136 research outputs found

    Konstruksi Aransemen Bagimu Negeri Melalui Penerapan Ilmu Harmoni dan Kontrapung Dasar

    Full text link
    Artikel ini mengungkapkan proses aktivitas belajar mahasiswa dalam memahami ilmu harmoni dan kontrapung dasar dalam membentuk sebuah aransemen musik. Ilmu harmoni dan kontrapung merupakan ilmu dasar dalam memperlajari penyusunan nada. Dalam proses penyusunan nada terdapat pengetahuan akur, yang terbagi dalam empat suara yaitu sopran, alto, tenor dan bass tersusun secara horisontal. Unsur empat suara memiliki aturan-aturan yang berlaku dalam ilmu harmoni, sedangkan kontrapung dalam proses pembelajaran mempelajari kontrapung instrumental dengan tanganada diatonik dan termasuk dalam musik gaya polifonik. Artikel ini merupakan hasil penelitian proses aplikasi ilmu harmoni dan kontrapung dengan cara mempraktikan membuat aransemen lagu Bagimu Negeri.  Tujuan dari penelitian adalah mengajak mahasiswa dan memahami dalam mengaplikasikan ilmu harmoni dan kontrapung. Melalui cara eksperimen merupakan kegiatan dari proses membuat aransemen lagu Bagimu Negeri dengan pendekatan musikologi. Konstruksi aransemen musik melalui penerapan ilmu harmoni dan kontrapung dengan pendekatan musikologi bermanfaat untuk memberikan pengetahuan pada mahasiswa bagaimana mengaransemen lagu. Hasil akhir penelitian yaitu bagaimana mahasiswa praktik mengaransemen lagu menggunakan ilmu harmoni dan kontrapung yang mengkolaborasi antara ilmu harmoni dan kontrapung. Keterbatasan dalam penelitian ini belum mengungkap kontur dan tekstur harmoni dalam aplikasi aransemen musik. Oleh karena itu memerlukan studi yang lebih jauh kembali dalam memahami aplikasi harmoni dan kontrapung dalam proses aransemen.AbstractThe construction of the music arrangement Bagimu Negeri for the application of harmony and basic counterpunch. This article reveals the learning activity process of students of the S-1 Music Study Program of the Faculty of Performing Arts, Yogyakarta Indonesian Institute of Arts, in understanding the science of harmony and contra punt in forming a musical arrangement. The science of harmony and contra punt is a basic science in learning the preparation of tone. There is knowledge of getting along in composing the tone, divided into four sounds: soprano, alto, tenor, and bass arranged horizontally. Element four sounds have rules that apply in the science of harmony. At the same time, contra punt in the learning process learns instrumental contra punt with diatonic hands and in polyphonic style music. This article results from research in the application process of harmonic and counter punt science by making arrangements for songs for the country.  The study aims to invite students and understand in applying the science of harmony and contra punt. The way of experimentation is to make arrangements of songs for the country with a musical approach. Construction of music arrangements through the application of harmonic science and contra punt with a musicology approach is helpful for students to arrange songs. The final result of the study is how students practice arranging songs using the science of harmony and contra punt that collaborate between the science of harmony and contra punt. Limitations in this study have not revealed the contours and textures of harmony in musical arrangement applications. It, therefore, requires a further analysis back in understanding the application of harmony and contra punt in the arrangement process.Keywords: the science of harmony and contra punt; musical arrangements; Bagimu Negeri; Harmonic textur

    Pertunjukan Musik Berdah di Desa Muarojambi Provinsi Jambi: Sebuah Kajian Bentuk dan Fungsi

    Full text link
    Berdah merupakan salah satu seni pertunjukan di daerah Muaro Jambi yang dikategorikan kedalam seni musik. Penyajiannya berisikan puji-pujian terhadap Nabi Muhammad SAW. Seni pertunjukan yang bersifat hiburan serta berisikan pesan-pesan moral, agama dan nasehat-nasehat dalam masyarakat sekitar. Alat musik yang digunakan berupa gendang berdah dan gong. Musik berdah disajikan dalam garapan bentuk monofonik, frase dan kalimat melodi memiliki jumlah birama yang berbeda-beda, akibat improvisasi vokal disesuaikan panjang pendeknya nafas si penyanyi. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan membahas bentuk serta fungsi musik berdah dalam kehidupan masyarakat Muarojambi Kecamatan Maro Sebo Kabupaten Muaro Jambi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang dilakukan melalui tiga tahap pengumpulan data yaitu, studi pustaka, observasi dan wawancara. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini, menunjukan bahwa bentuk melodi musik berdah bersifat progresif, teks syair musik berdah berisikan puji-pujian terhadap nabi Muhammad SAW, dan dalam kehidupan masyarakat Muarojambi musik berdah berfungsi sebagai pengungkapan emosional, hiburan, komunikasi, kesinambungan kebudayaan dan pengintegrasian masyarakatAbstractBerdah Music Performance in Muarojambi Village, Jambi Province: A Study of Form and Function. Berdah is one of the performing arts in Daearah Muaro Jambi, which is categorized into music art. The presentation contains praises of the Prophet Muhammad SAW. Performing arts that are entertainment and have moral messages, religions and advice in the surrounding community. Musical instruments are used in the form of drums and gongs. The song music is presented in a monophonic form. Melodic phrases and sentences have different numbers of measure due to improvised vocals adjusting the shortness of the singer's breath. This research aims to study and discuss the form and function of music in the life of the people of Muarojambi District Maro Sebo Muaro Jambi Regency. The method used in this study is a qualitative method carried out through three stages of data collection, namely, library studies, observations and interviews. The results obtained from this study showed that the melodic form of music is progressive. The text of the song music verse contains praises to the prophet Muhammad. In the life of the Muarojambi community, music has served as emotional disclosure, entertainment, communication, cultural continuity and integration of society.Keywords: performing arts form; Berdah music; Muaro Jambi

    Bentuk dan Elemen Musik Akustik dalam Piano Kover Lagu ‘DNA’ karya BangtanSonyeondan (BTS)

    Full text link
    Perpaduan antara musik elektronis dan musik populer menghasilkan aliran musik baru, yaitu Electronic Dance Music (EDM). EDM merupakan genre musik elektronis perkursif dengan menggunakan peralatan berteknologi tinggi. Salah satu tempat yang mulai mengeksperimen EDM adalah Korea Selatan, yaitu Kpop atau lebih dikenal sebagai Korean Pop. Kpop menggunakan perpaduan antara musik Korea dengan musik Barat, salah satu contoh yang menggunakan EDM adalah lagu ‘DNA’ karya grup BTS. Masyarakat sekarang suka mengkover lagu ke bentuk vokal ataupun instrument, salah satunya adalah piano kover. Permasalahan yang diteliti adalah mengetahui bentuk dan elemen musik EDM dalam bentuk piano kover. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk dan elemen musik lagu ‘DNA’ karya BTS dalam piano kover. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengambilan data berupa studi literatur, studi diskografi, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk musik yang diterapkan dalam piano kover tetap sama, tetapi terdapat perbedaan dalam elemen musik, yaitu poliritmik, harmoni, dan warna nada.AbstractForms and Elements of Acoustic Music in Bangtansonyeondan (BTS)'s Piano Cover of 'DNA'. Electronic music and popular music combined resulted in a new genre of music, namely Electronic Dance Music (EDM). EDM is a percussive electronic music genre using high-tech equipment. One of the places that started experimenting with EDM was South Korea, namely Kpop or Korean Pop. Kpop uses a mix of Korean music with Western music. One example that uses EDM is the song 'DNA' by the BTS group. People now like to cover songs to vocals or instruments, one of which is a piano cover. The problem under study is knowing the form and elements of EDM music in a piano cover. This study aims to determine the form and musical elements of the song 'DNA' by BTS on the piano cover. This study uses qualitative methods with data collection in literature studies, discography studies, and observations. The results showed that the musical form applied to the piano cover remained the same, but there were differences in the musical elements, namely polyrhythmic, harmony, and tone colour.Keywords: electronic music; music popular; EDM; Kpop; piano cove

    Pengembangan Bahan Ajar Mata kuliah Ensambel Gitar pada Program Studi Sarjana Musik Melalui Aransemen Lagu Suwe Ora Jamu

    Full text link
    AbstrakMateri pembelajaran ensemble gitar di perguruan tinggi seni di Indonesia hingga saat ini masih menggunakan repertoar komposer internasional dengan jumlah terbatas. Penerapan materi pembelajaran yang sama setiap semester tidak hanya membosankan bagi mahasiswa tetapi juga bagi dosen. Penelitian ini bertujuan untuk memperkaya repertoar pembelajaran ensemble gitar melalui pembuatan aransemen dari konten lokal dalam hal ini adalah Suwe Ora Jamu dari Yogyakarta dan Jawa Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian terapan ini adalah metode kualitatif. Objek penelitian meliputi tempat penelitian, yaitu kampus Jurusan Musik FSP ISI Yogyakarta, dan responden, yaitu mahasiswa ansambel gitar. Kegiatannya adalah menyusun dan melatih hasil aransemen. Sedangkan subjek penelitian adalah peneliti sendiri. Tahap penelitian dimulai dengan cara menemukan dan memilih lagu daerah Indonesia untuk menyusun dan mengatur lagu, kemudian melatih mahasiswa untuk bermain aransemen, dan tampil dalam simulasi konser belajar di kelas. Penelitian ini menghasilkan sebuah prototipe aransemen ensemble gitar dengan sumber lagu-lagu daerahAbstrac

    Post-Pandemic Concert: What Would Have Changed For Orchestral Performance in Indonesia

    Full text link
    The pre-pandemic era has been established the settled living ecosystem for orchestral musician in Indonesia, nevertheless, due to the government's policy to combat the virus since March 2020 which is applying the social restriction on a large scale, those within creative sectors have totally ceased their activities. As time goes by, online-virtual-concert has enlivened musical creating and performing. It spread globally and was responded as an opportunity by the state representation so did by the private sectors who have developed the platforms to accommodate the musician rights as brought by UNESCO discourses, one of formulated as follows “musicians can express themselves through music and get fair remuneration from it.” The developed platforms had played a big role as a leverage, both during the pandemic and in the post-pandemic as has predicted and discussed in a two-way Focus Group Discussion methods (FGD), it taken from any webinars sessions involved the expert, officials, and the practitioners which concluded that instead of waiting a crisis assumed just taken place for a moment while waiting for the usual state return, it has been realized globally as an evidence as well as a signs that the new living ecosystem for orchestral musicians in Indonesia have just begun to change

    Software sibelius: Eksplorasi Teknik Arransemen Lagu Indonesia Pusaka Karya Ismail Marzuki di Masa Pandemi Covid 19

    Full text link
    Penelitian ini mengkaji  eksplorasi teknik aransemen orkestrasi melalui penggunaan software sibelius pada lagu Indonesia Pusaka karya Ismail Marzuki. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi teknik dan keputusan yang perlu dilakukan dalam penyusunan aransemen dan untuk menguji keefektifan software sibelius dalam mendukung suatu orkestrasi. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan eksploratif. Analisis teks musik digunakan untuk mendapatkan gambaran umum terkait aspek musik dan teknis, sedangkan analisis data dilakukan melalui reduksi data. Dalam penelitian ini ditentukan 3 nara sumber utama untuk mendapatkan informasi mengenai tanggapan karya virtual aransemen Indonesia Pusaka di masa pandemic covid 19. Penelitian ini menemukan bahwa arransemen Indonesia Pusaka mewakili nasionalisme, keberagaman dan alternatif tontonan di masa pandemi, kemudian terdapat 3 elemen dasar dalam eksplorasi aransemen orkestrasi lagu Pusaka Indonesia, yaitu: 1) bentuk aransemen, 2) idiom musik yang dimunculkan, 3) Softwaresibelius memiliki tingkat kesesuaian yang tinggi. efisiensi dalam membantu siswa membuat aransemen dan orkestrasi, juga dapat membantu arranger untuk membuat aransemen orkestrasi tanpa harus melibatkan pemain musik. Penelitian ini dapat menjadi acuan bagi dunia pendidikan musik dalam penggunaan softwaremusik khususnya penggunaan sibelius untuk orkestrasi dan keperluan kreasi musik lainnya.AbstractSibelius Software: Exploration of The Technique of Arranging Indonesian Songs Pusaka by Ismail Marzuki in the Covid 19 Pandemic. This study examines orchestration arrangement techniques through Sibelius software in the song Indonesia Pusaka by Ismail Marzuki. This research aims to identify the methods and decisions that need to be arranged and test the Sibelius software’s effectiveness in supporting an orchestration. The method used is a qualitative method with an exploratory approach. Music text analysis is used to get an overview regarding musical and technical aspects, while data analysis is done through data reduction. In this study, three primary sources were determined to obtain information about the response to the virtual work of the Indonesian Pusaka arranger during the Covid 19 pandemic. This study found that the Indonesia Pusaka arrangement represented nationalism, diversity and alternative spectacle during the pandemic, then there were three essential elements in exploration. Pusaka Indonesia song orchestration arrangements, namely: 1) arrangement form, 2) musical idioms that appear, 3) Sibelius software has a high level of conformity. Efficiency in helping students make arrangements and orchestration can also help the arranger make orchestration arrangements without involving music players. This research can be a reference for the world of music education in the use of music software, especially the use of Sibelius for orchestration and other musical creation purposes.Keywords: exploration; arrangement; Indonesia Pusaka; Ismail Marzuki; Sibelius softwar

    Teknik Iringan Musik dalam Komposisi Gerak Tari Oncer Lombok Tengah

    Full text link
    Tari Oncer merupakan salah satu kesenian tari tradisional yang terus dijaga dan dilestarikan oleh  warga Desa Puyung Kabupaten Lombok Tengah. Nama Tari Oncer diambil berdasarkan gerakan pokok tarian yang menyerupai gerakan ikan Sepat yang sedang berenang atau dalam bahasa Sasak disebut Pepait Ngoncer. Salah satu keunikan tarian ini adalah memiliki komposisi gerak yang berbeda dengan tarian yang ada di daerah tersebut. Selain itu tarian ini juga menggunakan iringan yang berbeda pada setiap gerakannya.Tulisan ini berdasarkan hasil penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan komposisi gerak dan teknik iringan Tari Oncer di Desa Puyung Kabupaten Lombok Tengah. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Objek dalam penelitian ini adalah Tari Oncer itu sendiri yang meliputi komposisi gerak dan teknik iringan. Pengumpulan data dilakukan dengan cara 1) observasi, 2) wawancara, dan 3) dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan 1) reduksi data, 2) penyajian data, dan 3) penarikan kesimpulan. Untuk memeriksa keabsahan data dilakukan dengan teknik validitas data yaitu dengan teknik trianggulasi.Dari hasil penelitian ditemukan bahwa: 1) komposisi gerak tari Oncer, meliputi: ragam gerak, dan pola lantai. 2) teknik iringan gerak tari Oncer terdiri dari a) hitungan ragam gerak tari Oncer; b) iringan musik tari Oncer; dan 3) alat musik tari Oncer.AbstractMusical Accompaniment Technique in Dance Composition Oncer Central Lombok. Oncer dance is one of the traditional dance arts continuously maintained and preserved by Puyung Village, Central Lombok Regency. The name Oncer Dance is taken based on the main dance movements that resemble the movements of the Sepat fish swimming or in the Sasak language; it is called Pepait Ngoncer. One of the uniqueness of this dance is that it has a different movement composition from the dances in the area. In addition, this dance also uses various accompaniments in each of its movements. This paper is based on the research results that aim to describe the composition and accompaniment techniques of the Oncer Dance in Puyung Village, Central Lombok Regency. The approach used in this research is descriptive qualitative. The object of this research is the Oncer Dance itself which includes the composition of the motion and accompaniment technique. Data collection is done by 1) observation, 2) interviews, and 3) documentation. Data analysis was performed by 1) data reduction, 2) data presentation, and 3) concluding the validity of the data for the check; the data validity technique was used, namely the triangulation technique. The study results found that: 1) the composition of the Oncer dance, including various movements and floor patterns. 2) the technique of accompaniment of the Oncer dance consists of a) a count of the variety of Oncer dance movements; b) Oncer dance music accompaniment; and 3) Oncer dance musical instrument.Keywords: Motion Composition, Traditional Dance, Oncer Dance, Accompaniment Technique

    Proses Pembelajaran Teknik Melismatis dalam Repertoar Messiah Karya G.F. Handel pada Mata Kuliah Ensambel Vokal

    Full text link
    Mata kuliah Ensambel vokal di Jurusan Musik Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia pada semester genap mempunyai tingkat kesulitan yang lebih tinggi dari pada semester gasal. Alasannya adalah karena pada semester gasal mahasiswa sudah beradaptasi dengan mata kuliah pendukung lain yaitu teori musik, solfegio, dan harmoni. Mahasiswa yang menempuh mata kuliah ini tidak hanya berasal dari mahasiswa instrumen mayor vokal saja, namun berasal dari instrumen yang lainnya. Oleh sebab itu ketika mereka menyanyikan sebuah lagu, masih terdengar suara yang masih belum terbentuk dengan baik dan benar, terlebih ketika menyanyikan melodi melismatis yang panjang. Maka dari itu repertoar yang mempunyai melodi melismatis panjang menjadi repertoar wajib pada semester genap.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengajarkan seluruh mahasiswa yang mengambil mata kuliah ensambel vokal dapat menyanyikan melodi melismatis dengan baik dan benar. Metode penelitian yang dipakai adalah metode Penelitian Tindakan Kelas.  Dimana peneliti juga bertindak sebagai pengajar untuk mengidentifikasi penelitian kelas dan memahami apa yang sedang terjadi, serta terlibat dalam proses perbaikan. Penerapan teknik vokal staccato, legato dan aksen menjadi jawaban ketika diperhadapkan dengan repertoar yang mempunyai melodi melismatis. AbstractMelismatic Technique Learning Process in Repertoire Messiah by G.F. Handel on Vocal Ensemble Courses. The vocal ensemble course in the Department of Music, Faculty of Performing Arts, the Indonesian Institute of the Arts in the even semester has a difficulty level that is more than the odd semester. The reason is that in odd semesters students have adapted to supporting subjects such as music theory, solfeggio, and harmony. Students who take this course come not only from major vocal instrument students but consist of all other instruments so that when they sing a song, there is still a sound that is still raw and has not been formed properly and correctly, especially when faced with a melody. melismatic length. Therefore, a repertoire that has a long melismatic melody becomes a mandatory repertoire in the even semester. The purpose of this study is to teach all students who take vocal ensemble courses to sing melismatic melodies properly and correctly. The research method used is the Classroom Action Research method. Where the researcher also acts as a teacher to identify classroom research and understand what is going on, while being involved in the improvement process. The application of staccato, legato and accent vocal techniques is the answer when faced with a repertoire that has a melismatic melody.Keywords: Melismatic, Messiah, Vocal Ensembl

    Implementasi Materi Musik Berdasarkan Kurikulum Tematik 2013 Sekolah Dasar di Kecamatan Sewon Bantul Yogyakarta

    Full text link
    Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 81A Tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum 2013, maka sekolah dari tingkat Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Tingkat Atas mulai memberlakukan kurikulum 2013. Kurikulum tematik  2013 untuk  Sekolah Dasar terdiri dari kompetensi inti dan kompetensi dasar. Pembelajaran seni khususnya seni musik termasuk dalam mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBDP). Penelitian tentang implementasi pelajaran seni musik berdasarkan kurikulum tematik 2013 di sekolah dasar yang berada di kecamatan Sewon Bantul Yogyakarta bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pengajaran pendidikan SBDP khususnya seni musik dan apakah hasil kompetensinya bisa tercapai. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Tujuh Sekolah Dasar diambil sebagai sampel populasi dari total duapuluh tiga Sekolah Dasar di Kecamatan Sewon, Bantul, Yogyakarta. Informasi informasi dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan wawancara. Pengajaran SBDP seni musik yang diajarkan oleh guru kelas, hasilnya belum sesuai dengan capaian kompetensi pada kurikulum 2013. Hal ini antara lain disebabkan karena kurang adanya pelatihan atau diklat tentang pengajaran seni musik sekolah dasar bagi guru kelas dan guru pengampu SBDP tidak memiliki latar belakang pendidikan seni khususnya seni musik. Kendala dan kesulitan bisa diatasi antara lain dengan membuat metode atau modul pengajaran music untuk sekolah dasar, mengadakan workshop, seminar dan pelatihan seni musik.AbstractImplementation of Music Material Teaching Based on Thematic Curriculum 2013 in Elementary School in Sewon Bantul District, Yogyakarta. Based on the Regulation of the Minister of Education and Culture of the Republic of Indonesia No. 81A of 2013 concerning the Implementation of the 2013 Curriculum, schools from Elementary to Senior High level began to apply the 2013 Curriculum. The 2013 thematic curriculum for Elementary School consists of core competencies and essential competencies. Learning art, especially music, is included in Cultural Arts and Crafts (SBDP). Research on the implementation of music lessons based on the 2013 thematic curriculum in several elementary schools in the Sewon district of Bantul Yogyakarta aimed to find out how SBDP education teaching, especially the art of music, and whether the competency result by achieved. This study used quantitative research methods. Seven out of twenty-three elementary schools were chosen as population samples in Sewon District, Bantul, Yogyakarta. Information was collected using questionnaires and interviews. The results of SBDP teaching of music art taught by classroom teachers are not following the competency achievements in the 2013 curriculum. The partly due to the lack of training or education and training on teaching music art for elementary school teachers, and SBDP teachers themselves do not have an art education background, especially music. This paper suggested solutions to overcome obstacles and difficulties by making methods or modules for teaching music at the elementary school level, holding workshops, seminars, or training in the art of musicKeywords: implementation; 2013 curriculum; musi

    Kolaborasi Alat Musik Barat dan Alat Musik Trasidional dalam Gambang Kromong Betawi

    Full text link
    Masyarakat Betawi yang mendiami kota Jakarta mempunyai suatu bentuk ensambel musik yang dinamakan Gambang Kromong. Awal mulanya musik Gambang Kromong dalam pertunjukannya mempergunakan alat musik tranisional yang terdiri dari Gambang, Kromong, Sukong, Tehyan, Kongahyan, Basing/suling, Ningnong, Jutao, Kecrek, Kempul, dan Gong. Seiring dengan perkembangan zaman yang melingkupi kota Jakarta, maka musik tersebut memasukan alat musik Barat dalam pertunjukannya. Pengaruh yang terjali dengan penggunaan alat musik Barat yaitu penambahan beberapa repertoar lagunya yang memasukan lagu keroncong, dangdut, dan pop dalam sajiannya. Hal ini membuat perkembangan musik Gambang Kromong menjadi lebih banyak dinikmati oleh masyarakat pendukungnya dengan sebutan Gambang Kromong Asli dan Kombinasi.AbstractCollaboration of Western Musical Instruments and Trasidional Musical Instruments in Gambang Kromong Betawi. The Betawi people who inhabit the city of Jakarta have a form of a musical ensemble called Gambang Kromong. At first, Gambang Kromong music used a transitional musical instrument consisting of Gambang, Kromong, Sukong, Tehyan, Kongahyan, Basing/flute, Ningnong, Jutao, Kecrek, Kempul, and Gong. Along with the times that surround the city of Jakarta, the music includes Western musical instruments in its performances. The influence that is intertwined with the use of western musical instruments is the addition of several song repertoires that include keroncong, dangdut, and pop songs in the presentation. This has made the development of Gambang Kromong music more widely enjoyed by the supporting community as the Original and Combination Gambang Kromong.Keywords: Collaboration; Gambang Kromong Music; Communit

    120

    full texts

    136

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    PROMUSIKA
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇