247 research outputs found
Sort by
ELEMEN BERNALAR: IMPLIKASI DAN AKIBAT-AKIBAT PADA INDIKATOR MENGANTISIPASI SERTA MENCARI SOLUSI TERHADAP MASALAH MELALUI METAKOGNISI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam mengantisipasi serta mencari solusi terhadap masalah melalui metakog- nisi. Metode penelitian yang digunakan adalah R&D. untuk mendapatkan data, instrument penelitian yang digunakan yaitu berupa tes kemampuan berpikir kritis pada indikator mengantisipasi serta mencari solusi terhadap masalah, lembar kegiatan siswa, dan lembar kerja siswa pada kegiatan lab- oratorium IPA. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa siswa dapat meng- gunakan kemampuan bernalarnya melalui metakognisi. Selain itu, siswa dapat mencari solusi dalam memecahkan masalah di dalam kegiatan labo- ratorium IPA sesuai dengan logika atau penalaran siswa sendiri
PENGARUH PEMBELAJARAN E-LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR MATA KULIAH STATISTICS MAHASISWA TADRIS BAHASA INGGRIS FAKULTAS TARBIYAH IAIN WALISONGO
Mata kuliah Statistics (Statistika Pendidikan untuk prodi yang lain) merupakan mata kuliah wajib di IAIN Walisongo. Di prodi Tadris Bahasa Inggris, pembelajaranmata kuliah Statistics selama ini mempunyai beberapa hambatan, antara lain mahasiswa kesulitan dalam pemahaman konsep, keterampilan berhitung, dan kurangnya waktu untuk berlatih. Bersamaan dengan kerjasama IAIN Walisongo dengan DBE 2 USAID untuk pembelajaran jarak jauh, dibuatlah kelas online untuk mata kuliah statistika yang memungkinkan mahasiswa untuk berdiskusi, menyelesaikan statistika uji dengan komputasi, memahami konsep statistika melalui video dan bahan bacaan, serta berinteraksi dengan dosen jika mahasiswa mengalami permasalahan.Selanjutnya ingin diketahui apakah pembelajaran dengan e-learning berpengaruh terhadap hasil belajar mahasiswa. Hasil dari studi menunjukkan bahwa tidak terlihat pengaruh yang signikan, namun jumlah mahasiswa yang mendapat nilai A, B+, dan B lebih banyak pada pembelajaran dengan e-learning dibandingkan dengan mahasiswa pada pembelajaran konvensional
PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN IPA MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) MENGGUNAKAN AUDIOVISUAL
Tujuan Penelitian ini untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPA pada siswa kelas IV melalui model PBL menggunakan audiovisual. Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas yang berlangsung dalam tiga siklus. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Keterampilan guru pada siklus I mendapat skor 18, siklus II skor 22, meningkat pada siklus III skor 25.(2) Aktivitas siswa pada siklus I skor 16,8, pada siklus II skor 22, meningkat menjadi 24,4 pada siklus III. (3) Respon siswa pada siklus I dengan persentase 71% siklus II dengan persentase 78%, meningkat 92% pada siklus III (4) Hasil belajar siswa pada siklus I mengalami ketuntasan klasikal sebesar 60%, siklus II sebesar 73%, dan mengalami peningkatan pada siklus III menjadi 94%. Kesimpulan penelitian ini menunjukan model PBL menggunakan audiovisual dapat meningkatkan kualitas pembelajaran IPA yang ditandai dengan meningkatnya keterampilan guru, aktivitas siswa, respon siswa dan hasil belajar siswa
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR IPA PADA SISWA KELAS VII SEMESTER II SMP NEGERI 2 PULOKULON
Permasalahan pokok yang akan dipecahkan lewat Penelitian Tindakan Kelas ini adalah: apakah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar IPA. Tujuannya untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran IPA..Penelitian ini merupakan tindakan guru untuk memperbaiki hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 2 Pulokulon Semester 2 Tahun Pelajaran 2013/2004, dan pelakunya adalah guru IPA. Penelitian dilakukan dalam 2 siklus dan meliputi 4 tahapan, yaitu perencanaan, tindakan,pengamatan dan refleksi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari keseluruhan siklus yang telah dilakukan motivasi dan perolehan nilai siswa kelas VII SMP Negeri 2 Pulokulon Semester 2 Tahun Pelajaran 2013/2004 mengalami peningkatan dari satu siklus ke siklus berikutnya. Jadi secara keseluruhan siklus yang telah dilakukan, penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran IPA
PENGEMBANGAN MODUL KIMIA DASAR BERBASIS MULTIPEL LEVEL REPRESENTASI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA
Rendahnya kemampuan mahasiswa yang mengikuti kuliah Kimia Dasar dalam merepresentasikan konsep-konsep kimia pada keempat level representasi kimia, serta belum tersedianya bahan ajar yang merepresentasikan konsep-konsep kimia pada keempat level representasi, mendorong peneliti untuk mengembangkan modul Kimia Dasar berbasis multipel level representasi kimia. Tujuan dari penelitian ini adalah : a. Bagaimana desain dan sistematika modul kimia dasar berbasis multipel level representasi kimia pada materi stoikiometri untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa? b. Bagaimana kelayakan modul kimia dasar berbasis multipel level representasi kimia, ditinjau dari validasi ahli?Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan. Model pengembangan mengikuti model Thiagarajan 4-D yang memiliki 4 tahap utama yaitu Define, Design, Develop, dan Disseminate.Hasil penelitian dan pengembangan telah dihasilkan Modul Kimia Dasar berbasis Multipel Level Representasi dengan susunan sebagai berikut : cover, petunjuk penggunaan modul, tujuan pembelajaran, Kegiatan Belajar 1 (meliputi materi konsep massa atom, massa atom relatif rata-rata dan massa molekul relatif rata-rata; persamaan reaksi kimia; konsep mol; persen komposisi senyawa; penentuan rumus empiris dan rumus molekul; pereaksi pembatas; dan persen hasil). Pada Kegiatan Belajar 2 materinya meliputi larutan, konsentrasi larutan, pembuatan kelarutan dengan kemolaran tertentu, pengenceran larutan, stoikiometri larutan (analisis gravimetri, titrasi asam-basa). Setiap materi dilengkapi dengan contoh soal, latihan yuk, dan uji kompetensi. Modul dilengkapi dengan gambar yang dapat menjelaskan konsep kimia skala makroskopis pada level mikroskopis dan simbolis, serta interkoneksi antar ketiga level representasi kimia tersebut sehingga dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa.Penilaian kelayakan (validasi) modul kimia dasar berbasis multipel level representasi kimia oleh ahli menunjukkan bahwa draft modul dalam kategori sangat baik dan baik sehingga tidak perlu dilakukan revisi
BTL SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATERI CAHAYA
Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar fisika materi cahaya melalui model pembelajaran Better Teaching and Learning (BTL) bagi peserta didik kelas VIII G SMP 1 Kudus Tahun Pelaja- ran 2011/2012Penelitian ini dilakukan dengan mengambil subyek peserta didik ke- las VIII G SMP 1 Kudus sejumlah 26 anak terdiri dari 14 anak laki-laki dan 12 anak perempuan, dimana peneliti sebagai guru IPA (fisika) pada kelas tersebut. Penelitian ini dilakukan selama 5 bulan dari bulan Maret 2012 sampai bulan Juni 2012.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tin- dakan kelas yang terdiri dari 2 siklus, masing-masing siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanan (planning), pelaksanaan (acting), pengamatan (observing) dan refleksi (reflecting). Pada siklus 1 tindakan yang dilaku- kan dengan model pembelajaran BTL dengan menitikberatkan lembar ker- ja terbimbing sedangkan pada siklus 2 tindakan yang dilakukan dengan model pembelajaran BTL dengan menitikberatkan lembar kerja terbuka dan pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar.Hasil penelitan menunjukkan bahwa secara teoritik dan empirik me- lalui model pembelajaran BTL dapat meningkatkan aktivitas dan hasil be- lajar fisika materi cahaya bagi peserta didik kelas VIII G SMP 1 Kudus pada semester 2 tahun 2011/2012. Peningkatan aktivitas belajar fisika sebesar 49% dari kondisi awal 64 menjadi 94. Sedangkan Peningkatan hasil belajar fisika sebesar 22 % dari kondisi awal 72 menjadi 88
MODEL PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING DENGAN VIDEO COMPACT DISK UNTUK MENCAPAI KOMPETENSI DASAR DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI MTs
Matematika adalah mata pelajaran yang diajarkan dari jenjang pendidikan dasar sampai pendidikan menengah. Selain mempunyai sifat yang abstrak, pemahaman konsep matematika yang baik sangatlah penting karena untuk me- mahami konsep yang baru diperlukan prasarat pemaha- man konsep sebelumnya. Dalam proses belajar mengajar guru mempunyai tugas untuk memilih model pembelaja- ran berikut media yang tepat sesuai dengan materi yang disampaikan demi tercapainya tujuan pembelajaran. Sam- pai saat ini masih banyak ditemui kesulitan siswa untuk mempelajari konsep geometri, antara lain tentang persegi panjang dan persegi pada siswa kelas VII semester 2. Aki- batnya terjadi kesulitan siswa untuk memahami konsep geometri selanjutnya karena konsep prasarat belum dipa- hami. Model pembelajaran Creative Problem Solving dengan Media Video Compact Disk sangat dimungkinkan bisa menin- gkatkan pemahaman konsep, keaktifan, dan hasil belajar siswa. Model pembelajaran ini dapat dijadikan alternatif pada pembelajaran matematika karena sesuai dengan karak- teristik matematika dan tuntutan Kurikulum 2006. Peneli- tian tindakan kelas/penelitian perbaikan pembelajaran ini mengambil obyek Kota Semarang, dan mengambil sampel di MTsN 1 Kota Semarang. Data yang diperoleh diolah se- cara deskriptif.Pelaksanaan penelitian dibagi dalam dua siklus, yang tiap siklusnya terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pen- gamatan dan refleksi. Hasil pengamatan dan refleksi akan dijadikan bahan rujukan untuk pelaksanaan siklus berikut- nya. Sehingga proses dan hasil pelaksanaan siklus berikut- nya diharapkan akan lebih baik dari siklus sebelumnya. Dari tiap siklus akan diukur proses keaktifan dan proses bermain peran, dan keberhasilan siswa dalam pembela- jaran dengan model pembelajaran creative problem solving dengan media video compact disk.Hasil penelitian menunjukan bahwa pembelajaran matematika menggunakan model pembelajaran creative problem solving dengan media video compact disk dapat me- ningkatkan pemahaman konsep, keaktifan, dan hasil bela- jar siswa di MTs