Jurnal Teknologi Pertanian Andalas
Not a member yet
    271 research outputs found

    KARAKTERISTIK ES KRIM SUSU SAPI DAN SUSU JAGUNG MANIS DENGAN PEWARNA ALAMI EKSTRAK KULIT BUAH NAGA

    Full text link
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh perbandingan susu sapi dengan susu jagung manis dengan penambahan ekstrak kulit buah naga terhadap mutu es krim dan mengetahui berapa perbandingan susu sapi dengan susu jagung manis untuk menghasilkan es krim yang memenuhi syarat SNI. Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima taraf perlakuan dan tiga kali ulangan digunakan dalam penelitian ini. Uji ANOVA dan uji lanjut DNMRT pada taraf nyata 1% digunakan untuk menganalis data hasil pengamatan. Perlakuan pada penelitian ini adalah perbandingan susu sapi dan susu jagung manis (A=100:0, B=75:25, C=50:50, D=25:75, E=0:100). Dari hasil penelitian, perbandingan penambahan susu sapi dan susu jagung manis berpengaruh sangat nyata terhadap kadar protein, kadar lemak, kadar serat kasar, total padatan, overrun, dan berpengaruh tidak nyata terhadap waktu leleh. Berdasarkan pemenuhan syarat mutu es krim SNI-01-3713-1995, sampel es krim dengan perbandingan susu sapi dan susu jagung manis pada perlakuan C sampai E memenuhi syarat, dengan kadar protein di atas 2,7% (25,69-34,86%), kadar lemak di atas 5% (9,86-14,35%), total padatan di atas 34% (38,01-47,05%), nilai overrun berada dalam skala rumah tangga 30-50% (43,21-50,04%)

    Pengaruh Ketinggian Jatuh Terhadap Kerusakan Mekanis Buah Sawo (Achras zapota L.) Berdasarkan Parameter Mutu

    Full text link
    Buah sawo termasuk salah satu buah klimaterik dengan laju respirasi yang cepat sehingga rentan terhadap kerusakan mekanis terutama ketika proses grading, dimana buah sawo akan dijatuhkan dari ketinggian tertentu secara manual tanpa memperkirakan ketinggian yang tepat. Hal ini tentu akan menyebabkan kerugian dari segi ekonomis. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kerusakan mekanis pada buah sawo akibat penjatuhan saat grading berdasarkan perubahan parameter mutu (energi tumbukan, susut bobot, total padatan terlarut persentase luas memar dan kadar vitamin C) sehingga dapat ditentukan ketinggian yang sesuai untuk buah sawo ketika proses grading nantinya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen untuk pembuktian hipotesis melalui rangkaian data hasil pengamatan perubahan parameter mutu (energi tumbukan, susut bobot, total padatan terlarut persentase luas memar dan kadar vitamin C) akibat pengaruh ketinggian penjatuhan. Ketinggian jatuh yang dipakai saat penelitian yaitu 0 cm (kontrol), 20 cm dan 40 cm yang dipilih dari hasil penelitian pendahuluan yang dilakukan. Berdasarkan hasil analisis ANOVA diperoleh hasil penelitian bahwa perlakuan ketinggian jatuh mempengaruhi perubahan parameter mutu buah sawo yang ditunjukkan dengan nilai sig < 1% dan nilai R square > 0,7 untuk masing-masing parameter mutu dengan kesimpulan akhir bahwa ketinggian saat grading yang sesuai untuk buah sawo yaitu maksimal 20 cm.Kata kunci— Buah sawo, grading, kerusakan mekanis, parameter mutu

    ANALISIS PENILAIAN KEBERLANJUTAN IRIGASI MENGGUNAKAN METODE AHP (Analitical Hierarcy Process) PADA DAERAH IRIGASI AIR DINGIN

    Full text link
    Daerah Irigasi Air Dingin merupakan daerah irigasi yang berlokasi di Kota Padang. Konsep irigasi berkelanjutan merupakan sasaran dari perencanaan untuk penyelenggaraan kegiatan pembangunan kedepan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh nilai analisis dan gambaran mengenai kondisi terkini dari Sistem Irigasi pada Daerah Irigasi Air Dingin sesuai nilai skala prioritas penanganan untuk pengelolaan daerah irigasi kedepan berdasarkan aspek sosial, aspek ekonomi, aspek teknis dan aspek lingkungan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode AHP (Analitical Hierarcy Process). Metode AHP digunakan untuk menentukan dan menganalisis dari skala prioritas penanganan perencanaan keberlanjutan irigasi. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan memperlihatkan kondisi 4 aspek dalam  penanganan menggunakan AHP pada daerah irigasi Air Dingin. Hasil penilaian yang telah dilakukan dengan melihat status dari empat aspek penilaian yang terdiri dari aspek sosial dengan nilai 18,82 %, aspek ekonomi dengan nilai 8,53%, aspek teknis dengan nilai 18,43 %, dan aspek lingkungan dengan nilai 25,05 %, dan  menunjukkan bahwa total nilai empat aspek yang dinyatakan diperoleh nilai keberlanjutan yaitu 70,84 % yang artinya Daerah Irigasi Air Dingin bisa dipertahankan sebagai daerah irigasi yang berkelanjutan untuk masa sekarang dan masa yang akan datang, sehingga bisa digunakan dalam pengambilan suatu keputusan perencanaan dan pemerataan pembangunan kedepannya

    PENGEMBANGAN ALAT PENGIRIS REBUNG (Dendrocalamus asper) SKALA RUMAH TANGGA

    Full text link
    Bambu merupakan salah satu jenis tumbuhan herba yang memiliki banyak manfaat bagi masyarakat, di dalam family gramineae bambu termasuk tumbuhan yang pertumbuhannya sangat cepat dan tinggi, memiliki batang berbentuk menonjol yang dilihat dari permukaan dalam diameter penuh pada masa pertumbuhan selama sekitar tiga sampai empat bulan rendah. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan rancang bangun alat pengiris rebung, melakukan pengujian terhadap alat dan melakukan analisis ekonomi. Setelah dilakukan pengujian diperoleh kapasitas kerja alat yaitu sebesar 43,28 kg/jam. Berdasarkan beberapa kali percobaan terlihat beberapa variasi kapasitas kerja yang diperoleh. Hal ini dipengaruhi oleh ukuran rebung khususnya ukuran antar ruas rebung. Perolehan kapasistas yang tinggi bergantung pada ukuran bagian ruas pada rebung yang kecil, dan ukuran batang rebung yang sesuai dengan ukuran tuas pendorong, sehingga waktu pengerjaannya cepat dan pengujiannya mudah dilakukan oleh operator. Sedangkan kapasitas kerja yang rendah disebabkan oleh kadar air yang tinggi, sehingga rebung yang diiris mudah rusak dan mengakibatkan proses pengerjaannya lama. Rebung yang digunakan pada penelitian memiliki kadar air sebesar 92,7 %. Hasil ketebalan dari irisan rebung adalah sebesar 2,69 cm. Nilai ini telah memenuhi standar ukuran pasar dimana ukuran ketebalannya tidak melebihi ukuran 3 cm. Berdasarkan analisis ekonomi yang dilakukan diperoleh biaya pokok untuk alat ini sebesar Rp 374,462/kg dengan titik impas sebesar 13.339, 5 kg/tahun.Kata kunci: rebung, alat pengiris rebung, analisa ekonomi ala

    PENILAIAN KINERJA FISIK SALURAN SEKUNDER DAWUHAN DENGAN PENDEKATAN METODE FUZZY DI DAERAH IRIGASI BONDOYUDO

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja fisik saluran sekunder di Daerah Irigasi Bondoyudo dengan menerapkan pendekatan metode fuzzy. Fokus penelitian ini adalah pada pengukuran dan analisis kinerja fisik saluran sekunder sebagai bagian integral dari sistem irigasi. Dengan menggabungkan fuzzy, penelitian ini mencoba mengatasi ketidakpastian dan variasi dalam data fisik yang dapat mempengaruhi hasil penilaian kinerja. Metodologi penelitian melibatkan pengumpulan data fisik saluran sekunder dan kondisi struktural lainnya. Data tersebut kemudian dianalisis dengan menggunakan konsep dan teknik fuzzy untuk menghasilkan penilaian kinerja yang lebih holistik. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan wawasan mendalam tentang kualitas dan efisiensi saluran sekunder Dawuhan di Daerah Irigasi Bondoyudo. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan pada pemahaman tentang kondisi fisik saluran sekunder dan membuka potensi perbaikan atau peningkatan dalam manajemen sistem irigasi. Dengan memanfaatkan pendekatan teori himpunan kekaburan, penelitian ini memberikan kerangka kerja yang dapat digunakan untuk penilaian kinerja infrastruktur irigasi dengan mempertimbangkan ketidakpastian dalam data fisiknya. Implikasi temuan penelitian ini dapat menjadi dasar bagi pengambilan keputusan terkait perencanaan dan pengelolaan efektif sistem irigasi sekunder Dawuhan di Daerah Irigasi Bondoyudo

    FORMULASI LILIN AROMATERAPI BERAROMA MINYAK SEREH WANGI (Cymbopogon nardus L.)

    Full text link
    Lilin aromaterapi merupakan alternatif aplikasi aromaterapi secara inhalasi (penghirupan), dan  merupakan terapi yang di hasilkan oleh uap dari minyak atsiri yang di kemas menjadi produk lilin. Tujuan penelitian ini  adalah  mengetahui formulasi terbaik lilin aroma terapi berdasarkan penerimaan panelis dan  mengetahui pengaruh perbedaan persentase minyak sereh wangi terhadap sifat fisik terhadap lilin aromaterapi  yang di. Metode penelitian ini adalah eksperimental dengan penambahan konsentrasi minyak atsiri serai wangi pada lilin aroma terapi dengan formulasi 6%, 7%, 8%, 9%, dan 10%. Pengamatan dari masing-masing perlakuan dianalisis dengan ANOVA dan menggunakan uji lanjut DNMRT pada taraf 5%.  Lilin aromaterapi yang memiliki waktu leleh terlama adalah pada lilin aroma terapi dengan formulasi A yaitu  penambahan minyak sereh wangi  sebanyak  7% dan titik leleh lilin aroma terapi seluruh perlakuan sudah sesuai dengan standar SNI 0386 –1989 – A / SII 0348 – 1980. Lilin aroma terapi yang paling jernih adalah lilin aroma terapi pada dengan penambahan minyak sereh wangi 6 %. Berdasarkan  penerimaan panelis terhadap lilin aromaterapi minyak serai wangi yang paling disukai adalah  lilin aroma terapi dengan pada formulasi A dengan penambahan  minyak sereh wangi sebanyak 6%

    RANCANG BANGUN ALAT PENDETEKSI ETILEN MENGGUNAKAN SENSOR WINSEN ZE11 - C2H4 BERBASIS MIKROKONTROLER ARDUINO UNO

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk membuat rancang bangun alat deteksi etilen menggunakan sensor etilen Winsen ZE11 - C2H4 yang berbasis mikrokontroler arduino uno. Komponen alat yang dirancang terdiri dari chamber, sensor etilen, mikrokontroler arduino uno dan perangkat komputer. Rangkaian sensor ini dirancang agar mampu menampilkan nilai etilen secara realtime pada aplikasi PLX-DAQ di Microsoft Excel. Uji performa alat dilakukan menggunakan alpukat Tongar pada umur panen 150 hari, 180 hari, 210 hari dan 240 hari setelah bunga mekar. Alpukat Tongar termasuk buah klimaterik yang mengeluarkan etilen selama tahap pematangan. Etilen yang dihasilkan berupa senyawa berbentuk gas yang sulit dideteksi secara langsung oleh indera manusia karena tidak memiliki warna dan bau. Uji peforma alat menggunakan alpukat Tongar dilakukan selama 5 menit untuk setiap sampel yang digunakan. Berdasarkan hasil uji performa, rangkaian sensor ini terbukti mampu mendeteksi etilen pada alpukat Tongar. Konsentrasi etilen yang terdeteksi oleh rangkaian sensor menunjukkan variasi yang berbeda pada setiap umur panen. Pada umur panen yang lebih tinggi, konsentrasi etilen yang terdeteksi meningkat. Peningkatan konsentrasi etilen seiring bertambahnya umur panen menunjukkan efektivitas sensor ini dalam memonitoring etilen pada buah alpukat Tongar. Berdasarkan penelitian, alat yang dirancang ini berhasil mendeteksi etilen dan berpotensi diterapkan pada produk pertanian lainny

    E-NOVEL PRODUKSI FILM PATI: KARAKTERISASI PRODUKSI FILM PATI DARI LIMA JENIS PATI BERBEDA

    Full text link
    The process of producing starch film using the casting method required a significant amount of time to obtain the desired film product. Therefore, this study was conducted to reduce the production time required for the starch film. The study used five varieties of starch: bengkoang starch, talas starch, glutinous rice flour, wheat flour, and MOCAF flour. The process involved homogenizing the starch and glycerol mixture utilizing a stirrer, followed by heating using a microwave and a compression process to accelerate the evaporation of water in the starch film. For the final drying stage, samples that had gone through this process were dried using a cabinet dryer. The result showed that the developed method of starch film requires only 60 minutes of the time needed compared to conventional casting method, which usually takes 5-48 hours. Furthermore, it was observed that starch film production using glutinous rice flour resulted in the highest tensile strength

    PENGEMBANGAN ALAT PENAKAR BIJI-BIJIAN OTOMATIS UNTUK PENINGKATAN EFISIENSI PENGEMASAN

    Full text link
    Biji-bijian merupakan komoditi yang sangat banyak beredar dipasaran seperti jagung, kacang hijau, kacang tanah, beras, ketan. Pengemasan pada industri biji-bijian skala rumahan masih menggunakan cara manual. Penggunaan timbangan secara manual dengan kontak fisik secara langsung menyebabkan kurang terjaganya kehigienisan dari biji-bijian. Peningkatan produktivitas dalam pengemasan biji-bijian ke konsumen sangat diperlukan dengan teknologi pertanian. Hal ini tentu dapat mempengaruhi efektifitas kerja, dan kurang praktisnya saat  bekerja. Tujuan penelitian ini ialah merancang alat penimbangan berat otomatis untuk biji-bijian dengan Arduino yang dapat di kontrol jumlah keluaran berat biji-bijian dengan keyped 4x4 yang memberikan akurasi lebih tepat dari cara konvensional. Pembuatan prototipe terdiri dari hopper, pintu hopper, timbangan load cell, kotak mikrokontroler yang dibuat berdasarkan konsep desain. Bahan yang digunakan pada penelitian ini yaitu biji kacang hijau, biji jagung, biji kedelai. Kadar air biji kacang hijau 12,6% - 12,9%, jagung11,2% - 11,6%, kedelai 9,9% - 10,3%. Dari uji coba yang telah dilakukan menunjukan alat 4 kali lebih cepat dibandingkan penimbangan dengan dengan cara konvensional. Laju grain flow kacang hijau 97,05 gram/detik, jagung 58,58 gram/detik, kedelai 61,39 gram/detik. Pada penimbang berat yang lebih besar memiliki error yang lebih kecil. Alat ini didesain dengan mempertimbangkan kecepatan dan ketelitian, sehingga dapat meningkatkan efisiensi dalam pengemasan. Selain itu, kemampuan adaptabilitasnya memungkinkan penanganan berbagai jenis biji-bijian

    PERUBAHAN KIMIA FISIKA DAN UKURAN GRANULA PATI TAPE UBIKAYU PASCA FERMENTASI

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan kimia fisika ubikayu setelah proses fermentasi lanjutan selama 10 hari selesai untuk memperoleh tape ubikayu. Perubahan yang diamati adalah perubahan berat kering, perubahan kadar pati, berat cairan, pH cairan, densitas cairan, kadar gula cairan, kadar amilosa, kadar amilopektin dan perubahan ukuran granula pati. Ukuran granula pati diharapkan  termasuk nano pati. Pengamatan terhadap parameter dilakukan sampai10 hari setelah fermentasi selesai untuk menghasilkan tape ubikayu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan berat bahan kering, kandungan pati, pH, densiti , kadar gula, dan kadar amilosa sedang kadar amilopektin terlihat sedikit meningkat. Pada hari kesepuluh diperoleh berat bahan kering 25,94%, kadar pati 17,06%, berat cairan 74,06%, pH cairan 4,1, kadar gula cairan 24,2%, kadar amilosa 6,72% dan kadar amilopektin 93,28%. Khusus untuk ukuran granula pati akibat fermentasi sangat berkurang jauh dibandingkan dengan granula pati dimana pada hari kesepuluh pati hasil fermentasi lanjutan ubikayu hanya berukuran rata-rata 722,8 nm yang sudah tergolong partikel halus tapi belum nanopati. Perlakuan dengan homogenizer terhadap pati yang diperoleh dari hasil fermentasi dapat diperkecil ukuran granula patinya

    260

    full texts

    271

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Teknologi Pertanian Andalas
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇