Allemania (Journal)
Not a member yet
97 research outputs found
Sort by
KEMAMPUAN MENERJEMAHKAN BAHASA JERMAN SEBAGAI BAHASA SUMBER KE DALAM BAHASA INDONESIA SEBAGAI BAHASA TARGET (Sebuah Kajian Konseptual-Teroretik)
Kemampuan menerjemahkan acapkali dipandang sebagai kemampuanmengalihkan kata-kata dari satu bahasa tertertu ke bahasa tertentu lainnya atausebagai suatu kekampuan mekanikal. Pemahan tersebut keliru, sebab kemampuanmenerjemahkan pada hakikatnya adalah kemahiran mengkomunikasikan pesanatau gagasan yang terdapat dalam teks bahasa sumber (TBSu) ke dalam teksbahasa sasaran (TBSa) dengan menggunakan pengetahuan kebahasaan, budaya,dan keahlian dalam bidang tertentu
PERMAINAN DALAM PEMBELAJARAN KOSAKATA BAHASA JERMAN
Terampil menggunakan bahasa sasaran merupakan tujuan utama yang ingin dicapai dalam pembelajaran bahasa asing, tak terkecuali dalam pembelajaranbahasa Jerman. Untuk terampil dalam berbahasa seseorang harus ditunjang oleh penguasaan kosakata yang baik. Namun yang terjadi di lapangan justrusebaliknya. Pembelajar mengalami kesulitan, baik dalam memahami isi bacaan maupun dalam mengungkapkan gagasan karena kurangnya penguasaankosakata. Seringkali kosakata yang mereka peroleh di dalam pelajaran dengan cepat terlupakan. Berdasarkan alasan tersebut dalam tulisan ini dipaparkanberbagai bentuk latihan untuk memantapkan penguasaan kosakata pembelajar yang dikemas dalam bentuk permainan
MODEL PEMBELAJARAN BAHASA JERMAN UNTUK CALON PEMANDU WISATA BERBAHASA JERMAN DI JAWA BARAT
Absolventen von Deutschabteilungen in Indonesien haben zurzeit ganz selten Chance als Deutschlehrer an Schulen zu bekommen. Es wäre nützlich, wenn an Deutschabteilungen Tourismus als einer der Lernstoffe angeboten würde. Deshalb wurde eine Untersuchung durchgeführt, in der Lernmodelle fürFremdenbegleiter bzw. Fremdenführer in Westjava gemacht und geprobt wurden. Untersuchungsmethode dazu ist deskriptiv qulitative Methode und die Probanden waren Studenten im 7. Semester, die am Seminar Deutsch für spezielle Verwendung teilgenommen haben. Dabei benutzte man die Lernstragien wie autonomes Lernen, kommunikativen Unterricht und Rollenspiel. Von den Proben der Lernmodelle ergibt sich, dass mehr Studenten aktiv sind, um ihre Rolle als Fremdenführer an einer bestimmten Sehenswürdigkeit zu spielen
“STATIONENLERNEN” SEBAGAI SALAH SATU INOVASI DALAM PEMBELAJARAN BAHASA JERMAN
Inovasi dalam pembelajaran dapat berdampak pada perbaikan, meningkatkan kualitas pembelajaran serta sebagai alat atau cara baru dalam memecahkan masalah yang dihadapi dalam kegiatan pembelajaran. Dewasa ini banyak metode-metode pembelajaran inovatif yang ditawarkan, salah satunya adalah ‘Stationenlernen’, yakni sebuah metode belajar, di mana siswa belajar secara mandiri dengan bantuan bahan-bahan yang telah disiapkan dan disusun dalam beberapa stasiun (Stationen). ‘Stationenlernen’ menawarkan sebuah proses pembelajaran terbuka, mandiri, dan interaktif
EVALUASI PELAKSANAAN KURIKULUM SATUAN PENDIDIKAN MATA PELAJARAN BAHASA ASING DI SMA
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006 telah berjalan lima tahun. Mata pelajaran bahasa asing (Jerman, Arab, Prancis dan Jepang) dalam kurikulum tersebut merupakan mata pelajaran pilihan yang tujuannya mengacu pada kebermaknaan dari bahasa asing tersebut (khususnya dalam konteks kehidupan global sekarang ini). Persoalan pokok yang dihadapi dewasa ini adalah bagaimana agar bahasa asing menjadi pengetahuan yang bermakna bagi peserta didik. Pada era global ini, bahasa asing sudah mendapat tempat bagi para peminatnya, karena alur komunikasi, pengetahuan, dan teknologi sangat membutuhkan penguasaan dan kemampuan bahasa tersebut. Namun sejauh mana pembelajaran bahasa asing tersebut sudah memberi makna pada kebutuhan peserta didik dalam kiprahnya, perlu ada evaluasi dan pengkajian ulang mengenai hal ihwal pengajaran bahasa asing
PENGAJARAN BAHASA ASING DAN USIA PEMBELAJAR
Dalam pengajaran bahasa, khusunya bahasa asing, seorang pengajar tidak hanya cukup berbekal pengetahuan bahasa yang baik saja, namun perlu juga memperhatikan karakteristik dari pembelajar bahasa. Anak-anak, remaja, dan dewasa merupakan kelompok pembelajar yang berbeda berdasarkan usia. Masing-masing kelompok usia memiliki keunggulan dan kelemahan dalam konteks pembelajaran bahasa. Hal ini penting untuk diketahui dan diperhatikan oleh seorang pengajar agar ia mampu memilih pendekatan mengajar serta bahan ajar yang tepat guna keberhasilan pengajara
PENGEMBANGAN KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA JERMAN MELALUI DISKUSI KELOMPOK
In the teaching and learning process, the speaking skill of German language is still difficult to master. The fact shows that most learners still rarely use German language either in the classroom situation or in the real life. From the research conducted by Nurhani (2007) it is found that one alternative method of learning which can increase university students’ participation is the interactive method. One of the main features of this method is the group division which divided a group into large and small group. In this group the interaction between students can be increase. Based on that explanation, this research will developed a certain learning model which can increase the German speaking skill of university students. Few important results from this research are as follow: (1) the model is new to the German Department of UPI, (2) after implementing it three times, both lecturers and students are familiar with the situation developed and the discussion become more attractive and conducive in increasing the students skill especially in speaking, (3) the themes provided are still lack of variation and the lecturer roles as the facilitator of the discussion still needed to be developed, (4) this method can increase the students participation in the teaching and learning process, (5) it is recognized that lecturer have to develop a certain strategy in delivering the model of learning in speaking through the discussion technique, (6) by using Einstieg (introduction), the students are not only capable in knowing the coverage of the theme, but they also can identify the vocabulary and also the terms related to the theme. This will make the discussion more dynamic, (7) lecturer at least has to consider three aspects in group division: first the student’s competency, it means that all students with high learning achievement are spread into all group. Second, the time in making the groups. Third the class setting, (8) in the class discussion phase, lecturer must to be able to manage the class situation so that the discussion is not monopolize by few students