PUSTAKALOKA: Jurnal Kajian Informasi & Perpustakaan
Not a member yet
    229 research outputs found

    Analisis Perilaku Pemustaka UPA Perpustakaan Universitas Jember dalam Menggunakan Aplikasi Unejdigilib

    No full text
    Abstract: Universitas Jember (UNEJ) Library is a university library that has implemented digital library principles which also pays attention to the provision of digital collections, both paid and open access. One of the available digital collections is the UnejDigiLib application which provides access to e-books. This study aims to describe the behavior of UNEJ Library users in using the UnejDigiLib application. The research method used is descriptive qualitative. The research population is UNEJ Library users, while the sample is taken from users who actively use the UnejDigiLib application. Data were taken from observations and interviews with 4 research subjects. The results showed that in using the UnejDigiLib application, users browsed for the desired title via the internet, used the search field to enter the desired title keywords, looked for other titles if the title they wanted was not found, read and noted down the important parts, and recommends the UnejDigiLib application to friends. Keywords university library; digital library; e-book application; UnejDigiLib; user behavior. Abstrak: UPA Perpustakaan Universitas Jember (UNEJ) adalah perpustakaan perguruan tinggi yang telah menerapkan prinsip-prinsip perpustakaan digital dengan memperhatikan penyediaan koleksi digital baik yang berbayar maupun akses terbuka (open access). Salah satu koleksi digital tersebut yaitu aplikasi UnejDigiLib yang menyediakan akses e-book. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku pemustaka UPA Perpustakaan UNEJ dalam menggunakan aplikasi UnejDigiLib. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Populasi penelitian merupakan pemustaka UPA Perpustakaan UNEJ, sedangkan sampel diambil dari pemustaka yang aktif menggunakan aplikasi UnejDigiLib. Data diambil dari observasi dan wawancara dengan 4 orang subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam menggunakan aplikasi UnejDigiLib, pemustaka melakukan browsing judul yang diinginkan melalui internet, memanfaatkan kolom search untuk memasukkan kata kunci judul yang diinginkan, mencari judul lain bila judul yang mereka kehendaki tidak ditemukan, membaca dan mencatat bagian-bagian penting, dan merekomendasikan aplikasi UnejDigiLib kepada teman. Kata Kunci : perpustakaan perguruan tinggi; perpustakaan digital; aplikasi e-book, UnejDigiLib; perilaku pemustaka

    Kebutuhan Informasi Narapidana Narkotika dalam Proses Rehabilitasi Sosial di Lembaga Permasyarakatan Kelas I Tangerang

    No full text
    Abstract: Drugs abuse occurs based on the awareness of the perpetrator. Understanding of narcotics, legal norms, and even knowledge about oneself is the cause of narcotics abuse. Library materials can be a means in the rehabilitation process for narcotics prisoners in Correctional Institutions. This study employs descriptive method with qualitative approach, the main objective of this study is to find out   information needs of narcotics inmates at Tangerang Class I Penitentiary. As for the data collection technique, the researcher uses observations, interviews with seven informants, and documentation in order to obtain the data. The results shows that reason of drugs abuse is caused by three factors, i.e. personality factors, educational factors, and spanning population factors. Narcotic inmates need information with subjek fiction, religious, and general. Currently, the procurement of library materials in library is obtained only through grants from the National Library and the Regional Library of Tangerang City. The results of this study can be used as reference for conducting library books and library activities in the Library of Tangerang Class I Penitentiary in Tangerang.Keywords: information needs; narcotics inmates; social rehabilitation; Tangerang class I penitentiaryAbstrak: Penyalahgunaan narkotika terjadi berdasarkan kesadaran pelaku. Pemahaman mengenai narkotika, norma hukum, bahkan pengetahuan mengenai diri sendiri menjadi penyebab penyalahgunaan narkotika. Bahan perpustakaan dapat menjadi sarana dalam proses rehabilitasi narapidana narkotika di Lembaga Permasyarakatan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang bertujuan mengetahui jenis kebutuhan informasi narapidana narkotika di Lembaga Permasyarakatan. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah observasi, wawancara dengan tujuh informan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan penyebab penyalahgunaan narkotika terdiri dari tiga faktor, yaitu kepribadian, pendidikan, dan populasi yang rentan. Narapidana narkotika membutuhkan informasi dengan subjek fiksi, agama, dan umum. Saat ini pengadaan bahan perpustakaan hanya melalui hibah dari Perpustakaan Nasional dan Perpustakaan Daerah Kota Tangerang dan belum menyesuaikan dengan kebutuhan pemustaka. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan referensi dalam kegiatan pengadaan bahan perpustakaan dan kegiatan perpustakaan di Perpustakaan Lembaga Permasyarakatan Kelas I Tangerang.Kata kunci: narapidana narkotika; rehabilitasi sosial; Lembaga Permasyarakatan Kelas I Tangerang

    Layanan Perpustakaan Hybrid di Universitas Muhammadiyah Ponorogo dan Universitas Darussalam Gontor Ponorogo

    No full text
    Abstract: The new wave of digitalization has had a significant external impact on various sectors. The shift from a manual service system to a digital service system is among the impacts of this digitalization wave. One of the sectors affected by the new wave of digitalization is education, especially library services. Libraries, as literature providers, must adapt to these conditions to protect their users. This article aims to identify and analyze hybrid library services at Islamic universities in Ponorogo. The research method in this article used a qualitative approach with a multi-case design. Research data was collected through interviews, observation, and documentation. Research analysis was carried out in two stages: single and cross-case. The analysis in this research used Miles Huberman's steps, which consist of data condensation, data display, and conclusion. This research concludes that Islamic universities in Ponorogo have transformed from conventional services to hybrid services. Hybrid services are a combination of conventional and digital services. So, both digitalization and humanism aspects are applied to library services.  Keywords: Digital era, Hybrid Library, Islamic University; Library Services Abstrak: Gelombang baru digitalisasi membawa dampak yang luar biasa besar pada berbagai sektor. Diantara dampaknya yaitu beralihnya dari sistem layanan manual ke sistem layanan digital. Tidak terkecuali pada sektor pendidikan yang merupakan salah satu sektor yang bergerak dalam bidang layanan jasa. Diantara layanan jasa yang ada pada sektor pendidikan yaitu layanan perpustakaan. Perpustakaan sebagai penyedia layanan dalam hal kepustakaan harus mengadaptasikan diri agar tidak ditinggalkan oleh penggunanya. Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi sekaligus menganalisis layanan perpustakaan hibrida yang ada di perguruan tinggi Islam Ponorogo. Metode penelitian pada artikel ini berpendekatan kualitatif dengan desain multi kasus. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis dilakukan dua tahap yaitu analisis dalam satu kasus  dan analisis lintas kasus dengan menggunakan langkah-langkah dari Miles Huberman yang terdiri dari kondensasi data, display, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa layanan hibrida perpustakaan Universitas Muhammadiyah Ponorogo dan Universitas Darussalam Gontor Ponorogo adalah hibrida humanistik. Digitalisasi sebagai ciri perkembangan iptek berimplikasi pada variasi layanan yang diberikan seperti layanan teknis, pemustaka/user, layanan teknologi informasi/hardware software, layanan tata usaha, dan layanan 4P. Sedangkan sisi humanisme yang merupakan ruh dari layanan berimplikasi pada loyalitas pemustaka untuk selalu menggunakan layanan yang tersedia. Kata Kunci: Era Digital; Layanan Perpustakaan; Perguruan Tinggi Islam; Perpustakaan HibridaAbstrak: Gelombang baru digitalisasi membawa dampak yang luar biasa besar pada berbagai sektor. Tidak terkecuali pada sektor pendidikan yang merupakan salah satu sektor yang bergerak dalam bidang layanan jasa. Diantara layanan jasa yang ada pada sektor pendidikan yaitu layanan perpustakaan. Perpustakaan sebagai penyedia layanan dalam hal kepustakaan harus mengadaptasikan diri agar tidak ditinggalkan oleh penggunanya. Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi sekaligus menganalisis layanan perpustakaan hibrida yang ada di perguruan tinggi islam Ponorogo. Metode penelitian pada artikel ini berpendekatan kualitatif dengan desain multi kasus. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis dilakukan dua tahap yaitu analisis dalam satu kasus  dan analisis lintas kasus dengan menggunakan langkah-langkah dari Miles Huberman yang terdiri dari kondensasi data, display, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa perguruan tinggi islam di Ponorogo telah mentransformasikan diri dari layanan konvensional ke layanan hibrida. Layanan hibrida merupakan perpaduan antara layanan yang bersifat konvensional dan digital. Sehingga sisi-sisi digital sudah terimplementasikan namun sisi-sisi humanisme masih terjaga dengan baik

    Peran Perpustakaan dalam Meningkatkan Budaya Literasi Mahasiswa PAI di Universitas Ahmad Dahlan

    No full text
    Abstract: The purpose of this research is to determine the role of the library in increasing the literacy culture of Islamic Religious Education students at Ahmad Dahlan University Yogyakarta, starting from an overview of the literacy culture of Islamic Religious Education students, then the efforts of the library in improving literacy culture as well as the inhibiting and supporting factors influencing the efforts of the library in improving the literacy culture of Islamic Religious Education students. Qualitative methods with a case study approach orCase Studies, The samples in this study were from campus 4 and campus 6 library staff as well as 8 Islamic Religious Education students of Jogja and Wates in 2019-2022. The results of the research shows that the role of the library in increasing the literacy culture is as a mediator and facilitator who provides programs and services so that it can support literacy cultural activities in the library but the cultural description of literacy of Islamic Religious Education students in 2022 is still classified as This can be proven through the intensity of visits by Islamic Religious Education students, namely only around 3-4 students out of a total of 932 Islamic Religious Education students from the 2019-2022 class and student interest in utilizing library services and programs in enhancing the literacy culture presented by the library has not done it optimally. The supporting factors are the procurement of relevant library materials and the inhibiting factors that exist in students, namely the lack of motivation and enthusiasm.Keywords : Library, Culture of Literacy, Islamic Religious Education Students Abstrak: Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui peran perpustakaan dalam meningkatkan budaya literasi mahasiswa Pendidikan Agama Islam di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, mulai dari gambaran budaya literasi mahasiswa Pendidikan Agama Islam, kemudian upaya perpustakaan dalam meningkatkan budaya literasi serta faktor penghambat dan faktor pendukung yang mempengaruhi upaya perpustakaan dalam meningkatkan budaya literasi mahasiswa Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus atau Case Studies. Sampel dalam penelitian ini berasal dari staf perpustakaan kampus 4 dan kampus 6 serta 8 mahasiswa Pendidikan Agama Islam Jogja dan Wates Tahun 2019-2022. Hasil dari penelitian yang dilaksanakan menunjukkan bahwa peran perpustakaan dalam meningkatkan budaya literasi mahasiswa Pendidikan Agama Islam di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta ialah sebagai mediator dan fasilitator yang menyediakan program dan layanan sehingga dapat mendukung kegiatan budaya literasi di perpustakaan namun gambaran budaya literasi mahasiswa Pendidikan Agama Islam pada tahun 2022 masih tergolong rendah hal ini dapat dibuktikan melalui intensitas kunjungan mahasiswa Pendidikan Agama Islam yaitu hanya berkisar 3-4 mahasiswa dari jumlah 932 mahasiswa Pendidikan Agama Islam Angkatan Tahun 2019-2022 dan minat mahasiswa dalam memanfaatkan layanan dan program perpustakaan dalam meningkatkan budaya literasi yang disajikan oleh pihak perpustakaan belum dilakukan secara maksimal. Adapun faktor pendukung berupa pengadaan bahan pustaka yang relevan serta faktor penghambat yang ada pada mahasiswa yaitu kurangnya motivasi dan semangat.Kata Kunci : Perpustakaan, Budaya Literasi, Mahasiswa PAI

    Praktik Literasi Digital dalam Membangun Literasi Akademik: Studi di UPT Perpustakaan Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

    No full text
    Abstract: This research examines students' digital literacy practices in developing academic literacy while they are studying with online, offline, or blended methods. It uses a qualitative method with a case study approach to explore experiences, feelings, and also the development of certain phenomena during the Covid 19 pandemic occured. The main data collection was obtained from observations, documents, in-depth interviews with informants who had used UIN Walisongo central library information services, and students’written asignments. The results show that they have expertise in digital literacy or are called literate in using tools or applications used in lectures. They don't find it difficult to adapt to all tools. Evidently, they can dig up sources of scientific information provided by libraries or other sources. Student expertise in mastering digital literacy is crucial to have academic literacy skills. This is very justified because the strengthening of academic literacy skills is supported by mastery of digital literacy. However, their academic literacy related to scientific writing skills is problematic. This is indicated by the tendency of the percentage of similarity check results to be divided into two major groups, namely the range of 0 to 7% and 47 to 99%.Keywords: academic libraries, McClelland theory of motivation; Zotero class;Abstrak: Penelitian ini mengkaji praktik literasi digital mahasiswa dalam mengembangkan literasi akademik selama mereka belajar dengan metode daring, luring, atau blended. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk mengeksplorasi pengalaman, perasaan, dan juga perkembangan fenomena tertentu selama pandemi Covid 19 terjadi. Pengumpulan data utama diperoleh dari observasi, dokumen, wawancara mendalam terhadap informan yang pernah menggunakan layanan informasi perpustakaan pusat UIN Walisongo, dan tugas tertulis mahasiswa. Hasilnya menunjukkan bahwa mereka mempunyai keahlian dalam literasi digital atau disebut literate dalam menggunakan alat atau aplikasi yang digunakan dalam perkuliahan. Mereka tidak merasa kesulitan untuk beradaptasi dengan segala alat. Terbukti, mereka bisa menggali sumber informasi ilmiah yang disediakan perpustakaan atau sumber lainnya. Keahlian mahasiswa dalam menguasai literasi digital sangat penting dalam konteks kemampuan literasi akademik. Hal ini sangat beralasan karena penguatan kemampuan literasi akademik ditopang oleh penguasaan literasi digital. Namun literasi akademik mereka terkait keterampilan menulis ilmiah masih bermasalah. Hal ini ditunjukkan dengan kecenderungan persentase hasil pemeriksaan kemiripan terbagi menjadi dua kelompok besar yaitu rentang 0 hingga 7% dan 47 hingga 99%.Kata kunci: kelas Zotero; perpustakaan perguruan tinggi; teori motivasi McClellan

    Lib Talk Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Sebagai Perluasan Jangkauan Layanan Referensi Melalui Teknologi

    No full text
    Abstract: LibTalk is a virtual reference service program offered by the National Library of Indonesia that uses virtual talks to give users with knowledge about specific collections of library science as well as information about librarianship.  This research employs a qualitative approach with a case study technique. The results of this research indicate that the success of the LibTalk program is driven by the behavior performance of librarians who are inclusive, approachable, ensure user engagement, carry out good information searches, and provide closure. This research also found that the sustainability of the LibTalk program requires commitment and support from resources and librarians. Therefore, the continuation of the LibTalk program is very necessary with the expansion of resource support and librarian. Keywords : LibTalk; reference services; virtual services; National Library of Republic Indonesia Abstrak: LibTalk merupakan salah satu program layanan referensi virtual yang disediakan Perpustakaan Nasional RI untuk memberikan informasi kepada pemustaka terkait koleksi khusus ilmu perpustakaan serta informasi mengenai kepustakawanan dalam bentuk diskusi virtual. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan program LibTalk didorong oleh perilaku pustakawan yang inklusif, mudah didekati, memastikan keterlibatan pemustaka, melakukan pencarian informasi yang baik, dan memberikan penutup. Penelitian ini juga menemukan bahwa keberlangsungan program LibTalk membutuhkan komitmen serta dukungan sumber daya dan tenaga pustakawan. Oleh karena itu, keberlanjutan program LibTalk sangat diperlukan dengan adanya perluasan dukungan sumber daya dan tenaga pustakawan. Kata Kunci : LibTalk; layanan referensi; layanan virtual; Perpustakaan Nasional R

    Komparasi Kebutuhan Informasi Penelitian Mahasiswa UIN Profesor K.H. Saifuddin Zuhri (Saizu) Purwokerto dan UIN K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Pekalongan

    No full text
    Abstract:: Students from UIN Saizu Purwokerto and UIN Gus Dur Pekalongan have a final assignment to prepare a thesis as a graduation requirement. The objectives of the research are to determine the level of research information needs of students at UIN Saizu Purwokerto, the level of information needs of UIN Gus Dur Pekalongan students, and a comparative study between the two. The research method used is quantitative, with a nonparametric data comparison test, namely the Mann-Whitney test. The results show that the level of research information needs of UIN Saizu students is 4.52 and UIN Gus Dur Pekalongan is 4.61 on a scale of 5. The Mann-Whitney Asymp. Sig. (2-tailed) test value of 0.380 indicates that there is no difference in the research information needs of students between UIN Saizu Purwokerto and UIN Gus Dur Pekalongan; both are equally high. This indicates that, although they come from two different universities, the students' information needs related to their thesis completion are relatively the same. This research can be a policy recommendation for reference services at the UIN Saizu Purwokerto Library and UIN Gus Dur Pekalongan. Keywords: thesis students; information need; library services; comparative study; reference services Abstrak: Mahasiswa UIN Saizu Purwokerto dan UIN Gus Dur Pekalongan mempunyai tugas akhir menyusun skripsi sebagai syarat kelulusan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kebutuhan informasi penelitian mahasiswa di UIN Saizu Purwokerto, tingkat kebutuhan informasi mahasiswa UIN Gus Dur Pekalongan, dan studi komparasi antara keduanya. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif, dengan uji komparasi data nonparametrik yaitu uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kebutuhan informasi penelitian mahasiswa UIN Saizu Purwokerto adalah 4,52 dan UIN Gus Dur Pekalongan 4,61 dalam skala 5. Uji beda Mann-Whitney Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,380 menunjukkan bahwa kebutuhan informasi penelitian mahasiswa antara UIN Saizu dan UIN Gus Dur Pekalongan tidak ada perbedaan, yaitu sama tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa, walaupun berasal dari dua universitas yang berbeda, kebutuhan informasi mahasiswa terkait penyelesaian skripsi mereka relatif sama. Penelitian ini dapat dijadikan sebagai rekomendasi kebijakan untuk layanan referensi di Perpustakaan UIN Saizu Purwokerto dan UIN Gus Dur Pekalongan. Kata kunci: kebutuhan informasi; layanan perpustakaan; layanan referensi; studi komparasi; skripsi mahasisw

    Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial Untuk Menciptakan Knowledge Society

    No full text
    Abstract: The existence of libraries as centers for empowerment and self-development is often overlooked by the community. Libraries need to undergo a transformation into social inclusion-based libraries, meaning they become part of creating a knowledge society, thus raising the quality of life for the community. This research aims to analyze the transformation of social inclusion-based libraries that can create a knowledge society. The research approach used is qualitative with a literature review.The results of this research show that the transformation of social inclusion-based libraries significantly contributes to creating a knowledge society through the activation of literacy culture among all segments of society. Literacy here is not only about reading, writing, and arithmetic skills but also involves cognitive skills that underpin an individual's ability to think critically and logically, enabling them to acquire knowledge that can be used to develop their potential and talents.With a basis in social inclusion, libraries can become open spaces for all layers of society, thus creating a knowledge society with two orientations: outcome orientation, which focuses on the impact of events in society, and service orientation, which places greater emphasis on the humanistic approach and social approach.Keywords : knowledge society; library ; social inclusion Abstrak: Keberadaan perpustakaan sebagai pusat pemberdayaan dan pengembangan diri masih seringkali dihiraukan keberadaannya oleh masyarakat. Perpustakaan harus melakukan transformasi menjadi perpustakaan berbasis inklusi sosial artinya menjadi bagian dalam menciptakan knowledge society sehingga taraf kehidupan masyarakat menjadi meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial yang dapat menciptakan knowledge society (masyarakat yang berpengetahuan). Adapun pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dengan tinjauan kepustakaan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial berkontribusi besar dalam menciptakan knowledge society melalui pengaktifan budaya literasi di semua kalangan. Literasi yang tidak hanya berupa kemampuan baca, tulis, dan hitung, akan tetapi juga memberikan kemampuan terkait aspek cognitive skills yang melandasi seseorang agar mampu berpikir kritis dan logis sehingga mempunyai pengetahuan yang dapat digunakan untuk mengembangkan potensi serta talenta mereka. Dengan basis inklusi sosial, perpustakaan mampu menjadi ruang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat sehingga menciptakan knowledge society dengan dua orientasi yaitu orientasi pada outcame (dampak) tertentu yang terjadi di masyarakat dan orientasi pelayanan yang lebih menekankan pada humanistic approach  dan social approach.Kata Kunci : inklusi sosial; knowledge society; perpustakaa

    Keterampilan Interpersonal sebagai Modal Kultural dalam Menghadapi Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial

    No full text
    Abstract: Interpersonal skills are one of the mandatory assets that librarians must have to be able to carry out the Social Inclusion-Based Library Transformation program, because in its concept, social inclusion is closely related to library relations with the community. This study aims to find out why interpersonal skills become cultural capital in the Social Inclusion-Based Library Transformation program. This research uses a literature review design which is carried out by reviewing, summarizing, and pouring the thoughts of researchers from several library materials such as books and journals. The result of this research is that so far the library has a program with a brilliant idea but it is not achieved well because of the librarian's inability to communicate it. Thus, interpersonal skills are very important The TPBIS program is carried out as planned. Based on Pierre Bourdieu's capital practice, there are four capitals to achieve goals, namely economic capital, cultural capital, social capital, and cultural capital. Interpersonal skills are cultural capital. With one cultural capital, he can automatically attract three other capitals because Bourdieu's capital practice has a butterfly effect that can bind the other three capitals. Keywords: Interpersonal skills; Librarian; Social Inclusion-Based Library Transformation; Cultural Capital. Abstrak: Keterampilan interpersonal merupakan salah satu modal wajib yang harus dimiliki pustakawan untuk dapat melaksanakan program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, karena dalam konsepnya, inklusi sosial sangat erat kaitannya dengan hubungan perpustakaan terhadap masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengapa keterampilan interpersonal menjadi modal kultural di dalam program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial. Penelitian ini menggunakan desain kajian literatur (literature review) yang dilakukan dengan cara mengulas, merangkum, dan menuangkan pemikiran peneliti yang berasal dari beberapa bahan pustaka seperti buku dan jurnal. Hasil dari penelitian ini adalah selama ini perpustakaan mempunyai program dengan ide brilian akan tetapi tidak tercapai dengan baik karena ketidakcakapan pustakawan di dalam mengkomunikasikannya. Maka, keterampilan interpersonal menjadi sangat penting agar Program TPBIS terlaksana sesuai rencana. Berdasarkan praktik modal Pierre Bourdieu terdapat empat modal untuk mencapai tujuan yakni modal ekonomi, modal kultural, modal sosial, dan modal kultural. Keterampilan interpersonal merupakan modal kultural. Dengan satu modal kultural, maka ia secara otomatis dapat menarik tiga modal lainnya karena praktik modal Bourdieu mempunyai butterfly effect yang mampu mengikat tiga modal lainnya.Kata Kunci: keterampilan interpersonal; pustakawan;  transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial; modal kultural

    Hubungan Minat Berkunjung Pemustaka terhadap tersedianya Fasilitas Teknologi Informasi di Telkom University Open Library

    No full text
    Abstract: The variety of information technology facilities available at Telkom University Open Library is one of the attractions of this library that attracts many users to visit. This study discusses the relationship between interest in visiting and information technology facilities at Telkom University Open Library. This study aimed to determine the availability of information technology facilities related to significance with the interest of visiting users to the Telkom University Open Library. This research is a quantitative research with a survey method. The sampling technique used Simple Random Sampling, with a total sample unit 153. This study used the Pearson Product Moment correlation test analysis method between variable interest in visiting and information technology facilities at Telkom University Open Library. The results obtained for almost all variables of information technology facilities have a significant relationship with interest in visiting the Telkom University Open Library. This place was chosen because the existing information technology facilities at the Telkom University Open Library are diverse and sophisticated compared to other university libraries, so the availability of information technology facilities can attract visitors to the Telkom University Open Library. Keywords: information technology facilities, interest in visiting libraries, Telkom University Open Library,  Abstrak: Beragamnya fasilitas teknologi informasi di Telkom University Open Library yang tersedia, menjadi salah satu daya tarik pemustaka untuk berkunjung ke perpustakaan ini. Penelitian ini membahas hubungan minat berkunjung terhadap fasilitas teknologi informasi pada Telkom University Open Library. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tersedianya fasilitas teknologi informasi sehubungan signifikansinya dengan minat berkunjung pemustaka ke Telkom University Open Library. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode survei. Teknik pengambilan sampel menggunakan Simple Random Sampling, dengan jumlah unit sampel sebanyak 153. Penelitian ini menggunakan metode analisis uji korelasi Pearson Product Moment, antara variabel hubungan minat berkunjung dengan fasilitas teknologi informasi Telkom University Open Library. Didapatkan hasil hampir semua variabel fasilitas teknologi informasi memiliki hubungan yang signifikan dengan minat berkunjung di Telkom University Open Library. Hal ini dikarenakan, fasilitas teknologi informasi yang ada pada Telkom University Open Library terbilang beragam dan canggih, dibandingkan dengan perpustakaan perguruan tinggi lain, sehingga tersedianya fasilitas teknologi informasi dapat menjadi daya tarik pemustaka untuk berkunjung ke Telkom University Open Library. Kata Kunci: fasilitas teknologi informasi, minat berkunjung perpustakaan, Telkom University Open Library

    0

    full texts

    229

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    PUSTAKALOKA: Jurnal Kajian Informasi & Perpustakaan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇