136 research outputs found

    Menelusuri Gejala Decategorization pada Karya Trois Saudade dari Roland Dyens

    No full text
    Di era postmodernisme saat ini, muncul berbagai ragam gaya dalam musik yang begitu masif. Kemunculan ragam gaya yang begitu masif ini membuat upaya pengkategorian musik menjadi semakin kompleks. David Cope mengistilahkan fenomena ini dengan istilah “decategorization”. Fenomena decategorization seringkali ditemukan dalam karya, yang, menurut David Cope disusun menggunakan beberapa pendekatan teknis kompositoris sebagai berikut: eclecticism, quotation, sectionalization, overlay, dan integration. Roland Dyens, komponis Perancis abad 21 adalah komponis yang sangat produktif dalam menghasilkan karya-karya untuk permainan gitar tunggal. Apa yang dia lakukan melalui karya-karyanya sejalan dengan tren umum pada musik abad 21 yang cenderung memasukkan berbagai idiom ke dalam karyanya untuk memunculkan unsur kebaruan. Berbagai ragam gaya yang dia gabungkan menjadi satu dalam karyanya menjadikan karyanya memiliki banyak wajah yang cenderung sulit untuk dikategorikan ke dalam salah satu gaya. Walaupun karya yang ia tulis adalah untuk instrument gitar klasik, namun warna jazz, etnis, folklore, hingga rock cukup terasa kuat dalam komposisinya. Hal inilah yang melatarbelakangi penulis untuk menelusuri lebih jauh gejala “decategorization” dalam karyanya yang berjudul “Trois Saudade” lewat parameter yang telah dijabarkan oleh David Cope.AbstractExploring the Symptoms of Trois Saudade's Decategorization from Roland Dyens. In the era of postmodernism today, a variety of styles in music are so massive. The emergence of a variety of styles that are so massive makes the effort to categorize music becomes more complex. David Cope termed this phenomenon with the term "decategorization". The decategorization phenomenon is often found in works which, according to David Cope, are prepared using the following compositional technical approaches: eclecticism, quotation, sectionalization, overlay, and integration. Roland Dyens, 21st century French composer is a composer who is very productive in producing works for solo guitar playing. What he does through his works is in line with general trends in 21st century music that tends to incorporate various idioms into his work to bring out an element of novelty. The variety of styles that he combined in his work makes his work have many faces that tend to be difficult to categorize into one style. Although the work he wrote was for classical guitar instruments, but the colors of jazz, ethnicity, folklore, even rock felt quite strong in its composition. This is the background of the writer to further explore the phenomenon of "decategorization" in his work entitled "Trois Saudade" through parameters that have been described by David Cope.Keywords: decategorization eclecticism; quotation sectionalization; integration; Roland Dyens; Trois Saudad

    Aransemen Lagu Lembaga Kita Dalam Ansambel Campuran

    Full text link
    Lagu Lembaga Kita karya TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid sebelumnya  berbentuk  musik  kasidah  kemudian  diaransemen  dalam  musik electon.  Lagu  Lembaga  Kita  memiliki  bentuk  musik  dan  pola  akor  yang sederhana, tetapi  cukup  dikenal dan  popular dikalangan masyarakat khusunya kalangan masyarakat Nahdlatul Wathan. Seiring perkembangan zaman dan sudah beberapa tahun belum ada bentuk aransemen yang baru, maka peneliti bertujuan untuk mengaransemen lagu tersebut dengan mendeskripsikan bentuk, struktur dan pola aransemen lagu Lembaga Kita dalam ansambel campuran. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriftif kualitatif, sedangkan tekhnik pengumpulan data dilakukan dengan tekhnik triangulasi data yaitu observasi wawancara, dan pengumpulan data dengan dokumen. Data yang didapat kemudian dikaji dan diaransemen atau digubah kedalam bentuk ansambel campuran. Dari hasil penelitian yang dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Lagu Lembaga Kita termasuk ke dalam struktur homophony, dilihat dari tekstur musiknya dan dilihat dari struktur aransemennya. Terdapat 88 birama pada lagu Lembaga Kita secara keseluruhan oleh beberapa instrument biola 1, biola 2, biola3, piano, bass, guitar elektrik, guitar klasik, drum dan paduan suara dan dimainkan dalam tangga nada E minor atau tangga nada 1# yang berarti G mayor.AbstractArrangement of Lembaga Kita Songs in Mixed Ensembles. Lembaga Kita song creat by TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid was previously in the form of Kasidah music then arranged in electone music. Lembaga Kita song has a simple form of music and chord pattern, but it is well known and popular among the people, especially the Nahdlatul Wathan people. Along with the times and there have been no new arrangements for several years, the researchers aim to arrange the song by describing the shape, structure and pattern of the arrangements of the Lembaga Kita song in a mixed ensemble. This type of research uses qualitative descriptive methods, while data collection techniques are carried out with data triangulation techniques, namely interview observation, and data collection with documents. The data obtained is then reviewed and arranged or changed into a mixed ensemble. From the results of the research conducted it can be concluded as follows: Lembaga Kita song is included in the structure of homophony, seen from the texture of the music and viewed from the structure of the arrangement. There are 88 bars on the Lembaga Kita song as a whole by several violin instruments 1, violin 2, violin 3, piano, bass, electric guitar, classical guitar, drums and choir and played on the E minor scale which means G majorKeywords: arrangement; Lembaga Kita Song; mixed ensembl

    Penerapan Sistem Komposisi Serial Pada “El Polifemo de Oro” untuk Gitar Karya Reginald Smith Brindle (1917-2003)

    Full text link
    Karya El Polifemo de Oro merupakan salah satu repertoar gitar klasik yang menggunakan penerapan sistem serial pada komposisinya. Karya tersebut diciptakan oleh Reginald Smith Brindle seorang komponis dari Inggris. Penulis menggunakan metode Teoritikal dalam melakukan penelitian, yaitu menggunakan suatu teori untuk menganalisis karya tersebut. Di dalam skripsi ini dituliskan mengenai penerapan sistem serial pada El Polifemo de Oro, teori-teori sistem serial, dan macam-macam sistem serial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa El Polifemo de Oro menggunakan sistem serial campuran atau biasa disebut free serialism sistem. The work of El Polifemo de Oro is one of the classical guitar repertoire which using the serialism in its compotition. The work was created by Reginald Smith Brindle a British composer. The author uses a Theoretical method of research into research, using many of theories to analyze the work. Studies indicate that work was proven to be using “free serialism system”.Keywords: El Polifemo de Oro; Reginald Smith Brindle; Serialis

    Penyajian Musik Goa Tabuhan di Pacitan Jawa Timur

    Full text link
    Goa Tabuhan music in Wareng Village, Punung District, Pacitan Regency, East Java, is a unique musical phenomenon, so that its sustainability needs to be preserved. Since the first appearance of the Goa Tabuhan music tradition community until now, percussion music activity with rocks on the cave wall as its media has become a performance art that is accepted as part of the social life of the community in Pacitan. This study tries to uncover the characteristics and structure of the presentation of the music performance of Goa Tabuhan. Based on the nature of the data to be analyzed, this study uses a qualitative research approach. The purpose of this study is to describe the phenomenon of the emergence of Goa Tabuhan musical art in Pacitan, the unique presentation of the position of the stone that hangs naturally as well as its playing techniques, and the overall structure of the performance. This study concludes that the music of Goa Tabuhan, which appeared in rural communities, turned out to have a different form of performance art compared to the others. Its appearance as a natural phenomenon that was created in the cave, then packaged in the form of a unique musical performance, could finally be a musicthat can be accepted by the public in general.Musik Goa Tabuhan di Desa Wareng, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, adalah fenomena musik yang unik, sehingga keberlanjutannya perlu dilestarikan. Sejak kemunculan pertama komunitas tradisi musik Goa Tabuhan hingga sekarang, aktivitas musik perkusi dengan batu di dinding gua sebagai medianya telah menjadi seni pertunjukan yang diterima sebagai bagian dari kehidupan sosial masyarakat di Pacitan. Penelitian ini mencoba mengungkap karakteristik dan struktur presentasi dari pertunjukan musik Goa Tabuhan. Berdasarkan sifat data yang akan dianalisis, penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan fenomena munculnya seni musik Goa Tabuhan di Pacitan, presentasi unik dari posisi batu yang menggantung secara alami serta teknik bermainnya, dan keseluruhan struktur pertunjukan. Studi ini menyimpulkan bahwa musik Goa Tabuhan, yang muncul di masyarakat pedesaan, ternyata memiliki bentuk seni pertunjukan yang berbeda dibandingkan yang lain. Penampilannya sebagai fenomena alam yang diciptakan di dalam gua, kemudian dikemas dalam bentuk pertunjukan musik yang unik, akhirnya bisa menjadi musik yang bisa diterima oleh masyarakat pada umumnya

    Pembelajaran Musik Kreatif Dalam Sudut Pandang Pembelajaran Abad ke-21

    Full text link
    Creative music learning is one of the challenging subjects of  learning music for elementary school students. The main topic of creative music is sound. It is the most important element in learning music. Sound must recognized and heard at the beginning of music lesson. Creative music aims not only to develop students’ listening skills but also to develop the ability to in making innovation in music either creating creative musical composition or musical instruments. The students also will get the advantages from creative music learning processes such as critical thinking, communication, collaboration, and creativity and innovation (4C). In the framework of the 21st century learning, the 4C is the ability that must achieved by the students. Although creative music subject is important in learning music, it has not been widely taught in public schools. This paper will examine how 4C integrated  into creative music learning. The data obtained from observations and interviews during the music creative learning process. The results have shown that students integrate 4C in the learning process. Making creative music requires critical thinking finding various possibilities in order to make making innovations in music. Communication skill is also needed to express ideas from critical thoughts. The collaborative ability also used when playing creative music. Critical thinking skills, communication, and collaboration will ultimately result in creativity and innovation in making creative music. Pembelajaran musik kreatif merupakan salah satu pembelajaran yang menarik bagi siswa Sekolah Dasar (SD). Materi utama pembelajaran musik kreatif adalah suara. Suara merupakan materi pertama yang harus dikenali oleh siswa pada pembelajaran musik. Pembelajaran musik kreatif bertujuan tidak saja untuk mengembangkan keterampilan mendengar, tetapi juga mengembangkan kemampuan dalam membuat inovasi mencipta komposisi musik kreratif. Pada saat pembelajaran musik kreatif, siswa juga mendapat keuntungan yaitu melatih kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi, berkolaborasi, dan kreativitas serta berinvoasi (4C). Kemampuan 4C merupakan kemampuan yang harus dicapai oleh seluruh peserta didik dalam pembelajaran abad 21. Artikel ini bertujuan untuk mendeksripsikan kemampuan 4C pada pembelajaran musik kreatif. Data penelitian diperoleh dari observasi, wawancara, dan dokuemntasi selama proses pembelajaran musik kreatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan 4C terintegrasi secara langsung pada pembelajaran musik kreatif. Kemampuan 4C dibutuhkan siswa pada saat membuat komposisi musik kreatif. Pada saat membuat komposisi musik kreatif, berpikir kritis dibutuhkan untuk menemukan berbagai macam kemungkinan suara untuk disusun dalam komposisi musik kreatif. Kemampuan berkomunikasi digunakan untuk dapat mengkomunikasikan ide-ide untuk membuat komposisi musik kreatif. Kemampuan berkolaborasi digunakan untuk dapat memainkan komposisi musik kreatif. Kreativitas merupakan hasil dari kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi dan berkolaboasi sehingga dapat membuat dan memainkan komposisi musik kreatif.

    Ketrampilan Memainkan Recorder Melalui Model Kooperatif Tipe Jigsaw

    Full text link
    Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Dau Kabupaten Malang pada pembelajaran seni budaya kelas VII. Diketahui hasil belajar dikelas VII-B berada dibawah KKM (75). Jumlah siswa yang tuntas hanya 35,48% pada materi keterampilan memainkan alat musik recorder. Penelitian bertujuan untuk meningkatkan kualitas hasil belajar memainkan alat musik recorder pada kelas VII-B di SMP Negeri 1 Dau melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas, pendekatan yang digunakan kualitatif deskriptif, subjek penelitian berjumlah 31 siswa. Penelitian dilakukan dalam 2 siklus dengan prosedur meliputi 4 tahap yaitu Perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, refleksi.Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi,dan tes. Hasil penelitian  siklus I siswa yang nilainya tuntas di atas KKM sejumlah 54,83%, Pada siklus II siswa yang nilainya tuntas di atas KKM sejumlah 90,3%. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar siswa hingga mencapai 90,3%. This research was conducted at Dau 1 Malang Middle School in the learning of art class VII culture. It is known that learning outcomes in class VII-B are under the KKM (75). The total number of students who completed it was only 35.48% in the skill of playing a musical instrument recorder. The study aimed to improve the quality of learning outcomes in playing a musical instrument recorder in class VII-B in SMP Negeri 1 Dau through the application of atype cooperative learning model jigsaw. The research method used was Classroom Action Research, the approach used was descriptive qualitative, the research subjects were 31 students. The study was conducted in 2 cycles with the procedure covering four stages, namely planning, action, observation, reflection.Data collection techniques use observation, interview, documentation, and test techniques. The results of the first cycle of students whose grades were completed above the KKM were 54.83%, in the second cycle students whose grades were completed above the KKM amounted to 90.3%. It can be concluded that the application of thetype cooperative learning model jigsaw can improve student learning outcomes up to 90.3%.Keywords: Musical Instrument Recorder Skill, TypeCooperative Learning Model Jigsa

    Vocalista Harmonic Choir: Konsep dan Peran Show Choir Paduan Suara

    Full text link
    Fenomena Show Choir merupakan hal yang menarik dalam proses perkembangan sebuah kegiatan bermusik dalam bentuk paduan suara. Paduan suara merupakan proses musikal dalam bermain musik dengan cara menggabungkan beberapa suara yaitu Sopran, Alto, Tenor, dan Bass atau biasa disingkat dengan SATB. Proses olah suara dalam bentuk paduan suara sudah banyak diteliti, akan tetapi untuk proses pengolahan paduan suara sebagai pertunjukan yang menggunakan kososep Show Choir masih sangat jarang untuk dibahas. Istilah Show Choir muncul saat perlombaan pertunjukan paduan suara dan saat ini menjadi sebuah fenomena dalam festival paduan suara. Konsep Show Choir dapat membentuk sebuah paduan suara menjadi pertunjukan yang menarik jadi sangat penting bila diaplikasikan pada bagian proses pembelajaran paduan suara. Fenomena Show Choir biasanya dilakukan pada saat kompetisi atau lomba paduan suara. Jadi sangat perlu bagaimana untuk mengetahui sebuah konsep Show Choir pada paduan suara dalam festival choir. Konsep Show Choir sangat bermanfaat bagi para pemusik yang menggeluti bidang paduan suara. Selain itu memahami sebuah konsep Show Choir juga bermanfaat membentuk sebuah penampilan musik yang berupa paduan suara lebih menarik dan perlu diterapkan pada sebuah pembelajaran musik pada paduan suara baik untuk peserta didik baik tingkat anak-anak hingga tingkat professional, formal maupun non formalAbstractThe Show Choir phenomenon is an interesting thing in the process of developing a musical activity in the form of a choir. The choir is a musical process in playing music by combining several sounds namely Soprano, Alto, Tenor, and Bass or commonly abbreviated as SATB. The process of choir processing in the form of choirs has widely studied, but for the process of choir processing as a performance that uses the Show Choir concept is still very rare to be discussed. The term Show Choir emerged during the choir performance competition and is now a phenomenon in the choir festival. The concept of Show Choir can form a choir into an interesting show, so it is very important when applied to the choir learning process. The Show Choir phenomenon is usually carried out during a choir competition or competition. So it is very necessary how to find out a Show Choir concept on choir in choir festival. The concept of Show Choir is very useful for musicians who are in the field of choir. Besides understanding a Show Choir concept it is also useful to form a musical performance in the form of choir which is more interesting and needs to applied to music learning in the choir both for students at the level of children to professional, formal and non-formal.Keywords: show choir; choir; sho

    Pelatihan Pola Ritme Sebagai Strategi Peningkatan Kualitas Pembalajaran Mata Kuliah Instrumen Gitar di Jurusan Musik FSP ISI Yogyakarta

    Full text link
    Pola ritme merupakan elemen musik utama yang berkaitan langsung dengan gerakan waktu dalam musik, di mana waktu selalu bergerak dan mengatur kestabilan rasa musikal. Pola ritme sangat mentukan ketepatan hitungan dalam permainan gitar tunggal, dan bermain anasambel gitar. Pola ritme merukan objek material penelitian sedangkan proses pelatihan pola rime dalam pembelajaran mata kuliah instrumen gitar merupakan objek formal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dan tindakan kelas dengan teknik pengupulan data triangulasi, sedangkan proses analisis data menggunakan model interaktif. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah strategi latihan pola ritme yang disesuaikan dengan tanda sukat yang ada pada materi yang berupa lagu yang akan dilatih dengan instrumen gitar. moving and regulating musical stability. Rhythm patterns really determine the accuracy of counts in a single guitar game, and play guitar ensembles. Rhythm patterns are research material objects while the rime training process in learning guitar instrument subjects is a formal object. The method used in this study is a qualitative method and class action with the technique of collecting triangulation data, while the data analysis process uses an interactive model. The results obtained from this study are the rhythmic pattern training strategies that are tailored to the signs of sukat that are in the material in the form of songs that will be trained with guitar instruments.Keywords: Rhythm pattern; training; learning; guita

    Penerapan Sistem Equal Temperament pada Penalaan Piano di Yogyakarta

    Full text link
    This study examines the equal temperament theory on the piano strings tuning methods and their application. The problem raised in this study is how the theory is applied in tuning the pianos in Yogyakarta? To uncover the problem, this study utilizes a theoretical method by confirming the approaches that have been used by two piano tuners in Yogyakarta to the theories about piano tuning. The purpose of this study was to obtain knowledge about the application of the equal temperament principles in piano tuning in Yogyakarta. This study concludes that although all piano tuners were based their tuning on the theory of equal temperament with varied approaches and techniques ear sensitivity has a very important role.Penelitian ini menguji teori equal temperament pada metode penalaan dawai piano dan aplikasinya. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana teori tersebut diterapkan dalam penalaan piano di Yogyakarta? Untuk mengungkap masalah tersebut, penelitian ini menggunakan metode teoritikal, yaitu dengan mengkonfirmasi pendekatan yang telah digunakan oleh dua orang penala piano di Yogyakarta dengan teori-teori tentang penalaan piano. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh pengetahuan tentang penerapan prinsip-prinsip equal temperament dalam penalaan piano di Yogyakarta. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun semua piano tuner mendasarkan penalaan mereka pada teori temperamen yang sama dengan berbagai variasi pendekatan dan teknik, pada kenyataannya sensitivitas telinga memiliki peran yang sangat penting

    Teknik Vokal dan Pembawaan Lagu Keroncong Stambul “Tinggal Kengangan” Ciptaan Budiman BJ oleh Subarjo HS

    Full text link
    Artikel ini disarikan dari penelitian yang berjudul “Teknik Vokal Dan Pembawaan Lagu Keroncong Stambul “Tinggal Kenangan” Ciptaan Budiman BJ Oleh Subardjo HS”. Ada beberapa permasalahan yang menjadi alasan untuk melakukan penelitian lebih mendalam dan hasilnya dapat digunakan sebagai referensi tambahan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif sebagai pendekatan dalam menggali data-data serta tahapantahapan yang harus dilalui sesuai dengan prosedur. Sumber-sumber data diperoleh melalui metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam meneliti teknik vokal dan pembawaan lagu keroncong stambul “Tinggal Kenangan” ciptaan Budiman BJ, terlebih dahulu menganalisa seputar teknik vokal keroncong, bentuk dan karakter lagu stambul. Setelah melakukan analisis pada teknik vokal dan pembawaan lagu keroncong stambul “Tinggal kenangan” ciptaan Budiman BJ, selanjutnya melakukan wawancara kepada beberapa pelaku musik keroncong, meliputi pelaku yang mempunyai latar belakang akademisi serta pelaku yang memang seorang praktisi musik keroncong. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa teknik dan pembawaan lagu keroncong stambul “Tinggal Kenangan” ciptaan Budiman BJ mempunyai karakter dan ciri khas lagu yang mendayu, dan dibawakan dengan teknik dan improvisasi sesuai dengan pembawaan Subardjo HS. This article is extracted from a study entitled “Vocal Technique And Stylized Keroncong Stambul Song“Tinggal Kenangan” Budiman BJ creation by Subardjo HS”. There are a number of problems that are Reasons for doing more in-depth research and the results can be used as additional references. This sudy uses qualitative descriptive research methods as an approach in exploring the data and the stages that must be passed in accordance with the procedure. Data sources were obtained through observation, interviews, and documentation. In researching vocal technique and stylized keroncong stambul song Tinggal Kenangan Budiman BJ creation, especially first analyzing the keroncong vocal technique, the form and character of the stambul song, after analyzing the vocal technique and stylized keroncong stambul song Tinggal Kenangan Budiman BJ creation, then interviewing some actors keroncong music, including actors with background behind academics and practitioners of keroncong music. From the result of the study, it can be seen that the Vocal Technique And Stylized Keroncong Stambul Song Tinggal Kenangan Budiman BJ creation has the characteristic song and presented with technique and improvisation in accordance with styled by Subardjo HS.Keywords: vocal technique, styled, keroncong stambu

    120

    full texts

    136

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    PROMUSIKA
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇