SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
    1764 research outputs found

    Analisis Protein Membran Spermatozoa Sapi Peranakan Ongole Sebagai Pendukung Kualitas Spermatozoa

    No full text
    Inseminasi buatan (IB) merupakan usaha manusia dalam meningkatkan mutu genetik dengan cara menginjeksikan sperma sapi pejantan dengan kriteria unggul ke dalam saluran reproduksi betina dan menghasilkan kebuntingan yang lebih tinggi. Secara alami seekor pejantan hanya mampu mengawini 20-30 ekor, akan tetapi dengan adanya IB mampu mengawini ribuan betina dengan keadan normal sehingga mempercepat kebuntingan. Pelaksanaan program IB di Indonesia dari tahun ke tahun masih belum optimal sehingga angka kelahiran sapi fluktuatif. Tingkat keberhasil IB di pengaruhi oleh beberapa faktor yang mempengaruhi kualitas spermatozoa. Penelitian ini bertujuan adalah untuk menentukan profil protein membran spermatozoa sapi Peranakan Ongole berdasarkan adanya aktivitas fosforilasi dan glikoprotein. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif dengan melakukan analisis pada aktivitas fosforilasi dan glikoprotein membran spermatozoa sapi Peranakan Ongole. Objek dari penelitian ini berupa semen beku yang diperoleh dari Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Biologi Molekuler Universitas Negeri Malang dan di Universitas Islam Negeri Malik Ibrahim Malang. Tahapan dalam penelitian ini terdiri dari atas: (1) Isolasi protein membran spermatozoa sapi Peranakan Ongole; (2) elektroforesis SDS-PAGE dan perhitungan berat molekul pada pita protein membran; (3) Elektroelusi pada pita protein membran; (4) Perhitungan aktivitas fosforilasi protein; (5) Pewarnaan glikoprotein pada gel poliakrilamid. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 10 pita protein dengan rentangan berat molekul 160,07 ̶ 148,09 kDa; 117,26 ̶ 108,48 kDa; 104,34 ̶ 92,85 kDa; 85,90 ̶ 79,45 kDa; 76,43 ̶ 70,71 kDa; 68,01 ̶ 65,42 kDa; 62,92 ̶ 53,86 kDa; 41,02 ̶ 37,92 kDa; 30,05 ̶ 25,72 kDa dan 22,88 ̶ 22,1 kDa. Hasil pengujian glikoprotein menunjukkan hasil yang positif ditandai dengan munculnya pita berwarna magenta pada gel poliakrilamid. Pengujian aktivitas fosforilasi protein membran dilakukan pada interval suhu inkubasi 35 oC, 37 oC dan 39 oC. Protein dengan rentangan berat molekul 104,34 ̶ 92,85 kDa dan 68,01 ̶ 65,42 kDa memiliki aktivitas fosforilasi yang tinggi pada suhu inkubasi 37 oC yakni sebesar 20,59 x 10-2 dan 19,47 x 10-2 µmol/mL.menit. Protein yang memiliki aktivitas fosforilasi yang tinggi serta memiliki peluang dalam mendukung kualitas spermatozoa dalam melakukan proses kapasitasi, rekasi akrosom dan dapat melakukan fertilisasi

    Analisis Mutasi Dan Ekspresi Gen BRCA1 Dan BRCA2 Pada Jaringan Kanker Payudara Di Jawa Timur

    No full text
    ABSTRAKArdana, I Kade Karisma Gita. 2019. Analisis Mutasi Dan Ekspresi Gen BRCA1 Dan BRCA2 Pada Jaringan Kanker Payudara Di Jawa Timur. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Dwi Listyorini, M. Si., D. Sc., (II) Hendra Susanto, S. Pd., M. Kes., Ph. D.Kata Kunci : BRCA1, BRCA2, Kanker Payudara, Ekspresi, Mutasi, Domain RAD51 dan PALB2.Kanker payudara merupakan kanker dengan angka prevalensi tertinggi kedua di kalangan wanita. Kasus baru kanker payudara diperkirakan ± 1.050.346 setiap tahun. Tahun 2013 Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat memiliki estimasi jumlah penderita kanker serviks dan kanker payudara terbesar di Indonesia. Kanker payudara bisa diakibatkan oleh mutasi gen BRCA1 khususnya domain RAD51 dan gen BRCA2 domain RAD51 (Repeat 8) dan PALB2. Pemahaman mengenai mutasi kedua gen ini bisa dijadikan faktor prognosis dan diagnosis kanker payudara khususnya di Jawa Timur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui mutasi gen BRCA1 domain RAD51 dan gen BRCA2 domain RAD51 dan PALB2. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui ekspresi gen BRCA1 dan BRCA2 pada jaringan kanker payudara yang telah diketahui stadiumnya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat mutasi gen BRCA2 domain RAD51 pada sampel 17 dan 19, namun mutasi yag terjadi tidak mempengaruhi daerah binding domain tersebut. Mutasi yang terjadi terletak pada daerah gap antara domain Repeat 7 dan Repeat 8 sehingga tidak mempengaruhi afinitas docking ikatan antara protein BRCA2 dan protein RAD51. Ekspresi dari gen BRCA1 meningkat secara signifikan seiring dengan stadium (P-valu

    PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BIOLOGI DENGAN MODEL INKUIRI TERBIMBING PADA MATERI KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN UNTUK MENGUKUR KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS X SMAN 9 MALANG

    No full text
    RINGKASAN Waloyo, Gissa Adela Putrining. 2019. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Biologi dengan Model Inkuiri Terbimbing pada Materi Keanekaragaman Tumbuhan untuk Mengukur Keterampilan Proses Sains dan Berpikir Kritis Siswa Kelas X SMAN 9 Malang. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Dra. Sunarmi, M.Pd., (2) Dr. Vivi Novianti, S.Si., M.Si. Kata Kunci: perangkat pembelajaran, inkuiri terbimbing, keaneragaman tumbuhan, keterampilan proses sains, keterampilan berpikir kritis. Kegiatan pembelajaran pada Kurikulum 2013 diharapkan menggunakan pendekatan ilmiah (scientific approach) yang berbasis kontekstual dalam kehidupan sehari-hari. Hasil wawancara dengan guru biologi dan mengaji dokumen perangkat pembelajaran, menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran di SMAN 9 Malang disusun melalui MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) yang belum dikembangkan dan diperbaharui lebih lanjut oleh guru. Perangkat pembelajaran yang disusun menunjukkan ketidaksesuaian antara materi, alokasi waktu, kegiatan pembelajaran menampilkan kegiatan guru sedangkan kegiatan siswa tidak dicantumkan, dan kesulitan guru dalam memunculkan sintaks pembelajaran dan soal dengan tingkatan C4-C6. Materi UKBM (Unit Kegiatan Kerja Mandiri) disusun perdivisio tumbuhan. Kesulitan guru dalam mengembangkan perangkat pembelajaran yang tidak sesuai dengan tuntutan kurikulum akan berdampak pada proses pembelajaran siswa. Sebanyak  22% siswa mengalami kesulitan belajar biologi. Bahan ajar yang digunakan oleh siswa sebagian besar berupa buku paket yang disediakan oleh pemerintah. Keterampilan proses sains dan berpikir kritis siswa rendah. Keaktifan siswa saat pembelajaran 40% dari total siswa di kelas.  Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut dengan mengembangkan perangkat pembelajaran dengan model inkuiri terbimbing pada materi keanekaragaman tumbuhan. Penelitian ini bertujuan: 1) menghasilkan produk berupa perangkat pembelajaran inkuiri terbimbing untuk mengukur keterampilan proses sains dan berpikir kritis siswa pada materi keanekaragaman tumbuhan, 2) mengetahui kevalidan perangkat pembelajaran yang dikembangkan, 3) mengetahui kepraktisan perangkat pembelajaran yang dikembangkan, 4) mengetahui keefektifan perangkat pembelajaran yang dikembangkan. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan model ADDIE menurut Branch (2009). Data penelitian terdiri dari data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari skor hasil validasi perangkat pembelajaran, skor angket uji kepraktisan, skor hasil belajar aspek sikap, aspek pengetahuan, dan aspek keterampilan. Data kualitatif berupa saran dan komentar dari validator, guru, dan siswa. Validasi dilakukan oleh dosen ahli perangkat pembelajaran, ahli materi, dan praktisi lapangan. Uji keefektifan dan kepraktisan dilakukan dengan mengimplementasi¬kan perangkat pembelajaran di kelas X.MIPA. 4 dan X.MIPA.7 SMAN 9 Malang dengan jumlah 64 siswa, sedangkan uji kepraktisan dilakukan terhadap seluruh respon siswa dan guru. Pemilihan sekolah dan kelas didasarkan pada permasalahan yang didapatkan dari pengalaman melakukan pembelajaran saat KPL (Kajian dan Paktek Lapangan) berlangsung dan diperkuat dengan melakukan wawancara, mengaji dokumen, dan penyebaran angket kepada guru serta siswa. Hasil validasi perangkat pembelajaran menunjukkan kriteria sangat valid, dengan rincian nilai persentase validitas silabus 94,7%, RPP 93,2%, instrumen penilaian 93,3%, handout 95,4%, dan UKBM 95,1%. Hasil uji coba kepraktisan menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran sangat praktis, dengan rincian nilai persentase sebesar 92,8%. Keefektifan pembelajaran terlihat dari hasil belajar aspek sikap dan aspek psikomotorik menunjukkan sangat efektif  dengan nilai persentase 91,1%, 87,3% dan aspek pengetahuan menunjukkan cukup efektif dengan nilai persentase 80,9%. Berdasarkan hasil tersebut memperlihatkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan telah valid/layak, praktis, dan efektif digunakan dalam kegiatan pembelajaran.   SUMMARY Waloyo, Gissa Adela Putrining. 2019. Development of Biology Learning Devices with Guided Inquiry Model on Plant Diversity Material to Measure Science Process Skills and Critical Thinking in Grade X Students at SMAN 9 Malang, Sarjana’s Thesis, Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, State University of Malang. Advisors : (1) Dra. Sunarmi, M.Pd., (2) Dr. Vivi Novianti, S.Si., M.Si. Keywords : learning tools, guided inquiry, plant diversity, science process skills, critical thinking skills. Learning activities in the 2013 Curriculum are expected to use a scientific approach that is contextually based in daily activities. The results of interviews with biology teachers and reviewing the learning device documents, showed that the learning devices at SMAN 9 Malang were prepared through MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) which had not been developed and updated further by the teacher. The arranged learning device shows discrepancies between material, time allocation, learning activities displaying teacher activities while student activities are not included, and teacher difficulties in generating learning syntax and questions with levels C4-C6. UKBM (Unit Kegiatan Kerja Mandiri) material is prepared by plant division. The difficulty of teachers in developing learning devices that are not in accordance with the demands of the curriculum will have an impact on the learning process of students. As many as 22% of students have difficulty learning biology. The teaching materials used by students are mostly in the form of textbooks provided by the government. Science process skills and critical thinking in students are low. Student activity during learning 40% of the total students in the class. The effort can be made to solve this problems are by developing learning tools with guided inquiry models on plant diversity material. This study aims: 1) produce products in the form of guided inquiry learning tools to measure science process skills and students' critical thinking on plant diversity material, 2) know the validity of developed learning devices, 3) know the practicality of learning devices developed, 4) know the effectiveness of devices learning developed. This research and development using the ADDIE model according to Branch (2009). The research data consists of quantitative and qualitative data. Quantitative data were obtained from scores from the learning device validation results, practicality test questionnaire scores, learning outcomes scores, attitude aspects, knowledge aspects, and skills aspects. Qualitative data in the form of suggestions and comments from validators, teachers, and students. Validation is carried out by instructional expert lecturers, material experts, and field practitioners. Test of effectiveness and practicality is done by implementing learning devices in class X.MIPA. 4 and X. MIPA. 7 SMAN 9 Malang with 64 students, while practicality tests were carried out on all student and teacher responses. The selection of schools and classes is based on the problems obtained from the experience of conducting learning when KPL (Kajian dan Praktek Lapangan) take place and are strengthened by conducting interviews, reviewing documents, and distributing questionnaires to teachers and students The results of the validation of the learning device shows that the criteria are very valid, with details of the percentage value of the syllabus validity of 94.7%, lesson plan 93.2%, assessment instruments 93.3%, handouts 95.4%, and UKBM 95.1%. The practicality test results show that the learning device is very practical, with details of the percentage value of 92.8%. The effectiveness of learning can be seen from the learning outcomes of attitude and psychomotor aspects showing that it is very effective with a percentage value of 91.1%, 87.3% and aspects of knowledge show quite effective with a percentage value of 80.9%. Based on these results show that the learning device developed has been valid / feasible, practical, and effectively used in learning activities

    Pengembangan Asesmen Formatif Berbasis Guided Discovery Learning Untuk Mengukur Kemampuan Berpikir Kreatif dan Penguasaan Konsep Pada Materi Ekosistem Kelas X SMAN 02 Batu

    No full text
    Penelitian pengembangan tentang asesmen formatif pada materi ekosistem untuk mengukur kemampuan berpikir kreatif dan penguasaan konsep siswa kelas X SMAN 02 Batu telah dilaksanakan bulan September - April 2019. Berdasarkan hasil observasi diperoleh hasil bahwa kemampuan berpikir kreatif dan penguasaan konsep siswa pada beberapa materi dengan tingkatan kognitif masih rendah,guru juga belum memiliki format penilaian untuk mengukur kemampuan berpikir kreatif dan terdapat kendala waktu.Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan asesmen formatif yang dapat mengukur kemampuan berpikir kreatif dan penguasaan konsep pada materi ekosistem siswa kelas X SMAN 02 Batu dan menghasilkan asesmen formatif yang valid, praktis dan efektif. Penelitian ini menggunakan model ADDIE.Produk yang dikembangkan berupa tes kognitif, instrumen pembuatan charta, dan instrumen praktikum kelas serta perangkat pembelajaran lain seperti RPP dan LKPD. Uji coba produk dilakukan terhadap 108 siswa. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kualitatif dan kuantitatif. Hasil implementasi produk asesmen formatif menunjukkan bahwa keterlaksaan RPP memperoleh skor 3,6 ( sangat baik). Hasil tes kognitif siswa dari ketiga kelas adalah 3,1 (sangat baik) dengan nilai tertinggi 93,3 sedangkan nilai terendah 46,67.Hasil obervasi penilaian praktikum dari ketiga kelas menunjukkan 56,67% termasuk kriteria sangat baik dan 43,33% termasuk kriteria baik.Hasil observasi penilaian charta dari ketiga kelas menunjukkan 84,2% termasuk kategori sangat baik dan 15,74% termasuk dalam kategori baik. Hasil analisis butir soal menunjukkan bahwa soal memiliki realibilitas tinggi, tingkat kesukaran mudah sebanyak 47% dan sedang sebanyak 53% dengan daya beda baik sebanyak 80% dan baik sekali sebanyak 20%.Asesmen formatif yang dikembangkan memiliki indikator kemampuan berpikir kreatif sehingga dapat mengukur kemampuan berpikir kreatif dan penguasaan konsep siswa.Kesimpulan penelitian adalah asesmen formatif yang dikembangkan layak, praktis dan efektif digunakan dalam proses pembelajara

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING DIPADU DENGAN GROUP INVESTIGATION UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA MA ALMAARIF SINGOSARI

    No full text
    Kurikulum 2013 adalah Kurikulum berbasis kompetensi yang dirancang untuk mengantisipasi kebutuhan kompetensi abad 21. Prinsip utama yang paling mendasar pada Kurikulum 2013 adalah penekanan pada kemampuan guru mengimplementasikan proses pembelajaran yang autentik, menantang, dan bermakna bagi siswa sehingga dengan demikian dapatlah berkembang potensi siswa sesuai dengan apa yang diharapkan oleh tujuan pendidikan nasional. Guru merupakan tenaga pendidik yang secara langsung terlibat dalam proses belajar mengajar, model pembelajaran yang digunakan guru sangat berpengaruh dalam menciptakan situasi belajar yang benar-benar menyenangkan dan mendukung kelancaran proses belajar mengajar, serta sangat membantu dalam pencapaian prestasi belajar yang memuaskan. Perpaduan model pembelajaran dapat membantu menemukan teori, prinsip dan konsep pelajaran. Model pembelajaranDiscovery Learning merupakan model pembelajaran yang menekankan pada siswa untuk belajar mencari dan menemukan sendiri, mengubah kondisi belajar yang pasif menjadi aktif dan kreatif. Model pembelajaran kooperatif merupakan suatu pembelajaran yang menekankan kemampuan siswa untuk bekerja secara berkelompok.Berdasarkan hasil observasi di MA Almaarif Singosari diketahui bahwa pembelajaran yang dilakukan masih terjadi secara teacher centered. Pembelajaran yang dilakukan terpusat pada guru dan masih menggunakan metode ceramah, di mana siswa tidak diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan berpikir secara berkelompok, sehingga rendahnya pemahaman konsep terhadap materi yang dipelajari dan menyebabkan kurangnya aktivitas dan antusias siswa dalam pembelajaran. Hal ini berakibat pada hasil belajar siswa yang kurang optimal, sehingga hasil belajar kognitif siswa masih terbilang rendah. Rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran biologi disebabkan karena siswa kurang aktif dalam pembelajaran. Penerapan model pembelajaran Discovery Learning dipadu dengan Group Investigation perlu diteliti agar hasil yang diperoleh dapat dijadikan refleksi dan bahan pertimbangan pembelajaran yang akan diterapkan di MA Almaarif Singosari.Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (Classroom ActionResearch) suatu penelitian tindakan dalam lingkup pendidikan yang akan dilakukan oleh guru, yang sekaligus sebagai peneliti di kelasnya atau bersamasama dengan orang lain (kolaborasi) dengan jalan merancang, melaksanakan, dan merefleksikan tindakan secara kolaboratif dan partisipasif yang bertujuan untuk memperbaiki atau meningkatkan mutu (kualitas) proses pembelajaran di kelasnya melalui suatu tindakan (treatment) tertentu dalam suatu siklus. Proses pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas ini didesain dari model Kurt Lewin. Komponen pokok dalam penelitian tindakan Kurt Lewin adalah: 1) perencanaan (planning) 2) tindakan (acting) 3) pengamatan (observing) 4) refleksi (reflecting).Hasil penelitian menunjukkan peningkatan keterlaksanaan penerapan model pembelajaran Discovery Learning dipadu dengan Group Investigation oleh guru dan siswa pada siklus I mencapai 77,5% dengan kriteria baik sedangkan pada siklus II mencapai 88,7%, dengan kriteria sangat baik. Pemahaman konsep siswa pada siklus II mengalami peningkatan dibanding siklus I. Nilai yang diperoleh siswa pada siklus II mencapai 93,7, sedangkan pada siklus I hanya mencapai 87,5. Hasil belajar kognitif menunjukkan peningkatan pada siklus II dibandingkan siklus I. Ketuntasan klasikal pada siklus I sebesar 64,28%, sedangkan ketuntasan klasikal pada siklus II sebesar 100%

    Profil dan Faktor yang Memengaruhi Kemampuan Literasi Saintifik SMA Swasta di Kota Malang

    No full text
    RINGKASANHanina, Salmah. 2019.Profil dan Faktor yang Memengaruhi Kemampuan Literasi Saintifik Siswa SMA Swasta di Kota Malang. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Hadi Suwono, M.Si., (2) Dra.Amy Tenzer, M.SKata Kunci: Literasi saintifik, profil, faktor literasi saintifik, peminatanHasil survei Program for International Student Assesment (PISA) Indonesia menempati peringkat ke-60 dari 65 negara pada tahun 2009, kemudian mengalami penurunan menjadi peringkat  ke-64 dari 65 negara pada tahun 2012, dan meningkat menjadi menempati peringkat ke-62 dari 70 negara pada tahun 2015. Malang merupakan kota pendidikan yang memiliki banyak lembaga pendidikan baik negeri maupun swasta. Literasi saintifik termuat dalam kurikulum 2013 sehingga berlaku di seluruh sekolah termasuk sekolah swasta.Jenis penilitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan  pendekatan kualitatif dan kuantitif yang dilakukan pada siswa kelas XI dan guru biologi dan geografi di SMA Panjura, SMA Widyagama, SMA Laboratorium UM, SMA Brawijaya Smart School, dan SMA Nasional. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes kemampuan literasi saintifik, angket guru dan siswa, serta wawancara guru dan siswa. Hasil tes kemampuan literasi saintifik menunjukkan bahwa kemampuan literasi saintifik siswa SMA Swasta Kota Malang memiliki persentase 38,29% yang termasuk dalam kategori kurang. Siswa peminatan IPA memiliki persentase kemampuan literasi saintifik 40,48% termasuk dalam kategori cukup, sedangkan siswa peminatan IPS  memiliki persentase kemampuan literasi saintifik 36,09% termasuk dalam kategori kurang, namun tidak ada pengaruh nyata jenis peminatan terhadap kemampuan literasi saintifik. Faktor yang berhubungan kemampuan literasi saintifik siswa SMA Swasta di Kota Malang adalah proses pembelajaran (kegiatan penyelidikan dan kemampuan membaca dan membuat grafik) dengan tingkat hubungan kuat pada peminatan IPA dan IPS, minat baca siswa dengan tingkat hubungan rendah pada peminatan IPA dan sangat rendah pada pemintanan IPS, dan sikap siswa terhadap sains dengan tingkat hubungan sedang pada peminatan IPA dan IP

    PENGARUH EKSTRAK BAWANG PUTIH TUNGGAL (Allium sativum L.) TERHADAP JUMLAH LIMFOSIT PADA MENCIT (Mus musculus Balb/C) DENGAN DIET TINGGI LEMAK DAN KARBOHIDRAT

    No full text
    AbstrakGaya hidup yang serba praktis dan instan menyebabkan kecenderungan beralih mengonsumsi makanan cepat saji yang mengandung tinggi lemak dan karbohidrat yang dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit kardiovaskuler. Penelitian ini merupakan penelitian ekperimental laboratorik dengan rancangan penelitian yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak bawang putih tunggal terhadap jumlah limfosit pada mencit jantan Balb/C dengan diet tinggi lemak dan karbohidrat (HFD). Mencit dikelompokkan menjadi 6 kelompok dengan 6 ulangan. Kelompok N (diberi pakan pelet susu A), K- (diberi HFD), K+ (diberi HFD + simvastatin), P1 (diberi HFD + 0,5 ml EBT 125 mg/Kg BB), P2 (diberi HFD + 0,5 ml EBT 250 mg/Kg BB), dan P3 (diberi HFD + 0,5 ml EBT 500 mg/Kg BB). Pemberian HFD dilakukan selama 45 hari. Sampel limfosit diambil dengan isolasi bone marrow dari tulang femur, kemudian diamati menggunakan haemocytometer dan mikroskop. Hasil uji one way anova diketahui ada pengaruh ekstrak bawang putih tunggal (Allium sativum L.) terhadap jumlah limfosit mencit (Mus musculus Balb/C) dengan diet tinggi lemak dan karbohidrat (p < 0,05). Pemberian ekstrak bawang putih tunggal dapat memperbaiki sistem imun dengan mengendalikan produksi jumlah limfosit.Keywords:  Bawang Putih Tunggal, Jumlah  Limfosit, Diet Tinggi Lemak dan Karbohidrat

    Potensi Senyawa Aktif Bawang Putih (Allium sativum) Tunggal sebagai Anti-Obesitas dengan Target Kompleks 11β-HSD1 melalui In Silico

    No full text
    Obesitas merupakan kondisi seseorang dengan kadar lemak melebihi normal, akibat asupan tinggi kalori dan gula. Obesitas menyebabkan beberapa faktor risiko penyakit kronis seperti diabetes, penyakit kardiovaskular, kanker dan osteoartritis. Obat yang biasa digunakan oleh masyarakat adalah Phentermine. Phentermine meningkatkan aktivitas saraf simpatik untuk menekan nafsu makan dan memiliki efek samping aritmia. Kesadaran masyarakat terhadap efek samping obat sintetik menyebabkan pemilihan obat herbal semakin meningkat. Bawang putih (Allium sativum) tunggal merupakan tanaman yang umum digunakan oleh masyarakat untuk pengobatan, karena memiliki kandungan senyawa aktif organosulfur utama allicin, alliin dan ajoene. Obesitas dapat disebabkan oleh aktivitas enzim, salah satunya enzim 11β-HSD1 reduktase pada jalur metabolisme glukokortikoid yang mengubah kortison menjadi kortisol. Kortisol kemudian menginduksi pengubahan preadiposit menjadi adiposit di jaringan adiposa. Pembentukan adiposit dapat ditekan dengan memberikan inhibitor 11β-HSD1. Obat sintetik BVT-2733 teruji sebagai inhibitor 11β-HSD1, selain obat sintetik perlu dikembangkan obat herbal rendah efek samping. Penelitian ini bertujuan untuk untuk memprediksi potensi senyawa aktif bawang putih tunggal (allicin, alliin, dan ajoene) menghambat enzim 11β-hydroxysteroid dehydrogenase tipe 1 dalam metabolisme glukokortikoid pada penderita obesitas menggunakan teknik in silico. Penelitian ini menggunakan enzim 11β-HSD1 sebagai protein target atau makromolekul, senyawa allicin, alliin, ajoene, dan dan obat kontrol BVT-2733 sebagai ligan. Metode penelitian ini berbasis komputasi menggunakan aplikasi layanan web online, pkCSM dan PubChem untuk mengetahui sifat fisikokimia, sifat farmakokinetik dari pkCSM dan Way2drug (PASS online) untuk prediksi potensi aktifitas. Software PyRx untuk mengetahui afinitas pengikatan, PyMol untuk mengklarifikasi posisi pengikatan, dan Discovery studio untuk visualisasi, mengetahui jenis dan jarak ikatan yang terbentuk berdasarkan hasil docking. Analisis data hasil docking dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan membandingkan hasil dari masing-masing interaksi antara ligan dengan protein target. Hasil penelitian menunjukkan senyawa aktif bawang putih tunggal (allicin, alliin dan ajoene) memiliki unsur senyawa yang sama dengan obat kontrol, memiliki bioavaibilitas lebih baik, toksisitas lebih rendah, dan distribusi farmakokinetik lebih baik dibandingkan obat kontrol BVT-2733. Berdasarkan hasil docking senyawa aktif bawang putih tunggal memiliki tapak pengikatan yang sama dengan obat kontrol. Saran untuk penelitian selanjutnya, yaitu melakukan pencarian jalur alternatif metabolisme senyawa aktif bawang putih tunggal (allicin, alliin dan ajoene) selain menggunakan enzim turunan golongan sitokrom P450 (CYP), dan dapat dilanjutkan penelitian secara in vivo dan in vitro

    Pengembangan Perangkat Pembelajaran Model Problem Based Learning Materi Sistem Respirasi Manusia untuk Meningkatkan Keterampilan Literasi Digital dan Hasil Belajar Siswa Kelas XI SMAN 8 Malang

    No full text
    Kata Kunci:Problem Based Learning, keterampilan literasi digital, hasil belajar. Salah satu keterampilan abad ke-21 yang harus dimiliki oleh siswa adalah keterampilan dalam berliterasi. Sesuai dengan tuntutan KD pada ranah keterampilan kelas XI matapelajaran biologi yaitu KD 4.8 yaitu “Menyajikan hasil analisis pengaruh pencemaran udara terhadap kelainan pada struktur dan fungsi organ pernapasan manusia berdasarkan studi literatur”. Literasi yang memungkinkan terjadi pada peserta didik abad ke-21 adalah literasi digital. Cara yang ideal untuk mengembangkan keterampilan literasi digital siswa adalah melalui model pembelajaran berbasis pemecahan masalah yaitu Problem Based Learning. Melalui Problem Based Learning siswa dituntut untuk memecahkan suatu permasalahan yang pada abad ke-21 ini, proses pemecahan masalah sering diselesaikan dengan mengumpulkan berbagai informasi yang bersumber dari internet. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan. Model pengembangan yang digunakan yaitu model pengembangan ADDIE. Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa perangkat pembelajaran sistem respirasi manusia dengan model Problem Based Learning untuk meningkatkan keterampilan literasi digital dan hasil belajar siswa yang valid, praktis, dan efektif. Pembelajaran model Problem Based Learning ini diimplemtasikan pada kelas XI MIPA 2 SMA Negeri 8 Malang. Penilaian keterampilan literasi digital dalam penelitian ini melalui lembar observasi yang dinilai oleh observer dan pengisian angket keterampilan literasi digital oleh siswa. Uji kevalidan silabus yang telah dikembangkan berada dalam kriteria sangat valid dengan tingkat validitas sebesar 100% oleh ahli desain pembelajaran dan 98,75% oleh praktisi lapangan. Uji kevalidan RPP berada dalam kriteria sangat valid dengan tingkat validitas 98,25% oleh ahli desain pembelajaran dan 100% oleh praktisi lapangan. Uji kevalidan handout berada dalam kriteria sangat valid dengan tingkat validitas sebesar 96% oleh ahli desain pembelajaran, 95% oleh ahli materi, dan 92,50% oleh praktisi lapangan. Uji kevalidan LKS berada dalam kriteria sangat valid dengan tingkat validitas sebesar 93,25% oleh ahli desain pembelajaran, 97% oleh praktisi lapangan. Uji kevalidan instrumen tes kognitif berada dalam kriteria sangat valid dengan tingkat validitas sebesar 96,75% baik oleh ahli desain pembelajaran maupun praktisi lapangan dan 97,75% oleh ahli materi. Uji coba pendahuluan dilakukan untuk mengetahui kepraktisan perangkat yang telah dikembangkan. Hasil uji coba pendahuluan terhadap handout dan LKS yang dilakukan kepada kelas XII MIPA 1 berada dalam kriteria sangat praktis dengan tingkat kepraktisan handout sebesar 95% dan LKS sebesar 97,75%. Berdasarkan hasil implementasi perangkat pembelajaran Problem Based Learning menunjukkan bahwa setiap indikator dalam keterampilan literasi digital siswa yang dinilai oleh observer rata-rata berada pada kriteria mahir dan mahir cenderung patut dicontoh. Hasil analisis data menunjukkan bahwa indikator menemukan informasi yang bersumber dari internet diperoleh rata-rata skor 3,57 dengan kriteria mahir cenderung patut dicontoh, indikator menggunakan banyak sumber diperoleh rata-rata skor 3,06 dengan kriteria mahir, indicator memilih sumber diperoleh rata-rata skor 3,27 dengan kriteria mahir cenderung patut dicontoh, dan indikator  mengevaluasi informasi diperoleh rata-rata skor 3,01 dengan kriteria mahir cenderung patut dicontoh. Hasil analisis data keterampilan literasi digital siswa melalui angket dianalisis dengan uji N-gain. Hasil perhitungan gainscore dari masing-masing indikator keterampilan literasi digital tersebut rata-rata termasuk dalam kriteria sedang. Indikator menemukan sumber memperoleh nilai N-gain sebesar 0,47 dengan kriteria sedang, indikator menggunakan banyak sumber memperoleh nilai N-gain sebesar 0,41 dengan kriteria sedang, indikator memilih sumber memperoleh nilai N-gain sebesar 0,41 dengan kriteria sedang, dan indikator mengevaluasi sumber memperoleh nilai N-gain sebesar 0,39 dengan kriteria sedang. Implementasi perangkat pembelajaran berbasis Problem Based Learning ini juga bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar kognitif siswa kelas XI MIPA 2 SMA Negeri 8 Malang materi sistem respirasi manusia. Hasil analisis uji N-gain menunjukkan bahwa hasil belajar siswa pada sistem respirasi manusia menggunakan perangkat pembelajaran model Problem Based Learning meningkat. Indikator yang harus dicapai siswa pada materi sistem respirasi manusia memperoleh nilai N-gain yang rata-rata dalam kriteria sedang. Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran model Problem Based Learning materi sistem respirasi manusia terbukti valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan keterampilan literasi digital dan hasil belajar siswa. Problem Based Learning sebagai model pembelajaran yang berorientasi pemecahan masalah dimana proses pemecahan masalah sering diselesaikan dengan mengumpulkan berbagai informasi yang bersumber dari internet sehingga keterampilan literasi digital yang berhubungan dalam proses mengambil, menilai, menyimpan, memproduksi, menyajikan dan bertukar informasi, serta berkomunikasi dan berpartisipasi dalam jaringan kolaboratif melalui internet dapat meningkat. Model Problem Based Learning juga mampu meningkatkan pengetahuan, mendorong siswa untuk belajar, dan memotivasi siswa untuk belajar sehingga hasil belajar kognitif siswa dapat meningkat

    Kajian Keanekaragaman Kupu-Kupu Familia Nymphalidae di Kawasan Wisata Air Terjun Coban Rais Kota Batu

    No full text
    RINGKASANNowafi, Ghalia. 2019. Kajian Keanekaragaman Kupu-Kupu Familia Nymphalidae di Kawasan Wisata Air Terjun Coban Rais Kota Batu. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang, Pembimbing : (I) Sofia Ery Rahayu, S.Pd., M.Si., (II) Dr. Sulisetijono, M.Si.Kata kunci: Keanekaragaman kupu-kupu, Familia Nymphalidae, Coban RaisCoban Rais merupakan wisata alam berupa air terjun yang terletak di Dusun Dresel Desa Oro-Oro Ombo Kota Batu Jawa Timur. Daerah sekitar air terjun Coban Rais telah mengalami pembangunan pesat yang semula merupakan hutan beralih menjadi tempat rekreasi, kebun buatan dan arena bermain yang dikenal dengan wisata Batu Flower Garden. Penelitan yang dilakukan oleh Rahayu dan Tuarita (2014) menunjukkan bahwa kupu-kupu yang dapat ditemukan di Coban Rais sebanyak 64 spesies yang tergolong ke dalam 6 familia yaitu Papilonidae, Nymphalidae, Pieridae, Hesperidae, Lycanidae, dan Riodinidae. Spesies terbesar yang ditemukan adalah Cyrestis lutea dengan nilai kelimpahan sebesar 23% yang merupakan anggota dari Familia Nymphalidae. Kupu-kupu memiliki tingkat sensitivitas yang tinggi terhadap perubahan iklim dan telah dijadikan sebagai hewan model untuk mengetahui dampak perubahan iklim terhadap kehidupan liar, sehingga kupu-kupu merupakan komponen biotik yang tepat sebagai monitoring perubahan biodiversitas atau kerusakan lingkungan yang terjadi. Kupu-kupu dari Familia Nymphalidae memiliki jumlah spesies terbesar di dunia dibandingkan dengan familia lainnya yaitu sebesar 6500 spesies.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis kupu-kupu Familia Nymphalidae di kawasan Coban Rais, mengetahui status perlindungan kupu-kupu Familia Nymphalidae di kawasan Coban Rais berdasarkan IUCN, dan menghitung indeks keanekaragaman, kemerataan, kekayaan serta kelimpahan relatif kupu-kupu Familia Nymphalidae di kawasan Coban Rais. Penelitian ini bersifat deskriptif eksploratif. Pengambilan data mengguna- kan metode walking transect yang dilakukan di sepanjang rute menuju air terjun dan dibagi menjadi 5 sektor pengamatan. Sampel dalam penelitian ini adalah kupu-kupu Familia Nymphalidae yang ditemukan di sepanjang transek yang dimulai dari pintu masuk wisata Coban Rais sampai tempat air terjun. Hasil yang telah didapat dianalisis secara deskriptif dan dihitung menggunakan indeks keanekaragaman (H’), kemerataan (E), kekayaan (R), dan kelimpahan (IKR).Hasil penelitian menunjukkan kupu-kupu Familia Nymphalidae yang ditemukan di kawasan Coban Rais berjumlah 151 individu yang dikelompokkan menjadi 16 spesies dan tergolong tidak dilindungi. Indeks keanakeragaman jenis kupu-kupu di kawasan Coban Rais sebesar 2,4 dan dikategorikan keanekaragaman jenis sedang. Nilai indeks kemerataan yaitu 0,89 sehingga dikatakan penyebaran jenis kupu-kupu di kawasan Coban Rais stabil. Nilai indeks kekayaan sebesar 2,98 sehingga menunjukkan tingkat kekayaan sedang. Nilai kelimpahan relatif terbesar yaitu dimiliki oleh spesies Ypthima pandocus sbesar 17,21%, kelimpahan relatif terendah yaitu Junonia erigone sebesar 0,66%. Penelitian Rahayu dan Tuarita yang dilakukan di kawasan Coban Rais pada tahun 2014 menyebutkan bahwa nilai keanekaragaman sebesar 3,373 dan diketegorikan dalam keanekaragaman tinggi. Nilai keanekaragaman dalam penelitian Rahayu dan Tuarita (2014) didapatkan dari semua familia.  Menurunnya nilai keanekaragaman kupu-kupu di kawasan Coban Rais dipengaruhi oleh berubahnya habitat, yang awalnya merupakan hutan rimba campur dan sekarang berganti menjadi tempat wisata. Hilangnya tanaman asosiasi mengakibatkan keanekaragaman menurun. Berkurangnya habitat yang disebabkan konversi kawasan hijau bervegatasi menjadi bangunan secara langsung mempengaruhi hostplant dan foodplant yang ada sehingga akan mempengaruhi keberadaan kupu-kupu (Dalem & Joni, 2017). Menurut Dewi et al (2016), habitat yang berubah akan mengakibatkan keragaman bentuk vegetasi berubah sehingga mempengaruhi keanekaragaman. Nilai indeks keanekaragaman, kemerataan, kekayaan dan keimpahan dipengaruhi oleh faktor biotik dan abiotik. Faktor abiotik yang mempengaruhi berupa intensitas cahaya, kelembapan udara, suhu udara dan ketinggian tempat (Adi & Susanti, 2017)

    0

    full texts

    1,764

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇