247 research outputs found
Sort by
MEMBANGUN KECERDASAN FINANSIAL DENGAN MATEMATIKA KEUANGAN
Setelah IQ (Intellectual Quotient), EQ (Emotional Quo- tient), SQ (Spiritual Quotient), sekarang muncul FQ (Finan- cial Quotient) atau biasa disebut kecerdasan finansial. Hal ini dikarenakan salah satu cabang dalam ilmu keuangan yang berkembang pesat dalam beberapa tahun belakan- gan ini adalah perencanaan keuangan atau financial plan- ning. Pada prinsipnya merencanakan keuangan yang baik itu mudah dan semua orang dapat melakukannya sendiri. Untuk dapat melakukannya, seseorang hanya perlu me- mahami matematika keuangan dan memiliki pengetahuan tentang produk pasar modal dan pasar uang yang tersedia. Pemahaman akan matematika keuangan membuat ses- eorang menjadi cerdas finansial dan memungkinkan untuk menyusun sendiri perencanaan keuangannya
PENINGKATAN TUNTAS BELAJAR FISIKA MELALUI PEMBELAJARAN FISIKA DENGAN MATERI AJAR BERWAWASAN SETS DAN PENDEKATAN SETS PADA POKOK BAHASAN FLUIDA STATIS DAN DINAMIS KELAS XI-IA SEMESTER 2 SMA NEGERI 2 SEMARANG
Nilai Ulangan Blok Semester I tahun ajaran 2006-2007 siswa kelas XI IA-3 SMA Negeri 2 Semarang 55% tidak tuntas belajar Fisika. Hal ini disebabkan karena materi ajar dan pendekatan pembelajaran Fisika kurang menarik perhatian siswa. Untuk meningkatkan jumlah siswa yang mencapai tuntas belajar Fisika diberikan materi ajar Fisika berwawasan SETS dengan pendekatan SETS. Pada siklus I dengan konsep Fluida Statis. Pembagian kelompok merupakan bagian dari pendekatan SETS dibentuk berdasarkan pilihan siswa, dan terbentuk 6 kelompok beranggotakan 7 siswa untuk kelompok 1 sampai 4, sedangkan kelompok 5 dan 6 beranggotakan 8 siswa. Hasil yang dicapai pada siklus I : Aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar meningkat, ditandai dengan peningkatan perilaku siswa, dan jumlah siswa yang mencapai tuntas belajar meningkat menjadi 75 %. Kelemahan pada siklus I, terletak pada jumlah anggota kelompok terlalu banyak, dan kemampuan akademik kelompok tidak merata. Pada siklus II dengan konsep Fluida Dinamis, pembagian kelompok yang merupakan bagian dari pendekatan SETS diubah dengan menambah jumlah kelompok menjadi 8 kelompok, kelompok 1 sampai 4 beranggotakan 5 siswa sedangkan kelompok 5 sampai 8 beranggotakan 6 siswa. Pembagian anggota kelompok berdasarkan kemampuan akademik. Dengan mengubah jumlah kelompok dan anggota kelompok pada siklus II ternyata proses belajar mengajar menjadi lebij baik. Dalam menyelesaikan masalah anggota kelompok lebih aktif. Hasil yang dicapai pada siklus II : Aktivitas siswa mengalami peningkatan dari siklus I, jumlah siswa yang mencapai tuntas belajar menjadi 84 %. Dari hasil yang telah dicapai pada siklus I dan siklus II, dapat disimpulkan bahwa materi ajar berwawasan SETS dengan pendekatan SETS dengan pembagian kelompok berdasarkan kemampuan akademik dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa dan jumlah siswa yang mencapai tuntas belajar. Materi ajar Fisika berwawasan SETS dan pendekatan SETS dengan pembagian kelompok berdasarkan kemampuan akademik dapat menjadi salah satu model pembelajaran Fisika bagi guru
LEMBAR KERJA SISWA PADA MATERI HIMPUNAN BERBASIS PENDEKATAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK UNTUK SISWA SMP/MTs
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan lembar kerja siswa (LKS) berbasis Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik pada materi himpunan un- tuk siswa SMP/MTs.Model pengembangan yang digunakan adalah model pengemban- gan prosedural, yaitu model yang bersifat deskriptif, menggariskan lang- kah-langkah yang harus diikuti untuk menghasilkan produk. Prosedur pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah prosedur pengembangan Borg dan Gall yang disederhanakan dengan lima langkah yaitu melakukan analisis produk yang dikembangkan, mengembangkan produk awal, validasi ahli dan revisi, uji coba lapangan skala kecil dan revisi produk, serta uji coba lapangan skala besar dan produk akhir.Hasil penelitian adalah Lembar Kerja Siswa berbasis pendekatan PMR dengan kualitas keseluruhan sangat baik dengan nilai 70 (90, 35%). LKS juga sangat efektif digunakan untuk pembelajaran matematika SMP/ MTs. Hal ini berdasarkan ketuntasan siswa secara klasikal dengan persen- tase 82,86%. Selain itu, respon siswa juga positif terhadap pembelajaran dengan menggunakan LKS pendekatan PMR
PEMETAAN HASIL UJIAN NASIONAL TAHUN 2013 MATA PELAJARAN MATEMATIKA MADRASAH ALIYAH Abstrak DI KOTA SEMARANG
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena bahwa ujian akhir lebih difokuskan pada aspek kelulusan dan pencitraan satuan pendidikan. Padahal sebagaimana tercantum dalam PP no.19 Tahun 2005, fungsi ujian nasional yang pertama adalah untuk pemetaan pendidikan dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan. Sayangnya pemetaan ini dapat dikatakan belum dilakukan, khususnya untuk madrasah. Oleh karena itu rumusan masalah yang diajukan dalam penelitian ini adalah bagaimana peta distribusi hasil ujian nasional 2013mata pelajaran matematika untuk Madrasah Aliyahdi Kota Semarang berdasarkan daya serap dari materi yang diujikan dengan memperhatikan faktor status dantingkat akreditasi madrasah. Penelitian dilakukan dengan metode survei.Data yang berupa hasil ujian nasional 2013Madrasah Aliyah se-Kota Semarang diambil dengan teknik dokumentasi. Selanjutnya data dianalisis deskriptif kuantitatif, independent sample t test dan ANOVA
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY BERBANTUAN BULETIN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR LOGIS
Telah dilakukan penelitian quasi-eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran discovery berbantuan buletin terhadap kemampuan berpikir logis siswa kelas XI MIPA SMA N 1 Cepu. Sampel penelitian dipilih dengan menggunakan teknik cluster random sampling sehingga diperoleh kelas XI MIPA 4 sebagai kelas control dan XI MIPA 5 sebagai kelas eksperimen yang masing-masing kelas berjumlah 36 siswa. Pengambilan data penelitian menggunakan tes hasil belajar kognitif berupa soal uraian yang dibuat berdasarkan indikator kemampuan berpikir logis. Berdasarkan analisis uji t diketahui nilai thitung sebesar 6,267 dan ttabel sebesar 1,667. Karena thitung lebih besar dari pada ttabel maka hipotesis nol ditolak, sehingga diketahui bahwa model pembelajaran discovery berbantuan buletin berpengaruh terhadap kemampuan berpikir logis siswa. Dari analisis keempat indikator kemampuan berpikir logis, diketahui bahwa pengaruh paling tinggi model pembelajaran discovery berbantuan buletin terdapat pada indikator ke-empat yaitu silogisme, sedangkan pengaruh paling rendah terdapat pada indikator ke-3 yaitu kondisional
PENINGKATAN MINAT DAN HASIL BELAJAR KONSEP SISTEM GERAK PADA MANUSIA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TGT PADA SISWA KELAS VIIID SMP NEGERI 1 BANDUNGAN
Pembelajaran secara konvensional membuat siswa cepat bosan dan tidak berminat untuk mengikuti pembelajaran dengan maksimal. Permasalahan yang timbul adalah bagaimana jika menggunakan model pembelajaran yang dapat mengaktifkan siswa. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana pembelajaran kooperatif TGT (Team Game Tournament) dapat meningkatkan minat belajar konsep sistem gerak pada manusia pada siswa kelas VIIID SMP Negeri 1 Bandungan tahun pelajaran 2013/2014. (2) Bagaimana pembelajaran kooperatif TGT dapat meningkatkan hasil belajar konsep sistem gerak pada manusia pada siswa kelas VIIID SMP Negeri 1 Bandungan tahun pelajaran 2013/2014. Tujuan penelitian ini untuk (1) Mendeskripsikan peningkatan minat belajar konsep sistem gerak pada manusia melalui pembelajaran kooperatif TGT pada siswa kelas VIIID SMP Negeri 1 Bandungan tahun pelajaran 2013/2014. (2) Mendeskripsikan peningkatan hasil belajar konsep sistem gerak pada manusia melalui pembelajaran kooperatif TGT pada siswa kelas VIIID SMP Negeri 1 Bandungan tahun pelajaran 2013/2014. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (Action Research) yang dirancang melalui dua siklus yaitu dengan prosedur: (1) Perencanaan (Planning), (2) Pelaksanaan tindakan (Acting), (3) pengamatan (Observing), (4) refleksi dalam tiap-tiap siklus (reflecting). Hasil penelitian ini adalah pembelajaran dengan kooperatif TGT dapat meningkatkan minat belajar siswa yang ditunjukkan dengan parttisipasi dalam pembelajaran sebesar 81,76 %, dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIIID tahun pelajaran 2013/2014 sebesar 19,7 %. Berdasarkan hasil penelitian direkomendasikan untuk diadakan penelitian lanjutan mengenai pembelajaran dengan model kooperatif TGT yang dapat meningkatkan aktifitas belajar siswa
PENGEMBANGAN PERANGKAT PERKULIAHAN FISIKA DASAR 1 DINAMIKA GERAK DENGAN PENDEKATAN DEMOCRATIC APPROACH
Penelitian ini bertujuan mengembangkan bentuk perangkat perkuliahan Fisika dengan democratic approach melalui problem posing pada Dinamika Gerak. Metode pe- nelitian adalah penelitian pengembangan perangkat pem- belajaran yang meliputi Satuan Acara Perkuliahan (SAP) dan Bahan Ajar. Draft perangkat yang dihasilkan divali- dasi oleh Dosen Mitra, Kaprodi, pakar pendidikan Fisika dan diujicobakan pada siswa di Perkuliahan Fisika Dasar 1 Tahun Akademik 2010-2011. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penilaian validitas isi Satuan Acara Perkuliahan para ahli 4,42; yang tergolong valid; penilain terhadap keterlaksanaan perkuliahan oleh observer 4,45; termasuk kategori baik, dan penilain ketuntasan perkulia- han Fisika Dasar 1 mencapai 86 %, serta 88% mahasiswa memberi respon positip
IMPLEMENTASI PROGRAM KERJASAMA ANTARA PERGURUAN TINGGI DENGAN DUNIA INDUSTRI
Masalah utama pendidikan nasional adalah bagaimana upaya untuk memperbaiki mutu lulusan yang masih rendah. Hal ini antara lain ditandai oleh: (a) ketidaksiapan sebagian be- sar lulusan untuk memasuki dunia kerja, (b) rendahnya perole- han skor rata-rata ujian akhir pada hampir semua bidang studi (< 5,00), (c) proses pembelajaran di lembaga pendidikan um- umnya belum berorientasi pada kompetensi yang dibutuhkan masyarakat pengguna (users), (d) substansi bidang studi belum menapak pada kebutuhan empirik sehingga menimbulkan pen- guasaan yang verbalistik, dan (e) ketidakseimbangan pertumbu- han pasar kerja dengan penambahan jumlah calon tenaga kerja dalam kualikasi.Banyak cara yang dapat ditempuh untuk meningkatkan mutu proses dan hasil pendidikan, salah satunya dengan mod- el pendidikan kolaboratif. Model pendidikan kolaboratif yang dilakukan dengan mengoptimalkan kemitraan lembaga pendi- dikan dengan dunia bisnis dan industri maupun masyarakat pengguna lainnya secara lebih luas mampu meningkatkan mutu lulusan yang kompetitif. Dengan demikian, diharapkan lulusan lembaga pendidikan tersebut selain siap kerja juga siap mencip- takan lapangan kerja bagi dirinya dan orang lain
UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR DAN HASIL BELAJAR FISIKA PADA KOMPETENSI KINEMATIKA GERAK LURUS MELALUI PEMBELAJARAN INTERPRETATIF BERBASIS ICT DI MAN KENDAL
Masaalah rendahnya aktivitas belajar dan hasil bela- jar fisika di MAN Kendal akan dipecahkan dengan meng- gunakan pendekatan pembelajaran interpretatif, yaitu diawali dengan pembelajaran klasikal yang berbasis ICT untuk mengatasi kesulitan belajar siswa, sedangkan akti- vitas siswa dibangkitkan melalui kegiatan interaksi diskusi belajar kelompok.Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui pening- katan aktivitas belajar siswa setelah diterapkannya metode pembelajaran interpretatif yang berbasis ICT pada materi pembelajaran kinematika gerak lurus. (2) mengetahui pen- ingkatan hasil belajar siswa setelah diterapkannya metode pembelajaran interpretatif yang berbasis ICT pada materi pembelajaran kinematika gerak lurus mata pelajaran Fisika kelas X di MAN Kendal.Subyek penelitian adalah siswa MAN Kendal kelas XB sejumlah 40 siswa pada Tahun pelajaran 2010/2011. Prose- dur penelitian meliputi 3 tahap, yaitu: tahap persiapan (mendesain pembelajaran), tahap pelaksanaan dan tahap penyusunan laporan. Pelaksanaan Siklus I dan II, meliputi: perencanaan, pelaksanaan tindakan (kegiatan guru dan siswa), observasi dan reflleksi.Pembelajaran interpretatif yang berbasis ICT dan in- teraksi diskusi kelompok memiliki dampak positif dalam meningkatkan hasil belajar siswa yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar siswa yaitu dari sebelum tindakan sebesar 16 siswa (40 %) yang tuntas belajar (yang memperoleh nilai di atas KKM = 65,0) pada Siklus I men- jadi 26 siswa (65 %), dan pada Siklus II meningkat menjadi 32 siswa atau 80 %.Berdasarkan hasil analisis aktivitas siswa dalam ke- lompoknya serta hasil belajar siswa dalam pemberian tin- dakan dengan menggunakan pembelajaran interpretatif berbasis ICT diperoleh peningkatan baik aktivitas siswa dalam kelompok maupun hasil belajar siswa, sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran interpretatif berb- asis ICT mampu meningkatkan aktivitas maupun hasil be- lajar siswa pada kompetensi kinematika gerak lurus mata pelajaran Fisika kelas X di MAN Kendal
UPAYA MENUMBUHKAN KARAKTER IPA MELALUI REFLEKSI PENILAIAN DIRI PESERTA DIDIK PADA SISWA KELAS VIII D SMP NEGERI 1 BANDUNGAN TAHUN PELAJARAN 2014/ 2015
Pendidikan karakter pada mata pelajaran IPA merupakan cara yang tepat untuk membentuk pribadi peserta didik yang berakhlak mulia. IPA merupakan salah satu pelajaran yang sudah menerapkan pendidikan karakter dalam proses pembelajarannya. Refleksi penilaian diri peserta didik merupakan salah satu cara untuk menumbuhkan karakter tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menumbuhkan karakter jujur dan peduli pada lingkungan. Penelitian ini terdiri dari dua siklus yang masing-masing siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan karakter jujur dan peduli pada lingkungan Hal ini dapat diketahui dari hasil observasi penilaian diri peserta didik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa refleksi penilaian diri peserta didik dapat digunakan untuk menumbuhkan karakter IPA (jujur dan peduli pada lingkungan)