247 research outputs found
Sort by
PEMBUATAN ALAT LABORATORIUM FISIKA FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN IAIN WALISONGO UNTUK PRAKTIKUM OSILASI CAIRAN DAN AYUNAN MATEMATIS SECARA DIGITAL
Penelitian ini merancang dan merealisasikan pembua- tan alat laboratorium Fisika Fakultas Tarbiyah IAIN secara digital yaitu pada praktikum osilasi cairan dan ayunan matematis.Pembuatan alat laboratorium Fisika Fakultas Ilmu Tar- biyah dan Keguruan IAIN Walisongo untuk praktikum osi- lasi cairan dan ayunan matematis secara digital terdiri dari sumber cahaya, sensor cahaya yang keluarannya, dengan keypad sebagai masukannya kemudian diproses dengan mikrokontroler ATMega8535 dengan algoritma program kemudian hasilnya ditampilkan pada LCD (Liquid Cristal Display).Hasil penelitian ini adalah bahwa pembuatan alat lab- oratorium sika untuk praktikum osilasi cairan dan ayu- nan matematis secara digital sudah dapat berfungsi sesuai dengan yang diinginkan dan data hasil dari alat tersebut mendekati nilai percepatan gravitasi bumi sebenarnya yai- tu sebesar 9,8 m/s2
APLIKASI PENDEKATAN PEMBELAJARAN SAINTIFIK METODE INQUIRY BASED LEARNING PADA KOMPETENSI DASAR MENERAPKAN HUKUM-HUKUM YANG BERHUBUNGAN DENGAN FLUIDA STATIS DAN DINAMIS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X SMK
Tahun pelajaran 2013/2014 seluruh SMA dan SMK Negeri di Indo- nesia mulai mengimplementasi kurikulum 2013. Proses pembelajaran kurikulum 2013 pada jenjang tersebut dilaksanakan dengan menerapkan pendekatan saintifik. Cakupan pendekatan saintifik ini meliputi tiga ranah yaitu pengembangan sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Penerapan pendekaan saintifik dirangkai dengan salah satu metode pembelajaran yaitu metode inquiry based learning atau problem based learning atau project based learning. Penilaian hasil belajar dengan pendekatan saintifik telah dipatok KKMnya sebesar 75 yang setara dengan 2,66 atau B-.Dari uraian tersebut penulis mencoba melakukan peneletian tinda- kan kelas untuk mengetahui kegiatan aplikasi pendekatan pembelajaran saintifik metode inquiry based learning pada kompetensi dasar menerap- kan hukum-hukum yang berhubungan dengan fluida statis dan dinamis, dan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar kompetensi dasar terse- but pada siswa kelas X TKBT2 SMK Negeri 3 Semarang tahun pelajaran 2013/2014.Penelitian tindakan kelas ini menggunakan 2 siklus pada pokok bahasan tekanan hidrostatik,gaya Archimedes,hukum Pascal,tegangan permukaan,viskositas dan hukum Stokes. Siklus pertama diberlaku- kan pada pokok bahasan tekanan hidrostatik,gaya Archimedes,hukum Pascal. Siklus kedua diberlakukan pada pokok bahasan tegangan permukaan,viskositas dan hukum Stokes.Data hasil belajar diambil melalui observasi dan tes. Data observasi untuk memperoleh nilai sikap dan nilai keterampilan, data tes untuk mem- peroleh nilai pemahaman. Data dianalisis dengan menggunakan analisis kuantitaif dibantu program SPSS versi 17.0 dan dibantu dengan grafi. Pada siklus pertama rata-rata nilai ranah sikap 76,57 rata-rata nilai ranah ketarmpilan 76,67 dan rata-rata nilai ranah pemahman 75,60. Sedangkan pada siklus kedua rata-rata nilai ranah sikap 80,56 ,rata-rata nilai ranah keterampilan 81,86, dan rata-rata ranah pemahaman 80,54.Kesimpulan bahwa kegiatan yang dirancang dalam aplikasi pembe- lajaran dengan pendekatan saintifik metode inquiry based learning pada kompetensi dasar menerapkan hukum-hukum yang berhubungan dengan fluida statis dan dinamis sesuai dengan landasan teori, dan dapat mening- katkan hasil belajar siswa kelas X SMK
ANALISIS PENGARUH VARIASI FRAKSI VOLUME TERHADAP KEKUATAN TARIK BAHAN KOMPOSIT POLIESTER DENGAN FILLER ALAMI SERABUT KELAPA MERAH
Serabut kelapa (cocofiber) adalah satu serat alam yang me- miliki prospek yang cukup baik, dimana pengolahannya masih belum banyak dilakukan atau ditangani dengan baik, sehingga tidak dimanfaatkan secara optimal. Serabut kelapa yang dikom- binasikan dengan resin poliester sebagai matriks akan dapat menghasilkan komposit alternatif untuk aplikasi struktural. Preparasi spesimen awal meliputi pemotongan serat kelapa sepanjang 2 cm, pencampuran poliester dan serabut kelapa den- gan variasi fraksi volume serabut kelapa 1%, 2% dan 3%, dan pencetakan spesimen sesuai dengan standar uji tarik. Dari hasil pengujian didapatkan kekuatan tarik tertinggi pada spesimen dengan fraksi volume 3% yang memiliki tegangan 28 MPa dan regangan 0.027, modulus elastisitas 1027.523 MPa. Spesimen dengan fraksi volume 2% mempunyai tegangan 22 MPa dan re- gangan 0.027 pada komposit dengan modulus elastisitas sebesar 807.339 MPa. Spesimen denganl fraksi volume 1% mempunyai tegangan 20.4 MPa dan regangan 0.032 dengan modulus elatisi- tas sebesar 623.558 MPa
Penerapan Concept Mapping dengan Media Gambar untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran IPA
Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kualitas pembelajaran IPA melalui concept mapping dengan media gambar pada siswa kelas VB SDN Sampangan 01 Semarang.Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas terdiri dari tiga siklus.Subyek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas VB SDN Sampangan 01 Semarang.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik nontes dantes.Analisis data menggunakan data kuantitatif dan data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan dalam setiap variabel dalam setiap siklusnya, setiap siklus terdirisatu pertemuan. Tingkat pencapaian keterampilan guru di siklus I adalah 55% dengan kategori cukup, siklus II sebesar 73%dengan kategori baik, dan siklus III sebesar 93% dengan kategori sangat baik. Tingkat pencapaian aktivitas siswa di siklus I adalah 45,45% dengan kategori cukup, siklus II sebesar 71,97% dengankategori baik, dan siklus III sebesar 81,36% dengan kategori sangat baik. Tingkat pencapaian hasil belajar siswa di siklus I adalah 57,57%, siklus II sebesar 78,78%, dan siklus III sebesar 96,96%. Apabila dikaitkan dengan nilai KKM SDN Sampangan 01 Semarang sebesar 62, maka nilai rata-rata siklus I, II, dan III sudah mencapai KKM. Sedangkan perolehan ketuntasan klasikal yang mencapai indikator keberhasilan ≥80% terpenuhi pada siklus III. Simpulan penelitian ini yaitu concept mapping dengan media gambar dapat meningkatkan kualitas pembelajaran IPA kelasVB SDN Sampangan 01 Semarang
KEMATANGAN MOLEKULER FRAKSI HIDROKARBON AROMATIK CORE BADAK 1/208 MUARA BADAK, KUTAI KARTANEGARA, KALIMANTAN TIMUR: SUATU TINJAUAN KUALITATIF
Kajian kualitatif tentang kematangan termal biomarka fraksi hidrokarbon aromatik pada core Badak 1/208 dari kedalaman 10550 kaki telah dilakukan untuk meminimali- sir resiko kegagalan kegiatan eksplorasi minyak di sumur Badak 1/208 Muara Badak, Kutai Kartanegara-Kalimantan Timur. Sampel core diekstraksi secara berselang seling den- gan campuran pelarut toluena-metanol (3:1) dan kloro- form-metanol (3:1), kemudian difraksinasi dengan metode kromatografi kolom untuk memperoleh fraksi netral, asam, dan polar. Fraksi netral yang diperoleh difraksinasi lebih lanjut dengan kromatografi lapis tipis menghasilkan fraksi hidrokarbon alifatik, aromatik, alkohol, dan keton. Fraksi hidrokarbon aromatik yang diperoleh, selanjutnya diiden- tifikasi menggunakan Kromatografi Gas-Spektrometer Massa (KG-SM) dengan hasil antara lain turunan pisena, alkil fenantrena, dan triaromatik steroid. Biomarka fraksi hidrokarbon aromatik yang teridentifikasi tersebut ditinjau dari pembentukannya selama waktu geologi, menunjuk- kan bahwa core yang ada diduga matang secara termal
PENDIDIKAN KARAKTER DAN PENDEKATAN SETS (Science Environment Technology and Society) DALAM PERENCANAAN PEMBELAJARAN SAINS
Pengertian karakter menurut Pusat Bahasa Depdiknas adalah “bawaan, hati, jiwa, kepribadian, budi pekerti, perilaku, personalitas, sifat, tabiat, temperamen, watak”. Adapun berkara- kter adalah berkepribadian, berperilaku, bersifat, bertabiat, dan berwatak”. Menurut Tadkiroatun Musroh (UNY, 2008), kara- kter mengacu kepada serangkaian sikap (attitudes), perilaku (behaviors), motivasi (motivations), dan keterampilan (skills). Karakter berasal dari bahasa Yunani yang berarti “to mark” atau menandai dan memfokuskan bagaimana mengaplikasikan nilai kebaikan dalam bentuk tindakan atau tingkah laku, se- hingga orang yang tidak jujur, kejam, rakus dan perilaku jelek lainnya dikatakan orang berkarakter jelek. Sebaliknya, orang yang perilakunya sesuai dengan kaidah moral disebut dengan berkarakter mulia
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR IPA MATERI KALOR DENGAN PROBLEM POSING BERPASANGAN KELAS VIIC SMP NEGERI 3 BAWEN TAHUN PELAJARAN 2011/2012
Alat evaluasi berupa tes yang dibuat guru tidak selamanya dapat mengukur daya serap siswa kategori rendah prestasinya. Permasalahan yang timbul adalah bagaimana jika soal tes yang digunakan untuk evaluasi dibuat oleh siswa (problem posing). Rumusan masalah dalam Penelitian ini: (1) Seberapa besar peningkatan prestasi belajar siswa materi kalor dengan problem posing kelas VII SMP Negeri 3 Bawen tahun pelajaran 2011/2012, (2) Seberapa besar peningkatan kualitas pertanyaan siswa materi kalor dengan problem posing kelas VII SMP Negeri 3 Bawen tahun pelajaran 2011/2012.Tujuan Penelitian ini untuk (1) menentukan besarnya peningkatan prestasi belajar siswa materi kalor dengan problem posing kelas VII SMP Negeri 3 Bawen tahun pelajaran 2011/2012, (2) b. Menentukan besarnya peningkatan kulitas pertanyaan siswa materi kalor dengan problem posing kelas VII SMP Negeri 3 Bawen tahun pelajaran 2011/2012. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (Action Research) yang dirancang melalui tiga siklus yaitu dengan prosedur : (1) perencanaan (Planning), (2) pelaksanaan tindakan (Acting), (3) pengamatan (Observing), (4) refleksi dalam tiap-tiap siklus (reflecting).Hasil penelitian ini adalah pembelajaran dengan problem posing dapat meningkatkan prestasi belajar materi kalor siswa kelas VIIC tahun pelaja- ran 2011/2012 sebesar 22,7% tetapi tidak dapat meningkatkan pertanyaan ranah kognitif siswa. Berdasarkan dari hasil penelitian tersebut direko- mendasikan untuk dilakukan penelitian lanjutan mengenai pembelajaran dengan problem posing yang dapat meningkatkan pertanyaan produktif bagi siswa
PENENTUAN STANDARD SETTING MATA PELAJARAN KIMIA DENGAN METODE ANGOFF, IRT (ITEM RESPONSE THEORY), DAN SPLINES CUBIC HERMIT FUNCTION
Batas kelulusan (standart setting) atau disebut juga kriteria ketuntasan minimal pada mata pelajaran kimia ditentukan berdasarkan kurikulum yang berbasis indikator yang dapat dicapai oleh siswa setelah proses pembelajaran atau batas kelulusan yang ditentukan pemerintah.Pada metode diatas, butir-butir tes ditentukan tingkat kesulitannya, ke- mudian butir-butir tersebut diurutkan berdasarkan tingkat kesulitannya yang selanjutnya menjadi nomor halaman. Pelaksanaan metode ini melibatkan guru kimia berpengala- man sebagai panelis yang menentukan pada halaman bera- pa peserta mulai tidak bisa mengerjakan, dan memerlukan suatu tes/perangkat ujian mata pelajaran kimia yang ter- standar, dan instrumen sederhana untuk menuliskan hasil tiap panelis. Tahap pelaksanaan yaitu pelatihan, putaran 1, dan putaran 2. Rerata hasil putaran 1 dan 2 merupakan hasil penentuan batas kelulusan mata pelajaran kimi
PENERAPAN PROBLEM BASED LEARNING DENGAN PENDEKATAN KOOPERATIF BERBANTUAN MODUL SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KUALITAS PROSES DAN HASIL BELAJAR MAHASISWA PADA PERKULIAHAN PRAKTIKUM FISIKA DASAR I
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kualitas kemampuan mahasiswa dalam melakukan pemecahan masalah, meningkatkan kualitas proses pembelajaran, dan meningkatkan hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah Praktikum Fisika Dasar I melalui strategi pembelajaran berbasis masalah dengan pendekatan kooperatif berban- tuan modul. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa Pro- gram studi Tadris Fisika yang memprogram mata kuliah Praktikum Fisika Dasar I pada tahun akademik 2011/2012 yang berjumlah 31 orang. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari tahap peren- canaan, pelaksanaan, evaluasi, dan reeksi tindakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa melakukan pemecahan masalah, meningkatan kualitas proses pembelajaran yang ditinjau dari aktivitas mahasiswa, dan meningkatkan hasil belajar mahasiswa. Hasil belajar mahasiswa pada siklus I dan II berturut-turut adalah 66,74 dan 71,41. Sebagian besar mahasiswa mem- berikan respon positif dan berharap agar strategi pembela- jaran berbasis masalah dengan pendekatan kooperatif ber- bantuan modul dapat dilanjutkan dan dikembangkan pada pembelajaran Praktikum Fisika Dasar II
PENGARUH MOTIVASI, FAKTOR KELUARGA, LINGKUNGAN KAMPUS DAN AKTIF BERORGANISASI TERHADAP PRESTASI AKADEMIK
Tujuan utama penelitian ini adalah: Untuk mengetahui pengaruh mo- tivasi, faktor keluarga, lingkungan kampus dan aktif organisasi terhadap prestasi akademik mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Walisongo Semarang. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan menggunakan kuesioner yang diedarkan ke responden. Populasi adalah seluruh mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Walisongo Semarang yang berada pada semester 3 ke atas. Untuk pemilihan sampel digunakan teknik simple random sampling. Analisa data menggunakan statistik deskriptif dan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menun- jukkan bahwa variabel bebas yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi akademik adalah motivasi, faktor keluarga, lingkungan kampus dan aktif organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi akademik mahasiswa FITK