PUSTAKALOKA: Jurnal Kajian Informasi & Perpustakaan
Not a member yet
229 research outputs found
Sort by
Evaluasi Keterpakaian Koleksi Referensi di Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Buton
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keterpakaian koleksi referensi di Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Buton. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan penelitian deskriptif yakni untuk mendeskripsikan data akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat hubungan antara fenomena yang diselidiki. Dengan metode kuantitatif yakni untuk mengungkap keterpakaian koleksi referensi di Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Buton dengan cara mencatat dan menjumlahkan koleksi referensi yang terpakai selama waktu penelitian dilakukan kemudian dideskripsikan. Hasil analisa menunjukkan bahwa keterpakaian koleksi referensi di Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Buton berdasarkan penelitian yang dilakukan jika ditinjau dari segi pemanfaatan masih tergolong rendah dimana koleksi referensi indeks dan abstrak, bibliografi, direktori dan almanak dalam penelitian yang dilakukan selama 3 (tiga) Minggu disesuaikan dengan jam kerja tidak pernah digunakan. Sedangkan koleksi referensi yang paling tinggi keterpakaiannya masuk dalam kelompok referensi ensiklopedi yaitu dari 86 judul (100 %) telah terpakai 23 judul (27 %) dan koleksi yang tidak terpakai berjumlah 63 judul (73 %) selama 3 (tiga) Minggu disesuaikan dengan jam kerj
Media Sosial Wadah untuk Berbagai Pengetahuan Antar Perpustakaan Solo Raya
Perkembangan teknologi informasi berupa media sosial seperti WhatsApp, Facebook, Instagram dan Tweeter membawa pengaruh positif terhadap penyebaran informasi dan pengetahuan yang semakin mudah. Hal ini juga dimanfaatkan oleh pustakawan daerah Solo Raya untuk saling berbagi pengetahuan tanpa harus bertemu secara langsung. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan pendekatan kualitatif untuk mengetahui bagaimana penerapan media sosial pada perpustakaan daerah Solo Raya. Informasi penelitian didapatkan terutama melalui observasi dan wawancara terhadap pustakawan daerah Solo Raya. Menurut hasil wawancara pustakawan di perpustakaan daerah Solo Raya, media sosial yang paling populer digunakan untuk berbagi pengetahuan di kalangan pustakawan daerah Solo Raya adalah WhatsApp. Hal tersebut dikarenakan WhatsApp memiliki konten group yang sangat mudah digunakan. Kata kunci: knowledge sharing, media sosial, perpustakaan
The Implementation of Portal Union Catalog Server Sulsellib Based On Senayan Library Management Systems (SLiMS)
The research attempts to explain Portal Union Catalog Server (UCS) based on Senayan Library Management Systems (SLiMS) in South Sulawesi, Indonesia. Portal UCS becomes the media of technological information in developing cooperation among libraries in searching of the collection in South Sulawesi, Indonesia. This research principally aims to know the implementation of that portal, the obstacles it deals with, and the hope of SLiMS Community on Portal UCS Sulsellib. This research is basically included as a descriptive research using a qualitative approach. As regards to informants as the data sources of research, they are mainly some superintendents and users of Portal UCS Sulsellib. Some research shows that the implementation of Portal UCS Sulsellib can be very helpful for library users in accessing information of collection in various libraries in South Sulawesi because it is only through one door of the portal web of UCS Sulsellib. SLiMS community uses the technic of Waterfall model adapted from System Development Life Cycle (SDLC). The stages of applying this portal are based on waterfall model that is planning, analysis, display design, promotion, implementation, and maintenance. The hope is that this research can extensively upgrade the performance of Portal UCS Sulsellib so that it can be very helpful to explore a collection of information to be more effective and efficient. Besides, it will be used as references to renew the union catalog system
Tantangan dalam Mewujudkan Perpustakaan Digital
Teknologi informasi dan komunikasi menjadi pengaruh utama terjadinya perubahan pada setiap lini kehidupan masyarakat. Perpustakaan yang merupakan lembaga sosial harus mengikuti perubahan tersebut, yaitu dengan melakukan digitalisasi koleksi perpustakaan. Mewujudkan perpustakan digital ialah dengan tujuan untuk memberikan kemudahan dalam penyebaran informasi, penyimpanan informasi, dan kemudahan pengguna dalam mengakses informasi. Namun, untuk membangun perpustakaan digital bukanlah perkara yang mudah, banyak tantangan yang harus dijawab oleh pengelola perpustakaan terutama mengenai hak atas kekayaan intelektual. Makalah ini bertujuan untuk membahas tantangan dalam membangun perpustakaan digital tersebut, berdasarkan literatur dan beberapa hasil penelitian tentang perpustakaan digital
Peran Pustakawan Perguruan Tinggi dalam Pencegahan Cyber Plagiarism dalam Konteks Masyarakat Virtual
Di era digital seperti saat ini, masalah cyber plagiarism di dunia virtual terus berlanjut dengan memanfaatkan cyber space sebagai cara mencari sebuah ide, gagasan untuk ditulis secara instan. Oleh karena itu upaya-upaya pencegahan melalui media virtual sendiri perlu digencarkan salah satunya melalui perannya pustakawan di dunia virtual. Dalam hal ini pustakawan dapat melakukan beberapa upaya seperti : 1) pelatihan literasi informasi bagi masyarakat virtual dalam dunia nyata maupun maya, 2) Mengenalkan aplikasi pendeteksi plagiarism 3) memanfaatkan media sosial seperti facebook, twitter, instagram maupun blog atau media cyber space lainnya untuk menyuarakan tips dan trik mempublikasikan karya 4) Membuka diskusi dalam komunitas virtualSelain itu, agar pengguna internet mampu memanfaatkan layanan informasi yang disediakan diperlukan juga kemampuan literasi Informasi. Literasi informasi ini digunakan dalam memilih, menelusur, menggunakan dan mengevaluasi informasi yang didapatkan dengan bijak dan beretika. Diatara langkah literasi informasi yang bisa digunakan oleh pengguna meliputi; (1) identifikasi, (2) eksplorasi, (3) memilih (4) mengorganisasi, (5) menciptakan, (6) menyajikan, (7) penilaian, dan (8) penerapan. Kata kunci: cyber plagiarism, cyber crime, literasi informasi, pustakawa
Konsep Desain Interior Perpustakaan untuk Menarik Minat Kunjung Pemustaka
ABSTRAKTren masyarakat modern saat ini lebih senang membaca, belajar, dan berkumpul, sambil nongkrong ditempat-tempat hiburan dibanding harus pergi ke perpustakaan. Disisi lain, saat ini diberbagai pusat perbelanjaan seperti mall dan tempat wisata telah banyak didirikan public space dengan konsep mini library. Salah satu alasan masyarakat lebih memilih tempat tersebut dibanding perpustakaan adalah desain interior yang menarik dan aspek kenyamananya. Perpustakaan diharapkan mampu menyesuaikan diri dengan tren dan budaya masyarakat saat ini untuk menarik kembali minat pemustakanya. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan konsep desain interior perpustakaan baik secara teoritis maupun praktis berdasarkan kajian literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain interior merupakan bagian penting yang harus diperhatikan pengelola perpustakaan. Desain interior selain untuk menarik minat kunjung pemustaka juga dapat meningkatkan minat baca, membentuk citra positif perpustakaan, dan menumbuhkan kepuasan bagi pemustaka. Selain memperhatikan aspek estetika, desain interior sebuah perpustakaan tetap harus memperhatikan aspek fungsionalnya. Inovasi perpustakaan berkonsep Post-Modern Space dengan tambahan cafe dan lounge dapat diterapkan dalam perpustakaan modern dengan tetap memperhitungkan tata ruang, tata warna, pencahayaan, sirkulasi udara, dan tata suara.ABSTRACTModern society trends today prefer to read, study, and gather, while hanging out in places of entertainment rather than having to go to the library. On the other hand, currently in various shopping centers such as malls and tourist attractions have been established many public space with the concept of a mini library. One reason people prefer that place compared to the library is the attractive interior design and comfort aspects. Libraries are expected to adapt to the current trends and culture of society to reclaim the interests of its librarians. This study aims to explain the concept of library interior design both theoretically and practically based on literature review. The results showed that interior design is an important part that must be considered by library managers. Interior design in addition to attract visitors visit can also increase interest in reading, forming a positive image of the library, and foster satisfaction for pemustaka. In addition to considering the aesthetic aspect, the interior design of a library must still pay attention to its functional aspects. Post-Modern Space concept innovation with additional cafe and lounge can be applied in modern libraries while taking into account the layout, color, lighting, air circulation and sound system
Implementasi Knowledge Management di Perpustakaan dalam Membangun Koleksi Warisan Budaya Batik
Tulisan ini dimaksudkan untuk menemukan peran knowledge mananagement dalam membangun koleksi warisan budaya. Beberapa perpustakaan di Indonesia sudah memiliki inisiatif dalam pelestarian warisan budaya. Perpustakaan-perpustakaan yang mulai Membangun koleksi warisan budaya mereka. Perpustakaan terus memasukkan kesadaran warisan di antara masyarakat, dan mereka akan tahu tentang budaya mereka. Berbagai alasan melatar belakangi tulisan ini sebagai dasar pemikiran yang berguna untuk membuat sebuah pusat pengetahuan manajemen tentang khasanah budaya khusunya Batik, Peneletian ini membahas peran knowledge mananagement di perpustakaan. Sangat Penting, upaya-upaya dalam rangka mewujudkan fungsinya sebagai pelestari budaya semakin terasa dengan hadirnya beberapa layanan perpustakaan yang ingin mengusung sebuah informasi yang terkait dengan kekhasan dari ketentuan daerah tertentu. Perpustakaan juga dapat menjadi jembatan dan fasilitator untuk menciptakan, menyimpan, menyatukan, dan membagikan bahan pelestari batik, dan juga menjadi bahan yang kompetitif, efektif dan efisien untuk menciptakan batik
Analisis Keinternasionalan Jurnal-Jurnal Keislaman PTKI
The internationality of Al Jami'ah, Studia Islamika and Journal of Indonesian Islam were analyzed based on country distribution of editors, country distribution of authors, international authors collaboration and international citation. A total of 240 articles were analyzed: 86 from al-Jami'ah, 74 from Studia Islamika, and 80 from JII during the period of 2012-2016. For country distribution editors and authors, the three journals use editors from different countries which internationally represent Asia, Europe, America and Australia, where most of the editors come from Indonesia. Therefore, the contribution of global scholarship still has not reached 50% of each edition. Based on international collaboration, Al Jami'ah published a little number of articles from collaboration by Indonesian and overseas authors, while Studia Islamika and Journal of Indonesian Islam had no contribution from international collaboration. International citation for all three journals are in balance during five years. They have not been much cited by authors who publish their writing globally. However, the citation may increase if international journals that cited them publish their latest edition in the future
Transisi Data dan Informasi dalam Pengembangan Ilmu Pengetahuan
Data transition is a transition of data until it becomes wisdom. Why the transition of data, information, knowledge and wisdom is interesting to study, because science can not only be understood as the result of static scientific and legal theory, but science is the process, activity and ability developed by scientists to finally become wisdom. The main problem that occurs is the public especially the world of education more presented with various results of science that is ready and ready to use, without seeing the process of work and science activities.On the basis of this, we must be able to build the character of a scientist, the person who is always dissatisfied and always restless questioning and questioning everything, is critical of the results of knowledge that has been developed by the previous people specialized in the field of library science. A knowledge or information that will be presented to users in the library, must first be verified in advance where the data source and how interpret it to be understood by the user so the information received is completely valid and does not cause anxiety and debate. The method used in data processing by looking at relations (relations), then designed with a pattern (pattern) particular, and eventually become principles (principles) to be done and implemented together. Thus it can be concluded that to make the data into a knowledge and ultimately a principle that can be implemented by many people has become a necessity for information managers have a soul as a true scientist who does not have partiality so that science really stands above truth
OPEN ACCESS DAN PERPUSTAKAAN DIGITAL: Tantangan Perpustakaan dalam Mengelola Repository di Perguruan Tinggi
Abstrak: Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji implementasi kegiatan open access yang dilakukan di repository perpustakaan dan menjelaskan tantangan perpustakaan dalam mengembangkan kualitas repository. Salah satu indikator kualitas repository adalah adanya implementasi open access yang diterapkan dengan baik. Namun saat ini masih banyak perpustakaan yang belum menerapkan paradigma open access dengan benar sehingga banyak perpustakaan belum berani membuka informasi secara full text. Hal ini dikarenakan masih adanya kekhawatiran dengan praktik plagiarism ketika informasi tersebut dibuka secara full text. Oleh karena itu ada beberapa hal yang perlu dilakukan oleh pustakawan untuk mengembangkan kualitas repository, diantaranya; (1) Menghimbau kepada dosen pembimbing untuk meneliti dengan serius hasil karya mahasiswa, (2) Pustakawan harus menyaring (filtering) karya-karya penelitian yang akan dimasukkan ke dalam repository terkait konten, apakah karya tersebut asli atau plagiarism, (3) Pustakawan harus membantu menyadarkan kepada para peneliti dan mahasiswa di sekitar institusi untuk mempunyai moral yang baik sehingga dapat menulis karya ilmiah sesuai dengan kaidah yang berlaku, (4) Pustakawan harus selalu mengecek isi dan konten dari karya ilmiah sebelum diterbitkan sehingga karya ilmiah yang masuk merupakan karya yang berkualitas, dan (5) Pustakawan harus membuat kebijakan dan Standar Operasional Prosedur (SOP) tentang proses penerbitan karya ilmiah ke dalam repository