SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
    1764 research outputs found

    Pengembangan Media Interaktif Discovery Inquiry Learning Berbasis Sumber Daya Lokal pada Materi Protista untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Literasi Sains Siswa MAS Mambaul Ulum Tumpang

    No full text
    RINGKASANIndriani, Nunun. 2019. Pengembangan Media Interaktif Discovery Inquiry Learning Berbasis Sumber Daya Lokal pada Materi Protista untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Literasi Sains Siswa MAS Mambaul Ulum Tumpang. Skripsi. Jurusan Biologi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hj. Sri Endah Indriwati, M. Pd., (II) Dra. Eko Sri Sulasmi, M. S.Kata Kunci: media interaktif, discovery inquiry learning, sumber daya lokal, berpikir kritis, literasi sains, protistaMedia pembelajaran berbasis sumber daya lokal merupakan salah satu komponen yang memiliki peranan penting dalam proses pembelajaran. Wilayah Kecamatan Tumpang didominasi oleh wilayah persawahan, kolam ikan, dan air selokan di wilayah perkampungan, sehingga dapat diterapkan pada pembelajaran materi Protista. Hasil studi pendahuluan menunjukkan bahwa Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Mambaul Ulum Tumpang merupakan salah satu SMA Swasta di wilayah Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang yang memiliki berbagai permasalahan dalam mencapai tujuan pendidikan nasional di era abad ke-21. Penggunaan media interaktif discovery inquiry learning berbasis sumber daya lokal diharapkan dapat mencapai tujuan pendidikan nasional. Penelitian pengembangan media interaktif discovery inquiry learning berbasis sumber daya lokal belum pernah dilakukan. Tujuan penelitian dan pengembangan media pembelajaran ini adalah mengembangkan media interaktif discovery inquiry learning berbasis sumber daya lokal pada materi Protista untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan literasi sains siswa MAS Mambaul Ulum Tumpang.Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan menggunakan model pengembangan ADDIE (Analyze, Design, Develop, Implement, and Evaluate). Sasaran pengembangan media ajar adalah siswa kelas X IPA MAS Mambaul Ulum Tumpang tahun ajaran 2018/ 2019 yang berjumlah 16 orang. Data penelitian berupa hasil validasi dari ahli materi, ahli media, praktisi lapangan, angket respon guru dan siswa, nilai pretest hingga posttest guna untuk mengukur kemampuan berpikir kritis dan literasi sains siswa. Teknik analisis data berupa uji kevalidan, uji kepraktisan, dan uji keefektifan produk yang dikembangkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan data hasil validasi oleh ahli materi diperoleh persentase sebesar 98,3%, hasil validasi oleh ahli media diperoleh persentase sebesar 98%, hasil validasi oleh praktisi lapangan diperoleh persentase sebesar 91,2% dengan kriteria sangat valid. Hasil uji kepraktisan oleh guru dan siswa diperoleh persentase kepraktisan sebesar 93% dengan kriteria sangat praktis. Hasil uji keefektifan menggunakan gain score diperoleh hasil sebesar 0,39 dengan kriteria sedang.Kesimpulan dari hasil penelitian yaitu media interaktif discovery inquiry learning berbasis sumber daya lokal mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan literasi sains siswa kelas X IPA MAS Mambaul Ulum Tumpang. Media interaktif akan memiliki tingkat keefektifan yang tinggi apabila diujicobakan kepada subjek uji coba yang memiliki kemampuan dalam proses pembelajaran student centered.SUMMARYIndriani, Nunun. 2019. Development Interactive Media of Discovery Inquiry Learning Based on Local Resource in Material Protist to Improve Critical Thinking Ability and Science Literacy of Students in MAS Mambaul Ulum Tumpang. Thesis. Department of Biology. Faculty of Math and Science. Malang State University. Counselor: (I) Dr. Hj. Sri Endah Indriwati, M. Pd., (II) Dra. Eko Sri Sulasmi, M. S.Keywords: Interactive media, discovery inquiry learning, local resources, critical thinking, science literacy, protistLocal resource based learning media is one component that has an important role in the learning process. Tumpang Subdistrict area is dominated by rice fields, fish ponds, and sewerage water in the village area, so that it can be applied to Protista material learning. The results of the preliminary study indicate that the Private Madrasah Aliyah (MAS) of Mambaul Ulum Tumpang is one of the Private High Schools in Tumpang Subdistrict area, Malang Regency which has various problems in achieving national education goals in the 21st century era. The using of media interactive discovery inquiry learning based on local resources is expected can achieve national education goals. Research on developing interactive media discovery inquiry learning based on local resources has never been done. The purpose of research and development of learning media is to develop media interactive discovery inquiry learning based on local resources on Protista material to improve student’s critical thinking skills and scientific literacy of MAS Mambaul Ulum Tumpang.The type of this research is research and development using the ADDIE development model (Analyze, Design, Develop, Implement, and Evaluate). The target of developing teaching media is class X Science MAS Mambaul Ulum Tumpang 2018/2019 academic year, amounting to 16 people. The research data are in the form of validation results from material experts, media experts, field practitioners, teacher and student response questionnaires, pretest to posttest scores to measure students critical thinking skills and scientific literacy. Data analysis techniques in the form of validity test, practicality test, and the effectiveness test of the product being developed.The results show that based on the results of the data validation by material experts obtained a percentage of 98.3%, the results of validation by media experts obtained a percentage of 98%, the results of validation by field practitioners obtained a percentage of 91.2% with very valid criteria. Practical test results by teachers and students obtained a practical percentage of 93% with very practical criteria. The results of the effectiveness test using the gain score obtained results of 0.39 with the criteria being.Conclusions from the results of the research are that media interactive discovery inquiry learning based on local resources is able to improve critical thinking skills and scientific literacy of class X Science MAS Mambaul Ulum Tumpang. Interactive media will have a high level of effectiveness if tested on trial subjects who have the ability in the student centered learning process

    Hubungan Antara Keterampilan Argumentasi Ilmiah dengan Hasil Belajar Kognitif pada Dua Model Pembelajaran Biologi Siswa Kelas X SMA di Malang

    No full text
    RINGKASANRohayati, Yulista Trias. 2019. Hubungan Antara Keterampilan Argumentasi Ilmiah dengan Hasil Belajar Kognitif pada Dua Model Pembelajaran Biologi Siswa Kelas X SMA di Malang. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Siti Zubaidah, M.Pd., (II) Dr. Susriyati Mahanal, M.Pd.Kata Kunci: Keterampilan Argumentasi Ilmiah, Hasil Belajar Biologi, RICOSREPembelajaran abad XXI menjadi tantangan pendidikan pada proses pembelajaran saat ini. Siswa tidak hanya dituntut untuk memiliki kemampuan untuk mencapai tujuan pembelajaran saja, melainkan memiliki keterampilan dan kompetensi yang diperlukan pada abad XXI. Keterampilan argumentasi ilmiah merupakan salah satu keterampilan yang perlu diberdayakan dalam pembelajaran biologi. Keterampilan argumentasi ilmiah dapat dimanfaatkan guru sebagai proses dialogis dan interaktif dalam proses pendidikan sains serta sebagai fasilitas untuk meningkatkan hasil belajar kognitif siswa. Keterampilan argumentasi ilmiah dapat membantu siswa meningkatkan kemampuan untuk memahami, menalar, menganalisis, dan memecahkan masalah. Keterampilan argumentasi ilmiah dan hasil belajar kognitif siswa dapat diberdayakan dengan menerapkan model pembelajaran biologi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan antara keterampilan argumentasi ilmiah dengan hasil belajar kognitif dan mengetahui adanya perbedaan persamaan regresi hubungan antara keterampilan argumentasi ilmiah dengan hasil belajar kognitif pada dua model pembelajaran biologi siswa kelas X SMA di Malang.Penelitian ini tergolong dalam penelitian korelasional. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SMA Kelas X IPA di Malang. Sampel yang digunakan siswa kelas 18 MIPA  SMAN 1 Malang dengan total 74 siswa dan siswa kelas X IPA SMAN 1 Turen dengan total 101 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan soal tes esai (pretest dan posttest) keterampilan argumentasi ilmiah dan hasil belajar kognitif. Analisis regresi linear sederhana digunakan untuk  menganalisis data penelitian.Berdasarkan analisis data menunjukkan bahwa: 1) ada hubungan antara keterampilan argumentasi ilmiah dan hasil belajar biologi pada penerapan dua model pembelajaran biologi. Pada kelas RICOSRE menujukkan nilai R=0,800 (p<0,05), pada kelas PBL menunjukkan nilai R=0,910 (p<0,05), pada kelas konvensional nilai R=0,899 (p<0,05), artinya hubungan antara keterampilan argumentasi ilmiah dengan hasil belajar kognitif signifikan; 2) ada perbedaan persamaan regresi keterampilan argumentasi ilmiah dengan hasil belajar kognitif pada penerapan dua model pembelajaran biologi, artinya pengaruh sintaks pada masing-masing model pembelajaran berpotensi berbeda untuk meningkatkan keterampilan argumentasi ilmiah dan hasil belajar kognitif. Keterampilan argumentasi ilmiah memberikan sumbangan terhadap hasil belajar kognitif siswa pada model pembelajaran RICOSRE sebesar 64%, pada model pembelajaran PBL sebesar 82,8%, dan pada pembelajaran konvensional sebesar 80,8%.Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara keterampilan argumentasi ilmiah dan hasil belajar kognitif siswa. Terkait hasil tersebut, guru perlu memberdayakan keterampilan argumentasi ilmiah agar hasil belajar kognitif siswa juga meningkat. Penerapan model pembelajaran RICOSRE dan PBL dapat memfasilitasi siswa memberdayakan keterampilan argumentasi ilmiah sehingga juga meningkatkan hasil belajar kognitif siswa. Oleh karena itu, disarankan untuk menerapkan model pembelajaran tersebut untuk menghasilkan lulusan yang memiliki keterampilan dan kompetensi abad XXI. &nbsp

    Pengaruh Model Pembelajaran Guided Inquiry Berbasis Sumber Daya Lokal Terhadap Keterampilan Proses Sains, Karakter, dan Hasil Belajar Kognitif Biologi MA Al-Ittihad Poncokusumo

    No full text
    RINGKASANEndriyani, Dessi. 2019. Pengaruh Model Pembelajaran Guided Inquiry Berbasis Sumber Daya Lokal Terhadap Keterampilan Proses Sains, Karakter, dan Hasil Belajar Kognitif Biologi MA Al-Ittihad Poncokusumo. Skripsi. Jurusan Biologi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Hj. Sri Endah Indriwati, M. Pd., (2) Dr. Murni Sapta Sari, M. Si.Kata Kunci: Model Guided Inquiry berbasis sumber daya lokal, keterampilan proses sains (KPS), karakter, dan hasil belajar kognitif Dunia Pendidikan Indonesia saat ini berusaha mengembangkan kompetensi pengetahuan, sikap, dan  keterampilan secara seimbang. Faktanya masih ada permasalahan yang dihadapi di dunia pendidikan saat ini. Aspek  sikap sebagai cara menanamkan karakter masih diacuhkan dalam proses pembelajaran. Aspek keterampilan kognitif siswa yang masih kurang dikembangkan terutama mengenai keterampilan proses sains sebagai identitas biologi sebagai ilmu sains, serta rendahnya nilai hasil belajar kognitif. Permasalahan ini dapat diatasi dengan penerapan model pembelajaran yang berpusat pada siswa. Salah satunya dengan model pembelajaran inkuiri, yang dipadukan dengan penggunaan sumber belajar potensi lokal. Model pembelajaran inkuiri memfasilitasi siswa untuk aktif melakukan kinerja ilmiah, sedangkan penggunaan sumber daya lokal bertujuan untuk mendukung pembelajaran yang kontekstual dan bermakna. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen semu atau quasy experiment. Desain penelitian yang digunakan yaitu pretest-postest nonequivalent control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X IIS MA Al-Ittihad Poncokusumo tahun ajaran 2018/2019 sedangkan sampel penelitian adalah kelas X-IIS 3 dan X-IIS 2. Penentuan sampel dilakukan dengan uji kesataraan dari keempat kelas kemudian diambil dua kelas tersebut. Kelas X-IIS 3 dengan jumlah siswa 31 digunakan sebagai kelas eksperimen dan kelas X-IIS 2 dengan jumlah 34 sebagai kelas kontrol. Metode pengumpulan data melalui teknik observasi dan tes. Teknik observasi dilakukan untuk mengukur keterampilan proses sains, dan karakter. Teknik tes dilakukan untuk mengukur hasil belajar kognitif. Teknik analisis data dilakukan dengan analisis statistik anakova dan uji-t menggunakan program SPSS 22 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan selisih rerata KPS kelas eksperimen dan kelas kontrol sebesar 11,3 sedangkan selisih rerata karakter sebesar 8,55. Hasil belajar kognitif pada materi ekosistem kelas ekperimen mengalami peningkatan sebesar 108,34%sedangkan kelas kontrol sebesar 80,45%. Hasil belajar kognitif pada materi perubahan lingkungan kelas ekperimen mengalami peningkatan sebesar 52,83% sedangkan kelas kontrol sebesar 46,63%. Uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi keterampilan proses sains sebesar 0,000, karakter sebesar 0,001, dan hasil belajar sebesar 0,007 untuk materi ekosistem dan 0,000 untuk materi perubahan lingkungan. Seluruh nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 sehingga hipotesis penelitian diterima yang menujukkan ada pengaruh penggunaan model pembelajaran guided inquiry berbasis sumber daya lokal terhadap keterampilan proses sains, karakter, dan hasil belajar kognitif

    Eksplorasi Senyawa Metabolit Sekunder, Uji Aktivitas Antioksidan dan Uji Total Fenol Ekstrak Metanol Pteris biaurita Linn.

    No full text
    RINGKASANSari, Ratna Suryaningtya. 2019. Eksplorasi Senyawa Metabolit Sekunder, Uji Aktivitas Antioksidan dan Uji Total Fenol Ekstrak Metanol Pteris biaurita Linn.. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang, Pembimbing (I) Dra. Eko Sri Sulasmi, M.S., (II) Dr. Drs. Sulisetijono, M.Si.Kata Kunci : Metabolit Sekunder, Fenol, Antioksidan,  Pteris biaurita Linn.Pteris biaurita Linn. merupakan tumbuhan paku ditemukan di sepanjang aliran sungai di gunung Baluran, Taman Nasional Baluran. Tumbuhan ini mengandung senyawa metabolit sekunder yang dapat digunakan dalam bidang pengobatan dan industri farmasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplor kandungan senyawa metabolit sekunder, uji aktivitas antioksidan dan uji kadar total fenol ekstrak metanol Pteris biaurita Linn.. Jenis penelitian yaitu deskriptif eksploratif dengan pendekatan kuantiatif dan kualitatif. Penelitian deskriptif eksploratif meliputi eksplorasi kandungan senyawa metabolit sekunder, pengukuran kadar total fenol dan uji aktivitas antioksidan pada ekstrak metanol rizoma dan ental Pteris biaurita Linn.  Eksplorasi senyawa metabolit sekunder dilakukan secara kualitatif dan kuantiatif. Secara kualitatif dengan metode skrining fitokimia yang meliputi uji alkaloid dengan menggunakan 3 macam reagen yaitu Mayer, Dragendrof dan Wagner, uji terpenoid menggunakan uji Libermann Burchard, uji polifenol menggunakan uji FeCl3, dan uji flavonoid menggunakan uji reagen alkalin. Pengukuran kuantitatif dengan mengukur kadar total fenol, menggunakan standart asam galat. Asam galat dibuat dalam 4 konsentrasi (25, 50, 75 dan 100 ppm) kemudian diukur absorbansinya menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 765 nm sebagai kurva standart untuk menentukan persamaan regresi linier. Sampel diukur absorbansinya, hasi pengukuran absorbansi sampel dimasukkan dalam persamaan regresi linier sehingga didapatkan nilai kadar total fenol pada sampel. Uji aktivitas antioksidan menggunakan DPPH (1,1 difenil-2-pikrilhidrazil anhidrat) sebagai senyawa radikal. Sampel Pteris biaurita Linn. dibuat dalam 4 konsentrasi (25, 50, 75 dan 100 ppm) dan ditambah larutan DPPH kemudian diukur absorbansinya menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 517 nm. Hasil pengukuran absorbansi digunakan untuk menghitung presentase peredaman menggunakan rumus: % Peredaman radikal bebas = x 100%Hasil perhitungan presentase peredaman untuk menentukan persamaan regresi linier yang digunakan dalam perhitungan nilai IC50.Hasil penelitian eksplorasi senyawa metabolit sekunder ekstrak metanol ental mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, polifenol dan terpenoid, sedangkan pada rizoma hanya mengandung alkaloid dan polifenol. Hasil uji kadar total fenol pada ental lebih tinggi dibandingkan dengan rizoma dengan nilai 65,571 μg/ml EAG pada ental dan 43,507 μg/ml EAG pada rizoma. Hasil uji aktivitas antioksidan pada ental lebih tinggi dibandingkan rizoma. Ental memiliki nilai IC50 sebesar 29,7 μg/ml tergolong antioksidan dengan kekuatan sangat kuat, sedangkan rizoma memiliki nilai IC50 sebesar 80,96 μg/ml tergolong antioksidan dengan kekuatan kuat

    Analisis Status Trofik Waduk Lahor Kabupaten Malang Jawa Timur

    No full text
    RINGKASANGarudea, Ginggi. 2018. Analisis Status Trofik Waduk Lahor Kabupaten Malang Jawa Timur. Skripsi, Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Hadi Suwono, M.Si.  Kata Kunci: Fitoplankton, Status Trofik, Waduk Lahor Waduk Lahor merupakan salah satu perairan lentik yang ada di Indonesia. Waduk Lahor Malang dimanfaatkan oleh warga sekitar sebagai sumber air bersih, tempat pariwisata, perikanan, dan irigasi pertanian, berbagai pemanfaatan tersebut dapat mempengaruhi kualitas perairan di Waduk Lahor. Pencemaran dapat disumbang oleh limbah pemukiman masyarakat sekitar, limbah pakan dari budidaya perikanan yang dilakukan, dan pengayaan unsur hara perairan dari limbah pertanian. Aktivitas tersebut dapat menyebabkan terjadinya eutrofikasi dengan pengayaan unsur hara dalam badan perairan Waduk Lahor. Dampak yang ditimbulkan oleh eutrofikasi terhadap kualitas perairan perlu dimonitor untuk menjaga kualitas perairan. Salah satu caranya yaitu dengan mengetahui status trofik perairan. Status trofik merupakan gambaran mengenai tingkat kesuburan suatu perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan fitoplankton, hubungan faktor fisiko-kimia dengan kelimpahan fitoplankton dan mengetahui status trofik perairan. Identifikasi fitoplankton dilakukan sampai pada tingkat genus. Faktor fisiko-kimia yang diukur dalam penelitian ini yaitu (pH, suhu, DO, kecerahan, fosfat, dan klorofil-a). Analisis status trofik dihitung berdasarkan indeks status trofik Carlson. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif dan dilaksanakan pada bulan September-Desember 2018 di Waduk Lahor. Pengambilan sampel di Waduk Lahor dibagi menjadi 4 stasiun berdasarkan rona lingkungannya. Setiap stasiun kemudian dibagi menjadi 3 kedalaman yaitu 0 m, 0,5 m, dan 1 m dengan 3 kali pencuplikan disetiap kedalaman kecuali pengambilan sampel untuk uji klorofila, fosfat dan kecerahan yang hanya dilakukan 1 kali pencuplikan. Pengambilan air sampel untuk penelitian untuk kelimpahan fitoplankton sebanyak 1500 ml sedangkan untuk analisis klorofil-a dan fosfat sebanyak 600 ml pada kedalaman 0.5cm. Analisis yang digunakan untuk mengetahui hubungan faktor fisiko-kimia dengan kelimpahan fitoplankton dianalisis dengan uji korelasi berganda. Analisis status trofik dihitung berdasarkan indeks status trofik Carlson.  Hasil penelitian ditemukan 32 jenis fitoplankton yang terdiri dari 5 divisi, yaitu Chlorophyta, Chrysophyta, Chyanophyta, Euglenophyta dan Phyrrophyta. Hasil analisis korelasi berganda menunjukkan bahwa faktor fisiko-kimia perairan memiliki hubungan yang signifikan terhadap kelimpahan fitoplankton. Berdasarkan rumus Carlson tentang status trofik perairan Waduk Lahor tergolong dalam perairan mesotrofik yang mendekati ke arah eutrofik ABSTRACTGarudea, Ginggi. 2018. Analysis Trophic Status of Lahor Reservoir, Malang East Java. Thesis. Biology Departemen. Faculty of Matematics and Natural Sciences. Counselor Dr. Hadi Suwono, M.Si.  Keywords: Phytoplankton, Trophic Status, Lahor Reservoir Lahor Reservoir is one of the limber waters in Indonesia. Lahor Malang Reservoir is used by local residents as a source of clean water, tourism, fisheries and agricultural irrigation, various uses can affect the quality of water in the Lahor Reservoir. Pollution can be contributed by residential community waste, feed waste from aquaculture carried out, and enrichment of aquatic nutrients from agricultural waste. This activity can cause eutrophication with nutrient enrichment in the waters of the Lahor Reservoir. The impact of eutrophication on water quality needs to be monitored to maintain water quality. One way is to know the trophic status of the water. Trophic status is an illustration of the level of fertility of a waters. This study aims to determine the abundance of phytoplankton, the relationship of physicochemical factors with the abundance of phytoplankton and to know the trophic status of the waters. Identification of phytoplankton is carried out at the genus level. Physico-chemical factors measured in this study are (pH, temperature, DO, brightness, phosphate, and chlorophyll-a). Trophic status analysis is calculated based on Carlson's trophic status index. This research is a descriptive exploratory study and was conducted in September-December 2018 in the Lahor Reservoir. Sampling in the Lahor Reservoir is divided into 4 stations based on the environment. Each station was then divided into 3 depths, namely 0 m, 0.5 m, and 1 m with 3 samples in each depth except sampling for the chlorophyll-a, phosphate and brightness tests which were only done once. Sampling water for research for phytoplankton abundance of 1500 ml while for analysis of chlorophyll-a and phosphate as much as 600 ml at a depth of 0.5cm. The analysis used to determine the relationship of physico-chemical factors with phytoplankton abundance was analyzed by multiple correlation tests. Trophic status analysis is calculated based on Carlson's trophic status index. The results of the study found 32 types of phytoplankton consisting of 5 divisions, namely Chlorophyta, Chrysophyta, Chyanophyta, Euglenophyta and Phyrrophyta. The results of multiple correlation analysis showed that physicochemical factors in waters have a significant relationship to the abundance of phytoplankton. Based on Carlson's formula of trophic status, the waters of the Lahor Reservoir are classified as mesotrophic waters which approach toward eutrophi

    PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BULETIN FLIPBOOK INTERAKTIF MATERI SISTEM EKSKRESI GINJAL UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA KELAS XI SMAN 1 LAWANG

    No full text
    Pendidikan di Indonesia saat ini menggunakan Kurikulum 2013 yang menggunakan pendekatan Scientific Approach atau pendekatan ilmiah. Scientific Approach merupakan salah satu pendekatan yang di dalamnya terdapat kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan data, mengasosiasi, mengomunikasikan. Kurikulum 2013 menekankan proses pembelajaran dalam kecakapan hidup abad 21. Berdasarkan observasi yang dilakukan di SMAN 1 Lawang pada tanggal 2-5 November 2018, diketahui bahwa (1) setiap kelas sudah dilengkapi dengan LCD-proyektor, (2) siswa difasilitasi dengan penggunaan HP sebagai alat untuk mencari informasi, (3) guru sudah menggunakan media pembelajaran berupa PPT, torso, gambar, (4) guru belum  mahir menggunakan media pembelajaran berbasis teknologi yang lain seperti flip flop, edmodo dan lain-lain, (5) menurut siswa KD materi sistem ekskresi ginjal seperti struktur dan fungsi sulit untuk dipahami karena banyak mengandung istilah ilmiah/asing dan pembelajaran bersifat hafalan, (6) sumber belajar yang digunakan siswa beragam seperti buku paket dari pemerintah,  sumber internet seperti blogspot, brainly dan pembelajaran online yang kebenaran informasinya tidak dapat dipertanggungjawabkan, (7) selain itu pelaksanaan berpikir kritis siswa dikelas dilakukan dengan cara  guru memberikan permasalahan atau soal-soal yang berkaitan dengan materi sistem ekskresi dengan level kognitif C1 dan C2.Siswa yang mencapai KKM sekitar 70%, dengan ketuntasan klasikal yang dituntut oleh sekolah sekitar 85%. Metode pembelajaran yang digunakan oleh guru untuk mengajarkan materi sistem ekskresi yaitu dengan menggunakan metode diskusi informasi, eksperimen dan tanya jawab, sedangkan model pembelajaran yang digunakan oleh guru hanya saat kegiatan praktikum saja. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang telah dilakukan di SMAN 1 Lawang bahwa sebelumnya buletin flipbook interactive belum pernah dikembangkan, sehingga peneliti ingin menciptakan inovasi untuk mengemas materi semenarik mungkin dan menambah pemahaman siswa terhadap materi sistem ekskresi melalui pengembangan media pembelajaran buletin flipbook interaktif.Penelitian dan pengembangan media pembelajaran flipbook interaktif pada mata pelajaran sistem ekskresi SMA kelas XI  menggunakan model Research  and Development Lee and Owens. Prosedur penelitian dan pengembangan Lee and Owens terdiri atas 4 tahap yang meliputi 1. Assesment/analysis yang terdiri dari need assesment dan Front-end analysis, 2. Design, 3. Development and Implementation, 4. Evaluation.   Pengembangan media pembelajaran buletin flipbook interaktif diperoleh hasil validasi oleh ahli media diperoleh nilai 87,5% menunjukkan bahwa media termasuk kategori sangat valid dan layak untuk digunakan. Hasil validasi oleh ahli materi diperoleh nilai 91,25% menunjukkan bahwa media sangat valid dan layak digunakan. Hasil validasi oleh praktisi lapangan diperoleh nilai 96,67% menunjukkan bahwa media termasuk kategori sangat valid dan layak untuk digunakan. Hasil kepraktisan oleh siswa  diperoleh nilai 92,01%, kemudian untuk nilai keefektifan dan keterampilan berpikir kritis yang dianalisis menggunakan n-gain untuk hasil belajar kognitif diperoleh nilai 0,71 yang termasuk kategori tinggi dan untuk keterampilan berpikir kritis diperoleh nilai 0,68 yang termasuk dalam kategori sedang

    Analisis Ekspresi Relatif Gen Granule-Bound Starch Synthase I (GBSSI) Padi (Oryza sativa L.) Lokal Banyuwangi

    No full text
    Analisis Ekspresi Relatif Gen Granule-Bound Starch Synthase I (GBSSI) Padi (Oryza sativa L.) Lokal BanyuwangiAnalysis Relative Expression of Granule-Bound Starch Synthase I (GBSSI) Gene Banyuwangi Local Rice (Oryza sativa L.) 1 Tita Putri Milasari, 2Dwi Listyorini, 3Evi Susanti 1Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengatuhan Alam Universitas Negeri Malang, Jalan Semarang No. 5 Malang, 65145, Indonesia*Coresponding email: [email protected], [email protected] AbstrakBanyuwangi merupakan salah satu daerah di Jawa Timur yang masih mempertahankan penanaman padi lokal. Padi lokal telah diteliti mempunyai potensi tahan terhadap penyakit dan mempunyai mutu baik, sehingga dapat digunakan sumber genetik dalam pembuatan varietas padi unggul. Beras bermutu baik, merupakan beras yang baik bagi kesehatan, yaitu beras dengan indeks glikemik rendah. Indeks glikemik dalam beras dipengaruhi oleh presentase amilosa dan amilopektin. Sintesis amilosa dalam endosperm padi (O. sativa L.) dikatalis oleh enzim (GBSSI). Ekspresi gen GBSSI didalam sel diduga dapat dijadikan marker untuk menseleksi padi lokal unggul berdasarkan nilai indeks glikemik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekspresi gen GBSSI pada padi lokal Banyuwangi. Level ekspresi gen GBSSI diketahui menggunakan alat Real Time PCR. Hasil ekspresi gen diketahui dari nilai Ct yang ditunjukkan oleh Real Time PCR. Hasil analisis menggunakan 2∆Ct menunjukkan bahwa level ekspresi dari tinggi kerendah secara berturut turut adalah varietas Hitam Melik (2∆Ct = 3333,3), diikuti oleh Hitam Pekat (2∆Ct = 1844,8), SOJ A3 (2∆Ct = 1086), Janur Kuning (2∆Ct = 649,9), Berlian (2∆Ct = 571,3), Merah Bali (2∆Ct = 20,2), dan Blambangan A3(2∆Ct =  2,4), serta varietas Blambangan A2 mempunyai ekspresi GBSSI paling rendah dibandingkan dengan varietas lain (2∆Ct = 0,8). Padi (O. sativa L.) lokal Banyuwangi mempunyai level ekspresi gen GBSSI yang berbeda secara signifikan.Kata Kunci : Ekspresi gen, Granule-Bound Starch Synthase I (GBSSI), amilosa AbstractBanyuwangi is one of the areas in East Java that still maintains local rice cultivation. Local rice has been studied has the potential to be resistant to disease and has good quality, so genetic resources can be used in the manufacture of superior rice varieties. Good quality rice, which is good for health, namely rice with a low glycemic index. The glycemic index in rice is influenced by the percentage of amylose and amylopectin. Amylose synthesis in rice endosperm (O. sativa L.) is catalyzed by enzymes (GBSSI). The expression of the GBSSI gene in cells is thought to be a marker for selecting superior local rice based on the glycemic index value. This study aims to determine the expression of GBSSI genes in Banyuwangi local rice. The GBSSI gene expression level is known to use the Real Time PCR tool. The results of gene expression are known from the Ct value indicated by Real Time PCR. The results of the analysis using 2∆Ct indicate that the level of expression of the high lows are Hitam Melik (2∆Ct = 3333,3), then Hitam Pekat (2∆Ct = 1844,8), SOJ A3 (2∆Ct = 1086), Janur Kuning (2∆Ct = 649,9), Berlian (2∆Ct = 571,3), Merah Bali (2∆Ct = 20,2), Blambangan A3(2∆Ct =  2,4), and Blambangan A2 (2∆Ct = 0,8). Banyuwangi local rice (O. sativa L.) has a significantly different GBSSI gene expression level. Keyword : gene expression, Granule-Bound Starch Synthase I (GBSSI), amylose. &nbsp

    PENGEMBANGAN MODUL MATERI SISTEM PENCERNAAN MANUSIA KELAS XI SMAN 2 MALANG UNTUK MEMBANTU PELAKSANAAN PEMBELAJARAN REMEDI

    No full text
    ABSTRAKKurniasih, An’nisa. 2018. Pengembangan Modul Materi Sistem Pencernaan Manusia Kelas XI SMAN 2 Malang untuk Membantu Pelaksanaan Pembelajaran Remedi. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Triastono Imam Prasetyo, M.Pd, (II) Dra. Nursasi Handayani, M.Si.Kata Kunci: pembelajaran remedi, modul, sistem pencernaan manusia.Saat ini pendidikan di Indonesia pada proses pembelajarannya menggunakan Kurikulum 2013. Proses pembelajaran harus disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi siswa dengan menggunakan metode yang berbeda bertujuan tercapainya KD dan IK. Ketercapaian KD sangat diperlukan sebagai syarat untuk mencapai KKM sebagai acuan ketuntasan hasil belajar siswa dan sebagai acuan oleh guru untuk menentukan tindakan lanjutan yaitu pengayaan bagi siswa yang mencapai ketuntasan atau perbaikan bagi siswa yang belum mencapai ketuntasan. Berdasarkan observasi yang dilakukan di SMAN 2 Malang pada tanggal 14 Desember 2017, diketahui bahwa KKM yang berlaku untuk mata pelajaran biologi yaitu 75. Saat ini pelaksanaan pembelajaran remedi hanya sebatas penugasan berupa powerpoint text dan tes ulang terkait hambatan yang dialami guru yaitu waktu dan tempat pelaksanaan remedi serta kesibukan guru ketika akan melaksanakan pembelajaran remedi . Beberapa siswa belum mencapai KKM khususnya pada materi sistem pencernaan manusia berdasarkan pada perhitungan nilai tes formatif, praktikum dan tugas masih terdapat siswa yang belum tuntas. Kesulitan materi yang dialami siswa mencakup proses fisiologi yang sulit untuk dipahami, gambar kurang menarik, kurangnya literasi, dan latihan soal kurang bervariasi. Modul ini dikembangkan menggunakan model ADDIE yang diadaptasi dari model desain pembelajaran. Model ADDIE dipilih karena pada model ini setiap tahapannya melalui tahap evaluasi dan tersusun secara sistematis dalam upaya pemecahan belajar yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa. Pengembangan model ini terdiri dari lima tahap yang meliputi: Analyze, Design, Develop, Implement, and Evaluate. Uji validitas dilakukan oleh validator ahli (expert appraisal) yang meliputi ahli materi (dosen), ahli pembelajaran (dosen), dan praktisi lapangan (guru biologi SMA Negeri 2 Malang). Uji keefektifan dan kepraktisan dilakukan oleh lima siswa kelas XI SMAN 2 Malang yang sebelumnya telah melaksanakan pembelajaran remedi materi sistem pencernaan manusia.Hasil uji validitas modul diperoleh dengan rerata persentase skor total dari ahli pembelajaran sebesar 88,50%, ahli materi sebesar 100%, praktisi lapangan sebesar 95,83%. Berdasarkan kriteria validitas menyatakan modul sistem pencernaan manusia yang telah dikembangkan dikategorikan sangat valid. Hasil uji keefektifan dengan nilai n-gain sebesar 0,81, menunjukkan bahwa modul yang telah dikembangkan dikategorikan sangat efektif untuk meningkatkan pelaksanaan pembelajaran remedi. Hasil uji kepraktisan yang dilakukan kepada lima siswa,  diperoleh rerata persentase skor total sebesar 98,75%, menunjukkan bahwa modul sistem pencernaan manusia yang telah dikembangkan dikategorikan sangat praktis

    Pengembangan Media Interaktif Discovery Inquiry Learning Berbasis Sumber Daya Lokal pada Materi Protista untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Literasi Sains Siswa MAS Mambaul Ulum Tumpang

    No full text
    ABSTRAKIndriani, Nunun. 2019. Pengembangan Media Interaktif Discovery Inquiry Learning Berbasis Sumber Daya Lokal pada Materi Protista untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Literasi Sains Siswa MAS Mambaul Ulum Tumpang. Skripsi. Jurusan Biologi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hj. Sri Endah Indriwati, M. Pd., (II) Dra. Eko Sri Sulasmi, M. S.Kata Kunci: media interaktif, discovery inquiry learning, sumber daya lokal, berpikir kritis, literasi sains, protistaMedia pembelajaran berbasis sumber daya lokal merupakan salah satu komponen yang memiliki peranan penting dalam proses pembelajaran. Wilayah Kecamatan Tumpang didominasi oleh wilayah persawahan, kolam ikan, dan air selokan di wilayah perkampungan, sehingga dapat diterapkan pada pembelajaran materi Protista. Hasil studi pendahuluan menunjukkan bahwa Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Mambaul Ulum Tumpang merupakan salah satu SMA Swasta di wilayah Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang yang memiliki berbagai permasalahan dalam mencapai tujuan pendidikan nasional di era abad ke-21. Penggunaan media interaktif discovery inquiry learning berbasis sumber daya lokal diharapkan dapat mencapai tujuan pendidikan nasional. Penelitian pengembangan media interaktif discovery inquiry learning berbasis sumber daya lokal belum pernah dilakukan. Tujuan penelitian dan pengembangan media pembelajaran ini adalah mengembangkan media interaktif discovery inquiry learning berbasis sumber daya lokal pada materi Protista untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan literasi sains siswa MAS Mambaul Ulum Tumpang.Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan menggunakan model pengembangan ADDIE (Analyze, Design, Develop, Implement, and Evaluate). Sasaran pengembangan media ajar adalah siswa kelas X IPA MAS Mambaul Ulum Tumpang tahun ajaran 2018/ 2019 yang berjumlah 16 orang. Data penelitian berupa hasil validasi dari ahli materi, ahli media, praktisi lapangan, angket respon guru dan siswa, nilai pretest hingga posttest guna untuk mengukur kemampuan berpikir kritis dan literasi sains siswa. Teknik analisis data berupa uji kevalidan, uji kepraktisan, dan uji keefektifan produk yang dikembangkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan data hasil validasi oleh ahli materi diperoleh persentase sebesar 98,3%, hasil validasi oleh ahli media diperoleh persentase sebesar 98%, hasil validasi oleh praktisi lapangan diperoleh persentase sebesar 91,2% dengan kriteria sangat valid. Hasil uji kepraktisan oleh guru dan siswa diperoleh persentase kepraktisan sebesar 93% dengan kriteria sangat praktis. Hasil uji keefektifan menggunakan gain score diperoleh hasil sebesar 0,39 dengan kriteria sedang.Kesimpulan dari hasil penelitian yaitu media interaktif discovery inquiry learning berbasis sumber daya lokal mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan literasi sains siswa kelas X IPA MAS Mambaul Ulum Tumpang. Media interaktif akan memiliki tingkat keefektifan yang tinggi apabila diujicobakan kepada subjek uji coba yang memiliki kemampuan dalam proses pembelajaran student centered

    Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif Sistem Reproduksi Manusia untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Kognitif Siswa Kelas XI MIPA 2 SMAN 1 Kepanjen

    No full text
    RINGKASANAriyadi, D. 2019. Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif Sistem Reproduksi Manusia untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Kognitif Siswa Kelas XI MIPA 2 SMAN 1 Kepanjen. Skripsi. Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Hendra Susanto, S.Pd., M.Kes., Ph.D. (II) Dra. Nursasi Handayani, M.Si.  Kata Kunci: multimedia interaktif, sistem reproduksi manusia, kemampuan berpikir kritis, hasil belajar kognitif.  Mata pelajaran Biologi di tingkat SMA/MA sebagai kelompok ilmu pengetahuan yang membudayakan berpikir ilmiah secara kritis, kreatif, dan mandiri. Fenomena di lapangan, Biologi masih sulit dipahami siswa karena materi bersifat abstrak dan tuntutan kecakapan hidup abad 21 untuk menyiapkan siswa yang mampu berpikir salah satunya berpikir kritis. Berpikir kritis penting dikembangkan agar siswa terampil menganalisis, menilai dan merekonstruksi pemikirannya. Maka guru harus pandai menyusun bahan ajar dan media inovatif dalam pembelajaran agar kemampuan berpikir kritis siswa berkembang. Berdasarkan hasil observasi di SMAN 1 Kepanjen pada Desember 2018, diketahui bahwa sebesar 75% siswa dari tiga kelas berbeda menyatakan materi sistem reproduksi manusia masih begitu sulit dipahami. Ketercapaian siswa menuntaskan materi masih 70% dari 85% yang diharapkan dari pembelajaran. Hasil studi pendahuluan tes soal latihan materi sistem reproduksi manusia dengan indikator berpikir kritis (Facione, 1994) kepada 33 siswa, hasilnya 77% siswa belum menerapkan aspek berpikir kritis dengan baik dalam menjawab soal. Media yang relevan dalam pembelajaran kurang untuk menunjang pengetahuan siswa. Guru kurang mengembangkan jenis media pembelajaran yang dapat melatih kemampuan berpikir kritis siswa. Multimedia pembelajaran interaktif belum pernah dikembangkan, sehingga diharapkan dapat membantu mengatasi kesulitan tersebut. Penelitian dan pengembangan multimedia pembelajaran interaktif pada mata pelajaran sistem reproduksi manusia kelas XI SMA menggunakan model Research  and Development Lee and Owens. Prosedurnya meliputi 1. analisis awal-akhir, 2. desain, 3. pengembangan dan implementasi, 4. evaluasi. Hasil penelitian dan pengembangan diperolehan melalui penghitungan validasi multimedia pembelajaran oleh para ahli dan siswa. Hasil validasi oleh ahli media  diperoleh nilai 95,65% (sangat valid), ahli materi diperoleh nilai 100% (sangat valid), praktisi lapangan diperoleh nilai 81,25% (sangat valid). Hasil kepraktisan oleh 36 siswa XI MIPA 2 diperoleh nilai 83% (sangat praktis). Nilai keefektifan yang dianalisis menggunakan n-gain untuk kemampuan berpikir kritis diperoleh nilai 0,59 (sedang cenderung tinggi) dan hasil belajar kognitif diperoleh nilai 0,52 (sedang). Berdasarkan data diatas, maka penggunaan multimedia interaktif dalam pembelajaran materi sistem reproduksi manusia memiliki efektifitas sedang dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar kognitif siswa kelas XI MIPA 2 SMAN 1 Kepanjen

    0

    full texts

    1,764

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇