Jurnal Teori dan Praksis Pembelajaran IPS
Not a member yet
115 research outputs found
Sort by
Penerapan positif dan negatif untuk meningkatkan kedisiplinan siswa SMP Lentera Harapan Lampung Tengah dalam Mapel IPS
Discipline is an important aspect that every student should have, to achieve the learning objectives. Discipline, however, is often found as a problem in the classroom. This problem was found in grade VIII SMP Lentera Harapan Lampung Tengah students in Integrated IPS subjects. To solve the problem, in this research applied reward and punish to improve student discipline of class VIII. The reward form applied is in the form of praise, tape reward, and sign strengthening (certificate), while the punish form is the cutting of time and cost to be paid, with modifications called 'red box'. The methodology used in this research is Classroom Action Research method. The subjects of the study were students of class VIII with a total of 14 people, consisting of 11 men and 3 women. The results of the study on student discipline levels obtained from this study is the first cycle 69.8%, 83.4% and third cycle 93.8%. It can be concluded that the application of reward and punish can improve the discipline in Integrated Social Science subjects in the seventh grade students of SMP Lentera Harapan Lampung Tengah.DOI: 10.17977/um022v3i12018p05
Pembelajaran tematik berbasis kontekstual di SD Muhammadiyah 9 Malang
This study aims to: (1) describe contextual-based thematic learning plan that is implemented in Muhammadiyah Primary School 9 Malang, (2) to describe contextual contextual teaching-learning in elementary school Muhammadiyah 9 Malang; (3) to describe contextual based thematic learning evaluation in Muhammadiyah Primary School 9 Malang. Methods This study is a qualitative descriptive study that describes phenomena in the field without treatment. The object of this research is the students of grade V SD Muhammadiyah 9 Malang. Sources of data obtained from teachers and students of class V. In addition, learning tools used when the implementation of learning. Main techniques of data collection through observation, documentation and interviews as research support techniques. Data analysis techniques used are data reduction, data display and conclusion / verification. The results showed that contextual thematic learning planning at SD Muhammadiyah 9 Malang was good enough and run as it should be. Implementation of contextually thematic learning at SD Muhammadiyah 9 Malang still not in accordance with the planning. The practice of contextual approach to thematic learning is still less than optimal. This is because teachers are less well understood with the application of contextual based thematic approach. Finally, the implementation of thematic learning evaluation that is used is in accordance with the assessment standards used. Evaluation of learning that includes assessment of student learning outcomes that include aspects of attitude, knowledge and skills.DOI: 10.17977/um022v3i12018p01
Social construction on cultural multiculturalism
This paper aims to disseminate the results of the study and get feedback about the "Social construction on Multiculturalism". Five years ago Ahimsa Putra states that the face of Indonesia as pluralism without multiculturalism. Until now the problem of multiculturalism has become something that must be kept alive in an attempt to minimize the incidence of national disintegration. Winter tried to rethink multiculturalism by taking a lesson from Canada, that Canada has experienced setbacks in implementing the work program of multiculturalism. While Pakulski looks at the implementation of multiculturalism policy program in Australia as a blur. Scuzzarello, with optimism, invites to care about multiculturalism and share power on different communities. Gozdecka (et al), in recent years after the multicultural declared, stated that it is a failure both in Europe and in Anglophone West. This study was conducted in Blitar, using a qualitative approach to data collection methods and also interviews with ten informants. As a result, the construction of the community regarding multiculturalism: they consider themselves as the brother. In addition they also describe that: (a) assert one's cultural identity, study and assess the cultural heritage of a person; (b) respect and desire to understand and to learn about (and from) cultures besides their culture; (c) assessing and were delighted with the difference in the culture itself, which saw that the presence of groups from different cultures in the community as a positive thing to be respected and maintained. The harmony was found both in everyday lives, especially in the Religious and National holidays, for example, Eid Al-Fitr, Vesak, Christmas, and others religious holiday. Other examples, it also happens during the commemoration of National Holiday such as the Independence Day, the Youth Pledge Day, and the others.DOI: 10.17977/um022v3i12018p05
Peran KUD dalam pemberdayaan ekonomi penambang minyak tradisional di Desa Wonocolo
Kesejahteraan masyarakat merupakan cita-cita bangsa yang juga termaktub secara jelas dan tersurat dalam pembukaan undang-undang dasar 1945. Sejatinya untuk mencapai kesejahteraan tersebut perlu adanya kerjasama antara pemerintah dan masyarakat. Pemerintah selaku penguasa berperan dalam membuat kebijakan-kebijakan yang bertujuan untuk mensejahterakan rakyatnya. Ironisnya kesenjangan banyak terlihat sebagaimana ditunjukkan oleh Gini ratio pada maret 2014 yang meningkat dari tahun sebelumnya. Konsep ekonomi rakyat menjadi solusi dari pemikiran Bung Hatta, yakni dimana semua ekonomi yang dapat diterapkan dengan prinsip dari, oleh, dan untuk rakyat. Selaras dengan pemikiran ini lahirlah koperasi. Penelitian ini akan mendiskusikan bagaimana peran koperasi bagi penambang minyak tradisional di desa Wonocolo. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. koperasi sebagai suatu badan yang diberikan kepercayaan oleh pemerintah sebagai wadah dalam pengelolaan sumur tua sehingga SDA dapat memberikan manfaat dan penerimaan yang maksimal bagi Negara untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Pemberdayaan ekonomi yang dilakukan oleh koperasi sumber pangan melalui fasilitas modal dan sebagai wadah bagi masyarakat sekitar lokasi sumur tua untuk dapat memanfaatkan sumur tua sebagai sumber pendapatan.DOI: 10.17977/um022v3i22018p08
Media buku bergambar dalam mengenalkan sapaan kekerabatan Bahasa Minang pada remaja Nagari Duo Koto
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh mulai pudarnya penggunaan sapaan kekerabatan bahasa Minang di kalangan remaja. Remaja nagari duo koto cendrung menggunakan sapaan keekerabatan berbahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini terlihat pada penggunaan kata sapaan kekerabatan di lingkungan keluarga. Dengan membuat buku bergambar sapaan kekerabatan bahasa Minang ini diharapkan remaja sebagai generasi penerus suku Minangkabau memahami pentingnya bahasa Minang terus dipertahankan dan dikembangkan. Tujuan penelitan ini adalah untuk (1) Membuat media buku bergambar dalam mengenalkan sapaan kekerabatan bahasa Minang pada remaja (2) Mengetahui respon remaja terhadap buku bergambar sapaan kekerabatan bahasa Minang sebagai sarana untuk munumbuhkan rasa cinta dan bangga remaja terhadap bahasa Minang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian pengembangan R & D yang mengacu pada model yang dikembangkan oleh Borg and Gall untuk menghasilkan produk tertentu. Produk baru yang dihasilkan dalam pengembangan ini adalah buku bergambar budaya dan adat pakaian Minangkabau dalam mengenalkan sapaan kekerabatan bahasa Minang pada remaja. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik wawancara dan angket. Wawancara digunakan untuk mengumpulkan data analisis kebutuhan untuk menemukan permasalahan yang akan diteliti. Angket digunakan untuk memperoleh baik tidaknya pembuatan media ini untuk bahan bacaan remaja. Hasil penelitian ini adalah produk yang dibuat berupa buku bergambar dengan warna dan gamabar yang menarik perhatian remaja. Selain itu, gambar yang ditampilkan juga berhubungan dengan adat dan budaya Minang. Selain itu, berdasarkan validasi ahli materi 86.66 %, ahli media 80.95%, dan respon remaja 82.75% buku bergambar sangat baik digunakan untuk bahan bacaan remaja Nagari Duo Koto dalam memahami sapaan kekerabatan bahasa Minang.DOI: 10.17977/um022v3i22018p10
Arsitektur rumah adat Sonaf Bikomi-Sanak pada masyarakat Maslete Kabupaten Timor Tengah Utara Nusa Tenggara Timur
Sonaf Bikomi-Sanak merupakan salah satu wujud hasil kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat Maslete yang bertahan hingga saat ini. Arsitektur rumah adat Sonaf Bikomi-Sanak dikatakan sebagai salah satu arsitektur tradisional sebab bentuknya ditularkan secara turun temurun dari generasi ke generasi, sebagaimana bentuk arsitektur bangunannya sangat melekat dengan situasi masyarakat Maslete dan lingkungan sekitarnya. Di era globalisasi yang ditandai dengan perkembangan teknologi tidak menuntut masyarakat Maslete untuk merubah bentuk bangunan arsitektur rumah adatnya tetapi justru masyarakat tetap mempertahankan keaslian arsitektur bangunan rumah adat Sonaf Bikomi-Sanak. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data diperoleh melalui proses wawancara dan observasi.DOI: 10.17977/um022v3i22018p10
Problematika kompetensi pedagogi guru terhadap karakteristik peserta didik
In the process of education, teachers play an important role as a determinant of the achievement of educational goals. The learning process in the classroom is seen to play an important role when serving learners in learning. Pedagogic competence is the ability to manage the learning of learners which includes students' understanding, design and implementation of learning, evaluation of learning outcomes, and development of participants. Teachers will build a positive attitude in learning, generate curiosity, encourage independence and accuracy of intellectual logic, and create conditions for learning. Therefore, teachers are expected to be able to design activities, communication, and association that leads to learning. Interest, talent, ability, and potential learners will not develop optimally without the help of teachers. Learners one and the other there are basic characteristics, then the teacher must pay attention to individual characteristics of learners. Characteristics of students, ie (a) individuals possessing typical physical and psychical potentials, (b) developing individuals, (c) individuals requiring individual guidance and humane treatment, (d) the individual has the ability to be independent. The problems faced by the teacher about the lack or inability to master the characteristics of learners when implementing the learning, among others: (1) inability to master the characteristics of moral-emotional aspects of learners, (2) lack of mastery of socio-cultural aspects of learners, (3) lack of control (4) lack of mastering the intellectual aspect of the learner, (5) lack of mastering the moral aspect of the learner, (6) there is some kind of child character when learning. Efforts by teachers to integrate values and attitudes education in schools can be done using several approaches, according to Amri (2011: 89) are: (1) cul-tivation of values, (2) cognitive development, (3) self-clarification, (4) learning do.DOI: 10.17977/um022v3i12018p02
Internalisasi nilai-nilai relief Candi Penataran dalam pembelajaran sejarah untuk menumbuhkan kesadaran budaya
Kebudayaan adalah jati diri bangsa untuk membangun kejayaan peradaban dalam sebuah negeri. Melalui kebudayaan generasi muda diharapkan untuk mampu menghargai harkat dan martabat bangsa serta mengetahui perjalanan sejarah yang telah dilewati oleh negeri ini. Namun dalam kenyataanya kesadaran budaya dari para generasi muda sudah mulai tergerus arus globalisasi, hal ini membuat kebudayaan di dalam negeri mulai menurun daya tariknya. Fenomena kesadaran budaya yang mulai menurun saat ini disebabkan oleh kurangnya penanaman pendidikan karakter di dalam sistem pendidikan Indonesia. Pendidikan karakter dalam pembelajaran sejarah diperlukan untuk menguatkan jati diri bangsa melalui kebudayaan untuk menghadapi dampak negatif dari arus globalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Memasukkan nilai-nilai yang ada pada relief candi penataran dalam pembelajaran sejarah. 2) Menumbuhkan kesadaran budaya melalui nilai-nilai relief candi Penataran. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, studi pustaka dan dokumentasi. Relief-relief yang terdapat di candi Penataran antara lain mengisahkan cerita tentang Sri Tanjung, Sang Setyawan, Bubuksah Gagangaking, Ramayana, Kresnayana dan hewan-hewan atau fabel. Dalam relief tersebut sarat akan kandungan nilai religius, jujur, tolerasi, kerja keras dan tanggung jawab yang dapat dimasukan ke dalam pembelajaran sejarah untuk menambah pengetahuan generasi muda tentang warisan kebudayaan dari para leluhur di masa lalu. Upaya dalam menumbuhkan kesadaran budaya generasi muda adalah: 1) Pengetahuan akan adanya berbagai kebudayaan suku bangsa yang masing-masing mempunyai jati diri beserta keunggulan-keunggulanya, 2) Sikap terbuka untuk menghargai dan berusaha memahami kebudayaan suku-suku bangsa di luar suku bangsanya sendiri, 3) Pengetahuan akan adanya riwayat perkembangan budaya di berbagai tahap masa silam, 4) Pengertian di samping merawat dan mengembangkan unsur-unsur warisan budaya, kita sebagai bangsa Indonesia yang bersatu juga sedang mengembangkan sebuah kebudayaan baru, yaitu kebudayaan nasional.DOI: 10.17977/um022v3i22018p09
Model pembelajaran project based learning berbasis potensi lokal pada mata pelajaran prakarya dan kewirausahaan (SMA/SMK di Malang)
Project Based Learning model based on local potential is a project-based learning model, the resulting project is a business proposal, processed food products and packaging labels and small business practices in the School. Food processing products produced are foods or beverages that utilize the local potential of agricultural products in Malang. Potential of Malang area include agricultural products spread in Malang area that is apple, strawberry, orange juice, bark, banana, sweet potato. The last project is a small business practice formed by several students who work with school cooperatives. This small business is a temporary business that is practiced in schools with business actors are the students who are formed in several groups, the activity is to sell the results of the food processing business project in the school cooperative. Processed food products can be produced food, snacks or drinks. The learning model is applied to the subjects of entrepreneurship and is the subject of knowledge transfer that is taught in all majors at the senior high school or vocational high school level, where the material contained in the subjects consists of four aspects: craft, engineering, cultivation and processing. Each school is required to take one material aspect. Project Based Learning model is applied to food processing aspect on the subjects of workshop and entrepreneurship.DOI: 10.17977/um022v3i12018p03
Pengembangan buku pedoman lab alam Fakultas Ilmu Sosial untuk Siswa SMP
Purpose of this research is to produce guidelines for the use of natural labs Faculty of Social Sciences to be used by junior high school students as supplement in learning IPS Class VII semester 1. The research method used in this research is research & development with 4- D (four D models). The model consists of four stages: define, design, develop, and disseminate. Book eligibility is validated by material experts and instructional media. Experimental material validation score of 87.96% and expert media learning validation score of 91.66%. Based on these results, it can be saved KeywordsGuidelines, Natural Labs http://dx.doi.org/10.17977/um022v2i22017p06