Jurnal Cakrawala Kependidikan
Not a member yet
70 research outputs found
Sort by
KETERAMPILAN MEMBACA NOTASI BALOK DENGAN PENDEKATAN LAGU MODEL MAHASISWA PGSD FKIP UNTAN PONTIANAK
Permasalahan yang muncul dalam penelitian ini adalah lemahnya mahasiswa PGSD dalam membaca notasi musik balok pada mata kuliah Pendidikan Seni Musik. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian mahasiswa PGSD FKIP Untan. Dari penelitian ini diperoleh hasil bahwa pada setiap siklus selalu mengalami peningkatan. Pada siklus I tingkat keberhasilan yang dicapai 67,88 %, sedangkan pada siklus II tingkat pencapaiannya 94,12 %. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan lagu model dalam pembelajaran musik dapat meningkatkan keterampilan membaca notasi balok mahasiswa PGSD FKIP Untan. Kata Kunci: Notasi musik, notasi balok, lagu mode
PEMANFAATAN MS POWER POINT DALAM PEMBELAJARAN
Program Ms Power Point adalah program aplikasi keluarga Ms Office yang biasa digunakan sebagai media pembelajaran dengan berbantuan computer. Pada program ini terdapat fasilitas untuk menganimasikan sebuah objek, sehingga objek tersebuat dapat muncul, bergerak, berpindah dan menghilang. Sederhananya pemanfaatan fasilitas animasi ini yang membuat Ms Power Point banyak digunakan dalam berbagai presentasi, termasuk dalam pembelajaran di kelas. Pada tulisan ini diuraikan bagaimana memanfaatkan program MS Power Point sebagai media pembelajaran berbantuan komputer, dimulai dari bagaimana memulai program, bagaimana membuat header dan footer, bagaimana menggunakan animasi, bagaimana mengatur hyperlink, bagaimana mengatur background dan bagaimana mengatur slide.Kata Kunci: PowerPoint, Animasi, Pembelajaran, Hiperlin
BUDAYA SEKOLAH UNGGUL
Secara teoretik, sebuah sekolah dapat manjadi baik, dapat dilihat dari dua dimensi organisasi. Pertama, dimensi hard, berupa struktur organisasi, kebijakan, keuangan, sarana dan prasarana sekolah, dan sebagainya. Kedua, dimensi soft, yaitu budaya organisasi yaitu terkait dengan the human side of organizational (aspek manusiawi dalam organisasi), meliputi nilai-nilai, keyakinan, budaya, serta norma-norma perilaku. Menurut para ahli manajemen pendidikan, dimensi yang kedua dipandang lebih berpengaruh terhadap keberhasilan sekolah. Kata Kunci: Budaya organisasi, sekolah unggu
PENGARUH PRESTASI BELAJAR TERHADAP PENGAMBILAN PUTUSAN KARIER
Tahapan penting yang harus dilalui oleh siswa SMA adalah pengambilan putusan karier, berupa keharusan untuk menentukan/memilih jurusan/program studi. Ketepatan/optimalisasi pengambilan putusan sangat ditentukan oleh beberapa aspek, dimana keberadaan aspek tersebut penting dan berpengaruh besar. Salah satu aspek yang terkait atau ikut memengaruhi pengambilan putusan karier antara lain adalah prestasi belajar. Bukti hasil temuan menunjukkan bahwa prestasi belajar yang tinggi pada siswa berkait dengan tingginya kematangan karier siswa yang bermuara pada kemampuan siswa dalam melakukan pengambilan putusan karier. Kata Kunci: Prestasi belajar, pengambilan putusan, karie
PEMANFAATAN PROGRAM M.Y.O.B DALAM PEMBELAJARAN AKUNTANSI
Program Minding Your Own Business (M.Y.O.B) Accounitng merupakan paket program komputer untuk bidang akuntansi yang dibuat secara terpadu (integrated software) untuk membuat laporan keuangan. Pemberian muatan penggunaan program dalam penyelesaian laporan keuangan kepada mahasiswa akan membantu mahasiswa untuk memahami bidang-bidang akuntansi secara komprehensif. Selain itu dengan keahlian yang dimiliki setelah mempelajari program M.Y.O.B Accounting, mahasiswa akan mampu bersaing di dunia kerja khususnya bidang keuangan.Kata kunci: M.Y.O.B Accounting, pemahaman komprehensif
AKSESIBILITAS DAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENDIDIKAN DASAR 9 TAHUN DI DAERAH PERBATASAN KABUPATEN SAMBAS DAN SANGGAU PROVINSI KALIMANTAN BARAT
Data untuk penelitian ini diperoleh dari Kecamatan Paloh, Sajingan, Subah dan Teluk Keramat Kabupaten Sambas dan dari Kecamatan Entikong, Sekayam, Beduai dan Kembayan Kabupaten Sanggau. Teknik yang dipergunakan untuk pengambilan data adalah teknik survey. Alat pengumpul data terdiri atas format isian data untuk mengumpulkan data mengenai lulusan SD dan data mengenai lulusan SD yang melanjutkan ke SMP dan pedoman wawancara untuk menghimpun informasi yang bersifat kualitatif dari sumber data seperti Kepala Dinas dan Kepala Cabang Dinas Pendidikan. Data diolah dengan menggunakan metode deskriptif. Masalah yang dikemukakan dalam penelitian ini adalah gambaran aksesibilitas dan partisipasi masyarakat dalam Pendidikan Dasar 9 Tahun berdasarkan angka transisi dan faktor-faktor penghambat dalam pelaksanaan Program Wajib Belajar 9 Tahun di daerah perbatasan di Kabupaten Sambas dan Sanggau. Temuan penelitian menunjukkan bahwa (1) sebanyak 456 atau 18,38 % dari 2479 orang lulusan Sekolah Dasar dan/atau sederajat di 4 kecamatan daerah perbatasan di kabupaten Sambas pada tahun 2008/2009 tidak melanjutkan sekolah ke tingkat Sekolah Menengah Pertama dan/atau sederajat; (2) sebanyak 305 atau 17,93 % dari 1701 orang lulusan Sekolah Dasar dan/atau sederajat di 4 kecamatan daerah perbatasan di kabupaten Sanggau pada tahun 2008/2009 tidak melanjutkan sekolah ke tingkat Sekolah Menengah Pertama dan/atau sederajat; (3) faktor-faktor penghambat meliputi: sosial-budaya, ekonomi, geografi dan demografi. Kata Kunci: Aksesibilitas dan Partisipasi Masyarakat, Pendidikan Dasar 9 Tahun, dan Daerah Perbatasa
PERAN REPRESENTASI DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA PADA MATERI PERSAMAAN GARIS
Penelitian ini mengkaji pengembangan kemampuan siswa dalam memahami konsep persamaan garis melalui berbagai representasi. Penelitian ini melibatkan dua kelompok eksperimen, dan satu kelompok kontrol dengan 216 siswa yang berpartisipasi ecara aktip. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa hasil belajar siswa yang terlibat pembelajaran dengan multi representasi dalam bentuk kelompok, lebih baik daripada yang klasikal, namun demikian keduanya lebih baik bila dibandingkan dengan siswa yang terlibat pembelajaran konvensional.Kata Kunci: Multi representasi, Persamaan gari
KEMATANGAN PSIKOLOGIS DALAM MEMBANGKITKAN MINAT BELAJAR SISWA
Kematangan psikologis berkaitan erat dengan proses pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi pada diri seseorang. Kematangan psikologis merupakan hasil proses pertumbuhan dan perkembangan individu yang berlangsung bertahap hingga memunculkan kepribadian dalam diri individu itu sendiri. Kematangan adalah terlaksananya dengan baik tugas-tugas pertumbuhan dan perkembangan seseorang menuju struktur tingkah laku yang lebih tinggi. Kematangan psikologis adalah hasil proses pertumbuhan dan perkembangan yang terlaksana dengan baik sehingga mencapai tingkat kepribadian yang lebih tinggi dalam bertingkah laku secara wajar. Untuk membantu siswa mencapai kematangan psikologisnya agar tumbuh minat belajar yang tinggi, peran lembaga pendidikan formal seperti sekolah begitu besar dan sangat strategis.. Salah satu upaya yang perlu terus dilakukan di lembaga sekolah yang menjadi tempat siswa mengembangkan diri dan menimba ilmu pengetahuan dan teknologi adalah dengan memanfaatkan layanan bimbingan, seperti bimbingan pribadi dan bimbingan belajar. Kata Kunci: Kematangan psikologis, minat belaja
MODEL PROBLEM SOLVING DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL UNTUK MELAHIRKAN KEMAMPUAN BERPIKIR PADA MATA PELAJARAN EKONOMI
Dalam kegiatan pembelajaran, pada dasarnya tidak ada strategi, metode, model, pendekatan atau serangkaian prosedur yang paling baik dalam pembelajaran. Tiap-tiap metode, model, pendekatan memunyai kelebihan maupun kelemahan. Dengan menyadari paradigma baru dalam proses pembelajaran, yaitu pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, menyenangkan (PAIKEM), maka salah satu model yang dapat diterapkan pada mata pelajaran ekonomi adalah model problem solving dengan pendekatan kontekstual. Untuk menunjang melahirkan kemampuan berpikir, diperlukan upaya untuk memperoleh informasi lewat membaca, mendengar, dan memahami informasi. Informasi tersebut diinterpretasikan dan dievaluasi secara akurat dan mengomunikasikannya lewat pembicaraan dan penulisan yang objektif.Kata kunci: Problem solving, pendekatan kontekstual, kemampuan berpiki
Menyibak Ciri Inflektif dalam Bahasa Nusantara: ANALISIS SINTAKSIS DAN MORFOLOGIS BENTUK PRONOMINA PERSONA BAHASA BATAK TOBA
Bahasa Indonesia dan bahasa Batak Toba (BBT) adalah dua bahasa yang serumpun, yaitu rumpun bahasa Austronesia. Kesamaan ini ditunjukkan dalam banyak tataran bahasa, seperti ciri bunyi (fonem), ciri kata, frasa, dan kalimat. Dalam bahasa Indonesia yang diungkapkan melalui berbagai penelitian tidak tampak adanya gejala perubahan intern, suplisi, atau modifikasi kosong. Oleh karena itu, tulisan ini bertujuan untuk memperlihatkan/ mendeskripsikan perubahan intern dalam BBT melalui kasus pemakaian PP BBT. Pembahasan ini diarahkan untuk mengkaji lebih lanjut tentang persoalan yang terungkap/tertangkap dari gejala yang diperlihatkan oleh bentuk-bentuk PP BBT dalam kalimat maupun dalam frase. Gejala dan sekaligus yang menjadi masalah pembahasan ini ialah apakah gejala yang diperlihatkan oleh pemakaian bentuk-bentuk PP BBT itu dalam konstruksi aktif dan pasif BBT dan dalam konstruksi frase pemilikan adalah ciri inflektif atau aglutinatif? Dengan perkataan lain, apakah dalam BBT terdapat/terjadi perubahan intern atau suplisi atau modifikasi kosong seperti dalam ciri bahasa rumpun Indogerman