Rona Teknik Pertanian
Not a member yet
    207 research outputs found

    Pengaruh Tingkat Kematangan dan Lama Penyimpanan Terhadap Karakteristik Mutu Fisikokimia Jeruk Siam Madu (Citrus nobilis) Pada Kondisi Penyimpanan Dingin

    No full text
    Abstrak. Jeruk dikenal sebagai sumber nutrisi terutama vitamin C yang berguna bagi tubuh manusia: karena dapat menurunkan tekanan darah, mengobati sariawan, dan meningkatkan imunitas tubuh. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh tingkat kematangan dan lama penyimpanan terhadap karakteristik fisikokimia jeruk. Penelitian dilakukan secara eksperimen dengan menggunakan rancangan acak lengkap 2 faktor. Faktor 1 Tingkat kematangan: Hijau, Hijau Kuning dan Kuning. Faktor ke 2 Lama penyimpanan (hari): 0 , 2 , 4 ,6 , 8 ,10 dan 12 hari. Parameter yang dianalisis: Mutu Fisika (susut bobot dan kekerasan) dan mutu kimia (Total Padatan Terlaru-TPT, pH, Asam Tertitrasi total-ATT, rasio PTT ATT dan Kandungan Vitamin C). Hasil penelitian menujukkan: Tingkat kematangan jeruk berpengaruh nyata terhadap susut bobot 3,0826% -4,3590%; kekerasan 1,3 - 2,6 kg/cm2; TPT dengan nilai 7,7 -11,6 Brix; pH dengan nilai 3,3 - 4,2; ATT dengan nilai 0,566 - 2,410 %, dan Rasio TPT:ATT dengan nilai 4,37 - 24,14 %. Akan tetapi, tingkat kematangan tidak memberi pengaruh yang nyata terhadap kandungan Vitamin C. Lama penyimpanan buah memberi pengaruh nyata terhadap susut bobot yang berkisar antara 0,0000% - 6,8151%; kekerasan 1,5 - 2,4 kg/cm2. Lama penyimpanan selama 12 hari tidak memberi pengaruh nyata terhadap TPT, pH, ATT, Rasio TPT:ATT, dan kandungan Vitamin C.The Influence of Maturity Level and Length of Storage on thePphysicochemicalQuality Characteristics of Honey Siam Oranges (Citrus nobilis Lour)Under Cold Storage ConditionAbstract. Factors that influence the physicochemical quality of Siam honey oranges include the level of ripeness when harvested and the length of storage. The aim of the research was to determine the effect of ripeness level and storage time on the physicochemical quality of Siamese honey oranges. The research used a completely randomized factorial design. Maturity level treatments: green, yellow green and yellow. Storage time (days): 0, 2, 4, 6, 8, 10 and 12 days. The effect of treatment was analyzed using the variance test. Significantly different effects were tested using Duncan's test at the p=0.05 level. Using SPSS 29 software. The results of the research show: The level of ripeness of honey Siam oranges has a significant effect on weight loss of 3.0826% -4.3590%; hardness 1.3 - 2.6 kg/cm2; TPT (Total dissolved solids) 7.7 -11.6 Brix; pH 3.3 - 4.2; ATT (Total titrated acid) 0.566 - 2.410 %; and TPT: ATT ratio was 4.37 - 24.14%. Storage time has a significant effect on weight loss which ranges from 0.0000% - 6.8151%; hardness 1.5 - 2.4 kg/cm2; ATT 1.008-1.940%; and ratio TPT:ATT 9.526-18.929. Storage time has no significant effect on TPT, and pH. The interaction of maturity level and storage time has a significant effect on vitamin C. Based on the physicochemical quality (TPT:ATT ratio, weight loss and vitamin C), honey Siam oranges are harvested at the yellow ripeness level and stored for a maximum of 10 days at a temperature of 100C

    Uji Kinerja Multi Seeds Smart Dryer (MSSD) Pada Kacang Hijau (Vigna Radiata)

    Full text link
    Abstrak.Pengeringan merupakan salahsatuproses pasca panen yang umum dilakukan pada berbagai produk pertanian yang ditujukan untuk menurunkan kadar air sampai pada tingkat yang amanuntukpenyimpananatauproseslainnya. Perlu alternatif pengeringan dengan sinar matahari langsung untuk meningkatkan kualitas hasil pengeringan. Penelitian ini menguji proses pengeringan kacang hijau menggunakan mesin Multi Seeds Smart Dryer (MSSD). Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis pengeringan biji kacang hijau dan kinerja mesin. Mesin MSSD memiliki 16 rak, 6 buah lampu pijar, 3 buah blower, 12 sensor DHT 22, aktuator, mikrokontroler Arduino dan 6 kipas exhaust dan dimensi panjang 150 cm, lebar 60 cm dan tinggi 120 cm. Bahan yang digunakan yaitu 6.400g kacang hijau yang masih segar dengan kadar air awal sebesar 23,60 %. Setelah proses pengeringan selama 21 jam, kadar air akhir yang diperoleh sebesar 10,50 %, dan suhu pengeringan yang dihasilkan pada proses pengeringan berkisar antara 25-40C. Untuk Laju pengeringan konstan terjadi setelah pengeringan berlangsung selama 11 jam kemudian menurunkan kadar air dalam jumlah yang besar. Namun daya perkecambahan yang diperoleh sebesar 59 %.Performance Test Of Multi Seeds Smart Dryer (Mssd) On Green Beans (Vigna radiata)Abstract.Drying is one of the post-harvest processes commonly carried out on various agricultural products which is aimed at reducing the water content to a level that is safe for storage or other processes. An alternative to drying in direct sunlight is needed to improve the quality of the drying results. This research tested the process of drying green beans using a machine Multi Seeds Smart Dryer (MSSD). The aim of this research is to analyze the drying of green bean seeds and machine performance. MSSD machines have 16 shelves, 6 incandescent lamps, 3 blower, 12 DHT 22 sensors, actuators, Arduino microcontroller and 6 fans exhaust and dimensions 150 cm long, 60 cm wide and 120 cm high. The ingredients used were 6,400g of fresh green beans with an initial water content of 23.60%. After the drying process for 21 hours, the final water content obtained was 10.50%, and the drying temperature produced during the drying process ranged from 25-40C. The constant drying rate occurs after drying lasts for 11 hours and then reduces the water content by a large amount. However, the germination capacity obtained was 59%

    Respon Pertumbuhan dan Produksi Cabai Merah Keriting (Capsicum Annuum L.) Akibat Aplikasi Pupuk Nitropen-Posfor-Kalium dan Fungi Mikoriza Arbuskula pada Tanah Podsolik Merah Kuning

    Full text link
    Abstrak.Prospek pengembangan cabai merah keriting sangat cerah karena permintaan konsumen pada hari-hari besar tidak mampu dipenuhi oleh pasar. Podsolik merah kuning (PMK) merupakan jenis tanah dengan produktivitas rendah akibat adanya pencucian yang intensif dan pelapukan lanjut. Untuk menunjang pertumbuhan dan produksi tanaman cabai keriting dapat digunakan pupuk nitropen-posfor-kalium (NPK) dan Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA). Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pemberian berbagai dosis pupuk NPK mutiara dan FMA terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman cabai merah keriting pada tanah PMK. Rancangan penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor pemberian pupuk NPK dengan variasi dosis 0g/tanaman, 10 g/tanaman, 20 g/tanaman, 30 g/tanaman, dan 40 g/tanaman, dan pemberian mikoriza dengan variasi 0g/tanaman dan 5g/tanaman. Data diolah dengan menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk NPK berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman cabai keriting sedangkan pemberian FMA dan interaksi perlakuan tidak berpengaruh nyata terhadap semua variabel yang diamati. Penelitian ini merekomendasikan pemberian pupuk NPK 10g/tanaman untuk pertumbuhan dan produksi maksimal tanaman cabai keriting.Growth Response and Yield of Curly Red Chili (Capsicum Annuum L.) due to the Application of Nitrogen-Phosphorus-Potassium Fertilizer and Fungi Mycorrhiza Abruskala in Red-Yellow Podzolic SoilAbstract.The prospects for the development of curly red chilies are very bright because consumer demand during holidays always cannot be fulfilled by the market. Red-yellow podzolic (PMK) soil is a type of soil with low productivity due to intensive leaching and advanced weathering. To support the growth and production of curly chili plants, nitrogen-phosphorus-potassium (NPK) and arbuscular mycorrhizal fungi (FMA) fertilizer can be used. The aim of this research was to determine the effect of giving various doses of NPK granular fertilizer and FMA on the growth and production of curly red chili plants on PMK soil. This research design used a Randomized Block Design (RAK) with two factors, the application of NPK fertilizer with varying doses of 0 g/plant, 10 g/plant, 20 g/plant, 30 g/plant, and 40 g/plant, and the application of FMA at a dose of 0g/plant and 5g/plant. Data were analyzed by using analysis of variance (ANOVA). The results showed that the application of NPK fertilizer had a significant effect on the growth and production of curly chili plants, while the application of FMA and interactions of the treatments had no significant effect on all the variables observed. This research recommended the use of 10g NPK fertilizer per plant for the maximal growth and production of curly chili plants

    Kajian Dampak Lingkungan Terhadap Pembangunan Kantor Telecenter PT. X Di Tangerang

    No full text
    Abstrak. Manusia diciptakan untuk mengatur alam semesta ini dengan cara menjaga dan melestarikan keberlanjutan lingkungan hidup sehingga kepedulian terhadap lingkungan hidup adalah suatu hal yang perlu dilakukan. Demikian juga dengan menjaga kelestarian lingkungan pada Kantor Telecenter PT. X di Kabupaten Tangerang. Tujuan dari kajian ini adalah menilai kualitas rona lingkungan awal dan memprediksi dampak yang akan terjadi serta merumuskan upaya-upaya meminimalisir dampak pada setiap tahapan kegiatan yang dilakukan. Metode yang digunakan adalah metode observasi, metode wawancara, dan pelingkupan. Hasil dari kajian ini adalah rona lingkungan awal pada lokasi kajian menunjukkan bahwa kualitas lingkungan dari segi komponen kualitas udara ambien, kebisingan dan kualitas air tanah berada dalam kategori baik. Secara umum upaya yang dilakukan untuk meminimalisir dampak negatif yang terjadi pada setiap kegiatan Pembangunan Kantor Telecenter PT. X di Tangerang dapat dilakukan dengan cara pendekatan sosial dengan masyarakat, melaksanakan kegiatan konstruksi hanya di siang hari, memprioritaskan masyarakat lokal sebagai tenaga kerja, optimalisasi penghijauan dalam lingkungan dan ruang terbuka hijau serta pengelolaan sampah yang baik serta fasilitas kebersihan yang lengkap agar tidak terjadi gangguan terhadap kesehatan masyarakat.Study Of Environmental Impact on The Construction of PT. X In TangerangAbstract.Humans were created to manage this universe by protecting and preserving the sustainability of the environment so that caring for the environment is something that needs to be done. Likewise with preserving the environment at the Telecenter Office of PT. X in Tangerang Regency. The purpose of this study is to assess the quality of the initial environmental baseline and predict the impacts that will occur as well as formulate efforts to minimize the impact at each stage of the activities carried out. The method used is the quantitative descriptive analysis method. The result of this study is that the initial environmental baseline at the study location shows that the environmental quality in terms of the components of ambient air quality, noise and groundwater quality are in the good category. In general, the efforts made to minimize the negative impacts that occur in every activity of PT. X in Tangerang can be carried out by means of a social approach with the community, carrying out construction activities only during the day, prioritizing local communities as workers, optimizing greenery in the environment and green open spaces as well as good waste management and complete cleaning facilities to prevent disturbance to public health

    Analisis Kandungan Karbondiokasida (CO2) dan Gas Metan (CH4) Pada Pembuatan Biogas Berbahan Limbah Organik

    No full text
    Abstrak. Sumber energi terbarukan (biogas) merupakan jenis sumber energi yang bersifat ramah dan tidak mencemari lingkungan. Proses pembuatan biogas berasal dari dekomposisi bahan organik secara anaerob (tanpa udara). Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh berbagai jenis limbah organik terhadap suhu pada pembentukan gas metan (CH4) dan karbon dioksida (CO2) pada biogas. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan yaitu P1 dengan menggunakan limbah ampas tahu sebanyak 4 kg dan air 4 liter, P2 menggunakan kotoran sapi sebanyak 4 kg dan air 4 liter, P3 menggunakan limbah pasar sebanyak 4 kg dan 4 liter air dan P4 menggunakan campuran limbah ampas tahu, kotoran sapi dan limbah pasar sebanyak 4 kg dan air 4 liter. Data hasil pengamatan dianalisa menggunakan ANOVA pada taraf nyata 0,05 (5%). Apabila antar perlakuan terdapat perbedaan yang nyata maka dilakukan uji lanjut BNJ (Uji Beda Nyata Jujur) pada taraf nyata 0,05 (5%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Karbon dioksida (CO2) yang terukur pada pembuatan biogas tertinggi yaitu pada perlakuan bahan baku limbah ampas tahu sebesar 4801,7222 ppm dan yang terkecil pada perlakuan bahan baku kotoran sapi sebesar 2177,417 ppm. Gas metan (CH4) pada pembuatan biogas tertinggi terukur pada perlakuan dengan menggunakan bahan baku kotoran sapi yaitu sebesar 6442 mol dan yang terkecil pada perlakuan dengan bahan baku limbah ampas tahu sebesar 340,25 mol. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kandungan biogas terbaik ditemukan pada limbah organik kotoran sapi dengan kandungan CH4 tertinggi sebesar 6442 mol.Analysis of Carbon Dioxide and Methane Gas Content in Making Biogas From Organic WasteAbstract. Organic waste with unlimited sources and high volumes can cause environmental pollution, so optimal processing is needed. Processing that is considered capable of accommodating large-scale processing and whose output has high economic value is biogas. The manufacturing process uses an anaerobic fermentation method using a technology called a digester. The research aims to see the effect of different types of organic waste on the content of carbon dioxide and methane gas. The research design used a Completely Randomized Design (CRD) consisting of four treatments with 3 replications. The treatment in question is T1 with tofu dregs waste with water, T2 with cow dung plus water, T3 with market waste plus water, and T4 with a mixture of tofu dregs, cow dung and market waste with water. The research data were analyzed using ANOVA at a significance level of 0.05 (5%) with the help of SPSS. If significant data is found, a BNJ test with a real level of 5% is carried out. The results of the research showed that the highest carbon dioxide (CO2) content in tofu waste was 4801.72 ppm and the lowest was in cow dung at 2177.42 ppm, while the formation of methane gas (CH4) was highest in cow dung waste, namely 6742.12 mol and the lowest in waste. tofu dregs amounted to 352.65 mol. So it can be concluded that the best biogas content is found in cow dung organic waste with the highest CH4 content of 6742.12 mo

    Rancang Bangun Mesin Pencuci Kentang

    Full text link
    Abstrak.Salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas kentang adalah proses pasca panen yaitu pencucian. Proses pencucian kentang saat ini masih dilakukan secara manual oleh para petani, bahkan banyak tidak dicuci setelah proses pemanenan selesai. Hal ini mengakibatkan tampilan kentang kelihatan kurang menarik. Proses pencucian dengan cara ini mempunyai beberapa kelemahan dimana penggunaan air menjadi tidak terkontrol, juga membutuhkan ruang yang besar untuk perendaman yang banyak dan membutuhkan waktu yang lama. Oleh karena itu tujuan penelitian ini merancang dan membangun mesin pencuci kentang, dengan harapan pada pencucian kentang menjadi lebih efisien waktu dan lebih efektif. [A1]Metode yang digunakan pada perancangan ini adalah analisa perancangan, rancangan struktural, fungsional dan hasil pengamatan. Hasil penelitian ini telah merancang bangun mesin pencuci kentang dengan ukuran panjang 78,75 cm, lebar 35 cm dan tinggi 58 cm. Dari analisa perancangan didapatkan kapasitas adalah 155,24 kg/jam. Hasil pengamatan yaitu pada 1 kg kentang dengan perbedaan waktu pencucian yaitu 0,[A2]5, 1, 1,5, dan 2 menit., didapatkan waktu pencucian yang optimal adalah 1 menit dan 1,5 menit pada beban 1 kg kentang. hasil dari 1 menit dan 1,5 menit masing-masing menghasilkan kentang yang bersih sebesar 76,92%, 84,61%, kotor 15,38%, 7,69%, dan kulit terkelupas 7,69%, 15,38%.Potato Washing Machine DesignAbstract Abstract One important factor in maintaining the quality of potatoes is the post-harvest process, namely washing. The current potato washing process is still done manually by farmers, many are not even washed after the harvesting process is complete. This results in the appearance of potatoes looking less attractive. The washing process in this way has several disadvantages where the use of water becomes uncontrolled, also requires a large space for a lot of soaking and takes a long time. Therefore the purpose of this study is to design and build a potato washing machine, with the hope that washing potatoes becomes more time efficient and more effective. The method used in this design is design analysis, structural, functional design and observation results. The results of this study have designed a potato washing machine with a length of78,75 cm, width of35 cm and height of58 cm. From the design analysis, the capacity is155.24 kg / hour. The results of the observation were on1 kg of potatoes with a difference in washing time of 0.5, 1, 1.5, and 2 minutes., the optimal washing time was 1 minute and 1.5 minutes on a load of1 kg of potatoes. The results of the observation were on1 kg of potatoes with a difference in washing time of 0.5, 1, 1.5, and 2 minutes., the optimal washing time was 1 minute and 1.5 minutes on a load of1 kg of potatoes. The results of 1 minute and 1,5 minutes resulted in clean potatoes of 76.92%, 84.61%, gross 15.38%, 7.69%, and flaky skin of 7.69%, 15.38%, respectively

    Pemanenan Kacang Tanah secara Mekanis : Kinerja alat mesin pemanen kacang tanah dan alternatif perbaikan kinerjanya

    Full text link
    AbstractLabor requirements in peanut cultivation are high, especially weeding, harvesting, and postharvest (threshing). Labor requirements for peanut harvesting are quite high, with about 41 labor work day (LWD) per ha required for hand-pulling and threshing the pods (Antarno 1992). With a yield of 0.8 tha-1 of groundnut seed, this accounts for 41% of the total labor requirement for postharvest handling (107 LWD). PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk, whose main food products are based on peanuts, such as Garuda Peanut, has started using farm machinery, from tillage to planting, crop care, and harvesting. In order to improve the quality of the peanut harvester's work, improvements, and refinements; in this paper, the results of the harvesting machine performance test and research results that can be used to improve the performance of the harvesting machine are presented.AbstrakKebutuhan tenaga kerja pada kegiatan usaha tani kacang memerlukan tenaga kerja yang besar, khususnya pada kegiatan perawatan tanaman (penyiangan), panen dan pascapanen (perontokan). Tenaga kerja yang diperlukan untuk panen kacang tanah cukup tinggi, sekitar 41 HOK per ha, yakni untuk kegiatan mencabut dan merontok polong dengan tangan (Antarno 1992). Jumlah tersebut mencapai 41% dari total kebutuhan tenaga kerja untuk penanganan pascapanen (107 HOK) pada tingkat hasil 0,8 tha-1 kacang tanah biji. PT Garuda food Putra Putri Jaya Tbk., dimana produk makanan utama yang dihasilkan adalah berbasis kacang tanah, seperti salah satu produknya yang dikenal sebagai Kacang Garuda (Garuda Peanut), mulai menggunakan mesin pertanian, dari olah tanah, tanam, perawatan tanaman serta panen. Yang masih belum dapat bekerja dengan optimal, khususnya untuk lahan di Subang adalah mesin panen. Untuk meningkatkan kualitas hasil kerja dari mesin pemanen kacang tanah maka perlu dilakukan perbaikan dan penyempurnaan, pada makalah ini disampaikan hasil uji kinerja mesin pemanen serta hasil-hasil penelitian yang dapat digunakan untuk perbaikan kinerja mesin pemane

    Soil Conservation Instructions Against Environmental Damage Due to Erosion Rates in the Krueng Seulimeum Sub-watershed

    Full text link
    AbstrakTanah merupakan sumber daya alam yang penting bagi ekosistem karena menyediakan habitat bagi manusia, hewan, dan tumbuhan. Erosi tanah sangat dipengaruhi oleh kondisi geologi suatu wilayah, seperti kemiringan dan panjang tanah, jenis batuan dan sedimen, permeabilitas tanah, vegetasi, iklim, dan aktivitas makhluk hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya erosi dan menganalisis tingkat bahaya erosi yang terjadi pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Seulimeum dan Krueng Aceh, serta mengevaluasi dampak kerusakannya terhadap lingkungan. Penelitian dilakukan menggunakan metode survei dengan cara observasi langsung terhadap lokasi penelitian dan melakukan analisis tanah. Nilai erosi dihitung menggunakan persamaan USLE (Universal Soil Loss Equation). Pengaruh faktor panjang dan kemiringan lereng, program pengelolaan dan metode tindakan konservasinya dianalisa. Tahapan penelitian meliputi: (1) pengumpulan data sekunder dan peta lokasi, (2) peninjauan lokasi penelitian dan (3) analisis tanah dan evaluasi data. Berdasarkan hasil jenis tanah, kemiringan, dan penggunaan lahan menunjukkan bahwa dilokasi penelitian terdapat sembilan Satuan Peta Lahan (SPL) dengan total luas areal 26.497,07 ha. Erosi potensial terbesar terdapat pada SPL 9 yaitu 2.857,72 ton ha-1 th-1. Sedangkan erosi aktual terbesar terdapat pada SPL 8 yaitu 254,06 ton ha-1 th-1 . Terdapat tiga tingkat bahaya erosi yaitu rendah, sedang dan sangat tinggi. Tingkat bahaya erosi rendah pada SPL 1, 2, 4, 5, 6, 7, 8 dan 9 ; tingkat bahaya erosi sedang pada SPL 1, 2, 3 dan 6. SPL 2 menunjukkan tingkat indeks bahaya erosi yang sangat tinggi. Arahan konservasi tanah yang disarankan adalah reboisasi terhadap kawasan lindung pada SPL 4 dan 8. Metode konservasi dapat diterapkan pada lahan pertanian SPL 1,2,3,5,6,7, dan 9.AbstractSoil is an important natural resource for ecosystems because it provides habitat for humans, animals, and plants. Soil erosion is strongly influenced by a region's geological conditions, such as the slope and length of the land, the type of rock and sediment, the permeability of the land, vegetation, climate, and the activities of living things. The aims of this research were to assess the degree of erosion risk in the Krueng Seulimuem Sub-watershed and the Krueng Aceh Watershed, as well as the environmental consequences of the damage. Direct observations at the research site and soil sample analysis were used to conduct the investigation. The erosion was estimated using the USLE (Universal Soil Loss Equation). The effects of slope length and steepness factors, program management aspects, and conservation methods, as well as a variety of other research criteria, were assessed. It was carried out in three stages: (1) secondary data processing and map preparation; (2) analysis of the research site; and (3) soil analysis and data evaluation. According to the results of the soil type, slope, and land use overlay map, the research site had nine land mapping units (LMU) covering a total area of 26,497.07 hectares. The largest potential erosion was at LMU 9, with 2,857.72 tons ha-1 yr-1, while the largest actual erosion occurred at LMU 8, with 254.06 tons ha-1 yr-1. There were three degrees of erosion risk: low, moderate, and very high. The low level was present in LMU 1, 2, 4, 5, 6, 7, 8, and 9. The moderate level was present in LMU 1, 2, 3, and 6. LMU 2 was present to the very high-level index. The recommended strategy for soil conservation was reforestation of protected areas at LMU 4 and 8. Conservation methods may be used in agricultural fields at LMU 1, 2, 3, 5, 6, 7, and

    Kajian Stok Karbon Organik Dan Nitrogen Total Tanah Pada Beberapa Jenis Tanaman Penutup Tanah Di Kebun Kelapa Sawit PT. Perkebunan Nusantara I Kota Langsa

    Full text link
    Abstrak. Tanaman kelapa sawit merupakan tanaman perkebunan penting dalam sektor pertanian. Masalah utama pertanian di Indonesia saat ini adalah degradasi kesuburan lahan pertanian disebabkan menurunnya kandungan bahan organik tanah. Upaya peningkatan produksi kelapa sawit dilakukan dengan berbagai teknik diantaranya penanaman tanaman penutup tanah (TPT). Tujuan penelitian ini adalah mengkaji stok karbon organik dan nitrogen total tanah pada lahan yang ditanami beberapa jenis tanaman penutup tanah di Kebun Kelapa Sawit PT. Perkebunan Nusantara I Kota Langsa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pengamatan lapangan dan analisis laboratorium. Lokasi penelitian adalah di Gampong Pondok Kelapa Kecamatan Langsa Baro Kota Langsa pada koordinat 04o2916 LU-97o5638 BT. Hasil penelitian menunjukkan cadangan karbon pada lahan perkebunan kelapa sawit dengan tanaman penutup tanah Asystasia gangetica dan Mucuna bracteate lebih tinggi dibandingkan cadangan karbon pada lahan perkebunan kelapa sawit tanpa tanaman penutup tanah. Jumlah nitrogen tanah pada lahan perkebunan kelapa sawit dengan tanaman penutup tanah Asystasia gangetica dan Mucuna bracteate lebih tinggi daripada jumlah nitrogen tanah pada lahan perkebunan kelapa sawit tanpa tanaman penutup tanah. Jenis tanaman penutup tanah Asystasia gangetica menghasilkan nilai karbon organik dan nitrogen total tanah lebih tinggi. Nilai karbon organik dan total nitrogen tanah paling rendah terdapat pada lahan tanpa tanaman penutup tanah.Study of Soil Organic Carbon and Amount Nitrogen Stocks atSeveral Types of Cover Crop Plants in Oil Palm PlantationsPT.Perkebunan Nusantara I Kota LangsaAbstract. Oil palm is an important plantation crop in the agricultural sector. The main problem of agriculture in Indonesia today is the degradation of the fertility of agricultural land. Efforts to increase oil palm production are carried out using various techniques by planting ground cover plants (TPT). The purpose of this study was to examine organic carbon stock and total nitrogen in soils planted with several types of cover crops in the oil palm plantations of PT. Nusantara Plantation I, Langsa City. This study used a descriptive method with field observations and laboratory analysis. The location of this study is in Gampong Pondok Kelapa, Langsa Baro District, Langsa City at coordinates 04o2916"N-97o5638"E. The results of this study indicate that the value of organic carbon stock and nitrogen total in land with cover crop Asystasia gangetica and Mucuna bracteate is higher than that of in land without cover crops. Asystasia gangetica provides a higher value of organic carbon stock and total nitrogen than Mocuna bracteate. The value of organic carbon stock and total nitrogen is lowest in land without the cover crops

    Pendugaan Kadar Patchouli Alkohol Pada Minyak Nilam Variasi Menggunakan Teknologi Near Infrared Reflectance Spectroscopy Dengan Metode Partial Least Square Regression

    Full text link
    Abstrak.Minyak nilam merupakah salah satu minyak atsiri yang menyumbangkan devisa bagi negara. Komponen utama dalam minyak adalah Patchouli Alkohol (PA). Salah satu parameter yang menentukan kualitas minyak nilam adalah kadar PA. Semakin tinggi kadar PA maka kualitasnya semakin baik dan harganya semakin tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah memprediksi kadar PA minyak nilam Aceh hasil fraksinasi dengan cepat dan tepat menggunakan teknologi NIRS dengan metode partial least square regression (PLSR) menggunakan pretreatment Mean Normalization (MN). Hasil penelitian menunjukkan bahwa PLSR mampu memprediksi kadar patchouli alkohol dengan menghasilkan model yang tergolong good prediction accuracy. Prediksi model akurasi terbaik dari perlakuan pretreatment MN dengan hasil dengan latent variable 5, nilai residual predictive deviation (RPD) sebesar 2,71, nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,85, nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,92, nilai root mean square error calibration (RMSEC) sebesar 4,28.Estimation of Patchouli Alcohol Content in Variation of Patchouli Oil Using Near Infrared Reflectance Spectroscopy Technology with Partial Least Square Regression MethodAbstract.Patchouli oil is one type of essential oils that protects foreign exchange for the country. The main component in the oil is Patchouli Alcohol (PA). One of the parameters that determine the quality of patchouli oil is the PA content. The higher the PA content, the better the quality and the higher the price. The purpose of this study was to predict the PA content of fractionated Aceh patchouli oil quickly and precisely using NIRS technology with the partial least square regression (PLSR) method using Mean Normalization (MN) pretreatment. The results showed that PLSR was able to predict patchouli alcohol levels by producing a model that was classified as having good predictive accuracy. The best accuracy prediction model of the MN pretreatment handling with results with a latent variable of 5, the residual predictive deviation (RPD) value about 2,71, the coefficient of determination (R2) is 0,85, correlation coefficient (r) 0,92, and the value root mean square error calibration (RMSEC) of 4,28

    192

    full texts

    207

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Rona Teknik Pertanian
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇