Jurnal Teknologi Pertanian Andalas
Not a member yet
    271 research outputs found

    SUBSTITUSI BUBUK AMPAS KELAPA (Cocos nucifera) DENGAN TEPUNG BERAS DALAM PEMBUATAN KUE CHIFFON

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan kue chiffon dengan bahan dasar bubuk ampas kelapa, yang dicampur dengan tepung maizena dan bahan lainnya untuk menggantikan tepung beras. Uji organoleptik dilakukan dengan tiga kali pengulangan dan masing-masing memiliki konsentrasi yang berbeda juga. Uji organoleptik dilakukan dengan 30 panelis tidak terlatih yang sama dengan membagikan kuesioner dengan penilaian menggunakan Skala Likert. Uji organoleptik dilakukan untuk menilai warna, aroma, rasa dan tekstur dari kue chiffon. Ada 4 jenis konsentrasi bubuk ampas kelapa dengan konsentrasi 0%, 40%, 50%, dan 60%. Dari hasil uji organoleptik panelis paling menyukai kue chiffon dengan konsentrasi 50% yang memiliki warna sedikit gelap, aroma wangi kelapa, rasa manis dan gurih dari kelapa, dan tekstur lembut sedikit lebih  kasa

    PENGARUH PENGGUNAAN LINDI HITAM PADA PROSES BIODELIGNIFIKASI TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT TERHADAP DEGRADASI KOMPONEN LIGNOSELULOSA

    Full text link
    Lignoselulosa merupakan komponen utama tandan kelapa sawit yang terdiri dari lignin, selulosa dan hemiselulosa. Keberadaan lignin menjadi faktor pembatas dalam penggunaan serat. Upaya untuk mengurangi lignin dapat dilakukan melalui proses biodelignifikasi. Penelitian ini melakukan proses biodelignifikasi dengan menggunakan lindi hitam yang diperoleh dari biodelignifikasi spontan tandan kosong kelapa sawit fraksi serat campuran. Penelitian didesain menggunakan rancangan acak lengkap dengan 3 kali ulangan, data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji F dan jika berbedanya dilanjutkan dengan uji DNMRT pada α 5%. Perlakuan yang diberikan yaitu perbedaan persentase lindi hitam yang digunakan sebesar 1%, 3%, 5%, 7%, dan 9% pada proses biodelignifikasi tandan kosong kelapa sawit fraksi serat panjang. Pada serat hasil biodelignifikasi dilakukan analisis kadar hemiselulosa, kadar selulosa dan kadar lignin. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa penggunaan lindi hitam pada proses biodelignifikasi tandan kosong kelapa sawit fraksi serat panjang berpengaruh nyata terhadap kadar hemiselulosa, selulosa dan lignin. Semakin banyak lindi hitam yang digunakan semakin tinggi persentase degradasi komponen lignoselulosa yang terjadi

    Substitusi Tepung Kulit Singkong (Manihot esculenta Crantz) dalam Pembuatan Roti Gandjelrel Ditinjau dari Uji Organoleptik

    Full text link
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan konsentrasi subtitusi tepung kulit singkong terbaik dalam pembuatan roti gandjelrel dan menganalisis peningkatan kandungan seratnya. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan jenis penelitian eksperimen serta menggunakan uji organoleptik, uji ANOVA, dan uji laboratorium kandungan serat pangan. Uji organoleptik menilai dalam indikator warna, aroma, rasa, dan tekstur dari roti gandjelrel yang disubstitusi dengan tepung kulit singkong dengan 4 tingkat konsentrasi (0%, 20%, 40%, 60%). Hasil penelitian menunjukkan produk roti gandjelrel dengan substitusi tepung kulit singkong perlakuan dehydrator dengan konsentrasi sebesar 40% merupakan sampel terbaik, serta menunjukkan adanya peningkatan kandungan serat pangan (dietary fiber) menjadi 6,34%

    AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN MUTU TEH HERBAL DAUN MANGGA BERDASARKAN LETAK DAUN PADA RANTING

    Full text link
    This study aims to obtain antioxidant activity and the best quality of mango leaves herbal tea based on the location of the leaves on branches. The research has been experimentally using a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 4 replications, so that 16 experimental units obtained. The treatments used were P1: Leaf shoots, P2: Young mango leaves (numbers 1-3 after the shoot), P3: Old mango leaves (numbers 4-6 after shoots) and P4: Oldest mango leaves (numbers 7-9 after shoots). Observations made on mango leaf herbal tea were water content, ash content, total phenol, antioxidant activity and sensory assessment. The data obtained from the observation analyzed statistically using analysis of variance (ANOVA) with IBM SPSS software version 23. The results showed that the best treatment for mango leaf herbal tea based on the location of the leaves on the selected branches was the P1 (leaf shoot) treatment because it had very strong antioxidant activity. The antioxidant activity of P1 treatment with IC50 value was 25,91ppm, total phenol was 25.90%, water content was 9.95%, and ash content was 2.42%, with a descriptive green-yellow color, slightly mango leaf-scented and slightly bitter taste

    SIFAT KIMIA DAN KINETIKA DEGRADASI TERMAL ANTIOKSIDAN JUS MELON (Cucumis melo L.) KULTIVAR GAMA MELON PARFUM

    Full text link
    Sebagai salah satu kultivar melon lokal unggul, melon kultivar Gama Melon Parfum (GMP) sangat potensial karena mengandung antioksidan alami. Melon GMP dapat dikonsumsi dalam bentuk jus dan dinikmati oleh masyarakat luas. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari sifat-sifat jus melon GMP serta mengevaluasi nilai D dan Z sifat antioksidannya yang meliputi kandungan total fenolik, vitamin C, dan aktivitas antioksidan. Penelitian ini menggunakan dua faktor yaitu variasi suhu (65, 77, 88, 92 oC) serta waktu (0, 10, 20, dan 30 menit) pasteurisasi dengan pengulangan sampel sebanyak tiga kali. Hasil menunjukkan bahwa proses pasteurisasi dapat mempengaruhi sifat-sifat jus melon GMP yaitu dapat mendegradasi aktivitas antioksidan, kandungan total fenolik, vitamin C, serta total asam berturut-turut sebesar 51%; 16,8%; 84%; dan 296%. Akan tetapi nilai pH jus melon meningkat setelah dipasteurisasi dengan persentase 1,6%. Kinetika degradasi aktivitas antioksidan dapat didekati dengan menggunakan kinetika reaksi orde pertama dapat didekati dengan menggunakan kinetika reaksi orde pertama. Rentang nilai D aktivitas antioksidan, total fenolik, dan  vitamin C berturut-turut adalah 97,09-714,29 menit, 400-1666,67 menit, dan 38,76-222,22 menit. Nilai Z berturut-turut sebesar 32,15; 46,95; dan 37,04 °C. Ketiga parameter yang dievaluasi memiliki sifat sensitif terhadap perlakuan termal.Kata kunci— Aktivitas antioksidan, Kinetika degradasi termal, Jus melon, Gama Melon Parfum, Pasteurisas

    PENGARUH KONSENTRASI GLISEROL TERHADAP KARATER FISIK DAN KEMAMPUAN ANTIMIKROBA EDIBLE FILM BERBASIS PATI JAGUNG DENGAN PENAMBAHAN YOGURT

    Full text link
    Penelitian yang telah dilakukan adalah pembuatan edible film dengan penambahan yoghurt yang bersifat antimikroba berbahan dasar pati jagung. Edible film mampu menghambat pertumbuhan bakteri yaitu Escherichia coli dan Candida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya konsentrasi gliserol sebagai plasticizer yang sesuai dengan karakteristik sifat fisik dan aktivitas antibakteri dalam pembuatan edible film berbahan dasar pati jagung dengan penambahan yoghurt sebagai antibakteri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap dengan lima perlakuan dan tiga ulangan. Konsentrasi gliserol dapat mempengaruhi sifat fisik dari edible film yang ditambahkan dengan yoghurt. Konsentrasi penambahan gliserol yang sesuai dalam pembuatan edible film dengan penambahan yoghurt yaitu 12% yang berpengaruh nyata terhadap sifat fisik yaitu ketebalan dan kekuatan tarik, dan elongasi

    ENKAPSULASI MINYAK NILAM (Pogostemon cablin Benth), PALA (Myristica fragrans) DAN SEREH WANGI (Cymbopogon nardus) MENGGUNAKAN KITOSAN DENGAN METODE GELASI IONIK

    No full text
    Minyak atsiri bersifat volatil sehingga rentan terhadap suhu tinggi, oksidasi, sinar UV dan kelembapan, sehingga diperlukan solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Salah satu teknologi yang dapat digunakan adalah enkapsulasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis minyak atsiri dan perbandingan bahan penyalut kitosan-STPP dengan metode gelasi ionik terhadap karakteristik mikrokapsul yang meliputi efisiensi enkapsulasi, karakteristik gugus fungsi, ukuran partikel, distribusi ukuran partikel (indeks polidispersitas), zeta potensial, dan profil morfologi. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial, faktor pertama adalah jenis minyak atsiri (M) yaitu M1=Minyak Nilam, M2=Minyak Pala dan M3=Minyak Sereh Wangi. Faktor kedua adalah perbandingan larutan kitosan-STPP : minyak atsiri (P) yaitu P1=1:1, P2=1:2 dan P3=1:3. Pengulangan dilakukan sebanyak 3 kali, untuk mengetahui perbedaan pengaruh perlakuan maka dilakukan pengujian dengan Analysis of Variance (Anova) dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf kesalahan 25%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor perbandingan larutan kitosan-STPP : minyak atsiri (P) berpengaruh nyata terhadap efisiensi enkapsulasi. Uji BNT0,25 menunjukkan nilai efisiensi enkapsulasi mikrokapsul dengan perbandingan kitosan-STPP : minyak atsiri 1:3 (89,5%) dan 1:2 (86,97%) lebih tinggi dan berbeda nyata dengan mikrokapsul perbandingan kitosan-STPP : minyak atsiri 1:1 (81,77%). Hasil FTIR menunjukkan bahwa ketiga jenis minyak atsiri memiliki gugus fungsi N-H amina dan gugus fungsi C=C ester. Mikrokapsul yang memiliki karakteristik terbaik adalah minyak nilam dengan perbandingan kitosan-STPP : minyak atsiri 1:3 (M1P3), memiliki nilai efisiensi enkapsulasi 93,13%, ukuran partikel 294,4 nm,  indeks polidispersitas 0,498, zeta potensial -58,7, morfologi partikel berbentuk bulat, tidak berpori dan memiliki permukaan yang halus

    ANALISIS KANDUNGAN GIZI PRODUK UMKM BILIH 7 MUARO

    Full text link
    Produk UMKM Bilih 7 Muaro terdiri atas ikan bilih crispy dan ikan bilih crispy balado. Produk ini merupakan inovasi dari pengolahan ikan bilih basah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomis lebih tinggi. Kandungan gizi yang dimiliki oleh ikan bilih menjadikan ikan bilih sangat potensial untuk dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan gizi ikan bilih crispy dan ikan bilih crispy balado hasil olahan UMKM Bilih 7 Muaro Kabupaten Solok Provinsi Sumatera Barat. Metode yang digunakan yaitu ekperimental laboratorium berupa analisa kadar air, abu, lemak, protein, karbohidrat, dan kalori yang terkandung dalam ikan bilih crispy dan ikan bilih crispy balado. Berdasarkan penelitian didapatkan kandungan gizi produk olah ikan bilih UMKM Bilih 7 Muaro menjadi ikan bilih crispy dan ikan bilih crispy balado telah memenuhi persyaratan mutu dan keamanan ikan renyah sesuai dengan SNI 7760:2013 untuk unsur kadar air, kadar abu, dan kadar protein. Sementara kandungan lemak ikan bilih crispy dan ikan bilih crispy balado masih ditas batas maksimal sehingga perlu penanganan lebih lanjut pasca penggorengan produk olahan tersebut

    FORMULASI PEMBUATAN BODYSCRUB BERBAHAN DASAR BERAS KETAN PUTIH (Oryza sativa var glutinous) DAN MADU

    Full text link
    Bodyscrub merupakan bentuk sediaan cair maupun setengah padat yang berupa sediaan emulsi, bodyscrub bertujuan untuk mengangkat sel-sel kulit mati, kotoran dan membuka pori-pori sehingga dapat bernapas serta kulit menjadi cerah. Bahan tambahan alami yang dapat membantu kualitas bodyscrub adalah beras ketan putih dan madu, dimana beras ketan putih memiliki kandungan antioksidan yang mampu mempercepat produksi kolagen dan berperan dalam elastisitas kulit. Tambahan madu pada produk bodyscrub berperan sebagai vitamin yang dapat memberikan kelembapan kulit dan memperbaiki kulit yang kusam. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formulasi bahan terbaik dan karakterisasi produk bodyscrub dengan bahan dasar utama beras ketan putih dan madu. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dengan sampel beras ketan putih dan madu sebesar 1,53%, 3,07%, dan 4,6%. Produk yang dihasilkan dilakukan pengujian sifat fisik organoleptik (warna, aroma, dan tekstur), uji kelembapan kulit, iritasi kulit, pH, skrining fitokimia dan kestabilan emulsi. Formulasi terbaik produk bodyscrub berbahan dasar beras ketan putih dan madu adalah formulasi 4,6% memiliki warna egg shell, aroma sangat berbau beras ketan putih dan madu, tekstur sangat banyak butiran scrub, pH 7, sebanyak 93% dari 15 panelis tidak terjadi iritasi, nilai rata-rata kelembapan kulit sebesar 13,46%, serta memiliki nilai kestabilan emulsi sebesar 61,14%

    PERTUMBUHAN BIOMASSA DAN PENYISIHAN COD MENGGUNAKAN SEQUENCING BATCH BIOFILM REACTOR (SBBR) PADA LIMBAH GREY WATER

    Full text link
    Grey water berasal dari kegiatan mencuci, mandi dan memasak yang umumnya langsung dibuang ke saluran drainase maupun badan air penerima. Karakteristik greywater pada umumnya mengandung senyawa organik yang tinggi, sehingga diperlukan pengolahan agar tidak mencemari badan air, salah satu nya menggunakan sequencing batch biofilm reactor (SBBR) dengan tambahan biomassa mikroalga Chlorella sp. Senyawa organik yang terdapat dalam grey water akan dimanfaatkan oleh mikroalga sebagai sumber nutrisi. Tujuan penelitian adalah (1) Mengetahui jumlah maksimum sel mikroalga Chlorella sp. yang terlekat dan tersuspensi, (2) Memperoleh jumlah media biocarrier Kaldness 1 (K1) dan waktu reaksi terbaik dalam penyisihan COD pada grey water. Penelitian dilakukan dengan memvariasikan jumlah media biocarrier Kaldness 1 (K1) (0, 20, 40, dan 60%) serta waktu reaksi (60, 90 dan 120 menit) dengan variable tetap waktu pengisian 90 menit, pengendapan 45 menit, pemisahan 45 menit, waktu diam 120 menit dan dilakukan dengan empat siklus, suspensi alga 25% serta kecepatan pengadukan 60 rpm. Hasil penelitian menunjukkan jumlah sel mikroalga Chlorella sp. berbasis suspensi dan terlekat berturut-turut adalah 1,73 × 106 sel/ml  dan  1,32 × 106 sel/ml. Penyisihan COD terbaik terjadi pada jumlah media biocarrier Kaldness 1 (K1) 20% dan waktu reaksi selama 120 menit. Konsentrasi akhir COD diperoleh 64 mg/L dan efisiensi sebesar 78%

    260

    full texts

    271

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Teknologi Pertanian Andalas
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇