PUSTAKALOKA: Jurnal Kajian Informasi & Perpustakaan
Not a member yet
    229 research outputs found

    PENGARUH WRITING ANXIETY DAN WRITING SELF-EFFICACY TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS AKADEMIK MAHASISWA

    No full text
    Writing plays a crucial role in student success in college, although some individuals experience difficulties in writing coherent academic texts for scientific work. Among the challenges, anxiety and self-efficacy contribute to the writing process. This study aims to determine the effect of writing anxiety and writing self-efficacy on students' academic writing skills in nine faculties at UIN Sunan Ampel Surabaya. This research employed a quantitative approach, with a population of undergraduate students from the 2022-2024 intake. Proportional stratified random sampling was used for sampling. Data were collected using an online questionnaire and a literature review. Data were analyzed using statistical tests with SPSS version 25, including validity, reliability, normality, multicollinearity, heteroscedasticity, and multiple linear regression. The results showed that writing anxiety had a negative and insignificant effect on academic writing skills (p = 0.361 > 0.05). Writing self-efficacy had a positive and significant effect on academic writing ability (0.00 < 0.05). Simultaneously, both independent variables contributed 79.6% to students' academic writing ability. These findings indicate that writing self-efficacy significantly influences academic writing ability, while writing anxiety does not show a significant individual effect.Menulis memiliki peran penting dalam keberhasilan mahasiswa di perguruan tinggi, meskipun dalam praktiknya sebagian individu mengalami kesulitan dalam menulis teks komprehensif suatu karya ilmiah. Di antara kendala yang ada, ditemukan bahwa kecemasan dan efikasi diri (self-efficacy) turut memberikan kontribusi dalam proses menulis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh writing anxiety dan writing self-efficacy terhadap kemampuan menulis akademik mahasiswa di sembilan fakultas yang ada di UIN Sunan Ampel Surabaya. Metode penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dengan populasi mahasiswa jenjang sarjana angkatan 2022-2024. Pengambilan sampel yaitu dengan menggunakan proportional stratified random sampling sebagai teknik sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner online dan studi pustaka. Analisis data dilakukan dengan melakukan uji statistik dengan menggunakan SPSS versi 25, yang terdiri dari uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas dan uji regresi linier berganda. Hasil menunjukkan bahwa writing anxiety berpengaruh negatif namun tidak signifikan secara statistik terhadap kemampuan menulis akademik (p = 0,361 > 0,05). Writing self-efficacy berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan menulis akademik (0,00 < 0,05). Secara simultan, kedua variabel independen berkontribusi sebesar 79,6% terhadap kemampuan menulis akademik mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa writing self-efficacy berpengaruh signifikan terhadap kemampuan menulis akademik, sedangkan writing anxiety tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan secara individual

    FAKTOR-FAKTOR YANG MENDORONG PEMANFAATAN JURNAL ELEKTRONIK DI UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

    No full text
    The purpose of this study is to identify the factors influencing the utilisation of electronic journals subscribed to by Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), with the aim of optimising their use and ensuring that institutional investments generate commensurate benefits. This study employed a quantitative research design using a survey method. The population consists of all UNY students, from diploma 4 to doctoral levels. The total number of UNY students is approximately 57,289. The sample was determined using proportionate stratified random sampling, in which respondents were selected randomly from proportionally defined strata of the population. This technique was used because the population was spread across several groups. The sample size was determined using Slovin’s formula, resulting in 156 respondents with a 10% margin of error. Data collection techniques included questionnaires, interviews, literature studies, and direct observation. The information system evaluation framework employed in this study was the Weber Model, which comprises eight evaluation parameters. The eight parameters of the Weber Model consist of: (1) information quality, (2) system quality, (3) individual impact, (4) perceived ease of use, (5) computer proficiency, (6) system usability, (7) system usefulness, and (8) information system satisfaction. The results indicate that all eight proposed factors have a statistically significant effect on the utilisation of the electronic journal information system at UNY.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pemanfaatan jurnal elektronik yang dilanggan UNY dengan tujuan mengoptimalkan tingkat pemanfaatannya serta memastikan investasi institusional memberikan manfaat yang sepadan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain survei. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa UNY, dari jenjang diploma 4 sampai dengan doktoral. Jumlah keseluruhan mahasiswa UNY sekitar 57.289. Sampel ditentukan menggunakan proportionate stratified random sampling, yaitu teknik pengambilan sampel secara acak dari populasi yang distratifikasi secara proporsional. Teknik ini digunakan karena populasi tersebar dalam beberapa kelompok. Jumlah responden ditentukan menggunakan rumus Slovin, yaitu sebanyak 156 responden dengan margin of error 10%. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner, wawancara, studi pustaka dan pengamatan langsung. Model evaluasi sistem informasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Model Weber, yang terdiri atas delapan parameter evaluasi. Delapan parameter dalam Model Weber terdiri dari: 1. kualitas informasi, 2. kualitas sistem, 3. dampak individu, 4. persepsi kemudahan pemanfaatan, 5. kemampuan menggunakan komputer, 6. usabilitas sistem, 7. kegunaan sistem, 8. kepuasan sistem informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa delapan faktor yang diajukan dalam hipotesis penelitian berpengaruh signifikan terhadap pemanfaatan sistem informasi jurnal elektronik di UNY

    ANALISIS IMPLEMENTASI PERPUSTAKAAN DESA BERBASIS INKLUSI SOSIAL DAN DAMPAKNYA BAGI MASYARAKAT: KAJIAN NARRATIVE LITERATURE REVIEW

    No full text
    Social inclusion is one of the priority programs initiated by the National Library of Indonesia, serving as a strategic effort to improve the quality of life and community welfare through the transformation of the library’s role. Libraries are no longer limited to managing and providing collections but are required to become centers for access to information sources and  community empowerment activities. Library transformation can be realized through the provision of appropriate infrastructure, facilities, human resources, and technology that meet community needs. The implementation of social inclusion in libraries requires a reference model, particularly for village libraries that need an applicable and contextually relevant framework. The study aims to identify conceptual models for implementing social inclusion in village libraries and to examine the impacts synthesized from existing literature, so that they may be adapted or adopted by other libraries to enhance the community‘s quality of life and welfare. The research employs a narrative literature review, conducted on four peer-reviewed articles discussing social inclusion in village libraries obtained through Publish or Perish and selected based on journal accreditation and citation impact. The analysis reveals four key elements in the implementation of social inclusion in village libraries: (1) collections aligned with community needs, (2) user-oriented services, (3) competent human resources, and (4) strong collaborative partnerships. The impacts synthesized from the literature include accelerated village development, enhanced community competence and welfare, and the transformation of libraries into centers of information and productive community engagement. The main challenges in implementation include uneven utilization of information technology, dependency upon external cooperation programs, and limited community participation.Inklusi sosial merupakan salah satu program prioritas yang digagas oleh Perpustakaan Nasional sebagai upaya strategis dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat melalui transformasi peran perpustakaan. Perpustakaan tidak lagi hanya berfungsi sebagai pengelola dan penyedia koleksi, melainkan dituntut menjadi pusat akses sumber informasi dan kegiatan pemberdayaan masyarakat. Transformasi perpustakaan dapat diwujudkan dengan penyediaan infrastruktur, sarana dan prasarana, sumber daya manusia, dan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Implementasi inklusi sosial di perpustakaan membutuhkan model rujukan, khususnya di perpustakaan desa memerlukan model rujukan yang aplikatif dan relevan secara kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi model konseptual penerapan inklusi sosial di perpustakaan desa serta menelaah dampak yang disintesis dari kajian literatur, agar dapat diadaptasi atau diadopsi oleh perpustakaan lainnya dalam rangka peningkatan kualitas hidup masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah narrative literature review, dengan menganalisis empat artikel ilmiah bertema inklusi sosial di perpustakaan desa yang diperoleh melalui Publish or Perish, dan dipilih berdasarkan akreditasi jurnal dan dampak sitasi. Hasil penelitian menunjukkan empat unsur utama dalam implementasi inklusi sosial di perpustakaan desa: (1) koleksi yang sesuai kebutuhan masyarakat, (2) layanan yang berorientasi pada pemustaka, (3) sumber daya manusia yang berkompeten, dan (4) kemitraan kolaboratif yang kuat. Dampak yang disintesis dari kajian literatur meliputi percepatan pembangunan desa, peningkatan kompetensi dan kesejahteraan masyarakat, serta transformasi fungsi perpustakaan sebagai pusat informasi dan pembelajaran serta partisipasi produktif masyarakat. Adapun kendala utama dalam implementasi meliputi ketimpangan pemanfataan teknologi informasi, ketergantungan terhadap program kerjasama eksternal, dan rendahnya tingkat partisipasi masyarakat

    KECENDERUNGAN MAHASISWA UIN SAIZU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER INFORMASI

    No full text
    The primary responsibility of librarians is to manage information resources in the library to meet users' needs. Most students at UIN Saizu belong to the millennial and Generation Z groups, who are highly dependent on information technology. This study aims to examine the tendencies of UIN Saizu students in utilizing information sources. A mixed-methods approach was employed, combining qualitative data collected through interviews with selected informants and quantitative data from 482 respondents. The results show that UIN Saizu students predominantly rely on online journals (51.7%) as their main reference source, followed by textbooks (23.2%), e-books (17%), institutional repositories (5.6%), and lecturers' scholarly works (2.5%). The majority of students who access online journals use Google Scholar as their primary research tool. The findings of this study reflect students information-seeking preferences for easily accessible digital sources. This study contributes to a better understanding of student preferences in selecting academic information sources and may serve as a reference for the development of library services and information literacy programs.Tugas pokok pustakawan adalah mengelola sumber informasi dalam perpustakaan untuk memenuhi kebutuhan pengguna. Mahasiswa UIN Saizu sebagai pengguna yang saat ini mayoritas masuk  kategori generasi milenial dan generasi Z yang memiliki ketergantungan  tinggi dengan  teknologi informasi. Penelitian ini mengkaji tentang kecenderungan mahasiswa UIN Saizu dalam menggunakan sumber informasi. Penelitian ini menggunakan metode campuran yaitu mengkombinasikan atau mengasosiasikan bentuk kualitatif dengan bentuk kuantitatif. Data kuantitatif diperoleh dari 482 responden dan data kualitatif diperoleh dari informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecenderungan mahasiswa UIN Saizu dalam menggunakan sumber referensi mereka lebih dominan pada jurnal online sebesar 51,7%, diikuti buku teks 23,2%, ebook 17%, repository 5,6 % dan karya ilmiah dosen 2,5%. Dari hasil tersebut, pada pilihan jurnal online mahasiswa lebih banyak memilih menggunakan Google Scholar sebagai alat penelusuran informasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kecenderungan mahasiswa UIN Saizu dalam memilih sumber informasi

    PERBANDINGAN KEPUASAN PENGGUNA APLIKASI MAKTABAH SYAMILAH VERSI DESKTOP DAN MOBILE DI KALANGAN MAHASISWA UIN IMAM BONJOL PADANG: Indonesian

    No full text
    Aplikasi Maktabah Syamilah telah menjadi salah satu perpustakaan digital yang sangat diminati di kalangan akademisi, khususnya dalam studi Islam, karena menyediakan akses mudah kepada ribuan buku dan literatur dalam berbagai bahasa, termasuk bahasa Arab. Dalam perkembangannya, aplikasi ini tersedia dalam dua versi, yaitu desktop dan mobile, masing-masing dengan karakteristik penggunaan yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan tingkat kepuasan pengguna antara versi desktop dan mobile Maktabah Syamilah di kalangan mahasiswa Magister Perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan mengumpulkan data melalui kuesioner yang mengeksplorasi aspek-aspek seperti kemudahan penggunaan, kegunaan, dan kepuasan pengguna terhadap kedua versi aplikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa cenderung lebih puas dengan versi mobile dalam hal kemudahan penggunaan dan kepuasan secara umum, meskipun versi desktop dinilai lebih bermanfaat dalam beberapa aspek. Temuan ini memberikan wawasan penting bagi pengembangan aplikasi perpustakaan digital di masa depan untuk meningkatkan pengalaman pengguna dan efektivitas dalam mendukung kegiatan akademik.The Maktabah Syamilah application has become one of the most popular digital libraries among academics, especially in Islamic studies, as it provides easy access to thousands of books and literature in various languages, including Arabic. In its development, this application is available in two versions, namely desktop and mobile, each with different usage characteristics. This study aims to compare the level of user satisfaction between the desktop and mobile versions of Maktabah Syamilah among Master students of UIN Imam Bonjol Padang Library. The research method uses a quantitative approach by collecting data through a questionnaire that explores aspects such as ease of use, usability, and user satisfaction with both versions of the application. The results showed that students tended to be more satisfied with the mobile version in terms of ease of use and general satisfaction, although the desktop version was rated as more useful in some aspects. These findings provide important insights for the future development of digital library applications to improve user experience and effectiveness in supporting academic activities

    PERAN PUSTAKAWAN DAN KONSELOR DALAM BIBLIOTERAPI UNTUK MENINGKATKAN KESEHATAN MENTAL

    No full text
    This paper examines how bibliotherapy can support the mental well-being of the University of Malaysia Sarawak (UNIMAS) community. During our time at UNIMAS, we observed the positive relationships and collaborations between the university librarians and UNIMAS counsellors and this made us appreciate the supportive services and teams available at the university. In addition to examining its supportive function, this paper also considers the various roles that bibliotherapy can play within the university context.The paper examines how bibliotherapeutic resources are selected and evaluated from the collection of Perpustakaan Tun Abdul Rahman Ya’kub (PeTARY) and how these resources, grounded in established bibliotherapy principles, can support the mental health of the university community and the emerging role of librarians in the profession. In this paper, we attempt to identify bibliotherapy resources that have the potential to produce positive beneficial outcomes for the UNIMAS community, construct a set of conceptual criteria for bibliotherapeutic texts selection, and investigate the correlation between library collections, user interaction, user participation, and the extent to which these selections have a meaningful impact. This paper also examines the influence of bibliotherapy on collection development and user engagement and identifies its potential of bibliotherapy to promote the professional development of librarians. The paper further evaluates how AI-enabled tools may enhance library services and improve user satisfaction. This paper demonstrates the impact of bibliotherapy on mental well-being to promote a resilient community and demonstrates the benefits of mixedmethods research.Penelitian ini mengkaji bagaimana biblioterapi dapat mendukung kesehatan mental sivitas akademika Universiti Malaysia Sarawak (UNIMAS). Di UNIMAS, kolaborasi positif antara pustakawan dan konselor universitas menunjukkan adanya sistem dukungan profesional yang kuat dalam menunjang kebutuhan emosional mahasiswa. Selain menelaah fungsi biblioterapi sebagai bentuk dukungan psikososial, penelitian ini juga menyoroti berbagai peran strategi biblioterapi dalam konteks layanan perpustakaan akademik. Penelitian ini menganalisis proses pemilihan dan evaluasi sumber daya biblioterapi dari koleksi Perpustakaan Tun Abdul Rahman Ya’kub (PeTARY), serta bagaimana bahan bacaan tersebut, berdasarkan prinsip biblioterapi dapat digunakan untuk mendukung kesehatan mental dan memperkuat peran pustakawan sebagai fasilitator literasi emosional. Penelitian ini juga mengidentifikasi sumber daya biblioterapi yang berpotensi memberikan dampak positif bagi komunitas UNIMAS, menyusun kriteria konseptual pemilihan teks, serta menelaah hubungan antara koleksi perpustakaan, interaksi pengguna, partisipasi pengguna, dan relevansi intervensi yang dihasilkan. Selain itu, artikel ini mengevaluasi pengaruh biblioterapi terhadap pengembangan koleksi dan keterlibatan pengguna, serta menelaah potensinya dalam mendorong pengembangan profesional pustakawan. Penelitian ini juga menilai bagaimana teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) dapat meningkatkan layanan perpustakaan melalui personalisasi dan peningkatan pengalaman pengguna. Temuan penelitian menunjukkan bahwa biblioterapi memiliki potensi signifikan dalam memperkuat ketahanan komunitas, sekaligus menegaskan nilai pendekatan mixed methods dalam memahami penerapannya di lingkungan akademik

    LITERASI DIGITAL MODERASI BERAGAMA MAHASISWA UIN K.H. SAIFUDDIN ZUHRI PURWOKERTO

    No full text
    Abstract: The development of technology and information in the current era has brought many influences on human life. Often found on social media, conflicts between communities debate religious diversity in Indonesia. Researchers want to know about the Digital Literacy of Religious Moderation of UIN Students Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto. The research method used is quantitative descriptive. The research population was undergraduate students, while the research sample was 266. Based on the data processed in the questionnaire distributed, it is known that the digital literacy ability of UIN students Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto is quite good in various aspects of digital literacy, there is still room for improvement, especially in terms of creativity in composing messages, active participation in social actions, and the ability to collaborate with various parties. This research is expected to be an input for the development of effective learning strategies in improving the digital literacy of religious moderation through the lecture curriculum and the Center for the Study of Religious Moderation and Pancasila at UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto can be more active in socializing to students in the form of digital literacy of religious moderation.Abstrak : Perkembangan teknologi dan informasi di era sekarang telah membawa banyak pengaruh dalam kehidupan manusia. Seringkali dijumpai di Media Sosial konflik antar masyarakat memperdebatkan mengenai keragaman agama di Indonesia. Peneliti ingin mengetahui mengenai bagaimana Literasi Digital Moderasi Beragama Mahasiswa UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian mahasiswa strata satu, sedangkan sampel penelitian sebanyak 266 mahasiswa. Berdasarkan olah data pada angket yang disebarkan, diketahui bahwa kemampuan literasi digital mahasiswa UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto yaitu cukup baik dalam berbagai aspek literasi digital, masih ada ruang untuk peningkatan, terutama dalam hal kreativitas dalam mengkomposisikan pesan, partisipasi aktif dalam aksi sosial, dan kemampuan berkolaborasi dengan berbagai pihak. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pengembangan strategi pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan literasi digital moderasi beragama melalui kurikulum perkuliahan dan Pusat Kajian Moderasi Beragama dan Pancasila di UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto sehinggat lebih giat dalam melakukan sosialisasi kepada mahasiswa dalam bentuk literasi digital moderasi beragama

    Dampak Literasi Digital pada Perilaku Pencegahan Phishing: Literature Review

    No full text
    The advancement of technology has brought about ease and efficiency, but along with these benefits, a multitude of complexities and risks have also arisen, Among these complexities, threats to cyber security are of utmost concern. This paper zeros in on phishing as one of the most widespread forms of digital data theft. The aim of the paper is to explore the role of digital literacy in predicting phishing behavioral responses. The research methodologies employed in this study is systematised literature review (SLR) which incorporates the methodology of collecting, analysing and synthesising previous works in the field to develop research findings. This particular review focuses on 18 articles published between the years 2014 and 2024, the review indicates that digital literacy substantially influences individuals’ capacity to prevent phising incidents. The various ramifications of phishing include monetary losses, social and security ramifications, damage to privacy and media information as well as psychological harm to the affected individuals. Phishing cybercrimes has been the primary reason for the digital literacy outreach initiatives to help the public improve their skills and understand the importance of protecting their data. Efforts to strengthen prevention may include integrating digital literacy into education curricula, conducting continuous employee raining, and adopting AI-based detection systems. Strengthening digital literacy in the outreach programs is essential to reducing the risk of phishing cybercrimes.Perkembangan teknologi selain menawarkan kemudahan juga menghadirkan risiko dan tantangan. Ancaman keamanan siber adalah ancaman utama yang menjadi perhatian. Pada penelitian ini, memfokuskan pada kejahatan siber phishing yang merupakan kejahatan pencurian data yang kian marak. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak literasi digital terhadap perilaku pencegahan phishing. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) yang digunakan untuk mengumpulkan, menganalisis, dan mengorganisasi artikel dari penelitian sebelumnya, yang kemudian diolah menjadi kesimpulan penelitian. Dari 18 artikel yang relevan dengan rentang tahun 2014-2024, menunjukkan bahwa literasi digital punya peran dalam pencegahan serangan phishing.  Dampak  phishing yang ditemukan meliputi kerugian finansial, dampak sosial, dampak privasi keamanan, dampak media informasi, hingga kerusakan mental pada korban. Dari artikel, upaya penyuluhan literasi digital dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kejahatan siber, menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam melindungi data pribadi. Upaya pencegahan ini dapat didukung melalui penambahan kurikulum literasi digital di bidang pendidikan, pelatihan rutin bagi karyawan, serta penggunaan AI untuk pencegahan phishing. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya penguatan literasi digital sebagai strategi pencegahan kejahatan siber phishing

    EMOTIONAL INTELLIGENCE: A GUIDE TO CRITICAL INFORMATION LITERACY IN THE DIGITAL AGE

    No full text
    The digital age has created an overwhelming amount of information, making it very important to know how to use it. This study seeks to investigate the influence of emotional intelligence on the enhancement of these skills. This study employed a Systematic Literature Review (SLR) methodology to examine four scientific articles published from 2020 to 2024, sourced from the Google Scholar database. The main findings indicate that individuals with high emotional intelligence tend to be more capable of managing emotions when faced with contradictory information, are more open to diverse perspectives, and show improvements in digital literacy and learning outcomes. These findings indicate that cultivating emotional intelligence may serve as an effective strategy for improving critical information literacy. This analysis leads to the conclusion that emotional intelligence is crucial for promoting logical decision-making, preventing the dissemination of false information, and successfully navigating the complexity of digital information.Era digital telah menghadirkan limpahan informasi yang tak terkendali, menjadikan literasi informasi kritis sebagai kemampuan krusial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran kecerdasan emosional dalam meningkatkan keterampilan tersebut. Menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR), studi ini menganalisis empat artikel ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2020 hingga 2024 dari basis data Google Scholar. Temuan utama menunjukkan bahwa individu dengan kecerdasan emosional yang tinggi cenderung lebih mampu mengelola emosi saat dihadapkan pada informasi yang kontradiktif, lebih terbuka terhadap beragam perspektif, serta menunjukkan peningkatan dalam literasi digital dan hasil belajar. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengembangan kecerdasan emosional dapat menjadi salah satu strategi efektif untuk meningkatkan literasi informasi kritis. Berdasarkan analisis tersebut, disimpulkan bahwa kecerdasan emosional memegang peran penting dalam memfasilitasi pengambilan keputusan yang rasional, menghindari penyebaran misinformasi, dan navigasi yang efektif di tengah kompleksitas informasi digital

    KUALITAS PENGALAMAN MAHASISWA DALAM MEWUJUDKAN CITRA PENGETAHUAN WEBSITE PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

    No full text
    The library website serves as a digital gateway that reflects the institution’s knowledge identity and service quality. This study analyzes the role of user experience in shaping the academic knowledge image of the University of North Sumatra (USU) Library website. Using a qualitative phenomenological research approach, data were collected through semi-structured interviews with six informants, consisting of five active students as primary informants and one library staff member as a supporting informant. Data analysis followed the interactive Miles and Huberman model, emphasizing the interpretation of users’ lived experiences. The results reveal that user experience quality, which includes usability, accessibility, design appeal, information accuracy, and responsiveness, plays an important role in shaping how users perceive the library website as a representation of academic knowledge. Furthermore, the SERVQUAL dimensions—tangibles, reliability, responsiveness, assurance, and empathy—function as an interpretative framework that connect user satisfaction with knowledge dissemination. In conclusion, the USU Library website has largely succeeded in positioning itself as a digital symbol of knowledge; however, interface optimization and more intuitive navigation structures are still needed to enhance the overall user experience.Situs web perpustakaan berfungsi sebagai gerbang digital yang mencerminkan identitas pengetahuan dan kualitas layanan institusi. Studi ini menganalisis peran pengalaman pengguna dalam membentuk citra pengetahuan akademik situs web Perpustakaan Universitas Sumatera Utara (USU). Menggunakan pendekatan penelitian fenomenologis kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan enam informan, yang terdiri atas lima mahasiswa aktif sebagai informan utama dan satu staf perpustakaan sebagai informan pendukung. Analisis data mengikuti model interaktif Miles dan Huberman, yang menekankan interpretasi pengalaman nyata pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pengalaman pengguna, yang mencakup kegunaan, aksesibilitas, daya tarik desain, akurasi informasi, dan responsivitas, berperan penting dalam membentuk cara pengguna memandang situs web perpustakaan sebagai representasi pengetahuan akademik. Selain itu, dimensi SERVQUAL—tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy—berfungsi sebagai kerangka interpretatif yang menghubungkan kepuasan pengguna dengan penyebaran pengetahuan. Kesimpulannya, situs web Perpustakaan USU sebagian besar telah berhasil menempatkan dirinya sebagai simbol digital pengetahuan; namun, optimasi antarmuka dan struktur navigasi yang lebih intuiti masih diperlukan untuk meningkatkan pengalaman pengguna secara keseluruhan

    0

    full texts

    229

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    PUSTAKALOKA: Jurnal Kajian Informasi & Perpustakaan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇