Jurnal Teknologi Pertanian Andalas
Not a member yet
    271 research outputs found

    KEMUNDURAN KESEGARAN SELAMA PERKEMBANGAN CHILLING INJURY PADA PENYIMPANAN DINGIN BUAH TOMAT

    Full text link
    Kesegaran merupakan istilah yang digunakan untuk mendefinisikan kondisi produk segar seperti buah dan sayur mendekati kondisi setelah panen. Parameter yang paling sering digunakan untuk menilai kesegaran di tingkat distributor, pasar atau supermarket adalah warna, aroma, mengkilat, dan kekerasan. Akan tetapi variable lainnya seperti kebocoran ion yang disebabkan oleh kerusakan dingin belum menjadi perhatian saat ini. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kemunduran kesegaran buah tomat berdasarkan perkembangan kerusakan dingin selama penyimpanan dingin. Dari penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil bahwa berdasarkan produksi CO2 dan perubahan warna, buah tomat yang disimpan pada suhu 2ºC tidak mengindikasikan terjadinya kemunduran kesegaran karena produksi CO2 yang rendah yaitu 0,2 di awal penyimpanan dan dapat dipertahankan menjadi rendah sekitar 0,5 mmol kg/jam hingga hari ke 27 penyimpanan. perubahan warna menunjukkan warna tidak berubah menjadi warna merah pekat di hari ke Sembilan. Berdasarkan kebocoran ion, kerusakan dingin telah terjadi yang ditandakan dengan persentase kobocoran ion yang tinggi pada hari ke-27

    PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG RUMPUT LAUT (Eucheuma cottonii) TERHADAP KARAKTERISTIK DAN INDEKS GLIKEMIK NASI PUTIH

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung rumput laut terhadap karakteristik dan indeks glikemik beras putih. Beras putih merupakan makanan pokok masyarakat Indonesia dan diketahui memiliki indeks glikemik yang tinggi. Salah satu upaya yang dapat mengubah karakteristik dan indeks glikemik beras putih adalah dengan penambahan tepung rumput laut. Desain penelitian ini adalah eksperimen yang dilakukan dalam dua tahap: (1) Menentukan produk yang paling diterima secara organoleptik menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan (penambahan tepung rumput laut 1%, 2%, 3% dan 4%), yang dianalisis secara statistik menggunakan Analisis Varians (ANOVA); dan (2) Membandingkan produk dengan penambahan tepung rumput laut terbaik terhadap kontrol dari segi organoleptik, kimia, dan fisik menggunakan uji-t sampel independen, sedangkan data indeks glikemik disajikan secara deskriptif. Hasil penelitian tahap 1, menunjukan perlakuan terbaik adalah perlakuan C (penambahan tepung rumput laut 3%). Penelitian tahap 2 menunjukkan tidak ada perbedaan tingkat penerimaan secara organoleptik (p>0,05) antara kontrol dengan perlakuan terbaik. Sedangkan kadar air, abu, lemak, protein, dan serat lebih tinggi pada produk C dibandingkan dengan kontrol (p<0,05). Kadar guka total dan kadar karbohidrat lebih rendah dari control (p<0,05). Tepung rumput laut efektif menurunkan indeks glikemik beras putih, dimana nilai Indeks glikemik (IG) produk C adalah 42,17 dalam kategori rendah, sedangkan IG kontrol adalah 58,03 dalam kategori sedan

    OPTIMASI PROSES BLEACHING TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT DENGAN RESPON ALKALI PEROKSIDA DAN SUHU

    Full text link
    Empty oil palm fruit bunches (OPEFB) are an agro-industrial waste with a high cellulose content, but lignin is a constraint in their utilization. This study aims to examine the optimal alkali peroxide concentration and temperature in the OPEFB bleaching process. This study uses Response Surface Methodology (RSM) with Central Composite Design (CCD). The research factor include the concentration of NaOH, H₂O₂, and bleaching temperature, with responses of yield, water content, ash content, whiteness degree, and Kappa number. The results showed that the research factors influenced the observed response. RSM provided an optimum combination solution at a concentration of 9.35% NaOH, 31.50% H₂O₂, and a temperature of 84.35°C, with a desirability of 0.789.Tandan kosong kelapa sawit (TKKS) merupakan limbah agroindustri yang memiliki kandungan selulosa tinggi, namun keberadaan lignin menjadi kendala dalam pemanfaatannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsentrasi optimum alkali peroksida dan suhu pada proses bleaching TKKS. Penelitian ini menggunakan Response Surface Methodology (RSM) dengan Central Composite Design (CCD). Faktor penelitian meliputi konsentrasi NaOH, H₂O₂ dan suhu bleaching dengan respon rendemen, kadar air, kadar abu, derajat putih dan bilangan Kappa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penelitian mempengaruhi respon yang diamati. RSM memberikan solusi kombinasi optimum pada konsentrasi NaOH 9,35%, H₂O₂ 31,50%, dan suhu 84,35 °C, dengan desirabilitas sebesar 0,789

    Perbandingan Metode-Metode dalam Pendugaan Evapotranspirasi Berbasis Radiasi Matahari

    No full text
    This research aims to determine a method for estimating evapotranspiration (ET) using radiation-based methods to obtain evapotranspiration results that are close to the Penman Monteith (PM) method for the Cupak Tangah Village area, Pauh District, Padang City. This research was conducted using the Caprio, Droogers and Allen, Berti and McGuinness and Bordne methods as a comparison method to the PM method. The parameters used are weather parameters such as solar radiation, temperature, humidity, wind speed, barometric pressure and others. Based on the analysis carried out, it was found that the empirical method that approaches the Penman Monteith evapotranspiration value is the McGuinness and Bordne method with the regression equation y = 0.8601x and R2 = 0.9864. In order, the methods for estimating evapotranspiration from those that are close to those that are not close to the PM results are the McGuinness and Bordne, Caprio, Droogers and Allen, and Berti methods.Penelitian ini bertujuan untuk menentukan metode pendugaan evapotranspirasi (ET) menggunakan metode-metode berbasis radiasi sehingga diperoleh hasil evapotranspirasi yang mendekati metode Penman Monteith (PM) untuk wilayah Kelurahan Cupak Tangah, Kecamatan Pauh, Kota Padang. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode Caprio, Droogers and Allen, Berti dan McGuinness and Bordne sebagai metode perbandingan terhadap metode Penman Monteith. Parameter yang digunakan berupa parameter cuaca seperti radiasi matahari, suhu, kelembapan, kecepatan angin, tekanan barometer dan lainnya. Berdasarkan analisis yang dilakukan, didapatkan bahwa metode empiris yang mendekati nilai evapotranspirasi Penman Monteith yaitu metode McGuinness and Bordne dengan persamaan regresi y = 0.8601x dan R2 = 0.9864. Secara berurutan metode pendugaan evapotranspirasi dari yang mendekati hingga tidak mendekati hasil Penman Monteith adalah metode McGuinness and Bordne, Caprio, Droogers and Allen, dan Berti

    EFEK FORMULASI TEPUNG GAPLEK, TEPUNG UBI JALAR KUNING, DAN TEPUNG LABU KUNING TERHADAP PENERIMAAN SENSORIS LAKU TOBE MODIFIKASI

    Full text link
    Laku tobe merupakan makanan tradisional dari Nusa Tenggara Timur yang disajikan pada acara adat tertentu, dan umumnya dibuat dari tepung gaplek. Penelitian ini mengembangkan laku tobe modifikasi dengan 3 bahan utama, sebagai faktor independen, yaitu tepung gaplek, tepung ubi jalar kuning, dan tepung labu kuning dengan 4 respon utama, meliputi penerimaan aroma, rasa, tekstur dan warna menggunakan metode hedonik dengan skala preferensi 1-5. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah D-optimal Mixture Design dengan kisaran untuk tepung gaplek (40-50 gram), tepung ubi jalar kuning (30-40 gram), dan tepung labu kuning (20-30 gram). Semua p-value dari tiap respon dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) pada software Design Expert 13 untuk menentukan ada tidaknya efek faktor independen terhadap respon. Selain itu, laku tobe modifikasi terbaik tiap respon dipilih berdasarkan skor penerimaan tertinggi dan dibandingkan dengan laku tobe tradisional menggunakan uji-t berpasangan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa semua jenis tepung yang digunakan tidak berpengaruh nyata (p > 0,05) terhadap penerimaan sensoris laku tobe modifikasi. Penerimaan sensoris aroma,  rasa, tekstur, dan warna dari laku tobe modifikasi sebesar 3,16-3,66, 3,16-3,78, 3,06-3,48, dan 3,18-3,74 secara berurutan.  Perlakuan terbaik dari laku tobe modifikasi pada setiap respon ditemukan pada run formulasi yang berbeda. Lebih lanjut, hasil komparasi laku tobe modifikasi terbaik dari tiap respon berbeda nyata (p < 0,05)  dengan laku tobe tradisonal pada parameter penerimaan sensoris aroma, tekstur, dan warna, serta tidak berbeda nyata (p > 0,05)  dengan parameter penerimaan sensoris rasa

    Komparasi Metode Rata-Rata Aritmatika, Isohyet, dan Poligon Thiessen Dalam Menganalisis Curah Hujan Wilayah

    Full text link
    Metode interpolasi merupakan salah satu metode yang sering digunakan untuk memperkirakan data hujan pada wilayah yang tidak tersedia data iklim. Penelitian ini bertujuan memperkirakan curah hujan wilayah di Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya menggunakan 3 (tiga) metode interpolasi, yaitu; metode rata-rata Aritmatika, Isohyet, dan poligon Thiessen. Penelitian ini terdiri atas 4 (empat) tahapan utama, yaitu; inventarisasi data hujan, interpolasi curah hujan, analisis curah hujan wilayah, dan komparasi curah hujan wilayah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa curah hujan wilayah yang dianalisis menggunakan metode poligon Thiessen memberikan nilai yang lebih tinggi dibandingkan metode Aritmatika dan Isohyet, sedangkan metode Aritmatika memberikan nilai curah hujan wilayah lebih rendah dibandingkan metode polygon Thiessen dan Isohyet. Berdasarkan hasil Uji T terdapat perbedaan yang signifikan antara metode Aritmatika dan polygon Thiessen dalam menganalisis curah hujan wilayah di Provinsi Papua Barat, dan terdapat perbedaan yang tidak signifikan antara metode Aritmatika dan Isohyet serta metode poligon Thiessen dan Isohyet. Namun ketiga metode tersebut memiliki korelasi yang sangat kuat dalam menganalisis curah hujan wilayah di Provinsi Papua Bara

    ANALISIS PENGARUH DAUN GAMAL (Gliricida sepium) DAN DAUN PISANG PADA PROSES PERCEPATAN PEMATANGAN TERHADAP MUTU BUAH PISANG CAVENDISH (Musa acuminata Cavendish)

    Full text link
    Cavendish bananas have great potential and are widely cultivated and consumed by the community, both processed and raw. A good banana is a banana that is ripe while it is still on the tree, but many farmers pick the bananas when they are not ripe. The harvested fruit will ripen without ripening with uneven ripeness and the resulting color is not attractive, therefore ripening is carried out. The ripening materials used are gamal leaves and banana leaves because it contains ethylene which functions in the fruit ripening process and is free from chemicals. The purpose of this study was to determine and analyze the best type of ripening material for the quality of Cavendish Banana (Musa acuminata Cavendish). The method used was the Completely Randomized Design experimental method with 1 factor, namely the type of ripening material such as gamal leaves and banana leaves. The ratio of gamal leaves used was 30%, 40%, and 50%, while the ratio of banana leaves was 30%, 40%, and 50%. Based on the results of the study, the ripening material had a significant effect on the quality of Cavendish Bananas. The ratio of gamal leaves of 50% is the best ripening material for the quality of Cavendish Bananas with a weight loss value of 1.035%, hardness of 31.328 (N/cm2), total dissolved solids of 12.936°Brix, water content of 71.674%, color (light) of 22.661, and color (hue) of 37.934.Pisang Cavendish memiliki potensi yang besar dan banyak dibudidayakan serta dikonsumsi oleh masyarakat, baik yang diolah maupun mentah. Pisang yang baik adalah pisang yang matang saat masih berada di pohon, akan tetapi banyak para petani melakukan pemetikan pada saat buah pisang tersebut masih belum matang. Buah yang sudah dipanen akan matang tanpa pemeraman dengan kematangan yang tidak seragam dan warna yang dihasilkan tidak menarik, maka dari itu dilakukan pemeraman. Bahan pemeram yang digunakan yaitu daun gamal dan daun pisang karena mengandung etilen yang berfungsi dalam proses pematangan buah dan bebas dari bahan kimia. Tujuan dari Penelitian ini untuk menentukan dan menganalisis jenis bahan pemeram terbaik terhadap mutu buah Pisang Cavendish (Musa acuminata Cavendish). Metode yang digunakan adalah metode eksperimen Rancangan Acak Lengkap 1 faktor yaitu jenis bahan pemeram yang terdiri dari daun gamal dan daun pisang. Rasio daun gamal yang digunakan 30%, 40%, dan 50%, sedangkan rasio daun pisang yaitu 30%, 40%, dan 50%. Berdasarkan hasil penelitian, bahan pemeram berpengaruh nyata terhadap mutu Pisang Cavendish. Rasio daun gamal 50% merupakan bahan pemeram terbaik terhadap mutu Pisang Cavendish dengan perolehan nilai susut bobot yaitu 1,035%, kekerasan 31,328 (N/cm2), total padatan terlarut 12,936°Brix, kadar air 71,674%, warna (light) 22,661, dan warna (hue) 37,934

    PENDUGAAN MUTU BIJI KEDELAI BERDASARKAN SIFAT AKUSTIK PADA VARIASI TINGKAT KADAR AIR

    Full text link
    This study aims to estimate the quality of soybean seeds based on their acoustic properties at different moisture content levels as a rapid and non-destructive evaluation method. An experimental setup was developed using a sorting machine equipped with a microcontroller and an LM393 sound sensor to capture acoustic signals generated from the impact of soybean seeds on a reflector plate. The tested moisture contents were 10.65%, 13.65%, 16.65%, 19.65%, and 22.65%, in accordance with the SNI 01-3922-1995 standard. The results indicated that moisture content significantly affected the acoustic response of soybean seeds. As the moisture content increased, the detected acoustic voltage decreased. At the lowest moisture level (10.65%), the average amplitude was 3.617 mV, whereas at the highest moisture level (22.65%), it decreased to 3.135 mV. This reduction is attributed to the increase in seed elasticity (Modulus of Elasticity, MOE) caused by water absorption, which elevates the sound absorption coefficient and consequently reduces the propagation velocity of sound waves within the seeds. Statistical analysis confirmed that the differences in acoustic values among moisture levels were significant (P < 0.05). These findings suggest that acoustic properties can serve as an effective indicator for assessing soybean seed quality based on moisture content variation. Keywords: acoustics; amplitude; moisture content; soybean.Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pendugaan mutu biji kedelai berdasarkan sifat akustik pada variasi tingkat kadar air sebagai metode evaluasi mutu yang cepat dan nondestruktif. Sistem pengujian menggunakan mesin sortasi yang dilengkapi mikrokontroler dan sensor suara LM393 untuk menangkap sinyal akustik hasil tumbukan biji kedelai terhadap plat pantul. Variasi kadar air yang diuji adalah 10,65%, 13,65%, 16,65%, 19,65%, dan 22,65%, sesuai standar penentuan kadar air pada SNI 01-3922-1995. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air memberikan pengaruh signifikan terhadap nilai akustik yang dihasilkan. Semakin tinggi kadar air, semakin rendah tegangan akustik yang terdeteksi. Pada kadar air terendah (10,65%), rata-rata nilai amplitudo sebesar 3.617 mV, sedangkan pada kadar air tertinggi (22,65%), nilai amplitudo tersebut menurun hanya sebesar 3.135 mV. Penurunan ini disebabkan oleh meningkatnya elastisitas (Modulus of Elasticity/MOE) kedelai akibat absorbsi air yang menyebabkan koefisien penyerapan suara meningkat. Kondisi tersebut menurunkan kecepatan rambat gelombang suara di dalam biji kedelai, sehingga biji dengan kadar air lebih tinggi menghasilkan nilai akustik yang lebih rendah. Analisis statistik membuktikan bahwa perbedaan nilai akustik antar kadar air signifikan (P<0,05), sehingga sifat akustik dapat digunakan sebagai indikator yang efektif untuk menduga mutu biji kedelai berdasarkan perbedaan tingkat kadar air. Kata kunci — akustik, amplitudo, kadar air, kedelai

    SMART PACKAGING DARI LIMBAH CAIR TAHU (WHEY) DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.) SEBAGAI INDIKATOR

    Full text link
    Kemasan pangan berfungsi untuk menjaga kualitas makanan dan memperpanjang umur simpan dari produk yang ada didalamnya. Fitur Kemasan pangan yang ada saat ini pada umumnya tidak dapat memberikan informasi yang akurat kepada konsumen mengenai kerusakan pangan. Kekurangan ini dapat diatasi dengan mengembangkan teknologi kemasan pintar (smart packaging). Smart packaging dapat dibuat dari polimer alami yang terbuat dari limbah cair tahu dengan penambahan antosianin alami yaitu ekstrak bunga telang sebagai indikator. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan ekstrak bunga telang sebagai indikator dalam produksi smart packaging. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan variasi ekstrak bunga telang sebagai indikator kemasan. Smart packaging yang terbentuk dilakukan pengamatan fisik, kimia, mekanik dan aplikasinya sebagai pengemasan tahu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan ekstrak bunga telang memberikan pengaruh nyata terhadap sifat fisik dan mekanik label indikator. Perlakuan terbaik yaitu pada penambahan ekstrak bunga telang dengan konsentrasi 7% dengan rata-rata nilai ketebalan 0,14 mm, daya serap air 23,20%, kekuatan tarik 0,13 MPa dan Nilai elongasi 15,85%. Smart packaging dalam bentuk film indikator yang dirancang mampu mendeteksi kerusakan pada tahu yang dikemas

    ANALISIS KEHILANGAN MINYAK (OIL LOSSES) DI EMPTY BUNCH MENGGUNAKAN ALAT BUNCH PRESS DI PT. PQRS

    Full text link
    PKS PT. PQRS merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pengolahan kelapa sawit. Produk yang dihasilkan adalah Crude Palm Oil (CPO). Tujuan Penelitian ini adalah menguraikan proses pengolahan (CPO) dan menganalisa kehilangan minyak (Oil Losses) pada janjang kosong (Empty Bunch) dari hasil Bunch Press. Teknik pengumpulan data dilakukan seperti observasi, wawancara dan studi pustaka. Penelitian dilakukan pada bulan November 2023, dengan hasil analisa check sheet terdapat persentase kehilangan minyak yang melewati standar perusahaan. Pada hasil analisa control chart terdapat kehilangan minyak paling tinggi yaitu 0,54% yang melewati dari standar perusahaan (0,25%) tetapi berada dalam batas kendali. Adapun faktor yang mempengaruhi kehilangan minyak tinggi yaitu pada faktor manusia, TBS dan mesin

    260

    full texts

    271

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Teknologi Pertanian Andalas
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇