Jurnal Teknologi Pertanian Andalas
Not a member yet
271 research outputs found
Sort by
KAJIAN PENGARUH PERLAKUAN PULP DAN LAMA PENYEDUHAN TERHADAP MUTU KIMIA TEH CASCARA
Telah dilakukan penelitian untuk menganalisis mutu kimia seduhan cascara yang diperoleh dari kulit kopi arabika Gayo.  Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan dua faktor yaitu perlakuan pulp dan lama seduhan cascara. Faktor perlakuan pulp kopi (P) terdiri atas 6 taraf yaitu pulp buah kopi yang difermentasi dalam karung selama 12 jam (P1), pulp yang direndam air selama 12 jam (P2), pulp yang dibiarkan diruang terbuka (P3), pulp dari pengolahan kering (P4), pulp dari limbah produksi wine coffee (P5) dan pulp dari limbah petani (P6). Faktor kedua yaitu lama penyeduhan (H) yang terdiri atas 3 taraf yaitu (H1 = 4 menit, H2 = 6 menit dan H3 = 8 menit). Parameter yang diamati meliputi nilai pH, total padatan terlarut dan total fenol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pulp kopi dan lama seduhan berpengaruh terhadap nilai pH dan total padatan terlarut. Nilai total fenol seduhan cascara hanya dipengaruhi oleh lama penyeduhan cascara. Cascara dengan total fenol tertinggi diperoleh pada pembuatan cascara dari pulp secara natural dengan penyeduhan 8 menit. Â
STUDI EMPIRIS RESPON PETANI SUKU DAYAK TERHADAP PENYULUHAN PERTANIAN DI ENTIKONG KALIMANTAN BARAT
Komunikasi merupakan salah satu unsur penting didalam penyuluhan pertanian. Tidak bisa dipungkiri bahwa bahasa sangat berpengaruh terhadap keberhasilan sebuah komunikasi. Penelitian ini mengkaji tentang respon petani suku dayak terhadap penyuluhan pertanian dengan komunikasi formal didesa Entikong, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat. Adapun Metode yang digunakan pada pengkajian ini adalah deskriptif kualitatif, wawancara dengan kuisioner dan dokumentasi, sedangkan metode analisis data yang digunakan adalah Skala Likert dengan ketentuan total nilai yang diperoleh dalam nilai maksimum di kali 100%. Adapun Variabel yang diuji berupa umur, jenis kelamin, pendidikan formal, dan luas lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat respons petani suku dayak berdasarkan perbuahan pengetahuan sebesar 21,57% , dengan presentase sebelum penyuluhan (prittest) sebesar 41,75% dan persentase sesudah penyuluhan pertanian (posttest) sebesar 63,32%. Manakala faktor umur, tingkat pendidikan, jenis kelamin, dan luas lahan berpengaruh signifikan terhadap respon petani Suku Dayak terhadap penyuluhan pertanian dengan menggunakan bahasa Indonesia di Entikong, Kalimantan Barat
PENJERNIHAN MINYAK BIJI KARET MENGGUNAKAN BERBAGAI KONSENTRASI BENTONIT DIAKTIVASI DENGAN ASAM SULFAT (H2SO4)
Minyak biji karet yang keruh bisa dijernihkan menggunakan bentonit yang diaktivasi menggunakan asam sulfat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui konsentrasi bentonit yang diaktivasi menggunakan asam sulfat untuk penjernihan minyak biji karet, dan pengaruhnya terhadap sifat fisiko kimia minyak biji karet. Rancangan peneltian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan tiga kali ulangan. Analisis data menggunakan Analisys Of Variant (ANOVA) dan hasil yang berbeda nyata dilanjutkan dengan uji DNMRT (Duncan’s New Multiple Range Test) pada taraf 5%. Perlakuannya yaitu penjernihan minyak biji karet dengan penambahan bentonit aktivasi sebesar 0 %, 1%, 2%, 3%, 4%, 5%. Pengamatan dilakukan terhadap sifat fisika-kimia minyak biji karet. Hasil penelitian memperlihatkan perbedaan persentase bentonit yang diaktivasi menggunakan asam sulfat (H2SO4) pada penjernihan minyak biji karet memberikan pengaruh berbeda nyata terhadap nilai rendemen, kadar air, viskositas, bilangan asam, bilangan asam lemak bebas, bilangan peroksida, bilangan iod, dan bilangan penyabunan yang dihasilkan, tetapi tidak berbeda nyata terhadap nilai massa jenis minyak biji karet. Perlakuan terbaik didapatkan dengan penambahan bentonit aktivasi 3% dari jumlah minyak biji kare
ANALISIS MUTU TAHU DARI BEBERAPA PRODUSEN TAHU DI KOTA PADANG
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui mutu produk tahu yang ada di masyarakat dan untuk mengetahui adanya penggunaan formalin pada tahu sebagai pengawet. Sampel diambil dari beberapa produsen tahu yang ada di kota Padang. Pengambilan sampel menggunakan metode Purposive Sampling dengan mempertimbangkan bahwa produsen tahu tersebut adalah produsen yang telah terdata di Dinas Perindustrian, Perdagangan, Pertambangan dan Energi Kota Padang. Pengambilan sampel diwakili oleh enam produsen tahu. Masing-masing sampel akan dilakukan analisa di laboratorium, analisis sampel dilakukan secara duplo. Berdasarkan hasil penelitian,didapatkan rata-rata mutu produk tahu yang ada di Kota Padang sudah sesuai dengan standar mutu yang ditetapkan pada SNI 01-3142-1992. Nilai kadar air tahu 81,33%, kadar protein 5,07%, kadar abu 0,77%, total padatan 12,83%
PENGARUH KONSENTRASI KALSIUM KLORIDA (CaCl2) DAN SUHU SIMPAN TERHADAP KUALITAS BUAH STROBERI (Fragaria x ananassa)
Stroberi (Fragaria x ananassa) merupakan produk hortikultura yang mudah rusak (perishable). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pemberian kalsium klorida berbagai konsentrasi pada suhu simpan yang berbeda terhadap karakteristik fisiologi buah selama masa penyimpanan dan mengkaji kombinasi perlakuan kalsium klorida dan suhu simpan yang dapat mempertahankan kualitas buah stroberi. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan pola faktorial 5 x 2 dengan 3 kali pengulangan. Faktor perlakuannya adalah konsentrasi kalsium klorida (konsentrasi 0% (L0), konsentrasi 0.5% (L1), konsentrasi 1% (L2), konsentrasi 1.5% (L3), konsentrasi 2% (L4)) dan suhu simpan (suhu ruang (T1) dan suhu rendah (T2)). Parameter yang diamati meliputi susut bobot, kadar air, laju respirasi, vitamin C, kadar glukosa, dan tektur buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kalsium klorida dan suhu simpan berpengaruh terhadap kualitas buah stroberi. Kombinasi perlakuan perendaman CaCl2 konsentrasi 1 % penyimpanan suhu rendah (5oC) memberikan hasil terbaik pada parameter susut bobot, kadar air, vitamin C dan tektur buah
KAJIAN KOMBINASI KONSENTRASI SARI BUAH BELIMBING MANIS DAN KARAGENAN PADA PEMBUATAN JELLY DRINK BELIMBING MANIS (Averrhoa carambola L)
Perkembangan pemanfaatan belimbing yang memiliki karakter mudah rusak dapat dilakukan dengan pengembangan teknologi pengolahannya, yaitu dengan menggunakan sari buah belimbing dalam pembuatan jelly drink. Jelly drink merupakan produk minuman semi padat yang terbuat dari sari buah dan diolah dalam gula dengan penambahan bahan pembentuk gel. Pembuatan jelly drink diperlukan penambahan senyawa hidrokoloid atau bahan pembentuk gel yaitu karagenan. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan jelly drink belimbing manis dengan kualitas fisik, kimia dan organoleptik terbaik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial dengan faktor pertama konsentrasi sari buah belimbing manis 300 g/L, 500g/L, 700 g/L dan faktor kedua konsentrasi karagenan 0,1%, 0,2% dan 0,3%. Data pengamatan dianalisis dengan ANOVA dilanjutkan uji DMRT. Kombinasi perlakuan konsentrasi sari buah belimbing manis dan karagenan yang tepat dengan menghasilkan jelly drink belimbing manis (Averrhoa carambola L) dengan kualitas fisik, kimia dan organoleptik terbaik adalah perlakuan kombinasi sari buah belimbing manis 500 g/L dan karagenan 0,1%
UJI KINERJA ALAT PENGOLAH KAHWA DAUN (TEH HERBAL SUMATERA BARAT)
Kahwa daun adalah teh herbal produk kearifan lokal Sumatera Barat. Kahwa Daun dibuat dari daun kopi segar dan membutuhkan waktu sekitar 2 minggu jika diolah dengan cara pengolahan tradisional. Produk yang dihasilkan dengan cara tradisional masih terbatas dan hanya dapat memenuhi kebutuhan skala rumah tangga. Seiring dengan diperkenalkannya kembali teh herbal ini awal tahun 2000, maka kahwa daun berkembang menjadi salah satu minuman alternatif yang diminati oleh masyarakat. Hal ini mengakibatkan  naiknya kebutuhan terhadap produk kahwa daun dan mutu produk yang dihasilkan. Tantangan ini tidak dapat dijawab oleh produksi secara tradisional. Berdasarkan latar belakang ini maka dirancang alat pengolahan kahwa daun dengan tujuan dapat meningkatkan kapasitas produksi kahwa daun dan mutu produk yang dihasilkan. Pada tahap awal dilakukan uji kinerja alat. Peralatan dirancang dan dibuat terdiri dari silinder berputar yang digerakkan oleh motor listrik 0,25 HP, terbuat dari stainless steel, dan energi panas untuk pengeringan bersumber dari kompor LPG. Hasil uji coba kinerja alat dengan 4 perlakuan (6; 8.5; 10.5; dan 12 rpm), dengan variasi waktu penyangraian diketahui kadar air menyerupai kadar air produk tradisional tercapai setelah 120-135 menit, pada 8.5 rpm dan 10.5 rpm atau setelah 105-120 menit, pada 12 rpm. Jumlah produk akhir tertinggi dihasilkan dari alat yang diputar dengan kecepatan 10.5 rpm dengan berat 3,8 kg kahwa daun dari 10 kg daun segar. Diketahui alat memiliki kapasitas produksi lebih tinggi dan waktu produksi lebih singkat dibandingkan cara tradisional pada 10.5 rpm
PENGARUH PERLAKUAN BLANCHING DAN LEVEL DAYA PENGERINGAN MICROWAVE TERHADAP KARAKTERISTIK TEPUNG KACANG BOGOR (Vigna subterranea (L.) Verdcourt)
Kacang bogor merupakan tanaman kacang-kacangan yang memiliki kandungan karbohidrat, protein, dan lemak yang cukup baik. Pengolahan yang dilakukan dengan baik dapat mempertahankan kandungan nutrisi dengan baik. Sebagian besar masyrakat mengkonsumsi kacang bogor dengan cara direbus atau sebagai campuran sayur. Salah satu cara pengolahan kacang bogor agar kandungan nutrisinya tidak banyak terbuang yaitu dengan proses pengeringan. Kacang bogor kering yang ditepungkan memiliki kandungan kalori yang lebih tinggi dibandingkan dengan kacang bogor rebus. Akan tetapi, pengolahan tepung kacang bogor memiliki kendala, salah satunya adalah lama pengeringan. Pengeringan kacang bogor dilakukan dengan menggunakan oven gelombang mikro agar waktu pengeringan lebih efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh proses blansing dan daya oven gelombang mikro terhadap karakteristik tepung kacang bogor yang dihasilkan. Metode rancangan lingkungan yang dipilih adalah rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor yaitu faktor perlakukan pendahuluan (a) yang terdiri dari 2 level yakni: tanpa blansing dan dengan blansing dan faktor daya pengeringan oven gelombang mikro (b) yang terdiri dari tiga level, yakni: 50%, 70%, dan 100% dengan empat kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan blansing dan daya pengeringan oven gelombang mikro 50% selama 30 menit merupakan perlakukan terbaik. Karakteristik hasil perlakuan terbaik ini antara lain efisiensi pengeringan oven gelombang mikro tertinggi 98,66%; diameter rata-rata tepung terkecil 0,272 mm; nilai TCD tepung terendah 4,894; derajat kromatisitas tepung yellow (Y); kadar air tepung terendah 11,9% (bb); dan kadar abu tepung tertinggi 19,25%
PENGARUH PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BAWANG MERAH (Allium ascalonicumL.) TERHADAP PEMBERIAN KOMPOS LIMBAH RUMPUT LAUT (Gracilariasp.)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kompos limbah rumput laut (Gracilaria sp.) terhadap pertumbuhan dan produksi bawang merah (Allium Ascalonicum.L). Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok faktorial (RAKF), setiap perlakuan diulang 3 kali ulangan. Variabel pengamatan meliputi pertumbuhan dan hasil.Data dianalisis menggunakan rumus sidik ragam rancangan acak kelompok, apabila hasilnya berbeda nyataakan dilanjutkan dengan Uji Duncan pada taraf 5% dengan menggunakan aplikasi SPSS. Penggunaan kompos limbah rumput laut dengan penambahan POC Nasa/20cc berpengaruh nyata terhadap tinggi daun, jumlah daun, jumlah umbi, berat umbi basah, dan berat umbi kering.Perlakuan terbaik adalah penggunaan kompos limbah rumput laut dosis 3 kg/petak dengan penambahan Boisca/20cc
KARAKTERISTIK FISIK JAGUNG P21 (Zea mays L.) TERMODIFIKASI MENGGUNAKAN METODE NIKSTAMALISASI DENGAN FORMULASI KALSIUM HIDROKSIDA Ca(OH)2 DAN LAMA PERENDAMAN
Jagung merupakan salah satu serealia yang memiliki nilai ekonomi. Jagung dapat diolah menjadi produk setengah jadi yaitu tepung. Tepung jagung perlu dimodifikasi untuk memperbaiki sifat fisik sehingga mempunyai prospek sebagai bahan pangan dan bahan baku industri. Salah satu modifikasi yang digunakan adalah metode nikstamalisasi menggunakan kalsium hidroksida (Ca(OH)2). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi kalsium hidroksida (Ca(OH)2) dan lama perendaman terhadap karakteristik fisik tepung jagung P21 nikstamal. Rancangan yang digunakan yaitu metode faktorial dengan dasar Rancangan Acak Lengkap (RAL). Faktor yang digunakan yaitu konsentrasi kalsium hidroksida 20%; 40% dan 60%, serta lama perendaman 8 jam; 16 jam dan 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tepung jagung P21 yang dimodifikasi menggunakan metode nikstamal pada konsentrasi 60% dan lama perendaman 24 jam dapat meningkatkan nilai daya serap air sebesar (2,18 g/g), dan kelarutan (13,04 %) serta dapat menurunkan nilai tekstur  (493,19 gr force), swelling power (8,23 g/g), mengurangi tingkat kecerahan (L*) (60,33), mengurangi tingkat kuning pada tepung jagung (53,33)