Rona Teknik Pertanian
Not a member yet
207 research outputs found
Sort by
The Influence of Rheological Properties on The Pump Power Requirement for Transfering Ketchup
Abstract. This research aimed to analyze the influence of rheological properties of ketchup on the pump power, required during transporting process. This research was done through using a computer programme designed for calculating and analyzing the influence of rheological properties toward materials and equipments installed in the transport system. Those rheological properties derived from laboratory analysis and literature review include viscosity and density from any type of ketchup. Results analysed by a computer programming revealed that flow behaviour Index (n) and consistency coefficient (m) were the rheological properties interacting with each other since these parameters were the viscosity of ketchup that influences energy losses in the transport system. Once the total of energy losses was obtained from the system, the pump power required for transfering the product also can be known. Based on the simulation conducted by using rheological parameters of ketchup with consistency coefficient of 12.33 PaSn, and flow behaviour Index at 0.41 was obtained total energy losses at 202.26 J/kg with the pump power requirement at 0.22 kW. Once consistency coefficient was 18.7 PaSn, and flow behaviour Index was at around 0.4, the total of energy losses increased to 277.58 J/kg with pump power requirement at 0.28 kW.Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh dari sifa-sifat reologi dari kecap terhadap daya pompa yang dibutuhkan selama proses transfer atau pengalirannya. Penelitian ini dilakukan menggunakan suatu program komputer yang didesain untuk menghitung dan menganalisa pengaruh sifat-sifat reologi terhadap peralatan dan bahan yang digunakan pada sistem transfer. Sifat-sifat reologi tersebut diperoleh dari analisis laboratorium dan studi literatur yang berupa viskositas dan densitas dari berbagai tipe kecap. Hasil yang telah dianalisis dengan program komputer mengungkapkan bahwa index perilaku aliran (n) dan koefisien konsistensi (m) merupakan sifat reologi bahan yang saling berinteraksi, hal ini karena parameter tersebut merupakan viskositas dari kecap yang mempengaruhi kehilangan energi pada sistem transfer. Ketika total kehilangan energi dari sistem diketahui, maka daya pompa yang dibutuhkan untuk mentransferkan produk kecap tersebut juga dapat diketahui. Berdasarkan simulasi yang dilakukan dengan menggunakan parameter-parameter reologi dari kecap dengan koefisien konsistensi 12.33 PaSndan index perilaku aliran 0.41 maka diperoleh total kehilangan energi sebesar 202.26 J/kg, daya pompa yang dibutuhkan sebesar 0.22 kW. Ketika koefisien konsistensi bahan 18.7 PaSn, dan index perilaku aliran 0.4, maka total kehilangan energi meningkat menjadi 277.58 J/kg dengan daya pompa yang dibutuhkan juga meningkat menjadi 0.28 kW
Kajian Kesiapsiagaan Masyarakat Terhadap Bencana Longsor Di Kecamatan Linge Kabupaten Aceh Tengah
Abstrak. Telah dilakukan penelitian untuk mengkaji kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana longsor di Kecamatan Linge Kabupaten Aceh Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui tingkat pemahaman masyarakat terhadap bencana longsor, 2) mengetahui tingkat kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana longsor, 3) mengidentifikasi dan menilai peranan kearifan lokal dalam menghadapi bencana tanah longsor, dan 4) menyusun strategi kesiapsiagaan dalam pengurangan risiko bencana. Penelitian menggunakan metode deskriptif melalui survei di 3 desa, yaitu Desa Arul Item, Desa Antara dan Desa Kemerleng. Variabel penelitian yang diukur adalah pemahaman, kesiapsiagaan dan peranan kearifan lokal yang diperoleh dari penyebaran kuesioner. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan Cluster Random Sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat di Kecamatan Linge memiliki tingkat pemahaman yang berbeda-beda terhadap bencana longsor. Mayoritas masyarakat (55%) memiliki pemahaman yang sedang, tingkat kesiapsiagaan masyarakat berada berada pada tingkat siap yaitu 49,5%. Sebagian besar masyarakat (49,5%) menyatakan bahwa kearifan lokal memiliki peranan dalam pengurangan risiko bencana longsor. Diperoleh 5 alternatif strategis untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat Linge dalam menghadapi bencana longsor yaitu: meningkatkan peran lembaga kampung sebagai pusat informasi dan merintis kerjasama yang kontinyu dan berkesinambungan dengan lembaga lain seperti BPBD, mengkaji lebih lanjut peranan kearifan lokal melalui kerjasama dengan organisasi/lembaga lain yang ingin mengkaji peranan kearifan lokal untuk jenis bencana lain, menganjurkan masyarakat mengikuti penyuluhan dan simulasi untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan terkait kebencanaan, meningkatkan peran lembaga donor dalam penyediaan dana untuk pengelolaan bencana dan meningkatkan partisipasi masyarakat melalui penyuluhan yang kontinyu dengan menggerakkan masyarakat dalam mengurangi dampak bencana.Abstract. A research to study the preparedness of society for landslide in Linge, District of Central Aceh has been done. The aim of this research: 1) to know the level of society comprehension on landslide, 2) to know the level of society preparedness on landslide, 3) to identify and to asses the role of local wisdom in facing the disaster of landslide, and 4) to arrange the strategy of preparedness in reducing the risk of disaster. This research used a descriptive method by conducting a survey at 3 villages: Arul Item Village, Antara Village and Kemerleng Village. The research variables were comprehension, preparedness, and the role of local wisdom by distributing questionnaire. The sampling technique conducted by using Cluster Random Sampling. The results showed that the society in Linge had different level of comprehension towards landslide. The majority (55%) had a mid level of comprehension, the level of society preparedness was at high (ready) level 49,5%. Most of society (49,5%) said that the local wisdom played an important role in reducing the risk of landslide. There were 5 strategic alternatives to increase the society preparedness in Linge to facing the landslide: 1) to improve the play role of village board as the information centre and to pioneer a continued corporation with other board such as BPBD, 2) to further study the play role of local wisdom through corporation with other organizations who interested to study the other type of disasters, 3) to suggest the society to take a part in training and simulation in order to improve the comprehension and the preparedness regarding the disaster, 4) to improve the role of donor institution in providing the funds, and 5) to increase the society participation by a continuous training to reduce the effect of disaster
Perubahan Sifat Fisika Dan Kimia Tanah Pada Lahan Kering Akibat Perlakuan Bahan Organik dan Kapur Dolomit
Abstrak.Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui perubahan sifat fisika dan kimia tanah pada lahan kering akibat perlakuan bahan organik dan kapur dolomit. Metode yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) faktorial dengan 2 (dua) faktor yang terdiri dari kapur dolomit pada taraf 0 ton/ha, 0,8 ton/ha dan 1,6 ton/ha, dan bahan organik pada taraf 0 ton/ha, 6 ton/ha dan 12 ton/ha dengan 3 (tiga) kali pengulangan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pada perlakuan bahan organik mampu memperbaiki sifat fisika dan kimia tanah dimana stabilitas agregat, porositas total, C-organik dan pori drainase cepat menjadi meningkat serta mampu menurunkan bulk density dibandingkan dengan tanpa perlakuan bahan organik.CHANGES IN PHYSICAL AND CHEMICAL PROPERTIES OF SOIL ON DRY LAND DUE TO ORGANIC MATERIALS AND DOLOMIT LIMEAbstract.This research was conducted to determine changes in physical and chemical properties of soil on dry land due to the application of organic matter and dolomite lime. This study used factorial randomized block design (RAK) consisting of 2 (two) factors, namely dolomite lime at levels 0, 0.8 and 1.6 tons/ha, while organic matter at levels 0, 6, and 12 tons/ha. with 3 (three) repetitions. The results showed that the organic matter treatment was able to improve the physical and chemical properties of the soil in which the total porosity, aggregate stability, fast drainage pores and organic C were increased and were able to decrease the bulk density compared to without the addition of organic matter
Indeks Kualitas Tanah pada Lahan Pengembangan Kopi Arabika di Kabupaten Bener Meuriah Provinsi Aceh, Indonesia
Abstrak. Provinsi Aceh merupakan sentral utama produksi Kopi arabika yang dikelola secara organik. Dua kabupaten yang mengembangkan kopi arabika organik yaitu Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meuriah yang merupakan dataran tinggi dengan ketinggian 1500 hingga 1900 mdpl. Areal pengembangan kopi organik ini memiliki fisiografi perbukitan dengan jenis tanah yang beragam yang rentan akan terjadinya erosi, sehingga akan berpengaruh terhadap kualitas lahan dan produksi kopi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan pemetaan indeks kualitas tanah pada areal perkebunan kopi di Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh. Studi ini menggunakan metode survei deskriptif yaitu melalui pengamatan lapangan dan analisis laboratorium. Perhitungan indeks kualitas tanah (IKT) menggunakan kriteria Mausbach dan Seybold (1998) yang telah dimodifikasi Partoyo (2005). Parameter yang dianalisis meliputi karakteristik kimia tanah dan fisika tanah. Hasil penelitian menunjukkan sangat baik (IKT = 0,80 1,00). Indeks kualitas tanah pada lahan pengembangan Kopi Arabika di Kabupaten Bener Meuriah, Provinsi Aceh secara umum tergolong baik walaupun nilai SQI antara satuan lahan bervariasi dari sedang hingga tinggi.Soil Quality Index on Arabica Coffee Development Land in Bener Meuriah District, Aceh Province, Indonesia Abstract. Aceh Province is the main center of arabica coffee production and is organically managed. There are two districts that develop organic Arabica coffee, namely Central Aceh and Bener Meuriah districts (altitude 1500-1900 m above sea level). This organic coffee development area has steep physiography with various soil types and is susceptible to erosion, with the result that it will affect the quality of the land and coffee production. This study aims to evaluate a soil map of soil quality index in a coffee plantation area in Bener Meriah Regency, Aceh Province. This study uses a descriptive survey method, namely by field observations and laboratory analysis. Calculation of the soil quality index (SQI) using the criteria of Mausbach and Seybold (1998) and modified by Partoyo (2005). Parameters were analyzed including soil chemical characteristics and soil physics. The results of the soil quality index showed eminent value, namely 0.80 1.00. In general, soil quality index on arabica coffee development land in Bener Meuriah Regency is classified as decent although the SQI value between land units varies from moderate to high
Peningkatan Kualitas Biogas Melalui Proses Pemurnian Dengan Purifier Bertingkat Seri Menggunakan Adsorben Arang Aktif Dan Zeolit
Abstrak. Biogas merupakan gas yang dihasilkan dari bahan organik melalui proses fermentasi. Energi yang terkandung dalam biogas tergantung dari konsentrasi metana (CH4). Semakin tinggi kandungan metana maka semakin besar kandungan energi pada biogas. Salah satu cara untuk meningkatkan kandungan gas metana pada biogas serta dapat menurunkan gas-gas pengotor seperti CO2, dan gas-gas lain yang tidak terpakai dengan pemurnian menggunakan purifier yang telah di isi adsorben, pada penelitian ini adsorben yang digunakan yaitu arang aktif dan zeolit. Variabel yang diukur dalam penelitian ini yaitu C/N rasio, pH, suhu, total solid (TS), volatile solid (VS), Biochemical Oxygen Demand (BOD) dan Chemical Oxygen Demand (COD) yang berpengaruh dalam produksi gas metan. Kadar CH4 dan CO2 setelah dimurnikan, dan waktu optimal untuk proses pemurnian biogas, perlakuan yang diberikan menggunakan 3 waktu pengujian, yaitu 30, 60, dan 90 menit. Percobaan dilakukan pengulangan sebanyak tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio C/N sebesar 20,36 dengan suhu rata-rata 25,1oC dan pH rata-rata 6. Nilai BOD awal dan akhir masing-masing sejumlah 77800,86 mg/l dan 53002,42 mg/l dan COD awal dan akhir masing-masing sejumlah 59800 mg/l dan 36000 mg/l. TS dan VS masing masing mengalami penurunan sebesar 20,99% dan 17,93%. Penggunaan adsorben arang aktif dan zeolit dapat meningkatkan kandungan gas CH4 sebesar 136,5% dan menurunkan kandungan gas CO2 sebesar 64% pada biogas. Lama waktu pengujian mampu meningkatkan konsentrasi CH4 dan menurunkan kandungan gas CO2 dengan waktu paling optimal yaitu 30 menit.Increasing Quality Of Biogas With Purification Proses On Double Arranged Series Purifier Using Activated Charcoal And Zeolit AdsorbentAbstract. The quality of biogas is determined by the methane (CH4) content in the biogas. A good biogas is indicated by its high methane content. One way to increase the methane gas content in biogas is by purification using a series-level purifier that has been filled with adsorbents. In this study, the adsorbents used were activated charcoal and zeolite. The variables measured include CN ratio, pH, temperature, total solid (TS), volatile solid (VS), Biochemical Oxygen Demand (BOD) and Chemical Oxygen Demand (COD) which influential in methane gas production. CH4 and CO2 levels, before and after purification. Biogas was purified for a duration of 30, 60, 90 minutes and was repeated three times. The results showed that the C/N ratio was 20.36 with an average temperature of 25.1 C and an average pH of 6. The initial and final BOD values were 77800.86 mg/l and 53002.42 mg/l and the initial and final COD values were 59800 mg/l and 36000 mg/l. TS and VS experienced a decrease of 20.99% and 17.93%. The use of activated charcoal and zeolite adsorbents was able to increase the CH4 gas content by 136.5% and reduce the CO2 gas content by 64%. The optimal purification time is 30 minutes
Perlindungan Lahan Sawah Dalam Pencapaian Ketahanan Pangan Nasional
Abstrak. Tujuan penelitian ini melihat ketahanan pangan berkelanjutan yang merupakan suatu kewajiban dan harus dilakukan untuk menjaga ketersediaan pangan khususnya padi. Pada saat ini di Sumatera Barat sedang maraknya terjadi alih fungsi lahan lawah. Alih fungsi lahan sawah ini disebabkan oleh pembangunan infrastruktur, perumahan, jalan, jalan tol, sarana umum dan fasiltas lainnya. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan rasionalistik. Hasil penelitian menyebutkan dengan adanya alih fungsi lahan sawah menyebabkan luas panen terhadap padi dan jumlah produksi padi terus berkurang. Pada tahun 2018 terjadi pengurangan luas panen dan produksi padi yang sangat signifikan dari tahun sebelumnya (2017) yaitu sebesar 220 ribu ha luas panen padi dan 1.4 juta ton produksi padi. Hal ini dinilai sangat berbahaya bagi ketahanan pangan yang berkelanjutan karena jumlah penduduk terus bertambah dan juga kebutuhan terhadap pangan juga semakin meningkat sedangkan jumlah produksi justru terus berkurang. Oleh karena itu perlu adanya peran dari semua unsur untuk mengkontrol dan mengendalikan lahan sawah serta pemerintah dengan segera membuat regulasi Peraturan Daerah untuk mengatur lahan sawah agar tidak terjadi alih fungsi lahan sawah secara berkelanjutan.Protection of Rice Fields in Achieving National Food SecurityAbstract. The purpose of this research is to see sustainable food security which is an obligation and must be done to maintain food availability, especially rice. The function of paddy fields is caused by the development of infrastructure, housing, roads, toll roads, public means, and other facilities. The methods in this study used qualitative methods with a rationalistic approach. The results of the study mentioned that the Land of rice field function caused the harvest area to rice and the amount of rice production continued to decrease. In 2018 there was a reduction in the vast harvest and rice production which was significantly from the previous year which amounted to 220 thousand hectares of rice harvest and 1.4 million tonnes of rice production. This is very dangerous for sustainable food security because the population continues to grow and also the need for food is also increasing while the number of production is steadily decreasing. Therefore, it is necessary to have the role of all elements to control and control the rice fields and government by immediately make the regulation of local regulations to regulate the field of rice fields to prevent the functioning of the rice field sustainability
Karakteristik Pengeringan Gula Semut Menggunakan Alat Pengering Silinder Tipe Rak
Abstrak. Gula semut merupakah salah satu penganekaragaman produk gula palma yang berbentuk butiran atau kristal yang bahan bakunya dapat berasal dari dari nira kelapa, nira aren atau nira siwalan. Salah satu tahapan penting dalam pembuatan gula semut yaitu pengeringan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari karakeristik pengeringan gula semut menggunakan alat pengering tipe rak yang berbentuk silinder. Alat pengering yang digunakan menggunakan gas LPG sebagai sumber panas. Parameter yang diamati meliputi suhu lingkungan dan suhu bahan di rak atas, tengah dan bawah, suhu udara yang masuk ke ruang pengering (inlet) dan suhu yang meninggalkan ruang pengering (cerobong). Perubahan kadar air gula semut juga diukur setiap waktu. Hasil menunjukkan bahwa suhu udara pengering dan suhu bahan baik di rak atas, tengah dan bawah berbeda signifikan. Sementara itu perubahan kadar air di setiap rak juga menunjukkan hal yang sama yaitu ada perbedaan nyata perubahan kadar air pada rak. Konstanta laju pengeringan sebesar 0,0119 - 0.0212 menit-1. Berdasarkan nilai R2 yang 0,5 menunjukkan bahwa kadar air yang diprediksi mampu menggambarkan kondisi yang mendekati perubahan kadar air yang sesungguhnya selama pengeringan.Characteristics of Drying Gula Semut Using Cylinder Abstract. Gula semut is one of the diversified products of palm sugar in the form of granules or powders made from palm sap, coconut sap, or siwalan sap. Drying is one of the important processes in making gula semut. The purpose of this study was to study the characteristics of drying gula semut using a cylinder geometry of the cabinet dryer. The dryer used LPG gas as a heat source. The parameters observed are the ambient temperature and the temperature of the sample in the top, middle and bottom racks, the temperature of inlet, and chimney. Changes in the moisture content of gula semut are also measured every time. The results showed that the ambient temperature of the drying chamber and the temperature of samples both on the top, middle, and bottom shelves differ significantly. There was a real difference in changes in the water content in the rack. The drying rate constants are 0.0119 to 0.0212 minutes-1. Based on the R2 value 0.5, it showed that the predicted moisture content was able to describe conditions that are close to changes in the actual moisture content during drying
Pemanfaatan Kompos Jerami Padi Guna Memperbaiki Kesuburan Tanah dan Hasil Padi
Abstrak. Tujuan dari penelitian untuk meneliti dampak kombinasi kompos jerami padi dan pupuk anorganik (phonska) terhadap kesuburan tanah dan hasil tanaman padi. Padi yang digunakan dalam penelitian ini merupakan benih padi varietas Ciherang. Penelitian dilakukan dalam wadah pot dengan ukuran diameter 24 cm dan dengan tinggi 26 cm. Setiap pot diberikan tanah 8 kg, dengan kualitas kompos yang digunakan yaitu memiliki pH sebesar 7,58, kadar air sebesar 11, 79%, rasio C/N sebesar 16,50, Kandungan C-organik sebesar 27,84%, N sebesar 1,69, kandungan P sebesar 0,23% dan K yaitu 5,04%. Kombinasi kompos jerami padi dan phonska yang digunakan dalam penelitian ini yaitu P0 (0% kompos + 0% phonska), P1 (0% kompos + 100% phonska), P2 (20% kompos + 80% phonska), P3 (40% kompos + 60% phonska), P4 (60% kompos + 40% phonska) dan P5 (80% kompos + 20% phonska). Penelitian dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK). Hasilnya kombinasi kompos dan pupuk phonska meningkatkan parameter fisik, biologi dan kimia tanah, namun belum mampu mengubah status kesuburan tanah. Pemanfaatan kompos yang dikombinasikan pupuk anorganik juga memberikan hasil sama dengan 100% phonska. Dimana kombinasi dosis 60% kompos + 40% phonska memberikan hasil berat gabah kering giling tertinggi dibandingkan kombinasi lainnya.Utilization of Rice Straw Compost To Improve Soil Fertility and Rice ResultsAbstract. The purpose of this study is to examine the impact of a combination of rice straw compost and inorganic fertilizer (phonska) on soil fertility and rice crop yields. The rice used in this study is the rice seed of the Ciherang variety. The research was conducted in a pot container with a diameter of 24 cm and with a height of 26 cm. Each pot is given 8 kg of soil, with the quality of compost used which has a pH of 7.58, the water content of 11.79%, C/N ratio of 16.50, C-organic content of 27.84%, N of 1.69, P content of 0.23% and K of 5.04%. The combination of rice straw compost and phonska used in this study is P0 (0% compost + 0% phonska), P1 (0% compost + 100% phonska), P2 (20% compost + 80 % phonska), P3 (40% compost + 60% phonska), P4 (60% compost + 40% phonska) and P5 (80% compost + 20% phonska). The study with 6 treatments and 4 replays used a randomized design group (RAK). As a result, the combination of compost and inorganic fertilizer (phonska) improves the physical, biological, and chemical parameters of the soil, but has not been able to change the fertility status of the soil. The utilization of compost combined with inorganic fertilizer also gives the same result as 100% phonska. Where a combination dose of 60% compost + 40% phonska gives the highest dry grain weight results compared to other combinations
Evaluasi Pengaruh Volume Minyak Simplah Terhadap Kualitasnya Pada Pemanasan Menggunakan Energi Mikrowave
Abstract. Minyak simplah adalah produk lokal Aceh dari proses fermentasi kelapa yang mempunyai manfaat seperti minyak kelapa murni (VCO). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemanasan energi mikrowave terhadap kualitas minyak simplah berdasarkan variasi volume minyak. Metode yang dilakukan adalah memanaskan minyak simplah dalam mikrowave oven frekuensi 2,450 MHz selama 60 detik dengan energi 800W pada variasi volume yakni 20, 40,dan 60 ml, dengan 3x ulangan. Pengamatan dilakukan terhadap suhu, kadar air, derajat keasaman, asam lemak bebas, bilangan peroksida dan warna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan variasi volume minyak pada pemanasan mikrowave selama 60 detik meningkatkan suhu minyak secara signifikan, namun perlakuan tersebut tidak memberikan pengaruh nyata terhadap kadar air, pH, asam lemak bebas dan bilangan peroksida. Kualitas minyak simplah sebelum dan setelah pemanasan dengan mikrowave belum memenuhi standar sehingga penelitian lanjutan sangat diperlukan untuk mengkaji kemungkinan peningkatan kualitas minyak menggunakan energi mikrowave dengan memperlama waktu pemanasan.The Influence of Oil Simplah Volume to Its Quality under Microwave HeatingAbstract. The simplah oil, contained a lot of benefits as virgin coconut oil (VCO), is traditionally produced during fermentation of coconut by Acehnese. The purpose of this study is to determine the influence of microwave heating on the simplah oil quality based on the variation of its volume. The study was conducted by heating the simplah oil by using a microwave oven at frequency of 2.450MHz for 60s at power level 800W under the variation of oil volume i.e. 20, 40, and 60 ml in three replications. The parameters observed were temperature, water content, degree of acidity, free fatty acids, peroxide number and color. Results showed that the variation of oil volume after microwave heating had significant effect on temperature, but did not significantly influence the rest parameters. Since the quality of simplah oil before and after treatment did not meet the standard yet, it is very important to conduct the further study by extending the exposure time of the oil under microwave heating
Perancangan Dan Pengujian Model Mobil Robot Penanam Bibit Kangkung
Abstrak. Penanaman bibit kangkung sesuai prosedur dilakukan dengan proses menajuk, proses menajuk memakan waktu yang lama, sehingga membuat petani melakukan penaburan bibit untuk mempersingkat waktu peanaman, namun berpotensi terjadi gagal panen akbiat bibit tidak tertanam. Tujuan penelitian ini yaitu membangun mobil robot penanam bibit kangkung. Metode yang diperlukan dalam membangun mobil robot ini meliputi, penghitungan rata-rata bedengan, perancangan mobil robot, perakitan, dan pengujian. Dari metode tersebut maka diperoleh hasil yang meliputi desain dan analisis desain, hasil pembuatan/perakitan, hasil pengujian dan hasil penanaman. Desain mobil robot memiliki ukuran sesuai ukuran rata-rata bedengan yang digunakan petani yaitu 1,6 m, hasil analisis menunjukan beban maksimum robot 28,80 kg dengan perpindahan maksimal 3,266 mm yang membuat chassis masih aman digunakan.Proses perakitan mobil robot meliputi komponen elektronika dan komponen chassis sesuai dengan hasil desain dan perancangan. Robot yang telah dirakit dilakukan pengujian. Pengujian elektronika menampilkan keluaran arus sebesar 3A, tegangan 12 volt dan tahanan 5,4 ohm, pada penggunaan baterai dengan kapasitas 7,4 Ah yang dapat bekerja selama 4,5 jam dengan menggunakan stepdown supaya arus stabil membuat kecepatan stabil dan tidak membuat komponen mobil robot hangus akibat loncatan tegangan. Karena mobil robot bekerja secara autonomous maka pengujian vision juga diperlukan sebagai indra penglihatan gerak pada mobil robot. Selama 4,5 jam mobil robot dapat menanam bibit dengan luas lahan 4,7 hektar (4788 m2).Design and Testing Mobile Robot Spinach Water Seed PlantingAbstract. Planting water spinach seeds according to the procedure were carried out by the process of crowning, the process took a long time, so it made farmers sow seeds to shorten the planting time, but there was a potential for crop failure due to not planting the seeds. The purpose of this research was to build a mobile robot water spinach seed planting. The methods needed to build this robot car included calculating the average bed, designing a robot car, assembling, and testing. From this method, the results obtained included design and design analysis, manufacturing/assembly results, testing results, and planting results. The mobile robot design had a size according to the average size of the beds used by farmers, namely 1.6 1.4 0.5 m, the analysis results showed that the robot's maximum load was 28.80 kg with a maximum displacement of 3.266 mm which made the chassis still safe to use. The robot car assembly process included electronic components and chassis components in accordance with the design and design results. The assembled robot was tested. Electronic testing displayed a current output of 3A, a voltage of 12 volts, and a resistance of 5.4 ohms, on the use of a 7.4 Ah battery that can work for 4.5 hours using a step down so that the current was stable to make the speed stable and did not make robot car components scorched due to voltage jumps. Because robot cars worked autonomously, vision testing was also needed as a sense of motion in robot cars. During 4.5 hours the robot car can plant seeds with a land area of 4.7 hectares (4788 m2)