SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
    1764 research outputs found

    Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Siswa Kelas X MIPA 2 SMA Negeri 1 Tulungagung

    No full text
    RINGKASANNiandari, Irine. 2019. Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Siswa Kelas X MIPA 2 SMA Negeri 1 Tulungagung. Skripsi. Jurusan Biologi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Eko Sri Sulasmi, M.S., (2) Dr. Sulisetijono, M.Si.Kata Kunci: inkuiri terbimbing, keterampilan berpikir kritis, hasil belajarHasil observasi kegiatan pembelajaran di kelas X MIPA 2 SMAN 1 Tulunggagung menunjukkan bahwa model pembelajaran yang diterapkan yaitu discovery learning, tetapi syntax dari pembelajaran tersebut tidak diterapkan secara keseluruhan sehingga keaktifan dan aktivitas siswa kurang meningkat. Proses pembelajaran masih satu arah dan belum mampu melatih keterampilan berpikir kritis siswa. Akibatnya aktivitas siswa saat berdiskusi yaitu mengandalkan temannya yang pintar untuk menyelesaikan masalah, siswa hanya mendengarkan presentasi dari penyaji tanpa ada proses diskusi sehingga siswa terlihat pasif. Hasil tes awal berpikir kritis siswa cukup rendah, persentase masing-masing indikator berpikir kritis dibawah 50%. Nilai ketuntasan klasikal siswa pada KD 3.7 dan 4.7 sebesar 47,2%.Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk mendeskripsikan pemberian tindakan yang dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa dengan menerapkan inkuiri terbimbing pada materi ekosistem dan perubahan lingkungan.Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Model penelitian tindakan kelas yang digunakan menurut Kemmis & Mc Taggart yang terdiri atas plan, act, observe dan reflect. Penelitian ini terdiri dari dua siklus. Instrumen yang digunakan meliputi lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran inkuiri terbimbing oleh guru dan siswa, lembar soal tes yang terintegrasi indikator berpikir kritis, lembar observasi ranah afektif dan psikomotor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II. Tindakan yang dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa melalui penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing yaitu guru memberikan fenomena yang kontekstual, memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar, bimbingan yang diberikan oleh guru, apresiasi dan arahan yang jelas dari setiap langkah. Tindakan yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa yaitu siswa menemukan sendiri konsep yang dipelajari melalui kegiatan investigasi sehingga pembelajaran lebih bermakna dan berpengaruh terhadap pengembangan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa

    PENGARUH KADAR GARAM PADA PENGAWETAN IKAN LAYANG (Decapterus russeli) YANG DIPROSES MELALUI PEMINDANGAN TERHADAP DAYA TAHAN SIMPAN BERDASARKAN ANGKA LEMPENG TOTAL (ALT) KOLONI BAKTERI DAN HASIL UJI ORGANOLEPTIK Fahrun Nisa*1 , Utami S. Hastuti2, Agung W

    No full text
    Ikan merupakan salah satu komoditi yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia salah satu diantaranya adalah ikan layang (Decapterus russelli). Ikan memiliki kandungan gizi yang lengkap, namun ikan sering mengalami kerusakan karena kontaminasi dari bakteri yang dapat menurunkan nilai kualitas mikrobiologi berdasarkan uji ALT koloni bakteri, oleh karena itu perlu dilakukan pengawetan, salah satu diantaranya ialah dengan cara pemindangan menggunakan larutan garam. Tujuan penelitian ini ialah untuk : 1) menguji pengaruh konsentrasi garam terhadap daya tahan simpan ikan pindang dalam menghambat pertumbuhan bakteri berdasarkan Angka Lempeng Total (ALT) koloni bakteri dan uji organoleptik. 2) menentukan konsentrasi garam yang paling optimal terhadap daya tahan simpan ikan pindang ditinjau dari ALT koloni bakteri dan uji organoleptik. Sampel ikan yang digunakan ialah ikan layang (Decapterus russelli). Ikan pindang diuji kualitas mikrobiologinya berdasarkan ALT koloni bakteri pada 0 jam, 12 jam, 24 jam, dan 36 jam. Penentuan kualitas mikrobiologi berdasarkan ALT koloni bakteri. Rancangan penelitian menggunaan Rancangan Acak Kelompok (RAK), faktorial dengan 2 faktor (konsentrasi larutan garam 0 gram/100 ml, 10 gram/100 ml, 15 gram/100 ml, 20 gram/100 ml, dan 25 gram/ml dan lama waktu simpan ikan pindang 0 jam, 12 jam, 24 jam dan 36 jam). Data dianalisis dengan Anava ganda dan dilanjutkan dengan Skott Knott 5%. Hasil penelitian menunjukkan 1) Hasil penelitian membuktikan bahwa penambahan garam dengan konsentrasi 25 gram/100ml dapat menghasilkan daya tahan simpan ikan pindang sampai lama penyimpanan 24 jam berdasarkan perhitungan ALT koloni bakteri dan uji organoleptik 2) Konsentrasi garam 25 gram/100 ml dalam waktu simpan 24 jam memberikan hasil yang terbaik berdasarkan ALT koloni bakteri dan hasil uji organoleptik

    Identifikasi dan Observasi Histologi Letak Fungi Endofit yang Diisolasi dari Tanaman Jeruk Purut (Citrus hystix DC.)

    No full text
    AbstrakFungi endofit merupakan kelompok fungi yang hidup di dalam jaringan tumbuhan tanpa menyebabkan kerusakan struktur jaringan tumbuhan inangnya. Sumber isolat fungi endofit dapat berasal dari tanaman berkhasiat obat, salah satunya yaitu tanaman jeruk purut (Citrus hystrix DC.). Tanaman ini mengandung beberapa senyawa aktif yaitu alkaloid, polifenol, minyak atsiri, tanin, flavonoid, dan saponin yang bersifat antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengidentifikasi fungi endofit yang diisolasi dari daun dan ranting tanaman jeruk purut secara in vitro, dan 2) Menentukan letak fungi endofit dalam jaringan daun dan ranting tanaman jeruk purut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif. Isolasi dilakukan secara aseptik dengan cara meletakkan potongan daun dan ranting jeruk purut di permukaan medium lempeng PDA, kemudian diinkubasikan dengan suhu 25-270C selama 3-7x24 jam. Setiap macam fungi endofit yang berhasil diisolasi kemudian dideskripsikan melalui pengamatan makroskopis dan mikroskopis dan dirujukkan pada buku kunci identifikasi fungi untuk menentukan nama spesies fungi endofit. Observasi letak fungi endofit dalam jaringan daun dan ranting jeruk purut dilakukan melalui pembuatan preparat irisan paradermal, longitudinal, dan transversal yang kemudian diamati dibawah mikroskop cahaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, 1) spesies fungi endofit yang berhasil diisolasi dan diidentifikasi dari daun jeruk purut yaitu Colletotrichum alienum, Mycelia sterilia, C. queensiandicum, C. camalliae, dan C. siamense. Pada ranting jeruk purut ditemukan C. queensiandicum, C. gleosporioides, dan C.psidii; 2) hifa fungi endofit pada jaringan daun jeruk purut ditemukan di permukaan luar dinding sel: epidermis atas, palisade, dan sponsa, sedangkan  dalam jaringan ranting jeruk purut ditemukan pada permukaan luar dinding sel: epidermis dan parenkima korteks. Kata Kunci: fungi endofit, daun jeruk purut, ranting jeruk purut AbstractEndophytic fungi are a group of fungi that live in plant tissue without causing damage to the host plant tissue. Structure the source of endophytic fungi isolates can be taken from medicinal plants, i.e: kaffir lime (Citrus hystrix DC.). This plant contains several active compounds, which is alkaloids, polyphenols, essential oils, tannins, flavonoids, and saponins that have antimicrobial effect. This study aims to 1) Identify endophytic fungi isolated from kaffir lime plants leaves and twigs in vitro, and 2) determine the location of endophytic fungi from kaffir lime plants leaves and twigs tissue. This research is a descriptive explorative research. The object in this study is endophytic fungi that live in the kaffir lime plants leaves and twigs. The kaffir lime leaves and twigs were cutted and inoculated acceptically on Potato Dextrose Agar (PDA) medium, than incubated at 25-270C for 7x24 hours. Each endophytic fungus isolates described by morphologic and microscopic observations. The observations result are referred to the fungi identification book to determine the endophytic fungi species. The location of the endophytic fungi were observed by paradermal, longitudinal, and transverse slide and observe microscopically. The research result shows that; 1) there are seven species endophytic fungi that were successfully isolated and identified from kaffir lime leaves; Colletotrichum alienum, Mycelia sterilia, C. queensiandicum, C. camalliae, and C. siamense. The endophytic fungi isolated from kaffir lime twig are C. queensiandicum, C. gleosporioides, and C.psidii; 2) the endophytic fungi hyphae isolated from kaffir lime leaves are found in the epidermal cell wall, palisade cell wall, sponge cell wall and on the kaffir lime twig are found in the epidermal cell wall and cortex paranchyma cell wall. Keywords: endophytic fungi, kaffir lime leaves, kaffir lime twi

    Identifikasi dan Observasi Histologi Letak Fungi Endofit yang Diisolasi dari Tanaman Jeruk Purut (Citrus hystix DC.)

    No full text
    RINGKASANParamita, Dhea. 2019. Identifikasi dan Obeservasi Histologi Letak Fungi Endofit yang Diisolasi dari Tanaman Jeruk Purut (Citrus hystrix DC.). Skripsi, Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing; (1) Prof. Dr. Dra. Utami Sri Hastuti, M.Pd., (II) Dr. Sulisetijono, M. Si. Kata Kunci: fungi endofit, daun jeruk purut, ranting jeruk purut Fungi endofit merupakan kelompok fungi yang hidup di dalam jaringan tumbuhan tanpa menyebabkan kerusakan struktur jaringan tumbuhan inangnya. Fungi endofit yang berhasil diisolasi dari tumbuhan inangnya dapat menghasilkan senyawa metabolit sekunder yang sama dengan tumbuhan inangnya. Sumber isolat fungi endofit dapat berasal dari tanaman berkhasiat obat, salah satunya yaitu tanaman jeruk purut (Citrus hystrix DC.). Tanaman ini mengandung beberapa senyawa aktif yaitu alkaloid, polifenol, minyak atsiri, tanin, flavonoid, dan saponin yang bersifat antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengidentifikasi fungi endofit yang diisolasi dari daun dan ranting tanaman jeruk purut secara in vitro, dan 2) Menentukan letak fungi endofit dalam jaringan daun dan ranting tanaman jeruk purut.  Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif yang dilakukan pada bulan Pebruari-Mei 2019 di Laboratorium bidang Mikrobiologi, Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Obyek penelitian ini adalah fungi endofit yang hidup bersimbiosis di dalam daun dan ranting tanaman jeruk purut. Isolasi dilakukan secara aseptik dengan cara meletakkan potongan daun dan ranting jeruk purut di permukaan medium lempeng PDA, kemudian diinkubasikan dengan suhu 25-270C selama    3-7x24 jam. Setiap macam fungi endofit yang berhasil diisolasi kemudian dideskripsikan melalui pengamatan makroskopis koloni dan mikroskopis. Hasil deskripsi tersebut kemudian dirujukkan pada buku kunci identifikasi fungi untuk menentukan nama spesies fungi endofit. Observasi letak fungi endofit dalam jaringan daun dan ranting jeruk purut dilakukan melalui pembuatan preparat irisan paradermal, longitudinal, dan transversal yang kemudian diamati dengan menggunakan mikroskop cahaya.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa, 1) terdapat 7 spesies fungi endofit yang berhasil diisolasi dan diidentifikasi dari tanaman jeruk purut, pada daun jeruk purut yaitu Colletotrichum alienum, Mycelia sterilia, C. queensiandicum, C. camalliae, dan C. siamense. Pada ranting jeruk purut ditemukan C. queensiandicum, C. gleosporioides, dan C.psidii; 2) hifa fungi endofit pada jaringan daun jeruk purut ditemukan di permukaan luar dinding sel: epidermis atas, palisade, dan sponsa, sedangkan  dalam jaringan ranting jeruk purut ditemukan pada permukaan luar dinding sel: epidermis dan parenkima korteks

    Pengembangan Multimedia Interaktif Terintegrasi UKBM Berbasis Inkuiri Terbimbing pada Materi Sistem Respirasi untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Kelas XI SMAN 1 Kepanjen

    No full text
    RINGKASANIndarti, Ruri. 2019. Pengembangan Multimedia Interaktif Terintegrasi UKBM Berbasis Inkuiri Terbimbing pada Materi Sistem Respirasi untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Kelas XI SMAN 1 Kepanjen. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Amy Tenzer, M.S, (II) Dra. Hj. Nursasi Handayani, M.Si. Kata Kunci: multimedia interaktif, inkuiri terbimbing, keterampilan berpikir kritis Keterampilan berpikir kritis siswa kelas XI SMAN 1 Kepanjen, khususnya pada materi Sistem Respirasi masih kurang. 68% siswa kurang menguasai keterampilan memfokuskan pertanyaan, 62% siswa kurang menguasai keterampilan bertanya dan menjawab pertanyaan yang memerlukan penjelasan, 94% siswa kurang menguasai keterampilan mendefinisikan istilah dan mempertimbangkan definisi, dan 65% siswa kurang menguasai keterampilan menginduksi dan mempertimbangkan hasil induksi serta mempertimbangkan kredibilitas sumber pada materi Sistem Respirasi. Kurangnya keterampilan berpikir kritis siswa disebabkan oleh kurang maksimalnya aktivitas siswa yang dapat mengasah keterampilan berpikir kritis. Penggunaan media sebagai alat bantu pembelajaran juga belum maksimal, padahal fasilitas yang ada di SMAN 1 Kepanjen sudah memadai. Upaya yang dilakukan guru dengan menerapkan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan memperbanyak soal-soal bermuatan High Order Thinking Skill (HOTS) belum cukup efektif untuk mengatasi permasalahan tersebut.  Multimedia interaktif berbasis inkuiri terbimbing yang digunakan secara bersamaan dengan UKBM di dalam kegiatan pembelajaran di kelas merupakan solusi untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Tujuan dari penelitian dan pengembangan ini adalah menghasilkan multimedia interaktif Sistem Respirasi berbasis inkuiri terbimbing yang layak, praktis, dan efektif untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis.   Metode penelitian yang digunakan mengacu pada model pengembangan Lee dan Owens dengan prosedur yang terdiri dari: (1) Analisis kebutuhan; (2) Analisis awal-akhir; (3) Desain; (4) Pengembangan; (5) Implementasi; dan (6) Evaluasi. Multimedia interaktif divalidasi oleh ahli materi, ahli media, dan praktisi lapangan. Produk yang telah direvisi kemudian diujicoba lapangan awal yang melibatkan siswa kelas XII. Selanjutnya produk diimplementasikan pada kegiatan pembelajaran yang sesungguhnya di kelas XI MIA 3. Jenis data dalam penelitian ini adalah data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari hasil validasi produk, angket respon siswa, serta nilai pre test dan post test. Sementara data kualitatatif diperoleh dari saran dan komentar ahli materi, ahli media, praktisi lapangan serta siswa. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Analisis deskriptif kuantitatif meliputi uji kelayakan dan kepraktisan poduk  serta uji keefektifan menggunakan teknik n-gain. Sementara analisis deskriptif kualitatif yaitu mengumpulkan saran dan komentar dari para validator guna merevisi produk yang dikembangkan.   Berdasarkan hasil validasi oleh ahli materi, ahli media, dan praktisi lapangan memperoleh nilai sebesar 100%, 93%, dan 95%. Hal ini menunjukkan bahwa multimedia interaktif sangat layak digunakan dalam pembelajaran di kelas untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Hasil uji kepraktisan pada ujicoba lapangan awal dan ujicoba lapangan utama diperoleh hasil sebesar 83% dan 84% yang menunjukkan bahwa multimedia interaktif sangat praktis untuk digunakan. Sementara uji keefektifan yang dihitung menggunakan rumus n-gain diperoleh hasil 0,768 yang menunjukkan bahwa multimedia interaktif efektif untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis.  Peningkatan keterampilan berpikir kritis juga terlihat untuk masing-masing indikator yaitu 90% untuk indikator memfokuskan pertanyaan, 79% untuk indikator bertanya dan menjawab pertanyaan yang memerlukan penjelasan, 89% untuk indikator mendefinisikan istilah dan mempertimbangkan definisi, 89% untuk indikator menginduksi dan mempertimbangkan hasil induksi, dan 100% untuk indikator mempertimbangkan kredibilitas sumber. Hasil tersebut menunjukkan bahwa multimedia interaktif yang digunakan secara bersamaan dengan UKBM Sistem Respirasi efektif untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa pada KD 3.8 Kelas XI

    Pengaruh Pembelajaran Problem Oriented Project Based Learning (POPBL) terhadap Keterampilan Berpikir Kreatif, Kemampuan Pemecahan Masalah, dan Hasil Belajar Kognitif Siswa Kelas X SMA Negeri 8 Malang

    No full text
    Kehidupan di abad ke-21 menuntut siswa menguasai keterampilan berpikir kreatif dan kemampuan pemecahan masalah, sehingga diharapkan pendidikan dapat mempersiapkan siswa untuk menguasai berbagai kemampuan tersebut. Berdasarkan hasil studi pendahuluan, diperoleh persentase keterampilan berpikir kreatif siswa kelas X di SMA Negeri 8 Malang sebesar 37,1% dan termasuk kategori rendah, sedangkan persentase kemampuan pemecahan masalah sebesar 64% dan termasuk kategori cukup. Hal tersebut juga dapat mempengaruhi hasil belajar kognitif siswa. Berdasarkan hasil wawancara dengan salah satu guru biologi, diketahui bahwa sebagian besar nilai ulangan harian siswa kelas X SMA Negeri 8 Malang tahun ajaran 2017-2018 pada materi ekosistem dan perubahan lingkungan sebesar 20% belum memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Oleh karena itu, diperlukan proses belajar yang tepat untuk mengembangkan keterampilan berpikir kreatif dan kemampuan pemecahan masalah, serta meningkatkan hasil kognitif belajar siswa. Salah satu model pembelajaran yang sesuai dengan pendekatan saintifik yaitu Problem Oriented Project Based Learning (POPBL). POPBL dalam penelitian ini merupakan model pembelajaran berbasis projek yang diorientasikan untuk menyelesaikan suatu permasalahan yang kontekstual. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimen kuasi dengan desain nonequivalent pretest posttest control group design. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas yang diambil menggunakan teknik cluster random sampling dengan cara mengundi, yaitu kelas X MIPA 3 (kelas kontrol) dan X MIPA 6 (kelas eksperimen). Teknik pengumpulan data menggunakan tes. Analisis data hasil penelitian menggunakan Multivariat Analisis Kovarian (Mankova). Berdasarkan hasil penelitian nilai p dari uji Mankova sebesar 0,000 < α = 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa (1) siswa yang dibelajarkan menggunakan POPBL memiliki nilai keterampilan berpikir kreatif lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang tidak dibelajarkan menggunakan POPBL, (2) siswa yang dibelajarkan menggunakan POPBL memiliki nilai kemampuan pemecahan masalah lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang tidak dibelajarkan menggunakan POPBL, (3) siswa yang dibelajarkan menggunakan POPBL memiliki nilai keterampilan berpikir kreatif lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang tidak dibelajarkan menggunakan POPBL

    Pertumbuhan Sel Chlorella vulgaris pada Co-Culture Alga-bakteri berdasarkan Perbedaan Lama Penyinaran dan Bakteri Dominan Danau Ranu Pani dan Ranu Grati Jawa Timur

    No full text
    RINGKASAN&nbsp;Chlorella vulgaris merupakan salah satu spesies mikroalga di Indonesia banyak dimanfaatkan skala massal saat ini sebagai bioaktif kosmetik, suplemen makanan dan kesehatan, pakan ikan kecil, bioenergi dan agen bioremediasi. Kebutuhan C. vulgaris yang semakin banyak tersebut, perlu adanya kultivasi untuk mendapatkan biomassa lebih banyak dengan waktu yang lebih cepat. Salah satu cara yang dapat digunakan adalah dengan sistem co-culture dengan bakteri. Sistem co-culture alga-bakteri merupakan kultivasi campuran mikroalga dengan bakteri dan di dalamnya terjadi interaksi yang dapat membantu pertumbuhan mikroalga maupun bakteri. C. vulgaris dapat menyediakan karbon organik (terma-suk karbohidrat dan protein), dan O2 untuk bakteri, sedangkan pelepasan CO2 oleh bakteri dapat dimanfaatkan C. vulgaris untuk proses fotosintesis. Proses fotosinte-sis sangat memerlukan senyawa CO2 sehingga jumlah bakteri yang menghasilkan CO2 mempengaruhi intensitas proses fotosintesis C. vulgaris. Semakin intens proses fotosintesis berlangsung semakin banyak zat yang dihasilkan untuk nutrisi C. vulgaris sehingga pertumbuhan C. vulgaris semakin cepat. Bakteri dominan yang terdapat pada habitat C. vulgaris dapat dimungkin-kan memberikan penga-ruh terbesar dalam proses pertumbuhan C. vulgaris. Penelitian ini menggunakan bakteri dominan danau Ranu Pani dan Ranu Grati untuk membuktikan pengaruh bakteri dominan terhadap pertumbuhan sel C. vulgaris. Pemilihan dua danau tersebut karena keduanya memiliki kondisi lingkungan yang berbeda namun spesies mikroalga yang dominan tumbuh sama yaitu C. vulgaris. Ranu Pani cen-derung bersuhu dingin dan air danau asam sedangkan Ranu Grati cenderung bersuhu panas dan air danau netral ke basa.Co-culture alga-bakteri ini selain dipengaruhi oleh CO2 dan O2, juga dipengaruhi oleh adanya energi cahaya yang dibutuhkan saat reaksi terang foto-sintesis C. vulgaris. Cahaya akan mengeksitasi klorofil C. vulgaris pada foto-sistem II, kemudian fotosistem II melepaskan elektron yang akan ditransfer sepanjang rantai transpor elektron. Energi dari elektron ini digunakan untuk fotofosforilasi yang menghasilkan ATP. Cahaya juga mengeksitasi fotosistem I, melepaskan elektron yang ditransfer sepanjang rantai transpor elektron yang akhir-nya mereduksi NADP menjadi NADPH. Ionisasi H2O juga terjadi bersa-maan dengan eksitasi klorofil untuk mengganti kekurangan elektron pada foto-sistem II karena ditransfer sepanjang rantai transpor elektron. Hasil ionisasi menghasilkan O2 akan digunakan oleh bakteri. Rangkaian proses reaksi terang tersebut sangat bergantung pada lama penyinaran untuk mendapat hasil maksimal yang akan dimanfaatkan untuk reaksi selanjutnya (reaksi gelap).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyinaran dan asal bakteri (bakteri dominan dari danau Ranu Pani maupun Ranu Grati) terhadap pertumbuhan sel C. vulgaris pada co-culture alga-bakteri. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental.Rancangan percobaan penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design). Lama penyinaran (6, 12, 18 dan 24 jam) merupakan perlakuan petak utama (main treatment) dan komposisi biakan (mono-culture alga dan co-culture alga-bakteri) merupakan perlakuan anak petak (sub treatment). Parameter pendukung untuk mengetahui jenis asosiasinya dalam co-culture alga-bakteri adalah jumlah sel bakteri dominan Ranu Pani maupun Ranu Grati. Data dianalisis dengan Analisis Varian (ANAVA) dua faktorial. Jika faktor perlakuan berpengaruh signifikan, diuji lanjutan dengan uji lanjut Beda Nyata Terkecil (BNT) untuk mengetahui perbandingan pengaruh tiap taraf perlakuan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa puncak kemampuan (peak perfor-mance) pertumbuhan sel C. vulgaris pada media co-culture dengan bakteri dominan danau Ranu Pani maupun Ranu Grati dan variasi lama penyinaran, berada di hari ke-30. Lama penyinaran berpengaruh terhadap jumlah selC. vulgaris. Lama penyinaran 18 jam menghasilkan rerata jumlah sel C. vulgaris terbesar yaitu 54 &times; 107 sel/l dan berbeda sangat signifikan dengan perlakuan lainnya. Komposisi biakan tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan selC. vulgaris.Kesimpulan penelitian ini adalah lama penyinaran berpengaruh terhadap pertumbuhan sel C. vulgaris pada co-culture alga-bakteri dominan dari danau Ranu Pani maupun dari danau Ranu Grati. Perlakuan lama penyinaran 18 jam memberikan pengaruh terbesar terhadap pertumbuhan sel C. vulgaris dan berbeda sangat signifikan dengan perlakuan lainnya. Asal bakteri tidak berpengaruh ter-hadap pertumbuhan sel C. vulgaris pada co-culture alga-bakteri dominan dari da-nau Ranu Pani maupun dari danau Ranu Grati. Interaksi antara lama penyinaran dan asal bakteri bakteri tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan sel C. vulgaris pada co-culture alga-bakteri dominan dari danau Ranu Pani maupun dari danau Ranu Grati

    Analisis Ekspresi Gen ER, PR, HER2/Neu, dan MKi67 pada Jaringan Kanker Payudara di Jawa Timur

    No full text
    Kanker payudara merupakan penyakit kanker yang paling umum dan paling mematikan kedua di kalangan wanita. Kejadian kanker payudara di Jawa Timur telah mencapai angka 9.688 dan diperkirakan akan terus meningkat. Kanker payudara disebabkan karena kerusakan materi genetik pada sel epitel payudara sehingga terjadi pembelahan yang tidak terkendali. Beberapa gen yang diketahui berperan dalam perkembangan kanker payudara diantaranya adalah gen pengkode reseptor hormon (ER, PR), HER2/Neu, dan MKi67. Kajian mengenai profil genetik pada jaringan kanker payudara diperlukan guna mengetahui karakter biologis dan mendukung data histologis dalam pengelompokkan ke dalam subtipe molekular berdasarkan ekspresi gen. Sampel kanker payudara yang diperoleh dilakukan isolasi RNA total, sintesis cDNA, dan qPCR untuk mengetahui tingkat ekspresi gen target dalam nilai CT. Ekspresi relatif gen target dihitung dengan rumus 2ΔCTkemudian dianalisis menggunakan perangkat JMP7. Profil ekspresi genetik ditampilkan dalam bentuk grafik yang dibuat dengan perangkat PrismGraph 5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap sampel kanker payudara memiliki profil ekspresi gen yang berbeda-beda dengan gen ER terekspresi tertinggi di sampel 1 dan gen HER2/Neu memiliki ekspresi relatif tertinggi di stadium IV. Profil genetik yang berbeda diduga berkaitan dengan kondisi biologis sampel yang diteliti. Berdasarkan profil ekspresi relatif gen target, seluruh sampel diduga termasuk ke dalam kelompok subtipe Luminal B

    Karakterisasi Fitokimia Ekstrak Metanol Ental dan Rhizoma Pteris linearis Poir

    No full text
    Tumbuhan menghasilkan sejumlah besar produk alami (metabolit sekunder). Dalam dekade terakhir, banyak dilakukan penelitian mengenai dampak positif dari metabolit sekunder yaitu sebagai obat herbal. Salah satu tumbuhan yang dapat berpotensi sebagai bahan obat herbal adalah Pteris linearis Poir. Salah satu hutan di Indonesia yang diketahui terdapat Pteris linearis adalah Taman Nasional Baluran (TNB). Kondisi lingkungan yang berbeda akan mempengaruhi macam dan kadar metabolit sekundernya. Selain itu, produksi metabolit sekunder pada organ, jaringan dan sel sangat spesifik. Senyawa ini sering ditemukan berbeda dalam satu individu tumbuhan. Tujuan penelitian ini karakterisasi metabolit sekunder pada organ yang berbeda yaitu ental dan rhizoma Pteris linearis di Taman Nasional Baluran. Ekstraksi tumbuhan dengan metode maserasi. Karakterisasi senyawa ini secara kualitatif dengan metode skrining fitokimia. Hasil penelitian ekstrak ental mengandung senyawa polifenol, flavonoid, terpenoid dan alkaloid, ekstrak rhizoma mengandung polifenol dan alkaloid. Simpulan penelitian ini adalah Pteris linearis berpotensi sebagai bahan obat herbal, namun ekstrak ental lebih efektif dibandingkan ekstrak rhizoma

    Karakterisasi Profil Protein Membran Plasmodium beghei ANKAsebagai Kandidat Vaksin Malaria

    No full text
    AbstrakMalaria merupakan peyakit infektif dengan prevalensi angka kematian yang tinggi. Malaria disebabkan oleh protozoa parasit dari genus Plasmodium yang menyerang eritrosit dan sel hepar. Jumlah penderita &nbsp;malaria mengalami peningkatan setiap tahunnya, hal ini disebabkan oleh tingkat resistensi obat anti-malaria pada &nbsp;Plasmodium sp. ataupun vektor perantaranya sehingga perlu dikembangkan jenis pengobatan aternatif lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan profil protein membran parasit darah spesies Plasmodium berghei ANKA dan penentuan protein sebagai kandidat vaksin malaria melalu pengujian reseptor glikoprotein dan pengujian aktivitas fosforilasi. Hasil penelitian menunjukkan profil protein membran P. berghei ANKA, sebanyak 10 pita protein dengan rentangan berat molekul 237-244 kDa, 217-211 kDa, 173-168 kDa, 89-87 kDa, 67-65 kDa, 56-55 kDa, 37-36 kDa, 29-28 kDa, 24-22 kDa, dan 12,812,4 kDa. Hasil pengujian reseptor glikoprotein menunjukkan hasil negatif &nbsp;ditandai dengan tidak terbentuknya pita magenta pada gel poliakrilamid. Pengujian aktivitas fosforilasi protein membran dilakukan pada interval suhu inkubasi 35oC, 37oC , dan 39oC yang menunjukkan fluktuasi penurunan dan peningkatan aktivitas fosforilasi. Berdasarkan hasil pengujian, aktivitas fosforilasi protein paling rendah pada suhu 35oC pada protein dengan rentangan berat molekul 12,8 &ndash; 12,4 kDa yakni sebesar &nbsp;21,589 x 10-2 &micro;mol/mL.menit., sehingga protein dengan rentangan berat molekul tersebut memiliki peluang untuk digunakan sebagai kandidat vaksin malaria. Kata kunci: Profil Protein, Plasmodium berghei ANKA, Kandidat, Vaksin Malaria

    0

    full texts

    1,764

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇