Jurnal Teknologi Pertanian Andalas
Not a member yet
    271 research outputs found

    KAJIAN PERUBAHAN IKLIM PADA PENENTUAN JADWAL TANAM CABAI DI KABUPATEN AGAM

    Get PDF
    Perubahan iklim erat kaitannya dengan perubahan pola hujan dan intensitas curah hujan yang berimbas kepada perubahan musim tanam. Kajian mengenai perubahan iklim perlu dilakukan untuk menentukan kapan musim tanam yang sesuai dengan proporsi pertumbuhan tanaman tersebut. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode Man-Kendall untuk melihat apakah perubahan iklim dan curah hujan terjadi signifikan atau tidak. Metode Sens digunakan untuk melihat tingkat kemiringan perubahan tersebut yang kemudian digunakan untuk mengestimasi curah hujan bulanan pada tahun 2018 s/d 2019. Selanjutnya perhitungan neraca air dilakukan untuk melihat keseimbangan air yang akan digunakan sebagai pedoman penetapan jadwal tanam. Berdasarkan hasil penelitian pada wilayah ini, pada umumnya terjadi perubahan iklim pada setiap parameter iklim dengan tren positf kecuali pada parameter temperatur dan kecepatan angin yang mengalami tren negatif. Perubahan iklim terjadi pada tingkat probabilitas yang bervariasi berkisar antara 58 % - 100 %. Parameter iklim yang mengalami tren signifikan yaitu; kecepatan angin kumulatif dan maksimum dengan tren negatif pada probabilitas 100%, kelembaban relatif rata-rata dan minimum dengan tren positif pada probabilitas sebesar 100 %, dan Evaporasi dengan tren positif pada probabilitas rata-rata 95 %. Berdasarkan perhitungan neraca air pada Stasiun Candung didapatkan jadwal tanam cabai yang tepat berada pada Bulan Februari. Sedangkan pada Stasiun Matur, jadwal yang tanam cabai dapat dilakukan pada Bulan Mei, dan Stasiun Gobah pada Bulan Januari. Diharapkan kepada petani cabai untuk menyesuaikan jadwal tanam cabai pada bulan tersebut agar mendapatkan kuantitas dan kualitas cabai yang diharapkan

    ANALISIS RANTAI PASOK DAN PEMASARAN BIJI KOPI DI SUMATERA BARAT

    Get PDF
    Rantai pasok pada pemasaran produk pertanian sangat mempengaruhi tingkat keuntungan yang diperoleh petani sebagai produsen.  Karena itu petani kopi harus mampu menyesuaikan diri, atau mempunyai alternatif lain dalam pemasaran biji kopi yang dihasilkannya. Untuk itu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk menganalisis rantai pasok dan pemasaran biji kopi.  Penelitian ini dilaksanakan di beberapa daerah penghasil kopi di Propinsi Sumatera Barat, khususnya untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi petani kopi dalaam memasarkan biji kopi yang dihasilkannya. Data diolah dengan menggunakan program Analytic Hierarchy Process (AHP) untuk mengetahui bobot dari faktor-faktor yang mempengaruhi petani dalam memasarkan biji kopi yang dihasilkannya. Dari penelitian dapat diketahui bahwa faktor yang menentukan jalur pemasaran yang dipilih oleh petani kopi dipengaruhi oleh fakto-faktor berikut ini : jumlah produksi (0,4322), mutu (0,3347), harga (0,1977), keberadaan industri pengolahan kopi bubuk (0,0354)

    PRAKIRAAN HARGA DAGING AYAM BROILER DAN DAY OLD CHICK (DOC) DI KABUPATEN BANYUWANGI MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN BACKPROPAGATION

    Get PDF
    Harga daging ayam broiler dan day old chick (DOC) adalah dua hal yang menentukan tingkat keuntungan peternak ayam broiler. Harga daging ayam broiler dan day old chick (DOC) di Kabupaten Banyuwangi dalam lima tahun terakhir cenderung berfluktuasi. Prakriaan merupakan salah satu cara yang penting dalam mengatasi permasalah fluktuasi harga daging ayam broiler dan DOC. Penelitian ini bertujuan untuk memprakirakan harga ayam broiler dan DOC di Kabupaten Banyuwangi. Hasil prakiraan tersebut dapat digunakan sebagai pengambilan keputusan oleh pihak-pihak terkait. Penelitian ini menggunakan metode jaringan saraf tiruan (JST) backpropagation. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah harga daging ayam broiler dan DOC di Kabupaten Banyuwangi pada periode 2014-2018. Berdasarkan hasil penelitian, pelatihan jaringan terbaik adalah 12 node input, 5 node hidden, 1 node output untuk prakiraan harga daging ayam broiler dan harga DOC. Nilai mean absolute error (MAPE) yang diperoleh adalah 4,6% untuk harga perkiraan ayam broiler dan 18,99% untuk harga perkiraan DOC. Harga ayam broiler pada tahun 2019 diperkirakan meningkat pada bulan Januari, April dan Desember, sedangkan harga terendah pada bulan Juni. Prakiraan untuk harga DOC ayam pada tahun 2019 cenderung menurun dari awal tahun dan stagnan dari pertengahan bulan hingga akhir bulan

    KAJIAN SIFAT FISIK DAN KIMIA JERUK SIAM (Citrus nobilis var. microcarpa) SEMBORO BERDASARKAN UMUR SIMPAN MENGGUNAKAN PENGOLAHAN CITRA DIGITAL

    Get PDF
    Since hundreds of years ago, orange have grown in Indonesia either naturally or cultivated. One of the most popular places for producing orange varieties is Semboro, Jember Regency. The quality of Semboro oranges is influenced by the level of harvest age and shelf life. In the storage process, Orange expiriences physically and chemical changes at each shelf life which is detrimental. At present the tests performed on Semboro orange are destructive. Based on this, non-destructive measurements are needed by using other methods such as digital image processing. The purpose of this study was to identify the relationship between the physical and chemical properties of Semboro orange based on shelf life. The Semboro Orange used was 150 fruits of super quality with  code size 1 and the same picking age of 28 MSB (weeks after flowering). Semboro oranges are stored for 15 days and measured with variations in shelf life of 1, 8 and 15 days. This research was conducted in two stages, namely taking pictures and measuring physical and chemical characteristics. Orange samples were then measured interm of physical and chemical properties using the O'hauss pioneer digital scales, penetrometer, refractometer and pH meter to obtain data on fruit weight, fruit hardness, total dissolved solids and acidity (pH) of the fruit. The value of the image quality variable and the physical and chemical properties were analyzed using one way anova test, correlation, regression, boxplot and validation test

    ANALISIS TEKNIK PENERAPAN PRODUKSI BERSIH PADA PROSES PENGOLAHAN Crude Palm Oil (CPO ) DAN INTI SAWIT (KERNEL) DI PT. JY

    Get PDF
    PT. JY merupakan salah satu perusahaan agribisnis perkebunan yang bergerak di bidang pengolahan kelapa sawit, kelapa sawit yang diolah dalam pabrik menghasilkan Crude Palm Oil (CPO) yang merupakan bahan setengah jadi dan Inti Sawit (kernel). Konsep produksi bersih direkomendasikan sebagai upaya memberikan keuntungan dalam hal teknik, ekonomi, dan lingkungan. Berdasarkan hal tersebut maka penelitian ini bertujuan melakukan analisis penerapan produksi bersih pada proses pengolahan CPO dan Kernel. Metode yang digunakan berupa metode deskriptif dengan wawancara, pengamatan yang menjadi data primer, data primer dianalisis sehingga didapatkan hubungan sebab akibat. Analisis data dilakukan terhadap data yang didapat di lapangan dan diatasi dengan tindakan penerapan produksi bersih berdasarkan permasalahan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa permasalahan yang terjadi di masing-masing stasiun proses produksi dapat diatasi dengan cara penerapan produksi bersih teknik good house-keeping, berupa tata cara operasi yang baik dan pelaksanaan SOP yang perlu dilakukan secara optimal, recovery (pungut ulang) dan peningkatan pemahaman karyawan akan produksi bersi

    MODIFIKASI PATI UWI KUNING (DIOSCOREA ALATA) MENGGUNAKAN METODE PRESIPITASI SERTA APLIKASINYA UNTUK EDIBLE FILM

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi pati yang dapat menghasilkan pati modifikasi dengan ukuran paling kecil serta untuk mengetahui karakteristik edible film yang dibuat dari pati alami dan edible film dari pati komposit yaitu pati alami ditambah pati modifikasi berukuran lebih kecil.  Penelitian ini dilakukan dalam 3 tahap yaitu ekstraksi pati uwi, modifikasi pati uwi dengan metode presipitasi dan pembuatan edible film dari pati alami dan pati komposit.  Penelitian ini didesain untuk menghasilkan pati modifikasi dengan menggunakan 5 taraf konsentrasi pati yaitu 1%, 2%, 3%, 4% dan 5%.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi 3% menghasilkan ukuran partikel pati terkecil (0,888 × 1,313μm sampai dengan 13,334 × 24,701μm) dengan rendemen pati sebesar 75%.  Edible film yang dibuat dari pati komposit memiliki karakterisktik yang berbeda dengan Edible film dari pati alami saja.  Edible film dari pati komposit menghasilkan nilai ketebalan yang lebih tinggi (0,17± 0,004 mm), kelarutan yang lebih rendah (27,12 ± 6,92 %), transparansi yang lebih rendah (10,37 ± 0,23 %/mm) dan laju transimisi uap air (WVTR) yang lebih rendah 21,2766 g/m2jam dari pada edible film dari pati alami saja

    PERUBAHAN KOMPONEN KIMIA BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) SELAMA PEMBUATAN ASAM SUNTI

    Get PDF
    Telah dilakukan penelitian untuk menganalisis perubahan komponen kimia belimbing wuluh selama fermentasi asam sunti. Asam sunti dibuat dalam skala laboratorium dengan merujuk pada pembuatan asam sunti yang dilakukan oleh masyarakat Aceh. Sampling dilakukan pada 3 tahap yaitu sebelum fermentasi, setelah fermentasi awal dan setelah fermentasi lanjutan. Parameter yang dianalisis adalah kadar air, kadar gula reduksi, kadar garam, total asam tertitrasi dan kandungan asam organik. Analisis data dilakukan dengan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik kimia belimbing wuluh mengalami perubahan yang signifikan selama pengolahan belimbing wuluh menjadi asam sunti: kadar air belimbing wuluh segar 95,62 %, mengalami penurunan setelah pengolahan dan pemeraman menjadi 47,73% dan 46,07%. Total asam tertitrasi belimbing wuluh segar 69,08% mengalami penurunan, setelah pengolahan menjadi 17,37% kemudian meningkat kembali setelah pemeraman selama menjadi 21,05%. Kadar gula reduksi belimbing wuluh segar 51,19%, mengalami penurunan setelah pengolahan dan pemeraman menjadi 26,69% dan 19,20%. Kadar garam belimbing wuluh segar 2,84 %, mengalami kenaikan setelah pengolahan dan pemeraman menjadi 36,89 % dan 48,00 %. Asam oksalat merupakan asam organik tertinggi yang terdapat pada belimbing wuluh maupun asam sunti. Seluruh asam organik yang terkandung dalam asam sunti menurun setelah pemeraman kecuali asam laktat

    ANALISIS PROSPEK DAN KENDALA PENGEMBANGAN PRODUK INDUSTRI PANGAN LOKAL DI SUMATERA BARAT

    Get PDF
    Komoditi pertanian di Indonesia belum sepenuhnya dikelola dengan optimal. Saat ini masih banyak komoditi pertanian yang dipasarkan dalam bentuk bahan segar sehingga belum menghasilkan nilai tambah yang bisa dinikmati oleh petani. Karena itu pengembangan industri, khususnya industri pangan lokal perlu dikembangkan. Dilihat dari peluang pasar yang ada, industri pangan lokal mempunyai prospek pasar yang baik.  Namun demikian para pengusaha pangan lokal masih mempunyai kendala untuk mengembangkan industri pangan yang dimilikinya.  Untuk merancang solusi yang tepat maka seluruh prospek dan kendala yang ada perlu dianalisis secara komprehensif. Untuk itu perlu dilakukan penelitian  tentang prospek dan kendala pengembangan industri pangan lokal ini. Penelitian dilaksanakan pada sentra produksi pangan lokal di Sumatera Barat. Untuk mendapatkan data primer dilakukan indept interview dan Focus discussion Group dengan pemilik industri pangan lokal. Untuk optimasi faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan industri digunakan metode respon permukaan. Data penelitian yang diolah dengan program (Analytic Hierarchy Process) memperlihatkan bahwa produk industri pangan pangan lokal mempunyai prospek pengembangan dari sisi: citarasa (0,3723), keragaman produk (0,2643), skala usaha/bisa diusahakan dalam skala kecil (0,2495), penunjang pariwisata/makanan oleh-oleh/souvenir bagi wisatawan (0,1139). Kendala dalam pengembangannya adalah bahan baku/kontinyuitas pasokan (0,3088), kualitas SDM/tenaga kerja (0,2355), modal usaha (0,1999), manajemen produksi dan pemasaran (0,1448),  standar mutu (0,1110).  Analisis data dengan menggunakan metode respon permukaan memperlihatkan bahwa pengembangan produk bisa dilakukan dengan melakukan optimasi berbagai faktor faktor kendala

    PENGOLAHAN PULP KOPI MENJADI MINUMAN SARI BUAH DENGAN PENAMBAHAN BUAH TERONG BELANDA DAN KONSENTRASI GULA YANG BERBEDA

    Get PDF
    Kopi umumnya dikonsumsi dalam bentuk seduhan, dimana biji kopi merupakan bahan baku utamanya. Pada pengolahan pembuatan kopi, bagian yang tidak diolah kembali atau yang biasa dijadikan limbah adalah daging kopi (pulp). Pulp kopi sejauh ini baru dimanfaatkan untuk pembuatan pupuk dan pakan ternak. Salah satu produk yang dapat dibuat dari limbah pulp kopi yaitu minuman sari buah. Pembuatan minuman sari buah pulp kopi juga dapat ditambahkan dengan campuran buah lainnya untuk menambah citarasa dari minuman sari buah tersebut. Penambahan gula 20-10% biasanya dilakukan agar menghasilkan minuman sari buah dengan rasa yang lebih manis. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh dari penambahan terong belanda dan gula terhadap mutu sensori, kandungan antioksidan dan total fenol yang terdapat di minuman sari pulp kopi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola faktorial yang terdiri atas 2 (dua) faktor. Faktor I adalah rasio pulp kopi dan terong belanda  (B) 3 taraf yaitu B1 = 100:0 (pulp kopi : terong belanda), B2 = 90:10, dan B3 = 80:20 dan Faktor II adalah konsentrasi gula (G) 3 taraf yaitu G1 = 20% (dari volume minuman sari pulp kopi) , G2 = 15% dan G3 = 10%. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga didapatkan 27 satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perbandingan Bahan Baku (B) berengaruh sangat nyata (P≥0,01) terhadap warna minuman sari pulp kopi dan Konsentrasi Gula (G) berpengaruh sangat nyata (P≥0,01) terhadap rasa dan aroma minuman sari pulp kopi. Sedangkan interaksi antara Perbandingan Bahan Baku (B) dan Konsentrasi Gula (G) berpengaruh sangat nyata (P≥0,01) terhadap aktivitas antioksidan, pH dan total padatan terlarut minuman sari pulp kopi

    STUDI PEMBUATAN FRUITY MIE MENGGUNAKAN CAMPURAN TEPUNG TERIGU, MOCAL, DAN EKSTRAK TERUNG PIRUS

    Get PDF
    Penelitan ini bertujuan untuk memperoleh tingkat substitusi MOCAL yang tepat dalam pembuatan mie basah dan mengetahui pengaruh penambahan ekstrak terung pirus terhadap karakteristik dan daya terima fruity mie. Penelitian dilakukan dalam dua tahap, dimana pada tahap I dilakukan pembuatan mie basah dengan substitusi MOCAL terhadap tepung terigu sebesar 100%, 40%, 30%, 20% dan dilakukan uji organoleptik untuk mendapatkan tingkat substitusi MOCAL terbaik. Hasil penelitian tahap I kemudian digunakan dalam penelitian tahap II berupa penambahan ekstrak terung pirus dengan berbagai konsentrasi, yaitu 100%, 80%, 60%, 40% dan 0%. Selanjutnya dilakukan uji organoleptik serta analisis kimia meliputi kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar vitamin C, nilai pH dan total konsentrasi antosianin untuk produk terbaik. Dari hasil penelitian tahap I diperoleh substitusi terbaik MOCAL terhadap tepung terigu sebesar 20% dan hasil penelitian tahap II menunjukkan bahwa perlakuan pada penelitian memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap kadar protein, kadar vitamin C, nilai pH dan warna, namun memberikan pengaruh yang berbeda tidak nyata terhadap kadar air, kadar abu, aroma, rasa dan tekstur fruity mie. Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa penambahan ekstrak terung pirus sebesar 40% merupakan produk terbaik dengan rata-rata nilai kesukaan terhadap warna 3,45 (agak suka), aroma 3,10 (agak suka), rasa 3,35 (agak suka) dan tekstur 3,15 (agak suka), kadar air 37,49%, kadar abu 2,24%, kadar protein 9,22%, kadar vitamin C 0,04%, nilai pH 7,22 dan total konsentrasi antosianin 12,38 mg CyE/gr sampel

    260

    full texts

    271

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Teknologi Pertanian Andalas
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇