Jurnal Teknologi Pertanian Andalas
Not a member yet
271 research outputs found
Sort by
PENILAIAN KINERJA JARINGAN IRIGASI PADA DAERAH IRIGASI BATU MERAH KECAMATAN KUPANG TIMUR KABUPATEN KUPANG
Abstrak            Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja irigasi pada daerah irigasi Batu merah Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang, Metode yang digunakan dalam penelitian adalah Metode Deskriptif kualitatif. Hasil penelitian kinerja irigasi pada daerah irigasi Batu merah Kecamatan Kupang timur Kabupaten Kupang menunjukan bahwa. Jaringan irigasi batu merah mendistribuskan air sebesar 2.187 Ha area lahan persawahan yang telah di fungsikan. Sedangkan total pendistribusian air irigasi pada jaringan irigasi batu merah sebesar 2.712. Kinerja jaringan irigasi dari aspek Kondisi Prasarana fisik, Produktifitas Tanaman, Sarana Penunjang Organisasi Personalia, Dokumentasi dan Kondisi P3A menunjukan bahwa kinerja jaringan irigasi sebesar 80%. Kondisi eksisting pada jaringan irigasi telah mengalami kerusakan pada saluran sehingga air tidak mengalir secara baik.Kata Kunci: Penilaian,Kinerja Irigasi Batu Mera
EVALUASI NILAI GIZI DAN ORGANOLEPTIK BAKSO TETELAN MERAH TUNA DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK BERBAGAI BAHAN ALAMI
Bakso adalah olahan pangan yang sangat digemari oleh kalangan masyarakat karena dapat sangat praktis untuk dimakan secara langsung ataupun diolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai gizi dan organoleptik bakso tetelan merah tuna dengan penambahan ekstrak berbagai bahan alami. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksploratif melalui eksperimen di laboratorium. Perlakuan yang digunakan adalah tanpa penambahan ekstrak (kontrol), bunga telang, ubi jalar ungu, bit, dan wortel. Setiap satu perlakuan diperoleh dari 5 g bahan berbanding 30 ml air dengan 3 kali ulangan. Hasil Penelitian menujukkan bahwa bakso tetelan merah tuna dengan penambahan ekstrak bunga telang, umbi bit, ubi ungu dan wortel memiliki kandungan gizi yang lebih tinggi seperti kadar protein, kadar lemak dan kadar abu dibandingkan bakso tetelan merah tuna kontrol karena tanpa adanya tambahan esktrak. Bakso tetelan merah tuna dengan penambahan ekstrak wortel lebih disukai panelis dan dikategorikan kesukaan pada nilai 4 (suka).Kata kunci- Bakso; bahan alami; ekstrak; gizi; tetelan tun
KAJIAN KOMBINASI KONSENTRASI KARAGENAN DAN JERUK NIPIS PADA PEMBUATAN JELLY DRINK LABU SIAM (Sechium edule Sw)
Produksi labu siam di jawa timur pada tahun 2018 mencapai 24.015 ton . Pada umumnya masyarakat mengkonsumsi labu siam hanya sebagai sayur atau lalapan. Tidak banyak masyarakat yang menyukai labu siam ini karena masyarakat belum mengetahui manfaat dari sayur tersebut. Selain itu, labu siam memiliki harga jual yang relatif murah sehingga perlu dilakukan pengolahan produk untuk meningkatkan harga jual labu siam dan meningkatkan minat konsumen yaitu dengan menggunakan sari labu siam untuk pembuatan jelly drink. Jelly drink merupakan minuman gel dengan konsentrasi rendah sehingga mudah di sedot. Pembuatan jelly drink biasanya di buat dengan buah buahan dengan penambahan karagenan, agar atau gelatin. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan jelly drink labu siam dengan kualitas fisik dan organoleptik terbaik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial. Faktor pertama adalah konsentrasi karagenan 0,4, 0,5, dan 0,6%, sedangkan faktor kedua adalah konsentrasi jeruk nipis 1, 3 dan 5%. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Uji Friedman yang di lanjutkan dengan Uji Efektifitas De Garmo dan Analysis of Variant (ANOVA) dengan selang kepercayaan 5% dan dilanjutkan dengan uji DMRT. Kombinasi perlakuan konsentrasi karagenan dan jeruk nipis yang tepat dengan menghasilkan jelly drink lau siam (Sechium edule Sw) dengan kualitas fisik, dan organoleptik terbaik adalah perlakuan kombinasi karagenan 0,5% dan jeruk nipis 3%
PERANCANGAN ALAT PENYIRAM LAHAN BAWANG MERAH BERBASIS TEKNOLOGI SOLAR FOTOVOLTAIK
Menipisnya energi fosil dan isu lingkungan mendorong untuk beralih ke teknologi berbasis renewable energy. Pengembangan teknologi di berbagai sektor harus mengarah pada upaya penggunaan energi berkelanjutan. Sektor pertanian memerlukan banyak teknologi untuk membantu meningkatkan efisiensi produksi, salah satunya alat penyiram bawang. Penelitian ini mendesain alat penyemprot tanaman bawang berbasis energi surya dengan teknologi solar photovoltaic (PV). Pengembangan desain dilakukan berdasar metode perancangan dan pengembangan desain generik. Desain alat penyiram bertenaga surya mengunakan pompa DC 12 volt dengan sumber energi dari dari solar PV 50wp dan baterai 12V 20Ah sebagai penyimpan daya untuk cadangan. Dari pengujian fungsional alat yang dirancang dapat diproduksi dan bekerja sesuai fungsinya. Dari analisa ekonomi alat mampu menghasilkan penghematan biaya penyiraman 89%. Biaya pembuatan alat akan mencapai break event point setelah penggunaan selama 19 hari. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menggukur energi listrik yang dihasilkan sistem PV dan mengopimalkan desain alat
PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK GAMBIR (Uncaria gambir Roxb.) SEBAGAI ANTIBAKTERI PADA PEMBUATAN SABUN PADAT OPAQUE
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak gambir (Uncaria gambir Roxb.) pada pembuatan sabun padat opaque, dan untuk mengetahui jumlah penambahan ekstrak gambir yang tepat pada pembuatan sabun padat opaque. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) sederhana dengan perlakuan 5 taraf dan 3 kali ulangan. Hasil pengamatan dianalisis menggunakan ANOVA dengan uji lanjut Duncan’s New Multiple Range Test (DNMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan persentase penambahan ekstrak gambir pada sabun minyak jelantah berpengaruh sangat nyata terhadap sabun padat opaque yang meliputi kadar air, asam lemak bebas, alkali bebas, pH, dan aktivitas antibakteri. Penambahan ekstrak gambir pada sabun padat opaque yang tepat dari segi aktivitas antibakteri sebanyak 2% karena memiliki daerah hambat yang paling besar yaitu 19.60 mm pada Bakteri S. Aureus dan pada bakteri E.Coli 18.93 mm
PENGARUH UMUR PANEN TERHADAP SIFAT FISIK JAMUR TIRAM MERAH MUDA (Pleurotus flabellatus)
Umur panen jamur tiram merupakan salah satu faktor yang erat hubungannya dengan tahap pertumbuhan yang menunjukkan tingkat kematangan fisiologis, banyaknya produksi dan kandungan yang ada di dalam jamur tiram. Selain perubahan biokimia, umur panen juga akan mempengaruhi penampakan secara fisik, perubahan warna, tekstur, ukuran dan bentuk buah atau bagian jamur tiram yang layak dikonsumsi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa pengaruh umur panen terhadap sifat fisik dan mengetahui umur panen terbaik berdasarkan sifat fisik jamur tiram merah muda (Pleurotus flabellatus). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap, dengan perlakuan umur panen yaitu: umur 2,3,4 dan 5 hari setelah muncul pinhead dengan 2 periode panen. Setiap satuan percobaan dengan 3 kali pengulangan. Penelitian ini terdiri dari pembuatan media tanam (baglog), inokulasi (pembibitan), inkubasi, pemanenan, pengeringan dan analisis parameter pengukuran. Berdasarkan hasil uji anova dan organoleptik dapat disimpulkan bahwa umur panen berpengaruh nyata terhadap karakteristik fisik jamur tiram merah muda meliputi parameter berat basah, diameter, warna dan penampakan jamur tiram merah muda. Berdasarkan karakteristik fisik jamur tiram merah muda direkomendasikan untuk dipanen pada umur 3 hari setelah muncul pinhead
APLIKASI MALTODEKSTRIN PADA PEMBUATAN YOGURT BUBUK BIJI NANGKA (Arthocarpus lineus)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi maltodekstrin terhadap kadar protein, total mikroba, total asam dan kadar air pada yogurt bubuk dari biji nangka. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap non-faktorial dengan konsentrasi maltodekstrin (M) terdiri dari 4 taraf (M1= 10%, M2= 15% M3= 20%, M4= 25%) dan 3 ulangan. Penelitian ini menggunakan analisis secara kuantitatif yaitu kadar protein, total mikroba, total asam dan kadar air. Parameter penelitian ini diolah secara ANOVA dan dilanjutkan uji DMRT 5% menggunakan software IBM SPSS Statistik. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan konsentrasi maltodekstrin dari 10-25% menunjukkan peningkatan kadar protein, total mikroba, dan kadar air, namun menurunkan total asam pada yoghurt bubuk biji nangka dengan konsentrasi terbaik terdapat pada 25%
ANALISA KAVITASI TERHADAP POMPA THORISHIMA BERDASARKAN VARIASI TEMPERATUR DAN KETINGGIAN INSTALASI DEARATOR
Unjuk kerja pompa sentrifugal ditandai dengan besarnya efisiensi, head, dan kapasitas pompa tersebut apabila digunakan dengan daya yang sama. Untuk memperbaiki unjuk kerja tersebut, maka dibutuhkan penelitian dan kajian yang mendalam untuk mendapatkan karakteristik pompa sentrifugal yang diinginkan dalam mendistribusikan air ke deaerator dengan temperatur yang maksimal tanpa mengalami kavitasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui headloss serta proses kavitasi yang terjadi pada pipa di PKS Tebing Tinggi. Dari hasil analisis yang telah dilakukan maka telah diketahui total headloss yang terjadi pada sistem perpipaan ketinggian 6 m sebesar 2,8498 m, ketinggian 8 m sebesar 3,4648 m , ketinggian 10 m sebesar 4.0698 m, ketinggian 12 m sebesar 4.6798 m. Kemudian proses terjadi kavitasi pada sistem perpipaan hanya terjadi pada ketinggian 6 m pada temperatur 102°C - 105°C dan ketinggian 8 m terlihat pada temperatur 105°C. Selanjutnya pada ketinggian 10 meter dan ketinggian 12 meter proses terjadinya kavitasi itu sudah tidak ada. Maka dari itu berdasarkan potensi yang telah diperhitungkan bahwa semakin tinggi instalasi deaerator kecil kemungkinan terjadinya kavitasi serta pada nilai efisiensi yang ideal terjadi pada ketinggian 10 meter dan 12 meter
PENYISIHAN LOGAM Cr LIMBAH CAIR INDUSTRI ELEKTROPLATING MENGGUNAKAN BIONANOMATERIAL CHITOSAN LIMBAH CANGKANG KULIT UDANG
Nanomaterial merupakan material fungsional yang berukuran dibawah 100 nm. chitosan merupakan nanomaterial dari alam yang ramah lingkungan, mudah terurai dan tidak beracun. Kemampuan chitosan menjadi bionanomaterial dapat meningkatkan kemampuan dalam mengadsorpsi logam berat. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui karakterisasi chitosan menggunakan FTIR dan ukuran bionanomaterial chitosan menggunakan XRD serta mengetahui kemampuan penyisihan logam Cr menggunakan bionanomaterial chitosan dengan variasi massa 2, 4, 6, 8 gram dan waktu pengadukan 30, 60, 90 menit menggunakan jart test dengan kecepatan putaran 100 rpm. Â Hasil adsorpsi dianalisa konsentrasinya menggunakan spekrofotometer serapan atom (AAS). Dari hasil spektrum FTIR Chitosan yang dibuat pada penelitian ini terdapat gugus fungsi Chitosan serta diperoleh nilai DD sebesar 90,9%. Ukuran partikel bionanomaterial chitosan dari hasil analisa XRD yaitu 73,73 nm. Efisiensi penyisihan optimum logam Cr pada limbah cair elektroplating yaitu pada massa 4 gram selama 30 menit sebesar 97,528% dengan konsentrasi akhir 0,534 mg/L. Sehingga dapat disimpulkan bahw
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI PADI SALIBU DAERAH SUMATERA BARAT
Pada budidaya padi salibu ada beberapa faktor yang berpengaruh antara lain; 1) tinggi pemotongan batang sisa panen, 2) varietas, 3) kondisi air tanah setelah panen, dan 4) pemupukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi produksi padi salibu pada daerah Sumatera Barat. Pengumpulan data dilakukan melalui metode survai dan pengamatan langsung di lapangan. Pengamatan dilakukan terhadap kondisi air tanah setelah panen, tinggi pemotongan batang padi sisa panen, varietas, dan produksi lahan. Lokasi penelitian adalah beberapa daerah di Propinsi Sumatera Barat yang diambil secara acak. Data hasil pengamatan dianalisis sidik ragamnya yaitu one way anova dengan post test uji Duncan pada taraf α = 0.05.  Hasil yang diperoleh pada penelitian ini yaitu waktu panen dan tinggi potongan batang padi sisa panen berpengaruh nyata terhadap jumlah anakan padi salibu. Kondisi air tanah pada saat panen berpengaruh pada produksi lahan. Kadar air yang optimum saat panen adalah kondisi lembab