136 research outputs found

    Sestina dalam sudut pandang Estetika Monroe C. Berdsley

    Full text link
    Setiap karya musik yang dinyanyikan, biasanya memiliki sebuah lirik yang ikut andil di dalamnya. Kebanyakan, penciptaan sebuah lirik terinspirasi dari sebuah puisi. Banyak sekali jenis-jenis puisi di dunia, salah satunya adalah puisi Sestina. Penelitian ini berjudul "Sestina dalam Sudut Pandang Estetika Monroe C. Berdsley". Puisi sestina adalah salah satu puisi kuno yang tidak memiliki unsur rima tetapi memiliki algoritma repetisi yang disebut circular of sestina. Dalam sebuah karya seni, selalu memiliki suatu estetika yang terkandung di dalamnya. Dengan meninjau lebih dalam tentang estetika, penelitian ini berfokus pada teori estetika yang dikemukakan oleh Monroe C. Berdsley. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis karya sastra sestina dalam sudut pandang teori estetika dari Monroe C. Berdsley. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan sebuah pendekatan yang menjurus pada studi kepustakaan. Hasil dari penelitian ini adalah menjelaskan tentang ketiga unsur Intensity, Complexity, dan Unity yang terdapat dalam suatu karya sastra sestina dengan menggunakan contoh karya puisi "Sestina" yang diciptakan oleh Elizabeth Bishop. The model song is a song that is used as a medium in achieving theme based learning. The problem in the process of creating songs is the difference in students' musical abilities between the background of music education and students in the PG-PAUD Study Program. This study aims to describe the optimization of the learning process of song copyright for early childhood learning. This study uses a qualitative approach. The subjects in this study were level II students in class A, B, C, and D, totaling 59 students. This research was conducted in the even semester of the 2015/2016 academic year, with data collection techniques in the form of interviews, observation, and documentation studies. The results of the study concluded that the way to optimize the creation of "Model Song" for early childhood is through making a synopsis, implementing collaborative discussion methods, appreciation, and documenting songs in the form of CDs and books. With the right method in optimizing the learning process, it can improve the quality of songs created by students.Keywords: Optimization, Model Song, Early Childhood

    Optimalisasi Penggunaan Metode Drill Pada Pembelajaran Gitar Pemula

    Full text link
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan optimalisasi pembelajaran gitar pemula melalui metode drill dan mendeskriksikan dampak metode drill dalam meningkatkan keterampilan guru TK pada materi teori dasar dan praktik bermain gitar pemula. Subjek penelitian ini adalah guru TK anggota IGTKI-PGRI Kabupaten Kediri yang berjumlah 26 orang sebagai perwakilan 26 Kecamatan. Penelitian ini menggunakan Desain PTK model Kurt Lewin (Wijaya K. dan Dedi D., 2012: 20). Dikatakan penelitian ini berhasil jika mampu melakukan perpindahan antar kunci dan mampu memainkan pola rhythm yang diperlihatkan melalui kriteria minimal 75%. Teknik pengumpulan data dalam PTK ini adalah observasi dan instrumen yang digunakan dalam penilaian proses pembelajaran ini mencakup 2 (dua) aspek keterampilan, antara lain: perpindahan antar kunci (jari tangan kiri) dan pola rhythm (jari tangan kanan). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, dapat diketahui bahwa terjadi peningkatan ketuntasan belajar perpindahan kunci sebanyak 3 orang (11,5%) di siklus I, sebanyak 16 orang (61,5%) di siklus II, dan prosentase ketuntasan belajar mencapai 80,8% pada siklus III. Dan pola rhythm sebanyak 5 orang (19,2%) di siklus I dan dengan prosentase ketuntasan belajar mencapai 77% pada pelaksanaan di siklus II. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa melalui penerapan penggunaan metode drill pada pembelajaran gitar pemula pada kelompok ansembel IGTKI-PGRI Kabupaten Kediri tahun 2017, maka hipotesis tindakan dalam penelitian ini dapat diterima. The purpose of this study is to describe the optimization of beginner guitar learning through the drill method and describe the impact of the drill method in improving the skills of kindergarten teachers on basic theoretical material and practice of playing beginner guitar. The subjects of this study were 26 kindergarten teachers of IGTKI-PGRI Kediri Regency as 26 District representatives. This study uses the design of the PTK model Kurt Lewin (Wijaya K. and Dedi D., 2012: 20). It is said that this research is successful if it is able to make transfers between keys and is able to play the rhythm patterns shown through the minimum criteria of 75%. Data collection techniques in PTK are observations and instruments used in the assessment of this learning process include 2 (two) aspects of skills, including: displacement between keys (left hand fingers) and rhythm patterns (right hand fingers). Based on the results of the research that has been carried out, it can be seen that there was an increase in completeness of key transfer learning by 3 people (11.5%) in the first cycle, as many as 16 people (61.5%) in the second cycle, and the percentage of mastery learning reached 80.8 % in cycle III. And the rhythm pattern of 5 people (19.2%) in the first cycle and the percentage of mastery learning reached 77% in the second cycle. Thus, it can be concluded that through the application of the use of drill methods in beginner guitar learning in the IGTKI-PGRI ensemble group in Kediri Regency in 2017, the hypothesis of action in this study can be accepted.Keywords: Optimization; Drill; Beginner Guita

    Pembelajaran Karawitan Liturgi Pada Kelompok Karawitan Remaja Gita Rarya Di Yogyakarta

    Full text link
    Lagu model merupakan lagu yang digunakan sebagai media dalam mencapai pembelajaran berdasarkan tema. Yang menjadi kendala dalam proses penciptaan lagu adalah perbedaan kemampuan musikal mahasiswa antara latar belakang pendidikan musik dan mahasiswa di Prodi PG-PAUD. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan optimalisasi proses pembelajaran cipta lagu untuk pembelajaran anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa tingkat II di kelas A, B, C, dan D yang berjumlah 59 orang mahasiswa. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun akademik 2015/2016, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa cara untuk mengoptimalkan penciptaan “Lagu Model” anak usia dini adalah melalui pembuatan sinopsis, pelaksanaan metode diskusi kolaboratif, apresiasi, serta pendokumentasian lagu dalam bentuk CD dan Buku. Dengan adanya metode yang tepat dalam mengoptimalkan proses pembelajaran, maka dapat meningkatkan kualitas lagu yang diciptakan oleh mahasiswa. One of the weekly Eucharist Celebrations (Mass) in Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus (GHKTY) Pugeran is held using the instrument of gamelan as form enculturation church music. The existence of Gita Rarya as group of karawitan, established by FX. Wiyono, who is responsible for the mass instrument is one of the froms of the process lessons. Therefore, the aim of the research is to describe the liturgical karawitan in GHKTY Pugeran applied by karawitan teens group Gita Rarya and describe the learning process of liturgical karawitan on karawitan teens group Gita Rarya. This research is a qualitative research with didactic approach. To get written data, research library method is used. Meanwhile, the methods of observation, interview, and recording used for obtain oral data. The technique of sample taking from the available population is the technique of purposive sampling. This particular technique is used to aim the advanced depth of the study. The conclusion that can be delivered is that for over 10 years, the karawitan teenagers group Gita Rarya consistently take part in the implementation of Catholic liturgy and the progress in mastering the church instrument is used, especially the  tabuhanimbal technique . Gita Rarya have high taste in musicality and their existences as pengrawit in GHKTY Pugeran is strengthen because they perform their duties with pleasure

    Pengaruh Musik Latar Terhadap Kenyamanan Kerja Karyawan Bank BCA

    Full text link
    Pembinaan dan pemeliharaan lingkungan kerja yang nyaman merupakan sasaran yang penting dalam kaitannya dengan pengelolaan dan pengembangan sumber daya manusia dalam perusahaan. Salah satu upaya untuk menciptakan kenyamanan kerja karyawan adalah dengan mendengarkan musik, karena musik dapat memberikan suasana baru bagi lingkungan kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji hipotesis “Ada peningkatan kenyamanan kerja pada karyawan BCA saat diperdengarkan musik latar” dan mengidentifikasi tingkat kenyamanan kerja karyawan setelah mendengarkan musik serta mengidentifikasi jenis musik latar yang dapat mendukung suasana kenyamanan kerja karyawan BCA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan kuasi eksperimen. Adapun desain kuasi ekperimen yang digunakan adalah Pre-test Post-test Control Group Desain. Subjek penelitian adalah 30 orang karyawan Divisi Keuangan Bank BCA, 15 orang kelompok kontrol (KK) dan 15 orang kelompok eksperimen (KE). Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner kenyamanan kerja, Hasil perhitungan menggunakan t-test menunjukkan nilai t sebesar 0,113 (p > 0,05), maka Ho diterima dan Ha ditolak. Hal tersebut berarti bahwa tidak terdapat peningkatan kenyamanan kerja yang signifikan pada kelompok kontrol. Selanjutnya melakukan uji nilai pretest dan posttest pada kelompok eksperimen. Hasil perhitungan menggunakan t-test menunjukkan nilai t sebesar 0,01  (p 0.05), then Ho was accepted and Ha was rejected. This means that there is no significant increase in work comfort in the control group. Next test the pretest and posttest values in the experimental group. The results of calculations using the t-test showed a t value of 0.01 (p <0.05), then Ha was accepted and Ho was rejected. Based on the results of the analysis, it can be concluded that there is a significant increase in work comfort in the experimental group.Keywords: Background music, work comfort, moods, emotion

    Model Terstruktur Berbasis Multimedia (Mtbm) dalam Pembelajaran Tepak Kendang Jaipongan

    Full text link
    Tulisan ini bertujuan untuk menguraikan hasil perancangan model pembelajaran kendang jaipongan berbasis multimedia yang efektif untuk mempelajari motif-motif tepak kendang jaipongan. Model ini sebagai model pembelajaran kendang jaipongan yang baru dan inovatif dengan memanfaatkan multimedia dalam bentuk audiovisual. Adapun metode yang digunakan adalah observasi, perancangan, pembentukan dan sosialisasi. Model Terstruktur Berbasis Multimedia (MTBM) dalam Pembelajaran Tepak Kendang Jaipongan merupakan cara mempelajari kendang jaipongan berbasis multimedia secara terstruktur melalui empat tahapan yaitu Pengenalan Awal (PA), Pengenalan Dasar (PD), Praktik Pokok (PP) dan Praktik Mahir (PM).  Hasil kesimpulan diperoleh bahwa dengan terwujudnya perancangan (MTBM), maka mempelajari motif-motif tepak kendang jaipongan semakin mudah, efektif dan efisien karena dapat dilakukan di mana dan kapan saja berada tanpa harus berguru langsung ke pengendang aslinya. Hadirnya (MTBM) ini sebagai solusi terbaru cara belajar kendang jaipongan di era digital yang dapat diaplikasikan oleh seluruh pecinta dan pengajar kendang jaipongan baik dosen, mahasiswa, maupun masyarakat umum

    Ragam Kendangan Jogedan dalam Wayang Wong Golek Menak Gaya Yogyakarta Lakon Bedhahing Ambarkustub: Garap dalam Iringan Tari

    Full text link
    Penelitian ini ini bertujuan untuk mengungkap beberapa hal dan permasalahan mengenai ragam kendangan jogedan wayang wong menak gaya Yogyakarta mengingat bahwa kemunculannya memiliki latar belakang  yang berhubungan dengan adanya 16 tipe karakter dalam wayang golek menak gaya Yogyakarta. Penelusuran dilakukan melalui  pengamatan yang detail terhadap intonasi, artikulasi, aksentuasi dan sekaran pada masing-masing jenis kendangan wayang golek menak dalam hubungannya identifikasi karakter tokoh beserta koreografinya. Bedhahing Ambarkustub merupakan salah satu pethilan cerita wayang golek menak yang digunakan sebagai sample penelitian ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Sifat kualitatif dalam penelitian ini adalah untuk memaparkan adanya ragam kendangan jogedan beksa golek menak gaya Yogyakarta melalui penelusuran yang berdasarkan data-data yang otentik sekaligus menguji seberapa jauh garap kendangan jogedan dalam mendukung presentasi pertunjukan seni tari khususnya tari klasik gaya Yogyakarta. Kegiatan observasi akan mengungkap gambaran sistematis terhadap objek yang dipilih yakni wayang wong menak lakon Bedhahing Ambarkustub. Hasil penelusuran ini diharapkan dapat memperluas kajian ilmu karawitan khususnya gending beksan atau karawitan tari. Penulis berharap bahwa melalui penelitian secara mendalam tentang pakem kendangan jogedan menak gaya Yogyakarta ini, maka kelestarian dan perkembangan iringan wayang golek menak dapat berlangsung lebih dinamis This study aims to reveal a number of issues and problems regarding the variety of Yogyakarta-style wayang wong constraints given that its emergence has a background that relates to the existence of 16 types of characters in the puppet show that resemble the Yogyakarta style. The search was carried out through detailed observations of the intonation, articulation, accentuation and current in each type of fearful wayang golek in relation to identifying the character of the character and the choreography. Bedhahing Ambarkustub is one of the great examples of puppet stories used as a sample of this study. The method used in this research is qualitative method. The qualitative nature of this study is to explain the variety of jogedan beksa golek constraints that are Yogyakarta style through search based on authentic data while testing how far the jogedan ride is worked in supporting the presentation of dance performances, especially Yogyakarta style classical dance. Observation activities will reveal a systematic picture of the object chosen, namely the wayang wong, the play of Bedhahing Ambarkustub. These search results are expected to expand the study of karawitan science, especially music beksan or karawitan dance. The author hopes that through in-depth research on the design of the jogedan vehicle to be of the Yogyakarta style, the preservation and development of the great puppet show can take place more dynamicall

    Teknik Vokalisasi Seni Baca A l-Qur’an dalam Musabaqoh Tilawatil Qur’an

    Full text link
    Vokalisasi berkaitan dengan hal-hal berolah vokal. Proses teknik vokalisasi dilakukan bagi seseorang yang ingin memiliki suara baik, merdu dan indah. Hal ini salah satu dambaan seseorang yang mendalami seni suara, seperti menyanyi dan  tilawah Al-Qur’an.  Lantunan ayat-ayat Al-Qur’an yang lazim disebut seni baca Al-Qur’an (Qira’ah) merupakan salah satu yang dapat diterima di kalangan masyarakat luas. Seni baca Al-Qur’an  seringkali dipertunjukan dan dilombakan secara langsung dalam acara keagamaan dengan istilah Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) dari jenis bacaan tartil, murottal, dan Qiro’ah (mujawwad). Penelitian ini terfokus mengkaji tentang vokalisasi  seni baca Al-Qur’an jenis Qira’ah atau mujawwad, yang dilantunkan seorang Qori’ah terbaik MTQ tingkat Nasional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah diskriptif analisis dan interpretatif dengan memanfaatkan data kualitatif. Hasil penelitian yang didapat menunjukkan bahwa teknik vokalisasi yang terjadi pada menyanyi dan lantunan seni baca Al-Qur’an memiliki perbedaan dan persamaan. Teknik vokalisasi yang memiliki kesamaan terutama dalam pernafasan, artikulasi,  dan vibrasi.  Perbedaannya dalam pemanfaan rongga resonansi, menyanyi  penggunaan resonansi lebih pada jangkauan nada atau suara, sedangkan tilawah Al-Qur’an penggunaan resonansi lebih pada pelafalan huruf hijaiyah dan jangkauan nada

    Metamorfosis Kupu-kupu: Sebuah Komposisi Musik

    Full text link
    Gagasan menciptakan karya seni terkadang berasal dari lingkungan sekitar, di antaranya yang banyak digunakan sebagai ide ialah kupu-kupu yang perkembangbiakannya melalui proses metamorfosis. Metamorfosis Kupu-kupu dipilih sebagai gagasan komposisi musik karena memiliki metamorfosis sempurna, atau holometabolisme. Penerapan gagasan Metamorfosis Kupu-kupu dalam komposisi ini menggunakan unsur ekstra-musikal sebagai gagasan dasar penciptaannya. Elemen ekstra musikal tersebut ditransformasikan ke dalam ide musikal dengan menggunakan unsur musikal di wilayah musik tonal. Karya ini dibuat oleh sumber program musik apelatif, yaitu yang dapat menempatkan karakter tertentu menjadi judulnya. Musik program musikal ini dibudidayakan dengan mengeksplorasi bentuk dan harmonisasinya. Pada karya ini penulis memperdalam ide dengan konsep-konsep harmoni, melodi, dinamika dan timbre. Penggunaan ukuran elemen eksplorasi dan pengolahan konsep-konsep tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap orisinalitas karya. Metamorfosis Kupu-kupu dilambangkan dengan catatan kunci soprano yang tenang pada bagian awal, kemudian menjadi lebih kompleks, dan didasarkan atas harmoni dan ritme yang dipertahankan sebagai iringan dengan penggunaan arpeggio sehingga menciptakan amosfir tenang pada proses tahap metamorfosis. Pemilihan alat musik yang tepat, penggunaan teknik-teknik kontrapung stretto, modus, polikordal, metrik, dan juga motif ekspansi maupun penyempitan yang digunakan dalam budidaya, diharapkan dapat memberi warna baru dalam penciptaan karya seni musik dan orisinalitasnya

    Performance as a Research Instrument: An Example from the Western European Baroque

    Full text link
    In this paper, I discuss performance as a research instrument in Western European classical music.  I describe considerations and process leading to my performance of Corelli Op. 5 no. 12 "Follia" in the Indonesian Chamber Music Festival 2011 at ISI Yogyakarta Concert Hall.  Corelli's Follia (La Folia), as it is commonly known, is a canonized work which opens many professional violinist's recital programs. Its real identity has become marginalized and transformed through rather blind reliance on 19th-century editions by violinists who wished to adopt it to "mainline" romantic concepts of style and performance. This process of adaption has been characteristic of European classical music for centuries. Works of earlier times were reshaped both in performance and in print editions to fit prevailing musical tastes.  I chose to approximate an appropriate ensemble with modern instruments. Using a constructivist approach, I employed aspects of Baroque performance practice, especially in ornamentation and embellishment, along with manipulation of rhythmic elements and in a more spontaneous, and consciously contemporary manner.  I take the opportunity to contribute to productive dialogue regarding the role of performance at Music Department, the Faculty of Performing Arts, Yogyakarta Indonesian Institute of the Arts, and qualitative research. I seek to open up our discourse to a wider understanding beyond the persistent positivist continues to approach the academic world in Indonesia as the only platform for research theory and method.  I suggest that this performance, like any other, is an informed adventure across time and space and that ethnomusicology and music are no longer separate worlds

    Peran Lagu Perjuangan dan Pendidikan Kesadaran Nasionalisme di Indonesia

    Full text link
    Paper ini membahas peran lagu-lagu perjuangan dan lagu-lagu pendidikan dalam menumbuhkan kesadaran nasionalisme pada masyarakat Indonesia. Kajian fungsi lagu pada masyarakat Indonesia dilakukan melalui pendekatan sosiologi musik dengan menerapkan analisis kontekstual dan konstruktif musikologis. Kajian ini menyimoulkjan bahwa lagu-lagu kebangsaan Indonesia adalah ekspresi para pejuang bangsa yang seara musikologis melodinya dibuat sederhana, menggunakan teks berbahasa Indonesia. Secara sosiologis lagu-lagu tersebut tercipta akibat adanya tekanan dari bangsa penjaja

    120

    full texts

    136

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    PROMUSIKA
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇