. The population of this study was all students of class X of SMAN 1 Turen in the period semester 2018/2019 school year. The sample in this study consisted of 3 classes in ten grade MIPA at SMAN 1 Turen. Data was taken at the pretest and posttest. The test instrument was first tested for validity and reliability. Before the hypothesis test the data normality test was carried out by the Kolmogorov Smirnov test and the normality test with Leven's test. Hypothesis testing uses anakova with a significance level of 0.05 (

    Pengembangan Instrumen Asesmen Berbasis Literasi Sains dalam Pembelajaran Inkuiri Terbimbing pada Materi Keanekaragaman Tumbuhan untuk Mengukur Hasil Belajar Siswa di SMAN 1 Srengat

    No full text
      Kurikulum 2013 memberikan kesempatan pada siswa untuk memiliki keterampilan berpikir dan keterampilan psikomotorik. Kemampuan menggunakan pengetahuan dan keterampilan ilmiah ini dikenal juga dengan istilah literasi sains. Pengembangan dan penilaian kemampuan literasi sains dapat dilakukan dengan menggunakan asesmen yang tepat dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing. Inkuiri terbimbing adalah model pembelajaran yang dapat membuat siswa aktif untuk melakukan penalaran ilmiah, pengambilan keputusan, dan refleks. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa asesmen berbasis literasi sains materi kenaekaragaman tumbuhan yang dikembangkan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan didalam Permendikbud RI yang mengatur tentang kurikulum 2013. Selain itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kevalidan, kepraktisan dan keefektifan asesmen ber-basis literasi sains. Model pengembangan asesmen berbasis literasi sains pada penelitian ini mengadaptasi model ADDIE dari Branch (2009) yang terdiri atas lima tahap dan pada penelitian dilakukan sampai tahap kelima yaitu Evaluate. Asesmen berbasis literasi sains divalidasi oleh tiga validator dengan hasil validasi dari ahli asesmen dan pembelajaran sebesar 95,63% dan 75,00% untuk validitas konstruk, ahli materi sebesar 88,58%, dan praktisi lapangan sebesar 95,80% dengan kriteria sangat valid dan valid untuk validitas konstruk. Hasil analisis butir soal menggunakan program ANATES menunjukkan bahwa soal uraian berbasis literasi sains memiliki tingkat kesukaran 42% untuk soal mudah dan 58% soal sedang. Daya pembeda menunjukkan bahwa 50% rendah dan 50% sedang, serta reliabilitas soal 0,50 dengan kriteria cukup. Produk yang dikem-bangkan menunjukkan tingkat kepraktisan persentase sebesar 92,14% dengan kriteria sangat praktis dan dapat digunakan. Hasil uji coba keefektifan dilakukan kepada subjek coba berjumlah 69 siswa, hasilnya menunjukkan bahwa ranah afektif, ranah kognitif, dan ranah psikomotor memperoleh rata-rata sebesar 85,72 dengan kategori sangat efektif. Hasil penelitian dan pengembangan ini adalah instrumen asesmen berbasis literasi sains dengan produk berupa RPP, LKS, soal uraian serta asesmen kinerja berbasis literasi sains sangat valid, sangat praktis, dan sangat efektif untuk mengukur hasil belajar siswa. Saran yang dilakukan yaitu perlu dilakukan pembacaaan sebagai kontrak penilaian antara guru dan siswa, mempublikasikan asesmen berbasis literasi sains yang telah dikembangkan melalui forum diskusi ilmiah, seminar nasional dan internasional, pameran pendidikan, dan penerbitan jurnal, serta dapat melakukan penelitian lebih lanjut pada materi lain yang menggunakan media realia sebagai sumber belajar.   Curriculum 2013 provides opportunities for students to have thinking skills and psychomotor skills. The ability to use scientific knowledge and skills is also known as scientific literacy. The development and assessment of scientific literacy skills can be done using appropriate assessment using a guided inquiry learning model. Guided inquiry is a learning model that can make students active to do scientific reasoning, making decision, and reflexes. This study aims to produce assessment of scientific literacy plants diversity material in accordance the Republic of Indonesia Ministry of Education and Culture governing the curriculum 2013. The assessment of scientific literacy in this study adapts the ADDIE model from Branch (2009) which consists of five stages and in the research carried out until the fifth stage, Evaluate. Assessments Scientific literacy are validated by three validators with validation results from assessment and learning experts of 95.63% and 75.00% for construct validity, material experts at 88.58%, and field practitioners at 95.80% with very valid criteria and valid for construct validity. The results of item analys-is using the ANATES program showed that science literacy-based problem ques-tions had a 42% difficulty for easy questions and 58% for moderate questions. Distinguishing power indicates that 50% is low and 50% is moderate, and reliability of the problem is 0.50 with sufficient criteria. Developed products show a practicality rate of 92.14% with very practical criteria and can be used. The results of the effectiveness test were carried out on 69 subjects, the results showed that the affective, cognitive, and psychomotor domains obtained an average of 85.72 in the very effective category. The results of this research and development are assessment instruments based on scientific literacy with products in the form of RPP, LKS, description questions and performance assessment based on scientific literacy is very valid, very practical, and very effective for measuring student learning outcomes. Suggestions are to publish scientific literacy based assess-ments that have been developed through scientific discussion forums, national and international seminars, educational exhibitions, and journal publications and can do further research on other materials that use media realia as learning resources

    Pengembangan Perangkat Pembelajaran Materi Keanekaragaman Tumbuhan Berbasis Inkuiri Terbimbing Untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains dan Hasil Belajar Siswa Kelas X SMAN 1 Gondanglegi

    No full text
    RINGKASANDarmayanti, D. 2019. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Materi Keanekaragaman Tumbuhan Berbasis Inkuiri Terbimbing Untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains dan Hasil Belajar Siswa Kelas X SMAN 1 Gondanglegi. Skripsi. Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sunarmi, M.Pd. (II) Dra. Eko Sri Sulasmi, M.S. Kata Kunci: Pengembangan Perangkat Pembelajaran, Inkuiri Terbimbing, Keterampilan Proses Sains, Hasil Belajar Kurikulum 2013 menekankan bahwa model pembelajaran untuk memperkuat pendekatan ilmiah perlu diterapkan pembelajaran berbasis inkuiri. Berdasarkan hasil studi pendahuluan dan observasi menunjukkan bahwa RPP guru telah menggunakan inkuiri tetapi dalam penerapannya di kelas belum tercapai. Keterampilan proses sains siswa juga belum dilakukan penilaian oleh guru. Penelitian ini bertujuan mengembangkan perangkat pembelajaran berupa silabus, RPP, LKS, dan instrumen penilaian berbasis inkuiri terbimbing sehingga dapat digunakan untuk meningkatkan keterampilan proses sains dan hasil belajar siswa. Pengembangan perangkat pembelajaran disesuaikan dengan model Thiagarajan (4D) yang terdiri dari 4 tahap, namun penelitian ini hanya dilakukan sampai tahap ketiga yaitu Develop. Perangkat pembelajaran berupa silabus, RPP, LKS, dan instrumen penilaian yang dikembangkan divalidasi oleh ahli perangkat pembelajaran, ahli materi, dan praktisi lapangan. Implementasi dilakukan kepada siswa kelas X MIA 1 dan X MIA 2 SMAN 1 Gondanglegi sejumlah 52 anak. Selanjutnya dilakukan uji kevalidan, uji kepraktisan, dan uji keefektifan. &nbsp;Hasil validasi ahli perangkat pembelajaran, ahli materi, dan praktisi lapangan terhadap perangkat pembelajaran silabus sebesar 94,3%, RPP sebesar 91,2%, LKS sebesar 98,4%, dan instrumen penilaian sebesar 96,5%. Berdasarkan hasil validasi, perangkat pembelajaran yang dikembangkan memiliki kiteria sangat valid. Hasil uji kepraktisan berdasarkan lembar keterlaksanaan pembelajaran dan angket respon siswa menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran memiliki kategori sangat praktis dengan persentase masing-masing 97,2% dan 88,7%. Skor rerata sikap 52 siswa yaitu sebesar 93%, rerata ulangan harian sebesar 80,75%, rerata aspek keterampilan siswa sebesar 91,37%, dan rerata keterampilan proses sains siswa sebesar 95,7%. Berdasarkan hasil yang didapatkan, maka termasuk dalam kategori sangat efektif. &nbsp;Hasil penelitian dan pengembangan menunjukkan bahwa pengembangan perangkat pembelajaran materi keanekaragaman tumbuhan berbasis inkuiri terbimbing layak digunakan dan dapat meningkatkan keterampilan proses sains dan hasil belajar siswa. Pengembangan perangkat pembelajaran yang selanjutnya perlu memperhatikan saran: (a) pengembangan perangkat pada materi pelajaran yang lebih luas, (b) untuk meningkatkan kevalidan, kepraktisan dan keefektifan perangkat pembelajaran dapat dilakukan ujicoba pada skala yang lebih besar. SUMMARYDarmayanti, D. 2019. Development of Guided Inquiry Based Learning Devices of Plant Diversity Material to Improve Science Process Skills and Learning Outcomes of Tenth Graders of SMAN 1 Gondanglegi. Thesis. Biological Major, Faculty of Mathematics and Science, State University of Malang. Adviser: (I) Dra. Sunarmi, M.Pd. (II) Dra. Eko Sri Sulasmi, M.S. Key Words&nbsp;: Learning Devices Development, Guided Inquiry, Science Process Skills, Learning Outcome Curriculum of 2013 emphasizes that learning models to strengthen the scientific approach need to be applied inquiry-based learning. Based on the results of the preliminary study and observations, the teacher's lesson plan has used inquiry but in its implementation in the classroom it has not been achieved. Student science process skills have also not been assessed by the teacher. This study aims to develop learning devices in the form of syllabus, lesson plans, worksheets, and assessment instruments based guided inquiry so that they can be used to measure science process skills and student learning outcomes. The development of learning devices was adjusted to the Thiagarajan (4D) model which consisted of 4 stages, but this research was only carried out until the third stage, namely Develop. Learning tools in the form of syllabus, lesson plan, worksheets, and assessment instruments developed were validated by learning device experts, material experts, and field practitioners. The implementation was carried out for class X MIA 1 and X MIA 2 students of SMAN 1 Gondanglegi with a total of 52 children. Then the validity test, practicality test, and effectiveness test were carried out. The results of the validation of learning device experts, material experts, and field practitioners on syllabus learning devices amounted to 94.3%, lesson plans amounted to 91.2%, worksheets was 98.4%, and assessment instruments were 96.5%. Based on the results of validation, the learning device developed has very valid criteria. The practicality test results based on the learning implementation sheet and student response questionnaire showed that the learning tools had very practical categories with 97.2% and 88.7% respectively. The average score of attitudes learning outcomes of 52 students is 93%, the average daily repetition of students is 80.75%, the average aspect of student skills is 91.37%, and the average science process skills of students is 95.7%. Based on the results obtained, it is included in the very effective category. The results of research and development show that the development of guided inquiry-based learning tools is feasible and can improve science process skills and student learning outcomes. Further development of learning tools needs to pay attention to suggestions: (a) development of tools in broader subject matter, (b) to improve the validity, practicality and effectiveness of learning tools can be tested on a larger scale

    Pengaruh Pemberian Rebusan Simplisia Daun Pulutan (Urena lobata L.) Terhadap Panjang Siklus Estrus Mencit (Mus musculus) Galur Balb/C

    No full text
    RINGKASAN Anggraini, Ike. 2019.  Pengaruh Rebusan Simplisia Daun Pulutan (Urena lobata L.) Terhadap Panjang Siklus Estrus Mencit (Mus musculus) Galur Balb-C. Skripsi. Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Nursasi Handayani, M.Si., (II) Dr. Abdul Ghofur, M.Si Kata Kunci: simplisia, daun pulutan, siklus estrus, mencit Penduduk Indonesia berdasarkan hasil proyeksi jumlah penduduk mengalami peningkatan pada tahun 2015 sebesar 258.162.113 jiwa, tahun 2019 telah mencapai 269.478.181 jiwa, dan diperkirakan akan terus menerus hingga tahun 2035 mencapai 305.652.400 jiwa. Pemerintah mencanangkan program keluarga berencana (KB) untuk menekan laju pertumbuhan penduduk tersebut dengan alat kontrasepsi berupa pil, suntikan dan IUD. Penggunaan kontrasepsi hormonal berupa pil, suntikan, dan implant dalam jangka waktu panjang dapat menyebabkan peningktan tekanan darah, sakit kepala, peningkatan berat badan, dan gastritis. Beberapa efek samping terhadap penggunaan kontrasepsi modern untuk menguranginya dapat digunakan obat tradisonal. Penggunaan obat tradisional secara tepat memiliki efek samping yang relatif kecil dibandingkan obat modern. Daun pulutan (Urena lobata L.) dipercayai memiliki banyak khasiat untuk mengobati disentri, diare, keputihan, demam, rematik, dan influenza serta daun dari pulutan dapat digunakan sebagai anti-diabetes, selain itu daun pulutan bersifat antifertilitas dengan menurunkan diameter uterus mencit. Tanaman yang bersifat antifertilitas dapat mengganggu siklus estrus mencit berupa ketidakteraturan siklus estrus. Gangguan siklus estrus berupa pemanjangan siklus dapat mengurangi terjadinya kebuntingan dan penurunan jumlah implantasi. Obat tradisional yang dapat digunakan sebagai agen antifertilias adalah daun tumbuhan pulutan (Urena lobata L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui pengaruh rebusuan simplisia daun pulutan (Urena lobata L.) terhadap panjang siklus estrus mencit (Mus musculus) galur Balb/C. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan 4 ulangan. Metode pengambilan data dilakukan dengan teknik lavage vagina mencit setiap hari dan diamati dibawah mikroskop binokuler selama 15 hari perlakuan dengan pemberian konsentrasi rebusan yang berbeda (0%, 5%, 7,5%, 10%, 12,5%, dan 15%). Metode analisis data yang digunakan yaitu uji normalitas menggunakan Kolmogrove-smirnov, data berdistribusi normal diuji One way anova bila terjadi perbedaan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian yang didapatkan rebusan simplisia daun pulutan (Urena lobata L.) berpengaruh terhadap panjang siklus estrus mencit (Mus musculus) pada semua perlakuan. Berdasarkan hasil uji lanjut Duncan pemberian rebusan simplisia daun pulutan (Urena lobata L.) dapat memperpanjang siklus estrus mulai konsentrasi 7,5%, 10%, 12,5%, dan 15%.     SUMMARY Anggraini, Ike. 2019.  Effect of Simplicia Decoction of Pulutan Leaves (Urena lobata L.) Against Estrous Cycle Length Mice (Mus musculus) Balb-C strain. Thesis. Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, State University of Malang. Advisor: (I) Dra. Nursasi Handayani, M.Si., (II) Dr. Abdul Ghofur, M.Si. Keywords: simplicia, pulutan leaves, estrus cycle, mice The population of Indonesia based on the projection of population numbers has increased from 2015 amounting to 258.162.113, in 2035 it is estimated that it will reach 305.652.400 people. The government has launched a family planning program. The use of hormonal contraceptives such as pills, injections, and implants in the long term can lead to an increase in blood pressure (hypertension), headches, weight gain, and gastritis. Some side effects on modern contraceptive use to reduce it are used traditional medicines. The proper use of traditional medicines has relatively small side effects compared to modern medicine. Pulutan leaves (Urena lobata L.) are believed to have many properties to treat dysentery, diarrhea, leucorrhoea, fever, rheumatism, and influenza and leaves from pulutan can be used as anti-diabetes, besides pulutan leaves are antifertility by reducing the diameter of the uterus of mice. Antifertility plants can interfere with the estrus cycle of mice in the form of an estrus cycle irregularity. Disorders of the estrus cycle in the form of elongation of the cycle can reduce the occurrence of pregnancy and decrease the number of implants. Traditional drugs that can be used as antifertilias agents are leaves of pulutan plants (Urena lobata L.). This study aims to determine the effect of pulutan leaves (Urena lobata L.) simplicia on the length of the estrus cycle of mice (Mus musculus) Balb / C strain. This type of research is experimental research using randomized block design (RAK) with 6 treatments 4 replications. The data collection method was carried out by the vaginal lavage technique of mice every day and was observed under a binocular microscope for 15 days of treatment by giving different decoction concentrations (0%, 5%, 7.5%, 10%, 12.5%, and 15%) . The data analysis method used is the normality test using Kolmogrove-Smirnov, the data are normally distributed tested One way ANOVA if there is a difference followed by the Duncan test. The result of the study obtained pulutan leaves (Urena lobata L.) simplicia affect the length of the estrus cycle of mice (Mus musculus) in all treatments. Based on the result of Duncan’s further test the administration of simplicia decoction of pulutan leaves (Urena lobata L.) can extend the estrus cycle from concentrations of 7,5%, 10%, 12,5%, dan 15%

    PENGARUH EKSTRAK BAWANG PUTIH TUNGGAL (ALLIUM SATIVUM L.) TERHADAP KADAR ADVANCED GLYCATION END-PRODUCT (AGE) DI EPIDIDIMIS MENCIT MODEL DIET TINGGI LEMAK DAN KARBOHIDRAT.

    No full text
    RINGKASANBaroroh, Alif Rosyidah El. 2019. Pengaruh Ekstrak Bawang Putih Tunggal (Allium sativum L.) Terhadap &nbsp;Kadar Advanced Glycation End-Product (AGE) di Epididimis Mencit Model Diet Tinggi Lemak dan Karbohidrat. Skripsi. Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sri Rahayu Lestari, M. Si., (II) Dr. Abdul Gofur, M. Si.Kata Kunci: Bawang Putih Tunggal, AGE, Epididmis, Diet Tinggi Lemak dan KarbohidratPenyakit kardiovaskular adalah salah salah satu penyakit yang menjadi penyebab utama kematian di dunia disebabkan olek Sindrom &nbsp;Metabolik (MetS). Sindrom metabolik termasuk hiperkolesterol yang merupakan faktor &nbsp;terbentuknya aterosklerosis. Konsumsi High Fat Diet (HFD) meningkatkan kadar kadar kolesterol dalam darah dan meningkatkan radikal bebas yang berakibat pada gangguan reproduksi. Radikal bebas yang tinggi dapat menyebabkan stres oksidatif mengakibatkan terbentuk AGE. AGE dikenal sebagai glikotoksin, merupakan kelompok senyawa yang radikal, berasal dari reaksi mailliard. AGE yang tinggi dapat terakumulasi dalam saluran reproduksi pasien dengan sindrom metabolik. Tingginya radikal bebas dalam tubuh harus dapat dinetralkan oleh antioksidan yang dapat berasal dari luar maupun dalam tubuh, Salah satu obat yang dapat digunakan sebagai penangkal radikal bebas adalah dari golongan statin, namun penggunaan secara jangka panjang akan menimbulkan efek samping. Salah satu tanaman tradisional yang &nbsp;digunakan sebagai obat adalah bawang putih tunggal. Beberapa penelitian meyebutkan bawang putih menunjukkan aktivitas antioksidan. Antioksidan tersebut diduga dapat menurunkan stres oksidatif dengan indikator kadar AGE.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak bawang putih terhadap kadar AGE pada epididimis mencit galur &nbsp;Balb/C model diet tinggi lemak dan karbohidrat. HFD diberikan yang terdiri dari &nbsp;dari 67.2g kuning telur bebek, 0.672g asam kolat, &nbsp;201.6g minyak jelantah, 134.4g jagung, 66.5g tepung, 201.6g Hi gro 551 &nbsp;yang dihaluskan kemudian dibentuk bulatan dengan berat 7g. Ekstrak bawang tunggal di peroleh dengan cara maserasai menggunakan pelarut etanol 70%, kemudian diencerkan dengan minyak jagung dan dicampur pada pakan normal. &nbsp;Perlakuan yang diberikan ada 6 macam yaitu kelompok normal,kontrol positif dan negatif, ekstrak bawang putih tunggal dengan konsentrasi &nbsp;125 mg/kg BB, 250 mg/kg BB, dan 500 mg/kg BB. Mencit diaklimatisasi sebelum perlakuan selama 7 hari kemudian diberikan HFD selama 6 minggu pada akhir perlakuan pemberian perlakuan EBT selama 30 hari. Pengukuran kadar AGE di epidimis mencit model diet tinggi lemak dan karbohidrat dilakukan dengan &nbsp;metode ELISA setelah 45 hari perlakuan.Hasil pengukuran pemberian ekstrak bawang putih tunggal berpengaruh signifikan terhadap penurunan AGE di epididimis menurut uji ANOVA yang dilakukan (0.003), Konsumsi pakan setelah enam minggu perlakuan meningkat dibandingkan dengan minggu pertama pemberian HFD, sampai minggu kedua belas juga terjadi peningkatan konsumsi pakan kecuali pada kelompok K-. Kenaikan berat badan terjadi pada minggu pertama sampai minggu keenam pemberian HFD, kemudian saat mulai diberikan perlakuan pada minggu keenam sampai minggu ke duabelas terjadi penurunan berat badan kecuali pada kelompok K-. Penurunan AGE terbanyak terdapat pada dosis 250 mg/kg BB mencit. S-allylcysteine, S-ethylcysteine ​​dan N-acetylcysteine ​​yang diisolasi dari bawang putih dilaporkkan dapat menghambat pembentukan AGEs dan menurunkan tingkat glikasi LDL melalui sifat antioksidannya. Senyawa flavonoid juga dilaporkan dapat menurunkan kadar AGE karena sifat antioksidan. Senyawa flavonoid pada bawang putih memiliki kemampuan untuk memadamkan radikal bebas melalui sumbangan elektron dan hydrogen atom, logam transisi atau menghambat peroksidasi lipid

    0

    full texts

    1,764

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇