Rona Teknik Pertanian
Not a member yet
    207 research outputs found

    Ergonomi Function Deployment Pada Redesign Alat Parut Kelapa Untuk Ibu Rumah Tangga

    Get PDF
    Abstrak. Pemarutan kelapa adalah salah satu pekerjaan dapur yang dihadapi ibu rumah tangga sehari-hari. Produk alat parut kelapa yang sudah beredar di pasaran salah satunya adalah produk pemarut kelapa dengan cara manual menggunakan sistem engkol. Ibu rumah tangga mempunyai keluhan rasa sakit pada bagian anggota tubuh terutama tangan, pinggang dan punggung setelah menggunakan alat parut kelapa yang sudah ada. Penelitian ini bertujuan untuk perbaikan rancangan alat parut kelapa sistem engkol yang berbasis Ergonomic Function Deployment (EFD), juga mengetahui penurunan muskuloskeletal ibu rumah tangga sebagai pengguna, serta mengetahui perbedaan waktu pemarutan kelapa setelah dilakukan perancangan ulang. Penelitian dilakukan di RT. 001 RW. 005 Kelurahan Tembilahan Barat Kecamatan Tembilahan Hulu Kabupaten Indragiri Hilir. Model penelitian ini menggunakan rancangan sama subjek (treatment by subjects design) dengan jumlah sampel 12 ibu rumah tangga yang didapat dari perhitungan rumus Colton. Perbaikan rancangan alat parut kelapa sistem engkol yang berbasis Ergonomic Function Deployment (EFD) didapat dengan membuat matriks House of Ergonomic (HOE) dan penentuan data antropometri. Keluhan muskuloskeletal ibu rumah tangga diketahui dengan membuat lembar kerja kuisioner Nordic Body Map (NBM). Waktu pemarutan kelapa didapat dengan menguji alat parut kelapa sistem engkol antara sebelum dan sesudah perancangan. Hasil penelitian setelah dilakukan perancangan ulang alat parut kelapa sistem engkol menunjukkan bahwa rancangan alat parut kelapa sistem engkol yang berbasis Ergonomic Function Deployment (EFD) adalah memiliki aspek-aspek ergonomi yang lengkap yaitu efektif, nyaman, aman, sehat, dan efisien (ENASE). Keluhan muskuloskeletal ibu rumah tangga mengalami penurunan sebesar 0.285 atau 17.39%. Waktu pemarutan kelapa juga lebih cepat 5 menit atau mengalami peningkatan sebesar meningkat 30.10% setelah perancangan ulang alat parut kelapa sistem engkol.Ergonomi Function Deployment On Redesign Coconut Greater For HousewifeAbstract. Grate the coconut is one of kitchen activity which faces by housewife in daily life. A coconut grater product which is distibuted in market, one of them is manual crank system. Housewife complain that they feel painfull in their body, especially at hand. Waist and back after using available old tool. This research is purposed to improve the design of coconut grater with crank system by ergonomic function deployment (EFD) approach, also to known mosculuskletal reducing of housewife as user and show differention time of grater after redesign done. Research was conducted in RT. 001 RW.005 Tembilahan, Indragiri Hilir District. Research model used treatment by subject design with total sample is 12 housewife which is calculation by Colton Formula. Improvement new coconut grater design with crank system which EFD got by creat the matrix house of ergonomic (HOE) and determination of anthropometry data. Mosculuskletal complain on housewife is measured by making the Nordic Body Map (NBM) Questionnaire work sheet. Time of grated the coconut got by testing coconut grater by crank system on before and after using. Research finding after redesign of coconut grater of crank system shown that design of coconut grater of crank system with EFD and base on ergonomic acpects (effective, confort, savety, healthy and efficient. Mosculuskletal complaint that happend on housewife decrease about 0,285 or 17,39%. Time of grate is also faster around 5 minutes or has imporove 30,1%

    Tinjauan Penilaian Siklus Hidup Bahan Bakar Biodiesel di Indonesia

    Get PDF
    Abstrak. Saat ini permasalahan lingkungan menjadi pertimbangan yang sangat penting dalam produksi biodiesel. Meskipun sumber energi ini (biodiesel) dianggap sebagai karbon netral, namun dalam rangkaian proses produksinya masih menghasilkan berbagai gas berbahaya ke lingkungan. Negara-negara Eropa dan Amerika mengklaim bahwa produksi biodiesel dari minyak kelapa sawit memberikan kontribusi emisi karbon ke atmosfer sepanjang jalur produksinya. Selain itu, US EPA-NODA dan EU RED menyatakan bahwa biodiesel dari minyak kelapa sawit hanya dapat mengurangi emisi GWP 17% dan 19% dibandingkan dengan bahan bakar berbasis fosil. Mengingat bahwa persyaratan minimum US adalah 20% dan EU adalah 35%, maka minyak kelapa sawit dari Indonesia mengalami kesulitan untuk memasuki pasar global. Pendekatan ilmiah harus dilakukan oleh Indonesia untuk mengatasi masalah ini. Tinjauan dari berbagai literatur menyebutkan bahwa keberlanjutan produksi biodiesel dari kelapa sawit lebih baik dibandingkan jarak pagar, bahkan apabila dibandingkan dengan bahan baku yang lain seperti lobak. Tinjauan dari berbagai literatur menyebutkan bahwa nilai karbon yang dapat diserap oleh hutan primer lebih tinggi dari hutan sekunder dan dari perkebunan kelapa sawit. Kondisi inilah yang menjadi alasan mengapa dunia menyebutkan bahwa Indonesia sebagai penyebab pemanasan global, meskipun penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan berdasarkan data terakhir di Indonesia. Dari kondisi ril di Indonesia diperoleh nilai GRK sebelum produksi stabil yaitu 2.575,47 kg-CO2eq./ton-minyak biodiesel (BDF) untuk minyak kelapa sawit dan 3.057,74 kg-CO2eq./ton-BDF untuk minyak jarak pagar. Ketika produksi sudah stabil diperoleh nilai GRK sebesar 1.511,96 kg-CO2eq./ton-BDF untuk minyak kelapa sawit and 380,52 kg-CO2eq./ton-BDF untuk minyak jarak pagar. Jika kita bandingkan dengan minyak solar, maka nilai emisi CO2eq. dapat diturunkan 49,27 % untuk biodiesel dari minyak kelapa sawit dan 88,45 % untuk biodiesel dari minyak jarak pagar.Review of Life Cycle Assesment of Biodiesel in Indonesia Abstract. Currently, environmental consideration becomes the most important issue in biodiesel production. Eventhough source of energy is considered as carbon neutral, the production path may release various environmentally hazardous gasses. European and American countries claim that production of biodiesel from palm oil contributes carbon emission to the atmosphere along its production path. Furthermore, US EPA-NODA and EU RED stated that palm oil based biodiesel can only reduce emission of GWP by 17 % and 19 % compared to fossil-fuel based. Considering on the minimum requirement is 20 % for US and 35 % for EU, CPO from Indonesia experiences difficulties to enter the global market. Scientific approach should be undertaken by Indonesia to address this issue. Summary of the literature mentions that the sustainability of biodiesel from palm oil is better than Jatropha curcas, compared to other sources of raw materials, such as rapeseed. Summary of the literature mentions that the value of carbon that can be absorbed by primary forest is higher than secondary forest and palm oil plantation. This is the reason why world claims Indonesia on global warming issues although further research is still needed based on the latest data. From the real condition in Indonesia, in which GHG value before stable productivity is 2 575.47 kg-CO2eq./ton-Biodiesel fuel(BDF) for oil palm and 3 057.74 kg-CO2eq./ton-BDF for Jatropha curcas. When the productivity has reached stability, the GHG value is 1 511.96 kg-CO2eq./ton-BDF for oil palm and 380.52 kg-CO2eq./ton-BDF for Jatropha curcas. If we compared to diesel fuel, CO2eq. emission is reduced up to 49.27 % and 88.45 % for BDF-CPO and BDF-CJCO, respectively

    Model Simulasi Penanganan Pascapanen Sekunder (Teknologi Pengolahan) Nanas (Ananas comosus merr) (Studi Kasus: Kabupaten Aceh Tengah)

    Get PDF
    Abstrak. Nanas (Ananas comosus Merr) mempunyai prospek agribisnis yang semakin meningkat baik untuk kebutuhan buah segar maupun bahan olahan. Model simulasi penanganan pascapanen sekunder (teknologi pengolahan) nanas (selai, dodol dan manisan) merupakan salah satu upaya untuk menginformasikan kepada pihak yang terkait agar dapat memperoleh informasi tingkat keuntungan (pendapatan) yang lebih besar, jika dibandingkan dengan menjual langsung dalam bentuk buah segar. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan informasi kelayakan penanganan pascapanen sekunder (teknologi pengolahan); mensimulasi tingkat keuntungan yang diperoleh petani nanas melalui produk olahan; serta memprediksi tingkat keuntungan petani nanas selama 8 tahun ke depan. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan software Powersim untuk melihat kelayakan penanganan pasca panen sekunder (teknologi Pengolahan) nanas berdasarkan analisis teknis dan ekonomi. Pada tahun 2008 petani nanas mendapatkan penerimaan dari manisan nanas sebesar Rp 5.072.874,60, penerimaan dari selai nanas sebesar Rp 4.191.896, 60, dan penerimaan dari dodol nanas sebesar Rp 26.664.472,00. Jika diasumsikan harga jual produk olahan nanas tetap maka pada tahun 2020 penerimaan petani dari penjualan manisan nanas bisa mencapai Rp 30.998.132,90, penerimaan dari selai nanas bisa mencapai Rp 25.586.879,80, dan penerimaan dari dodol nanas bisa mencapai Rp 135.572.561,00. Total keuntungan petani nanas dari penerimaan hasil penjualan produk olahan nanas yang berupa manisan, selai dan dodol di Kabupaten Aceh Tengah mencapai Rp 35.929.243,20 pada tahun 2008. Dan hasil simulasi prediksi pada tahun 2020 keuntungan petani nanas dapat mencapai Rp 195.147.574,00..Simulation Model of Secondary Postharvest Handling (Processing Technology) of Pineapple (Ananas comosus Merr) (Case Study: Aceh Tengah District)Abstract. Pineapple (Ananas comosus Merr) has a growing agribusiness prospects in terms of fresh fruit and processed materials. Simulation model of secondary postharvest handling (processing technology) of pineapple (jam, candy, and dodol) is an effort informing the relevant parties in order to obtain information rate of profit (income) greater compared with direct selling in the form of fresh fruit. The purpose of this study was to get some information of an eligibility secondary postharvest handling (processing technology); to simulate the level of benefits pineapple growers through refined products, as well as to predict the pineapple farmer returns for 8 years. Data processing was performed using software Powersim to measure the feasibility of secondary post-harvest handling (processing technology) pineapple based on the technical and economic analysis. In 2008, farmers obtain an acceptance of dodol pineapple Rp 5,072,874.60 pineapple, pineapple jam acceptance of Rp 4,191,896, 60, and acceptance of candy pineapple Rp 26,664,472.00. If it is assumed selling price of processed pineapple products in 2020 remains the farmer acceptance of dodol pineapple sales may reach Rp 30,998,132.90, acceptance of pineapple jam may reach Rp 25,586,879.80 and acceptance of pineapple candy may reach Rp 135 572. 561.00. The total profit of the pineapple growers receive from the sale of refined products such as dodol pineapple, jam, and candy in Aceh Tengah District reached Rp 35,929,243.20 in 2008. And the simulation results predicted 2020 profit pineapple farmers may reach Rp 195,147,574.0

    Beban Kerja dan Produktivitas Kerja Operator Traktor Tangan Pada Pembajakan Sawah Subak Ayo di Desa Babahan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan Bali

    Get PDF
    Abstrak. Penelitian dengan metode survei, dari hasil penelitian diperoleh beban kerja objektif pekerja 1 dengan denyut nadi per menit pada pembajakan sawah datar, saat memindahkan traktor tangan dari sawah satu ke sawah yang lain dan miring masing-masing yaitu 111/menit, 123/menit dan 125/menit serta pekerja 2 dengan denyut nadi per menit pada pembajakan yang sama yaitu 114/menit, 120/menit dan 120/menit. Beban kerja subjektif pekerja 1 dengan keluhan sistem muskuloskeletal pada pembajakan sawah datar dari agak sakit 50% dan sakit 28,57%, pada saat memindahkan traktor tangan dari sawah satu ke sawah yang lain dengan prosen keluhan agak sakit5 3,57%, sakit 32,14% dan sakit 3,57%, dan pada sawah miring dengan prosen keluhan agak sakit 60,71% dan sakit 50% serta pekerja pada pembajakan yang sama mempunyai keluhan muskoluskeletal masing-masing yaitu agak sakit 10,71% , 21,43% dan agak sakit 25%. Produktivitas pekerja 1 dan pekerja 2 yaitu luas sawah per hari 10,45 are dengan penghasilan sebesar Rp.188,100 dan luas sawah 16,09 are dengan penghasilan sebesar Rp. 289,620Productivity and Work Load of Hand Tractor Operator for Plowing Field of Subak Ayo in Babahan Village, Sub-district of Penebel, Tabanan BaliAbstract. This research was conducted by survey method. The results showed that operators objective load of operator 1 showed heartbeat per minutes when he plough flat and sloping land, when he moved his hand tractor from one part to other fields were 111 heartbeats/minute, 123 heartbeat/minute and 125 heartbeat per minute respectively. Operator 2 working in the same works include 114 heartbeats/minute, 120 heartbeats/minute and 120 heartbeats/minute. Operators subjective load on operator 1 showed musculoskeletal system lamentation on flat land plough that were 50% less painful, and 28,57% painful when he moved the hand tractor on with percentage of lamentation were 53.57% less painful, 32.14 painful, and 3.57% very painful. On the other hand, he showed the percentage of lamentation on slopping land were 60.71 less painful, 50% painful. The research also found that the operators showed musculoskeletal system lamentation, that were 10.71% less painful and 21,43% painful and 25% very painful. Operators productivity of operator 1 and 2 per day was 0,11 hectare with income Rp. 188.100 and on 0,16 hectare, it generated income as high as Rp. 289,620

    2008 Chinese Milk Products Crisis

    Get PDF
    Abstract. Milk is one of the most important food products for childrens growth and overall health. Melamine (2,4,6-triazine-1,3,5-triamino) is an organic compound used in the manufacture of pesticides, plastics, sanitizers, and disinfectants. Melamine when added to milk increases the overall amount of nitrogen in the milk thus fooling common tests for protein content. Melamine is also extremely harmful when ingested, especially for young children. Sanlu, one of China's largest dairy producers, diluted their milk products with water and added then added melamine to fool the protein tests. Consumption of milk containing melamine in amounts greater than 1 mg/kg can cause kidney failure, bladder cancer and death. Testing milk using the LC-MS/MS and GC-MS/MS methods can reveal melamine contamination. Further actions that can be implemented to reduce milk adulteration include product traceability, corporate transparency, 100% product testing procedures and consistent enforcement of the law.2008 Krisis Produk Susu ChinaAbstrak. Susu merupakan salah satu produk pangan yang paling penting untuk pertumbuhan anak-anak dan kesehatan. Melamin (2,4,6-triazina-1,3,5-triamino) adalah senyawa organik yang digunakan dalam pembuatan pestisida, plastik, pembersih, dan disinfektan. Melamin ketika ditambahkan ke susu meningkatkan jumlah keseluruhan nitrogen dalam susu sehingga mengelabui tes umum untuk kandungan protein. Melamin juga sangat berbahaya bila tertelan, terutama untuk anak-anak. Sanlu, salah satu produsen susu terbesar di China, mengencerkan produk susu mereka dengan air dan menambahkan melamin untuk mengelabui tes protein. Konsumsi susu yang mengandung melamin dalam jumlah yang lebih besar dari 1 mg/kg dapat menyebabkan gagal ginjal, kanker kandung kemih dan kematian. Pengujian susu menggunakan LC-MS/MS dan metode GC-MS/MS dapat mengungkapkan kontaminasi melamin. Tindakan lebih lanjut yang dapat diterapkan untuk mengurangi pemalsuan susu antara lain penelusuran produk, transparansi perusahaan, 100% prosedur pengujian produk dan penegakan hukum yang konsisten

    Rancang Bangun Unit Penghasil Asap Cair yang Terintegrasi dengan Pengering Kabinet

    Get PDF
    Abstrak. Pemanfaatan energi panas buangan dari proses kondensasi asap cair belum banyak diaplikasikan, selama ini panas dibuang ke media air yang disirkulasikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain dan menguji fungsional unit penghasil asap cair yang terintegrasi dengan pengering kabinet. Penelitian ini terdiri dari tiga tahapan yaitu perancangan (desain struktural dan fungsional), pabrikasi, dan uji fungsional hasil rancangan. Perekayasaan ini menghasilkan unit penghasil asap cair yang terintegrasi dengan pengering kabinet. Alat ini terdiri dari empat komponen utama yaitu tabung pirolisator, pipa penukar panas, pengering kabinet serta kondensor. Berdasarkan uji fungsional, alat ini telah dapat menghasilkan asap cair dengan volume berkisar antara 2300 3182 ml selama 5 jam proses pembakaran tempurung kelapa. Wadah 1 merupakan wadah yang paling banyak menampung asap cair dibandingkan wadah 2, hal ini menunjukan proses kondensasi lebih banyak terjadi pada pipa penukar panasDesign and Construction of Machine for Liquid Smoke Production Integrated with Cabinet DryerAbstract. Utilization of released heat energy from the condensation of liquid smoke has not been widely applied. Recently, the heat generated from the process was discharged and circulated into water as a cooling media. This research aimed to design and test a functional of liquid unit integrated with a dryer cabinet. The study consisted of three steps including design (structural and functional design), manufacturing, and testing a functional of results designed. This research and development produced liquid smoke integrated with the dryer cabinet. This machine consisted of four main components including tube of pirolisator, heat exchanger, condenser and dryer cabinet. Based on the functional test, this machine had been able to produce liquid smoke, ranged from 2300 to 3182 ml for 5 hours burning process of coconut shells. The first container was a container that received much more liquid smoke compared with the second container 2. This research revealed that condensation process occurs more frequently in the heat exchanger pipe

    Pengemasan Manisan Kolang-Kaling Basah (Arenga pinnata L.) dengan Bahan Kemas Plastik dan Botol Kaca pada Penyimpanan Suhu Ruang

    Get PDF
    Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis kemasan terbaik yang dapat mempertahankan mutu manisan kolang-kaling (Arenga pinnata L.) basah selama penyimpanan pada suhu ruang. Pada penelitian ini telah dikaji pengaruh jenis kemasan (plastik polipropilen (PP), botol plastik polipropilen (PP), dan botol kaca) dan lama penyimpanan (0, 5, 10, dan 15 hari) terhadap mutu manisan kolang-kaling basah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manisan kolang-kaling basah dengan mutu terbaik berdasarkan uji organoleptik dan kimia diperoleh dari kombinasi perlakuan manisan kolang-kaling basah yang dikemas menggunakan botol kaca dan lama penyimpanan 5 hari pada suhu ruang dengan karakteristik sebagai berikut: kadar air 35,75%, kadar gula 50,56 mg/L, kadar total asam 0,16%, nilai pH 4,40, total mikroba 0,34 CFU/ml, nilai organoleptik warna 3,83; aroma 3,90; dan tekstur 3,87.Wet Kolang-Kaling Sweets (Arenga pinnata L.) Packaging Using Plastic Material and Glass Jar in Room Temperature Storage Abstract. The aim of this study was to determine the best type of packaging to maintain the quality of wet kolang-kaling(Arenga pinnata L.) sweets during storage at the room temperature. The effects of the type of packaging (polypropylene plastic (PP), polypropylene plastic cup (PP),and glass jar (jam jar)), and storage duration (0, 5, 10, and 15 days) on the quality of the wet kolang-kaling sweets were investigated.The results showed that the best quality of the wet kolang-kaling sweets based on the organoleptic and chemical analysis obtained from the wet kolang-kaling sweets were packed by using glass jars, and storage of 5 days at room temperature with the following characteristics: water content of 35,75%, sugar content of 50,56 mg/L, total acid content of 0,16%, pH value of 4,40, the total microbial of 0,34 CFU/ml. The organoleptic value of the best treatment: color of 3,83; flavor of 3,90; texture of 3,87

    Analisa Pola Penyebaran Aliran Air Tanah Pada Model Tanggul

    Get PDF
    Abstrak. Rembesan merupakan salah satu masalah yang sering terjadi pada tanggul. Besarnya rembesan sangat dipengaruhi oleh sifat permeabilitas tanah. Permeabilitas tanah akan menurun dengan meningkatnya kadar air dalam tanah. Rembesan yang terjadi pada tanggul akan membentuk suatu pola aliran air di dalam tubuh tanggul. Rembesan air akan berjalan sejajar dengan garis muka air tanah sehingga garis rembesan juga merupakan garis aliran. Sehingga garis-garis equipotensial akan memotong garis rembesan ini sehingga jarak vertikal antara perpotongan adalah sama. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa nilai debit rembesan berdasarkan rumus empiris jauh lebih kecil dibandingkan dengan metode pengukuran langsung dan program SEEP/W. Hal ini disebabkan karena pada metode empiris selain faktor permeabilitas dan dimensi tanggul, juga dipengaruhi oleh panjang zona basah. Sebaliknya, pada pengukuran secara langsung dan metode analisis dengan program SEEP/W, debit rembesan hanya dipengaruhi oleh nilai permeabilitas, tinggi muka air dan dimensi tanggul, sedangkan panjang zona basah tidak berpengaruhAnalyses of Spreading Seepage Pattern on Embankment Model Abstract. Seepage are one problem that often occurs in the embankment. The magnitude of seepage is greatly influenced by the soil permeability characteristic. Soil permeability would decreased with increasing water content in the soil. Seepage that occurs in embankments would form a pattern of water flow inside the embankment. Seepage water will run parallel with the water levels line so that seepage is also a flow line. So that the equipotential lines will cut the line permeability so that the vertical distance between the intersections is the same. The results obtained indicate that the seepage discharge based on empirical formula smaller than the direct measurement method and program SEEP/W. This is due because of at the empirical method besides permeability and embankment dimension, also influenced by length of wet zone. In contrast, the direct measurement and analysis methods with the program SEEP/W, seepage discharge is only affected by the value of the permeability, water levels and embankment dimensions, while the length of wet zone does not effect

    Uji Kinerja Pengering Surya dengan Kincir Angin Savonius untuk Pengeringan Ubi Kayu (Manihot esculenta)

    Get PDF
    Abstrak. Ubi kayu merupakan salah satu tanaman yang mengandung karbohidrat. Ubi kayu dapat dikeringkan untuk mendapatkan produk olahan contohnya pembuatan tepung dan gaplek. Pada penelitian ini dilakukan modifikasi pengering surya dengan menambahkan kincir angin savonius sebagai penggerak kipas pada pengering tersebut yang bertujuan untuk memaksimalkan sirkulasi udara didalam ruang pengering. Parameter yang dilakukan diantaranya pengukuran kecepatan udara, distribusi temperatur, kelembaban relatif, iradiasi surya dan pengukuran kadar air. Dengan penambahan kincir angin savonius, kecepatan udara di dalam pengering surya lebih stabil bila dibandingkan dengan kecepatan udara di lingkungan. Temperatur di dalam ruang pengering lebih tinggi dari pada temperatur lingkungan, sedangkan kelembaban relatif di dalam pengering lebih rendah dibandingkan dengan di lingkungan. Hal ini menyebabkan proses pengeringan berlangsung cepat. Nilai iradiasi surya yang didapat berfluktuasi. Iradiasi tertinggi diperoleh pada hari kedua penelitian yaitu 595 W/m2. Kadar air awal ubi kayu yaitu 61,7 %. Kadar air akhir yang diperoleh rak A5 yaitu sebesar 11,7% dan rak B1 yaitu sebesar 12,9% sudah mendekati kadar air yang diharapkan untuk pembuatan tepung yaitu 12%.Performance of Solar Dryer by Using Savonius Windmill for Cassava (Manihot esculenta) DryingAbstract. Cassava is one of the plants that contain carbohydrates. Cassava can be dried to produce processed products such as cassava flour and gaplek. In this research, the solar dryer was modified by adding a savonius windmill as fan drive which aims to maximize the air circulation inside the drying chamber. The observed parameters include air velocity, the distribution of temperature, relative humidity, solar irradiation and the water content. The addition of savonius windmill caused the air velocity in the solar dryer was more stable when compared to the speed of the air in the environment. Moreover, the temperature in the drying chamber was higher than the ambient temperature, while the relative humidity in the dryer was lower than in the environment. As a result, it caused rapid drying process. Solar irradiation values obtained fluctuate. The highest irradiation was obtained on the second day of the study (595 W / m2). The moisture content of the cassava decreased from 61.7% to 11.7% (at A5 rack) and 12.9% (at B1 rack). Those values was approaching the expected flour water content (12% )

    Analisis Potensi Sumberdaya Air Daerah Aliran Sungai Singkil Menggunakan Model Tangki

    Get PDF
    Abstrak. Kebutuhan air terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk, sedangkan air yang tersedia tidak selalu sejalan antara kebutuhannya menurut volume, tempat, waktu dan kualitasnya. Model-model hidrologi berdasarkan Tank Model telah dikembangkan dalam penelitian di Indonesia dan di dunia untuk memprediksi potensi sumberdaya air dalam suatu DAS. Optimasi parameter Tank Model dapat menggunakan Artificial Neural Network (ANN) yang mempunyai kemampuan untuk belajar dari data dan tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mencapai model optimal. Tujuan analisis ini untuk menentukan seberapa besar potensi sumberdaya air di DAS Singkil berdasarkan optimasi parameter Tank Model. Hasil optimasi keseimbangan air parameter Tank Model DAS Singkil meliputi: karakteristik hidrologi DAS Singkil meliputi debit minimum 3,60 mm/hari, debit maksimum 17,80 mm/hari, dan rasio debit maksimum/minimum 4,94. Indikator kesalahan Tank Model DAS Singkil meliputi: R (Coefficient of Correlation) sebesar 0,6471, MAE (Mean Absolute Error) dan RMSE (Root Square Mean Error) masing-masing 2,18 dan 2,73. Total inflow 3.189,48 mm/tahun dan total outflow 3.155,64 mm/tahun, yang terdiri dari: surface flow 11,75 mm/tahun, subsurface flow 669,84 mm/tahun, intermediate flow 62,05 mm/tahun, subbase flow 0,74 mm/tahun, dan base flow 2.411,26 mm/tahun. Berdasarkan total baseflow volume ketersediaan air total yang mengalir di Sungai Singkil mencapai 12.164 x 106 m3/tahun. Potensi sumberdaya air DAS Singkil untuk keperluan pertanian mencapai 3.438,4 x 106 m3/tahunAnalysis of Potential Water Resources at Singkil Watershed using Tank Model Abstract. Water demand continues to increase as the population growth, while the availability of water is not always consistent with the needs in terms of volume, place, time and its quality. Tank based hydrological models have been developed in many researches in Indonesia and in the world to predict the potential of water resources in a watershed. The optimalization of tank model parameter could be performed by using Artificial Neural Network (ANN), which has the capability to review the data and does not need much time to reach its optimized model. The purpose of this analysis is to determine the extent of a water resource potential in the Singkil Watershed based on the optimalization of Tank model parameter. Results of the optimalization of water balance of tank model parameter in Singkil Watershed include: hydrology characteristics of Singkil Watershed consisting of minimum debit of 3.60 mm/day, maximum debit 17.80 mm/day, and ratio of maximum/minimum debit is 4.94. Error indicators of Tank model in Singkil Watershed include Coefficient of Correlation (R), which is 0.6471, Mean Absolute Error (MAE) and Root Square Mean Error (RMSE), which are 2.18 and 2.73, respectively. Several parameters obtained include total inflow (3,189.48 mm/year) and total outflow (3,155.64 mm/year) consisting of surface flow 11.75 mm/year, subsurface flow (669.84 mm/year), intermediate flow (62.05 mm/year), sub-base flow (0.74 mm/year), and base flow (2,411.26 mm/year). Based on the total base flow, the total volume of water availability flowing in Singkil River reaches 12,164 x 106 m3/year. The potential of water resources in Singkil Watershed for agriculture is 3,438.4 x 106 m3/yea

    192

    full texts

    207

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Rona Teknik Pertanian
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇