Rona Teknik Pertanian
Not a member yet
207 research outputs found
Sort by
Analysis of Chemical Properties and Soil Fertility Status in Paddy Fields in Sakti Sub-district, Pidie Regency, Aceh
Abstract. This research aims to evaluate the chemical properties of soil and the status of soil fertility in rice fields in Sakti Sub-district, Pidie Regency, Aceh. This research uses quantitative descriptive methods through field observations and soil analysis in the laboratory. The area of rice fields evaluated was 2,331 hectares with a total of eight observation points at a depth of 0-20 cm. Four sub-samples were taken from each observation point and then composited. Soil chemical indicators analyzed as parameters to assess soil fertility status include cation exchange capacity (CEC), base saturation (KB), Organic C, and total P2O5 and K2O content of 25% HCl extract. The research results showed that soil chemical characteristics, namely pH H2O, CEC, BS, as well as soil P2O5 and K2O potential varied between sample locations. In general, rice fields in Sakti Sub-district, Pidie Regency have acid to neutral soil pH (5.51-7.00), very low to moderate organic C (0.46-2.26%), medium to high CEC (22, 8-44.4 cmol kg-1), and low to high BS (35.4-53.3%). Total P2O5 of soils at all locations was classified as very high (64.4-169.28 mg/100 g), while total K2O varied from low to high (18.72-44.76 mg/100 g). The soil fertility status in the rice fields of Sakti Sub-district has two criteria, namely low and medium. To improve soil fertility status, this can be done by using local straws from harvest residuesAnalisis Sifat Kimia dan Status Kesuburan Tanah pada Lahan sawah di Kecamatan Sakti Kabupaten Pidie, Provinsi AcehAbstrak. Evaluasi sifat kimia dan status unsur hara sangat penting untuk menjaga agar kondisi lahan sawah tetap mendukung produksi. Penelitian ini bertujuan untuk evaluasi sifat kimia serta status kesuburan taanah pada lahan sawah di Kecamatan Sakti Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif melalui pengamatan di lapangan dan analisis tanah di laboratorium. Luas areal sawah yang dievaluasi adalah 2.331 hektar dengan jumlah titik pengamatan ada delapan titik pada kedalaman 0-20 cm. Setiap titik pengamatan diambil sebanyak empat sub-sampel kemudian dikompositkan. Indikator kimia tanah yang dianalisis sebagai parameter untuk menilai status kesuburan tanah antara lain: kapasitas tukar kation (KTK), kejenuhan basa (KB), C Organik, dan kandungan total P2O5 dan K2O total ekstrak HCl 25%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik kimia tanah yaitu pH H2O, KTK, KB, serta cadangan P2O5 dan K2O tanah bervariasi antara lokasi sampel. Secara umum lahan sawah di Kecamatan Sakti Kabupaten Pidie mempunyai pH tanah masam hingga netral (5,51-7,00), C-organik sangat rendah hingga sedang (0,46-2,26%), KTK sedang hingga tinggi (22,8-44,4 cmol kg-1), dan KB rendah hingga tinggi (35,4-53,3%). Cadangan P2O5 tanah di seluruh lokasi tergolong sangat tinggi (64,4-169,28 mg/100 g), sedangkan cadangan K2O bervariasi dari rendah hingga tinggi (18,72-44,76 mg/100 g). Status kesuburan tanah di areal sawah Kecamatan Sakti memiliki dua kriteria yaitu rendah dan sedang. Untuk meningkatkan status kesuburan tanah, dapat dilakukan dengan pemanfaatan jerami setempat dari sisa panen
Pengaruh Variasi Penambahan Sari Nanas-brokoli dan Waktu Fermentasi terhadap Karakteristik Mutu Caspian Sea Soygurt
Abstrak.Penelitian dilakukan guna pengembangan variasi, penambahan nilai gizi, dan perbaikan citarasa dari produk pangan fungsional yoghurt yang tetap diminati khalayak umum. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi penambahan sari nanas-brokoli dan waktu fermentasi berikut interaksinya terhadap karakteristik mutu Caspian Sea soygurt juga menentukan konsentrasi penambahan sari nanas-brokoli dan waktu fermentasi terbaik. Penerapan metode analisis data secara Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial 2 faktor yakni konsentrasi sari nanas-brokoli (0, 5, 10, dan 15%) dan waktu fermentasi (2, 4, 6, dan 8 jam). Penambahan sari nanas-brokoli berpengaruh berbeda sangat nyata (P0,01) terhadap kadar protein, lemak, abu, vitamin C, Total Padatan Terlarut (TPT), total asam, pH, viskositas, total Bakteri Asam Laktat (BAL), serta hedonik warna, aroma, rasa, tekstur, dan penerimaan umum. Waktu fermentasi berpengaruh berbeda sangat nyata (P0,01) terhadap kadar protein, lemak, abu, vitamin C, Total Padatan Terlarut (TPT), total asam, pH, viskositas, total Bakteri Asam Laktat (BAL), dan hedonik aroma serta rasa; juga berpengaruh berbeda nyata (P0,05) terhadap hedonik warna, tekstur, serta penerimaan umum. Interaksi penambahan sari nanas-brokoli dan waktu fermentasi berpengaruh berbeda sangat nyata (P0,01) terhadap total asam serta viskositas; juga berpengaruh berbeda nyata (P0,05) terhadap Total Padatan Terlarut (TPT) serta pH. Penerapan metode perlakuan terbaik Indeks Efektivitas (metode deGarmo, dkk.) dengan hasil terbaik yakni penambahan sari nanas-brokoli 10% dan waktu fermentasi 6 jam memiliki aktivitas antioksidan bernilai 78,7894 ppm.The Effect of Variation in the Addition of Pineapple-broccoli Juice and Fermentation Time on Quality Characteristics of Caspian Sea SoygurtAbstract.This research was conducted to develop variations, to increase nutritional value, and to improve the taste of yogurt as functional food product that are still in demand by general public. The aim of this research was to determine the effect of variation in the addition of pineapple-broccoli juice and fermentation time and their interaction on the quality characteristics of Caspian Sea soygurt and to determine the best concentration of pineapple-broccoli juice and fermentation time. This research applied the data analysis method in factorial Completely Randomized Design (CRD) with 2 factors, namely pineapple-broccoli juice concentration (0, 5, 10, and 15%) and fermentation time (2, 4, 6, and 8 hours). The addition of pineapple-broccoli juice had a highly significant effect (P0.01) on the contents of protein, fat, ash, vitamin C, Total Dissolved Solids (TPT), total acid, pH, viscosity, total Lactic Acid Bacteria (LAB), and hedonic color, aroma, taste, texture, and general acceptance. Fermentation time had a highly significant effect (P0.01) on the contents of protein, fat, ash, vitamin C, Total Dissolved Solids (TPT), total acid, pH, viscosity, total Lactic Acid Bacteria (LAB), and hedonic aroma and flavor; also had a significant effect (P0.05) on hedonic color, texture, and general acceptance. Interaction between the addition of pineapple-broccoli juice and fermentation time had a highly significant effect (P0.01) on total acid and viscosity; also had a significant effect (P0.05) on Total Dissolved Solids (TPT) and pH. This research applied the best formulation test method in Effectiveness Index (deGarmo et al., method) with the best result was with the addition of 10% pineapple-broccoli juice and 6 hours of fermentation time which antioxidant activity value was 78.7894 ppm
Prediksi Konduktivitas Hidrolik Jenuh (Ks) Menggunakan Fungsi Pedoftransfer di Lahan Kering Kabupaten Sumbawa
Abstrak.Konduktivitas hidrolik jenuh (Ks) adalah parameter kunci untuk perencanaan irigasi, drainase, pemodelan limpasan permukaan dan fenomena erosi di daerah yang terbentuk oleh tanah. Pengukuran Ks di laboratorium membutuhkan biaya dan waktu yang lama sehingga menggunakan model pedotransfer (PTF) menjadi alternatif pilihan yang dapat digunakan dalam menentukan parameter hidrofisika tanah secara cepat. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi nilai konduktivitas hidrolik jenuh tanah (Ks) di lahan kering Kabupaten Sumbawa. Penelitian dilaksanakan dari bulan bulan Maret 2021 sampai dengan Agustus 2022 di Desa Jotang dan Desa Ongko, Kecamatan Empang, dan Desa Brora Kecamatan Lape, Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Metode penelitian menggunakan rancangan deskriptif komparatif terhadap karakter sifat fisika dan kimia tanah melalui pengambilan sampel tanah tidak terganggu menggunakan ring sampel untuk analisis tanah, serta perakitan file input dan simulasi menggunakan program model Soil, Plant, Atmosphere, Water Field and Pond Hydrology Model (SPAW) Version 6.02.75. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai Ks pada lokasi penelitian 0,10-0,40 in/jam. Penentuan Ks di lahan kering dapat menggunakan metode PTFs dengan masukan parameter minimal yaitu tekstur tanah (pasir dan liat), dan bahan organik.Prediction of Saturated Hydraulic Conductivity (Ks) Using Pedoftransfer Function in Drylands of Sumbawa RegencyAbstract.Saturated hydraulic conductivity (Ks) is a key parameter for irrigation planning, drainage, modeling of surface slip and erosion phenomena in areas formed by soil. Measuring Ks in the laboratory is costly and time-consuming so using a pedotransfer model (PTF) is an alternative option that can be used in determining soil hydrophysical parameters quickly. This study aims to predict the value of soil-saturated hydraulic conductivity (Ks) in the dry land of Sumbawa district. The research was carried out from March 2021 to August 2022 in Jotang Village and Ongko Village, Empang District, and Lape District Brora Village, Sumbawa District, West Nusa Tenggara Province. The research method uses comparative descriptive designs to characterize soil physical and chemical properties through uninterrupted soil sampling using sample rings for soil analysis, as well as assembly of input files and simulations using Soil, Plant, Atmosphere, Water Field and Pond Hydrology Model (SPAW) Version 6.02.75. The results of the analysis showed that the Ks value at the study site was 0.10-0.40 in/hour. Determination of Ks in dry soil can be done using PTFs method with input of minimum parameters namely soil texture (sand and clay), and organic material
Pengaruh Penambahan Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium) Dan Kayu Manis (Cinnamomum verum) Serta Lama Fermentasi Terhadap Mutu Minuman Probiotik Water Kefir
Abstrak.Andaliman dan kayu manis merupakan rempah asli Indonesia yang mengandung senyawa antioksidan sehingga mampu meningkatkan mutu water kefir sebagai minuman probiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan andaliman dan kayu manis serta lama fermentasi terhadap mutu minuman probiotik water kefir. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap faktorial dengan dua faktor, yaitu penambahan andaliman dan kayu manis (A): (5%, 10%, 15%, 20%) serta lama fermentasi (P): (1 hari, 2 hari, 3 hari, 4 hari). Hasil penelitian menunjukkan semakin banyak penambahan andaliman dan kayu manis maka semakin meningkatkan total padatan terlarut, viskositas, pH, total gula, total flavonoid, dan skor warna serta menurunkan indeks warna, aktivitas antioksidan IC50, total bakteri asam laktat, total khamir, total asam, kadar alkohol, skor aroma, rasa, dan nilai hedonik penerimaan umum. Semakin lama fermentasi maka semakin meningkatkan total asam, total padatan terlarut, viskositas, total flavonoid, dan skor warna serta menurunkan indeks warna, aktivitas antioksidan IC50, pH, total gula, skor rasa, dan aroma. Total bakteri asam laktat dan kadar alkohol meningkat pada perlakuan P3 dan menurun pada P4. Total khamir mengalami peningkatan pada perlakuan P2 dan menurun pada P3. Perlakuan terbaik A2P3 yaitu penambahan andaliman dan kayu manis sebesar 10% serta lama fermentasi selama 3 hari.The Effect of Addition of Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium) and Cinnamon (Cinnamomum verum) and Fermentation Timeon the Quality of Water Kefir Probiotic DrinkAbstract.Andaliman and cinnamon are native Indonesian spices that contain antioxidant compounds. This research was conducted to determine the effect of the addition of andaliman and cinnamon and fermentation time on the quality of water kefir probiotic drink. This study used a factorial completely randomized design with two factors, the addition of andaliman and cinnamon (A): (5%, 10%, 15%, 20%) and fermentation time (P): (1 day, 2 days, 3 day, 4 days). The results showed that the more andaliman and cinnamon were added, can increase the total dissolved solids, viscosity, pH, total sugars, total flavonoids, color scores, and reduce the color index, IC50 antioxidant activity, total lactic acid bacteria, total yeast, total acid, alcohol, aroma score, taste, and general acceptance hedonic value. The longer the fermentation time can increase the total acid, total dissolved solids, viscosity, total flavonoids, color score, and can decrease the color index, IC50 antioxidant activity, pH, total sugar, taste score, and aroma. Total lactic acid bacteria and alcohol content increased in treatment P3 and decreased in treatment P4. Total yeasts increased in treatment P2 and decreased in treatment P3. The best treatment was A2P3 the addition of 10% andaliman and cinnamon with fermentation time of 3 days
Pengaruh Rasio Sari Kulit Kopi Arabika Dan Konsentrasi CMC (Carboxyl methyl cellulose) Berbeda Terhadap Aktivitas Antioksidan Dan Organoleptik Selai Cascara
Abstrak. Penelitian ini tentang selai yang terbuat dari bahan dasar kulit kopi arabika dengan rasio air yang berbeda untuk menghasilkan sari dan penambahan konsentrasi CMC (carboxy methyl cellulose). Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh rasio air dengan kulit kopi arabika serta pengaruh penambahan konsentrasi CMC terhadap sifat fisik dan kimia. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor. Faktor pertama yaitu rasio air dengan kulit kopi (R) terdiri dari 3 taraf 1:1, 2:1, 3:1. Faktor kedua yaitu konsentrasi CMC (carboxyl methyl cellulose) (K) terdiri dari 4 taraf 0,5%, 0,75%, 1%, 1,25% dengan pengulangan 3 kali. Analisis yang dilakukan adalah aktivitas antioksidan, uji daya oles dan uji organoleptik (warna, rasa aroma, penerimaan umum). Hasil penelitian menunjukkan rasio air yang semakin tinggi menurunkan tingkat persentase antioksidan pada kulit kopi arabika, konsentrasi CMC yang semakin banyak menyebabkan selai cascara sulit di oles pada permukaan roti. Berdasarkan pengujian organoleptik warna, rasa, aroma dan penerimaan umum memiliki rerata nilai 6 yaitu suka dan selai cascara dapat diterima oleh panelis.The Effect of Different Ratios of Arabica Coffee Skin Juice and CMC (Carboxyl methyl cellulose) Concentrations on the Antioxidant and Organoleptic Activities of Cascara JamAbstract. This research was about jam made from Arabica coffee pulp with different water ratios to produce juice and the addition of CMC (carboxy methyl cellulose) concentration. This research aims to determine the effect of the ratio of water to Arabica coffee skins and the effect of adding CMC concentration on physical and chemical properties. The research design used was a Completely Randomized Design (CRD) with two factors. The first factor, namely the ratio of water to coffee pulp (R), consists of three levels: 1:1, 2:1, 3:1. The second factor is the concentration of CMC (carboxyl methyl cellulose) (K), consisting of 4 levels of 0.5%, 0.75%, 1%, 1.25% with repetition three times. The analyses carried out were antioxidant activity, spreadability test, and organoleptic test (color, taste, aroma, general acceptability). The results of the research show that a higher water ratio reduces the percentage level of antioxidants in Arabica coffee pulp, the water ratio in different CMC concentration gave significantly different effect (sig0.05) on the antioxidant value. The higher concentration of CMC makes cascara jam difficult to spread on the surface of the bread. The use of 1.25% CMC gave the lowest spreadibility, meanwhile the use of 0.5% and 0.75% gave spreadibility of cascara jam near 6 scale. Based on organoleptic testing of color, taste, aroma, and general acceptance, it has an average score of 6, and cascara jam can be accepted by the panelists
Kajian Literatur : Upcycled Food sebagai Inovasi Zero Waste Untuk Mengurangi Limbah Pangan
Abstrak. Kajian literatur ini membahas mengenai upaya implementasi zero waste pada limbah pangan dengan upcycled food yang mana menyajikan potensi dan dampak positif dari penciptaan produk makanan daur ulang untuk mengurangi kehilangan makanan dan limbah makanan. Metode yang digunakan dalam penulisan kajian pustaka ini berupa kajian pustaka naratif. Jumlah limbah pangan global semakin meningkat setiap tahun. Diperkirakan 1,3 miliar ton makanan yang diproduksi per tahun terbuang percuma, atau sepertiga dari bagian pangan yang dapat dikonsumsi terbuang ke tempat sampah. Inefisiensi dalam segmen produksi, distribusi, ritel, dan konsumen dari sistem pangan diyakini sebagai pemicu food loss dan food waste. Persoalan food loss dan food waste merupakan isu yang sangat penting karena dampaknya yang signifikan tidak hanya terhadap ketahanan pangan dan kualitas dan keamanan pangan, tetapi juga terhadap lingkungan dan pembangunan ekonomi. Selain itu, pengurangan separuh limbah pangan global per kapita di tingkat ritel dan konsumen dan reduksi food loss di sepanjang rantai produksi dan pasokan, termasuk kehilangan pascapanen dicanangkan sebagai target ambisius Sustainable Development Goals (SDG) indikator 12.3 (reduksi 50% limbah pangan per kapita secara global) pada tahun 2030. Solusi alternatif yang dapat dilakukan untuk mengurangi limbah makanan adalah melalui penciptaan produk makanan daur ulang. Saat ini, dapat dikatakan bahwa produk makanan daur ulang perlahan mulai populer. Saat ini, industri berfokus pada inovasi zero waste, dimana limbah yang dihasilkan digunakan sebagai bahan baku untuk produk dan aplikasi baru. Beberapa perusahaan makanan dan start-up telah secara aktif terlibat dalam tren ini dan mengidentifikasi diri mereka sebagai pelaku daur ulang makanan yang berperan aktif dalam memanfaatkan limbah makanan sebagai input utama.Literature Review : Upcycled Food as Zero Waste Innovation to Reduce Food Loss and Food WasteAbstract. Annually, an alarming amount of food goes to waste globally. It is estimated that 1.3 billion ton per year of food produced gets lost or wasted, meaning one-third of the edible parts is dumped into the bin. Inefficiencies within the production, distribution, retail and consumer segments of the food system is believed as the reason behind food loss and food waste issue. The issue of food losses and food waste is highly essential due to its significant impact on not only food security and on food quality and safety, but also on the environment and on economic development. Moreover, halving per capita global food waste at the retail and consumer levels and reducing food losses along production and supply chains, including post-harvest losses is known as the ambitious target of SDG 12.3 in 2030. An alternative solution that can be done to reduce food waste is through creation of upcycled food products. Currently, it can be said that upcycled food products are slowly gaining popularity. Nowadays, industries are focused on zero waste innovation, where the waste generated is used as raw material for new products and applications. Several food companies and start-ups have actively engaged in this trend and identify themselves as food upcyclers who take an active role in utilising food waste as primary input. In this context, the main purpose of this literature review is to present the potential and the positive effects of upcycled food products creation to reduce food loss and food waste. This literature review was conducted using narrative literature review method
Sinkronisasi Penggunaan Lahan dan Pola Ruang (Studi Kasus: Kabupaten Simeulue)
Abstrak.Perubahan penggunaan lahan adalah proses perubahan dari penggunaan lahan sebelumnya menjadi penggunaan lahan lain yang bersifat permanen maupun sementara. Kabupaten Simeulue telah menetapkan Qanun Nomor 2 Tahun 2014 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Simeulue Tahun 2014-2034. Penggunaan lahan harus memperhatikan arahan pemanfaatan lahan yang tertuang dalam pola ruang. Sinkronisasi atau keselarasan penggunaan lahan dengan pola ruang yang telah ditetapkan dalam dokumen RTRW perlu dilakukan agar tidak terjadi penyimpangan/ketidakselarasan pada penggunaan lahan. Analisis keselarasan penggunaan lahan menggunakan geoprocessing, dengan menggunakan data shapefile penggunaan lahan Tahun 2021, dan data shapefile pola ruang Tahun 2014-2034. Kelas keselarasan dibagi menjadi tiga kelas, yaitu selaras, tidak selaras, dan transisi/belum selaras. Luas Penggunaan lahan yang selaras dengan pola ruang seluas 152.808,65 Ha (71,91%), sedangkan luas penggunaan lahan yang tidak selaras dengan pola ruang seluas 13.054,01 Ha (6,14%), dan penggunaan lahan yang belum selaras atau transisi seluas 46.649,34 Ha (21,95%).Land Use Synchronization and Spatial Patterns (Case Study: Simeulue District)Abstract.Land use change is the process of changing from previous land uses to other land uses that are permanent or temporary. Simeulue Regency has established Qanun Number 2 of 2014 concerning the Regional Spatial Plan of Simeulue Regency for 2014-2034. Land use must pay attention to land use directions contained in spatial patterns. Synchronization or alignment of land use with spatial patterns that have been determined in the RTRW document needs to be done so that there are no deviations / misalignments in land use. Land use alignment analysis using geoprocessing, using land use shapefile data for 2021, and spatial pattern shapefile data for 2014-2034. The alignment class is divided into three classes, namely aligned, misaligned, and transitional/unaligned. Land use area that is in harmony with spatial patterns is 152,808.65 Ha (71.91%), while land use area that is not in harmony with spatial patterns is 13,054.01 Ha (6.14%), and land use that is not aligned or transitional is 46,649.34 Ha (21.95%)
Kajian Kelayakan Usaha Industri CPO Asam Tinggi Kapasitas 2 Ton/Hari Di Desa Pasar Bembah Kecamatan Air Napal Bengkulu Utara
Abstrak. Pabrik CPO asam tinggi merupakan usaha pengolahan brondolan sawit menjadi CPO asam tinggi sebagai bahan bakar biodiesel di Desa Ps. Bembah Kecamatan Air Napal Bengkulu Utara. Penelitian bertujuan melakukan analisis ekonomi pada pabrik sawit masyarakat yang berfokus terhadap kajian kelayakan berdirinya usaha pabrik CPO asam tinggi. Metode yang digunakan mengkaji aspek non finansial (Aspek pasar, teknis, manajemen, serta sosial dan lingkungan), dan aspek finansial untuk menentukan kelayakan pendirian pabrik CPO asam tinggi dengan kriteria investasi yaitu NPV, IRR dan PP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kajian kelayakan usaha industri CPO asam tinggi ditinjau dari aspek non finansial dikategorikan layak karena jumlah permintaan dan pendapatan lebih besar dari jumlah pengeluaran, selain itu pendirian pabrik CPO asam tinggi memberikan manfaat yaitu dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar dan memberikan dampak postif kepada petani sawit karena dapat menjual brondolan sawit dengan harga yang tinggi tanpa adanya sortasi serta limbah CPO dapat dijual sehingga menguntungkan bagi pemilik usaha, dan limbah tidak mencemari lingkungan sekitar pabrik. Sedangkan untuk aspek finansial dikategorikan layak dengan kriteria investasi yang menunjukan bahwa nilai NPV sebesar (Rp 66.483.480 0), IRR (8,48% 0) dan Payback Period ( 8 bulan), lebih cepat dibandingkan umur proyek.Feasibility Study Of High Acid CPO Industry Business For 2 Tons/Day Capacity In Pasar Bembah Village, Air Napal District, North BengkuluAbstrak. The high acid CPO factory is a business processing palm fruit pulp into high acid CPO as biodiesel fuel. The research aims to conduct an economic analysis of community palm oil mills on studying the feasibility of establishing high acid CPO mill business. The method used examines non-financial aspects (market, technical, management, and social and environmental aspects), and financial aspects to determine the feasibility of establishing high acid CPO factory with investment criteria namely NPV, IRR and PP. The results research showed that the feasibility study of the high acid CPO industry business in terms of non-financial aspects was categorized as feasible because the amount of demand and income was greater than the amount of expenditure, besides that the establishment of high acid CPO factory provides benefits, namely it can create jobs for the surrounding community and have positive impact. to palm oil farmers because they can sell palm fruit pulp at high price without sorting and CPO waste can be sold. Meanwhile, the financial aspect was categorized as feasible with investment criteria: value the NPV (Rp. 66.483.480 0), IRR (8.48% 0) and Payback Period (8 months), faster than the life of the project
Analisis Antropometri dan Lingkungan Fisik Ruang Penggilingan Gabah Untuk Mengurangi Resiko Kerja
Abstrak. Penggilingan gabah merupakan proses pengolahan gabah kering menjadi beras dengan bantuan mesin yang dikontrol penuh oleh pekerja pada stasiun tertentu. Manusia sebagai pekerja tengah berada pada ruang penggilingan dengan banyak resiko seperti bising dan getaran yang ditimbulkan oleh mesin tersebut dan antropometri yang belum terjamin kesesuaiannya dengan pekerja yang mengoperasikan mesin tersebut sehingga perlu dikaji berdasarkan kajian ergonomika. Penelitian bertujuan untuk menganalisa antropometri mesin dengan pekerja serta lingkungan fisik untuk mengurangi resiko kerja. Metode penelitian menggunakan metode eksperimental yang dikaji langsung pada ruang penggilingan beras di Desa Batu Putik Lombok Timur. Parameter yang dikaji yaitu antropometri, tingkat kebisingan, getaran mekanis, suhu dan tingkat pencahayaan. Data hasil penelitian dianlisis menggunakan matematika sederhana dengan bantuan mikrosoft excel kemudian dibandingankan dengan Nilai Ambang Batas (NAB) pada setiap parameter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antropometri pada 3 stasiun yang dikaji yaitu stasiun pertama tempat gabah dimasukkan berada 200 cm artinya hopper tersebut berada di atas kepala operator, stasiun kedua output gabah pecah 50% memiliki ketinggian 92 cm dan stasiun ketiga yaitu output beras bersih siap untuk dikemas memiliki tinggi 92 cm. Sedangkan hasil analisis dari lingkungan fisik menunjukkan bahwa suhu di atas NAB dan pecahayaan di bawah NAB, sedangkan getaran mekanis dan tingkat kebisingan berada di atas Nilai Ambang Batas NAB. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ruang produksi penggilingan gabah dapat dikatakan belum memenuhi standar ergonomika.Anthropometric and Physical Environmental Analysis of Grain Milling Rooms to Reduce Work RisksAbstract. Grain milling is the process of processing dry grain into rice with the help of machines that are fully controlled by workers at certain stations. Humans as workers are in the milling room with many risks such as noise and vibrations caused by the machine and anthropometers that are not yet guaranteed to be suitable for the workers operating the machine so this needs to be studied based on ergonomics studies. The research aims to analyze the anthropometry of machines and workers and the physical environment to reduce work risks. The research method used experimental methods which were studied directly in the rice milling room in Batu Putik Village, East Lombok. The parameters studied are anthropometry, noise level, mechanical vibration, temperature and lighting level. The research data was analyzed using simple mathematics with the help of Microsoft Excel and then compared with the threshold value (NAB) for each parameter. The results of the research show that the anthropometry at the 3 stations studied, namely the first station where the grain is inserted is 2 meters, meaning the hopper is above the operator's head, the second station, the output of 50% broken grain has a height of 92 cm and the third station, namely the output of clean rice ready to be packaged, has a height of 92 cm. cm. Meanwhile, the results of analysis of the physical environment show that the temperature is above NAB and lighting is below NAB, while mechanical vibrations and noise levels are above the threshold value NAB. So it can be concluded that the grain milling production room can be said to not meet ergonomic standard
Pengaruh Kombinasi Vermikompos Dan Zeolit Terhadap Nitrogen, Fosfor, Dan Kalium Tanah Ultisol
Abstrak. Ultisol merupakan lahan suboptimal yang memiliki kendala ketersediaan hara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi vermikompos dan zeolit terhadap nitrogen, fosfor, dan kalium tanah Ultisol. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan tujuh perlakuan dan tiga ulangan sehingga terdapat 21 satuan percobaan. Faktor-faktor yang diuji yaitu kontrol (K0), 10 g pot-1 vermikompos (K1), 10 g pot-1 vermikompos+15 g pot-1 zeolit (K2), 20 g pot-1 vermikompos (K3), 20 g pot-1 vermikompos+15 g pot-1 zeolit (K4), 30 g pot-1 vermikompos (K5), 30 g pot-1 vermikompos+15 g pot-1 zeolit (K6). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi vermikompos sebagai perlakuan tunggal maupun berkombinasi dengan zeolit meningkatkan kadar N total, P tersedia, dan K dapat dipertukarkan. Kombinasi vermikompos dan zeolit efektif meningkatkan hara kalium sedangkan aplikasi vermikompos dalam dosis tinggi (30 g pot-1) memberikan pengaruh lebih baik terhadap hara nitrogen dan fosfor pada Ultisol.The Effect Of Vermicompost And Zeolite On Nitrogen, Phosphorus, And Potassium Of Ultisol SoilAbstract.Ultisol soil is a suboptimal land that has constraints on nutrient availability. This study aimed to determine the effect of the combination of vermicompost and zeolite on nitrogen, phosphorus, and potassium in ultisol soil. This study used a Randomized Block Design with seven treatments and three replications, so there were about 21 experimental units. The factors were control (K0), 10 g pot-1 vermicompost (K1), 10 g pot-1 vermicompost + 15 g pot-1 zeolite (K2), 20 g pot-1 vermicompost (K3), 20 g pot-1 vermicompost + 15 g pot-1 zeolite (K4), 30 g pot-1 vermicompost (K5), 30 g pot-1 vermicompost + 15 g pot-1 zeolite (K6). Results showed that the vermicompost as a single treatment or in combination with zeolite had increased exchangeable K significantly. The increase of vermicompost had effect on increasing available P and exchangeable K, while the increase of zeolit had increased the exchangeable K but decreased available P. In conclusion, the best application for ultisol soil is the use of vermicompost at 30 g pot-1 (K5)