STMIK GI MDP
Not a member yet
    2469 research outputs found

    APLIKASI SISTEM INFORMASI BUKU BESAR PADA CV.DHARMA UTAMA PALEMBANG

    No full text
    Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dan memperbaiki sistem buku besar pada CV. Dharma Utama yang masih dilakukan dengan manual menjadi terkomputerisasi dengan menggunakan pemrograman Visual Basic 6.0. Metode penelitian untuk mengumpulkan data dengan cara observasi, wawancara, maupun studi pustaka . Sedangkan perancangan sistemnya dengan menggunakan DFD, ERD, kamus data, data masukan dan data keluaran. Hasil yang ingin dicapai dari perancangan aplikasi ini adalah agar CV. Dharma Utama dapat menggunakan aplikasi sistem informasi buku besar yang penulis buat. Kesimpulan yang dapat penulis ambil adalah bahwa aplikasi sistem informasi buku besar yang terkomputerisasi dapat mempermudah proses pengelolaan data buku besar pada CV. Dharma Utama

    APLIKASI SISTEM INFORMASI PENGUPAHAN PADA CV. MAHKOTA INDAH LESTARI PALEMBANG

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan merancang sistem informasi pengupahan pada CV. Mahkota Indah Lestari Palembang. Metode penulisan ini menggunakan metode iterasi (Iterative). Metode perancangan menggunakan Data Flow Diagram (DFD), spesifikasi file, spesifikasi proses, dan Entity Relationship Diagram (ERD). Pembuatan sistem sendiri menggunakan bahasa pemrograman Microsoft Visual Basic 6.0 dan SQL Server 2000 untuk databasenya. Sumber daya manusia (SDM) merupakan sumber daya terbesar yang dimiliki oleh perusahaan. Potensi dan kemampuan SDM sudah selayaknya dihargai oleh perusahaan. Selama menggunakan sistem manual, kesalahan dalam pencatatan atau penulisan angka yang salah serta penghitungan upah buruh, mengakibatkan banyak buruh yang melayangkan protes ke perusahaan. Sehingga diperlukan suatu ketelitian dan kecermatan bagian kasir dalam penghitungan upah buruh tersebut. Penulis merancang sebuah aplikasi pengupahan pada CV. Mahkota Indah Lestari Palembang agar dapat digunakan oleh perusahaan, sehingga bermanfaat bagi proses pekerjaan kasir. Diantaranya dapat dilakukan dengan merancang suatu sistem pengupahan yang berbasis komputer, agar dapat mengurangi kesalahan yang dapat merugikan buruh serta staf dapat dihindari semaksimal mungkin

    Kesesuaian Capability Maturity Model Integration Development V1.2 (CMMI Dev. V1.2) Terhadap ISO 9001

    No full text
    Kesesuaian CMMI Development V1.2 dengan ISO 9001 merupakan suatu gambaran tentang adanya kesenjangan yang harus ditutup dalam penerapan CMMI pada perusahaan pengembang perangkat lunak, apabila perusahaan pengembang perangkat lunak tersebut telah mengimplementasikan Quality Management System dengan mengacu pada ISO 9001. Ada beberapa proses area yang sama sekali belum terpenuhi, atau spesifik praktis dalam proses area tidak terpenuhi secara lengkap, atau proses area yang sudah dapat terpenuhi dengan lengkap. Proses area tersebut perlu ditelaah untuk memastikan bahwa langkah atau rencana yang akan diambil untuk mempersiapkan sertifikasi tingkat kematangan perusahaan pengembang perangkat lunak, tidak salah atau keluar dari apa yang seharusnya dapat dilakukan lebih singkat dan cepat. Kesesuain dan kesenjangan antara CMMI Dev.V1.2 dengan ISO 9001 diuraikan untuk dapat dijadikan dasar dalam memastikan langkah-langkah yang akan diambil oleh perusahaan pengembang perangkat lunak yang telah menerapkan Quality Management System, dan akan meningkatkan performanya dengan mengukur tingkat kematangan melalui sertifikasi CMMI

    Sistem Pemesanan Dan Pembelian Tiket Bioskop Secara Online Dengan menggunakan Active Server Pages.Net Berbasis Web Dan Wireless Application Protocol

    No full text
    Perkembangan jaman yang semakin maju mundukung keinginan masyarakt untuk menyediakan berbagai jenis layanan yang dapat diakses dengan berbagai cara secara mudah, cepat, efisien, di mana pun mereka berada. Interaksi pelanggan yang dulunya dilakukan secara fisik (person to person direct contact) mulai bergeser ke elektronik (communication through technology innovations) karena komunikasi secara elektronik relatif dapat dilakukan secara efisien, efektif, akurat, aman, nyaman, dan berkualitas. Misalnya sejak dulu hingga saat ini, penonton yang ingin membeli tiket bioskop harus mengantri di loket penjualan tiket untuk membeli tiket bioskop. Ironisnya cara ini relatif tidak efektif karena penonton harus mengantri dalam antrian yang cukup panjang dan cukup lama untuk mendapatkan tiket bioskop namun tidak jarang sebelum gilirannya membeli tiket, tiket yang ingin dibeli sudah habis terjual tanpa ada informasi mengenai tiket yang masih tersedia. Oleh sebab itu, penulis berusaha mencari solusi untuk membuat sistem baru yaitu dengan menggunakan sistem pemesanan tiket bioskop secara online dengan menggunakan Active Server Pages.net berbasis web dan Wireless Application Protocol (WAP). Pada sistem yang baru, penonton dapat melihat film yang akan ditayangkan di bioskop, mendapatkan informasi harga tiket pada bioskop yang berbeda lokasinya, mendapatkan informasi ketersediaan tiket dan lokasi tempat duduk, dan membeli tiket bioskop yang ingin ditontonnya melalui web atau melalui handheld mobile device yang mendukung penggunaan WAP sehingga penonton tidak perlu lagi mengantri dan menghabiskan waktu untuk mengantri tiket bioskop. Uji coba penerapan sistem yang baru dapat dijalankan bersamaan dengan sistem yang lama sehingga peralihan dari sistem yang baru ke sistem yang lama diharapkan dapat berjalan dengan baik. Pembelian voucher untuk melakukan transaksi dilakukan pada Automatic Teller Machine (ATM) bank yang bekerja sama dengan bisokop. Kode booking yang diperoleh pada saat pelanggan selesai melakukan transaksi digunakan sebagai bukti pembayaran yang sah dan kode tersebut akan digunakan sebagai tiket masuk

    Kematangan Industri Perangkat Lunak Indonesia (KIPI v1.0) Dan Capability Maturity Model (CMM)

    No full text
    Persaingan industri perangkat lunak saat ini mulai berkembang. Kemampuan untuk meningkatkan produksi perusahaan mulai menunjukan perubahan yang signifikan. Dalam dunia industri global telah dikenal CMM sebagai model kematangan sebuah perusahaan dalam mengembangkan perangkat lunak. Negara-negara di dunia telah banyak menetapkan CMM sebagai standar dalam pengembangan perangkat lunak. Beberapa perusahaan mulai mensyaratkan suatu perusahaan yang mengikuti tender pengembangan perangkat lunak harus memiliki sertifikat CMM minimal level dua dari lima level. Di Indonesia, pemerintah mulai melakukan terobosan-terobosan baru dengan mengadopsi CMM sebagai standar pengembangan perangkat lunak dalam negeri dan menyesuaikan penerapannya dengan situasi serta kondisi di Indonesia. Penyesuaian yang dilakukan pemerintah dengan memecah level CMM dari level lima menjadi level sepuluh yang dikenal sebagai KIPI v1.0 (Kematangan Industri Perangkat Lunak Indonesia). Pemecahan level ini dengan pertimbangan bahwa pelaku bisnis industri perangkat lunak di Indonesia mayoritas perusahaan-perusahaan kecil, sehingga diharapkan pemetaan dari kematangan industri perangkat lunak dapat lebih mengakomodir kemampuan industri perusahaan-perusahaan industri di Indonesia

    Analisis Weighted Fair Queueing QoS Pada Jaringan Padat

    No full text
    Today both of local area network, and wide area network are the technology which grows rapidly. Along with this, multimedia services start to be implemented in this network, one of them is the VOIP service. In the real world application, the VOIP service will share the network resources with the other data services. In order to reach that, we need a quality of service (QoS) mechanism in the WLAN network, so the VOIP service could run in a good quality with the other data services. In this case, a study about qos management was done and then the implementation in the WLAN network was also been done with the priority queuing technique which support VOIP service. The subject which is discussed in this study is how to do the packet queueing, custom queueing, and weighted fair queueing qos management in order to keep the quality of the VOIP

    Menjadikan KIPI (CMM Versi Indonesia) Diminati Oleh Perusahaan Piranti Lunak Di Indonesia

    No full text
    Kebutuhan piranti lunak semakin dibutuhkan di setiap sektor. Tetapi di Indonesia sendiri, belum ada standar kualitas piranti lunak yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk menjamin kualitas dari piranti lunak yang ada. Sedangkan di luar negeri memiliki standar internasiona untuk menjamin kualitas piranti lunak tersebut, yaitu Capability Maturity Model for Software (CMM-SW) yang dikeluarkan oleh Software Engineerig Institute (SEI). Tidak dipungkiri CMM-SW merupakan standar piranti lunak internasional yang memiliki pamor tersendiri. Untuk itulah pemerintah Indonesia membuat suatu standar yang dinamakan Kematangan Industri Perangkat Lunak Indonesia atau KIPI yang diadopsi dari CMM internasional dengan tujuan agar perusahaan piranti lunak di Indonesia juga memiliki standar kualitas yang layak untuk diperhitungkan. Dengan harapan dapat bersaing dengan perusahaan asing yang ada di dunia

    Pengenalan Flora Dan Fauna Kepada Anak Menggunakan Visual Architecting Process

    No full text
    Komputer telah digunakan dan diterapkan oleh banyak kalangan di berbagai bidang, mulai dari institusi pemerintahan, swasta, pendidikan, masyarakat umum, rumah tangga dan sebagainya termasuk untuk kalangan anak-anak sebagai media proses pembelajaran untuk anak-anak. Tulisan ini akan mengkaji bagaimana komputer digunakan sebagai media pembelajaran anak untuk mengenal flora dan fauna. Metodologi pengembangan perangkat lunak yang dipilih adalah Visual Architecting Process TM yang terdiri dari lima tahap. Peneliti mengimplementasi tiap tahapnya dalam pengembangan aplikasi ini dengan piranti untuk pemrograman menggunakan Visual Basic. Berdasarkan hasil penelitian terdapat dua fitur utama yakni fitur Peta Indonesia yang berisi informasi peta wilayah Indonesia dimana flora dan fauna yang akan diinformasikan berada dan fitur Keluar untuk keluar dari aplikasi. Fitur-fitur ini kemudian dibandingkan dengan kebutuhan anak terutama pengenalan flora dan fauna yang tergambar pada tahap kedua Architecting Process TM yakni Architectural Requirement apakah telah memenuhi standar yang diinginkan pengguna dalam hal ini anak. Berdasarkan penelitian pada tahap Architecturing validation pada tahap Architecting Process TM bahwa alat Bantu STD (State Transition Diagram) cocok untuk digunakan karena karakteristik dapat memperlihatkan perpindahan dari layer satu ke layer lain

    Kajian Manajemen Investasi Proyek E-Learning Dengan Pendekatan Generic Is/It Business Values (Studi Kasus : Sekolah Tinggi ABC)

    No full text
    Kebijakan investasi disebuah perusahaan adalah merupakan bagian dari prinsip governance yang harus diterapkan yaitu bagaimana perencanaan dan pengembangan TI benar-benar dilakukan untuk mendukung tercapainya objektivitas bisnis dengan menjunjung tinggi aspek akuntabilitas, responsibilitas, dan transparasi. Sehubungan dengan hal tersebut manajemen sebuah investasi TI harus sejalan dengan atau align dengan strategi bisnis terkait. Manajemen investasi proyek e-learning pada sebuah sekolah tinggi yang didukung peranan teknologi informasi sangatlah dibutuhkan dalam menilai efektivitas dan efisiensi nilai investasi tersebut dilihat dari sisi kebutuhan bisnis dan financial. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah dengan menggunakan pendekatan generic IS/IT business values. Dengan penerapan proyek e-learning tersebut memberikan dampak yang baik terhadap perusahaan dan meningkatkan citra perusahaan, seperti membantu dan mempermudah dalam proses pembelajaran dan layanan informasi kepada mahasiswa sehingga meningkatkan kualitas dan kompetensi mahasiswa

    Perencanaan Strategis Sistem Dan Teknologi Informasi Pada St. Ignatius Education Center Palembang

    No full text
    Meningkatnya jumlah lembaga pendidikan mengakibatkan semakin tingginya persaingan antar lembaga tersebut khususnya lembaga education center. Tingginya tuntutan standar nilai kelulusan pendidikan formal mengakibatkan banyaknya siswa yang membutuhkan tambahan bimbingan belajar diluar jam sekolah. St. Ignatius Education Center sebagai lembaga education center dituntut agar dapat memberikan diferensiasi dan inovasi program bimbingan dalam mencapai tujuan bisnis perusahaan dengan penerapan sistem dan teknologi informasi. Dalam industri usaha jasa, sistem informasi merupakan senjata yang paling penting dalam memenangkan persaingan. Perencanaan strategis sistem dan teknologi informasi menjadi salah satu kunci sebelum penerapan sistem dan teknologi informasi dalam perusahaan. Perencanaan strategis sistem dan teknologi informasi yang tepat dapat mendukung rencana dan pengembangan bisnis perusahaan yang nantinya akan memberikan nilai tambah berupa competitive advantage dalam persaingan bisnis. Bentuk Perencanaan Strategis Sistem Informasi yang akan dibahas dalam kajian ini adalah menggunakan metodologi Ward and Peppard, dengan masukan berupa analisis lingkungan bisnis internal, analisis lingkungan bisnis eksternal, analisis lingkungan SI/TI internal, analisis lingkungan SI/TI eksternal. Hasil dari analisis ini akan mendefinisikan perencanaan strategis sistem informasi berupa strategi manajemen SI/TI, penerapan dan pemilihan teknologi informasi yang selaras dengan strategi bisnis St.Ignatius Education Center

    2,451

    full texts

    2,469

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    STMIK GI MDP
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇