Jurnal Teknologi Pertanian Andalas
Not a member yet
    271 research outputs found

    APLIKASI DAGING ANALOG BERBAHAN DASAR UMBI KIMPUL (Xanthosoma sagittifolium) DAN ISOLAT PROTEIN KEDELAI PADA PEMBUATAN SOSIS

    Get PDF
    Sosis merupakan salah satu produk pangan yang biasanya berbahan dasar daging. Pengembangan sosis dan daging analog berbahan umbi kimpul (Xanthosoma sagittifolium) dan isolat protein kedelai berpotensi menyediakan sosis sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan daging analog dengan perbandingan jumlah daging analog dan daging ayam yang ditambahkan dalam pembuatan sosis terhadap karakteristik organoleptik, fisik dan kimia sosis. Parameter yang dianalisis adalah organoleptik ( warna, rasa, tekstur, aroma dan keseluruhan), fisik (warna, tekstur dan kenampakan irisan) dan kimia (kadar air, abu, lemak, protein dan karbohidrat). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan daging analog  berpengaruh nyata terhadap parameter fisik, kimia serta organoleptik. Sampel yang memiliki nilai organoleptik mendekati 100% daging ayam, yang dilihat dari sifat organoleptik seperti warna, rasa, aroma, tekstur, kenampakan serta keseluruhan yaitu sampel dengan penambahan daging analog sebesar 25% dan 50%. Sosis yang dihasilkan secara keseluruhan memiliki warna dengan kecerahan sebesar 59,63 - 65,63,  tekstur sebesar 48,85%-60,8%, kadar air sebesar 56,09%-57,18%, kadar abu sebesar 0,92%-1,23%, kadar protein sebesar 15,22%-26,5%, kadar lemak sebesar 12,89%-17,91% dan kadar karbohidrat sebesar 3,27%-8,76%

    PENGARUH PEMBERIAN KOMPOS TABLET DIPERKAYA MINERAL DAN Trichoderma sp. TERHADAP PRODUKTIVITAS DAN KANDUNGAN VITAMIN C BAWANG MERAH (Allium ascalonicum)

    Get PDF
    Penelitian ini untuk mengetahui hasil produksi tanaman bawang merah dan kandungan vitamin C umbi melalui perlakuan pemberian pupuk kompos diperkaya mineral dan Trichoderma sp. Penelitian disusun menggunakan rancangan acak lengkap monofaktor 6 perlakuan dan 4 ulangan dengan perlakuan tanpa pemberian pupuk, pupuk NPK mutiara 250 kg/ha, kompos tablet 5 ton/ha, kompos tablet 10 ton/ha, kompos tablet 15 ton/ha, dan kompos tablet 20 ton/ha. Parameter yang diamati adalah, jumlah umbi, diameter umbi, berat kering umbi, berat kandungan vitamin C umbi. Data pengamatan dianalisis dengan ANOVA dilanjutkan uji DMRT. Hasil penelitian menunjukan perlakuan pemberian pupuk kompos tablet diperkaya mineral dan Trichoderma sp.  tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun, dan diameter umbi bawang merah. Namun pemberian pupuk kompos tablet diperkaya mineral dan Trichoderma sp.  pada dosis kompos tablet 20 ton/ha berpengaruh terhadap jumlah umbi, bahan kering tajuk, dan bahan kering umbi

    IDENTIFIKASI CHILLING INJURY PADA CABAI (Capsicum annum L) BERDASARKAN SIFAT FISIK DAN ION LEAKAGE

    Get PDF
    Cabai termasuk pada produk hortikultura yang mudah rusak (perishable) dan busuk. Suhu yang rendah dapat mempertahankan kesegaran, tapi suhu rendah juga menyebabkan chilling injury. Chilling injury terjadi ditandai dengan terjadinya kebocoran pada ion buah (electrolyte leakage) dan terjadi perubahan fisik. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi perubahan sifat fisik dan ion leakage dari cabai akibat chilling injury. Pengidentifikasian dilakukan dengan mengamati perubahan warna, susut bobot, dan nilai ion leakage yang terjadi selama 30 hari pada penyimpanan suhu 10oC. Pengidentifikasian dilakukan setiap 4 hari selama 16 hari dan setiap 2 hari hingga hari ke 30. Chilling injury mulai terjadi pada penyimpanan hari ke 18, dengan nilai slope dari ion leakagenya sebesar 0,1153. Nilai slope tertinggi menandakan bahwa cabai pada hari itu mulai mengalami chilling injury. Pada hari ke 18, nilai susut bobot mulai memingkat dan perubahan warna terutama pada nilai chroma dan hue mengalami perubahan daripada sebelum penyimpanan

    STUDI PERBANDINGAN KONSUMSI ENERGI PADA PROSES PENANAMAN PADI MANUAL DAN RICE TRANSPLANTER

    Get PDF
    Audit energi merupakan salah satu cara untuk meningkatkan efisiensi penggunaan energi pada kegiatan penanaman padi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui total konsumsi energi pada kegiatan penanaman padi secara manual dan menggunakan rice transplanter, membandingkan konsumsi energi manusia yang didapatkan dari tabel konversi dan Garmin Forerunner 35. Penelitian dilakukan di lahan sawah milik petani di Nagari Aie Tajun, Kabupaten Padang Pariaman. Konsumsi energi untuk masing-masing input energy menggunakan rice transplanter adalah sebagai berikut; energi manusia 9,225 MJ/ha, energi benih 255,413 MJ/ha, bahan bakar 93,463 MJ/ha dan energi mesin 0,821 MJ/ha sehingga didapatkan total konsumsi energi sebesar 358,952 MJ/ha. Sementara itu, konsumsi energi pada kegiatan penanaman padi secara manual meliputi energi manusia 42,141 MJ/ha dan energi benih 359,348 MJ/ha sehingga didapatkan total konsumsi energi sebesar 401,489 MJ/ha. Dapat disimpulkan bahwa konsumsi energy terbesar adalah proses penanaman dengan cara manual, karena membutuhkan tenaga manusi dan bibit yang lebih banya

    KARAKTERISASI MUTU YOGHURT DARI BEBERAPA TINGKAT CAMPURAN SUSU SAPI DENGAN EKSTRAK SELADA AIR (Nasturtium officinale, R.Br)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbandingan campuran susu sapi dengan ekstrak selada air terhadap kualitas yoghurt yang dihasilkan. Yoghurt difermentasi menggunakan bakteri Lactobacillus bulgaricus, Lactobacillus acidophillus dan Streptococcus thermophillus. Percobaan dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 kali ulangan yaitu; A (tanpa penambahan ekstrak selada air), B (campuran 90% susu dan 10% ekstrak selada air), C (campuran 80% susu dan 20 % ekstrak selada air), D (campuran 70% susu dan 30% ekstrak selada air) dan E (campuran 60% susu dan 40% ekstrak selada air). Data dianalisis menggunakan Analysis of variance (ANOVA) dilanjutkan dengan Duncan’s New Multiple Range Test (DNMRT) pada taraf nyata 5%. Hasil peneltian menunjukan bahwa penambahan ekstrak selada air berpengaruh nyata terhadap jumlah bakteri asam laktat, angka lempeng total, kadar protein, kadar lemak, kadar abu, aktivitas antioksidan, viskositas, kadar kalsium dan kadar fosfor serta uji organoleptik (warna, aroma, rasa, konsistensi dan penampakan), tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap total padatan, nilai pH, dan total asam laktat yoghurt yang dihasilkan. Produk terbaik berdasarkan uji organoleptik adalah perlakuan B dengan nilai rata-rata warna 3,85; aroma 3,50; rasa 4,30; konsistensi 4,25 dan penampakan 3,75, serta memiliki kandungan protein 3,245%, lemak 18,163%, kadar abu 0,676%, total padatan 12,982%, nilai pH 4,5; total asam laktat 13,170%, aktivitas antioksidan 8,026%, viskositas 1.355,333 cP, kandungan kalsium 21,017 mg/l, kandungan fosfor 5,533 mg/l, BAL 2,4 x 108 cfu/g

    APLIKASI EDIBLE COATING PATI SINGKONG PADA BUAH PEPAYA (Carica papaya L.) TEROLAH MINIMAL SELAMA PENYIMPANAN

    Get PDF
    Buah pepaya sebelum dikonsumsi harus dikupas kulitnya dan bijinya dibuang. Pepaya yang sudah dikupas dan dipotong akan mudah mengalami kerusakan. Buah akan menjadi lunak dan lembek yang akan menyebabkan umur simpan akan menjadi lebih pendek serta akan mempengaruhi mutu dari buah pepaya. Upaya untuk mempertahankan mutu dan umur simpan buah papaya yang terolah minimal adalah mengendalikan proses fisiologis dan aktivitas mikroorganisme. Salah satu metode yang dilakukan untuk menghambat proses tersebut adalah dengan pelapisan edible coating. Tujuan penelitian adalah untuk menetukan konsentrasi edible coating pati singkong yang terbaik untuk mempertahankan mutu dan umur simpan pada buah pepaya terolah minimal. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak lengkap Faktorial yang terdiri dari perlakuan konsentrasi edible coating dan suhu penyimpanan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsentrasi edible coating 2% pada penyimpanan suhu dingin merupakan konsentrasi terbaik untuk mempertahankan mutu buah pepaya terolah minimal selama penyimpanan

    ANALISIS KUALITAS AIR DAN BEBAN PENCEMARAN AIR PADA SUB DAS BOENTUKA KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN

    Get PDF
    Rivers in the Boentuka Sub-watershed of Timor Tengah Selatan Regency have been shown to experience pollution caused by domestic and agricultural activities. This study aims to assess water quality and identify river water pollution loads based on water quality according to Government Regulation Number 82 of 2001 concerning water pollution management and control. The parameters analyzed were physical, chemical, and biological, the length of the river in the Boentuka Sub-watershed was 15km. The method of river water pollution index from upstream to downstream in 6 sampling points with test parameters such as the biological oxygen demand, chemical oxygen demand, fecal coliform and total coliform in the downstream has exceeded the criteria of class I water quality standards according to PP No. 82 of 2001. Pollution index of 1.11 to 4.62. This shows that the quality of river water has been polluted with mild pollution status. While the pollution load of domestic waste dumped into the river is on the biological oxygen demand parameter of 6297,584 kg / day and chemical oxygen demand of 7871.98 kg / day, fecal coliform pollution load of 458.0108 MPN / day and totalcoli 1210.121 MPN / da

    PENGARUH PENGGUNAAN GEL LIDAH BUAYA (Aloe Vera) PADA PEMBUATAN SABUN CAIR DENGAN PEWANGI MINYAK NILAM (Patchouli Oil)

    Get PDF
    This research was aimed to determine the effect of aloe vera gel to liquid soap moisturize activities of liquid soapto skin, and to determine the best addition of aloe vera gel. This research used a completely randomized design (CRD) consisting of 5 treatments and 3 replications. Data were analyzed statistically using ANOVA followed by Duncan test's New Multiple Range Test (DNMRT) at 5% level. Treatment in the present research is the addition of aloe vera gel at 0%; 6%; 7%; 8%; and 9%. Observations on the resulting liquid soap products were organoleptic, physical properties, chemical properties of soap, antimicrobial test, moisturize activities test, and irritation test. The physical propertiestest to soaps include viscosity, specific gravity and total foam. For chemical propertiestest to soaps include pH andfree alkali. The results showed that the difference in concentration of aloe vera gel to liquid soap significantly affected to viscosity, pH, antimicrobial and moisture activities of product and did not significantly affected to specific gravity, free alkali, and total foam. The best products based on organoleptic test on liquid soap was treatment B (addition of aloe vera gel 6%).Â

    KAJIAN KUALITAS DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN BERBAGAI FORMULA MINUMAN JAMU KUNYIT ASAM

    Get PDF
    Minuman jamu kunyit asam adalah minuman herbal khas Indonesia yang terbuat dari rimpang kunyit, buah asam jawa, gula kelapa, air dengan atau tanpa penambahan sari jeruk nipis dan ekstrak daun sirih. Proses produksi dilakukan secara tradisional dan banyak dilakukan oleh industri rumah tangga. Penelitian ini bertujuan mengetahui aktivitas antioksidan dan kualitas mikrobiologis dari variasi waktu perebusan dan formula minuman jamu kunyit asam. Waktu perebusan terdiri atas 2,5 dan 7,5 menit serta variasi formula yaitu minuman jamu kunyit asam (KA), KA dengan penambahan sari jeruk nipis, dan KA dengan penambahan ekstrak daun sirih. Rancangan Penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga ulangan. Variabel yang diamati meliputi pH, total padatan terlarut, total fenolik, total flavonoid, total curcumin kasar, aktivitas antioksidan (metode DPPH‘Radical Scavenging Activity dan Ferric Reducing Antioxidant Power), dan total mikrobia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perebusan 7,5 menit menyebabkan kualitas mikrobiologis dan total flavonoid minuman lebih tinggi dan total curcumin lebih rendah dibandingkan perebusan 2,5 menit. Waktu perebusan tidak berpengaruh terhadap aktivitas antioksidan, total fenolik dan pH. Adanya penambahan sari jeruk nipis pada formula minuman jamu kunyit asam menyebabkan kenaikan total flavonoid. Penambahan ekstrak daun sirih menyebakan total fenolik, aktivitas antioksidan, dan kualitas mikrobiologis minuman jamu kunyit asam sirih lebih tinggi dibandingkan formula minuman lainnya. Secara umum, perlakuan panas dan penambahan ekstrak daun sirih dapat meningkatkan aktivitas antioksidan dan kualitas mikrobiologis minuman jamu kunyit asam

    ANALISIS TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE (TPM) PADA STASIUN KERNEL CRUSHING PLANT (KCP) DI PT. X

    Get PDF
    PT. X merupakan industri pengolahan kelapa sawit yang menghasilkan produk CPO dan PKO. Pada proses produksi di PT. X, mesin yang sering mengalami downtime besar dan breakdown paling banyak terjadi pada mesin First Press di stasiun Kernel Crushing Plant (KCP). Berdasarkan hal tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis Total Productive Maintenance (TPM) dengan menggunakan Overall Equipment Effectiveness (OEE) pada mesin first press di stasiun KCP. Data yang digunakan berupa data teoritis dan historis mengenai TPM, OEE, dan jam kerja mesin first press. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai OEE pada mesin first press di stasiun KCP PT. X belum memenuhi standar internasional yang telah ditetapkan. Nilai OEE untuk mesin first press pada stasiun KCP memiliki nilai sebesar 68,26% dengan selisih yang cukup jauh dengan nilai standar Internasional yaitu sebesar 85%. Penyebab rendahnya nilai OEE mesin first press di stasiun KCP PT. X karena faktor umur mesin yang sudah tua, proses maintenance yang lama, serta kualitas kernel yang rendah

    260

    full texts

    271

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Teknologi Pertanian Andalas
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇