Jurnal Cakrawala Kependidikan
Not a member yet
70 research outputs found
Sort by
MODEL PEMBINAAN NILAI KEJUJURAN MELALUI PENDIDIKAN MATEMATIKA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KECERDASAN MORAL PESERTA DIDIK
Jenjang Sekolah Dasar merupakan satuan pendidikan yang menanamkan dasar-dasar, di mana potensi yang ada membutuhkan arah pengembangan yang sesuai dengan kondisi sosiokultural, keyakinan spritual, potensi intellektual, daya imaginal dan emosional, serta potensi kemanusiaan lainnya yang sangat kompleks.Namun dalam mengemban tugas mulia ini, peserta didik dihadapkan pada persoalan moral yang menjadi krusial saat ini, menerobos ke segenap lapisan masyarakat dan semua bidang kehidupan, tak terkecuali dunia pendidikan. Terjadi krisis kejujuran pada diri peserta didik, baik krisis nilai maupun krisis perilaku. Nilai kejujuran terkait dengan persoalan etika. Baik belum tentu benar, namun kejujuran hendaknya menjadi yang benar, karenanya penting mengikuti kebenaran di manapun kebenaran itu berada. Dari sudut agama, khususnya Islam, kejujuran merupakan landasan Islam yang menjadi software yang menggerakkan aktivitas manusia. Dengan demikian, kejujuran memang seharusnya dibina. Dalam rangka upaya mendorong kejujuran peserta didik, perlu dipertimbangkan: (a) kepedulian guru terhadap kejujuran peserta didik; (b) kepedulian orang tua terhadap perilaku peserta didik; (c) perjanjian moral peserta didik pada dirinya, dengan memegang kartu kesepakatan; (d) penguasaan materi matematika oleh peserta didik. Kata kunci: kejujuran, moral, kecerdasan mora
PEMANFAATAN MEDIA INTERNET DALAM BELAJAR DAN IMPLIKASINYA DALAM PENDIDIKAN
Internet sesungguhnya dapat bermanfaat bagi semua orang karena fungsinya sebagai informasi tanpa batas. Semua orang pada dasarnya membutuhkan informasi. Mereka yang mendapatkan informasi lebih dahulu bisa lebih unggul daripada yang lain. Dari sudut ilmu pengetahuan, internet merupakan sebuah perpustakaan yang luas dan tidak mengenal batas jarak dan waktu. Manfaat Internet, khususnya di bidang pendidikan, siswa dapat dengan mandiri memanfaatkan situs-situs pendidikan secara berulang-ulang tanpa terikat oleh jam pelajaran yang terbatas di kelas. Internet dapat dijadikan sebagai sumber belajar dan ajang uji kompetensi bagi siswa, baik di kelas dalam mengerjakan tugas-tugas dari guru, maupun di rumah, atau di mana saja yang dapat mengakses internet secara mandiri. Kata Kunci: media internet, belajar, implikasi pendidika
MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU BAHASA INDONESIA MELALUI KEGIATAN LESSON STUDY
Para guru diharapkan dapat mewujudkan tujuan pendidikan nasional, yakni berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Mahaesa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta menjadi warga negara yang demokratis, dan bertanggung jawab. Untuk menciptakan suasana kelas yang menyenangkan diperlukan guru bahasa Indonesia yang profesional dan kreatif. Lesson study merupakan suatu strategi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan keprofesionalan guru, dapat memberi solusi karena model pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkesinambungan berlandaskan prinsip-prinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun komunitas belajar.Kata kunci: Profesionalisme guru, pembelajaran, lesson stud
Pembelajaran Bahasa Berbasis Nilai-nilai Cinta (LOVE VALUES): Model Bahasa Guru (TEACHER TALK) yang Santun
Bahasa sebagai medium komunikasi berperan penting dalam mengelola hubungan antarindividu atau kelompok. Komunikasi yang baik akan menghasilkan hubungan yang lebih erat dan bersahabat, sedangkan komunikasi yang kurang baik akan menghasilkan hubungan yang kurang baik pula. Dengan demikian, komunikasi harus ditata dengan indah agar komunikasi dapat berjalan dengan lancar. Mengajar adalah suatu proses berdialog antara dua individu atau lebih. Dialog adalah suatu proses menyampaikan ide atau menyampaikan pendapat kepada orang lain. Penyampaian pendapat atau ide tersebut sama saja dengan proses berkomunikasi. Oleh karenanya, mengajar sama saja dengan berkomunikasi.Kata kunci: love values, teacher tal
Globalisasi Ditinjau Melalui Perspektif Pendidikan Nilai
Globalisasi merupakan suatu proses penyebaran hasil karya dan pemikiran suatu budaya sehingga melembaga dalam kebudayaan di seluruh dunia. Era globalisasi membawa berbagai perubahan yang menyentuh sampai pada dasar kehidupan manusia. Perubahan tersebut disebabkan oleh peningkatan kualitas hidup, pelestarian lingkungan hidup serta perjuangan hak asasi manusia. Pendidikan nilai hendaknya membantu manusia untuk berkembang menjadi manusia yang berpribadi yang lebih manusiawi, berguna, berpengaruh di dalam masyarakat, yang bertanggungjawab dan bersifat produktif dan kooperatif.Globalisasi merupakan suatu proses penyebaran hasil karya dan pemikiran suatu budaya sehingga melembaga dalam kebudayaan di seluruh dunia. Era globalisasi membawa berbagai perubahan yang menyentuh sampai pada dasar kehidupan manusia. Perubahan tersebut disebabkan oleh peningkatan kualitas hidup, pelestarian lingkungan hidup serta perjuangan hak asasi manusia. Pendidikan nilai hendaknya membantu manusia untuk berkembang menjadi manusia yang berpribadi yang lebih manusiawi, berguna, berpengaruh di dalam masyarakat, yang bertanggungjawab dan bersifat produktif dan kooperatif.Kata Kunci: Globalisasi, Pendidikan Nilai
PEMANFAATAN UNSUR LOKAL MASYARAKAT DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA
Konsekuensi dari pemberlakuan kurikulum baru adalah adanya peningkatan kualitas atau pembaruan pembelajaran. Kurikulum 2006 sebagai penyempurnaan dari kurikulum 2004 yang mengakomodasi unsur-unsur lokal diharapkan menjadi sumber acuan bagi pelaku pendidikan matematika di Sekolah Dasar (SD) untuk mencairkan hambatan yang dialami anak-anak dalam problem solving. Muatan unsur-unsur lokal yang diberdayakan dan dikembangkan sebagai bahan pembelajaran matematika dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi siswa dalam belajar.Kata Kunci: Unsur Lokal, Pembelajaran Matematik
PENGAJARAN BAHASA DAN VISI DUNIA: SEBAGAI KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA
Suatu bahasa mengandung klasifikasi pengalaman implisit. Sistem bahasa itu secara keseluruhan mengandung suatu visi dunia yang oleh penuturnya diterimanya dan diproyeksikan ke dalam realitas. Bahasa tidaklah membuat penuturnya buta terhadap fakta-fakta dunia nyata, tetapi malah mengisyaratkan adanya hubungan-hubungan. Kebudayaan sebetul-nya merupakan bagian integral dan interaksi bahasa dan pikiran. Pola-pola budaya, adat, dan cara hidup diekspresikan dalam bahasa, dan culture-spesific worldviews tercermin dalam bahasa. Kata Kunci: bahasa, pikiran, budaya, visi duni
MENGAPA KOMPETENSI SOSIAL DIPERLUKAN?
UU RI Nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen mengamanatkan perlunya setiap guru dan dosen memiliki kompetensi sosial selain kompetensi pedagogik, personal dan profesional. Harapannya, jika guru dan dosen memiliki kompetensi ini, diharapkan mereka akan dapat menularkannya kepada para mahasiswa atau siswanya dan juga kepada masyarakat luas, sehingga pada gilirannya akan mampu mengatasi berbagai persoalan sosial yang terjadi dalam masyarakat, salah satunya mengenai menurunnya kecerdasan sosial tersebut. Hal yang sangat mendesak berkaitan dengan pelatihan, pembelajaran, dan sertifikasi guru dan dosen (khususnya yang berkaitan dengan kompetensi sosial) adalah pengembangan pemahaman kompetensi ini secara komprehensif, yang dapat diterima oleh banyak pihak. Kata Kunci: Kompetensi sosial, pendidikan, komunikas
MENDEKATI MAKNA KREATIVITAS DAN MODEL PEMBELAJARAN SYNECTICS
Basis utama bagi munculnya kreativitas adalah penggunaan pengetahuan yang telah ada secara imaginatif (kreatif) untuk menghasilkan suatu produk yang baru, tak biasa, dan bermanfaat. Penafsiran suatu masalah dengan cara yang baru dan berbeda (restructuring) dan terciptanya proses inkubasi merupakan basis tambahan bagi munculnya kreativitas. Upaya peningkatan kreativitas dapat dilakukan guru melalui penerapan strategi brainstorming dan model synectics. Kata kunci: kreativitas, basis kreativitas, brainstorming, model synectic
Pelaksanaan Supervisi Klinis Dalam Program Pengalaman Lapangan
Program pengalaman lapangan di LPTK dimulai sejak mahasiswa mengikuti perkuliahan di semester awal melalui pengenalan mata kuliah Kependidikan dan mata kuliah Keahlian khusus sesuai dengan jurusan yang dipilihnya, kemudian dilanjutkan dengan simulasi latihan mengajar pada mata kuliah PPL I (Pengajaran Mikro) guna menerapkan keterampilan dasar mengajar dengan supervisi klinis yang merupakan suatu pendekatan untuk menemukan kelebihan dan kekurangan mahasiswa/ calon guru dalam proses pembelajaran dikelas, sehingga dapat meningkatkan kemampuannya dalam mengajar serta memperbaiki keterampilan mengajarnya. Pelaksanaan supervisi klinis ini dilanjutkan pada sekolah latihan melalui kegiatan PPL dengan tahapan berikut: tahap pertemuan awal untuk membicarakan persiapan mengajar, dan pelaksanaan mengajarnya, kemudian dilanjutkan tahap pelaksanaan mengajar guna mengamati kesesuaian persiapan dengan pelaksanaan melalui lembar observasi yang sudah disepakati pada waktu tahap pertemuan awal, selanjutnya setelah pelaksanaan mengajar diteruskan dengan tahap pertemuan akhir guna menemukan kelebihan kemampuan mengajar yang perlu dipertahankan dan ditingkatkan serta menemukan kelemahan yang perlu diperbaiki dan dicari solusinya dalam mengatasi kelemahan tersebut.Kata kunci: Supervisi Klinis, Program Pengalaman Lapanga