136 research outputs found

    Orkes Keroncong Nada Kasih di Yogyakarta dan Peranannya dalam Melestarikan Nasionalisme Musik Keroncong

    Full text link
    This study examines the activities of the Orkes Keroncong (OK) Nada Kasih conducted by Fx Supardi who has given a positive impact on the development of Keroncong music in the Sleman Regency of Yogyakarta. This research reveals how the efforts made by Fx Supardi with his OK Nada Kasih in conserving the keroncong music. To answer these problems, this study utilizes descriptive qualitative methods. This study concludes that the OK Nada Kasih’s programs aim to conserve and develop keroncong music so that it will be favored by the Indonesian community, especially the younger generation. Its program that encompasses public performances, social gatherings, and other social activities has made this band continues to work as the potential keroncong orchestra. By consistently developing as well as disseminating its keroncong music repertoire this band has given a great contribution to public services in strengthening national identity so that public services in developing the nation have chronologically improved. The Penelitian ini mengkaji aktivitas Orkes Keroncong (OK) Nada Kasih pimpinan Fx Supardi yang telah memberikan dampak positif pada perkembangan musik Keroncong di Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Penelitian ini mengungkap bagaimana upaya yang dilakukan Fx Supardi dengan OKNada Kasih-nya dalam melestarikan musik keroncong. Untuk menjawab masalah ini, penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Studi ini menyimpulkan bahwa program-program OK Nada Kasih bertujuan untuk melestarikan dan mengembangkan musik keroncong sehingga akan disukai oleh masyarakat Indonesia, terutama generasi muda. Program-programnya yang meliputi pertunjukan publik, pertemuan sosial, dan kegiatan sosial lainnya telah membuat kelompok musik ini terus bekerja sebagai orkestra keroncong yang potensial. Dengan secara konsisten mengembangkan serta menyebarkan repertoar musik keroncongnya, OK Nada Kasih ini telah memberikan kontribusi yang besar terhadap layanan publik dalam memperkuat identitas nasional. Sehubungan dengan itu layanan publik dalam membangun bangsa telah meningkat secara kronologis

    Gagasan Ki Hajar Dewantara Tentang Kesenian dan Pendidikan Musik di Tamansiswa Yogyakarta

    Full text link
    Perjalanan panjang gagasan pendidikan kesenian  yang sudah dilakukan Dewantara, sampai sekarang ternyata belum dapat membuat pendidikan tersebut mampu menarik perhatian para pengembang kurikulum pendidikan di Indonesia. Diawali dengan nama pendidikan kesenian, kemudian menjadi pendidikan seni, kerajinan tangan dan kesenian, saat ini dengan nama  Seni budaya dan ketrampilan, yang ruang lingkupnya terdiri dari seni musik, tari, rupa/lukis, dan teater. Dari riwayat kurikulum pendidikan kesenian ini, dapat diketahui bahwa  sebenarnya Indonesia belum dapat memunculkan ide pendidikan kesenian yang dapat menyentuh aspek cipta, rasa, karsa itu yang bagaimana, dan pendidikan musik yang dapat memenuhi standar kompetensi itu yang seperti apa. Hal-hal semacam inilah yang belum dapat dirumuskan oleh para pengembang pendidikan khususnya seni, baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah. Oleh sebab itu, gagasan tentang kesenian khususnya musik dari Dewantara dapat dijadikan acuan sekaligus pedoman dalam mengembangkan pendidikan seni, kesenian atau seni budaya di Indonesia, karena kedudukan kesenian di dalam kebudayaan di seluruh dunia selalu terpakai sebagai ukuran untuk menetapkan rendah tingginya kebudayaan dari sesuatu bangsa.  Banyak pendapat bahwa kebudayaan adalah kesenian dan kesenian adalah kebudayaan. Kesenian salah satu bagian terpenting dari kebudayaan. Menghargai keluhuran bangsa adalah dengan mempelajari  keseniannya, karena ada kesenian ada penghormatan, tidak ada kesenian tidak ada penghargaan terhadap suatu bangsa. The long journey of the idea of art education that has been done by Dewantara, until now apparently has not been able to make the education able to attract the attention of curriculum developers in Indonesia. Beginning with the name of art education, then became art education, handicraft and art, currently under the name Art culture and skills, the scope of which consists of music, dance, visual / painting, and theater. From the history of this art education curriculum, it can be seen that in fact Indonesia has not been able to come up with an idea of art education that can touch the aspects of creativity, taste, what initiative, and music education that can meet such competency standards. Things like this that have not been able to be formulated by educational developers, especially art, both at the central and regional levels. Therefore, the idea of art, especially music from Dewantara can be used as a reference as well as a guideline in developing arts education, arts or cultural arts in Indonesia, because the position of art in cultures around the world is always used as a measure to determine the low or high culture of a nation. Many opinions that culture is art and art is culture. Art is one of the most important parts of culture. Respecting the nobility of a nation is to study its art, because there is art there is respect, there is no art there is no appreciation for a nation.Keywords: ideas, art, musi

    Proses Komposisi Theme Song “A True Friend ” Berdasarkan Komik H2O: Reborn An Epic Trilogy Phase 0.2 Chapter 11 Karya Sweta Kartika

    Full text link
    H2O:Reborn, adalah komik indonesia karya Sweta Kartika yang menceritakan epos Ramayana dalam versi modern dengan bentuk trilogy. H2O:Reborn terbagi menjadi tiga phase dimana pada setiap fase dilengkapi dengan theme song. Dengan adanya theme song, H2O:Reborn menjadi suatu inovasi komik yang memiliki branding dan daya tarik tersendiri dibanding komik pada umumnya. Kemudian inovasi yang di gagas oleh Sweta Kartika ini diwujudkan dengan membuat komposisi musik dan theme song berdasarkan setiap phase dalam komik H2O:Reborn. Pada penelitian ini akan dibahas theme song yang terdapat pada fase 0.2 yang berfokus di chapter 11. Fokus penelitian ini akan mengupas karakter bunyi yang dijalin dalam komposisi A True Friend yang dapat mewakili karakter tokoh Sita dan Ravana. Pembuatan komposisi musik A True Friend melewati proses diskusi dengan Sweta Kartika serta pembuatan sampel musik yang direvisi sesuai dengan storyboard yang dikehendaki komikus. Ilustrasi musik A True Friend dibuat dengan perpaduan instrumen piano, strings, choir, harp dan vocal. Penyusunannya menggunakan gaya musik popular dengan inspirasi berdasarkan teknik komposisi musik Beethoven dan teknik contrapuntal texture dalam proses pembuatan orkestrasi. Kombinasi bunyi dengan alur musik yang sendu menjadi karakter utama theme song yang bertujuan membangkitkan emosi dan sensasi pembaca saat membaca komik H2O: Reborn sembari memutar theme song A True Friend. H2O: Reborn, is an Indonesian comic by Sweta Kartika which tells the Ramayana epics in a modern version with the form of a trilogy. H2O: Reborn is divided into three phases where each phase is equipped with the theme song. With the theme song, H2O: Reborn is an innovative comic that has its own branding and appeal compared to comics in general. Then the innovation proposed by Sweta Kartika was realized by making music compositions and theme songs based on each phase in the comic H2O: Reborn. In this study, the theme song will be discussed in phase 0.2 which focuses on chapter 11. The focus of this study will be to explore the sound character woven in the composition of A True Friend which can represent the characters of Sita and Ravana. The making of musical compositions A True Friend went through the process of discussion with Sweta Kartika and the making of revised music samples in accordance with the storyboard that the comic artists wanted. Music illustration A True Friend is made with a mix of piano instruments, strings, choirs, harps and vocal. The compilers used the style of popular music with inspiration based on Beethoven's musical composition techniques and contrapuntal texture techniques in the process of making orchestration. The combination of sound with a sad flow of music is the main theme song character that aims to arouse the emotions and sensations of readers when reading comics H2O: Reborn while playing the theme song A True Friend..Keywords: Theme song; H2O: Reborn comic; Sweta Kartika; A True Frien

    Bentuk Sonata Konserto Ritornello Klasik pada Gerakan Pertama Concerto in G for Flute karya W.A. Mozart (1756-1791)

    Full text link
    This study analyzes the musical structure of classical ritornello of Mozart’s Concerto in G for Flute, K.131. Problem that is discussed here is where the changing spots of sonata form’s main sections happened in this Mozart work? The purpose is to gain an understanding of the application of sonata form in early ritornello classical concerto. To achieve the goal this study utilizes the theoretic-analytical method. Analitically, subject is reconstructed into parts to understand their relationship that leads into its formal unity as a compositional work. Theoretically, analysis findings are confirmed to theories of musical forms. Through this theoretic-analytical method this study concludes that even though composed in ritornello style this work applies the standard sonata Allegro form. Kajian ini menganalisis bentuk musik konserto ritornello klasik dari Concerto in G for Flute, K.131, karya W.A. Mozart. Permasalahan yang dibahas ialah di manakah titik-titik perubahan seksi-seksi utama bentuk sonata yang terjadi pada karya Mozart ini? Tujuan kajian ini ialah untuk memperoleh pengetahuan mengenai penerapan bentuk sonata pada konserto klasik awal yang bergaya ritornello. Guna mencapai tujuan tersebut kajian ini menerapkan metode analitikal-teoretis. Secara analitikal, karya ini didekonstruksi ke dalam bagian-bagian guna memahami keterkaitan bagian-bagian tersebut  yang membawa pada suatu kesatuan bentuk sebagai sebuah karya. Secara teoretik temuan dari analisis ini dikonfirmasikan pada teori-teori bentuk musik yang relevan. Melalui metode analitikal-teoretis tersebut kajian ini menyimpulkan bahwa walaupun terbingkai oleh gaya ritornello, karya ini menggunakan bentuk sonata Allegro

    Peran Lirik Lagu Dalam Meningkatkan Komunikasi Verbal Pada Anak Austisitk di Sekolah Bina Anggita Yogyakarta

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan komunikasi verbal pada anak autistik dengan menggunakan lirik pada lagu anak-anak, karena diharapkan dapat meningkatnya kemampuan bekomunikasi secara verbal bagi anak autistik. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan didukung dengan studi pustaka guna memberikan informasi-informasi secara lengkap tentang penelitian ini. Ada 4 tahapan yaitu: Tahapan pra-lapangan, Tahap Pekerjaan lapangan, dan Tahapan Hasil Pengumpulan Data. Subjek penelitian adalah siswa autistik di sekolah Bina Anggita Yogyakarta berjumlah 5 siswa. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan pedoman observasi dan sebelumnya peneliti melakukan studi pustaka terlebih dahulu. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran lirik dalam lagu Balonku dan Pelangi-Pelangi dapat meningkatkan bahasa verbal anak autistik. Anak autistik terstimulus untuk menyanyi bersama saat dilibatkan untuk benyanyi bersama-sama. This study aims to improve verbal communication in autistic children by using lyrics on children's songs. Due to the expected increase in verbal skills for autistic children. This research is a qualitative research with case study approach and supported by literature study to provide complete information about this research. There are 4 stages: Preliminary Stage, Field Work Stage, and Data Collection Stages. Research subjects were autistic students in Bina Anggita Yogyakarta school amounted to 5 students. Data collection used in this research is using observation guideline and previous researcher do literature study first. Data analysis in this study using descriptive qualitative. The results of this study indicate that the role of lyrics in the song Balonku and Pelangi-Pelangi can improve the verbal language of autistic children. Autistic children are stimulated to sing together when involved to sing together.Keyword: Lyrics, Verbal, Autistic 

    Pembelajaran Kontrapung dengan Menggunakan Software Sibelius di Program Studi Pendidikan Musik Fakultas Seni Pertunjukan ISI Yogyakarta

    Full text link
    The terminology of counterpoint comes from the Italian language “punctus contra punctum”. Counterpoint consists of two or more melodic lines. The basic counterpoint consisting of two melodic lines (it is usually called inventions two voices). In the study of counterpoint in Music Education Study Program at Performing Arts Faculty, Indonesia Institute of the Arts Yogyakarta, the researcher found that students facing the difficulty in making inventions two voices. Regarding solve the problem, the researcher using Sibelius software as a learning media. This research is a classroom action research with the aims to increase the learning result of students in learning counterpoint by using Sibelius software. The result shows that Sibelius software can simplify and accelerate in making two-part inventions. The data obtained from students’ result in making two-part inventions and questionnaires that distribute to students at the end of the semester. In the preliminary stage, the data showed that only 6 (16, 70%) out of 36 students got excellent marks. This percentage increases until the second cycle, there are 21 (58, 33%) out of 36 students got excellent marks. This result showed the increasing of student learning outcomes in study Kontrapung II by using Sibelius software on making two-part inventions

    Analisis Bentuk Musikal dan Struktur Lagu Tanah Airku Karya Ibu Soed Aransemen Joko Suprayitno untuk Duet Vokal dan Orkestra

    Full text link
    Analisis dalam musik adalah pembelajaran untuk menemukan beberapa elemen – elemen musik yang pada prinsipnya meliputi semua aspek dari musik antara lain; melodi, harmoni, ritme, dinamika, dan bentuk musik. Karya tulis ini merupakan analisis bentuk musikal dan struktur lagu Tanah Airku karya Ibu Soed aransemen Joko Suprayitno untuk format duet vokal dan orkestra. Metode penelitian ini merupakan jenis metode penelitian kualitatif dengan pendekatan musikologis kepada arranger. Metode tersebut meliputi tinjauan historis, analisis bentuk musikal dan struktur aransemen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk musikal dan struktur lagu Tanah Airku karya Ibu Soed aransemen Joko Suprayitno untuk duet vokal dan orkestraAnalysis of the music is learning to find some of the elements of music which in principle covers all aspects of music, among others; melody, harmony, rhythm, dynamics, and forms of music. This paper is an analysis of musical form and structure of Tanah Airku song from Ibu Soed arrangement works by Joko Suprayitno for vocal duet and orchestra format . This research method is a type of qualitative research methods with musicological approach to the arranger. The method includes a historical review, analysis of musical form and structure of the arrangement. This study aims to determine the musical form and structure of Tanah Airku song arrangement by Joko Suprayitno for vocal duet and orchestra.Keywords: Joko Suprayitno, Analysis of Arrangement of My Tanah Air Song by Ibu Soe

    Analisis Schenkerian Pada Komposisi L’Armonia Opus 148.5 Gitar Klasik Karya Mauro Giuliani

    Full text link
    Ada beragam jenis cara analisis musik namun yang selama ini lebih dikenal dan dipelajari di lingkungan penulis, adalah analisis bentuk musik. Ada cara lain dalam bidang analisis, salah satunya adalah analisis schenkerian. Melalui cara analisis tersebut maka akan didapatkan struktur tonal yang terdalam dari sebuah sistem musik tonal. Cara ini sama sekali belum umum di Indonesia untuk saat ini. Maka dari itu penulis ingin mempelajari lebih dalam mengenahi cara analisis schenkerian. Untuk materi pembahasan akan dibatasi pada karya Mauro Giuliani komposisi L’Armonia opus 148. 5 untuk gitar klasik. Adapun pertimbangan mengenahi objek pembahasan tersebut karena era keemasan musik tonal adalah jaman klasik. Karya tersebut dibuat pada waktu jaman klasik dan diciptakan oleh seorang komposer arus utama untuk musik instrumen gitar. Selain itu karya tersebut dimainkan dalam resital tugas akhir yang dilakukan oleh penulis. Sehingga harapan penulis dengan analisis karya Mauro Giuliani dapat melihat gambaran komponis gitar lainya pada era tersebut. Dgn menggunakan metode kualitatif desriptif dengan pendekatan musikologis, khususnya teori musik dapat disimpulkan bahwa bentuk background komposisi L’Armonia karya Mauro Giuliani adalah bentuk kedalaman yang merupakan hasil reduksi dari bentuk-bentuk sebelumnya. Di dalam bentuk ini terdapat interruption yang berfungsi sebagai penyela dan dikembalikan lagi ke kopfton 3 yang disebabkan oleh adanya struktur yang diulang. Bentuk tersebut dapat dilihat pada pembahasan background.There are various types of music analysis, but what has been better known and studied in the writer's environment, is the analysis of musical forms. There are other ways in the field of analysis, one of which is Schenkerian analysis. Through this method of analysis we will get the deepest tonal structure of a tonal music system. This method is not yet common in Indonesia at this time. Therefore the writer wants to learn more about the schenkerian analysis. For discussion material will be limited to the work of Mauro Giuliani the composition of L 'Armonia opus 148. 5 for classical guitar. The consideration of the object of discussion is because the golden era of tonal music is the classical era. The work was made in classical times and was created by a mainstream composer for guitar instrument music. In addition, the work is played in a final project recital carried out by the author. So the hope of the writer with the analysis of the work of Mauro Giuliani can see the picture of other guitar composers in that era. Using qualitative descriptive methods with a musicological approach, especially music theory, it can be concluded that the form of the background of L'AAmonia's composition by Mauro Giuliani is a form of depth that is the result of reduction from previous forms. In this form there is an interruption that functions as an interrupter and is returned again to Kopfton 3 caused by a repeated structure. This form can be seen in the background discussion.Keywords: schenkerian analysis; L'Oronia opus 148. 5

    Penerapan Teknik Empat Mallet Pada Lagu Tambourin Paraphrase Untuk Solo Marimba Karya Keiko Abe

    Full text link
    Teknik empat mallet sudah tidak asing lagi dalam dunia musik khususnya pada musik perkusi melodis ( definite ) seperti, marimba, vibraphone. Penjabaran dalam karya tulis ini adalah tentang penerapan teknik empat mallet pada lagu Tambourin Paraprase for Solo Marimba karya Keiko Abe.Penulisan tugas akhir ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat umum dan mahasiswa ISI Yogyakarta khususnya mengenai permainan marimba dengan menggunakan teknik empat mallet.Proses penerapan teknik empat mallet pada lagu Tambourin Paraprase for Solo Marimba menggunakan berbagai teknik seperti, tradisional roll, independen roll, shaft mallet, dead mallet dan termasuk dalam hal pemilihan mallet. Hal itu sangatlah penting karena justru dari teknik tersebut setiap karya musik khususnya marimba yang dimainkan hasilnya akan menjadi lebih baik dan lebih hidup. Four-mallet technique is no stranger to the world of music, especially the melodic percussion instruments (definite) such as, marimba, vibraphone. Elaboration in this paper is on the application of four-mallet technique on songs Tambourin Paraprase for Solo Marimba  work Keiko Abe.This thesis aims to provide information to the general public and students of ISI in particular regarding the practicing marimba using four techniques mallet.Process application of techniques four mallet on track Tambourin Paraprase for Solo Marimba using various techniques such as traditional, roll, independent roll, shaft mallet, mallet dead and included in the selection mallet. It is important because precisely of these techniques every piece of music especially played marimba result will be better and more alive.KeywordsFour mallet technique;  tambourine Paraphrase for Solo Marimba

    OOptimalisasi Penciptaan “Lagu Model” Anak Usia Dini

    No full text
    Lagu model merupakan lagu yang digunakan sebagai media dalam mencapai pembelajaran berdasarkan tema. Yang menjadi kendala dalam proses penciptaan lagu adalah perbedaan kemampuan musikal mahasiswa antara latar belakang pendidikan musik dan mahasiswa di Prodi PG-PAUD. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan optimalisasi proses pembelajaran cipta lagu untuk pembelajaran anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa tingkat II di kelas A, B, C, dan D yang berjumlah 59 orang mahasiswa. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun akademik 2015/2016, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa cara untuk mengoptimalkan penciptaan “Lagu Model” anak usia dini adalah melalui pembuatan sinopsis, pelaksanaan metode diskusi kolaboratif, apresiasi, serta pendokumentasian lagu dalam bentuk CD dan Buku. Dengan adanya metode yang tepat dalam mengoptimalkan proses pembelajaran, maka dapat meningkatkan kualitas lagu yang diciptakan oleh mahasiswa. The model song is a song that is used as a medium in achieving theme based learning. The problem in the process of creating songs is the difference in students' musical abilities between the background of music education and students in the PG-PAUD Study Program. This study aims to describe the optimization of the learning process of song copyright for early childhood learning. This study uses a qualitative approach. The subjects in this study were level II students in class A, B, C, and D, totaling 59 students. This research was conducted in the even semester of the 2015/2016 academic year, with data collection techniques in the form of interviews, observation, and documentation studies. The results of the study concluded that the way to optimize the creation of "Model Song" for early childhood is through making a synopsis, implementing collaborative discussion methods, appreciation, and documenting songs in the form of CDs and books. With the right method in optimizing the learning process, it can improve the quality of songs created by students.Keywords: Optimization, Model Song, Early Childhood

    120

    full texts

    136

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    PROMUSIKA
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇