Allemania (Journal)
Not a member yet
    97 research outputs found

    ANALISIS ASPEK GRAMMATIK A1 DALAM BUKU AJAR DEUTSCH ECHT EINFACH FÜR JUGENDLICHE A1.1 UND A1.2

    Full text link
    Dalam mempelajari bahasa Jerman, pemelajar akan mempelajari empat jenis keterampilan berbahasa, yaitu mendengarkan (Hören), berbicara (Sprechen), membaca (Lesen) dan menulis (Schreiben). Meskpun demikian, untuk pemelajar dapat melaksanakan komunikasi bahasa Jerman dengan baik, pemelajar juga perlu untuk memahami tata bahasa (Grammatik) bahasa Jerman dengan baik. Oleh sebab itu, pemelajar diharapkan mempelajari materi tata bahasa (Grammatik) beserta latihannya yang sesuai dengan standar kualitas yang ada. Untuk melaksanakan seluruh proses pembelajaran tersebut, adanya sumber bahan ajar yang akan menjadi pedoman bagi guru maupun pemelajar sangatlah membantu selama proses pembelajaran berlangsung. Buku ajar merupakan salah satu jenis sumber bahan ajar yang dapat digunakan dalam pembelajaran bahasa Jerman. Buku ajar Deutsch echt einfach für Jugendliche A1.1 dan A1.2 merupakan salah satu dari buku ajar bahasa Jerman yang baru beredar dan dapat digunakan di Indonesia sebagai sumber bahan ajar bahasa Jerman untuk tingkat A1. Peneliti akan menganalisis pada penelitian ini aspek Grammatik dalam buku ajar Deutsch echt einfach für Jugendliche A1.1 dan A1.2 ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui materi, latihan dan kesesuaian aspek Grammatik dari buku ajar ini dengan kriteria Grammatik dalam buku ajar menurut Krumm dalam „Stockholmer Kriterienkatalog“. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode penelitian analisis deksriptif. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa dalam buku ajar Deutsch echt einfach für Jugendliche A1.1 dan A1.2 terdapat sebanyak 55 materi Grammatik, dan 270 Latihan Grammatiik yang terbagi ke dalam lima jenis latihan Grammatik menurut Storch, yakni Lückenübungen, Formationsübungen Umformungsübungen, Erweiterungsübungen dan Ersetzungsübungen. Adapun buku ajar ini belum sepenuhnya memenuhi kriteria Grammatik dari „Stockholmer Kriterienkatalog“. Hal ini disebabkan hanya terdapat sebanyak delapan kriteria yang terpenuhi dari kesebelas kriteria untuk Grammatik dalam suatu buku ajar. Oleh karena itu, disarankan bagi guru yang menggunakan buku ajar ini untuk mempelajari Grammatik untuk mengembangkan pembahasan materi Grammatik dalam buku ajar dan tidak membatasi dari penjelasan yang ada dalam buku ajarnya

    ANALISIS SITUS WWW.DEUTSCH-TO-GO.DE SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN KETERAMPILAN MENYIMAK TINGKAT A1 DAN A2

    Full text link
    Dalam mempelajari bahasa Jerman terdapat empat keterampilan berbahasa (Sprachfertigkeiten) yang harus dikuasai oleh pembelajar, seperti menyimak (Hörverstehen), berbicara (Sprechfertigkeit), membaca (Leseverstehen), dan menulis (Schreibfertigkeit). Kendala dalam menguasai keterampilan tersebut sering ditemukan, salah satunya dalam keterampilan menyimak (Hörverstehen). Selain buku ajar, media pembelajaran lain juga perlu digunakan untuk belajar mandiri dalam rangka menguasai keterampilan menyimak, salah satunya adalah media pembelajaran e-learning melalui situs web. Oleh karena itu, situs www.deutsch-to-go.de dipilih untuk diteliti. Situs www.deutsch-to-go.de merupakan situs untuk mempelajari bahasa Jerman khususnya dalam keterampilan menyimak dengan cara menyimak audio atau teks lisan singkat yang tersedia dan mengerjakan latihannya. Terdapat beragam tema yang aktual dan menarik yang dapat dipelajari pada situs ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui materi yang terbagi kedalam tema apa saja yang tersedia, keseuaian materi dengan buku ajar Netzwerk A1 dan A2, dan kesesuaian situs dengan kriteria materi pembelajaran online. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif yang terdiri atas proses pengumpulan, penyusunan dan pendeskripsian data-data yang digunakan sebagai acuan untuk penarikan simpulan dari rumusan masalah penelitian. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat 33 materi atau tema audio keterampilan menyimak pada situs www.deutsch-to-go.de, dari 33 tema tersebut terdapat kesesuaian sebanyak 11 tema dengan buku ajar Netzwerk A1, dan juga 11 tema dengan buku ajar Netzwerk A2. Selain itu, situs ini cukup memenuhi semua kriteria materi pembelajaran online berdasarkan Kriterienkatalog für Internet-Lernmaterial Deutsch als Fremdsprache. Pembelajar bahasa Jerman terutama tingkat A1 dan A2 dapat menggunakan situs ini untuk berlatih menguasai keterampilan menyimak melalui audio beserta latihannya yang tersedia

    ANALISIS LATIHAN MEMBACA TINGKAT A2 PADA SITUS WWW.DEUTSCHLERNERBLOG.DE

    Full text link
    Dalam pemelajaran bahasa asing terdapat empat keterampilan yang harus dikuasai. Salah satunya adalah keterampilan membaca. Untuk membantu meningkatkan keterampilan membaca, pemelajar dapat menggunakan sumber belajar. Terdapat berbagai jenis sumber belajar, contohnya adalah situs web. Situs web ini sangat cocok bagi pemelajar, karena pemelajar dapat menggunakannya dengan mudah dan secara gratis. Banyak situs pemelajaran dimana pemelajar dapat mempelajari bahasa Jerman secara gratis, seperti situs www.deutschlernerblog.de. Penelitian ini berfokus pada latihan membaca tingkat A2. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui: 1) Jenis-jenis latihan membaca tingkat A2 yang disajikan pada situs www.deutschlernerblog.de, 2) Langkah-langkah mengerjakan latihan membaca tingkat A2, 3) Kesesuaian latihan membaca tingkat A2 dalam situs www.deutschlernerblog.de dengan Kriterienkatalog für Internet-Lernmaterial Deutsch als Fremdsprache. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode analisis deskriptif. Teori yang digunakan untuk menganalisis jenis latihan membaca pada situs ini yaitu teori Grotjahn. Hasil penelitian yang diperoleh adalah: 1) Latihan membaca tingkat A2 pada situs www.deutschlernerblog.de menawarkan dua jenis latihan membaca, yaitu halboffene Aufgaben dan geschlossene Aufgaben. Bentuk latihan halboffene Aufgaben yang terdapat pada situs ini yaitu Lückentext dan bentuk latihan geschlossene Aufgaben yaitu multiple choice, richtig oder falsch dan Zuordnungsaufgaben, 2) Langkah-langkah mengerjakan latihan membaca tingkat A2 pada situs ini memiliki langkah-langkah yang berbeda pada setiap bentuk latihannya, tetapi multiple choice dan richtig oder falsch memiliki tahapan yang sama. Setiap bentuk latihan memiliki tahapan awal yang sama yaitu membaca penjelasan singkat terkait teks yang akan dibaca, 3) Latihan membaca tingkat A2 pada situs www.deutschlernerblog.de memenuhi enam kriteria dalam Kriterienkatalog für Internet-Lernmaterial Deutsch als Fremdsprache. Berdasarkan hasil penelitian yang dijelaskan, disarankan agar pemelajar menggunakan situs ini sebagai sumber belajar untuk meningkatkan keterampilan membaca dengan menggunakan latihan membaca dan juga disarankan agar pengajar mencari satu jenis latihannya yang tidak disediakan pada situs ini, yaitu offene Aufgaben

    ANALISIS BENTUK DAN FUNGSI INTERJEKTION DALAM TEKS BAHASA JERMAN

    Full text link
    Interjektion atau kata seru merupakan salah satu jenis kata dalam bahasa Jerman yang tidak dapat mengalami perubahan. Interjeksi digunakan untuk mengungkapkan emosi, perasaan dan pikiran penutur. Interjeksi memiliki bentuk yang beragam dan biasanya mewakili fungsi tertentu. Namun terdapat pula interjeksi yang mengandung fungsi lebih dari satu dan dapat digunakan untuk mewakili berbagai konteks. Tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk 1) mengidentifikasi bentuk Interjektion yang dapat digunakan dalam berbagai konteks, dan 2) mendeskripsikan fungsi Interjektion yang terkandung dalam teks berbahasa Jerman. Sumber data dalam penelitian ini yaitu buku anak Kosmo Klax seri Freundschaftgeschichten dan Mut-Geschichten. Metode yang digunakan adalah metode analisis deskriptif, yaitu data interjeksi dikumpulkan, diklasifikasi, dianalisis dan disimpulkan. Hasil temuan menunjukkan bahwa terdapat 23 bentuk interjeksi, yang dibagi menjadi 7 bentuk interjeksi dengan fungsi tetap dan 16 bentuk interjeksi dengan fungsi lebih dari satu. Bentuk interjeksi yang dapat digunakan dalam berbagai konteks yaitu interjeksi (1) Oh wie toll, (2) Aha, (3) Ah, (4) Äh, (5) Huhu, (6) Na, (7) Ähm, (8) Puh, (9) Ach, (10) Oh, (11) Hallo, (12) Äh ja, (13) Haha, (14) Ach du meine Güte, (15) Oje dan (16) Achtung. Adapun fungsi interjeksi diklasifikasikan ke dalam 3 fungsi, yaitu interjeksi dengan fungsi emotif, fungsi fatik dan fungsi konatif. Interjeksi yang termasuk ke dalam fungsi emotif berjumlah 18, yaitu interjeksi Oh wie toll, Aha, Ah, Äh, Huhu, Ähm, Puh, Ach, Oh, Äh ja, Haha, Ach du meine Güte, Oje, Oh ja Au ja, Juchu, Quatsch, dan Oh nein. Interjeksi dengan fungsi fatik yaitu 5, diantaranya interjeksi Huhu, Na, Ähm, Hallo, dan Äh ja. Terdapat 4 interjeksi yang diklasifikasikan ke dalam fungsi konatif, yakni interjeksi Na, Achtung, Psst dan Los

    ANALISIS LATIHAN BERBICARA TINGKAT A1 DALAM SITUS WWW.SEEDLANG.COM

    Full text link
    belajar bahasa Jerman yang inovatif dan interaktif sangat dibutuhkan dalam proses pemelajaran. Terdapat beberapa alternatif sumber belajar berbasis internet atau aplikasi yang efektif dan dapat digunakan dalam pemelajaran secara informal dan tentunya mempermudah proses pemelajaran bahasa Jerman. Situs www.seedlang.com dipilih karena situs ini merupakan salah satu sumber belajar bahasa Jerman yang menekankan pada kemampuan berbicara dan mendengarkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) jenis latihan berbicara yang tedapat dalam situs www.seedlang.com. 2) langkah-langkah mengerjakan latihan berbicara dalam situs seedlang.com dan 3) mengetahui kesesuaian materi latihan berbicara dalam situs www.seedlang.com dengan Kannbeschreibung sprechen A1 dalam GER. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif. Jenis latihan berbicara dianalisis berdasarkan teori Schatz (2017). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) jenis latihan berbicara tingkat A1 yang terdapat dalam situs www.seedlang.com terbagi kedalam: vorbereitende Übungen dan aufbauende und strukturierende Übungen 2) terdapat beberapa langkah untuk mengerjakan latihan berbicara dalam situs www.seedlang.com yaitu: memilih kategori stories, kemudian memilih tema yang ingin dipelajari, setelah itu pemelajar diminta untuk mengulang kembali ujaran-ujaran singkat sesuai dengan perintah yang diberikan, yaitu: repeat the German (try without subtitles), compare your german; compare your spoken german to video subtitles, translate to german, answer the questions dan tell a story. 3) Tidak semua materi pemelajaran latihan berbicara tingkat A1 dalam situs www.seedlang.com memenuhi semua kompetensi yang terdapat dalam Global skala dan mündliche Produktion / sprechen yang terdapat dalam Kannbeschreibung sprechen A1. Penelitian ini dapat dijadikan sebagai referensi sumber belajar untuk meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Jerman

    PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN BIRKENBIHL DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA BAHASA JERMAN

    Full text link
    aktif dan kurang percaya diri dalam pembelajaran. Selain itu, peserta didik juga mengalami kesulitan dalam keterampilan membaca sehingga menyebabkan hilangnya motivasi dan minat peserta didik dalam pembelajaran keterampilan membaca Bahasa Jerman. Metode pembelajaran Birkenbihl merupakan metode yang dapat membantu peserta didik meningkatkan keterampilan membaca Bahasa Jerman. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui : 1) kemampuan membaca peserta didik sebelum metode pembelajaran Birkenbihl diterapkan. 2) kemampuan membaca peserta didik setelah metode pembelajaran Birkenbihl diterapkan. 3) efektivitas penerapan metode pembelajaran Birkenbihl dalam pembelajaran keterampilan membaca Bahasa Jerman. Penelitian ini menggunakan metode Quasi Experiment (Eksperimen Semu). Populasi dalam penelitian adalah seluruh peserta didik kelas 12 MIPA 1 di SMA Negeri 15 Bandung tahun ajaran 2021/2022 sebanyak 30 orang. Terdapat perubahan situasi pembelajaran akibat adanya pandemi global yaitu Covid-19 yang menyebabkan seluruh pembelajaran dilaksanakan secara daring (online). Oleh karena itu penelitian dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Whatsapp dan Google Meet. Adapun hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa : 1) hasil rata-rata tes awal yang dilaksanakan sebelum penerapan metode pembelajaran Birkenbihl adalah 55,3, termasuk dalam kategori “kurang”. 2) hasil rata-rata tes akhir yang dilaksanakan setelah penerapan metode pembelajaran Birkenbihl adalah 84,3, termasuk dalam kategori “baik sekali”. 3) penerapan metode pembelajaran Birkenbihl dapat meningkatkan keterampilan membaca Bahasa Jerman, Berdasarkan penelitian ini, maka metode pembelajaran Birkenbihl dapat dijadikan salah satu alternatif untuk meningkatkan keterampilan membaca Bahasa Jerman

    PENERAPAN APLIKASI WORDWALL DALAM PEMBELAJARAN WECHSELPRÄPOSITION

    Full text link
    Perbedaan karakteristik tata bahasa antara bahasa Indonesia dan bahasa Jerman menjadi salah satu faktor penyebab siswa kesulitan mempelajari Grammatik. Salah satu contohnya adalah dalam penggunaan preposisi. Dalam bahasa Jerman preposisi diikuti oleh beberapa kasus, yaitu Präposition mit Akkusativ, Präposition mit Dativ, Präposition mit Genitiv dan Wechselpräposition, sedangkan dalam bahasa indonesia berbeda. Untuk mengatasi masalah tersebut, dilakukan penelitian mengenai penerapan aplikasi Wordwall dalam pembelajaran Wechselpräposition. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) penguasaan Wechselpräpositionen siswa sebelum penerapan aplikasi Wordwall; 2) penguasaan Wechselpräpositionen siswa sesudah penerapan aplikasi Wordwall; 3) penguasaan Wechselpräpositionen siswa sebelum dan sesudah penerapan aplikasi Wordwall; dan 4) efektivitas aplikasi Wordwall dalam pembelajaran Wechselpräpositionen. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah Nonequivalent Control Group Design yang termasuk ke dalam jenis eksperimen semu. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII SMA Negeri 3 Palu yang mempelajari bahasa Jerman dan sampel dari penelitian ini adalah kelas XII IPS 2 sebagai kelas eksperimen dan kelas XII IPS 3 sebagai kelas kontrol. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes berupa soal isian dan kuesioner dalam bentuk skala likert. Tes dilaksanakan sebanyak 2 kali, yaitu tes awal dan tes akhir dengan soal sebanyak 30 butir dan kuesioner dengan 15 pernyataan. Berdasarkan hasil analisis data, dapat diketahui bahwa: 1) penguasaan Wechselpräposition siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol sebelum penerapan aplikasi Wordwall dapat dikategorikan “gagal”; 2) penguasaan Wechselpräpositionen siswa pada kelas eksperimen sesudah penerapan aplikasi Wordwall termasuk ke dalam kategori “baik”, sedangkan pada kelas kontrol termasuk pada kategori “cukup”; 3) terdapat perbedaan yang signifikan dalam penguasaan Wechselpräpositionen siswa sebelum dan sesudah penerapan aplikasi Wordwall. Hal tersebut dapat dilihat dari nilai rata-rata pretest dan posttest kelas eksperimen sebesar 37,50 dan 68,34; dan 4) aplikasi Wordwall efektif diterapkan dalam pembelajaran Wechselpräposition. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil uji- t yang menunjukkan bahwa nilai Sig. = 0,002 0,05. Dengan kata lain, terdapat perbedaan penguasaan Wechselpräposition yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Selain itu, hasil pengolahan data ini didukung dengan hasil kuesioner yang berisi tanggapan positif siswa terhadap penggunaan aplikasi Wordwall dalam pembelajaran Wechselpräposition. Maka dari itu, aplikasi Wordwall dapat digunakan sebagai media pembelajaran alternatif dalam pembelajaran Wechselpräposition

    PENERAPAN METODE REGENBOGENWÖRTER DALAM PEMBELAJARAN NOMINA BAHASA JERMAN

    Full text link
    Salah satu kosakata yang harus dikuasai oleh siswa dalam mempelajari bahasa Jerman adalah nomina. Nomina dalam bahasa Jerman memiliki karakteristik yang cukup mudah untuk dikenali yaitu pada awal kata selalu ditulis dengan huruf kapital dan semua nomina pasti memiliki artikel. Akan tetapi, berdasarkan dari pengalaman penulis ketika melaksanakan praktik Pengenalan Lapangan Satuan Pendidikan (PLSP) di sekolah, siswa mengalami kesulitan dalam penguasaan nomina. Metode Regenbogenwörter merupakan salah satu metode pembelajaran yang dapat diterapkan dalam meningkatkan penguasaan nomina bahasa Jerman siswa. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui: 1) Pembelajaran nomina bahasa Jerman siswa sebelum penerapan metode Regenbogenwörter. 2) Pembelajaran nomina bahasa Jerman siswa setelah penerapan metode Regenbogenwörter. 3) Efektivitas metode Regenbogenwörter untuk meningkatkan pembelajaran nomina bahasa Jerman siswa. Dalam penelitian ini menggunakan metode Quasi Eksperiment atau Eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 15 Bandung Tahun Ajaran 2020/2021, adapun sampel yang mewakili populasi adalah siswa kelas XI IBB sebanyak 25 orang. Disebabkan karena adanya penyebaran wabah Corona Virus Disease (COVID-19) maka perlakuan menggunakan aplikasi WhatsApp Group dan Zoom Meeting yang disebut sebagai pembelajaran dalam jaringan. Adapun hasil analisis data menunjukan bahwa nilai rata-rata tes awal siswa adalah 53,40, termasuk katagori “kurang baik” sedangkan nilai rata-rata tes akhir siswa adalah 81,20, termasuk katagori “baik”. Terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan antara hasil tes awal (pretest) dan hasil tes akhir (posttest). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa metode Regenbogenwörter efektif untuk meningkatkan pembelajaran nomina bahasa Jerman. Maka, metode Regenbogenwörter dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif bagi guru untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam pembelajaran nomina bahasa Jerman

    POLA PENGEMBANGAAN PROGRAM PEMBELAJARAN BAHASA (SUATU KAJIAN EMPIRIS)

    Full text link
    Dalam pembelajaran bahasa, khususnya bahasa asing, permasalahan yangsering muncul umumnya berkaitan dengan adanya keunikan dan kompleksitasyang tidak saja terletak pada bahasanya sendiri, tetapi juga pada prosespembelajarannya. Bahasa memiliki dimensi yang beragam yang berhubungandengan dimensi linguistik, kultur (budaya), sosial, personal, dan karakteristikkarakteristiklainnya; sementara, pembelajaran memiliki dimensi-dimensi yangberagam pula, baik yang berhubungan dengan dimensi guru, siswa, sarana,media, tujuan, maupun yang berhubungan dimensi proses dari mulai perencanaan,pelaksanaan, sampai pada evaluasi. Untuk itu proses pembelajaran bahasa tidaksaja menekankan pada aspek metodologi semata, tetapi juga pada aspek-aspeklain yang berkaitan dengan konten bahasanya

    (Book Report) Syntax der deutschen Gegenwartsprache

    No full text
    Syntax der deutschen Gegenwartsprache merupakanbagian dari seri buku Grundlagen der Germanistik.Buku yang ditulis oleh Ulrich Engel ini terdiri atas309 halaman dan diterbitkan pada tahun 2009 olehErich Schmidt Verlag dengan menggunakan bahasaJerman sebagai bahasa pengantarnya.Pembahasan seputar sintaksis bahasa Jermandalam buku ini dibagai ke dalam enam bab yaitu (1)Was ist und wie betreibt man Syntax, (2) SyntaktischeElemente und Relationen, (3) Wortgruppen, (4)Der Satz, (5) Äußerungen, dan (6) SchichtneutraleProzesse. Pembahasan sintaksis bahasa Jerman dalambuku ini menggunakan konsep yang dikembangkanoleh Lucien Tesnière

    81

    full texts

    97

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Allemania (Journal)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇