PROMUSIKA
Not a member yet
136 research outputs found
Sort by
Minat Pendengar Streaming Lagu K-Pop ‘Super’ Karya SEVENTEEN pada Popular Chart di Spotify
K-Pop atau Korean Popular adalah jenis aliran atau tipe musik yang berasal dari Korea Selatan dengan arus musik rap, rock, techno, hip-hop, jazz, dan electronic dance music (EDM). SEVENTEEN adalah boy band Korea Selatan yang dikenal sebagai idola yang memproduksi sendiri lagu sekaligus koreografinya. SEVENTEEN merilis mini album ke-10 pada bulan April 2023 dan lagu ‘Super’ sebagai lagu utama dalam album ‘FML’. Streaming sangat lekat dengan aktivitas penggemar K-Pop, salah satu aplikasi musik digital yang dikenal ialah Spotify. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil persentase nilai streaming Lagu K-Pop ‘Super’ karya SEVENTEEN pada platform Spotify. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif desain penelitian survei dengan menggunakan teknik systematic sampling dan uji analisis data dengan teknik Descriptive Statistics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembuktian bahwa lama bertahannya chart tidak mempengaruhi tingkat tangga lagu popular artis melainkan berdasarkan minat streaming pendengar pada lagu tertentu pada waktu yang berjalan.AbstractListeners' fascination with streaming SEVENTEEN's 'Super' K-Pop track on Spotify's famous chart. K-Pop or Korean Popular is a genre or type of music originating from South Korea with rap, rock, techno, hip-hop, jazz, and electronic dance music (EDM). SEVENTEEN is a South Korean boy band known as an idol that produces its own songs and choreography. SEVENTEEN released their 10th mini album in April 2023, and the music 'Super' is the main song on the album 'FML.' Streaming is closely related to the activities of K-pop fans; one of the well-known digital music applications is Spotify. This study aims to determine the percentage value of SEVENTEEN's 'Super' K-Pop song streaming on the Spotify platform. This study used a descriptive quantitative method with a survey research design using a systematic sampling technique and a data analysis test using the Descriptive Statistics technique. The study results show that the length of time the chart lasts does not affect the level of the artist's popular charts but rather is based on streaming listeners' interest in certain songs at the current time.Keywords: K-Pop music; SEVENTEEN; streaming; Spotify
Pembelajaran Ear Training Berbasis Teknologi dalam Meningkatkan Musikalitas
Ear training atau aural skills adalah latihan keterampilan untuk mengidentifikasi nada melalui kegiatan mendengarkan musik. Penerapan keterampilan ini biasannya dilakukan dengan cara dikte musik secara lisan atau tertulis. Sedangkan teknologi berupa seperangkat komputer atau laptop dengan aplikasi software yang telah dirancang khusus untuk pembelajaran ear training di Program Studi Penyajian Musik FSP ISI Yogyakarta. Media teknologi ini digunakan untuk membantu dosen dalam menyampaikan materi ajar dalam kelas pembelajaran ear training. Penelitian ini bertujuan, pertama, menemukan formulasi tepat dan terbaik terhadap unsur-unsur musik, yakni : interval, trinada, ritme, melodi dan akor/harmoni, dan mendeskripsikannya sebagai bahan Pembelajaran Ear Training di Prodi Penyajian Musik FSP ISI Yogyakarta. Kedua, membuktikan bahwa Pembelajaran Ear Training Berbasis Teknologi ini bermanfaat besar bagi dosen dan mahasiswa. Data-data diperoleh antara lain, dari hasil pembelajaran pada semester-semester awal karena penelitian ini difokuskan untuk materi semester III. Untuk memperoleh data yang lebih akurat, maka dilakukan depth interview langsung kepada mahasiswa, kemudian data dipilah-pilah sesuai kategorisasi permasalahan dan menganalisis situasi pembelajaran ear training yang dihadapi mahasiswa sebagai informan.AbstractTechnology-Based Ear Training to Improve Musicality. Ear training or aural skills are skills training to identify tone through listening to music. These skills are customarily applied by music dictation orally or in writing. At the same time, the technology is in the form of a computer or laptop with software applications designed specifically for teaching ear training at the Music Performance Studies Program FSP Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Media technology assists the faculty in delivering teaching materials in classroom teaching ear training. First, This study aims to find the suitable formulation and the best musical elements, namely: interval, triad, rhythm, melody and chord/harmony, and described it as learning material ear training at the Music Performance Studies Program FSP Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Second, prove that Ear Learning Technology Based Training benefits faculty and students greatly. The data obtained, among others, of the learning outcomes at the beginning of semesters because the research was focused on the material in the third semester. To get more accurate data, the depth interview is conducted directly with the students, and then, the data is sorted according to the categorisation of problems and ear training, analysing learning situations students face as informants.Keywords: ear training; technology; musicalit
Musik Eksperimental: Angkep Wilang
Musik eksperimental sering dikatakan sebagai musik kontemporer atau musik yang berbeda dari konvensi musik tradisional. Perbedaannya, dalam musik eksperimental mengedepankan pengalaman auditif yang ‘tidak biasa’. Hal tersebut bisa dilihat dari bermacam elemen, seperti dari pemilihan alat, cara memainkan alat yang non-konvensional sehingga menghasilkan timbre yang tidak lazim, serta pola garap musik yang memfokuskan pada eksplorasi bunyidalam pembangun suara sehingga menghasilkan output yang kadangkala tidak familiar di telinga. Berpijak dari penjelasan mengenai musik eksperimental tersebut, timbul ketertarikan penulis untuk menciptakan sebuah karya musik kontemporer dengan mengadopsi salah satu rumus/sistem kerja matematika yaitu pencarian KPK (Kelipatan persekutuan terkecil), dengan menggunakan metode pohon faktor (faktorisasi prima) sebagai cara kerja dalam penciptaan karya musik eksperimental yang berjudul Angkep Wilang. Formulasi serta cara kerja aritmatika ini penulis transformasikan ke dalam media ansambel gamelan Bali, dengan memadukan dua jenis laras yang terdapat pada gamelan Bali yaitu laras pelog dan laras slendro. Jenis gamelan yang digunakan sebagai perwakilan dari laras pelog adalah Semar Pagulingan Saih Pitu, sedangkan untuk laras slendro menggunakan gamelan Angklung Saih Lima. Metode penciptaan karya yang digunakan dalam komposisi musik ini mengacu pada konsep kekaryaan yang dikemukakan oleh Alma M. Hawkins,yaitu exploration, improvisation, dan forming.AbstractExperimental Music: Angkep Wilang. Experimental music is often said to be contemporary music or music that is different from traditional music conventions. The difference is that experimental music puts forward an 'unusual' auditive experience. This can be seen from various elements, such as the selection of instruments, unconventional ways of playing instruments that produce unusual timbres, and patterns of musical compositions that focus on sound exploration in sound construction to produce output that is sometimes unfamiliar to the ear. Based on this explanation of experimental music, the author's interest arose in creating a contemporary piece of music by adopting one of the mathematical formulas/work systems, namely the search for the LCM (least common multiple), using the factor tree method (prime factorisation) as a way of working in creation. An experimental piece of music is entitled Angkep Wilang. The writer transforms the formulation and the practice of working this arithmetic into a Balinese gamelan ensemble medium by combining the two types of tunings found in Balinese gamelan, namely the pelog tunings and the slendro tunings. The kind of gamelan used to represent the pelog tunings is Semar Pagulingan Saih Pitu, while for the slendro tunings, the gamelan Angklung Saih Lima is used. The numbers used in the search are 28 and 20; these two numbers are obtained through the media used to realise the concepts that have been designed. The work creation method used in this musical composition refers to the creative idea put forward by Alma M. Hawkins, namely exploration, improvisation, and forming.Keywords: Angkep Wilang; Experimental; LC
Pengembangan Metode Pembelajaran Berbasis Modulasi sebagai Stimulus Kepekaan Musikalitas Anak
Penelitian ini untuk mengembangkan metode pembelajaran bernyanyi berbasis modulasi atau perubahan nada dasar pada anak. Metode ini dilakukan sebagai salah satu cara atau stimulus untuk meningkatkan kepekaan musikalitas anak. Melalui metode ini, anak dapat secara spontan, tepat, dan cepat merespon fenomena musikal. Penelitian dilatarbelakangi praktik pembelajaran musik terutama di Sekolah Dasar yang selama ini lebih bersifat teoritis. Pembelajaran lebih ditekankan pada kemampuan kognitif dibandingkan pengembangan psikomotorik. Dengan metode pembelajaran ini, anak diharapkan dapat berinteraksi dengan musik secara langsung sehingga hakikat substansi pembelajaran musik meliputi aktivitas mengapresiasi, mengkreasi, dan mengekspresikan musik tercapai. Metode penelitian yang digunakan Research and Development. Adapun tahapan penelitian yaitu: identifikasi kebutuhan, pengumpulan data, desain invention berupa pengembangan metode pembelajaran modulasi; uji coba terbatas, revisi, ujicoba metode pembelajaran berbasis modulasi. Hasil penelitian menunjukkan pembelajaran modulasi dapat dilakukan dengan tahapan 1) memperdengarkan iringan lagu saat modulasi menggunakan Do=C, Do=D, dan Do=E; 2) memberikan jembatan berupa akord pada nada dasar lagu yang akan dinyanyikan; 3) pengembangan Ritme lagu yang dapat digunakan sebagai tanda untuk memulai menyanyi; dan 4) pengiring dapat membantu anak-anak untuk menyanyi dengan lagu yang benar pada saat modulasi dari tangga nada mayor ke minor dan sebaliknya, 5) anak-anak usia antara 5-10 tahun dapat menyanyikan lagu anak-anak dengan mengikuti iringan baik dengan alat musik gitar maupun piano., 8) anak-anak usia antara 7-10 tahun dapat menyanyikan lagu dengan modulasi dan perubahan tangga nada dari mayor ke minor dan sebaliknya.AbstractDevelopment of Modulation-Based Learning Methods as a Stimulus for Children's Musical Sensitivity. This study aims to develop a singing learning method based on modulation or changes scale for children. This method is a way or stimulus to increase children's musical sensitivity. This method allows Children to spontaneously, precisely, and quickly respond to musical phenomena. This study is motivated by the practice of learning music, especially in elementary schools, which is more theoretical. Cognitive abilities are more emphasized than psychomotor development. This method involves children interacting directly with music. Thus, the essence of music learning includes appreciating, creating, and expressing. This study used the Research and Development method. The steps include identification of needs, data collection, design of developing modulation learning methods, tryouts, revisions, and implementation of modulation-based learning methods. There are five steps you can take to learn modulation: 1) Listening to the accompaniment of the song when modulating using Do=C, Do=D, and Do=E; 2) Providing a bridge in the form of song chords on the song's fundamental tone; 3) Creating a rhythm song that could be utilized as a signal to get people to sing, and 4) Accompaniment can help children to sing the correct song at the time of modulation from major to minor scales and vice versa; 5) children between the ages of 5-10 years can sing several songs by following good musical instrumental accompaniments played by guitar and piano. In addition, children between the ages of 7 and 10 can sing songs with modulations and changes in the pitch of the ladder from major to minor and vice versa.Keywords: modulation teaching and learning; Development of children's musicality; Singin
Kajian Musikologis Terhadap Komposisi Musik Angklung Toel dan Maqam Hijaz
Studi ini bertujuan untuk menunjukan komposisi musik yang menggunakan konsep musik islam dengan kaya fungky. Maqam hijaz merupakah salah satu dari tujuh irama seni membaca Al-Qur’an yang terdapat pada sumber yang dikaji. Hijaz dalam irama memiliki makna doa, panggilan, dan mengingat-ingat sesuatu. Metode yang digunakan dalam penciptaan karya ini adalah pengembangan dasar dari tangga nada maqam hijaz ke dalam bentuk karya musik dengan penggabungan antara dua jenis musik, yaitu musik Timur Tengah, dan musik gaya funky. Karya angklung toel dan maqam hijaz, diketahui bahwa karya musik ini dapat menciptakan suatu hal baru dalam pengkolaborasian antara musik Timur Tengah dan musik gaya funky sebagai pengembangannya, dan diwarnai dengan progresi-progresi akornya yang terdapat pada karya ini. Gaya seni membaca Al-Qur’an dapat dikembangkan atau diaplikasikan ke dalam bentuk karya musik bambu.AbstractMusicological Study of Angklung Toel and Maqam Hijaz Music Composition. This study aims to show a musical composition that uses the concept of Islamic music with a funky richness. Maqam Hijaz is one of the seven rhythms of the art of reading the Qur'an found in the sources studied. Hijaz, in rhythm, has the meaning of prayer, calling, and remembering something. The method used in creating this work is the essential development of the Maqam Hijaz scales into the form of musical works by combining two types of music, namely Middle Eastern music and funky style music. The results of the musical works that have been made show that this work can create something new in the collaboration between Middle Eastern music and funky style music as its development, and is coloured by the chord progressions found in this rich. The art style of reading the Qur'an can be developed or applied as bamboo musical works.Keywords: Maqam, Hijaz, Music, Bambo
Musik “Sparkle”: Konstruksi Karya Grup Musik Radwimps pada Film Animasi Jepang “Kimi No Na Wa”
Film animasi Jepang “Kimi no Na Wa” dan lagu berjudul “Sparkle" yang menjadi musik ilustrasi atau musik pengiring pada film ini sangatlah terkenal di kalangan pecinta film animasi Jepang. Dimana sejak film tersebut dirilis pada tahun 2016 bahkan hingga saat ini, film ini masih termasuk dalam daftar Top 10 Most Popular Anime yang menduduki posisi sepuluh, juga menduduki posisi empat dalam daftar Top Anime Movies dengan rating 8.91 bintang pada situs database dan komunitas anime terbesar di dunia, myanimelist. Penelitian ini difokuskan kepada analisis bentuk musik ilustrasi “Sparkle” dan fungsi musik ilustrasi ini pada adegan inti film “Kimi no Na wa” pada durasi 1:25:01. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini ialah untuk mengidentifikasi bentuk dan fungsi dari musik ilustrasi “Sparkle” yang mengiringi suatu adegan inti pada film tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan musikologi. Lingkup kajian dari penelitian difokuskan pada bentuk dan fungsi musik ilustrasi “Sparkle” pada film animasi Jepang berjudul “Kimi no Na wa” karya grup musik Radwimps. Data yang diperoleh pada penelitian ini diperoleh dengan cara observasi dan dokumentasi.AbstractMusic for "Sparkle": Construction by Radwimps on Japanese Animated Film "Kimi No Na Wa". The Japanese animated film "Kimi no Na Wa" and the song "Sparkle", which serves as the accompanying music or music for this film, are viral among Japanese animation film lovers. Since the film was released in 2016, even today, this film is still included in the list of Top 10 Most Popular Anime, which occupies the tenth position, also occupies the fourth position in the list of Top Anime Movies with a rating of 8.91 stars on the largest anime database and community site in the world, minimalist. This research focuses on the analysis of the form of the illustration music "Sparkle" and the function of this illustration music in the main scene of the film "Kimi no Na wa" at 1:25:01. The purpose of this research is to identify the form, function, and atmosphere of the musical illustration "Sparkle" which accompanies a core scene in the film. This study used a qualitative descriptive research method with a musicological approach. The scope of study of this research is focused on the form and function of the musical illustration “Sparkle” in the Japanese animation film “Kimi no Na wa” by the band Radwimps. The data obtained in this study were obtained through observation and documentation.Keywords: music analysis; Kimi no na wa; anime; radwimp
Penggunaan Wangsalan dalam Sindhenan Karawitan Jawa
AbstractThis research was conducted using descriptive analysis research methods on the use of wangsalan in Javanese karawitan sindhenan. Wangsalan in Javanese karawitan functions as a song decoration or gendhing decoration. Wangsalan also has meanings or messages that can be conveyed to listeners, for example, inviting listeners to get rid of doubts in their lives and surrender to God, values of love, values of love for the state, a form of Javanese poetry that contains people's views on life. Java, as well as the requirements for divine teachings, the development of these teachings further takes the form of moral teachings and character. If there is wangsalan, of course there are also perpetrators who bring it. The perpetrator in question is Pesindhen. Sindhen is a woman who can be called a waranggana. Sindhen is someone who sounds wangsalan using a tone or song, and is sung along with gendhing. The form resulting from a mixture of sindhen, wangsalan, and gendhing songs is called sindhenan. Sindhenan is part of the unity with karawitan in order to improve the aesthetic sense or vocals that follow the rhythm of gamelan music with a distinctive voicing technique based on Javanese aesthetic concepts. The purpose of this study is to identify the various forms of wangsalan used in Javanese karawitan sindhenan, the aesthetics contained therein, and the moral message contained in the wangsalan itself
Onêng: Karya Komposisi Karawitan dalam Kisah Dewi Renuka
Penelitian ini merupakan representasi kisah perselingkuhan Dewi Renuka ke dalam karya komposisi karawitan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menafsirkan struktur dramatik dalam kisah Dewi Renuka dan merepresentasikan kisah perselingkuhan Dewi Renuka yang terdapat dalam serat Arjunasasrabahu ke dalam bentuk musikal yang disusun secara progama, sehingga musik yang diciptakan dapat berdasarkan ide dari unsur di luar musik dimana ide tersebut merangsang penulis untuk merefleksikannya ke dalam bunyi dan memberikan sebuah inovasi serta alternatif dalam dunia komposisi karawitan dan diharapkan dapat memberikan suatu kontribusi bagi masyarakat dengan memberikan sajian pementasan yang menarik, mendidik, dan menambah perbendaharaan serta dapat dijadikan sumber refrensi dalam menggarap komposisi karawitan yang bersumber dari fenomena sosial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dibagi menjadi tiga tahapan yaitu pra garap meliputi wawancara dan studi pustaka, kedua garap meliputi penafsiran garap, penotasian karya, latihan, dan revisi. Metode yang ketiga adalah pasca garap meliputi sidang skripsi, revisi, dan evaluasi. Penelitian penciptaan ini menemukan struktur dramatik beserta ketujuh unsur dramatik yang terdapat dalam kisah perselingkuhan Dewi Renuka. Dari pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa penelitian ini merupakan hasil dari menafsirkan struktur dramatik, mendapatkan nilai moral yang terkandung, dan representasi kisah perselingkuhan Dewi Renuka yang diwujudkan ke dalam bentuk musikal yang disusun secara progama melalui komposisi karawitan bertajuk Onêng. AbstractOnêng: The Karawitan's Compositional in the Story of Dewi Renuka. This research is a representation of the story of Dewi Renuka's infidelity in the composition of karawitan. The purpose of this study is to interpret the dramatic structure in the story of Dewi Renuka and represent the story of Dewi Renuka's infidelity contained in the Arjunasasrabahu fiber into a musical form that is arranged progmically, so that the music created can be based on ideas from elements outside of music where the idea stimulates the writer. to reflect it into sound and provide an innovation and alternative in the world of musical composition and is expected to be able to make a contribution to society by providing interesting, educational, and treasury performances that can be used as a source of reference in working on musical compositions originating from social phenomena. The method used in this research is divided into three stages, namely pre-work which includes interviews and literature study, second-work includes interpretation of work, notation of works, exercises, and revisions. The third method is post-work, including thesis trial, revision, and evaluation. This creation research finds a dramatic structure along with the seven dramatic elements contained in the story of Dewi Renuka's infidelity. From this statement, it can be concluded that this research is the result of interpreting the dramatic structure, obtaining the moral values contained, and representing the story of Dewi Renuka's infidelity which is manifested in a musical form which is arranged progmically through a musical composition entitled Onêng.Keywords: Karawitan's Work, Arjunasasrabahu Script, Dewi Renuka, Onên
Penerapan Tangga Nada Pentatonis dalam Penciptaan Musik Gavotte untuk Kuartet Gitar
Pengertian Gavotte adalah tari Perancis antara abad ke 16-18 dalam birama 2/4 atau 4/4. Termasuk sebagai salah satu bagian dalam suita. Memasuki abad 19 Gavotte tidak lagi terbatas pada musik untuk iringan tarian saja, tetapi sudah berdiri sendiri sebagai komposisi musik. Ide penciptaan musik Gavotee untuk kuartet gitar, terinspirasi dari keprihatinan dalam mengajar praktek gitar klasik baik disekolah musik yang formal maupun non formal. Penelitian ini mencari solusi yang terarah, untuk menciptakan model pembelajaran gitar klasik dasar, melalui sebuah penciptaan karya musik Gavotte dengan penerapan tangga nada pentatonik mayor (C-D-E-G-A) untuk kuartet gitar. Pengertian tangga nada pentatonik adalah jenis tangga nada yang memakai lima nada pokok , masing-masing dibedakan dari jarak antar nada. Penciptaan karya musik Gavotte ini dirancang untuk kuartet gitar (gitar 1, 2, 3, 4) bertujuan untuk penempatan pemain sesuai kemampuan ketrampilannya. Gitar 1 untuk murid yang paling tinggi dengan skil tinggi, gitar 2 lebih rendah ketrampilannya begitu juga untuk gitar 3 dan 4. Penggarapan komposisi musik Gavotte lebih ditekankan pada pengolahan ritme, melodi, dan harmoni yang sederhana yang disesuaikan ketrampilan gitar dasar. Metode penciptaan musik terdiri dari tiga langkah yaitu proses tindakan kelas, eksplorasi, dan sosialisasi. Penelitian dalam penciptaan karya musik ini digunakan sebagai model pembelajaran praktik gitar dan dapat menjembatani dalam membantu penguasaan membaca notasi balok, khususnya untuk mengajar kelas group yang terdiri dari 4-6 orang.AbstractApplication of the Pentatonic Scale in the Creation of Gavotte Music for the Guitar Quartet. Gavotte is a French dance between the 16th-18th centuries in rhythms of 2/4 or 4/4. It was included as one of the parts in the suita. Entering the 19th century, Gavotte was no longer limited to music for dance accompaniment but already stood alone as a musical composition. The idea of creating Gavotee music for guitar quartets was inspired by concerns about teaching classical guitar practice in formal and non-formal music schools. This research seeks a purposeful solution to make a basic classical guitar learning model by creating Gavotte's musical works with the application of major pentatonic scales (C-D-E-G-A) to guitar quartets. The notation of pentatonic scale is a type of scale that uses five principal tones, each distinguished by the distance between notes. The creation of Gavotte's musical work was designed for a quartet of guitars (guitars 1, 2, 3, 4) aimed at placing players according to their abilities. Guitar 1 is for the highest students with high skills; guitar 2 is lower in skill, as well as for guitars 3 and 4. Gavotte's musical compositions emphasize simple rhythm, melody, and harmonic processing tailored to basic guitar skills. The music creation method consists of three steps, namely, the process of class action, exploration, and socialization. Research in creating this musical work is used as a learning model for guitar practice. It can bridge in helping the mastery of reading block notation, especially for teaching group classes of 4-6 people.Keywords: music composition; Gavotte; guitar skil
Pembelajaran Musik Berbasis Kodaly pada Kemampuan Interaksi Sosial Anak Autisme: Studi Literatur
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh metode Kodaly terhadap kemampuan interaksi sosial pada anak autisme. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literature yang dilakukan melalui pencarian dan pengumpulan referensi teori dan dilanjutkan dengan menganalisisnya. Ada 30 studi terdahulu dari tahun 2010-2022 melalui google scholar yang mendeskripsikan tentang penerapan metode Kodaly bagi anak-anak dan anak berkebutuhan khusus untuk mengembangkan kemampuan akademik dibidang musik serta meningkatkan kemampuan dalam bidang interaksi sosial. Kesimpulan dari telaah beberapa artikel adalah kemampuan interaksi sosial anak autism meningkat dikarenakan anak dapat belajar bagaimana terlibat dalam pengaturan kelompok melalui kegiatan musik, termasuk kegiatan menyanyi, musik rakyat, dan pembelajaran solfge. Kegiatan menyanyi meliputi menyanyi individu/kelompok, menyanyi dengan gerak, dan menyanyi dengan alat musik. Semua perlakuan ini memotivasi anak-anak untuk belajar tentang kegiatan sosial seperti menyapa, berbagi perhatian/niat, dan berpartisipasi dalam pengaturan kelompok