PUSTAKALOKA: Jurnal Kajian Informasi & Perpustakaan
Not a member yet
    229 research outputs found

    Distinction of Millennials and Generation Z Islamic Literacy: A Comparative Study of Reading Preferences at UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

    No full text
    Abstract: The characteristics of the generation are related to the side of Islamic behavior that they should adhere to. We can analyze the selection of literacy commonly used in studying Islam. However, the challenge is increasing the prevalence of various literacy that does not introduce tolerance and diversity, even leading to radicalism. Therefore, mapping the relationship between generation categories and literacy selection is used, especially in the Higher Education environment, considering its role as a center for knowledge development. Through the mixed method, this study tries to compare the use of literacy between 2 different generations, namely Millennial and Z, at UIN Sayyid Ali Rahmatullah. The results of this study show that first, Millennials tend to use gadgets to obtain Islamic knowledge compared to Generation Z, who prefer to learn Islam face-to-face or in person. Second, Gen Z finds less radical content than millennials, who show how their interest in the issue of radicalism is lower as a form of their apathy on the issue. Third, Gen Z is more acknowledging that they know what kind of Islamic content to avoid than Gen Y, but this is just a matter of the general meaning of their version of radicalism rather than specific to characters, books, or other sources that should be avoided.Keywords: Gen Z , Islamic literacy, MillennialAbstrak: Karakteristik generasi berhubungan dengan sisi perilaku keislaman yang seharusnya mereka anut. Hal itu bisa kita analisis pemilihan literasi yang biasa dipakai dalam mempelajari Islam. Namun demikian, tantangan saat ini mengarah pada makin maraknya berbagai literasi yang tidak memperkenalkan toleransi dan keberagaman bahkan mengarah pada radikal. Oleh karena itu, pemetaan hubungan antara kategori generasi dengan pemilihan literasi yang dipakai terutama di lingkungan Perguruan Tinggi, perlu dilakukan mengingat perannya sebagai pusat berkembangan pengetahuan. Melalui metode mix method, penelitian ini mencoba untuk membandingkan penggunaan literasi yang digunakan antara 2 generasi yang berbeda yaitu Millenial dan Z, di UIN Sayyid Ali Rahmatullah sebagai salah satu PTKIN terbesar di Indonesia. Hasil dari penelitian ini menunjukkan yaitu pertama, milenial memang cenderung suka menggunakan gadget dalam memperoleh pengetahuan keislaman dibanding generasi Z yang lebih menyukai belajar islam via tatap muka atau langsung. Kedua, Gen Z lebih jarang menemukan konten yang berbau radikal dibanding milenial dimana menunjukkan bagaimana ketertarikan mereka terhadap isu radikalisme lebih rendah sebagai wujud apatisme mereka pada isu tersebut. Ketiga, Gen Z lebih mengakui bahwa mereka tahu konten keislaman seperti apa yang harus dihindari dibanding Gen Y, akan tetapi hal ini hanya sekedar secara umum arti radikal versi mereka bukan spesifik pada tokoh, buku ataupun sumber lainnya yang seharusnya dihindari.Kata Kunci: Gen Z, Literasi keislaman, Milenial,

    Analisis Penggunaan Google Drive dalam Manajemen Informasi di Kantor Villa

    No full text
    Abstract: This study aims to determine the use of Google Drive in information management at the villa office. In this study, a survey research method was used with a quantitative approach to see user satisfaction in using Google Drive with the End User Computing Satisfaction (EUCS) model. The study population used all office members at one of the villa managers in Bali, totaling 34 people and was then said to be a saturated sample. In testing the data analysis using multiple linear regression analysis, testing the hypothesis using the F test and t test. The research results show that three of the five independent variables influence user satisfaction, including accuracy, ease of use and timeliness with a satisfaction level above 80%. Users prefer and accept applications that are easy to use with accuracy and timeliness in accessing Google Drive.Keywords: Google Drive; information management; utilizationAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan Google Drive dalam manajemen informasi di kantor villa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian survei dengan pendekatan kuantitatif untuk melihat kepuasan pengguna dalam menggunakan Google Drive dengan model End User Computing Satisfaction (EUCS). Populasi penelitian menggunakan seluruh anggota kantor di salah satu pengelola villa di Bali yang berjumlah 34 orang dan selanjutnya dikatakan sebagai sampel jenuh. Uji analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis regresi linear berganda, pengujian hipotesis menggunakan Uji F dan Uji t. Hasil penelitian diketahui bahwa, tiga dari lima variabel bebas berpengaruh terhadap kepuasan pengguna diantaranya variabel accuracy/akurasi, ease of use/kemudahan penggunaan dan timeliness/ketepatan waktu dengan tingkat kepuasan diatas 80%. Pengguna lebih memilih dan menerima aplikasi yang mudah digunakan dengan keakuratan dan ketepatan waktu dalam mengakses Google Drive. Kata Kunci: Google Drive; manajemen informasi, penggunaa

    Pergeseran Bentuk Layanan Perpustakaan dan Peran Pustakawan Dalam Konsep Libraries Without Walls

    No full text
    This research’s objective is to explains what impact libraries without walls have in library service and role of librarian. The research is qualitative research with literature study as the method. The results of the study revealed that several distance services emerged such as digital collection services, online collection searches, online webinars, dissemination of information and library news through social media and special services owned by certain libraries such as independent uploading for scientific works by users services and online plagiarism check services as well as the role of librarians in the concept of libraries without walls such as conventional roles, educators and influencers to increase literacy, technical librarians, and embedded librarians

    Visualisasi Data Sebagai Layanan Perpustakaan dalam Membantu Pertumbuhan Ekonomi

    No full text
    Data visualization is a series of data processing processes that produce information in a dynamic visual form. Many libraries around the world have embraced data visualization as a decision-making tool to assist them in making key decisions, but few have discussed the possibilities for libraries to employ this technology to help their users' economic growth. The closeness to life in the library, the opportunities for libraries as services based on social inclusion, as well as the challenges that arise for librarians are discussed in this article. The method used is a literature study of literature sources related to data visualization, business, libraries, and librarian competencies. The result is that the concept of data visualization resembles daily activities in the library, namely repackaging information and making statistics. Data visualization aids librarians in transforming data into actionable information for decision-making and serving it to users. Data visualization opens up opportunities for libraries to be used as services based on social inclusion to help the economic growth of their users. The challenge for librarians is the limited skillsets for this technology. To develop their skills, librarians are urged to enroll in education and training programs

    Literasi Informasi Ditinjau Dari Perspektif Generasi Z Di Kota Bandung

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara-cara yang efektif dalam meningkatkan kemampuan literasi informasi yang dilihat melalui perspektif Generasi Z di Kota Bandung. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Dengan teknik pengambilan data melalui studi literatur dan kuesioner yang berupa online survey berdasarkan prinsip non-probability sampling, khususnya yakni gabungan dari voluntary sampling dan purposive sampling. Responden berjumlah sebanyak 12 orang dan dikategorikan sebagai Generasi Z yang berdomisili di Kota Bandung. Hasil dari penelitian ini ialah ditemukannya 7 cara dalam meningkatkan kemampuan literasi informasi (1) mencari sumber informasi yang terpercaya, (2) melakukan verifikasi terhadap sumber informasi, (3) membaca informasi secara utuh, (4) menganalisis informasi secara teliti, kritis, dan logis, (5) mencari sumber informasi tambahan, (6) membandingkan seluruh sumber informasi yang didapat, dan (7) bertanggung jawab terhadap penyebaran informasi. Terdapat pula temuan lain yang menunjukkan bahwa hampir seluruh responden cenderung lebih sering menggunakan dan menyenangi informasi dalam bentuk digital, dibandingkan dengan informasi yang berasal dari media-media yang bersifat konvensional

    Analisis Pengaruh Kualitas Web Perpustakaan Universitas Udayana Terhadap Kepuasan Pengguna Menggunakan Webqual 4.0

    No full text
    Web perpustakaan Universitas Udayana berfungsi sebagai media informasi, penyedia koleksi digital, promosi perpustkaan serta bermanfaat untuk meningkatkan daya saing global. Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh dari kualitas Web Perpustakaan Universitas Udayana terhadap kepuasan pengguna. Metode yang digunakan yaitu kuantitatif dan untuk pengumpulan data menggunakan teknik survey berbasis kuesioner. Survey menggunakan kuesioner yang disebar ke 100 orang berdasarkan perhitungan menggunakan rumus slovin. Responden merupakan mahasiswa yang pernah mengakses web Perpustakaan Universitas Udayana. Kuesioner dibuat berdasarkan konsep dari WebQual 4.0 dengan tiga kategori pengukuran meliputi usability, kualitas informasi serta kualitas interaksi. Dari ketiga kategori tersebut akan dipecah menjadi 20 butir pertanyaan yang akan menjadi pegangan peneliti untuk melakukan survey. Data yang dikumpulkkan diolah dan dianalisis dengan bantuan aplikasi SPSS. Berdasarkan hasil perhitungan yang didapat maka variabl Information quality, Interaction quality dan usability memilki pengaruh signifikan terhadap kepuasan pengguna. Indikator dari variabel usability yaitu penambahan pengetahuan dari web perpustakaan memiliki nilai paling tinggi yaitu sebesar 83%. Prioritas peningkatan dan perbaikan yaitu pada indikator tampilan web perpustakaan dengan nilai sebesar 54%. Sehingga perlu dilakukan peningkatan pada sisi tampilan web Perpustakaan Universitas Udayana karena indikator tersebut memiliki nilai paling kecil dan berpengaruh pada kepuasan pengguna

    Peran Perpustakaan Perguruan Tinggi dalam Lingkup Komunikasi Ilmiah

    No full text
    Scholarly communication occurs fundamentally in college environment. Aim research is knowing how to role of library in scholarly communication which happened in college environment. This research using descriptive methods with qualitative approach, data collection with documentation technique. Libraries are expected gain further role about scholarly communication. This research intended for academic libraries, to be more understanding about their perspective role in scholarly communication

    Representasi Kepustakawanan Dalam Film Se7en (1995)

    No full text
    Penelitian mengenai representasi fungsi dan nilai dari kepustakawanan dapat dikaji melalui analisis wacana, salah satunya melalui media film. Salah satu film yang memiliki nilai kepustakawanan adalah film Se7en. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi bagaimana peran perpustakaan, peran pustakawan, posisi pemustaka dan nilai informasi yang digunakan dalam permasalahan yang diangkat dalam cerita film. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis wacana pada film. Proses analisis data menggunakan metode semiotik Roland Barthes yang membagi tiga hal utama yaitu makna denotatif, konotatif dan mitos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi perpustakaan dalam film ini meliputi peran perpustakaan sebagai tempat dalam mencari informasi dan penegakkan hukum. Sementara itu pustakawan dalam film ini digambarkan sebagai sosok yang tidak memiliki kewenangan dalam perlindungan data pemustakanya. Sementara itu informasi yang bersifat privasi dapat diperjualbelikan meskipun harus melanggar kode etik yang berlaku. Penelitian ini bermanfaat untuk mengetahui perkembangan perpustakaan dan pustakawan dalam konteks sosial di masyarakat

    Urgensi Personal Branding Pada Profesi Pustakawan

    No full text
    This paper explores the benefits and urgency of personal branding in the librarian profession. Through library research methods that use descriptive, interpretive, and reflective data analysis, the researchers find and present the concept of the librarian's business in confirming the role and benefits of the job in responding to various challenges in the era of disruption. The challenges and work dynamics that arise from different communication technologies require librarians to have good personalities always to learn, change, and develop. The success of librarians in serving the community's information needs and the use of media in delivering various information in the library will be a positive personal branding and further confirm the benefits and urgency of librarians in the era of the industrial revolution 4.0.Tulisan ini bertujuan untuk mengupas manfaat dan urgensi personal branding pada profesi pustakawan. Melalui metode penelitian pustaka yang menggunakan analisis data deskriptif, interpretatif dan reflektif, penulis menemukan dan  menyajikan konsep mengenai usaha pustakawan dalam meneguhkan peran dan manfaat profesi dalam menjawab berbagai tantangan di era disrupsi. Tantangan dan dinamika kerja yang muncul sebagai akibat pemanfaatan berbagai teknologi komunikasi mengharuskan pustakawan untuk memiliki kepribadian yang baik agar dapat selalu belajar, berubah, dan berkembang. Keberhasilan pustakawan dalam melayani kebutuhan informasi masyarakat, serta pemanfaatan media dalam men-deliver berbagai informasi yang ada di perpustakan akan menjadi positive personal branding dan semakin meneguhkan manfaat serta urgensi pustakawan di era revolusi industry 4.

    Divisi Content Creator Dalam Mendukung Inovasi Layanan Digital Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

    No full text
    This study aims to provide an overview of the formation of the content creator division (Librarian) in the UMY Library, what steps are taken to develop the creativity of content creator librarians and the content that has been produced to support digital service innovation. The method used in this research is descriptive qualitative. The results show that the efforts made at the UMY library in order to develop librarian creativity include; through the implementation of video editing workshops, workshops on using Canva, participating in library promotion training, participating in webinars with similar topics. The librarian's innovative products in creating digital content include various videos, podcasts, website creation for Indonesian librarian organizations, TikTok content, Instagram, Youtube and other social media services. The variety of products produced proves that UMY librarians are able to innovate in line with the needs and developments of the times through developing the competence of librarians as content creators

    0

    full texts

    229

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    PUSTAKALOKA: Jurnal Kajian Informasi & Perpustakaan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇