PROMUSIKA
Not a member yet
136 research outputs found
Sort by
Politik Identitas Kebalian dalam Musik Pop Bali
Politik identitas berurusan dengan kekuasaan untuk menamai dan mendeskripsikan berbagai hal, termasuk benda budaya musik pop Bali dalam masyarakat Bali. Studi ini merupakan literature review terhadap sejumlah bacaan terkait. Wawancara dan penelahaan diskografi dilakukan untuk membantu analisis yang dilakukan. Tujuan studi ini adalah mengetahui bekerjanya politik identitas kebalian dalam musik pop Bali dan kaitannya dengan diskursus kekuasaan dan pengetahuan. Hasil studi menunjukkan bahwa di Bali politik identitas nyata dalam fenonema musik pop Bali yang direpresentasikan menjadi penanda identitas di tengah derasnya gempuran globalisasi terhadap masyarakat dan kebudayaan Bali dalam beberapa dasawarsa terakhir. Faktor bahasa Bali menjadi sangat penting karena bahasalah yang menunjukkan apakah musik berkategori musik pop Bali atau bukan. Belakangan yang terjadi adalah munculnya lagu-lagu yang tidak saja sistem tangga nadanya ”tidak Bali” serta gaya penyajiannya sangat asing melainkan bahasanya sudah dicampur-campur dengan bahasa asing, terutama bahasa Indonesia
Peran KKM 6.5 Composer’s Collective bagi Mahasiswa Program Studi Penciptaan Musik FSP ISI Yogyakarta
KKM 6.5 Composer Colective adalah salah satu klub kegiatan kemahasiswaan di Departemen Musik FSP ISI Yogyakarta, yang anggotanya adalah mahasiswa musik yang konsentrasi studi elektifnya adalah komposisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan program KKM 6.5 Composer Colective, serta perannya dalam pengembangan komposisi mahasiswa serta program studi komposisi musik selama periode tahun 2014 sampai 2016. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semua mahasiswa komposisi yang baru masuk diarahkan untuk berpartisipasi dalam kegiatan program KKM 6.5 Composer Colective. Ada program tahunan yang selalu dijadwalkan dan dilakukan secara teratur seperti konser komposisi perdana mahasiswa baru, lokakarya, dan kelas komposisi. Ada hubungan timbal balik antara KKM 6.5 Composer's Collective, yang terkadang melibatkan alumni Jurusan Musik yang menjadi komposer aktif, dan mahasiswa program studi Komposisi Musik saat ini. Dari program klub mahasiswa ini, para mahasiswa komposisi telah mendapatkan wawasan dan pengalaman yang luas sehingga bermanfaat sebagai dukungan untuk proses belajar akademik mereka
Model Penciptaan Karya Lagu Anak Populer yang Berangkat dari Nilai Tradisi
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan bagaimana bentuk yang baik dalam membuat karya musik untuk anak khususnya mengangkat nilai tradisi, sehingga luaran yang ingin dicapai peneliti agar insan akademis khususnya mahasiswa seni musik mampu untuk membuat ataupun mengonsep sebuah karya musik untuk anak, yang nantinya akan membantu mahasiswa dan insan akademis lainnya untuk bersaing dalam industri musik secara global. Menggunakan metode analisis kualitatif dengan pendekatan pada musikologi, dengan teori Ilmu Bentuk Analisis, Harmoni, komposisi dan litelataur mengenai nilai tradisi ke’Sunda’an, maka dari dasar tersebut dapat diperoleh dengan cara menganalisis karya lagu anak yang didapat langsung dari sumber yaitu rekaman kaset ataupun audiovisualnya, literataur, serta pengaplikasian secara langsung yang erat kaitannya dengan penelitian. Hasil yang diharapkan mendapatkan pola-pola bentuk musik, lirik, melodi, serta akor yang mampu menggambarkan atau mencirikan sebuah karya musik pop anak yang merepresentasikan nilai tradisi.
Studi Eksploratif Bahan Ajar Cello Berbasis Metode Suzuki
Metode Suzuki merupakan metode pembelajaran musik yang menekankan pentingnya pendidikan bakat musik sedini mungkin untuk anak-anak dengan menggunakan bahasa ibu (mother tongue). Metode ini banyak disalahartikan oleh masyarakat hanya dengan menggunakan kurikulum buku saja, tanpa menerapkan filosofi dari penciptanya, Shinici Suzuki yaitu dididik dengan kasih sayang Nurtured by Love (dididik dengan kasih sayang) dan teorinya yaitu Talent Education (pendidikan bakat). Tujuan eksplorasi Metode Suzuki ini yaitu: (1) untuk memperkaya bahan ajar cello berbasis Metode Suzuki Cello menggunakan metode eksploratif yaitu metode penelitian yang digunakan untuk meneliti sesuatu yang belum diketahui, belum dipahami, dan belum dikenali dengan baik, (2) untuk mensosialisasikan Metode Suzuki dalam pembelajaran cello. Kesimpulan yang dapat diambil adalah: (1) pengayaan bahan ajar cello dalam Metode Suzuki menggunakan metode eksploratif, (2) metode eksploratif yang diterapkan pada pengayaan bahan ajar cello sebagai upaya mensosialisasikanera
Proses Penalaan Piano di Jurusan Musik FSP ISI Yogyakarta
Piano berasal dari kata pianoforte, yaitu sebuah instrumen keyboard akustik yang dapat menghasilkan volume nada yang bervariasi dari lunak hingga keras, yang di pada perkembangan sebelumnya kapasistas tersebut tidak terdapat. Pergantian musim dapat mengakibatkan perubahan tingkat ketegangan lebih dari 200 senar piano sehingga instrumen ini perlu ditala secara rutin. Penelitian ini mengkaji tenik penalaan piano oleh teknisi piano di Jurusan Musik, Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Melalui pendekatan observasi peneliti mengamati proses penalaan yang pada dasarnya adalah penyelarasan ketegangan senar-senar piano sesuai dengan standar bunyi musikal agar hasil talaan dapat mencapai tingkat akurasi yang terbaik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem penalaan piano yang digunakan di Jurusa Musik hingga saat ini adalah sistem equal tempered, yaitu membagi oktaf menjadi 12 nada secara rata. Di antara tahap awal dari sistem equal tempered yang telah dilakukan ialah dengan cara menala nada A4 pada ketinggian 440 Hz. Untuk selanjutnya ketiga senar yang mendukung sebuah nada ditala sehingga ketiganya mencapai ketinggian yang sama pada nada tersebut. Penalaan piano menggunakan alat yang disebut hammer tuning. Dengan alat tersebut nada-nada tempered dirangkai dari E3 hingga Bes4 sebagai patokan untuk merangkai nada diskan (nada-nada di atas) dan baskan (nada-nada di bawah)
Analisis Teknik Permainan Bagian Pertama Konserto Oboe dalam C Mayor karya Wolfgang Amadeus Mozart (1756- 1791)
Teknik permainan oboe yang terkandung dalam Konserto C Major Oboe karya Mozart memiliki tingkat kesulitan yang tinggi. Teknik-tekniknya, khususnya fingering dan pernapasan tidaklah mudah untuk dicapai kecuali melalui latihan-latihan yang penuh disiplin dalam waktu yang tidak sebentar. Dengan tingkat kesulitan yang tinggi karya ini sering dipakai untuk audisi untuk orkestra yang berkelas internasional. Karya ini dimainkan oleh penulis saat menyelesaikan studi Sarjana di Jurusan Musik ISI Yogyakarta. Melalui penelitian ini penulis mencari pendekatan tekknik permainan dengan mencoba berbagai berbagai kemungkinan musikologis maupun teknis dalam menginterpretasikan karya ini
Model Pemanasan Multi-Tenor pada Battery Percussion Marching Band Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Multi tenor adalah salah satu seksi instrumen dari kelompok battery percussion pada sebuah marching band. Hal yang menarik untuk diteliti, multi tenor memiliki drum lebih banyak dibanding instrumen battery percussion lainnya. Dengan demikian tentunya memiliki tingkat kesulitan yang lebih kompleks dibanding instrumen battery percussion lainnya. Tahap pembentukan pemain marching band (skill, visual, dan sebagainya) ada tiga tahap yaitu technique, reading, dan musicianship. Di dalam tiga tahap tersebut, penelitian ini berada pada tahap technique atau hal yang paling dasar. Fokus yang diteliti adalah cara atau model pelatihan warming up multi tenor dengan studi kasus pada Marching band Saraswati ISI Yogyakarta. Selain cara/model melatih, juga diteliti mengenai kendala-kendala dan cara mengatasi kendala-kendala dalam melatih 15 warming up multi tenor
Teknik Pembentukan Tone Colour pada Tangan Kanan dalam Permainan Instrumen Viola
Artikel ini disarikan dari penelitian yang berjudul “Teknik Pembentukan Tone Colour Pada Tangan Kanan dalam Permainan Instrumen Viola”. Data penelitian ini didasarkan atas observasi lapangan terhadap pelaksanaan ujian praktik viola oleh para mahasiswa di Jurusan Musik, Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Masalah yang dihadapi oleh mahasiswa peserta ujian adalah tentang bagaimanakah cara mencapai teknik yang dapat menghasilkan intonasi yang baik pada viola. Penelitian ini menggunakan metode kritikal dengan pendekatan teoritikal. Tujuan penelitian adalah untuk menawarkan solusi permasalahan teknis dalam menghasilkan kualitas intonasi yang baik pada viola. Melalui materi pembelajaran tone colour diharapkan mahasiswa viola dapat memperoleh solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan yang dihadapinya. Hasil yang diharapkan dari penelitian ini adalah agar mahasiswa dapat menguasai teknik tangan kanan permainan viola melalui latihan-latihan bertahap yang telah disusun dalam materi pembelajaran teknik pembentukan tone colour
Aplikasi Pembelajaran Mata Kuliah Aransemen Musik Pendidikan II: Studi Kasus di SMP Al-Azhar Yogyakarta
Mata Kuliah Aransemen Musik Pendidikan I dan II pada kurikulum 2009 Program Studi Seni Musik, termasuk kelompok mata kuliah keahlian berkarya yang terdapat didalam minat utama Musik Pendidikan. Deskripsi mata Kuliah Aransemen Musik Pendidikan II yaitu mampu membuat aransemen musik pendidikan dengan bentuk ansambel musik untuk tahap menengah (siswa Sekolah Menengah Pertama). Penelitian ini berguna untuk mengatasi kendala dan mencari solusi pada proses pengajaran Aransmemen Musik Pendidikan dalam bentuk ansambel musik di sekolah Penelitian ini adalah penelitian deskriptif analisis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan metode teoritical. Penguasaan materi unsur-unsur musik menjadi dasar untuk membuat aransemen di mana subyek terkait dengan konsep-konsep seperti bentuk, harmoni, tandingan, dan perangkat komposisi (Watanabe;1967,5). Pada penelitian ini, hasil teori tentang aransemen musik yang didapat selama proses perkuliahan aransemen musik pendidikan II di kelas, selanjutnya diaplikasikan ke SMP Al Azhar Yogyakarta yang kemudian hasilnya lalu dikaji lebih mendalam. Hasil aransemen mata kuliah aransemen musik pendidikan dapat di aplikasikan di SMP Al-Azhar. Bentuk aransemen dengan format ansambel yang menggunakan instrumen rekorder, pianika, biola, glokenspiel, perkusi, gitar elektrik, bass elektrik, keyboard, drumset serta vokal menjadi ansambel musik bentuk baru yang memang tepat bagi kegiatan ansambel musik di Sekolah Menengah Pertama
Analisis Bentuk Musik atas Kesenian Laras Madya dan Resistensinya dalam Budaya Jawa
The Laras madya is a development form of Santiswaran music from the time of Pakubuwono X (1893-1930) in Kasunanan Surakarta. This is a Javanese-Islamic cultures blend of music that its song lyric is based on the Serat Wulangreh text written by Pakubuwono IV. The Laras Madya instrumentation is generally utilized traditional percussions such as the kendang, the terbang dhana, the terbang gong, and the two-pitches saron, to accompany the Bowo (solo singer), and the Gerong (accompanist singer). This study discusses the uniqueness of Larasa Madya’s musical form and its resistance from the domination of mass culture. Therefore, this research is aimed to describe and analyze the Laras madya’s musical form, and the resistance. This study applies interdisciplinary approaches to musicology, cultural studies, and socio-anthropology, through qualitative methods. This study result indicates that the Laras madya is a form of Javanese ensemble which characterized by rhythm repetition, the use of the Slendro pentatonic melody, constant expression, and moderate-andante tempo. To resist from the hegemony of mass culture, the Laras Madya owns some efforts to form such public opinion/ campaign through cultural festival media, as its open resistance characteristic, and also to raise rumors on the negative image of mass culture as a class domination that is conducted bt individuals, as the trait of closed resistance