PUSTAKALOKA: Jurnal Kajian Informasi & Perpustakaan
Not a member yet
229 research outputs found
Sort by
Optimalisasi Instagram sebagai Media Manajemen Informasi berdasarkan Teori Jean Baudrillard
Penelitian ini memiliki tiga tujuan yaitu untuk mengetahui bagaimana implementasi Instagram dapat menciptakan: a) simulasi realitas perpustakaan yang dapat meningkatkan akses informasi di perpustakaan, b) hiperrealitas perpustakaan yang dapat meningkatkan keterlibatan pengguna dengan informasi, c) simulacra perpustakaan yang dapat membentuk persepsi pengguna perpustakaan terhadap perpustakaan. Jenis penelitian ini adalah kualitatif, dengan metode pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi pustaka. Data yang telah diperoleh kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik, dan teknik keabsahan data menggunakan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Instagram dapat menciptakan: a) simulasi realitas perpustakaan dapat meningkatkan akses informasi di perpustakaan melalui promosi koleksi perpustakaan, informasi tentang kegiatan perpustakaan, dan komunikasi dengan pengguna perpustakaan, b) Hiperrealitas perpustakaan dapat meningkatkan keterlibatan pengguna dengan informasi melalui ketertarikan pengguna untuk mengakses informasi, aktivitas pengguna dalam berinteraksi dengan informasi, dan keterlibatan pengguna dengan komunitas perpustakaan, c) Simulacra perpustakaan dapat membentuk persepsi pengguna perpustakaan terhadap perpustakaan, baik secara positif maupun negatif. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa implementasi Instagram dapat menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan manajemen informasi di perpustakaan. Namun, implementasi Instagram harus dilakukan dengan perencanaan yang matang dan strategi yang tepat. Pengelola perpustakaan harus memahami konsep hiperrealitas Jean Baudrillard dan menerapkannya pada Instagram perpustakaan
Peran Artificial Intelligence (AI) sebagai Pendukung Otomatisasi Perpustakaan
Penelitian ini mengkaji peran Artificial Intelligence (AI) dalam otomatisasi perpustakaan, mencakup katalogisasi koleksi, pelayanan pengguna, dan manajemen inventaris. Tujuan penelitian adalah menyelidiki bagaimana AI meningkatkan efisiensi operasional, aksesibilitas informasi, dan pengambilan keputusan dalam manajemen koleksi. Metode penelitian melibatkan tinjauan literatur terkini tentang implementasi AI dalam konteks perpustakaan, dengan batasan usia literatur maksimal 10 tahun terakhir (2014-2024). Artikel ditinjau dari sumber database akademik terkemuka seperti Google Scholar. Dari pencarian dan penyaringan awal, ditemukan 50 artikel relevan, dengan 30 artikel dipilih untuk analisis mendalam berdasarkan kualitas dan relevansi. Penelitian ini menyatakan bahwa penggunaan AI dapat membantu perpustakaan mengatasi tantangan peningkatan volume informasi digital, meningkatkan efisiensi layanan, dan interaksi pengguna dengan koleksi perpustakaan. Detail isi artikel adalah memberikan pemahaman lebih baik tentang potensi AI dalam mengubah lanskap perpustakaan modern serta panduan bagi perpustakaan yang ingin mengadopsi teknologi ini. Hasil penelitian diharapkan memberikan pandangan mendalam tentang bagaimana AI dapat memajukan perpustakaan dan memenuhi kebutuhan pengguna lebih baik di era digital
Motif Mahasiswa Memilih Ilmu Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Berdasarkan Analisis Rational Choice Theory Raymond Boudon
Abstract: Rational choice assumes that all actions come from a calculation of profit and loss, where the decision is based on information. This study aims to determine the motives of students choosing UIN Sunan Kalijaga Library Science based on rational choice. The method used in this research is qualitative with a case study approach. Data collection was carried out by purposive sampling of representatives of the 2019-2023 generation. After the data is obtained, it is then analyzed using the Miles and Huberman model. The results of the study say that the informant's decision to make a rational choice is based on the advantages and disadvantages of choosing his choice. In the aspect of advantages based on good career prospects such as ASN, high job market, superior accreditation of study programs (A), living in Yogyakarta as a student city and cultural city, relatively cheap tuition fees, alumni have spread throughout Indonesia and courses that are relevant to the needs of the times such as information systems, web design, and information and communication technology. In the aspect of losses felt by informants based on the lack of basic knowledge of library science, public perceptions that the librarian profession is underestimated, the library science study program is not known by the public, some informants consider the UKT of the last group to be quite high, library science as the second choice and lack of interest in library science.
Keywords: rational choice, library science, higher educatio
The Urgency of Disability Services in the Library with Literature Review
Penyandang disabilitas mengalami keterbatasan yang membuat akses ke berbagai layanan, termasuk di perpustakaan, menjadi sulit. Untuk itu, diperlukan layanan khusus di perpustakaan agar mereka dapat mengakses informasi dengan lebih mudah. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2014 mengatur pelaksanaan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang perpustakaan, yang menekankan pentingnya layanan non-diskriminatif bagi penyandang disabilitas. Penelitian ini bertujuan mengatasi kurangnya artikel jurnal mengenai layanan disabilitas di perpustakaan dengan menggunakan metode literature review, yang melibatkan pencarian jurnal terkait di Google Scholar. Data dari jurnal-jurnal tersebut menunjukkan bahwa beberapa perpustakaan masih memiliki layanan disabilitas yang kurang memadai, sementara yang lain sudah mulai memperhatikan pentingnya keamanan dan kenyamanan bagi penyandang disabilitas. Artikel ini membahas pengenalan kebutuhan pengguna disabilitas, pelatihan petugas perpustakaan, aksesibilitas fasilitas, dan inovasi digital untuk aksesibilitas universal di era digital bagi penyandang disabilitas
Kinerja Pustakawan Di Era Transformasi Digital
This study aims to analyze the factors that influence the performance of librarians at the IAIN Ponorogo Library in facing the challenges of digital services and formulating strategies for improving them. The method is descriptive qualitative, with data collected through in-depth interviews, direct observation, and documentation. Interviews involved 3 librarians, 2 lecturers, and 5 students. The results show three main strategies to improve librarian performance: training and development, improving communication, and cooperation between librarians. Five factors influence the improvement of librarian performance: librarian knowledge and skills, management support, utilization of information technology, cooperation between librarians, and work motivation. With these strategies and supporting factors, libraries can improve the efficiency and quality of services provided to users, creating a better and more relevant library experience in the digital era.
Keywords: employee performance; librarian; digital transformation; library servicesPenelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja pustakawan di Perpustakaan IAIN Ponorogo dalam menghadapi tantangan layanan digital serta merumuskan strategi peningkatannya. Metode yang digunakan deskriptif kualitatif, dengan data yang dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi. Wawancara melibatkan 3 pustakawan, 2 dosen, dan 5 mahasiswa. Hasil menunjukkan bahwa terdapat tiga strategi utama untuk meningkatkan kinerja pustakawan, yaitu: pelatihan dan pengembangan, peningkatan komunikasi, dan kerja sama antar pustakawan. Dengan lima faktor yang memengaruhi peningkatan kinerja pustakawan, yakni pengetahuan dan keterampilan pustakawan, dukungan manajemen, pemanfaatan teknologi informasi kerja sama antara pustakawan dan motivasi kerja. Dengan kombinasi strategi dan faktor-faktor pendukung ini, perpustakaan dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan yang diberikan kepada pengguna, menciptakan pengalaman perpustakaan yang lebih baik dan relevan di era digital
Identifikasi dan Preservasi Digital Manuksrip Turots oleh TIM Nahdlatut Turots dan Turots Center Universitas Yudharta di Wilayah Pasuruan
Turots have important value for the Indonesian people because apart from containing Islamic religious teachings, they also contain history. Awareness of the importance of turots can be seen from digital identification and preservation activities carried out by Nahdlatut Turots and Turots Center Yudharta University Pasuruan (UYP). This research aims to identify and understand the process of Digital Preservation of Turots carried out by Nahdlatut Turots and Turots Center UYP. The method used in this research is descriptive qualitative with a case study approach. This research focuses on manuscripts, namely turots of the works of ulama which have been written by the UYP Turots Center in collaboration with Nahdlatut Turots. Interview methods and observation methods were used to collect data in the field. This research shows that Nahdlatut Turots and the UYP Turots Center carry out digital identification and preservation starting by conducting turots searches. After getting the turots, identification is carried out both physically and by lineage. Next, cataloging is carried out to describe the turot. The turots team then preserved the turots and digitized them. The digital turots files are then published in Turots Corner
Studi Perbandingan Antara Taman Bacaan Masyarakat “Ngudi Kawruh” dan “Guyub Rukun” dalam Peningkatan Literasi
Abstract: This research is aimed to study how the comparison between the “Ngudi Kawruh” and “Guyub Rukun” Community Reading Centre in literation. The research method used in this research is interview, observation, and documentation. Data validity test in this research uses source and technique triangulation. Moreover, data analysis used is Miles and Huberman model. The research finds that the activities of literation in the “Ngudi Kawruh” Community Reading Centre are more than the “Guyub Rukun” in terms ofthe 6 (six) dimensions of literation as mentioned in the theory. The “Ngudi Kawruh”meets all the 6 (six) dimensions of literation,meanwhile the Guyub Rukun only has 5 (five) dimensions of literation, those are reading and writing literation, science literation, digital literation, financial literation, and cultural and citizenship literation.Keywords: Comparative Study, Community Reading Centre, Literation Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perbandingan antara TBM Ngudi Kawruh dan TBM Guyub Rukun dalam literasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Untuk pengumpulan data, metode yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Kemudian, uji keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Sedangkan analisis data yang diterapkan dalam penelitian ini merujuk kepada model Miles dan Huberman. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa dari 6 (enam) dimensi literasi yang digunakan sebagai rujukan teori, kegiatan literasi TBM Ngudi Kawruh lebih banyak dibandingkan TBM Guyub Rukun. Jika TBM Ngudi Kawruh memenuhi 6 (enam) dimensi literasi tersebut, maka TBM Guyub Rukun hanya mencakup 5 (lima) dimensi dari 6 dimensi literasi yaitu literasi baca tulis, literasi sains, literasi digital, literasi finansial serta literasi budaya dan kewargaan.Kata Kunci : Studi Perbandingan, Taman Bacaan Masyarakat, Literas
Media Sosial Sebagai Wadah Berbagi Pengetahuan Literasi Fisik Anak Usia Dini di Halo Kids Indonesia
Abstract: The lack of dissemination of knowledge about physical literacy in early childhood sometimes makes parents unaware of this knowledge. However, Halo Kids Indonesia is here to share knowledge about physical literacy, which is crucial for the growth and development of children. By using social media to share knowledge about physical literacy in early childhood, this research aims to understand and comprehend Halo Kids Indonesia's social media utilisation in disseminating knowledge about physical literacy for young children. This research employs a qualitative method, collecting data through observation, interviews, and literature study methods. The results and discussion of this study reveal that Halo Kids Indonesia utilises two social media platforms, Instagram and TikTok. The main social media platform, Instagram, contains content in videos and images, presenting schedules, activity documentation, and knowledge about child development and physical literacy. On the other hand, TikTok contains more content focused on physical literacy, with videos demonstrating physical movements. Halo Kids Indonesia's social media has become a platform for sharing knowledge, particularly as a provider of information. However, the engagement from the audience in utilising this platform to exchange knowledge with other users or followers is still limited. Apart from that, Halo Kids Indonesia should spread more knowledge by utilising more diverse social media. Keywords: knowledge sharing, physical literacy, social media Abstrak: Kurangnya penyebaran pengetahuan mengenai literasi fisik pada anak usia dini, terkadang membuat orang tua tidak aware terhadap pengetahuan ini. Namun Halo Kids Indonesia hadir untuk membagikan pengetahuan mengenai literasi fisik yang begitu penting terhadap tumbuh dan berkembangnya anak dengan menjadikan media sosial sebagai wadah untuk tahap berbagi pengetahuan mengenai literasi fisik pada anak usia dini. Maka dari itu, penelitian ini memiliki tujuan agar dapat mengetahui dan memahami penggunaan media sosial Halo Kids Indonesia dalam membagikan pengetahuan tentang literasi fisik anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan mengumpulkan data melalui metode observasi, wawancara, dan studi literatur. Hasil dan pembahasan penelitian ini menunjukkan bahwa Halo Kids Indonesia memiliki 2 media sosial yaitu Instagram dan TikTok. Media sosial utama dari Halo Kids yaitu Instagram yang memuat konten yang dikemas dalam bentuk video dan gambar, berupa jadwal kegiatan, dokumentasi kegiatan, dan pengetahuan mengenai tumbuh kembang anak serta literasi fisik. Adapun konten pada media TikTok memuat lebih banyak mengandung pengetahuan literasi fisik dengan video-video gerak fisik. Media sosial Halo Kids Indonesia sudah mampu menjadi wadah dalam proses berbagi pengetahuan terutama menjadi penyedia pengetahuan, walaupun dari masyarakat belum memanfaatkan wadah ini untuk menemukan pengetahuan antar sesama pengguna ataupun pengikut lainnya. Selain itu, sebaiknya Halo Kids Indonesia lebih menyebarluaskan pengetahuan dengan memanfaatkan media sosial yang lebih beragam. Kata Kunci: berbagi pengetahuan, literasi fisik, media sosia
Kaizen: Meningkatkan Produktivitas Pustakawan Perguruan Tinggi secara Berkesinambungan dengan Prinsip the Toyota Way
Abstract: The Toyota Way is a method of corporate governance that can be applied to any institution, including libraries. This can be seen from one of the concepts, kaizen, with the 5S tools (seiri, seiton, seiso, seiketsu, shitsuke). Kaizen assesses the continuous increase in librarian productivity and focuses on empowering employees, not only on machine tools. The method used in this study is qualitative, with data sources from interviews, observation, and documentation focusing on the librarians of the General Faculties within UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, namely the Faculty of Economics and Business, Faculty of Social and Political Sciences, Faculty of Medicine, Faculty of Health Sciences, Faculty of Science and Technology, and Faculty of Psychology. The study results found that libraries can apply the 5S principles (seiri, seiton, seiso, seiketsu, shitsuke) in kaizen as a new technique for solving existing problems. The application of kaizen faces significant issues and minor problems, no matter how small the problem must be solved. Librarian productivity will increase by using suitable methods to achieve maximum results. It can be proven that applying kaizen can increase the efficiency of time utilization, prevent errors in service, and improve cleanliness and tidiness. In addition, commitment is needed in implementing a work culture between leaders and librarians. Keywords: The Toyota Way, kaizen, 5S (seiri, seiton, seiso, seiketsu, shitsuke), librarianAbstrak: The Toyota Way merupakan metode dalam menata kelola perusahaan yang dapat diterapkan pada lembaga apapun termasuk perpustakaan. Hal ini terlihat dari salah satu konsepnya yakni kaizen dengan alatnya 5S (seiri, seiton, seiso, seiketsu, shitsuke). Kaizen digunakan untuk menilai peningkatan produktivitas pustakawan yang berkesinambungan dan fokus dalam memberdayakan karyawannya bukan hanya pada alat mesin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan sumber data dari hasil wawancara, observasi dan dokumentasi yang berfokus pada pustakawan Fakultas Umum yang ada di lingkungan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, yakni Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Kedokteran, Fakultas Ilmu Kesehtan, Fakultas Sains dan Teknologi, dan Fakultas Psikologi. Hasil penelitian menemukan bahwa perpustakaan dapat menerapkan prinsip 5S (seiri, seiton, seiso, seiketsu, shitsuke) dalam kaizen sebagai teknik baru dalam menyelesaikan permasalahan yang ada. Penerapan kaizen tidak hanya menghadapi permasalahan yang besar tetapi juga permasalahan kecil, sekecil apapun permasalahan itu haruslah diselesaikan. Produktivitas pustakawan akan meningkat dengan menggunakan metode yang tepat untuk mencapai hasil yang maksimal. Hal ini dapat dibuktikan bahwa penerapan kaizen dapat memberikan keuntungan meningkatkan efisiensi pemanfaatan waktu, mencegah kesalahan dalam pelayanan, peningkatan bersih dan rapi. Selain itu dibutuhkan komitmen dalam menerapkan budaya kerja antara pimpinan dan pustakawan. Kata kunci: The Toyota Way, kaizen, 5S (seiri, seiton, seiso, seiketsu, shitsuke), pustakawa
Analisis Motivasi Pemustaka dalam Mengikuti Kelas Zotero di Perpustakaan Institut Agama Islam Negeri Kudus (Perspektif Teori Motivasi McClelland)
Abstract: The Zotero class is an information literacy class organized by the IAIN Kudus Library. Through the Zotero class, users are given the skills to be able to use the Zotero application to manage references and make citations in making scientific work. This study aims to analyze the motivation of users in participating in the Zotero class with the perspective of McClelland's motivation theory. This research was conducted using descriptive qualitative research methods. In this study used two types of data collection methods. The data collection method used in this research uses the interview method and the literature study method. The research data that has been obtained is then analyzed using McClelland's theory of motivation. The results of the study show that the motivation of users to take part in Zotero classes at the IAIN Kudus Library is to get to know and learn about Zotero applications, to have provisions for working on a thesis or final assignment, to add to relationships or friendships, and to fill free time during college holidays. The conclusion of this study is, from the perspective of McClelland's motivation theory, the motivation of users to take Zotero classes at the IAIN Kudus Library is driven by the needs of users to achieve and the needs of users to affiliate. In this study, there was no user motivation that was driven by the need for power.Keywords: academic libraries, McClelland theory of motivation; Zotero class; Abstrak: Kelas Zotero adalah kelas literasi informasi yang diselenggarakan oleh Perpustakaan IAIN Kudus. Melalui kelas Zotero, pemustaka diberikan keterampilan agar dapat menggunakan aplikasi Zotero untuk mengelola referensi dan membuat sitasi dalam pembuatan karya ilmiah. Penelitian ini memiliki tujuan untuk melakukan analisis terhadap motivasi pemustaka dalam mengikuti kelas Zotero tersebut dengan perspektif teori motivasi McClelland. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian kualitatif yang bertipe deskriptif. Dalam penelitian ini digunakan dua jenis metode pengumpulan data. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode wawancara dan metode studi pustaka. Data penelitian yang telah didapatkan kemudian dianalisis dengan menggunakan teori motivasi McClelland. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa motivasi pemustaka dalam mengikuti kelas Zotero di Perpustakaan IAIN Kudus adalah untuk mengenal dan mempelajari aplikasi Zotero, untuk memiliki bekal dalam mengerjakan skripsi atau tugas akhir, untuk menambah relasi atau pertemanan, dan untuk mengisi waktu luang saat liburan kuliah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah, dalam perspektif teori motivasi McClelland, motivasi pemusataka untuk mengikuti kelas Zotero di Perpustakaan IAIN Kudus didorong oleh kebutuhan pemustaka untuk berprestasi dan kebutuhan pemustaka untuk berafilisasi. Dalam penelitian ini tidak ditemukan motivasi pemustaka yang didorong oleh kebutuhan untuk berkuasa.Kata kunci: kelas Zotero; perpustakaan perguruan tinggi; teori motivasi McClellan