Jurnal Teknologi Pertanian Andalas
Not a member yet
    271 research outputs found

    RAPID MEASUREMENT SYSTEM HASIL FERMENTASI PUPUK ORGANIK PADAT (POP) BERBASIS NPK SENSOR DAN MODEL REGRESI LINIER

    Full text link
    Kualitas pupuk organik padat (POP) perlu diperhatikan agar efektif saat diaplikasikan dengan indikator utama berupa unsur N (Nitrogen), P (Fosfor), K (Kalium), dan C-Organik. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan sistem pengukuran pada indikator kualitas pupuk organik padat (POP) sehingga dapat memudahkan analisis kandungan pupuk dan meringankan  faktor tenaga maupun biaya. Penelitian ini dimulai dengan membuat pupuk organik dari bahan limbah bekas maggot dan bekas pupa Black Soldier Fly (BSF) yang dibagi menjadi 5 variasi dan penggunaan dekomposer Trichoderma sp. dan EM4 yang dibagi menjadi 2 variasi. Selanjutnya, mengukur nilai  N, P, K menggunakan NPK Sensor dan analisis laboratorium. Data hasil laboratorium akan dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan Duncan Multiple Range Test (DMRT). Hasil pembacaan sensor akan dibandingkan dengan hasil laboratorium dan dibuat model regresi untuk membuat persamaan matematis.  Tingkat akurasi model regresi diuji dengan koefisien determinasi (R2) dan Mean Percentage Error (MAPE). Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada kandungan pupuk dan hasil terbaik pada bahan dasar bekas pupa dengan dekomposer terbaik menggunakan Trichoderma sp. Kombinasi bahan bekas maggot tidak meningkatkan kualitas namun dapat menjadi alternatif untuk pemanfaatan limbah BSF. Persamaan matematis mampu memprediksi nilai kadar N, P, K, dan C organik dengan keakurasian di atas 70%. Hal ini menunjukkan NPK sensor dapat menjadi alternatif dalam mengukur kandungan pupuk secara mudah, cepat, dan akurat

    PENGARUH PENGGUNAAN LILIN CARNAUBA TERHADAP MUTU BUAH ALPUKAT (Persea americana Mill) VARIETAS MEGA PANINGGAHAN

    Full text link
    Alpukat merupakan salah satu buah yang memiliki umur simpan yang singkat, sehingga buah ini akan cepat rusak jika tidak diberikan perlakuan pascapanen seperti layu, terkelupas, lecet hingga busuk. Pemberian lilin carnauba merupakan salah satu usaha untuk mempertahankan mutu buah alpukat. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis dan menentukan konsentrasi terbaik dari pelapisan dengan lilin carnauba terhadap mutu buah alpukat varietas Mega Paninggahan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan menggunakan RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan beberapa konsentrasi pelapisan lilin yaitu 0%, 3%, 6%, dan 9% yang disimpan pada suhu ruang. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pelapisan lilin dengan konsentrasi 6% dengan umur simpan 11 hari adalah perlakuan konsentrasi terbaik dengan nilai kadar air sebesar 80,161%; susut bobot sebesar 4,406%; kekerasan sebesar 76,1 N/cm2; dan TPT sebesar 9,10 Brix; Ph 6,8; dan Vitamin C 38,3

    KONSENTRASI NaCl DAN LAMA PERENDAMAN TERHADAP KUALITAS TOMAT CHERRY (Solanum lycopersicum var. cerasiforme)

    Full text link
    Tomat adalah tanaman hortikultura yang rentan terhadap kerusakan, baik karena kerusakan mekanis, fisiologi lanjut, serta kerusakan akibat mikroorganisme. Kandungan kadar air yang tinggi dalam buah menyebabkan tomat mudah rusak dan meningkatkan percepatan proses respirasi dan transpirasi. Umumnya masa simpan buah tomat cherry hanya berkisar antara 5-7 hari pada suhu kamar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi NaCl dan lama perendaman yang terbaik serta interaksi antara keduanya terhadap kualitas tomat cherry. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 3x3.Hasil penelitian membuktikan bahwa konsentrasi NaCl berpengaruh sangat nyata terhadap organoleptik atribut tekstur dan  aroma tomat cherry serta berpengaruh nyata pada warna b (kuning) dan organoleptik penerimaan keseluruhan. Konsentrasi terbaik didapatkan pada konsentrasi NaCl 9%. Lama waktu perendaman tidak berpengaruh nyata pada seluruh parameter pengamatan, lama perendaman cenderung lebih baik dijumpai pada lama perendaman 25 menit. Terdapat interaksi sangat nyata antara konsentrasi NaCl dan lama perendaman terhadap organoleptik tekstur serta terdapat interaksi nyata antara konsentrasi NaCl dan lama perendaman terhadap organoleptik aroma. Kualitas tomat cherry yang baik dijumpai pada kombinasi perlakuan konsentrasi NaCl 9% dengan lama perendaman 25 menit

    KAJIAN SIFAT FISIKOKIMIA DAN ORGANOLEPTIK SUSU SAPI MURNI DENGAN PENAMBAHAN ASAP CAIR SELAMA PENYIMPANAN

    Full text link
    This study aims to determine the effect of storage time on the quality of pure cow's milk with the addition of liquid smoke. It is also to determine the physicochemical and organoleptic properties of pure cow's milk with different storage times. The research method used was a simple Completely Randomized Design (CRD) with 5 treatment levels and 3 replications. This study used pure cow's milk and purified cocoa shell liquid smoke. The results showed that the storage time of pure cow's milk added with liquid smoke which affected pH, mass, protein content, and organoleptic. The storage time of pure cow's milk added with liquid smoke at pH ranged from 4.17 - 6.45, mass 0.96 - 1.00, protein content 4.90 - 8.50 percent, and organoleptic gave an average value of taste 5.9 - 2.2, aroma 5.3-1.9, and color 6.1-2.3

    EVALUASI KESESUAIAN LAHAN TANAMAN BUAH – BUAHAN DI KECAMATAN NGLUWAR KABUPATEN MAGELANG

    Full text link
    Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kelas kesesuaian lahan, mengetahui faktor pembatas dan mengetahui upaya perbaikan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produktivitas tanaman salak, pepaya, nanas, melon dan semangka di Kecamatan Ngluwar. Penelitian ini dilaksanakan pada Januari – Mei 2023 di Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang. Analisis tanah dilakukan di Laboratorium Ekologi dan Produksi Tanaman Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah dan di Laboratorium Tanah Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian, Ungaran, Kabupaten Semarang. Metode penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survei, analisis tanah dengan pengambilan sampel tanah di setiap wilayah uji dan uji laboratorium. Selanjutnya data yang telah diperoleh dianalisis dengan metode matching menggunakan aplikasi Sistem Penilaian Kesesuaian Lahan (SPKL) untuk mengetahui kelas kesesuaian lahan kemudian ditampilkan dalam bentuk peta kesesuaian dengan menggunakan aplikasi ArcGIS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di wilayah Kecamatan Ngluwar memiliki kelas kesesuaian lahan aktual sesuai marjinal (S3) pada wilayah II, III, IV, V, VII,VIII dan IX serta kelas tidak sesuai (N) pada wilayah I dan VI. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi faktor pembatas pada wilayah dengan kelas kesesuaian lahan sesuai marjinal (S3) diantaranya dengan pemberian bahan organik sebanyak 15 ton/ha pada faktor pembatas drainase, pemberian pupuk kandang dan kapur dolomit, serta biochar sebagai alternatif untuk meningkatkan C-organik, pembuatan saluran irigasi serta penanaman tanaman bertajuk untuk mengatasi curah hujan, dan menerapkan teknik konservasi dengan membuat teras gulud serta menanam tanaman penguat sebagai upaya perbaikan untuk kemiringan lereng. Faktor pembatas yang tidak dapat dilakukan upaya perbaikan yakni tekstur tanah

    ANALISIS PEMILIHAN ALTERNATIF PENGENDALIAN GULMA PADA TANAMAN JAGUNG DI NAGARI AIA GADANG KABUPATEN PASAMAN BARAT

    Full text link
    Penyemprotan adalah salah satu teknik pengendalian gulma dengan cara mengaplikasikan herbisida dengan disemprotkan pada gulma yang terdapat di lahan. Penggunaan alat semprot sistem manual dan semi mekanis banyak digunakan di beberapa wilayah hanya saja masih memiliki banyak kekurangan.  Pemilihan alat yang sesuai untuk diaplikasikan diharapkan akan mampu meningkatkan produktivitas jagung. Penelitian ini bertujuan mengetahui nilai beban kerja, efektifitas (kapasitas kerja efektif) penyemprotan yang digunakan serta menganalisis tipe penyemprotan yang terbaik ditinjau dari beberapa aspek yaitu: aspek teknis, ergonomika, aspek finansial, dan aspek lingkungan. Parameter yang diukur meliputi debit, kapasitas keluaran cairan, distribusi sebaran, kecepatan maju operator, kapasitas lapang teoritis, kapasitas lapang efektif, efisiensi penyemprotan, kecepatan angin, dan biaya operasaional alat serta daya operator. Pelaksanaan penelitian dilakukan terhadap 3 metode penyemprotan yaitu knapsack sprayer, electric Sprayer, dan boom Sprayer. Pengujian dan pengamatan dilakukan dalam 3 kali ulangan dengan luasan masing-masing plot adalah 20 m x 10 m. Dengan demikian total luas plot pengamatan yang dibutuhkan 9 x 20 m x 10 m. Berdasarkan penelitian diperoleh rata-rata.hasil pengukuran debit untuk boom sprayer sebesar 0,02486 liter/detik, rata-rata kecepatan maju operator  0,265 m/detik, dan Efisiensi rata-rata dari boom sprayer adalah 76,31 %. Beban Kerja berdasarkan kebutuhan daya dari operator pada boom sprayer adalah 0,041 kW dengan biaya pokok Rp 207,76/liter. Berdasarkan hasil rekapitulasi hasil yang mencakup berbagai aspek maka alat semprot yang terbaik yaitu boom sprayer dikarenakan lebih unggul untuk kerja lapang teoritis, efektif, efisiensi lapang  dan biaya pokok paling rendah bila dibandingkan dengan knapsack sprayern dan electrick spraye

    PEMETAAN JENIS TANAMAN (CROP TYPES MAPPING) DI WILAYAH PANJI DAN KAPONGAN : APLIKASI CITRA SENTINEL-2

    Full text link
    Citra penginderaan jauh dapat digunakan untuk pemetaan jenis tanaman atau Crop Type Mapping.  Penelitian ini bertujuan untuk memetakan jenis tanaman pada musim kemarau I dan musim kemarau II. Dua citra pada waktu yang berbeda digunakan untuk memetakan jenis tanaman pada musim kemarau I dan II. Metode klasifikasi terbimbing (supervised) dan training area yang memadai digunakan untuk memetakan jenis tanaman yang ada pada wilayah tersebut. Prosedur penelitian mencakup: (1) pengambilan data lapang; pengambilan 43 titik GCP; (2) inventarisasi data citra sentinel-2; (3) pra pengolahan (mencakup komposit dan clipping); (4) pengolahan citra (mencakup penentuan kelas, pembuatan training area, dan klasifikasi citra); (5) uji akurasi; dan (6) pembuatan  peta tematik. Uji akurasi menghasilkan nilai overall dan kappa akurasi sebesar 67.85% dan 59.93% (untuk MK I) serta sebesar 71.39% dan 64.58% (untuk MK II). Secara umum, citra sentinel dapat digunakan untuk memetakan jenis tanaman pada musim kemarau I dan II

    Pengaruh Konsentrasi Pati Dan Jenis Pelarut Pada Modifikasi Pati Menggunakan Metode Presipitasi Terhadap Sifat Fisik Pati Uwi Putih (Dioscorea Alata)

    No full text
    Uwi memiliki kandungan pati cukup tinggi dengan ukuran granula pati cukup besar berada pada kisaran 25-45μm.  Ukuran granula pati diketahui berpengaruh terhadap aplikasi pati dalam industri. Ukuran granula pati yang kecil lebih disukai karena memiliki rasio luas permukaan terhadap volume yang besar sehingga meningkatkan interaksinya dengan komponen lain dalam sistem pangan.    Untuk mendapatkan granula pati yang berukuran lebih kecil dapat dilakukan modifikasi dengan menggunakan metode presipitasi.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi pati dan jenis pelarut terhadap sifat fisik pati uwi putih yang dimodifikasi menggunakan metode presipitasi serta untuk mendapatkan konsentrasi pati yang dapat menghasilkan pati modifikasi dengan ukuran paling kecil.  Penelitian ini dilakukan dalam 2 tahap yaitu ekstraksi pati uwi, modifikasi pati uwi dengan metode presipitasi.  Penelitian ini didesain menggunakan 3 taraf konsentrasi pati yaitu 1%, 3%, dan 5% dengan 2 jenis pelarut berbeda yaitu pelarut akuades dan pelarut campuran akuades dan etanol dengan perbandingan 1:1.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelarut akuades menghasilkan pati modifikasi dengan karakteristik terbaik dan konsentrasi  pati pada taraf 3 % menghasilkan pati modifikasi dengan ukuran terkecil yaitu (3.848- 33.273 μm), rendemen tertinggi (87,11% ± 0,18), swelling Power sebesar 18,91 (65oC), dan 21,89 (85oC), Solubility sebesar 1,08% (65oC), dan 0,55%  (85oC), Nilai daya serap air tertinggi (995%) dan daya serap minyak tertinggi (617,5%)

    KUALITAS BOLU KUKUS SUBSTITUSI TEPUNG LABU KUNING (Cucurbita moschata) DAN TEPUNG TEMPE KACANG KORO PEDANG (Canavalia ensiformis)

    Full text link
    Bolu kukus adalah jenis makanan berupa kue yang dibuat dengan metode kukus, bertekstur lembut dan empuk, serta memiliki ciri khas mengembang dengan sisi bagian atas yang terbelah menjadi 3-5 bagian secara alami. Pemanfaatan tepung labu kuning (Cucurbita moschata) dan tepung tempe kacang koro pedang (Canavalia ensiformis) dalam pembuatan bolu kukus bertujuan untuk meningkatkan kandungan serat pangan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung labu kuning dan tepung tempe kacang koro pedang terhadap kualitas kimia, kandungan gizi, fisik, mikrobiologi, dan tingkat kesukaan panelis pada bolu kukus. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan variasi substitusi antara tepung gandum, tepung labu kuning, dan tepung tempe kacang koro pedang, yaitu 200:0:0 (K), 100:60:40 (A), 100:50:50 (B), dan 100:40:60 (C). Bolu kukus hasil penelitian ini diperoleh kadar air sebesar 32,80-37,11 %, kadar abu 1,26-1,70 %, kadar lemak 2,70-3,86 %, kadar protein 5,63-7,44 %, kadar karbohidrat 50,42-57,27 %, kadar serat tidak larut 4,13-6,00 %, dan kadar serat larut 2,60-3,56 %, serta hasil uji mikrobiologi yang meliputi angka lempeng total dan angka kapang khamir yang telah memenuhi syarat mutu roti manis berdasarkan SNI 01-3840-1995. Bolu kukus terbaik berdasarkan kandungan serat pangan adalah variasi substitusi 100:60:40, yaitu mengandung 6,00 % serat tidak larut dan 3,06 % serat larut

    STRATEGI PENINGKATAN MUTU GREEN BEAN ARABIKA MENGGUNAKAN METODE FUZZY ANALYTIC HIERARCHY PROCESS (FAHP) (STUDI KASUS KECAMATAN SANGIR KABUPATEN SOLOK SELATAN)

    Full text link
    Kabupaten Solok Selatan sangat berpotensi dalam pengembangan kopi Arabika. Hasil identifikasi permasalahan menunjukan belum maksimal nya proses produksi pengolahan buah kopi menjadi green bean, sehingga berakibat kepada mutu dan rendahnya nilai jual green bean. Oleh karena itu perlunya strategi dalam pengambilan keputusan multicriteria yang akurat, menggunakan metode Fuzzy Analytic Hierarchy Process (FAHP). FAHP merupakan kombinasi antara AHP dan fuzzy. Kombinasi tersebut akan meningkatkan akurasi pengambilan keputusan, dengan penggunaan konsep Triangular Fuzzy Number (TFN) pada skala AHP. Strategi tersebut diuraikan menjadi unsur-unsurnya, yaitu kriteria dan alternatif, kemudian disusun menjadi struktur hierarki. Struktur hierarki dalam FAHP dilakukan dengan cara mengidentifikasi pengetahuan dan pengamatan dilokasi penelitian. Adapun kriteria dalam strategi tersebut adalah bahan baku, jenis pengeringan, keinginan konsumen, dukungan pemerintah, penguasaan/pengetahuan prosesor dan alternatif nya adalah teknologi/alat, sortiran, proses pengolahan, dan penyimpanan. Hasil penelitian strategi berdasarkan multicriteria untuk peningkatan mutu green bean, berdasarkan perhitungan nilai bobot berturut turut adalah sortiran 0.293, penyimpanan 0.266, proses pengolahan 0.248, dan terakhir adalah teknologi/alat 0.193. Sortiran merupakan strategi utama dalam peningkatan mutu green bean dengan metode FAHP karena memiliki bobot tertinggi,  dikarenakan sortiran memiliki banyak manfaat yang akan mempengaruhi mutu yaitu terhindar dari adanya kotoran-kotoran, ukuran yang sama, dan bentuk fisik yang bagus yaitu tanpa adanya kecacatan (defect) seperti green bean menghitam, patah, berlubang, biji tunggal dan kopong sehingga dapat meningkatkan grade kopi yaitu dari kopi asalan menjadi specialty.Â

    260

    full texts

    271

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Teknologi Pertanian Andalas
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇