BAHASANTODEA
Not a member yet
177 research outputs found
Sort by
IMPROVING READING COMPREHENSION OF GRADE VII STUDENTS AT SMP SATU ATAP NEGERI 2 PARIGI SELATAN THROUGH COOPERATIVE LEARNING
Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi perbaikan pemahaman bacaan bagi siswa kelas VII SMP Satu Atap Negeri 2 Parigi Selatan melalui Pembelajaran Kooperatif. Subyeknya adalah siswa kelas VII yang terdiri dari 17 orang. Ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Datanya dikumpulkan melalui tes, leambar observasi dan catatan lapangan. Temuannya menunjukkan bahwa siswa sangat termotivasi dan aktif berpartisipasi dalam kegiatan kelas, sehingga pembelajaran Kooperatif itu efektif diterapkan dalam memperbaiki pemahaman bacaan siswa. Pada siklus pertama, 10 dari 17 siswa dengan presentase 58,82% berhasil mencapai kriteria ketuntasan. Pada siklus kedua, 14 dari 17 siswa dengan presentase 82,35% berhasil mencapai kriteria ketuntasan. Ini berarti bahwa pencapaian kelas adalah 82.35% berdasarkan pada jumlah siswa yang mempeoleh nilai minimal 65 sebagai kriteria ketuntasan. Pencapain kelas dan pencapaian individu keduanya sudah memenuhi kriteria ketuntasan. Penelitian ini dihentikan pada siklus kedua. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa aplikasi Pembelajaran Kooperatif efektif untuk memperbaiki pemahaman bacaan siswa. Kata kunci: Pembelajaran Kooperatif , Pemahaman Bacaan, Memperbaik
PENGGUNAAN GRAMATIKA DALAM TAJUK RENCANA PADA KORAN RADAR SULTENG
The problem in this research is grammar usage in editorial on Radar Sulteng newspaper. The purpose of this research is to describe the grammar usage in editorial on Radar Sulteng newspaper. The kind of this research is quatitative research with describing data with detail. Research with taking an object using the Radar Sulteng newspaper is bassed on data accumulation with carefully. According to this reaserch is do with collect data written in crown draft. After the research is done to get crops as such as grammar usage that described accordance with the aspect of study the editorial of October 2014 edition that is spelling, morphology, and syntactic. The conclutions of this research is grammar usage in editorial on Radar Sulteng newspaper there is only a small part to error undersanding rule of indonesian language which appropiate with language standard system and perfect spelling. Keywords: grammar usage, in editorial
KEKERASAN SIMBOLIK PADA HARIAN RADAR SULTENG
Abstract The research problems were (1) how was the symbolic form of violence used in Radar Sulteng Daily? (2) how the mechanisms of symbolic violence used in Radar Sulteng Daily? This research aimed to (1) describe the form of symbolic violence used in Radar Sulteng Daily, and (2) describe the mechanism of symbolic violence used in the Radar Sulteng Daily. The significance of this research were (1) to be a reference material for journalists in increasing the knowledge of science journalism field, especially in using words to be applied in media texts; (2) to increase the students' knowledge in linguistic especially teh studies of media texts analysis. This research used a qualitative method. Data collection methods refered to listening methods of noted technique through several stages, namely reading, observing and marking data by number. Subsequently, the collected data would be classified based on the forms and mechanisms of symbolic violence in order to be easier of analysis data processing. The analysis data using data reduction techniques of Miles and Huberman. Based on the research results, found ten sources of data from three newspapers, Harian Radar Sulteng, Kompas and Media Indonesia. The next ten sources of data were obtained from the obtained sixteen news headlines, political news, crime, business, and law. Furthermore, the sixteen data found six forms of symbolic violence that consisted of blurring (eight data), a bias (two data), and a bias logic (six data). Symbolic vilence mechanism also comprised a sensor mechanism (four data), smoothing (seven data), logical information (four data) and positive information (one data). Keywords: symbolic violence, form, mechanis
DEVELOPING SPEAKING SKILL OF GRADE XI STUDENTS AT SMAN 6 PALU THROUGH CLASS INTERACTION
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan keterampilan berbicara siswa melalui Teknik Interaksi Kelas. Penelitian ini difokuskan pada aspek kelancaran. Subyek penelitian ini adalah 20 siswa kelas XI pada SMAN 6 Palu. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dirancang berbentuk spiral yang meliputi perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Masing-masing siklus terdiri dari empat pertemuan. Data diperoleh dari lembar pengamatan, catatan lapangan, dan tes. Adapun kriteria keberhasilan penelitian ini adalah 75% siswa harus memperoleh nilai minimal 75 secara individu. Hasil tes pada siklus 1 menunjukkan 55% atau 11 siswa berhasil, sementara 45% atau 9 siswa belum berhasil (gagal). Sedangkan hasil tes pada siklus 2 menunjukkan 80% atau 16 siswa berhasil dan 20% atau 4 siswa belum berhasil (gagal). Maka, Teknik Interaksi Kelas efektif untuk mengembangkan keterampilan berbicara siswa. Kata Kunci: Mengembangkan, Keterampilan Berbicara, dan Interaksi Kela
INCREASING VOCABULARY OF GRADE IV PUPILS OF SDN 1 LUMBUMAMARA THROUGH FUN GAME
Tujuan penelitian ini ialah membuktikan bahwa penggunaan permainan menyenangkan dapat meningkatkan kosakata pada murid kelas IV SDN 1 Lumbumamara. Penulis menggunakan penelitian tindakan kelas. Alat yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah lembar pengamatan, catatan lapangan, dan tes. Pada siklus satu sampai siklus dua penulis menggunakan permainan gambar sebagai media untuk meningkatkan penguasaan kosakata pada kata kerja dan kata benda. Penulis menggunakan permainan gambar dengan menggunakan kartu yang berisi kosa kata dan memberikan pemahaman kepada murid untuk dapat memahami kata-kata tersebut karena permainan ini adalah pembelajaran yang menyenangkan. Penulis mengarahkan murid untuk melakukan aktivitas menggambar, berpikir, menebak, dan diakhiri dengan tes penguasaan kosa kata. Pada siklus pertama murid yang mendapatkan nilai sesuai standar ketuntasan minimal adalah sejumlah 10 murid atau 58.82% dari total murid yang diteliti. Jumlah ini belum mencapai kriteria sukses penelitian, dimana nilai yang ditetapkan adalah 70%. Penelitian dilanjutkan ke tahapan selanjutnya dan pada siklus kedua jumlah murid yang memperoleh nilai kriteria sukses adalah sebesar 82.35%. Pada siklus dua kriteria sukses penelitian telah didapatkan dan penelitian dihentikan di siklus dua
INCREASING VOCABULARY OF GRADE V PUPILS OF SDN PENGAWU PALU THROUGH WORD ASSOCIATION TECHNIQUE
Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang bersifat kolaboratif dan bertujuan untuk mengamati proses keefektifan pembelajaran kosakata dengan menggunakan assosiasi dalam pengajaran kosakata jenis kata benda, kata sifat, dan kata kerja. Subyek penelitian ini berjumlah 30 murid kelas lima SDN Pengawu Palu tahun Pelajaran 2015/2016. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan selama 2 (dua) siklus dan masing- masing siklus mengikuti prosedur penelitian tindakan kelas: perencanaan, implementasi, observasi dan refleksi. Setiap siklus dilakukan selama empat kali pertemuan dan pertemuan terakhir di gunkan untuk evaluasi. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan instrument lembar observasi dan tes. Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis secara kuantitatif dan qualitative. Berdasarkan hasil analisis, prestasi dalam penguasaan kosakata meningkat dari perolehan nilai rata-rata klasikal 64,2 pada siklus I menjadi 88,8 pada siklus 2. Jumlah murid yang meraih KKM (65) meningkat dari 15 murid (50%) pada siklus 1 menjadi 28 murid (93,3%) pada siklus 2. Ini artinya perolehan nilai murid meningkat menjadi 65 (93,3) mempunyai kesuksesan 75 %. Hal ini mengindikasikan bahwa implementasi tindakan melalui assosiasi dapat menyelesaikan terhadap permasalahan kosakata bahasa inggris siswa. Kata kunci: kosakata, kata, asosiasi, tehni
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA NYARING DENGAN MENGGUNAKAN METODE LATIHAN SISWA KELAS III SDN 5 KAYUMALUE NGAPA KECAMATAN PALU UTARA
The Problem of the research 1) How was the application of training methods to improve the ability of reading aloud of the third grade students of SDN 5 Kayumalue, Te researh aimed to describe the reading aloud ability through training methods of the third grade students of SDN 5 Kayumalue North Palu Subdistrict. This research was a classroom action research and the subjects of the research was the third grade students of SDN 5 Kayumalue North Palu Subdistrict. The research was conducted in two cycles, the research results showed that 1) the application of the training method in reading aloud learning the third grade students of SDN 5 Kayumalue North Palu based on the results of observation of student activity cycle I found unsatisfactory percentage (70%) and observation of the teacher activity (71.06%). In the second cycle, it has increased, the observation of the students have a satisfactory percentage (91.67%), while the results of the teachers activity observation were very satisfying (93.4%). 2) The result of applying the training method in reading aloud learning of the third grade students of SDN 5 Kayumalue, it could be seen from the results of the readong aloud test of the training methods in the first cycle was 72.60%. Based on students' acquisition value after the application of the training method in the first cycle was 16 students, there were 8 students who have achieved the criteria of succes (75) and 8 students who have not reached the Criteria of Succes. The factors causing cycle I, the students still found difficulty in reading aloud in aspects of pronunciation, intonation and pause. in the second cycle, there was a change in learning outcomes, the students who got score above the criteria of succes were 16 students with a success percentage of 91.15%. Therefore, this classroom action research showed that the application of the training method could improve the ability of reading aloud of the students. It was proved by more than 75% of the students could read aloud and achieved the criteria of succes (75). Keywords: Reading Aloud Ability, Motivation, Training Method
CORRELATION BETWEEN SPEED READING AND READING ACHIEVEMENT IN READING I SUBJECT
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kecepatan membaca dan prestasi membaca. Metode kuantitatif dengan desain penelitian korelasi digunakan dalam penelitian ini. Populasinya adalah 47 mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Sintuwu Maroso. Diantara mereka itu, diambil 23 mahasiswa sebagai sample secara acak. Dua variabel bebas dikorelasikan, speed reading sebagai variabel X dan prestasi membaca sebagai variabel Y. Teks dan pertanyaan tertulis digunakan dalam pengumpulan datanya yang terdiri dari 40 item. Yang mana 8 pertanyaan untuk tiap teks. Datanya dianalisis menggunakan program SPSS (Statistical Package for the Social Science)18. Temuannya menunjukan bahwa koefisien korelasi (rxy) adalah 0,977, dengan menggunakan derajat kebebasan df = N-2 dan tingkat signifikan 0,05 atau 5%. Dengan membandingkan nilai r-tabel 0, 413 menunjukan bahwa nilai rxy lebih tinggi dari rt (0,977 > 0,413). Dengan demikian alternative hipotesis (Ha) diterima dan null hipotesis (Ho) ditolak. Jadi, ada korelasi yang signifikan antara kecepatan membaca dan prestasi membaca
DEVELOPING THE SPEAKING SKILL OF GRADE XI STUDENTS AT MADRASAH ALIYAH ALMUHIBBAH SOULOWE DOLO THROUGH GAME
Penelitian ini bertujuan mengembangkan keterampilan berbicara siswa melalui permainan-permainan. Tipe penelitian yang digunankan adalah penelitian tindakan kelas dilaksanakan secara kolaboratif dalam dua siklus dalam hal ini peneliti bertindak sebagai pengajar sedangkan kolaboratornya bertindak sebagai pengamat dan setiap siklus terdiri dari dua pertemuan. Data penelitian ini diambil dari dua sumber utama, data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan permainan-permainan dapat mengembangkan kemampuan berbicara siswa. Hal itu dapat dilihat melalui skor pencapaian dari 25 siswa, 36 % dari mereka dapat memenuhi kriteria ketuntasan minimal dari wawancara. Pada siklus I, 76% dari 25 siswa dapat memenuhi kriteria ketuntaan minimal. Siklus II, 100% dari 25 siswa dapat memenuhi kriteria ketuntasan minimal. Selanjutnya, skor tertinggi diperoleh siswa dari studi awal adalah 80 sedangkan pada siklus I, 82.5 dan pada siklus II, 90 akan tetapi skor terendah diperoleh siswa pada studi awal adalah 40 sedangkan pada siklus I, 57.5 dan siklus II, 67.5 Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan permainan-permainan dapat mengembangkan kemampuan berbicara bahasa Inggris siswa. Kata kunci: permainan, mengembangkan, keterampilan berbicara.
ANALYSIS OF SECOND GRADE STUDENTS’ WRITING COMPETENCE, ERRORS, AND PROBLEMS IN ACCOUNTING DEPARTMENT OF SMK PGRI PALU
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kompetensi, kesalahan, dan masalah menulis siswa. Jenisnya adalah deskriptif. Subjeknya adalah siswa kelas dua pada jurusan Akuntansi di SMK PGRI Palu. Intrumen penilitian ini adalah tulisan siswa, angket, dan wawancara. Tehnik analisis data dilakukan dengan menganalisis hasil tulisan siswa berdasarkan kriteria klasifikasi komponen menulis dan kemudian mengidentifikasi kesalahan yang terdapat dalam tulisan. Angket dan wawancara digunakan untuk mengidentifikasi masalah yang di hadapi siswa dalam menulis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertama, kemampuan menulis siswa pada komponen kerangka dan mekanika tulisan adalah baik hingga cukup. Isi dan kosakata dikategorikan cukup hingga sedang . Sementara tata bahasa di kategorikan sangat kurang. Frekuensi kesalahan yang ditemukan dalam tulisan siswa berjumlah 439. Terdapat 143 bilan frekuensi kesalahan pada penggunanaan kata kerja. Kemudian terdapat 110 frekuensi kesalahan pada kesesuian antara subjek dan predikat. Frekuensi kesalahan terkecil ditemukan pada penggunaan artikel. Terdapat 15 frekuensi kesalahan pada artikel. Ketiga, masalah yang paling umum dihadapi siswa adalah penguasaan tata bahasa, dan pengetahuan awal. Terdapat tujuh siswa yang menyatakan bahwa penguasaan tata bahasa adalah masalah yang paling sering dihadapi dalam kategori unsure kebahasaan dan delapan siswa yang menyatakan pengetahuan awal sebagai masalah dominan pada kategori diluar unsure kebahasaan. Kemampuan menulis siswa juga banyak di pengaruhi oleh kurangnya penguasaan kosakata. Selain itu siswa juga mengalami kendala dalam mengembangkan ide pokok tulisan mereka. Serta kesalahan yang sering dibuat oleh siswa dalam menulis banyak dipengaruhi oleh bahasa Indonesia.