Jurnal Cakrawala Kependidikan
Not a member yet
70 research outputs found
Sort by
IMPLIKASI LINGUISTIK DALAM MEMBACA DAN PROBLEMATIKANYA
Kontribusi linguistik terhadap pengajaran membaca sangat besar dan tak dapat dipungkiri. Walaupun anak dalam perkembangan bahasanya secara alamiah dapat berkomunikasi dengan baik, namun pengetahuan linguistiknya lebih mendukungnya dalam proses membaca. Pengetatuhan linguistik dari tatarannya yang paling kecil, fonem, hingga yang paling besar yakni kalimat, akan menjadi pedoman dalam proses membaca untuk menafsirkan bacaan karena bacaan dirangkai dalam struktur-struktur kalimat.Pengajaran membaca sebagai satu disiplin ilmu, harus terus mengikuti perkembangan keilmuannya melalui penelitian dalam bidang tersebut. Karakteristik penelitian linguistik dapat diterapkan ke dalam bidang pengajaran membaca.Kata Kunci: implikasi linguistik, membaca, problematik
MEMBANGUN DAN MENGEMBANGKAN PENDIDIKAN NILAI, PEMBENTUKAN KARAKTER, DAN PEMBIASAAN SIKAP SISWA MELALUI PEMBELAJARAN AFEKTIF
Seacara konseptual maupun empirik, diyakini bahwa afektif memegang peranan penting terhadap tingkat kesuksesan seseorang dalam bekerja dan kehidupan secara keseluruhan. Meskipun demikian, pembelajaran afektif justru lebih banyak dilakukan dan dikembangkan di luar kurikulum formal sekolah. Namun hingga saat ini dalam praktiknya, proses pembelajaran di sekolah lebih cenderung menekankan pada pencapaian perubahan aspek kognitif yang dilaksanakan dengan berbagai pendekatan, strategi dan model pembelajaran tertentu. Sementara pembelajaran secara khusus mengembangkan kemampuan efektif masih kurang mendapat perhatian serius hanya dijadikan sebagai efek pengiring atau hidden curriculum yang disisipkan pada pembelajaran utama. Sesungguhnya keberhasilan siswa kelak ditentukan 80% dari kecerdasan emosi dan 20% dari kecwerdasan intelektual. Oleh karena itu, hendaknya guru mampu merancang program pembelajaran dalam satuan pendidikan dengan memperhatikan ranah afektif yang merupakan salah satu karakteristik manusia sebagai hasil belajar, walaupun memerlukan waktu yang cukup lama.Kata Kunci: Pendidikan Nilai, Pembelajaran Afekti
KONSELING TEMAN SEBAYA PADA REMAJA DI ERA GLOBALISASI
Permasalahan yang dihadapi remaja dewasa ini semakin hari dirasakan semakin kompleks. Selain faktor internal seperti perkembangan aspek biologis, psikologis, dan sosiologis, derasnya arus globalisasi yang membawa pengaruh negatif semakin dirasakan perlunya konseling terhadap remaja. Pengalaman menunjukkan bahwa hanya sebagian kecil remaja yang memanfaatkan layanan konseling sekolah. Para siswa lebih sering menjadikan teman-teman mereka sebagai sumber yang diharapkan dapat membantu pemecahan masalah yang mereka hadapi.Kata Kunci: Konseling, Teman sebay
MENGENAL LAYANAN IDENTIFIKASI KESULITAN BELAJAR DAN DIAGNOSIS KESULITAN BELAJAR SERTA HAMBATANNYA DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR DI SEKOLAH
Identifikasi kesulitan belajar merupakan kegiatan yang dilakukan oleh guru pada saat proses belajar mengajar. Kegiatan ini tujuannya untuk mengenal/meneliti gejala-gejala kesulitan belajar yang tampak pada siswa dalam rangka untuk memperkirakan sebab-sebab serta menetapkan apakah siswa yang mengalami gejala tsb perlu segera mendapat bantuan atau tidak. Sedangkan diagnosis kesulitan belajar adalah kelanjutan dari identifikasi kesulitan belajar, yaitu kegiatan untuk menemukan faktor penyebab yang melatar belakangi munculnya gejala, dilanjutkan menyusun program remidialnya dalam rangka memberi bantuan kepada siswa yang mengalami kesulitan belajar. Untuk melaksanakan kegiatan ini memerlukan suatu niat dan keikhlasan yang tulus bagi guru, karena akan menyita waktu dan tenaga. Kata Kuci: Identifikasi, diagnosis, kesulitan belaja
KELUARGA HARMONIS DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN ANAK USIA DINI
Keharmonisan keluarga merupakan persepsi terhadap situasi dan kondisi dalam keluarga dimana di dalamnya tercipta kehidupan beragama yang kuat, suasana yang hangat, saling menghargai, saling pengertian, saling terbuka, saling menjaga dan diwarnai kasih sayang dan rasa saling percaya sehingga memungkinkan anak untuk tumbuh dan berkembang secara seimbang. Kepribadian merupakan suatu mekanisme yang mengendalikan dan mengarahkan sikap dan perilaku anak, sementara pembentukan kepribadian anak sangat erat kaitannya dengan pembinaan iman dan akhlak. Kata Kunci: Keluarga Harmonis, Pembentukan Kepribadia
POTENSI NILAI MORAL DALAM PENDIDIKAN MATEMATIKA
Hakikatnya, pendidikan matematika memuat nilai-nilai dan cara menyampaikannya juga memunculkan dan memancarkan nilai-nilai yang secara aktif berdampingan dengan pembelajaran di sekolah. Pemahaman pendidikan nilai dalam pendidikan matematika hanya dipandang sebagai hidden curriculum. Pendidikan nilai hanya diselipkan melalui topik matematika tertentu. Kurangnya porsi pendidikan nilai dalam pembelajaran matematika, di antaranya disebabkan oleh: (1) persepsi guru bahwa pendidikan kognitif (kecerdasan intelektual) merupakan barometer bagi domain pendidikan lainnya, (2) karakteristik matematika dianggap sama dengan karakteristik pendidikan matematika. Kata Kunci: Hidden curriculum, Karakteristik pendidikan matematik
PENDIDIKAN HAK ASASI MANUSIA
Deklarasi universal Hak Asasi Manusia (HAM) yang dilancarkan PBB pada tahun 1948 telah mendapat pengakuan negara (Indonesia) yang dikukuhkan dengan TAP MPR RI No. XVII/MPR/1998. Tantangan dalam dunia pendidikan adalah bagaimana caraya agar sikap menghormati HAM dapat ditanamkan sejak dini. Persoalan yang paling sulit adalah bagaimana menumbuhkan sikap. Para ahli psikologi sosial menyarankan pentingnya menggunakan persuasi dan mengingatkan bagaimana resistensi terhadap persuasi. Sebuah model pendidikan HAM dapat digunakan untuk melaksanakan pendidikan HAM. Kata kunci: Sikap, persuasi, model pendidikan HAM
MEMBANGUN KARAKTER SISWA MELALUI PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
Proses pendidikan yang berlangsung selama ini lebih menekankan pada pengembangan ranah kognitif peserta didik dan cenderung mengabaikan ranah afektif dan psikomotorik. Akibatnya, sekolah lebih berfungsi sebagai tempat pengajaran dari pada pendidikan. Sebuah sistem pendidikan yang berhasil adalah yang dapat membentuk manusia-manusia berkarakter yang sangat diperlukan dalam mewujudkan sebuah negara kebangsaan yang terhormat. Karakter itu berkaitan dengan kekuatan moral.Komponen karakter ada tiga yaitu moral knowing, moral feeling dan moral action. Pembelajaran Kontekstual dengan tujuh komponennya yaitu (1) Konstruktivistik; (2) Inquiry; (3) Questioning; (4) learning community; (5) Modelling; (6) reflection dan (7) authentic assessment, dapat dijadikan sebagai cara untuk membangun karakter siswa.Kata Kunci: Karakter, Pembelajaran Kontekstua
Pentingnya Pendidikan Humanistik di Era Globalisasi
Dalam kancah pergulatan global dewasa ini, kekhawatiran yang muncul adalah hancurnya rasa kemanusiaan dan terkikisnya semangat religius serta kaburnya nilai-nilai kemanusiaan ditambah lagi hilangnya jatidiri bangsa. Globalisasi menjadikan dunia tanpa batas, lebih transparan dan terbuka, dunia telah menjadi sebuah big village. Humanisasi adalah proses membangun karakter kemanusiaan dalam diri manusia, yang menghargai harkat dan martabat manusia sebagai makhluk yang paling sempurna, dengan berbagai anugerah kelebihan. Humanisasi pendidikan untuk mewujudkan pendidikan yang manusiawi merupakan suatu upaya menjadikan pendidikan sebagai suatu proses pembudayaan.Kata Kunci: Pendidikan Hunanistik, Globalisas
SOSIOLINGUISTIK SEBAGAI ILMU ANTARDISIPLINER
Sebagai alat komunikasi dan alat interaksi yang hanya dimiliki oleh manusia, bahasa dapat dikaji secara internal maupun secara eksternal. Kajian secara internal yaitu kajian yang hanya dilakukan terhadap struktur internal bahasa itu saja, seperti struktur fonologisnya, struktur morfologisnya atau struktur sintaksisnya. Kajian secara eksternal artinya kajian itu di dilakukan terhadap faktor-faktor yang berada di luar bahasa, yang berkaitan dengan para penuturnya di dalam kelompok-kelompok sosial kemasyarakatan. Kajian bahasa secara eksternal ini melibatkan dua disiplin ilmu, sehingga wujudnya berupa ilmu antardisiplin yang namanya merupakan gabungan dari disiplin ilmu bergabung, yaitu antara linguistik dan sosiologi sehingga namanya menjadi sosiolinguistik.Kata Kunci: bahasa, sosiolinguistik, komunikasi, interaks